Anda di halaman 1dari 20

MODUL V

BENZENA DAN TURUNANNYA


1. Pengantar
Istilah senyawa aromatik sebelumnya dipakai untuk menggambarkan senyawa
dengan aroma tertentu. Dalam kimia organik istilah tersebut sekarang mempunyai arti
tersendiri yaitu aromatik dipakai untuk menunjukkan macam ikatan untuk senyawa
tertentu. Umumnya walapun ada kekecualian senyawa aromatik adalah senyawa siklik
digambarkan dengan rumus yang mangandung ikatan tunggal dan rangkap. Istilah
aromatik adalah kebalikan dari alifatik yang menunjukkan senyawa bukan aromatik
seperti alkana.
Seperti alkana dan alkena, kebanyakan senyawa aromatik yang dipakai dalam
perdangangan dan industri didapat dari pemurnian minyak bumi, misalnya pelarut
toluena disentesa dalam proses pemurnian dengan memanaskan heptana dengan
katalisator yang sesuai.
Dalam modul ini akan dibahas mengenai,
a. Tata nama senyawa aromatik
b. Aromatisasi dan aturan Huckel
c. Siat!siat dari senyawa aromatik
d. "eaksi!reaksi substistusi dari senyawa aromatik
2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa secara umum diharapkan dapat
menguasai konsep!konsep dasar dan reaksi!reaksi yang terjadi.
3. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mempelajari modul # ini, lebih khusus anda diharapkan dapat $
%. &enjelaskan tatanama dari aromatik
'. &enjelaskan aturan kearomatisan
(. &enjelaskan ikatan yang terjadi dalam senyawa aromatik
). &enjelaskan siat!siat dari aromatik
#. &enjelaskan reaksi!reaksi dari aromatik
Uraian, Soal!soal latihan beserta rambu!rambu jawabannya, rangkuman dan tes
ormati, akan anda temukan dalam kegiatan belajar modul # ini.
Agar anda berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini, ikutilah petunjuk
belajar berikut ini$
a. Semua uraian yang tercantum dalam kegiatan belajar pelajarilah dengan baik dan
cermat
b. Soal!soal latihan yamg terdapat dalam setiap kegiatan belajar, kerjakanlah dengan
sungguh!sungguh tanpa melihat dahulu rambu!rambu jawabannya.
c. Setelah anda selesai mengerjakan soal!soal latihan tersebut, cocokkanlah
pekerjaan anda dengan rambu!rambu jawaban yang tersedia. Tingkat pemahaman
anda dapat tercermin dari tingkat kesesuaian pekerjaan anda dengan rambu!rambu
jawaban. *ila pekerjaan anda masih jauh menyimpang, dari rambu!rambu
jawaban, hendaknya anda tidak berputus asa untuk mempelajarinya kembali.
d. "angkuman yang merupakan ringkasan dari urain yang telah disajikan pada setiap
akhir dari kegiatan belajar dalam modul ini. *acalah dengan seksama isi
rangkuman tersebut sehingga pengalaman belajar anda benar!benar mantap.
+%
e. ,erjakan tes ormati yang ditempatkan setelah bagian rangkuman untuk
mengukur penguasaan anda dalam pokok bahasan yang dipaparkan dalam setiap
kegiatan belajar. Selamat elajar !
). ,egiatan *elajar
BENZENA DAN TURUNANNYA
).%. Uraian dan -ontoh
.ara kimiawan membagi semua senyawa organik ke dalam dua kelas yang lebih
luas, yaitu senyawa aliatik dan senyawa aromatik. *erasal dari kata aliatis berarti
bersiat lemak dan aromatik berarti harum. Senyawa aliatik adalah senyawa rantai
terbuka atau senyawa siklik yang siat kimianya mirip dengan senyawa rantai terbuka,
sedangkan senyawa aromatik adalah ben/ena atau senyawa yang siat kimianya
menyerupai ben/ena.
Suatu senyawa aromatik mengandung orbital terdelokalisasi delokal yang
berbentuk cincin. *anyaknya elektron p yang terlibat dalam orbital delokal harus
tunduk pada rumus Huckel$
Elektron p = ) n + '
Dengan n 0 1, %, ', (,222.
-ontoh senyawa aromatik adalah ben/ena dan natalena. Adapun rumus strukturnya
sebagai berikut$
Semua atom - dalam senyawa!senyawa di atas mempunyai hibrida sp' dan
terletak dalam satu bidang dengan orbital p yang tegak lurus pada bidang. Sejalan
dengan konsep ikatan delokalisasi maka ben/ena mempunyai orbital terdelokalisasi
yang berbentuk cincin, dan elektron p sebanyak + 3mengikuti hokum Huckel dengan
n 0 %4. Dalam natalena, jumlah electron p!nya adalah %1. Hal ini mengikuti hokum
Huckel dengan n 0 '.
". Tata nama #ari "romatik
5ama tri6ial asli dari sejumlah senyawa aromatik yang biasa telah diterima oleh
IU.A- sebagai nama sistematik. *eberapa nama tri6ial ditulis pada Tabel #.%
Ada cukup banyak senyawa aromatik yang ditemukan jauh sebelum metode
pemberian nama secara sistematik 3IU.A-4 digunakan. 7leh karena itu pemberian
nama umum yang tanpa aturan yang jelas cukup banyak digunakan hingga sekarang.
*eberapa contoh diantaranya adalah$
+'
8ika diperhatikan nama tiga senyawa pertama yaitu ben/ena, toluene dan stirena,
tampak adanya kesamaan. Sebagai satu kelompok senyawa hidrokarbon aromatik
tersebut dinamakan arena.
Selain dari nama tri6ial biasanya kita juga memberi nama aromatik
monosubstitusi dengan ben/ennya sebagai nama induk. 5ama substitusi menjadi
awalan bagi nama induk. *en/ena monosubstitusi dinamakan sebagai turunan
ben/ena, seperti$
Dalam hal ben/ena tersubstitusi dua gugus, ada tiga kemungkinan isomer yaitu
isomer orto 3o4, meta 3m4 dan para 3p4. -ontohnya adalah$
.ada beberapa contoh di atas, kedua substituen adalah sama. Awalan orto, meta,
dan para tetap digunakan walaupun kedua subtituen berbeda, seperti$
-ara lain untuk mengetahui letak substituen adalah dengan memberi nomor pada
atom karbon penyusun cincin. &etode penomoran ini sangat berguna jika terdapat
lebih dari dua substituen, atau dengan sistem ortho, meta, para yang menunjukkan
hubungan tempat antara kedua gugusan dalam cincin misalnya$
+(
9ugus enil dan ben/il sering digunakan pada penamaan senyawa!senyawa
aromatik. Struktur kedua gugus tersebut adalah$
9ugus enil sering dituliskan dengan lambing .h atau P:. Sedangkan lambing Ar
digunakan untuk gugus aril 3aromatik4. *eberapa contoh disajikan berikut ini$
Tabel #.% 5ama Tri6ial Dari *eberapa *en/ena yang *ersubstitusi
"umus bangun 5ama "umus *angun 5ama
CH
3
Toluena 7H ;enol
CH
3
.ara!xilene 5H
'
Anilin
H
(
-
-7H Asam ben/oat
-H
-H
'
Stirene
7
. Ikatan Dalam "romatik
Dalam tahun %<'# Ahli ,imia Inggris &ichael ;araday mengisolasi suatu cairan
berminyak dari saluran gas =ondon. Senyawa ini ternyata mempunyai rumus molekul
+)
-
'
H
+
dan diberi nama *en/ena. )1 Tahun kemudian ahli ,imia 8erman, ;riederich
August ,ekule menemukan struktur ini. Hampir ># tahun kemudian baru dibentuk
struktur ben/en yang modern.
.ersoalan pertama dalam membuat struktur ben/en yang dapat diterapkan
berdasarkan akta bahwa struktur yang adekuat tak dapat digambarkan apabila
memakai garis ikatan yang biasa. Sekarang kiat emngetahui bahwa enam karbon atau
ben/en adalah sp
2
yang hibrid dan disusun dalam bentuk cincin dengan + anggota.
Tiap atom karbon mengandung sebauah elektron dalam orbit p. ,ita harapkan bahwa
enam elektron p ini ada dalam tiga ikatan.

atau

Tetapi rumus bangun ini tidak menerangkan mengapa ben/ene tak mengalami reaksi
seperti alkena.
=agi pula semua ikatan -!- dalam ben/en panjangnya sama, tak mengandung tiga
ikatan rangkap yang pendek dan tiga ikatan tunggal yang panjang.
Semua ikatan -!- mempunyai panjang iaktan %,)1A, ikatan antara ikatan tunggal -!
- 3%,#) A4 dan antara ikatan rangkap -0- 3%,()A4.

C
C
C
C
C
C
H
H
H
H
H
H

$. "romatisasi Dan "turan %U$K&
Struktur ben/ena dan turunannya seperti disebutkan diatas memperlihatkan
adanya + elektron ? dalam sistem siklik terkonjugasi. Siklobutadiena dan
siklooktatetraena juga memiliki cincin siklik dengan ikatan rangkap dua terkonjugasi
siklobutadiena siklooktatetraena
Sekarang timbul pertanyaan yaitu apakah kedua senyawa tersebut termasuk senyawa
aromatik@
Ternyata keduanya tidak memiliki siat aromatik walaupun terdapat ikatan
terdelokalisasi pada cincinnya. &enurut Huckel, senyawa aromatik adalah senyawa
yang memiliki sistem ikatan rangkap dua terkonjugasi dengan jumlah elektron ? 0 3)n
A '4, dengan n adalah bilangan bulat 1, %, ', ( 2 jadi senyawa siklik dengan ikatan
rangkap dua terkonjugasi memiliki jumlah elektron ? 0 ', +, %1, %) 2. Adalah
aromatik. Sedangkan siklobutadiena dan siklooktatetraena dengan ) dan < elektron ?,
tidak memenuhi rumusan )n A ' sehingga bukan senyawa aromatik.
a. Ion-Ion Aromatik
&encermati deinisi Huckel di atas terlihat bahwa batasan tersebut tidak
mempersyaratkan bahwa banyaknya orbital p harus sama dengan jumlah elektron ?.
+#
,enyataannya kedua hal ini dapat saja berbeda. "umusan Huckel berlaku luas
terhadap berbagai jenis spesies kimia, bukan hanya terhadap hidrokarbon netral.
-ontoh$
anion siklopentadienil kation sikloheptatrienil
,edua spesies ini adalah aromatik
&olekul netral siklopentadiena sendiri tidak bersiat aromatis karena
molekulnya tidak terkonjugasi penuh. ,arbon gugus B-H'! dalam cincin adalah
hibrida sp3, jadi menghalangi konjugasi Bsiklis orbital p. Akan tetapi bila satu atom H
dari gugus B-H'! lepas maka karbon sp3 berubah menjadi sp2 sehingga spesies
sekarang mengandung # orbital p. Ada ( cara pelepasan hidrogen dari gugus B-H'!,
yaitu atom H pergi dengan membawa satu elektron, atom H pergi tanpa electron, dan
atom H membentuk radikal.
Teori resonasi meramalkan ketiga spesies di atas sangat stabil sebab masing!
masing mempunyai # struktur resonasi yang ekui6alen. Sedangkan teori Huckel
meramalkan bahwa hanya anion yang dengan + elektron p adalah aromatik.
,enyataannya kation dan radikal siklopentadienil sulit dibuat, sedangkan
karbanionnya dengan mudah dibuat dan karbanion ini sangat stabil. ;akta lain yang
mendukung adalah bahwa siklopentadiena adalah hidrokarbon yang paling asam di
antara hidrokarbon yang lain, p,a dari kebanyakan hidrokarbon )#, sedangkan
siklopentadiena mempunyai pka 0 %+, harga yang sebanding denganpKa air.
Siklopentadiena bersiat asam oleh karena anion yang terbentuk oleh ionisasi
adalah cukup stabil. Tidak peduli bahwa anion siklopentadienil hanya mempunyai #
orbital p.
Dengan alas an yang serupa dapat digunakan untuk meramalkan kestabilan
kation, radikal dan anion sikloheptatrienil. &enurut teori resonansi ketiga spesies ini
mempunyai kestabilan yang tinggi, akan tetapi menurut Huckel hanya kation
sikloheptatrienil yang mempunyai kestabilan aromatik.
b. Pandangan Teori Resonansi
.ada mulanya struktur ben/ena dinyatakan oleh ,ekule seperti berikut$
++
H
'
%
Akan tetapi karena panjang ikatan dalam molekul ben/ena semuanya sama, yaitu
%,(C A, dan ben/ena adalah senyawa tunggal 3tidak mempunyai isomer4D maka ikatan
delokal dalam sistem ben/ena ditulis dengan struktur resonansi sebagai berikut$
*anyaknya ikatan p dan s adalah sama, karena itu dikatakan kedua struktur
eki6alen dalam energi dan merupakan struktur resonansi yang penting. &asih ada
struktur resonansi ben/ena yang lain, namun struktur resonansi tersebut tidak penting
karena kandungan energinya tinggi. &isalnya yang dituliskan sebagai berikut$
Semakin banyak struktur resonansi yang dibuat untuk suatu senyawa, semakin
besar pula energi resonansinya dan semakin stabil senyawa tersebut.
. Energi Resonansi Pada !en"ena
Untuk menghitung tentang apa yang dimaksud dengan energi resonansi, maka
simaklah data panas hidrogenasi beberapa senyawa sebagai berikut$
Dari persamaan 3+.%4 terlihat bahwa untuk hidrogenasi satu ikatan rangkap dua
dilepaskan kalor sebesar '<,+ kkalEmol. Sedangkan persamaan 3+.'4 menunjukkan
bahwa hidrogenasi dua buah ikatan rangkap dua dilepaskan kalor sebesar ##,)
kkalEmol. Harga ini kira!kira sama dengan ' F '<,+ kkalEmol. Dengan demikian dapat
diharapkan bahwa hidrogenasi tiga buah ikatan rangkap dua seperti struktur resonansi
ben/ena akan melepaskan kalor sebesar ( F '<,+ 0 <+ kkalEmol. Sedangkan dari
persamaan 3+.(4 terlihat bahwa panas hidrogenasi molekul ben/ena yang
sesungguhnya adalah )C,< kkalEmol. Untuk lebih jelasnya harga!harga tersebut
disajikan dalam diagram berikut$
+>
(am)ar *.1. Diagram energi sikloheksana+
Sikloheksena+sikloheksa#iena #an )en,en
Dari diagram di atas terlihat bahwa molekul ben/ena yang sesungguhnya
memiliki energi lebih rendah dari pada struktur resonansi yang dibuat. Hal ini berarti
bahwa struktur ben/ena yang sesungguhnya adalah lebih stabil disbanding struktur
resonansinya yang paling stabil. .ada diagram juga tampak bahwa antara struktur
ben/ena sesungguhnya dengan struktur resonansi terdapat selisih energi sebesar (+
kkalEmol. Harga selisih energi ini dinamakan energi kestabilan atau energi resonansi.
#adi energi resonansi adala$ perbedaan energi antara str%kt%r ses%ngg%$n&a dengan
str%kt%r resonansi &ang paling stabil. Semakin besar energi resonansi, maka senyawa
bersangkutan semakin stabil.
D.-eaksi Su)stitusi Dari Sen.a/a "romatik
1 Substitusi Elektrofilik Aromatik
.erbedaan siat kimia antara struktur aromatik dengan struktur konjugasi rantai
terbuka terlihat dari reaksinya terhadap halogen. Sistem aromatik mengalami reaksi
substitusi sedangkan sistem konjugasi ploena mengalami reaksi adisi.
*eberapa contoh reaksi substitusi terhadap ben/ena adalah sebagai berikut$
+<
2. 'ekanisme (%bstit%si Elektrofilik Aromatik
Ditinjau reaksi klorinasi ben/en berikut$
Dalam reaksi ini, klor digunakan sebagai sumber elektroiil, sedangkan
eriklorida yang merupakan asam =ewis sebagai katalisator.
Tahap pertama dari reaksi klorinasi tersebut adalah pembentukan elektroil dari
klor. "eaksinya adalah$
.ada tahap kedua terjadi serangan elektroil berupa ion kloronium tersebut
terhadap cincin ben/ena, persamaannya$
Sebagai hasil adalah terbentuknya karbokation. 7rbital kosong dari karbokation
segera membentuk ikatan terdelokalisasi dengan orbital p atom karbon lain pada
cincin seperti halnya ikatan terdelokalisasi pada ion ailik. Struktur ikatan
terdelokalisasi yang bermuatan positi ini disebut ion ben"enoni%m. Struktur
hibrida resonansinya dituliskan sebagai berikut$
Ion e-l) yang terbtnuk pada tahap pertama berada dalam keadaan
kesetimbangan dengan ion klorida sesuai persamaan berikut$
+C
Adanya nukleoil berupa ion klorida tersebut menyebabkan lepasnya satu
proton, dan terbentuk lagi sistem terdelokalisasi cincin ben/ena, persamaannya$
*eberapa macam elektroil disajikan dalam Tabel +.% di bawah ini$
Ta)el 0.1 &lektro1il Umum 2a#a Su)stitusi "romatik
&lektro1il 3ama Proses
-lA
*rA
57'A
S7( atau S7(HA
"A
Ion ,loronium
Ion bromonium
Ion nitronium
Ion sulat trioksida 3terprotonasi4
Ion karbonium
,lorinasi
*rominasi
5itrasi
Sulonasi
Alkilasi
(%bstit%en Pengaktif dan Pen-)eaktif *inin
Diketahui struktur beberapa senyawa sebagai berikut$
Data kecepatan reaksi nitrasi 3campuran H57( dan H'S7)4 senyawa!
senyawa di atas relati terhadap ben/ena adalah sebagai berikut$
Toluena 0 '),#
*en/ena 0 %,1
,loroben/ena 0 1,11(
5itroben/ena 0 1,111111%
,esimpulan dari akta tersebut adalah bahwa gugus B-H( bersiat
mengaktikan cincin ben/ena terhadap substitusi elektroilik, sedangkan gugus
klor dan nitro bersiat mendeaktikan cincin ben/ena terhadap reaksi
elektroilik. 9ugus seperti -H( disebut gugus pengakti cincin, sedangkan
gugus seperti klor dan nitro disebut gugus pendeakti cincin ben/ena.
+%g%s Pengara$ ,rto- Para )an 'eta
>1
Apabila toluene dinitrasi maka 57'A menyerang sebagian besar pada posisi
orto dan para, sebaliknya hanya sedikit yang menyerang pada posisi meta.
"eaksinya adalah$
Terlihat bahwa produk orto dan para lebih dominan dari pada meta. Dapatkah
teori ,imia 7rganik menerangkan kenyataan ini@
Diketahui bahwa pada reaksi ini terbentuk /at antara reakti yang disebut ion
ben/enonium. .ostulat Hammond menyatakan bahwa arah dari reaksi
ditentukan oleh kestabilan ion ben/enonium, ion ben/enonium yang terjadi pada
serangan orto, para, dan meta sebagai berikut$
(erangan orto- para .
(erangan meta .
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa ion ben/enonium pada penyerangan
orto dan para mempunyai hibrida resonansi dengan karbokation tersier. Hal ini
tidak terjadi pada serangan meta. Dapat diartikan bahwa ion ben/enonium yang
terbentuk pada penyerangan orto!para lebih stabil daripada ion ben/enonium
pada penyerangan meta. *erdasar pada postulat /ammond, penyerangan orto!
para haruslah dominan.
Selanjutnya ditinjau reaksi brominasi nitroben/ene dengan reaksi berikut$
>%
Hibrida resonansi dari ion ben/enonium yang terbentuk pada serangan orto, para
dan meta dapat digambarkan sebagai berikut$
(erangan meta .
(erangan orto- para .
Terlihat bahwa ion ben/enonium yang terbentuk pada serangan orto dan
para memiliki karbon positi yang berikatan langsung dengan atom 5 yang
bermuatan positi pula. Struktur demikian adalah kurang stabil karena
menyebabkan lemahnya ikatan - B 5. Hal serupa tidak dijumpai pada
penyerangan meta. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ion ben/enanonium pada
penyerangan meta bersiat lebih stabil. Dengan mengacu pada prinsip Hammond
di atas, maka penyerangan orto, para dan meta disajikan dalam tabel di bawah
ini.
Ta)el 0.2 (ugus 4ungsi Pengarah
>'
Pengarah orto+ 2ara Pengarah meta
!-H(, -H' -H( 3alkil4
!;, !-l, !*r, !I
!7H, !7-H(, !7"
!5H', !5H", !5"'
!57', !S7(H
!-7", !-7'H, !-7'"
!-o5
*erkaitan dengan uraian di atas, gugus pengarah orto dan para umumnya
adalah gugus pengakti cincin, Sedangkan gugus pengarah meta adalah gugus
pendeakti cincin.
.erkecualian untuk gugus berupa atom halogen 3;, -l, *r dan I4, halogen adalah
pengarah orto dan para namun bersiat mendeaktikan cincin.
a. Pentingnya ugus Pengara! Dalam Sintesis
;ungsi gugus pengarah dan pengakti cincin adalah penting dalam merancang
sintesis bertahap yang melibatkan substitusi aromatik. Sebagai contoh diberikan
soal berikut$
"ancangan sintesis senyawa!senyawa berikut, dimulai dengan ben/enaG
a. asam m!kloroben/enasulonat
b. p0nitrotoluena
8awab$
a. .embuatan asam m!kloroben/enasuonat dari ben/ena dimulai dengan reaksi
sulonasi terlebih dahulu, selanjutnya diikuti klorinasi. Hal ini dikerjakan
mengingat gugus sulonat adalah gugus pengarah meta, sehingga klor akan terikat
pada posisi meta. Sebagai hasil dapat diperoleh senyawa seperti yang diharapkan.
"eaksi di atas tidak dapat dibalikm seandainya dibalik yaitu klorinasi terlebih
dahulu kemudian diikuti dengan sulonasi maka akan terbentuk senyawa berbeda,
yaitu asam orto dan para!kloroben/enasulonat. Hal ini dapat terjadi karena klor
adalah gugus pengarah orto dan para.
b. &engingat metil adalah gugus orto dan para, maka sintesis p!nitrotoluena
dikerjakan dengan alkilasi terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan nitrasi.
>(
"eaksinya adalah sebagai berikut$
Dalam hal ini hasil yang diperoleh merupakan campuran hasil substitusi orto dan
para.
8ika ada dua gugus yang telah terikat pada cincin maka dalam rangka
pengikatan gugus ketiga, antara keduanya dapat saling menguatkan atau saling
melemahkan, tergantung pada jenis gugus yang ada tersebut.
b. "i#rokarbon Aromatik Polisiklik
.ada uraian yang terdahulu telah disebutkan konsep aromatik yaitu kestabilan
yang tinggi dari sistem siklik pada ben/ena dan turunannya. .ada senyawa!
senyawa yang telah diterangkan di atas hanya terdapat sebuah cincin siklik.
5atalena dengan rumus molekul -%1H<, adalah senyawa aromatik polisiklik
yang banyak ditemui dalam ter batubara. Struktur natalena merupakan bidang
datar dengan dua cincin ben/ena yang menyatu. ,edua cincin tersebut
menggunakan bersama dua buah atom karbon. Salah satu struktur hibrida
resonansinya.
Atas dasar konsep struktur delokal tersebut di atas maka resonansi hibrida
natalena dapat dituliskan sebagai berikut$
Hal ini berarti bahwa natalena dapat menyerupai struktur alkena terbuka. Atas
dasar itulah maka dapat diperkirakan bahwa natalena lebih reakti dari pada
ben/ena.
$. Senya%a Aromatik "eterosiklik
>)
.ada bagian ini akan diperkenalkan jenis senyawa aromatik yang penyusun
cincin siklisnya bukan atom karbon saja, melainkan juga terdapat atom lain.
Atom yang sering ditemui antara lain nitrogen, oksigen, dan belerang.
.erhatikan struktur berikut$
.ada kedua senyawa di atas, nitrogen dalam keadaan hibrida sp'. =ima atom
karbon pada piridin masing!masing menyumbang % 3satu4 electron p, sehingga
untuk memenuhi jumlah + elektron p dibutuhkan satu elektron dari atom 5. Satu
elektron ini berasal dari orbital p yang tegak lurus pada orbital sp'. Dengan
demikian, satu orbital sp' terisi dua electron dari atom 5 tidak termasuk pada
sistem delokal. Sebagai akibat orbital sp' terisi dua elektron tersebut, dia dapat
menerima proton dari asam membentuk garam ataupun membentuk ikatan
hidrogen dengan air.
Sedang pada pirol hanya ada ) atom karbon dalam keadaan sp2- sehingga
untuk melengkapi jumlah + elektron p, atom nitrogen harus menyumbang dua
electron. Untuk itu atom 5 harus berada dalam keadaan sp2 dengan orbital p
terisi dua elektron yang tegak lurus pada bidang. ,etiga orbital sp2 dari atom 5
terikat oleh dua tom - dan satu atom H. ,arena itulah kebasaan pirol lebih
lemah disbanding piridin.
*eberapa senyawa aromatik kelompok piridin, dimana heteroatomnya hanya
menyumbangkan satu elektron kepada sistem aromatik diantaranya adalah$
Sedangkan beberapa contoh senyawa aromatik kelompok pirol dimana
heteroatomnya hanya menyumbangkan dua electron kepada sistem delokal,
diantaranya adalah$
5.2. Soal6Soal Latihan
>#
%. Tulislah struktur dari
a. :til ben/en b. ',),+!tribromoanilin
c. p!etil enol d. *en/il bromide
'. Senyawa mana berikut ini yang bersiat aromatik
CH
2
a. b.
-.

(. Tulislah reaksi tiap klorinasi ben/en di bawah ini.

A -l
'
;e-l
(
Hangat
-l A H-l
). *uatlah struktur resonansi 57
'
dan jelaskan mengapa lebih disukai pada
posisi meta dibandingkan pada posisi orto, para
#. Tentukan hasil reaksi dari substitusi kedua di bawah ini
7-H
(
A *r
'
;e*r
(
a.
-7-H
(
A -l
'
;e-l
'
b.
-7-H
(
A H57
(
c.
7
7
H
'
S7
)
5.3. Petunjuk 7a/a)an Soal6soal Latihan
Untuk menjawab soal latihan, pelajari uraian dan contoh yang sudah disajikan
dalam modul ini.
%.

a.
-
'
H
#
b. *r 5H
'
*r
*r
c. -
'
H
#
7H d. -H
'
*r
'. a. Aromatik b. Tidak aromatik c. Aromatik
>+
(.

=angkah I $ pembentukan elektroil
-l
H
-l A ;e-l
(
-l
H
-l ;e-l
(
-l A -l ;e-l
(
ion chloroorm
suatu elektroil
=angkah ' $ elektroil menyerang elektron pi dari cincin ben/en
A -l
H
-l
A
Cl
H
A
Cl
H
A
-l A H
,arbokation yang distabilkan
secara resonansi
,loroben/en
).
H
Br
NO
2 NO
2
A
A
5
A
A
O
O
H
Br
NO
2
A
H
Br
N A
O
O H
Br
NO
2
A
:nergi tinggi 3muatan A
berdampingan4
H
NO
2
A
Br
Br
H
NO
2
A
Br
H
NO
2
-
A
=ebih dipilih $ tidak ada muatan
positi berdampingan
7rto
.ara
&eta
#.
7-H
(
A *r
'
;e*r
(
a.
-7-H
(
A -l
'
;e-l
'
b.
-7-H
(
A H57
(
c.
7
7
H
'
S7
)
7-H
(
*r
7-H
(
A *r
-7-H
(
7
-l
-7-H
(
7
57
'
5.5. -angkuman
5.*. Tes 4ormati1
%. 9ambar rumus bangun dari nama!nama dibawah ini $
a. ',+!dibromoenol c. ',),+!terimetroenol
b. o!khloroanilina d. enil asetilena
'. Apakah produk organic utama 3dari4 substitusi kedua dalam masing!masing reaksi
berikut ini @
>>
*r';e*r(
a. -
+
H
#
57
'
b. -
+
H
#
-H
(
(. Tunjukan bagaimana mensintesisi %,(,#!tribromoben/ena dari aniline 3ingat
bahwa brom merupakan pengarah 7,. dalam reaksi substitusi elektroiilik4
). "amalkan produk organic dari reaksi mono substitusi natalena dengan masing!
masing perangkat reagensia dibawah ini
a. *r
'
.;e*r
(
c. -H
'
0-H
'
, Al-l
(
, H-l
b. H57
(
, H
'
S7
)
d. -H
(
--l, Al-l
(
7
#. "amalkan produk utama mononitrasi aromatic dari senyawa berikut $
a. NO
2
b.
NH
2
c. CH
2
CO
2
H
CH
3
C(CH
3
)
3 d
5.0. Um2an alik
Anda dapat menguasai materi ini dengan baik jika memperhatikan hal!hal sebagai
berikut
%. &elakukan diskusi dengan teman yang memprogramkan matakuliah ini dan
membuat ringkasan materi ini sebelum di bahas dalam diskusi
'. &engejakan soal latihan
5.8. Ti#ak Lanjut
a. Apabila mahasiswa dapat menyelesaikan <1I dari tes ormati, maka mahasiswa
tersebut dapat melanjutkan ke modul selanjutnya, sebab pengetahuan tentang
tatanama 3pemberian nama4, siat!siat, struktur dari molekul serta reaksi B reaksi
yang terjadi akan merupakan dasar untuk modul selanjutnya.
b. 8ika ada diantara mahasiswa belum mencapai penguasaan <1I dianjurkan untuk
mempelajari kembali topik di atas dari awal, berdiskusi dengan teman terutama
pada hal!hal yang belum dikuasai serta bertanya kepada dosen jika ada hal!hal
yang tidak jelas.
c. Setelah Anda mengerjakan Tes ;ormati, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci
jawaban. Hitunglah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah
ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar.
-umus9
8umlah jawaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan 0 J %11I
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai $
C1!%11 I 0 baik sekali
<1!<C I 0 baik
>1!>C I 0 cukup
+C I 0 kurang
5.:. 7a/a)an soal6soal 1ormati1
><
-H(-H0-H'
Al-l(H-l
a.
OH
Br
Br
b. OH
Br
c.
OH
NO
2
NO
2
O
2
N D. OHCCH
3
7
%.
'
(. Anilin mengalami tribromida. 7leh karena itu, deret reaksi berikut ini akan
menghasilkan produk yang diinginkan.
NH
2
NH
2
Br
Br
Br
N
+
2
Cl Br
Br
Br
Br
Br
Br
( *r
'
( H*r
5!57
'
H-l
H
(
.7
'
%,(,#!tribromo ben/ena
).
#.
Da1tar Pustaka
>C
NO
2 a.
*r
'
;e*r
(
NO
2
Br
CH
3
b. -H
(
-H0-H
'
A H-l A Al-l
(
K-H
(
-
A
H-H
(
L A Al-l
)
CH
3
-H
(
-
A
H-H
(
H
A
CH
3
CH(CH
3
)
2
H
3
CHC
CH
3
a.
Br
*r
'
;e*r
(
c.
CH
2
CH
3
b.
NO
2
d.
COCH
3
H57
(
H
'
S7
)
NO
2 a. NO
2
O
2
N
b.
NH
2
NH
2
NH
2
A
H57
(
NO
2
NO
2
c. CH
2
CO
2
H
CO
2
H CH
2
NO
2
NO
2
A CO
2
H CH
2
O
2
N
d. C(CH
3
)
3
H
3
C
C(CH
3
)
3
H
3
C
O
2
N
H57
(
H57
(
H57
(
%. Allinger, 5. =. et. al, %C>+ ,rgani *$emistr&- ' nd edition, Morth .rinting,
Inc., 5ew Nork
'. H. HartESuminar AchmadD 3%C<>4, Kimia ,rganik- (%at% K%lia$ (ingkat.
8akarta$ .enerbit :rlangga.
(. &orrison O *oyd, %C>1., ,rgani *$emistr&- 'nd. :d., Morth .ublishers, Inc.
). ".8.;essenden, 8.S. ;essendenEA. Hadyana .udjaatmaka 3%C<+4. Kimia ,rganik,
terjemahan dari ,rgani *$emistr&- (rd :dition4, :rlangga, 8akarta
#. Salomons, T.M., 3%C<'4 0%ndamentals of ,rgani *$emistr&., 8ohn Milley O
Sons. Inc., -anada
+. Sabirin &atsjeh., 3%CC(4., Kimia ,rganik )asar I, Depdikbud, Direktorat
8endral .endidikan Tinggi, .royek .embinaan Tenaga ,ependidikan
.endidikan Tinggi
<1