Anda di halaman 1dari 16

METODE 2 MENIT

Dr. H. Yulizar Darwis, Sp.KJ, MM


LATAR BELAKANG


Gangguan Depresi pada Penyakit Fisik ( Hipertensi,
Infark Miokard, Epilepsi,
Stroke, Diabetes Melitus, Kanker, HIV/AIDS, Tbc)
berkisar antara 22 % 46 % (Penelitian WHO, 2003)
Lima puluh satu koma satu persen (51,1 %)
kunjungan baru Puskesmas di NAD terkait dengan
Gangguan Jiwa (Penelitian Dit. Kesehatan Jiwa
Masyarakat, Dep. Kes. RI, 2001)
Sebagian besar kasus-kasus Gangguan Jiwa di
Pelayanan Kesehatan Umum belum terdeteksi oleh
dokter non psikiater/ dokter Umum

WHO, 2003,
> 46% TBC
> 29%
Hipertensi
> 30%
Epilepsi
> to 31%
Stroke
> 33%
Kanker
> 44%
HIV/AIDS
> 27% Diabetes
> 22%
Infark jantung
PREVALENSI
< 10%
Populasi
Umum
DEPRESI DAN ANSIETAS PADA PASIEN
DENGAN PENYAKIT FISIK
Penulis Tahun Penyakit Jumlah
kasus
Instruments Prevalensi
1 Tjhin Wiguna 1997 Artritis
Rematoid
50 subyek HRS-D 29%
2 Martina Wiwie 1994 nyeri
punggung
bawah kronik
65 pasien HRS-D; PPDGJ
II
anxiety 18,18%,
depression 69,09%
3 Eka Viora 1995 Asma
Bronkial
90 pasien HRS-D; PPDGJ
II
32,37%
4 Engelberta
Pardamean
2001 Diabetes
Mellitus
80 subyek Life Experiences
Survey
36%
5 W. Edith H.
Pleyte
2001 Talasemia
Mayor
192 subyek;
192 parents
SCL-90 31.90%
6 Sony Chandra 2004 Obesitas 27 subyek SCL-90 29.60%
27 kontrol
7 Titis Diah
Budiningwati
2004 Psoriasis 80 subyek Kuesioner citra
dir Rosenberg
67,5%
SCID-I
8 Dickson Allan
Legoh
2004 Disfungsi
Ereksi
organik.
49 subyek SCID-I 62,5%
9 Theresia MD
Kaunang
2002 Gagal ginjal
terminal
82 subyek SCID-I; KDQoL-
SF
47,6%
10 Surilena 2001 Talasemia 86 subyek FACES III - 11,4%
86 parents SCL-90
11 Mariyatul
Choirah
2004 Perimenopause 66 subyek PPDGJ III 53,12%
12 Diah Mutiara 2004 Infark Miokard
akut
136 subyek Videotaped CE;
SCID-I
57,4%
13 Peony S 2005 Talasemia 68 subyek SCID-I Mothers: 50%
68 mothers children
22,1%
14 Adhi Wibowo 2004 HIV-AIDS 100 subyek MINI ICD 10 68*%
15 Ni Wayan Ani 2005 Infertilitas 46 couples SCID-I Wife: 43,5%
HRS-D Husband
15,2%
DEPRESI DAN ANSIETAS PADA PASIEN
DENGAN PENYAKIT FISIK
METODE 2 MENIT
Metode diagnosis dan terapi
gangguan kesehatan jiwa secara
cepat
Kerjasama antar perawat dokter
Perawat anamnesis 2 menit
Dokter diagnosis dan terapi 2 menit
KELUHAN UTAMA
PASIEN
Keluhan somatik Murni
Keluhan Psikosomatik
Keluhan mental emosional
(ME)
1. KELUHAN SOMATIK MURNI
Keluhan fisik yang jelas tidak ada / tidak
dilatar belakangi faktor mental
emosional
Pengobatan / tindakan secara fisik
Contoh :
Bisul, Batuk-pilek, Demam, Sakit mata,
Sakit gigi, Wazir, Tumor, Muntaber, Sakit
Tenggorokan, dsb.
2. KELUHAN PSIKOSOMATIK
Berupa keluhan fisik-somatik yang dilatar belakangi
faktor mental-emosional
2.1 Kardio-vaskular : Jantung berdebar, tengkuk pegal,
tekanan darah tinggi
2.2 Gastro-intestinal : Sakit uluhati, sakit perut,
kembung, diare (gastritis, kolitis)
2.3 Traktus Respiratorum : Sesak nafas, asma (Asma
bronchial)
2.4 Dermatologi : Gatal-gatal, eksim (Dermatitis)
2.5 Musculo-skeletal : Encok, pegal, sakit kepala, kejang
(reumatoid arthritis, tension headiche, epilepsi)
2.6 Endokrinoligi : Banyak keluar keringat, gugup
(Hipertiroidisme)
2.7 Genito-Urinologi: Sering kencing, amenorhe
Contoh
3. KELUHAN MENTAL-EMOSIONAL
Keluhan jelas berlatar belakang mental emosional.
Berupa :
3.1 Susah tidur, gangguan tidur
3.2 Gelisah, mengamuk, bicara kacau, ketakutan, curiga,
cemburu, menarik diri (ggn. psikosis)
3.3 Murung, mudah tersinggung, banyak menangis, banyak
tertawa, hiperaktif, gembira berlebihan (gangguan
maniakal / depresi)
3.4 Cemas, was-was, prestasi kerja menurun, panik
(gangguan cemas)
3.5 Sering Menggunakan obat penenang, obat tidur, ganja,
dll (gangguan penggunaan zat)
3.6 Perkembangan terlambat (bicara, jalan), masih ngompol,
terlalu aktif/nakal, gangguan makan, kesulitan belajar,
tidak mau sekolah, sering minggat, sering menentang
(gangguan jiwa anak dan remaja, MR)
PEMBUATAN DIAGNOSIS
Keluhan utama ad. 1. langsung didiagnosis fisik dan
terapi fisik
Keluhan utama ad. 2 dan ad. 3, tanyakan hal-hal
berikut (ad. 4) :

a. Sudah lama (>3bulan) dan sering kambuh (1-4x
perbulan)
b. Terjadi setelah ada stress / banyak pikiran
c. Disertai kehilangan gairah kerja/belajar /makan/seks
d. Disertai gangguan dalam fungsi keluarga
/pekerjaan/sekolah/masyarakat
Bila >1 dijawab ya
Tentukan diagnosis selanjutnya
DIAGNOSIS SELANJUTNYA
1. ad. 2. + 1 ad. 4.
D/ gangguan Psikosomatik, atau faktor psikologis
mempengaruhi kondisi fisik
D/ Epilepsi

2. ad. 3 (ME. 3.1 + ME. 3.2) + 1 ad. 4.
D/ Psikosis

3. ad. 3 (ME. 3.1 + ME. 3.3) + 1 ad. 4.
D/ Depresi
D/ Gangguan Afekif Berat

4. ad. 3 (ME. 3.1 + ME. 3.4) + 1 ad. 4.
D/ Gangguan cemas

5. ad. 3 (ME. 3.1 + ME. 3.5) + 1 ad. 4.
D/ Gangguan penggunaan zat

6. ad. 3 (ME. 3.6)
D/ Gangguan kesehatan jiwa anak dan remaja
D/ MR (Mental Retardasi)



Skema
KELUHAN UTAMA
1. Somatik murni 2. Psikosomatik 3. Mental emosional
D/ Gangg. Fisik
D/ Ggn. Psikosomatik
D/ Epilepsi
4.1. > 3 bulan ,1-4x perbulan
4.2. Ada stress / banyak pikiran
4.3. Kehilangan gairah kerja / belajar / makan / seks
4.4. Gangguan dalam fungsi keluarga / pekerjaan /
. sekolah / masyarakat
D/ Ggn.Psikosis
D/ Ggn. Depresi/ Afektif
D/ Ggn. Cemas
D/ Gg n. Pengg. Zat
D/ MR
D/Ggn. Kes. Jiwa anak remaja
D/ Gg n. Kepribadian
Tidak
> 1 ya
> 1 ya
TERAPI
D/ Ggn. Psikosomatik . Benzodiazepin (diazepam, Frisium,
Ativan) atau anti depressan
(amitriptilin, maproptilin,
amineptin, mianserin, fluoxetin)
. Simtomatik
. Rujuk u/ Psikoterapi

D/ Epilepsi . Antiepilepsi (luminal, Fenitoin,
Karbamazepin)

D/ Ggn. Psikosis . Anti Psikotik (klorfromazine,
trifluorazine ,perpenazine, haloperidol,
clozapin, olanzapin, aripiperazole)

D/ Ggn. Depresif . Anti depressan (amitriptilin, Imipramin,
ludiomil, stablon, asendin, cepram)
D/ Ggn. Maniakal . Anti maniakal (lithium, carbonat,
carbamazepin, haloperidol)

D/ Ggn. Cemas . Anti Cemas (Benzodiazepin, anti
psikotik dosis rendah)

D/ Ggn. Penggunaan zat . Anti Psikotik
. Rujuk u/ ketergantungan, intoksikasi

D/ Ggn. Kesehatan Jiwa . Rujuk u/ evaluasi
anak dan remaja . Rujuk u/ psikoterapi
. Neurotropik

D/ Mental Retardasi . Neurotropik
. Antipsikotik u/ gelisah
. Ritalin u/ hiperaktif
. Rujuk u/ evaluasi IQ