Anda di halaman 1dari 2

REACTION PAPER

TARGET COSTING FOR COST-PLUS PRICING


KELOMPOK 2 :
HARLAND TRINANDA RIBSA (1110532017)
SOFIA BUDIWATI (1110532090)

Cost-plus pricing banyak digunakan pada perusahaan yang mencari posisi pasar
yang unik melalui diferensiasi produk dari pesaing, seperti industri medis dan elektronik.
Bahkan untuk perusahaan yang tidak bisa membuka rahasia biaya kepada public
menyatakan bahwa cost-plus pricing merupakan penentu harga produk ketika harga pasar
tidak ditemukan. Ketika cost-plus digunakan, harga jual ditentukan melalui rumus :
Harga jual (Pt) = biaya produksi (Ci) + mark up yang diinginkan (r)

Sedangkan target costing merupakan kemampuan dan teknik untuk mengajak
pengusaha memiliki kesadaran akan efisiensi biaya, melalui dua metode yang popular,
yaitu metode addictive yang berfokus pada komponen individu-individu dari produk, dan
metode deductive yang berfokus pada biaya produksi dikurangi laba penjualan.

Secara sekilas akan terlihat metode addictive terlihat lebih wajar, karena
mengikat biaya komponen individual produk, sedangkan metode deductive terlihat tidak
efektif karna ketika kita mencari harga jual, ia merupakan sasaran hitungan dalam metode
deductive. Tapi pada kenyataannya metode deductive lah yang unggul, karena memiliki
kelebihan :
1. Menghubungkan target biaya produk ke tagert profit oleh manajemen
puncak.
2. Biaya variabel yang berubah juga akan merubah target costing

Cost-plus pricing memiliki beberapa keuntungan, namun kekurangan termasuk ketika
metode penetapan harga berbasis permintaan akan lebih sukses karena mudah untuk
mengatur dan menghitung, dan hanya memerlukan sedikit informasi sementara mencegah
biaya tak terduga. Masalah termasuk kurangnya insentif untuk efisiensi dalam konsumsi
sumberdaya, dan kurangnya pertimbangan bagi konsumen dan persaingan. Selanjutnya,
tenggelam biaya (pengeluaran yang telah dibuat dan tidak dapat dipulihkan) dan biaya
kesempatan (biaya yang berkaitan dengan peluang yang dikorbankan ketika sumber daya
sebuah perusahaan diletakkan untuk penggunaan alternatif terbaik) tidak dibedakan dalam
penetapan harga berbasis biaya dari bentuk-bentuk lain biaya, mungkin menyebabkan
hasil yang tidak efisien. Akhirnya, penggunaan harga ditambah biaya dalam kontrak
pemerintah masih diperdebatkan karena tidak memberikan insentif untuk memotong
biaya (biaya selalu tertutup oleh klien).