Anda di halaman 1dari 2

Apabila orang tua berlumur dosa dan belum mau melakukan shalat, maka

seorang anaklah yang berada pada barisan pertama membantu orang tua kita menjadi
seorang ahli ibadah dan ahli taubat. Ingatlah, walau bagaimanapun kita punya hutang
budi pada orang tua kita. Keburukan yang ada pada mereka, jangan menjadikan
kebencian, jangan pula menyalahkan dan menyesali diri. Sama sekali tidak akan
menyelesaikan masalah jika hanya menyalahkan keadaan. Lebih baik kita tanyakan pada
diri ini, apakah sudah punya manfaat tidak kita ini? akin banyak manfaat yang kita
lakukan dengan ikhlas, insyaAllah itulah ri!ki kita.
"etapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, ia bagai cahaya matahari
yang menyinari kegelapan, menjadikannya tumbuh benih#benih, bermekarannya tunas#
tunas, merekahnya bunga#bunga di taman, hingga menggerakkan berputarnya roda
kehidupan. $emikianlah, cahaya pribadi kita hendaknya mampu menyemangati
siapapun, bukan hanya diri kita, tetapi juga orang lain dalam berbuat kebaikan dengan
full limpahan energi karunia ALL%& A!!a wa 'alla, (at yang aha elimpah energi#
)ya, subhanallah. Ingatlah, hidup hanya sekali dan sebentar saja, sudah sepantasnya kita
senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini, yakni menjadi seperti yang disabdakan
)abi SA*, sebagai khairunnas. Sebaik#baik manusia+ Insya Allah++
Sumber >> KUMPULAN TAUSYIAH Aa GYM (www.manajemenqolbu.com)
P!N"U"UK SYU#GA
$i dalam kitab Al#ulta,ith diceritakan, bahawa sebagian bangsa Alawiyah ada
yang bermukim di daerah "alkha. Ada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami
isteri dengan beberapa anak wanita mereka. Keadaan keluarga tersebut serba kekurangan.
Ketika suaminya meninggal dunia, isteri beserta anak#anak wanitanya meninggalkan
kampung halamannya pergi ke Samarkand untuk menghindari ejekan orang di sekitarnya.
Kejadian tersebut berlaku pada musim dingin. Saat mereka telah memasuki kota, si ibu
mengajak anak#anaknya singgah di masjid, sementara dirinya pergi untuk mencari sesuap
nasi. $i tengah perjalanan si ibu berjumpa dengan dua kelompok orang, yang satu
dipimpin oleh seorang uslim yang merupakan tokoh di kampung itu sendiri, sedang
kelompok satunya lagi dipimpin oleh seorang ajusi, pemimpin kampung itu. Si ibu
tersebut lalu menghampiri tokoh tersebut dan menjelaskan mengenai dirinya serta
berkata, -Aku mohon agar tuan berkenan memberiku makanan untuk keperluan malam
ini+- -.unjukkan bukti#bukti bahawa dirimu benar#benar bangsa Alawiyah,- kata tokoh
orang uslim di kampung itu. -$i kampung tidak ada orang yang mengenaliku,- kata
ibu tersebut.
Sang tokoh itu pun akhirnya tidak menghiraukannya. Seterusnya dia hendak
memohon kepada si ajusi, pemimpin kampung tersebut. Setelah menjelaskan tentang
dirinya dengan tokoh kampung, lelaki ajusi lalu memerintahkan kepada salah seorang
anggota keluarganya untuk datang ke masjid bersama si ibu itu,
"ukan kebiasaan bagi yang akhlaknya baik itu perilaku melaknat, memaki#
maki, memfitnah, menggunjing, bersikap tergesa#gesa, dengki, bakhil, ataupun
menghasut. 'ustru ia selalu berwajah cerah, ramah tamah, mencintai karena Allah,
membenci karena Allah, dan marahnya pun karena Allah S*., subhanallaah, demikian
indah hidupnya. Karenanya, siapapun di dekatnya pastilah akan tercuri hatinya. Kata#
katanya akan senantiasa terngiang#ngiang. Keramahannya pun benar#benar menjadi
penyejuk bagi hati yang sedang membara. 'ikalau saja orang yang berakhlak mulia ini
tidak ada, maka siapapun akan merasa kehilangan, akan terasa ada sesuatu yang kosong
di rongga ,olbu ini. %rang yang wajib, adanya pasti penuh mamfaat. "egitulah kurang
lebih perwujudan akhlak yang baik, dan ternyata ia hanya akan lahir dari semburat
kepribadian yang baik pula.
%rang yang $una%, keberadaannya bermanfaat, tetapi kalau pun tidak ada tidak
tercuri hati kita. .idak ada rongga kosong akibat rasa kehilangan. &al ini terjadi mungkin
karena kedalaman dan ketulusan amalnya belum dari lubuk hati yang paling dalam.
Karena hati akan tersentuh oleh hati lagi. Seperti halnya kalau kita berjumpa dengan
orang yang berhati tulus, perilakunya benar#benar akan meresap masuk ke rongga ,olbu
siapapun.
%rang yang muba%, ada tidak adanya tidak berpengaruh. $i kantor kerja atau
bolos sama saja. Seorang pemuda yang ketika ada di rumah keadaan menjadi berantakan,
dan kalau tidak adapun tetap berantakan. Inilah pemuda yang mubah. Ada dan tiadanya
tidak membawa manfaat, tidak juga membawa mudharat.
Adapun orang yang ma&ru%, keberadannya justru membawa mudharat. Kalau dia
tidak ada, tidak berpengaruh. Artinya kalau dia datang ke suatu tempat maka orang
merasa bosan atau tidak senang. isalnya, ada seorang ayah sebelum pulang dari kantor
suasana rumah sangat tenang, tetapi ketika klakson dibunyikan tanda sang ayah sudah
datang, anak#anak malah lari ke tetangga, ibu cemas, dan pembantu pun sangat gelisah.
Inilah seorang ayah yang keberadaannya menimbulkan masalah.
Lain lagi dengan orang bertipe %aram, keberadaannya malah dianggap menjadi
musibah, sedangkan ketiadaannya justru disyukuri. 'ika dia pergi ke kantor,
perlengkapan kantor pada hilang, maka ketika orang ini dipecat semua karyawan yang
ada malah mensyukurinya.
asya Allah, tidak ada salahnya kita merenung sejenak, tanyakan pada diri ini
apakah kita ini anak yang menguntungkan orang tua atau hanya jadi benalu saja?
asyarakat merasa mendapat mamfaat tidak dengan kehadiran kita? Adanya kita di
masyarakat sebagai manusia apa, wajib, sunah, mubah, makruh, atau haram????
)ampaknya, saat bercermin seyogyanya tidak hanya memperhatikan wajah saja, tapi
pandanglah akhlak dan perbuatan yang telah kita lakukan. Sayangnya, jarang orang
berani jujur dengan tidak membohongi diri, seringnya malah merasa pinter padahal
bodoh, merasa kaya padahal miskin, merasa terhormat padahal hina. /adahal untuk
berakhlak baik kepada manusia, awalnya dengan berlaku jujur kepada diri sendiri.
Kalaupun mendapati orang tua kita berakhlak buruk. Sadarilah bahwa darah dagingnya
melekat pada diri kita, karenanya kita harus berada di barisan paling depan untuk
membelanya demi keselamatan dunia dan akhiratnya. "agi orang tua yang belum Islam,
kewajiban seorang anaklah yang bertanggung jawab mengikhtiarkannya jalan hidayah.



















Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan
katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-
amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah
dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar Al-
Ah!ab" #$-#%&
Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan segala rahmat dan nikmat)ya
kepada kita, dan salah satu nikmat yang paling utama adalah nikmat iman dan islam.
Sholawat serta salam somoga tercurah kepada )abi uhammad SA* dan para
pengikutnya yang selalu isti,omah dijalan Allah S*..
Ikhwah fillah rahimakumullah, ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat
dilihat dari sejauh mana dirinya punya nilai mamfaat bagi orang lain. 0asulullah SA*
bersabda, -Khairunnas anfa1uhum linnas-, -Sebaik#baik manusia diantaramu adalah yang
paling banyak mamfaatnya bagi orang lain.- 2&0. "ukhari dan uslim3
&adits ini seakan#akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana
derajat kemuliaan akhlak kita, maka ukurlah sejauh mana nilai manfaat diri ini? Istilah
4mha Ainun )adjib#nya, tanyakanlah pada diri ini, apakah kita ini manusia wajib, sunah,
mubah, makruh, atau malah manusia haram?
Apa itu manusia wajib? anusia waj'b ditandai jikalau keberadannya sangat
dirindukan, sangat bermamfat, perilakunya membuat hati orang di sekitarnya tercuri.
.anda#tanda yang nampak dari seorang manusia wajib, diantaranya dia seorang pemalu,
jarang mengganggu orang lain sehingga orang lain merasa aman darinya. /erilaku
kesehariannya lebih banyak kebaikannya. 5capannya senantiasa terpelihara, ia hemat
betul kata#katanya, sehingga lebih banyak berbuat daripada berbicara. Sedikit
kesalahannya, tidak suka mencampuri yang bukan urusannya, dan sangat nikmat kalau
berbuat kebaikan. &ari#harinya tidak lepas dari menjaga silaturahmi, sikapnya penuh
wibawa, penyabar, selalu berterima kasih, penyantun, lemah lembut, bisa menahan dan
mengendalikan diri, serta penuh kasih sayang.
Edisi 2 / Februari 2011
Bacalah Saat Tidak Terdengar Adzan Dan Khotib Sedang Tidak Berkhotbah
(ule)'n Al*H'&ma% +')erb')&an ole% I#MAS (IKATAN #!MA,A MAS,I" ) (AITUL HIKMAH.
Kesekretariatan : as!id Baitul "ik#ah$ Dk% Bongkotan$ Ds% Tegala#&el$ Kec% Karangdo'o$ Kab% Klaten
SARAN & KRITIK : 085647416790
SEGENAP PENGURUS IRMAS MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA
SEMOGA SEGALA AMAL KITA PADA BULAN SUCI INI DITERIMA OLEH ALLAH SWT
akhirnya dibawalah seluruh keluarga janda tersebut untuk tinggal di rumah ajusi
yang memberinya pula berbagai perhiasan serba indah. Sementara tokoh masyarakat
yang beragama Islam itu bermimpi seakan#akan hari Kiamat telah tiba dan panji
kebenaran berada di atas kepala 0asulullah SA*. $ia pun sempat menyaksikan
sebuah istana tersusun dari !amrud berwarna hijau. Kepada 0asulullah SA*. dia lalu
bertanya, -*ahai 0asululah+ ilik siapa istana ini?- -ilik seorang uslim yang
mengesakan Allah,- jawab baginda. -*ahai 0asulullah, aku pun seorang uslim,-
jawabnya. -6oba tunjukkan kepadaku bahwa dirimu benar#benar seorang uslim yang
mengesakan Allah,- sabda 0asulullah SA* kepadanya. .okoh di kampung itu pun
bingung atas pertanyaan baginda, dan kepadanya 0asulullah SA*. kemudian bersabda
lagi, -$i saat wanita Alawiyah datang kepadamu, bukankah kamu berkata kepadanya,
-.unjukkan mengenai dirimu kepadaku+- Karenanya, demikian juga yang harus kamu
lakukan, iaitu tunjukkan dahulu mengenai bukti diri sebagai seorang uslim
kepadaku+-
Sesaat kemudian lelaki muslim itu terjaga dari tidurnya dan air matanya pun
jatuh berderai, lalu dia memukuli mukanya sendiri. $ia berkeliling kota untuk mencari
wanita Alawiyah yang pernah memohon pertolongan kepadanya, hingga dia
mengetahui di mana kini wanita tersebut berada. Lelaki uslim itu segera berangkat
ke rumah orang ajusi yang telah menampung wanita Alawiyah beserta anak#
anaknya. -$i mana wanita Alawiyah itu?7 tanya lelaki uslim kepada orang ajusi.
-Ada padaku,- jawab si ajusi. -Aku sekarang menghendakinya,- ujar lelaki uslim
itu. -.idak semudah itu,- jawab lelaki ajusi. -Ambilah wang seribu dinar dariku dan
kemudian serahkan mereka padaku,- desak lelaki uslim. -Aku tidak akan
melepaskannya. ereka telah tinggal di rumahku dan dari mereka aku telah
mendapatkan berkatnya,- jawab lelaki ajusi itu. -.idak boleh, engkau harus
menyerahkannya,- ujar lelaki uslim itu seolah#olah mengugut.
aka, lelaki ajusi pun menegaskan kepada tokoh uslim itu, -Akulah yang
berhak menentukan apa yang kamu minta. $an istana yang pernah kamu lihat dalam
mimpi itu adalah diciptakan untukku+ Adakah kamu mau menunjukkan keislamanmu
kepadaku? $emi Allah, aku dan seluruh keluargaku tidak akan tidur sebelum kami
memeluk agama Islam di hadapan wanita Alawiyah itu, dan aku pun telah bermimpi
sepertimana yang kamu mimpikan, serta 0asulullah SA*. sendiri telah pula bersabda
kepadaku, -Adakah wanita Alawiyah beserta anaknya itu padamu?- -8a, benar,-
jawabku. -Istana itu adalah milikmu dan seluruh keluargamu. Kamu dan semua
keluargamu termasuk penduduk syurga, kerana Allah sejak !aman a!ali dahulu telah
menciptakanmu sebagai orang ukmin,- sabda baginda kembali.
Sumber www.sujud.cjb.net 2Kisah#kisah Islam3
(ule)'n Al*H'&ma% +')erb')&an ole% I#MAS (IKATAN #!MA,A MAS,I" )
Masjid BAITUL HIKMAH Bongkotan, Tegalampel, Karangdowo
0856!"6!#0