Anda di halaman 1dari 5

Mimosa pudica Linn.

Putri malu


Klasifikasi Tanaman
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Rosales
Familia : Mimosaceae
Genus : Mimosa
Spesies : Mimosa pudica Linn.

Nama Lokal
Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti
makahiya (Filipina, berarti "malu"), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti
"tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati"). Namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput
pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut".

A. PENDAHULUAN
Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek suku polong polongan yang mudah
dikenal karena daun daunnya yang dapat secara cepat menutup atau layu dengan
sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong polongan dapat melakukan hal
yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat
sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.
B. MORFOLOGI TUMBUHAN
1. Daun
Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna.
Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5 - 26 pasang. Helaian anak daun berbentuk
memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada
permukaan atas dan bawah daun terasa licin, panjang 6 - 16 mm, lebar 1-3 mm. daun berwarna
hijau, akan tetapi pada tepi daun umumnya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan
melipatkan diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.
2. Batang
Batang tumbuhan putri malu berbeda dengan tumbuhan lainnya, yaitu batang putri malu
berbentuk bulat. Pada seluruh batangnya terdapat rambut dan mempunyai duri yang menempel
batang tumbuhan putrid malu dengan rambut sikat yang mengarah secara miring kepermukaan
tanah atau kearah bawah.
3. Akar
Putri malu atau sikejut mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar
tanaman-tanaman lainnya, jika kita cabut langsung terangkat seluruh akar-akar nya. Akan
tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabuti nya kita memerlukan suatu
alat-alat yang khusus agar semua akar-akar nya teracabut.
4. Bunga
Putri malu biasanya mempunyai bunga yang berbentuk bulat seperti bola dan tidak
mempunya mahkota atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain. Akan
tetapi kelopak bunga putrid malu bentuknya sangat kecil dan bergigi empat seperti selaput
putih. Tabung mahkotanya juga berukuran sangat kecil, bertaju empat seperti selaput putih.
5. Buah
Buah putri malu berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil jika
disbandingkan dengan buah-buah tumbuhan lainnya.
6. Biji
Sama halnya seperti buah, tanaman putri malu juga memiliki biji, yang berukuran kecil dan
bulat,berbentuk pipih . putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berbiji tertutup
(Angiospermae) dan berkembang biak dengan biji.
C. HABITAT
Tumbuhan putri malu dapat tumbuh dimana saja dengan begitu suburnya disekitar kita.
Putri malu dapat tumbuh secara liar dimana saja, dan tanaman ini tidak memerlukan perawatan
yang khusus misalnya seperti pemupukan atau penyiraman. Tanaman putri malu bisa tumbuh
dimana saja diatas permukaan tanah, baik diatas permukaan tanah yang lembab maupun
diatas permukaan tanah yang gersang. Tanaman putri malu biasanya tumbuh diatas tanah
yang lapang baik itu diladang, diperkebunan, diperkarangan rumah dan pada tempat yang
lainnya disekitar kita.
D. KANDUNGAN KIMIA
Dalam ekstrak etanol Putri malu mengandung: Steroids, Carbohydrates, Saponins, dan
Tannin. Putri malu terutama bijinya mengandung Mimonsine, suatu asam amino yang dapat
menyebabkan rambut rontok.
E. MANFAAT
Adapun beberapa manfaat dari tanaman Mimosa pudica :
1. Sebagai Obat
Tanaman putri malu mempunyai khasiat cukup besar untuk menyembuhkan, berbagai jenis
penyakit. Dari daun hingga ke akarnya, tanaman ini berkhasiat untuk transquilizer (penenang),
ekspektoran (peluruh dahak), diuretic (peluruh air seni), antitusif (antibatuk), antipiretik (penurun
panas), dan antiradang.

2. Mencegah terjadinya erosi
Setelah dilakukan penelitian-penelitian oleh para ahli dan barulah diketahui kegunaannya
serta mamfaatnya yang dapat digunakan oleh manusia, barulah tanaman ini dianggap perlu dan
dipelihara terutama sekali untuk tanaman pelindung tanah, guna mencegah terjadinya erosi
atau pengikisan tanah oleh air, misalnya disungai.
Bagian tanaman putri malu yang berguna untuk mencegah terjadinya erosi adalah terletak
pada akarnya. Putri malu memiliki akar yang sangat kuat yaitu akar pena. Akarnya yang kuat
itulah yang dapat menahan tanah dari bahaya erosi atau terkikis habisnya tanah oleh air hujan
yang turun dengan deras sehingga dapat menbahayakan lingkungan bagi kehidupan manusia
dan makhluk hidup lainnya.

F. JURNAL PUBLIKASI PENELITIAN TANAMAN
Pengaruh Pemberian Ekstrak Herba Putri Malu (Mimosa pudica Linn.) Terhadap Efek
Sedasi Mencit Balb/c
Arif Syaiful Haq, Budhi Surastri
ABSTRAK
Penggunaan tanaman obat semakin berkembang luas di masyarakat, salah satunya
adalah putri malu (Mimosa pudica Linn.). Tumbuhan ini dipercaya memiliki berbagai khasiat
diantaranya sebagai bahan sedatif. Diduga melatonin merupakan kandungan zat dalam putri
malu (Mimosa pudica Linn.) yang mampu menimbulkan efek sedasi. Penelitian ini bertujuan
untuk menilai perbedaan efek sedasi putri malu (Mimosa pudica Linn.) pada berbagai dosis.
Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only controled group design. Sampel
berupa 30 ekor mencit Balb/c yang dibagi menjadi 1 kelompok kontrol negatif, 1 kelompok
kontrol positif, 3 kelompok perlakuan, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor
mencit Balb/c. KN diberi CMC (Carboxy Methyl Cellulosa) aquadest 0.1%. KP diberi
fenobarbital 6 mg/KgBB. P1 diberi ekstrak herba putri malu 300 mg/KgBB, P2 dosis 600
mg/KgBB, dan P3 dengan dosis 1200 mg/KgBB. Pemberian suspensi dilakukan secara peroral
melalui sonde lambung. Setelah 45 menit mencit kelompok perlakuan diletakkan dalam rotarod
sedangkan untuk kelompok kontrol mencit diletakkan di rotarod setelah 1 jam sesuai dengan
peak effect time dari fenobarbital. Data yang diperoleh berupa waktu bertahan mencit di rotarod.
Data kemudian diolah dengan uji beda saphiro wilk dan kemudian dilanjutkan dengan uji
kruskal-wallis dan mann-whitney. Uji kruskal-wallis menunjukkan hasil perbedaan yang
bermakna (p<0.05). Pada uji mann-whitney didapatkan perbedaan yang bermakna antara
kelompok kontrol negatif dan 3 kelompok perlakuan. Tidak didapatkan perbedaan bermakna
antara kelompok positif dengan kelompok P1 dan P2, namun beda secara bermakna pada
kelompok P3. Ekstrak putri malu (Mimosa pudica Linn.) mampu memberikan efek sedasi pada
mencit Balb/c.