Anda di halaman 1dari 3

Macam-macam Tungku Hemat Energi

Saat ini pengamatan mengenai efisiensi tungku hemat kayu masih berdasarkan
estimasi. Perkiraan penghematan kayu dengan tungku yang dikembangkan adalah
pemakaian untuk memasak; penghematan kayu mencapai 30-40 persen dengan waktu
yang mampu dihemat jika dibandingkan dengan tungku konvensional adalah 15-20
menit. Efisiensi panas yang mencapai ruang bakar kedua (second chamber)
mengalami penurunan kira-kira 20 persen dibanding panas yang dicapai pada wilayah
poemasakan.








2


Ukuran tungku faktual. Bisa dibandingkana dengan ibu rumah tangga yang
duduk disebelahnya.

P ada kesempatan ini diuraikan beerapa bagian tungku
Desain tungku dengan 2 (dua) buah lubang api. Lubang api pertama dibuat
dibagian depan dan lubang api yang ke dua dibagian belakang (jarak/ukuran
tergantung keadaan, terkait dengan besarnyaalat masak).
Bahan baku tungku bisa menggunakan :
[1] batu bata merah dengan perekat + plesteran dengan adukan semen-pasir
(1pc : 3 pasir), penggunaan bahan ini cepat pembuatannya.. tetapi daya tahan tungku
tidak tahan lama, bagian luar tungku panas ketika digunakan;
[2] menggunakan full adonan tanah liat, arang skam/abu, sekam mentah, pasir
dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1 diaduk secara merata dengan menggunakan kaki),
penggunaan bahan ini sangat direkomendasikan sebab biayanya sangat murah, tahan
lama, dan tidak panas ketika tungku digunakan;
[3] kombinasi bata merah dengan adonan tanah liat, yaitu adonan tanah liat
digunakan sebagai perekat dan plesteran (pembungkus) batu bata agar tungku bagian
luar tidak panas ketika digunakan.
3

Cerobong asap, pada bagian belakang tungku diberi lubang udara untuk
disambungkan ke cerobong asap. Cerobong asap bisa menggunakan pipa hong
gerabah/tanah atau pasangan batu bata merah. Penggunaan pipa PVC bisa meleleh
dan terbakar, karena itu tidak dianjurkan.
Selanjutnya asap dapat keluar dengan sempurna ke cerobong apabila pada
lubang primer dan sekunder cukup rapat ketika dipakaikan alat-alat masak, dengan
demikian sangat penting untuk membuat lubang yang sesuai dengan bentuk alas alat-
alat masak.
Kelemahan pada tungku demikian adalah harus tersedianya modal bila hendak
mengubah tungku yand sudahada di dapur masyarkat pedesaan. Secara operasional
tungku hemat energi sulit mendapatkan api yang besar, yang selama ini diharapkan
masyarkat agar memasak dapat lebih cepat, selain itu tungku ini karena kayu yang
dibutuhkan sedikit, maka sisa bara sehabis masak juga sedkit sehingga tidak bisa
untuk memanggang kayu.