Anda di halaman 1dari 34

FLUID RESUSCITATION

Memahami macam dan jenis cairan terapi


intravena
Memahami resusitasi cairan dari perspektif
keperawatan




Obyektif

RESUSCITATION

MAINTENANCE

NUTRITION
Crystalloid


1. Replace acute loss
(hemorrhage, GI loss,
3
rd
space etc)
1. Replace normal loss
(IWL + urine+ faecal)
2. Nutrition support

ELECTROLYTES
FLUID THERAPY
Colloid
Resusitasi cairan ???

Terapi cairan dalam jumlah banyak diberikan
dalam waktu singkat, untuk mengatasi
gangguan akut yang dalam waktu singkat
dapat menyebabkan kematian (Rahardjo,
2004)


Jenis cairan intravena
Kristaloid (isotonik, hipotonik dan hipertonik)
Tidak mengandung partikel onkotik dan
karena itu tidak terbatas dalam ruang
intravaskuler
Jenis cairan intravena
Kolloid (darah, albumin, gelatin, dekstran,
HES)
Cairan yang mengandung partikel onkotik, shg
menghasilkan tekanan onkotik
Akan tinggal terutama dalam ruang
intravaskuler
Darah dan produk darah menghasilkan
tekanan onkotik karena mengandung molekul
protein besar
Fluids can be described as being from
three categories

Isotonic - Fluid has the same osmolarity as plasma
Normal Saline (N/S or 0.9% NaCl),
Ringers Acetate(RA), Ringers lactate (RL)

Hypotonic -Fluid has fewer solutes than plasma
Water, 1/2 N/S (0.45% NaCl), and D5W
(5% dextrose in water) after the sugar is
used up

Hypertonic-Fluid has more solutes than plasma
5 % Dextrose in Normal Saline (D5 N/S),
3% saline solution, D5 in RL.Koloid.

Change in volume of body
compartement during fluid infussion
Compartement Hipotonis isotonis Kolloid

Intravaskuler

Interstisiil

Intracelluler


INTRA CELL INTERSITIEL
40%
20%
BODY FLUIDS COMPARTEMENT
INTRAVASCULAR
EXTRA CELL
PERCENT
OF BODY
WEIGHT
NORMAL FLUID DITRI BUTI ON
INTRA CELL INTERSITIEL
40%
20%
INTRAVASCULAR
DIARRHEA
BODY FLUIDS COMPARTEMENT
PERCENT
OF BODY
WEIGHT
INTRA CELL INTERSITIEL
40%
20%
INTRAVASCULAR
THIRD
SPACE
CRITICALLY ILL PATIENTS
BODY FLUIDS COMPARTEMENT
PERCENT
OF BODY
WEIGHT








increases ECF
ICF ISF Plasma
Replace acute/
abnormal
loss
Isotonic infusion
800 ml 200 ml
Ringers acetate
Ringers lactate
Normal saline









increases ICF > ECF
ICF ISF Plasma
Replace Normal
loss (IWL + urine)
Hypotonic infusion
5% dextrose


85 ml 255 ml 660 ml








increases IVF
ICF ISF Plasma
Restrict
fluid
Kolloid infusion
HES steril/colloid


BACIC PRINCIPLES
Replace
Maintain
Repair
Abnormal loss: GIT, 3
rd
space,
Ongoing loss, septic and
Hypovolemic shock

IWL + urine
Acid base, electrolyte imbalances
Keuntungan Kolloid
Meningkatkan cardiac output

Meningkatkan vol darah

Mengembalikan aliran darah regional pada
hipovolemia

Menurunkan viskositas
Kerugian kristaloid

Edema interstisiil

Otak edema

Jantung, penurunan fungsi

Paru, oksigenasi menurun
Pemilihan kristaloid VS Kolloid
Ikuti prinsip dasar fisiologis yang telah mapan

Bukan oleh karena resusitator pemakai
kristalloid atau kolloid

Ditentukan oleh pasien

Pertahankan kadar Hb dan faktor koagulasi
Peran perwat dalam
resusitasi cairan
Pengkajian
Apakah terjadi gangguan fisiologis????
Pengkajian dapat menjawah dua pertanyaan
Apakah oksigenasi darah adekuat???
Apakah aliran darah ke organ cukup???

Pengkajian klinis
Pengkajian A B C dengan cepat
Apakah jalan nafas paten??? Vokalisasi?
Suara nafas?
Apakah bernafas efektif??
warna kulit normal, capilary refill time < 2
detik ???
Apakah sirkulasi adekuat??
denyut nadi teraba, kulit hangat dan kering?
Apakah terjadi volume defisit

Kulit dingin, basah dan pucat
Apatis, kesadaran menurun
TD sis 90 mmHg atau menurun 50mmHg dari
semula
Gangguan mental
Urine <0,5CC/Kg/jam
Laboratorium???

Darah
Elektrolit
Faktor koagulasi
Analisa gas darah
Bagaimana intervensi keperawatan
Airway

Breathing

Circulation

Fluid challenge
MANAGEMENT OF HEMORRHAGIC
SHOCK
-AIRWAY
-BREATHING
-CIRCULATION AND

-SHOCK POSITION
-REPLACE BLOOD LOSS
-STOP / MINIMIZE THE BLEEDING PROCESS
HEMORRHAGE
CONTROL
Shock Position
Live both
foods
auto-transfusion
300-500 cc
If necessary up both arm
HEMORRHAGE PX
SHOCK POSITION
2 LARGE I.V CATHETER LINE ( 14,16G )
TAKEN BLOOD SAMPLE
PERFUSION
WARM,DRY,RED
PULSE < 100
BP-SIST >100
POOR PERFUSION,BP-
SIST<100, PULSE<100
RINGER LAKTAT 1000 CC
SLOW
ADD RL UNTIL 3-4 X EBF
BLOOD IF READY
Hemodilution technic
Estimate Wieght : 60 kg
Estimate Blood volume: 70 ml/kg x 60 = 4200 ml
Estimate blood loss : ---- % EBV = ml
100
100
pale
<90
>120
cold
<60-70
>140/weak
Cold&wet
120
80
warm
BP-sist
Pulse
perfus
Normo
volume
-15%EBV





-30%EBV



-50%EBV

EBL 0 600 1200 2000 ml
Infusion 1200-2000 2500-5000 4000-8000ml
Perawat bertanggung jawab untuk

Mengetahui :
Jenis cairan yang diberikan (kolaborasi)
Mengapa cairan tersebut diberikan
Pengaruh pemberian cairan tersebut pada
pasien
Kemungkinan efek samping dapat terjadi
Perawat bertanggung jawab untuk

Mempersiapkan pasien secara fisik dan
psikologis
Memberikan infus secara benar
Melakukan pemantauan selama terapi
Pencatatan dan pelaporan
Fluid challenge
Hal yang perlu diperhatikan :
Untuk infus cepat siapkan canula ukuran
besar (16, 14, 12 G)
Hindari untuk menyarankan pemasangan
central line sebagai pilihan pertama
Pemilihan cairan yang tepat, sesuai dengan
kondisi pasien
Penilaian kontinyu respon terhadap terapi
Kehadiran dokter
Dokumentasi

Tanda dan gejala klinis
Hasil pemeriksaan laboratorium
Intervensi keperawatan
Pengkajian ulang setelah resusitasi
Obat yang diberikan
End-point of fluid resuscitation
-perfusion back to normal
-BP (sistole) about 90 100 mmhg
-Urine production 0,5 1 ml/kgBW/hour
NOT normal BP ---- re-bleeding risk
(injured patient) !
A nurse is
someone who
listens with
hearth
A nurse is
someone
who listens
with heart