Anda di halaman 1dari 23

Kelompok

2........
Thrias Wiharyanto W
Mutiara Defika F

Lana Shintia Sekar S
Putri Ayu W
Moch. Taufan P

Annisa Azka Nabillah
Cyntia Shani M

Putri Adelia
Fatimah Rahmi
Adhitya Rizki P
Olyvia Heranggi K




Kencan
dan
Hubungan Romantis
Dating Masa Remaja

Remaja akan memperlihatkan perubahan radikal dari
tidak menyukai lawan jenis menjadi lebih menyukai.
Remaja ingin diterima, diperhatikan dan dicintai oleh
lawan jenis (Hurlock, 1999)
Kencan di masa remaja membantu individu dalam
membentuk hubungan romantis selanjutnya dan
bahkan pernikahan pada masa dewasa.
Meningkatnya masalah-masalah seperti kehamilan
remaja, pemerkosaan yang terjadi pada saat
berkencan, dan penyakit seksual yang menular
membuat hubungan romantis pada masa awal
kehidupan ini menjadi dimensi yang penting dalam
perkembangan individu (Furman & Wehner, 1993)




Fungsi Kencan
Saat ini kencan memiliki 8 fungsi ( Paul and White. 1990) :
1. Kencan merupakan sebuah bentuk rekreasi
2. Kencan dapat menjadi sumber yang memberikan status
dan prestasi
3. Kencan merupakan bagian dari proses sosialisasi dimasa
remaja
4. Kencan melibatkan kegiatan keakraban & memberikan
kesempatan untuk menciptakan relasi
5. Kencan dapat menjadi konteks untuk melakukan
eksperimen dan eksplorasi seksual
6. Kencan dapat memberikan rasa persahabatan melalui
interaksi dan aktifitas
7. Pengalaman kencan berkontribusi bagi pembentukan dan
pengembangan identitas
8. Kencan dapat memberikan kesempatan kepada remaja
untuk mensortir dan memilih pasangan



To A Beautiful
Mom
USIA AWAL & FREKUENSI KENCAN
Kebanyakan anak perempuan di Amerika Serikat memulai
aktivitas berkencan pada usia 14 tahun , sementara para anak
laki-laki memulai berkenan antara usia 14 sampai 15 tahun
(Sorenson, 1973). Kebanyakan para remaja melewati kencan
pertama mereka antara usia 12-16.

Powerpoint Templates
Page 6
Berpacaran
Menurut para ahli definisi dari pacaran :
Pacaran merupakan suatu sarana yang menunjang salah satu tugas
perkembangan remaja, terutama remaja akhir, yaitu menjalin
hubungan antar jenis yang intim untuk mempersiapkan diri
memasuki kehidupan berkeluarga Havinghurst (dalam Turner &
Helms, 1995).
Menurut Tucker (2004)
Pacaran dimulai dari
Berkenalan Berteman Pacaran
Masa pacaran penting untuk dilalui karena tujuan dari pacaran itu
sendiri adalah saling mengenal pasangan lebih lanjut, agar terhindar
dari hal-hal yang tidak diinginkan setelah menikah (Cate & Lloyd,
dalam DeGenova 2008).



Powerpoint Templates
Page 7
Relasi Romantis Heteroseksual
Relasi romantis pada remaja hanya berfungsi untuk bereksplorasi
mengenai seberapa menariknya diri mereka, bagaimanna
berinteraksi secara romantis, dan bagaimana kesan dirinya bagi
kelompok kawan sebaya. Setelah remaja memperoleh sejumlah
kompetensi dasar dalam berinteraksi dengan pacarnya, maka
pemenuhan kebutuhan kelekatan dan kebutuhan seksual menjadi hal
yang utama dalam relasi ini (Furman dan Werner,1998)

Relasi Romantis pada Remaja dengan Orientasi Seks Minoritas
Pentingnya unsur romantis pada remaja dengan orientasi seks
minoritas ini cukup ditekankan dalam suatu studi yang menemukan
bahwa putusnya relasi romantis mennempati posisi kedua dalam
kategori masalah yang paling tersebut.
Kemungkinan diperolehnya pengalaman romantis pada remaja
minoritas seksual merupakan suatu hal yang bersifat kompleks
(Diamond, 2003)



JENIS PACARAN DAN PERUBAHAN PERKEMBANGAN RELASI ROMANTIS
HETROSEKSUAL
Emosi, Penyesuaian diri, dan relasi romantis

Remaja yang memiliki pacar memiliki perubahan
suasana emosi yang lebih besar dibandingkan
dengan remaja yang tidak memiliki pacar
(Richards 1990).

Dalam sebuah studi yang melibatkan lebih dari
8000 remaja diketahui bahwa remaja-remaja yang
jatuh cinta memiliki resiko sedikit lebih tinggi
untuk mengalami depresi dibandingkan remaja
yang tidak terlibat dalam relasi romantis ( Joyner
& Udry, 2000). Remaja kecil juga menemukan
bahwa depresidapat disebabkan karena patah hati
(Welsh, grello, Harper 2003).

Dampak positif dan negatif berpacaran





POSITIF
Prestasi Sekolah
Pergaulan Sosial
Perasaan aman, tenang
dan terlindungi




NEGATIF
Membuang waktu luang
Keterkaitan dengan
hubungan seks bebas
Dapat membuat Stres
Kebebasan Pribadi
berkurang
POLA DAN ATURAN KENCAN
Aturan kencan ( dating scripts)
merupakan model kognitif yang
digunakan remaja dan orang dewasa
dalam membimbing dan mengevaluasi
interaksi kencan mereka. Pada bebeng
rapa penelitia terlihat bahwa kencan
pertama sangatlah mengikuti aturan
gender yang sudah ada (Rose & Fierze,
1993).

Para pria mengikuti aturan kencan yang
proaktif, sementara para wanita
mengikuti aturan kencan yang reaktif.
Perbedaan gender ini memberikan para
pria kekuasaan yang lebih besar pada
tahap awal suatu hubungan (McMormick
1983).
APA YANG MEMBUAT REMAJA TERTARIK
TERHADAP SATU SAMA LAIN?
Daya tarik fisik juga merupakan komponen yang penting dalam
hubungan dekat antar remaja. Sebuah penelitian mengatakan mereka
yang memiliki daya tarik fisik memiliki aktivitas kencan yang lebih
banyak, lebih populer di antara teman sebayanya, memiliki hubungan
yang positif dengan guru-guru dan terlihat lebih sukses dalam
menemukan pasangan untuk menikah (Simpson, 1986).

Tapi tidak semua orang dapat berkencan dengan orang yang memiliki
daya tarik fisik. Hipotesa kecocokan (matching hypothesis) menyatakan
bahwa, walaupun individu lebih memilih seseorang yang terlihat lebih
menarik, pada akhirnya mereka akan memilih seseorang yang dekat
dengan tingkat kemenarikan mereka.

Hal lain yang lebih penting bagi suatu hubungan dekat
daripada daya tarik fisik.

Cinta Romantis
Cinta romantis (romantic love) juga disebut cinta penuh nafsu atau eros ;
cinta romantis ini memiliki dorongan seksual yang kuat dan komponen
tergila-gila, dan ini lebih sering berkembang pada bagian awal dari
hubungan percintaan.

Cinta Kasih Sayang
Yang juga disebut cinta kebersamaan yang muncul saat muncul keinginan
individu untuk memiliki orang lain secara dekat dan mendalam, dan
memberikan kasih sayang secara mendalam untuk orang tersebut.

Konstruksi Perkembangan dalam Hubungan Romantis
Dalam versi yang kontinuitas dari pandangan perkembangan,
hubungan remaja dengan orang tua yang berlainan jenis, sama
seperti dengan orang tua yang sejenis, juga memberi pengaruh
tertentu bagi proses kencan remaja. Sebagai contoh remaja pria
yang memiliki ibu yang sangat penuh kasih sayang dan tidak
pernah menggunakan kekerasan akan merasa bahwa hubungan
dengan wanita akan sangat menyenangkan dan berharga, begitu
pula sebaliknya.


Kencan dari Masa ke Masa

Pacaran adalah penemuan dari abad ke-20 Pacaran (dating) adalah
pengertian yang dibuat sendiri oleh bangsa Amerika. Sebenarnya
ditinjau dari sejarah pacaran itu tidak pernah didefenisikan. Apa yang
mereka sebut pacaran (dating) pada mulanya disebut pendekatan
(courtship).
Pendekatan pada era 1880 - 1920 Ketika pemikiran dari dunia yang
terpisah antara pria dan wanita mulai menyebar, pria pada masa ini
mengalami penurunan moral dan menjadi masalah utama yang terjadi
pada kehidupan sosial. Pria harus belajar mengendalikan hasrat
'kebinatangannya' dan ini hanya tercapai ketika wanita juga menjaga
kesederhanaanya.
Pendekatan pada era 1920 - 1945 Pada tahun 1920, pusat dari budaya
pendekatan hubungan di Amerika akhirnya muncul: PACARAN
(dating). Sangat tidak formal, tidak ada pendekatan keluarga, dan
interaksi antara pria dan wanita yang tidak mempunyai komitmen yang
spesifik!

Tahun 1920 - 1960 adalah tahun yang merepresentasikan periode revolusi
hubungan seksual dan sosial yang tidak sesuai. Hubungan di luar nikah
menjadi menaik pada saat itu. Hal ini bertambah seiring adanya tekanan
untuk berkencan dan wanita yang telah beruang.

Pendekatan pada era 1945 - 1960 Pada akhir 1940 dan awal 1950 umur dari
pernikahan pertama untuk generasi muda di Amerika menurun sangat
dramatis. Umumnya pria menikah pada umur 22 dan wanita pada umur
20; terendah dalam sejarah sebelumnya. Hal ini memiliki peran penting
dalam proses pacaran dan pendekatan.

Pendekatan pada era 1960 - sekarang Pada tahun 1950 semua berjalan
tidak baik. Ketidaksesuain wanita akan peran wanita yang terlalu ketat
mengarahkan semua wanita untuk mempertanyakan semua perannya
sebagai wanita. Banyak wanita yang meninggalkan pernikahan dan
mulai mencari pendidikan dan karir.



Gaya Kelekatan (attachment)

Pada tahun 1987, Hazan dan Shaver mempublikasikan penelitiannya di
JournalPersonality and Sosial Psychology tentang cinta romantis (baca
berpacaran) sebagaiproses kelekatan yaitu suatu proses lekat secara
emosional dengan pasangannya. Kesimpulan umum yang dapat ditarik
dari berbagai penelitian mengenai gaya kelekatan pada orang dewasa
yaitu
1. gaya kelekatan pada masa kanak-kanak tampaknya bermanfaat
untuk menjelaskan gaya berinteraksi sosial pada masa dewasa.
2. orang dewasa dengan gaya kelekatan yang berbeda akan
mempunyai kualitas hubungan romantis (berpacaran) yang berbeda
pula.
3. perbedaan dalam gaya kelekatan berakar dari dari model kognisi
diri dan orang lain atau model mental diri dan orang lain.
Perbedaan dalam gaya kelekatan berakar dari model kognisi diri dan
orang lain(Collins & Read, 1994; Collins, 1996).

Asumsi ini didukung beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa
perbedaan dalam gaya kelekatan akan menyebabkan perbedaan besar
dalam memandang diri dan orang lain (Hazan & Shaver, 1987; Collins
& Read, 1990: Feeney & Noller, 1990).

Konsep self dalam Psikologi Sosial dijelaskan Helmi (1999) dengan
menggunakan teori kognisi sosial. Berdasarkan teori kognisi sosial, yang
menentukan informasi sosial diperhatikan, diorganisasi, dan diingat
kembali disebut dengan skema.

Orang dengan gaya kelekatan avoidant
mempunyai ciri-ciri sebagai orang yangskeptis,
curiga, dan memandang orang sebagai orang
yang tidak mempunyai pendirian. (Simpson,
1990).

Kelompok gaya kelekatan yang berbeda, tidak
hanya berpengaruh pada pandangan yang
positif terhadap diri tetapi juga dimensi
struktur diri yang berbeda. Orang dengan gaya
kelekatan aman lebih menekankan pentingnya
hubungan kelekatan yang hangat dalam
perkembangan yang positif, koheren, dan
struktur diri yang diorganisasikan dengan baik.




SKEMA DIRI
Adapun isi dari skema diri yaitu semua
pengalaman yang relevan dengan diri apakah
itu konsep diri, harga diri, dan presentasi diri
pada masa lalu, saat sekarang dan yang akan
datang.

Oleh karenanya dapat dimengerti bahwa orang
dengan gaya kelekatan aman akan mempunyai
skema diri yang positif. Sementara itu, orang
dengan gaya kelekatan cemas dan menghindar,
akan mengembangkan skema diri negatif. Hal
ini disebabkan perhatian, organisasi, dan
pemrosesan informasi terbatas pada informasi
sosial dalam rangka melindungi harga diri.

Jurnal :
SEXUAL BEHAVIOR IN ADOLESCENT DATING THE PRINCESS
Pacaran atau dating adalah interaksi heteroseksual yang
didasari rasa cinta, kasih dan sayang serta saling memberi dan
melengkapi pasangannya yang bersifat permanen. Tujuan dari penel i
t i an i ni adal ah unt uk mengetahui perkembangan perilaku pacaran
yang dilakukan remaja putri, bentuk perilaku seksualnya serta faktor
apa sajakah yang mempengaruhi dan menyebabkan
perilakunya demikian.
Subjek pada penelitian ini adalah remaja putri yang
berpacaran. Subyek adalah seorang remaja putri berusia 21 tahun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan
bentuk studi kasus untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam
(verstehen) mengenai bentuk perilaku seksual, faktor apa sajakah yang
mempengaruhi dan menyebabkan perilakunya demikian serta
perkembangan peri l aku pacaran yang dilakukan remaja putri.
Ha s i l p e n e l i t i a n i n i menemukan bahwa perilaku pacaran
remaja putri yang berorientasi kepada peri l aku seksual ada bermacam-
macam bentuknya, mulai dari berkencan, berdandan, merayu dan
menggoda, berfantasi/berkhayal, saling merangsang lawanbercumbuan,
menstimulus organ seks pasangan menggunakan mulut (oral sex),
berhubungan seksual sampai memaksa pasangan untuk melakukan
hubungan seks (date rape).
Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti faktor
hormon, kurangnya inf ormasi mengenai seks, jenis kelamin, rasingin
tahu, ekspresi rasa kedewasaan,pemberontakan terhadap figur otoritas,
mendapat kebanggaan tersendiri, mengurangi rasa bosan, membuktikan
bicara mel al ui telepon (phone sex) , bersen tuha n , berciuman ,
femininitas/maskulinitas, menunjukan kesetiaan terhadap pasangan dan
juga pengaruh faktor eksternal seperti pengalaman kencan, pengaruh
teman, pengaruh orang dewasa, pengaruh medi a dan kurangnya kasi h
sayang dari orangtua. Perkembangan perilakuberpacarannya dimulai dari
usia anak-anak (10 tahun) hingga kini usia remaja akhir (21 tahun).