Anda di halaman 1dari 51

(10)

MODEL ANTRIAN
MAGISTER TEKNIK INDUSTRI - ITATS
MODEL ANTREAN
Ilmu pengetahuan utama tentang bentuk antrean, yang sering disebut
teori antrean (queuing theory), merupakan sebuah bagian penting
operasi dan alat yang sangat berharga bagi manajer operasi. Antrean
(waiting line/queue) adalah sebuah situasi umumsebagai contoh,
lihat bentuk deretan mobil yang menunggu untuk diperbaiki, pekerjaan
fotokopi yang sedang menunggu untuk diselesaikan, atau orang-orang
yang sedang berlibur menunggu untuk masuk wahana Jatim Park.
ANTRE..?
Bagaimana jika..
Bagaimana jika..
Karakteristik Sistem Antrian
1. Kedatangan atau masukan sistem. Kedatangan memiliki
karakteristik seperti ukuran populasi, perilaku, dan
sebuah distribusi statistik.
2. Disiplin antrean atau antrean itu sendiri. Karakteristik
antrean mencakup apakah panjangnya antrean terbatas
atau tidak, dan disiplin orang-orangnya atau barang
yang ada di dalamnya.
3. Fasilitas layanan. Karakteristiknya meliputi desain dan
distribusi statistik waktu pelayanan.
Situasi Umum Antrean
Karakteristik Kedatangan
Sumber input yang menghadirkan kedatangan pelanggan bagi sebuah sistem
pelayanan memiliki tiga karakteristik utama :
1. Ukuran populasi kedatangan.
2. Perilaku kedatangan.
3. Pola kedatangan (distribusi statistik).
Ukuran Populasi (Sumber) Kedatangan dibagi menjadi tidak terbatas atau
terbatas. Jika jumlah kedatangan pengunjung atau kedatangan pada waktu
tertentu hanyalah sebagian kecil dari semua kedatangan yang potensial, maka
populasi kedatangan dianggap sebagai populasi yang tidak terbatas.
Contoh populasi yang tidak terbatas adalah mobil yang datang ke sebuah tempat
pencucian mobil, para pengunjung yang tiba di sebuah supermarket, dan para
siswa yang datang untuk mendaftarkan diri di sebuah universitas besar. Sebagian
besar model antrean berasumsi bahwa populasi kedatangan tidak terbatas.
Sebuah contoh, populasi terbatas ditemukan dalam sebuah
toko percetakan yang memiliki delapan mesin cetak. Setiap mesin cetak
merupakan seorang pelanggan potensial yang mungkin rusak dan memerlukan
pemeliharaan.
Pola Kedatangan pada Sistem
Pelanggan tiba di sebuah fasilitas pelayanan baik karena memiliki jadwal tertentu
(sebagai contoh, 1 pasien datang setiap 15 menit atau 1 siswa datang setiap
setengah jam) atau yang datang secara acak. Kedatangan dianggap sebagai
kedatangan acak apabila kedatangan tersebut tidak terikat satu sama lain dan
kedatangannya tidak dapat diperkirakan dengan tepat. Biasanya, jumlah
kedatangan setiap satuan waktu dapat diperkirakan dengan sebuah probabilitas
(kemungkinan) distribusi yang dikenal dengan distribusi Poisson (Poisson
distribution). Untuk setiap waktu kedatangan (seperti 2 pelanggan per jam atau 4
truk per menit), sebuah distribusi Poisson yang berlainan dapat ditetapkan
menggunakan rumus e
-

x
Dua contoh distribusi Poisson pada waktu kedatangan.
Perilaku Kedatangan
Hampir semua model antrean menggunakan asumsi bahwa
pelanggan yang datang adalah pelanggan yang sabar.
Pelanggan yang sabar adalah orang atau mesin yang mau
menunggu dalam antrean sampai mereka dilayani dan tidak
berpindah antrean. Sayangnya, hidup sangatlah rumit karena
orang-orang biasanya menolak dan keluar dari antrean.
Pelanggan dapat menolak untuk mengantre karena merasa
terlalu lama mendapatkan keperluan mereka. Pelanggan
yang keluar dari antrean adalah mereka yang mengantre,
tetapi menjadi tidak sabar dan meninggalkan antrean tanpa
menyelesaikan transaksi mereka. Namun, kedua situasi ini
baru menunjukkan kebutuhan teori antrean dan analisisnya
saja.
Karakteristik Antrean
Barisan antrean itu sendiri merupakan komponen kedua dari sebuah
sistem antrean. Panjangnya sebuah antrean bisa tidak terbatas
ataupun terbatas.
Karakteristik antrean yang kedua berkaitan dengan aturan antrean.
Aturan
antrean ini mengacu pada aturan pelanggan yang akan menerima
pelayanan dalam barisannya. Sebagian besar sistem menggunakan
aturan disiplin antrean yang dikenal dengan aturan first-in, first-out
(FIFO).
Namun, di dalam ruang darurat rumah sakit atau kasir jalur cepat pada
sebuah pasar swalayan, terdapat beragam prioritas lain yang dapat
memotong jalur FIFO. Pasien yang mengalami luka kritis akan
mendapatkan prioritas pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan pasien yang jari atau hidungnya patah.
Karakteristik Pelayanan
Desain Dasar SistemAntrean
Sistem layanan umumnya digolongkan menurut jumlah saluran yang
ada (contoh: jumlah penyedia) dan jumlah tahapan (contoh: jumlah
penghentian layanan yang harus dibuat). Sebuah sistem antrean jalur
tunggal (single channel queuing system) dengan satu kasir biasanya
merupakan pos yang dilewati kendaraan (drive-in bank) dengan hanya
satu kasir yang dibuka. Di sisi lain, jika bank memiliki beberapa kasir
yang sedang bertugas dengan setiap pelanggan menunggu dalam satu
jalur antrean umum dengan kasir pertama yang dapat melayani, maka
sistem itu disebut sistem antrean jalur majemuk (multiple channel
queuing system). Saat ini, sebagian besar bank menerapkan sistem
antrean banyak jalur, sebagaimana halnya di tempat pangkas rambut
yang besar, agen tiket penerbangan, dan kantor pos.
Distribusi Waktu Layanan
Pola pelayanan serupa dengan pola kedatangan di mana pola ini konstan
ataupun acak. Jika waktu layanannya konstan, maka waktu yang diperlukan
untuk melayani setiap pelanggan adalah sama. Contoh kasus ini adalah dalam
operasi pelayanan yang menggunakan mesin, seperti pencucian mobil
otomatis. Waktu layanan biasanya terdistribusi secara acak. Dalam banyak
kasus, dapat diasumsikan bahwa waktu layanan acak dapat dijelaskan dengan
distribusi probabilitas eksponensial negatif (negative exponential
probability distribution).
Menghitung Kinerja Antrean
Model antrean membantu para manajer membuat keputusan untuk
menyeimbangkan biaya pelayanan dengan menggunakan biaya
antrean. Dengan menganalisis antrean, kita dapat memperoleh banyak
perhitungan kinerja sebuah sistem antrean berikut.
1. Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam antrean.
2. Rata-rata panjang antrean.
3. Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam sistem (waktu
tunggu ditambah waktu pelayanan).
4. Jumlah pelanggan rata-rata sistem.
5. Kemungkinan fasilitas layanan akan kosong.
6. Faktor kegunaan sistem.
7. Kemungkinan beberapa pelanggan di dalam sistem.
Biaya Antrian
Keragaman Model Antrian
Model A (M/M/1): Model Antrean Jalur Tunggal dengan Kedatangan
Berdistribusi Poisson dan Waktu Pelayanan Eksponensial
1. Kedatangan dilayani atas dasar first-in, first-out (FIFO), dan setiap
kedatangan menunggu untuk dilayani, terlepas dari panjangnya antrean.
2. Kedatangan tidak terikat pada kedatangan yang sebelumnya, tetapi
jumlah kedatangan rata-rata tidak berubah terhadap waktu.
3. Kedatangan digambarkan dengan distribusi probabilitas Poisson dan
datang dari sebuah populasi yang tidak terbatas (atau sangat besar).
4. Waktu pelayanan berbeda dari satu pelanggan dengan pelanggan
berikutnya dan tidak terikat satu sama lain, tetapi tingkat rata-rata waktu
pelayanannya diketahui.
5. Waktu pelayanan terjadi akibat distribusi probabilitas eksponensial
negatif.
6. Kecepatan pelayanan lebih cepat daripada tingkat kedatangan.
Asumsi-asumsi :
Dalam notasi antrean, huruf pertama menunjukkan kedatangan (dengan M menunjukkan distribusi
Poisson), huruf kedua menunjukkan layanan (dengan M kembali menunjukkan distribusi Poisson, yang
sama dengan kecepatan eksponensial dari layanandan D adalah kecepatan layanan konstan); simbol
ketiga menunjukkan jumlah penyedia layanan. Dengan demikian, sistemM/D/I (model C) berarti
kedatangannya Poisson, layanannya konstan, dan terdapat satu penyedia layanan saja.
Contoh sebuah antrean Jalur Tunggal
Tom Jones, seorang montir di Golden Muffl er Shop,
dapat memasang knalpot baru rata-rata sebanyak 3 buah
per jam (atau 1 knalpot setiap 20 menit) berdasarkan
distribusi eksponensial negatif. Pelanggan yang
menginginkan pelayanan ini tiba di bengkel dengan rata-
rata 2 orang per jam, dengan mengikuti distribusi
Poisson. Mereka dilayani dengan aturan first-in, first-out
dan berasal dari populasi yang sangat besar (hampir tak
terbatas).
Rumus Antrean untuk Model A: Sistem Jalur Tunggal disebut juga M/M/1
Restoran McDonalds yang besar di Moscow menambah 900 tempat duduk,
800 pegawai, dan 80 juta dolar dalam obral tahunannya (kurang dari 2 juta
dolar di outlet di Amerika Serikat). AS mungkin akan menolak keras rata-rata
waktu menunggu selama 45 menit, tetapi masyarakat Rusia terbiasa dengan
antrean yang panjang. McDonalds menunjukkan layanan yang baik di
MosCow.
Model B (M/M/S): Model Antrean Jalur Majemuk
Bengkel Golden Muffl er memutuskan untuk membuka bengkel kedua dan
mempekerjakan montir kedua untuk memasang knalpot. Pelanggan yang datang
dengan tingkat kedatangan sekitar = 2 orang per jam, akan menunggu di jalur
tunggal hingga salah satu dari kedua montir selesai. Setiap montir memasang
knalpot sekitar = 3 per jam. Perusahaan ingin tahu perbandingan sistem ini
dengan sistem antrean jalur tunggal yang terdahulu.
Antrean Jalur Majemuk
Jalur antrean yang panjang seperti di Los Angeles International (LAX) merupakan
pemandangan umum di banyak bandara. Ini adalah sebuah model M/M/S, di mana
para calon penumpang menunggu di satu garis antrean dengan satu atau
beberapa pegawai. Berdasarkan tingkat kedatangan yang berbeda tiap jamnya,
petugas penerbangan menambah atau mengurangi penyedia layanan di setiap
loketnya.
Model C (M/D/1): Model Waktu Pelayanan Konstan
Inman Recycling, Inc. mengumpulkan kaleng aluminium dan botol
bekas di Reston, Louisiana. Saat ini, pengemudi truk menunggu
kurang lebih selama 15 menit sebelum mengosongkan isi truk
mereka untuk didaur ulang. Biaya pengemudi dan truk untuk
menunggu dalam antrean adalah $60 per jam. Sebuah mesin daur
ulang kaleng otomatis baru dapat digunakan untuk memproses
muatan truk dengan tingkat tetap, yaitu 12 truk per jam (berarti 5
menit untuk setiap truk). Truk yang datang rata-rata berdistribusi
Poisson 8 kedatangan per jam. Jika mesin baru ini digunakan, maka
biaya akan berkurang sebesar $3 untuk setiap truk yang kosong.
Model layanan konstan
Model D: Model Populasi yang Terbatas
Model populasi terbatas
Data masa lalu menunjukkan bahwa masing-masing dari lima mesin cetak
komputer laser di Departemen Energi, Amerika Serikat di Washington, DC,
memerlukan perbaikan setelah digunakan sekitar 20 jam. Kerusakan mesin
cetak ditentukan mengikuti distribusi Poisson. Seorang teknisi yang bertugas
dapat memperbaiki sebuah mesin cetak rata-rata selama 2 jam dengan
mengikuti distribusi eksponensial. Biaya kerusakan mesin adalah $120 per jam.
Teknisi dibayar sebesar $25 per jam. Apakah Departemen Energi AS perlu
mempekerjakan teknisi kedua?
Contoh Soal 1
Saat ini, Sid Das Brick Distributors mempekerjakan seorang pekerja
yang pekerjaannya memuat batu bata ke dalam truk perusahaan. Rata-
rata, 24 truk datang setiap hari atau 3 truk per jam ke lokasi pemuatan
dengan pola kedatangan sesuai dengan distribusi Poisson. Pekerja
tersebut sanggup memuat batu bata ke atas 4 truk per jamnya dengan
waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial. Das yakin bahwa
produktivitas perusahaan akan sangat meningkat dengan menambahkan
seorang pemuat batu bata kedua. Ia memperkirakan dua orang kru di
gerbang pemuatan untuk menggandakan pemuatan dari 4 truk per jam
menjadi 8 truk per jam. Lakukan analisis dampak antrean dari perubahan
yang dilakukan dan bandingkan hasilnya dengan yang dicapai oleh
sistem satu pekerja. Berapakah kemungkinan adanya lebih dari 3 truk
yang sedang dimuat atau sedang menunggu?
Jawaban Soal 1
Hasil ini menunjukkan bahwa jika hanya
satu orang yang dipekerjakan, setiap truk
rata-rata harus menunggu selama 45 menit
sebelum dimuati. Selanjutnya, rata-rata
truk yang menunggu dalam antrean adalah
2,25. Situasi ini mungkin tidak dapat
diterima oleh pihak manajemen.
Perhatikan juga adanya penurunan ukuran
antrean setelah pekerja kedua
ditambahkan.
Contoh Soal 2
Sopir truk yang bekerja pada Sid Das (lihat Contoh soal no 1) mendapat
upah rata-rata $10 per jam. Pekerja yang memuat batu bata menerima
upah sekitar $6 per jam. Sopir truk yang sedang menunggu dalam
antrean atau lokasi pemuatan tetap menerima upah. Namun, dari segi
produktivitas, tidak ada yang dikerjakan dan tidak ada pemasukan bagi
perusahaan selama waktu menunggu tersebut. Berapakah penghematan
per jam yang diperoleh perusahaan jika dipekerjakan 2 orang pemuat
batu bata dan bukan hanya 1 orang? Dengan melihat data pada Contoh
Soal no 1, terlihat bahwa jumlah truk dalam sistem rata-rata adalah 3
ketika hanya ada 1 orang pemuat batu bata, dan menjadi 6 jika ada 2
orang pemuat batu bata.
Jawaban Soal 2
Contoh Soal 3
Sid Das sedang mempertimbangkan untuk membangun lokasi pemuatan
kedua untuk mempercepat proses pemuatan batu bata ke truk. Ia berpikir
bahwa sistem ini akan lebih efisien jika dibandingkan dengan
mempekerjakan orang lain untuk membantu pemuat pertama pada
lokasi pemuatan pertama (seperti pada Contoh Soal no 1). Misalkan,
setiap pekerja di setiap lokasi pemuatan mampu memuat 4 truk per jam
dan 3 truk akan terus berdatangan per jamnya. Kemudian, terapkan
persamaan yang sesuai untuk menemukan kondisi operasi antrean yang
baru. Apakah pendekatan baru ini memang lebih cepat dibanding dua
pendekatan yang dipikirkan Das sebelumnya?
Jawaban Soal 3
Dengan melihat kembali Contoh
Soal no. 1, walaupun panjang
antrean dan waktu rata-rata dalam
antrean yang paling rendah adalah
saat lokasi pemuatan kedua dibuka,
rata-rata jumlah truk dalam sistem
dan rata-rata waktu paling kecil yang
dihabiskan untuk menunggu dalam
sistem adalah ketika dipekerjakan
dua pemuat batu bata dengan satu
lokasi pemuatan. Jadi,
pembangunan lokasi pemuatan
kedua kurang disarankan.
Contoh Soal 4
Unit perawatan jantung di St. Elsewhere Hospital menyediakan 5 tempat
tidur yang selalu terisi oleh pasien yang baru melakukan operasi jantung.
Terdapat dua orang perawat yang bertugas dalam 3 giliran kerja yang
lamanya 8 jam. Setiap 2 jam (mengikuti distribusi Poisson), seorang
pasien memerlukan bantuan perawat. Kemudian, perawat akan
menghabiskan waktu sekitar 30 menit (terdistribusi eksponensial) untuk
membantu pasien dan memperbarui catatan medis mengenai
permasalahan dan pemeliharaan yang dilakukan.
Karena pelayanan yang cepat sangatlah penting bagi kelima pasien yang
ada, pertanyaannya adalah berapakah jumlah rata-rata pasien yang
diurus oleh satu perawat? Berapakah waktu ratarata yang dihabiskan
pasien untuk menunggu seorang perawat tiba?
Jawaban Soal 4
Tabel Antrean
terbatas dengan
Populasi N = 5*
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Apakah mengoperasikan aturan first-come, first-served pada toko roti di pasar
swalayan merupakan langkah yang baik atau buruk? Mengapa?
2. Manakah yang lebih besar: Ws atau Wq? Jelaskan!
3. Jelaskan dengan singkat tiga situasi di mana aturan fi rst-in, fi rst-out (FIFO)
tidak dapat diterapkan pada analisis antrean!
4. Jelaskan perilaku sebuah antrean di mana > ! Gunakan intuisi dan analisis!
5. Berikan contoh empat situasi di mana terdapat antrean terbatas!
6. Berapakah Anda menilai diri Anda dalam rupiah untuk waktu yang Anda
habiskan dalam antrean? Berapakah nilai yang teman sekelas Anda berikan
untuk diri mereka? Mengapa terjadi perbedaan?
7. Apakah komponen dari sistem antrean berikut? Gambarkan jelaskan bentuk
setiap konfi gurasi!
a) Tempat pangkas rambut. b) Tempat pencucian mobil.
c) Tempat cuci pakaian otomatis d) Toko kecil yang menjual barang
kebutuhan sehari-hari.
SOAL 1
Para pelanggan tiba di Jonny Andrean Styling Shop sebanyak 3 orang per jam
yang berdistribusi Poisson. Andrean dapat memangkas rambut 5 orang per jam
dengan distribusi eksponensial.
a) Tentukan rata-rata jumlah pelanggan yang menunggu untuk memangkas
rambut!
b) Tentukan rata-rata jumlah pelanggan dalam salon!
c) Tentukan rata-rata waktu seorang pelanggan menunggu gilirannya!
d) Tentukan rata-rata waktu seorang pelanggan menghabiskan waktu di salon!
e) Tentukan persentase waktu sibuk Paul!
SOAL 2
Hanya terdapat satu mesin fotokopi dalam ruang santai mahasiswa sekolah
bisnis. Para mahasiswa datang dengan tingkat kedatangan = 40 per jam
(distribusi Poisson). Proses fotokopi rata-rata berjalan selama 40 detik atau =
90 per jam (distribusi eksponensial). Hitunglah karakteristik berikut ini!
a) Persentase waktu mesin digunakan.
b) Rata-rata panjang antrean.
c) Rata-rata jumlah mahasiswa dalam sistem.
d) Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk menunggu dalam antrean.
e) Rata-rata waktu yang dihabiskan dalam sistem.
SOAL 3
PT. Panggung Elektronik mempertahankan kru pelayanannya untuk
memperbaiki gangguan mesin sebanyak rata-rata = 3 per hari (berdistribusi
Poisson). Kru dapat melayani rata-rata = 8 mesin per hari dengan waktu
perbaikan berdistribusi eksponensial.
a) Berapakah tingkat utilisasi sistem pelayanan ini?
b) Berapakah waktu rata-rata mesin rusak?
c) Berapakah mesin yang sedang menunggu untuk dilayani?
d) Berapakah kemungkinan terdapat lebih dari satu mesin dalam sistem? Selain
itu, berapakah kemungkinan lebih dari dua mesin rusak dan menunggu untuk
diperbaiki atau sedang dilayani? Lebih dari tiga? Lebih dari empat?
SOAL 4
Tempat pencucian mobil Mesti Kinclong memerlukan waktu konstan selama 4,5
menit untuk satu siklus pencucian mobil. Kedatangan mobil berdistribusi
Poisson sebanyak 10 per jam. Manajemen Mesti Kinclong ingin mengetahui:
a) rata-rata waktu menunggu dalam antrean,
b) panjang antrean rata-rata.
SOAL 5
Toko pembuatan lemari kayu Jati Tuwo, di Tuban, memiliki lima perkakas
otomatis untuk mengebor lubang guna memasang engsel. Mesin ini perlu
disiapkan untuk memenuhi setiap pesanan lemari. Pesanan mengikuti distribusi
Poisson, rata-rata 3/8 jam per hari. Terdapat seorang teknisi yang mengatur
mesin ini. Waktu pelayanan bersifat eksponensial, rata-rata 2 setiap jam.
a) Berapakah faktor layanan sistem ini?
b) Berapakah rata-rata jumlah mesin yang sedang bekerja?
c) Apakah dampaknya pada mesin yang bekerja jika ada seorang teknisi kedua?
SOAL 6
Dua orang teknisi yang bekerja secara terpisah mengawasi 5 komputer yang
menjalankan fasilitas pabrik otomatis. Rata-rata waktu untuk memperbaiki
komputer yang bermasalah adalah 15 menit (berdistribusi eksponensial).
Komputer bekerja selama rata-rata 85 menit (berdistribusi Poisson) tanpa
memerlukan perbaikan. Tentukan karakteristik berikut!
a) Rata-rata jumlah komputer yang menunggu diperbaiki.
b) Rata-rata jumlah komputer yang sedang diperbaiki.
c) Rata-rata jumlah komputer yang tidak bekerja.
SOAL 7
Seorang montir menjalankan 5 mesin bor di sebuah pabrik baja. Mesin
mengalami kerusakan rata-rata satu kali setiap 6 hari kerja, dan kerusakan ini
cenderung mengikuti distribusi Poisson. Montir mampu memperbaiki rata-rata
satu mesin per hari. Pekerjaan perbaikan berdistribusi eksponensial.
a) Rata-rata, berapakah mesin yang menunggu diperbaiki?
b) Rata-rata, berapa mesin bor yang sedang bekerja?
c) Berapakah waktu tunggu yang akan berkurang jika seorang montir kedua
dipekerjakan?
SOAL 8
Suatu pertemuan kontraktor gedung berlangsung di Las Vegas. Terdapat 200
orang yang datang ke bagian registrasi setiap jamnya (berdistribusi Poisson),
dan biaya waktu tunggu di antrean adalah $100 per orang per jam. Las Vegas
Convention Bureau menyediakan pelayan untuk registrasi tamu dengan biaya
$15 per orang per jam. Dibutuhkan waktu satu menit untuk mendaft arkan
seorang pengunjung (berdistribusi eksponensial). Dibuka satu jalur antrean saja
dengan beberapa pelayan.
a) Berapakah jumlah minimum pelayan untuk sistem ini?
b) Berapakah jumlah maksimal pelayan untuk sistem ini?
c) Berapakah biaya sistem per jam untuk jumlah pelayan maksimum?
d) Berapakah tingkat utilisasi pelayan dengan jumlah pelayan minimum?