Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peluang usaha disekitar lingkungan kehidupan sehari-hari sebenarnya sangat banyak, baik
dari apa yang dilihat, apa yang dibaca, didengar, maupun pembicaraan dengan teman.
Semuanya dapat mendatangkan ide bisnis. Tapi dibalik ide-ide tersebut, yang terpenting
adalah adanya keberanian, kreatifitas, dan kesungguhan untuk menangkap peluang. Bentuk
bisnis yang belum ada di sekitar kita bisa juga menitu bisnis orang lain yang sudah jalan,
yang kebutuhan masyarakatnya lebih tinggi dari persediaan.
Perlu kesiapan untuk menangkap peluang usaha, yaitu secara mental dan sikap. Misalnya
mental negative thinking dan ragu. Takut harus diatasi dengan melawan ketakutan itu sendiri.
Apabila seorang wirausahawan bersikap sedih, lemah, pesimis, lesu, tidak semangat, maka
ketika peluang usaha ada di depan mata, ia tidak akan melihatnya sebagai suatu peluang.
Oleh sebab itu, perlu sejenak istirahat untuk memikirkan peluang apa yang menjadi usaha,
terutama dari perhatian terhadap sekeliling lingkungan berada. Lalu aset apa yang kita
milikibaik rumah, mobil, motor yang barangkali bisa dijadikan sebagai sumber usaha.
Melimpahnya peluang bisnis merupakan akibat dari meningkatnya kebutuhan dari
masyarakat dan juga meningkatnya permasalahan dalam masyarakat. Oleh sebab itu, orang
yang ingin berwirausaha harus bisa menangkap peluang tersebut. Perencanaan usaha yang
baik akan memberikan dampak yang sangat besar untuk menciptakan hasil usaha.
Menentukan letak usaha, ukuran pasar, kualitas produk dan jasa yang ditawarkan, motivasi
pembeli dan ukuran pasar turut berpengaruh dalam menciptakan sebuah usaha dengan
penghasilan yang baik.
2

Semakin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), maka dibutuhkan
sarana dan prasarana yang diharapkan bisa mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi tersebut. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat menciptakan
sebuah peluang usaha yang berjalan dengan bertambahnya kebutuhan yang diperlukan oleh
pribadi atau perkelompok. Bangunan dengan segala interior dan eksteriornya merupakan
salah satu kebutuhan yang bisa membahagiakan manusia. Peluang usaha yang timbul oleh
kebutuhan ini sangat besar. Penyediaan jasa, manajemen, dan penyedian bahan bangunan
yang dibutuhkan untuk membuat sebuah bangunan merupakan peluang usaha yang muncul.
Oleh karena itu, kelompok kami tertarik untuk mengetahui dan merencanakan usaha sesuai
dengan kebutuhan bahan bangunan.
B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, identifikasi masalah adalah:
1. Apa jenis usaha sesuai dengan kebutuhan jenis bangunan?
2. Bagaimana merencanakan usaha sesuai dengan kebutuhan bahan bangunan?

C. Tujuan
Berdasarkan pembahasan di atas, tujuan pembahasan adalah:
1. Untuk mengetahui jenis usaha sesuai dengan kebutuhan bangunan.
2. Untuk mengetahui usaha sesuai dengan kebutuhan bahan bangunan.



3

BAB II
PEMBAHASAN
1. Teori Usaha
1. Rencana Usaha
Setelah ide memulai usaha muncul, maka langkah pertama yaarng harus dilakukan adalah
membuat perencanaan. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis yang berisikan
tentang misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian finansial, strategi usaha, peluang
pasar yang mungkin diperoleh, dan kemampuan serta keterampilan pengelolaanya.
Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi, yaitu:
a. Sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan usaha.
b. Sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.
Perencanaan usaha secara detail terdiri dari:
a. Latar belakang usaha
1) Laporan singkat sejarah perusahaan.
2) Situasi yang ada saat ini.
b. Gambaran usaha secara detail
1) Keunikan usaha yang dimiliki.
2) Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai.
3) Faktor-faktor utama yang memengaruhi keberhasilan.
c. Analisis Pasar
1) Pontesi pembeli terhadap barang (dispesifikasikan).
2) Motivasi mereka membeli.
3) Ukuran pasar (jumlah pelanggan pasar)
4

4) Sifat-sifat pembelian, apakah barang tahan lama?
5) Pengaruh pasar eksternal : inflasi, resesi, dan tinggi rendahnya pengangguran
d. Perencanaan strategi usaha
1) Rencana untuk memasarkan produk, khususnya yang berkenaan dengan strategi
pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan.
2) Bandingkan produk kita dengan produk yang sudah ada di pasar.

2. Manfaat Rencana Usaha
Rencana usaha adalah dokumen tertulis yang disiapak oleh seorang wirausaha yang
menggambar hubungan faktor-faktor internal dan eksternal yang terlibat dalam memulai
bisnis baru.
Faktor-faktor fungsional yang terintegrasi:
a. Pemasaran
b. Keuangan
c. Manufacturing (operasi)
d. Sumber daya manusia

3. Pembuatan Rencana Usaha
Suatu bisnis/usaha dimulai dengan adanya ide. Oleh karena itu, untuk merealisasi suatu
bisnis yang baik diperlukan juga ide produk yang baik dan tepat. Langkah-langkah di bawah
ini merupakan salah satu cara untuk membantu dalam mendapatkan ide produk sampai
terwujudnya suatu bisnis.


5

1) Umum
a. tentang jenis produk/ jasa yang ingin dibuat/ dijual keistimewaan secara umum
dan khusus.
b. Lokasi : lokasi usaha, peta tempat usaha
c. Alasan pribadi dan ekonomi memilih lokasi tersebut.
2) Rencana Pemasaran
a. Siapa yang akan menjadi pelanggan.
b. Siapa yang akan menjadi pesaing dan berapa unit produk dan perkiraan jumlah
produksi.
c. Bagaimana mempromosikan produk yang ada.
d. Bagaimana perkembangan pasar.
e. Kualitas produk yang bagaimana yang diinginkan pelanggan.
1) Bentuk (appearance) : keenakan dipandang mata.
2) Penampilan (performance) : punya arti sendiri.
3) Keawetan (durability) : tahan lama.
4) Keamanan (safety) : tidak mecelakakan.
5) Kenyamanan (comfort) : enak dirasakan.
6) Ekonomis (economy) : dihubungkan dengan harga.
3) Rencana produksi dan operasi
a. Mesin dan alat-alat apa saja yang dibutuhkan.
b. Bagaimana perawatan mesin dan alat-alat produksi.
c. Berapa tenaga kerja yang dibutuhkan.
d. Berapa biaya total yang dibutuhkan.
6

e. Jenis bahan dan material yang dibutuhkan dan dimana mendapatkannya. Yang
perlu diperhatikan untuk mencari pemasok adalah jauh dekat dan tersedia bila
dibutuhkan.
f. Berapa biaya langsung yang dibutuhkan dan dan biaya bahan per unit produk.

2. Jenis Usaha Sesuai Kebutuhan Bahan Bangunan
Semakin berkembangnya kebutuhan dan pola pikir manusia membuat pengaruh yang
besar dalam pemenuhan kebutuhan bangunan. Pemenuhan bahan bangunan, eksterior dan
interior disesuaikan dengan kegunaan bangunan tersebut. Sebagai contoh adalah keramik.
Seiring dengan fungsi dan kebutuhan akan bangunan maka manusia lebih memilih keramik
dan meninggalkan papan sebagai lantai atau dinding bangunanya. Tentunya, keramik
memiliki jumlah permitaan yang tinggi di pasar. Oleh sebab itu, peluang usaha dalam
membuat/memproduksi keramik merupakan usaha yang tepat.
Dalam hal ini, kami memilih beberapa jenis usaha sesuai kebutuhan bahan bangunan
ditinjau dari waktu pengerjaan yang singkat, alat dan bahan yang sederhana dan modal yang
tidak besar. Jenis usaha itu adalah:
1. Pembuatan Paving block.
2. Batu bata
3. Mebel
4. Tepas
5. Riol/gorong-gorong
6. Rumbia


7

3. Perencanaan Usaha
Dari beberapa jenis usaha yang kami sebutkan di atas, kami memilih beberapa jenis usaha
yang akan kami rencanakan. Perencanaan usaha tersebut adalah: Pembuatan Paving block.
1. Umum
a) Informasi umum
Paving block salah satu alternatif penutup lantai yang terbuat dari beton cetak. Untuk
membuat lapangan parkir atau carport, banyak yang suka menggunakan paving block
(dipasaran disebut con block). Alasannya adalah paving block mudah dipasang dan
dipindahkan. Dengan harga terjangkau dan tidak mengganggu penyerapan air hujan ke
dalam tanah maka paving block sangat cocok dijadikan sebagai bahan bangunan.
b) Lokasi
Lokasi pembuatan/pemasaran paving block tidak harus berada di daerah yang ramai.
Yang perlu diperhitungkan adalah akses masuk kendaraan kedalam dan keluar lokasi
tidak terganggu.
c) Mengapa memilih usaha Paving block?
Paving block merupakan salah satu jenis beton yang banyak digunakan untuk berbagai
keperluan, diantaranya penutupan tanah seperti trotoar jalan, halaman rumah, halaman
kantor, swalayan dan supermarket, areal parkir, areal penumpukan peti kemas di
pelabuhan, areal taman, garasi, jalan desa serta jalan-jalan di komplek perumahan, karena
banyaknya penggunaan paving block maka menyebabkan permintaan paving block selalu
mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Usaha pembuatan paving block banyak tersebar hampir di seluruh Indonesia. Hal ini
mengingat pembuatan paving block relatif yang mudah, selain itu bahan bakunya yang
8

berupa semen dan pasir relatif mudah didapat, cukup dilakukan dengan manajemen yang
sederhana serta masih banyak lagi kelebihan usaha Paving Block ini.
2. Rencana pemasaran
1) Pelanggan
Yang menjadi pelanggan dalam hal ini adalah pribadi atau kelompok. Tidak ada
batasan usia dan jenis kelamin.
2) Perkembangan pasar
Pasar tetap ada. Pembangunan rumah tinggal dan gedung tidak akan pernah berhenti.
3) Kualitas produk
Campuran material pembuatan Paving block biasanya 1 : 4 (1 takaran semen : 4
takaran pasir). Kualitas sangat mempengaruhi konsumen membeli hasil produksi.
3. Rencana produksi dan operasi
a) Alat dan bahan
Bahan yang digunakan adalah semen, pasir, kerikil, air. Jika menggunakan cetakan
maka dibutuhkan minyak atau oli. Peralatan yang digunakan antara lain cetakan paving
block, ayakan pasir, kotak adukan, sekop, sendok semen, dan ember.
b) Tenaga kerja
Pembuatan Paving block merupakan salah satu industri rumahan. Tergantung besar
kecilnya hasil produksi. Oleh karena itu, tenaga kerja yang dibutuhkan bukanlah tenaga
kerja professional (tenaga kerja biasa).


9

c) Biaya
Dalam membuat paving block, yang perlu diperhatikan adalah menghitung banyaknya
bahan/material yang dibutuhkan dan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Hal
ini dilakukan untuk menghitung harga jual sebuah paving block.
Contoh:
Dimisalkan campuran material pembuatan paving block menggunakan perbandingan 1 : 4
(1 takaran semen : 4 takaran pasir). Satu sak semen (40 kg) membutuhkan 0,25 m
3
pasir
dan menghasilkan sekitar 45 buah paving block ukuran 25 cm x 25 cm x 7 cm.
Biaya:
a) 1 sak semen Rp. 44.000
b) 0,25 m
3

pasir Rp. 25.000
c) 0,1 ltr oli Rp. 2.000
d) Air Rp. 5.000
e) Gaji pekerja Rp. 500/buah Rp. 22.600
Total Rp. 98.500
Biaya produksi setiap paving block Rp. 2.190
+10% keuntungan Rp. 219
Harga untuk satu paving blok Rp. 2.408
Harga 1 m
3
paving blog ( 25 buah) Rp. 60.000



10

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi, yaitu:
a. Sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan usaha.
b. Sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar
2. Pembuatan Rencana Usaha terdiri dari informasi umum sebuah usaha, rencana
Pemasaran dan rencana produksi dan operasi.
3. Jenis usaha sesuai kebutuhan bahan bangunan adalah:
a. Pembuatan Paving block.
b. Batu bata
c. Mebel
d. Tepas
e. Riol/gorong-gorong
f. Rumbia
4. Hasil perencanaan pembuatan paving block menjanjikan hasil usaha yang baik.

B. Saran
1. Dalam merencanakan usaha pembuatan paving block, pemakalah mengharapkan
mahasiswa dapat mengetahui perencanaan biaya secara berdasarkan hasil analisa
praktek pembuatan paving block secara langsung.