Anda di halaman 1dari 3

KLORIDA, CL

-
Kelarutan klorida kebanyakan larut dalam air. Merkurium(I) klorida, Hg
2
Cl
2
, perak klorida,
AgCl, timbel klorida, PbCl, timbel klorida, PbCl
2
( yang ini larut sedikit dalam air dingin,
tetapi mudah larut dalam air mendidih), tembaga (I) klorida, CuCl, bismut oksiklorida,
BiOCL, stibium oksiklorida, SbOCL, dan merkurium(II) oksiklorida, Hg
2
OCL
2
, tak larut
dalam air.
Untuk mempelajari reaksi reaksi ini, pakailah larutan natrium klorida, NaCl, 0,1M.
1. Asam sulfat pekat : klorida itu terurai banyak dalam keadaan dingin, pengurainya
adalah sempurna dalam pemanasan,yang disertai dengan pelepasan hidrogen klorida,
Cl
-
+ H
2
SO
4
HCl + HSO
4
_

Produk ini dapat dikenali :
a) Dari baunya yang merangsang dan di hasilkannya asap putih, yang terdiri dari
butiran halus asam klorida, ketika kita meniup melintas mulut tabung.
b) Dari pembentukan kabut putih amonium klorida, bila sebatang kaca yang di
basahi dengan larutan amonia di pegang dekat mulut bejana, dan
c) Dari sifatnya yang mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.

2. Mangan dioksida dan asam sulfat pekat Jika klorida dapat di campur dengan mangan
dioksida produk pengendapan yang sama bnyaknya, lalu di tambahkan asam sulfat
pekat dan campuran di panas kan perlahan-lahan, klor akan dilepaskan yang dapat di
identifikasi dari baunya yang menyesakan nafas, warnanya yang hijau kekuningan,
sifatnya yang memutihkan kertas lakmus basah, dan mengubah kertas kalium iodida-
kanji menjadi biru. Hidrogen klorida yang mula2 terbentuk, dioksidasikan menjadi
klor.
MnO
2
+ 2H
2
SO
4
+ 2Cl
-
Mn
2+
+ Cl
2
+ 2SO
4
2-
+ 2H
2
O

3. Larutan perak nitrat : endapan perak klorida, AgCl, yang seperti dadih dan putih. Ia
tidak larut dalam air dan dalam asam nitrat encer, tetapi arut dalam larutan amonia
encer dan dalam larutan- larutan kalium sianida dan tiosulfat :


Cl
-
+ Ag
+
AgCl
AgCl + 2NH
3
[Ag(NH
3
)
2
]
+
+ Cl
-

[Ag(NH
3
)
2
]
+
+ Cl
-
+ 2H
+
AgCl + 2NH
4
+


Jika endapan perak klorida ini di saring, di cuci dengan air suling, dan lalu di kocok
dengan larutan natrium arsenit, endapan di ubah menjadi perak arsenit yang kuning
(perbedaan dari perak bromida dan perak iodida, yang tak di pengaruhi oleh
pengolahan ini). Reaksi ini boleh di pakai uji pemastian terhadap klorida.
3AgCl + AsO
3
3-
Ag
3
AsO
3
+ 3Cl
-


4. Larutan timbel asetat : endapan putih timbel klorida, PbCl
2
, dari larutan yang pekat.
2Cl
-
+ Pb
2+
PbCl
2


5. Kalium dikromat dan asam sulfat (uji kromil klorida). Klorida padat dicampurkan
dengan seksama dengan kalium dikromat yang telah di haluskan menjadi bubuk dan
tiga kali lipat beratnya di dalam labu suling kecil, ditambahkan asam sulfat yang sama
volumenya, dan campuran di panaskan perlahan lahan. Uap merah-tua klorida,
CrO
2
Cl
2
, yang dilepaskan, di alirkan ke dalam larutan natrium hidroksida yang
terkandung dalam sebuah tabung uji. Larutan kuning yang di hasilkan dalam tabung
uji ini, mengandung natrium kromat, ini pastikan dengan mengasamkannya dengan
asam sulfat encer, menambahkan 1-2 ml amil alkohol, diikuti dengan sedikit larutan
hidrogen peroksida. Lapisan organik itu akan berwarna biru. Lain dari pada ini, uji
difenilkarbazida juga boleh di pakai. Pembentukan suatu kromat dalam destilat
menunjukkan adanya suatu klorida dalam zat padat itu, karena kromil klorida
merupakan cairan yang mudah menguap (atsiri) (t.d 116,5
0
).
4Cl
-
+ Cr
2
O
7
2-
+ 6H
+
2CrO
2
Cl
2
+ 3H
2
O
CrO
2
Cl
2
+ 4OH
-
CrO
4
2-
+ 2Cl
-
+ 2H
2
O
Sedikit klor mungkin juga dibebaskan, disebabknan oleh reaksi :
6Cl
-
+ Cr
2
O
7
2-
+ 14H
+
3Cl
2
+ 2Cr
3+
+ 7H
2
O
dan ini mengurangi kepekaan uji ini.
Bromida dan iodida menimbulkan halogen bebas, yang mehasilkan larutan yang tak
berwarna dengan larutan natrium hidroksida : jika rasio iodida terhadap klorida
melibihi 1:15, pembentukan kromil klorida sangat banyak tercegah, dan klor
dilepaskan. Fluorida mengakibatkan timbulnya kromil fluorida, CrO
2
F
2
, yang mudah
menguap yang di uraikan oleh air, dan makanya tak boleh ada atau harus dihilangkan.
Nitrit dan nitrat mengganggu, karena bisa terbentuk nitrosil klorida. Klorat, tentu saja,
tak boleh ada.
Klorida dari merkurium, karena ionisasinya yang sedikit, tak berespons terhadap uji
ini. Hanya perubahan sebagian saja menjadi CrO
2
Cl
2
, terjadi dengan klorida dari
timbel, perak, stibium, dan timah.
Kepekaan : 1.5g Cl
-
. Batas konsentrasi: 1 dalam 30.000.
Suatu cara lain, adalah dengan memakai jumlah jumlah yang sama dari bahan-bahan
dalam peralatan dan sebagai ganti larutan difenilkarbazida dipakai setetes alkali encer
di atas tombol kaca. Panaskan selama beberapa menit , dan setelah di dinginkan,
celupkan tombol kaca ke dalam beberapa tetes larutan difenilkarbazida dalam alkohol
yang telah diolah dengan sedikit asam sulfat encer yang di taruh di atas lempeng
bercak. Kita memperoleh pewarnaan lembayung.
Kepekaan: 0,3 g Cl-. Batas konsentrasi: 1 dalam 150.000.
Bromida dalam jumlah sedikit ( 5 persen ) tidak mengganggu, tetapi bromida dalam
jumlah banyak, menimbulkan cukup brom untuk mengoksidasikan reagensia. Maka
paling baik tambahkan sedikit fenol kepada larutan reagensia, pada mana brom akan
dihilangkan sebagai tribromofenol. Nitrat mengganggu karena terbentuknya nitrosil
klorida, tetapi nitrat ini boleh di reduksi menjadi garam amonium.