Anda di halaman 1dari 31

PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan
Salah satu organ dari sistem urinaria, yang paling penting adalah ginjal.
Ginjal Adalah organ yang memproduksi dan mengeluarkan urin dari dalam tubuh.
Sistem ini merupakan salah satu sistem utama untuk mempertahankan homeostatis.
Fungsi utama ginjal melakukan penyaringan ( filter) terhadap plasma dan
memindahkan zat dari filtrat dengan kecepatan yang berariasi , tergantung
kebutuhan tubuh. !roses tahap akhir yang dilakukan ginjal adalah membuang zat yang
tidak diinginkan dengan cara filtrasi darah dan maneksresikannya melalui urine,
sementara zat yang dibutuhkan akan kembali ke dalam darah.
"ntuk mempertahankan homeostasis, eksresi air dan elektrolit pada asupan
harus melebihi ekresi karena sebagian dari jumlah air dan elektrolit tersebut akan
diikat dalam tubuh. #ika asupan kurang dari eksresi, maka jumlah zat dalam tubuh
akan berkurang. $apasitas ginjal untuk mengubah eksresi natruim sebagai respon
terhadap perubahan asupan natrium akan sangat besar. %al ini menunjukkan bah&a
pada manusia normal, natrium dapat ditingkatkan. %al ini sesuai untuk air dan
kebanyakan elektrolit lainnya, seperti klorida, kalium, kalsium, hydrogen, magnesium
dan fosfat. 'leh sebab itu ginjal sangatlah penting dalam sistem urinaris.
1.2 Tujuan
(ujuan yang hendak dicapai dari pembuatan makalah ini, adalah)
*. "ntuk mengetahui mekanisme serta fungsi ginjal,
+. ,embantu mahasis&a kedokteran dan masyarakat untuk lebih memahami tentang
fungsi dan cara kerja ginjal secara menyeluruh.
ISI
1
2.1 Sistem Urinaria
Sistem urinaria merupakan salah satu sistem dalam tubuh manusia yang sangat
penting yang fngsinya untuk menjaga keseimbangan homeostasis tubuh. Sistem ini
merupakan salah satu sistem yang kerja utamanya adalah sebagai tempat pembuangan zat-
zat sisa metabolisme tubuh, yang tidak terpakai. .ang kalau tidak segera dibuang akan
menjadi racun bagi tubuh manusia itu sendiri, dan akan mengganggu homeostasis tubuh.
Sistem ini melibatkan beberapa organ-organ tubuh dan juga memiliki mekanisme tersendiri.
'rgan yang terlibat dalam sistem urin ini adalah sepasang ginjal, sepasang ureter, satu
kandung kemih dan satu uretra.
*
'rgan yang akan di bahas dalam makalah ini adalah ginjal
dan esica urinaria baik secara makrosopik maupun mikroskopik.
2.2 Struktur Makrokoik dan Mikroskoik !injal
A. Struktur Makroskoik !injal
Deskrisi dan Letak
Ginjal atau ren merupakan organ rongga abdomen yang termasuk dalam
sistem urinaria atau sistem kemih, yang terletak di belakang peritoneum
(retroperitoneal) pada bagian belakang rongga abdomen, di antara peritoneum
parietale dan fascia transersa andominis. Ginjal kanan terletak setinggi iga *+
sampai lumbal /-0, dan ginjak kiri terletak setinggi iga ** sampai lumbal +-/. !osisi
ginjal kanan lebih rendah dari yang kiri karena adanya hati (hepar). Ginjal berbentuk
seperti kacang, dan mempunyai dua polus1 ekstremitas yaitu ekstremitas superior dan
inferior, dua margo yaitu margo medialis dan lateralis, dan dua facies yaitu facies
anterior dan posterior. !ada ekstremitas superior ginjal kanan maupun kiri ditempati
oleh glandula suprarenalis atau anak ginjal, yang dipisahkan oleh lemak perirenalis.
!ada margo medialis ginjal, terdapat suatu pintu yang disebut hilus renalis, yang
merupakan tempat masuknya pembuluh-pembuluh darah, limfe, saraf, dan ureter.
+
Selu"un#
Setiap ginjal mempunyai pembungkus, yaitu )
2
*. 2apsula Fibrosa
%anya melekat pada ginjal dan hanya menyelubungi ginjal (tidak
membungkus glandula suprarenalis). 3apisan ini melekat dengan erat pada
permukaan luar ginjal.
+. 2apsula Adiposa
,engandung banyak jaringan lemak perirenalis dan membungkus baik ginjal
maupun anak ginjal. 2apsula adipose juga berfungsi untuk mempertahankan
ginjal pada tempatnya.
/
/. Fascia 4enalis
,erupakan kondensasi jaringan ikat yang terletak di luar capsula adipose serta
meliputi ginjal dan glandula suprarenalis. 5i lateral fascia ini melanjutkan diri
sebagai fascia transersalis. 5apat dikatan lapisan ini terdiri dari fascia
prerenalis dan fascia retrorenalis yang keduanya bersatu ke arah cranial
0. 2orpus Adiposum !ararenale
(erletak di luar fascia renalis dan sering didapatkan dalam jumlah besar.
2orpus Adiposum ini membentuk sebagian lemak retroperitoneal.
Struktur !injal
Ginjal terdiri atas korteks renis dan medulla renis. $orteks renis merupakan
zona luar ginjal yang terdiri dari glomerolus dan pembuluh darah. ,edulla renis
merupakan zona dalam ginjal yang terdiri dari piramida-piramida ginjal (pyramid
renalis). !uncak dari pyramid renalis disebut papila renalis, dan dasarnya yang
berbatasan dengan korteks disebut basis renalis. 5i antara pyramid renalis terdapat
columna renalis (6ertini) ynag masih merupakan bagian dari korteks renis. !ada
korteks renis terdapat garis-garis yang berasal dari medula renis yang disebut
processus medularis (Ferheini). !apila renalis ditembusi oleh saluran-saluran yang
disebut ductus papilaris (6ellini). !apila renalis menonjol ke dalam caly7 minor.
6eberapa caly7 minor akan membentuk caly7 mayor. 6eberapa caly7 mayor akan
membentuk pelis renis yang kemudian menjadi ureter.
3
Gambar *. 6agian-nagian dari ginjal
0
Pendarahan
Ginjal dipendarahi oleh A. 4enalis cabang aorta abdominalis setinggi ertebra
lumbal *-+. A. 6agian-bagian dari ginjal dapat dilihat pada Gambar *. 4enalis kanan
lebih panjang daripada yang kiri karena harus menyilang 8. 2aa inferior di
belakangnya. A. 4enalis masuk ke dalam ginjal melalui hilus renalis dan bercabang
ke bagian depan dan belakang ginjal, yang akan bertemu pada bagian lateral ginjal
pada garis 6roedel. A. 4enalis bercabang dan berjalan di antara lobus ginjal yang
disebut A. 9nterlobaris. !ada perbatasan korteks dan medula renis, A. 9nterlobaris
bercabang menjadi A. Arcuata atau A. Arciformis yang mengelilingi korteks dan
medula renis. A. Arcuata mempercabangkan A. 9nterlobularis yang berjalan samapai
tepi ginjal (korteks renis). !embuluh balik ginjal mengikuti jalannya arteri. 5arah di
alirkan dari 8. 9nterlobularis atau 8. Stellatae (8erheyeni) menuju 8. Arcuata, lalu
menuju 8. 9nterlobaris, 8. 4enalis, dan bermuara ke dalam 8. 2aa inferior. 6erikut
adalah gambar alirannya yang dapat dilihat pada Gambar +.
4
Gambar +. Aliran !embuluh 5arah dan !embuluh 6alik
:
Aliran Lim$e
Aliran getah bening yang berasal dari jaringan ginjal dan subcapsularis
mengikuti 8. 4enalis menuju ;nll. Aorticus, sedangkan getah bening dalam jaringan
lemak perirenalis akan langsung bermuara ke ;nll. Aorticus. !embuluh-pembuluh
darah ginjal sampai nefron dipersarafi oleh saraf simpatis yang derabut aferensnya
memasuki korda spinalis pada ertebra thoracalis *<-*+.
+,/
!landula Surarenalis
Glandula suprarenalis atau glandula adrenal atau anak ginjal merupakan
kelenjar endokrin yang terletak superomedial terhadap ginjal. Glandula Suprarenalis
kanan berbentuk piramid, sedangkan Glandula Suprarenalis kiri lebih pipih dan
berbentuk semiulnar (bulan sabit). Glandula Suprarenalis terdiri atas korteks dan
medula. Glandula suprarenalis mendapat askularisasi dari A. Suprarenalis superior
cabang A. !hrenica inferior, A. Suprarenalis cabang aorta abdominalis, dan A.
Suprarenalis inferior cabang A. 4enalis. !embuluh baliknya melalui 8. Suprarenalis
de7tra yang selanjtnya bermuara pada 8. 2aa inferior, dan 8. Suprarenalis sinistra
yang bermuara pada 8. 4enalis sinistra yang biasanya membentuk suatu saluran
bersama dengan 8. !hrenica inferior.
5
Getah bening korteks Glandula Suprarenalis lebih sedikit daripada medulanya.
Aliran getah bening pada Glandula Suprarenalis mengikuti aliran limfe menuju ke
;nll. 3umbales atau ;nll. Aortica. Glandula suprarenalis mendapat persarafan dari
ple7us coeliacus dan ple7us hypogastricus.
%. Struktur Mikroskoik &en '!injal(
9risan sagital ginjal menampakan bagian korteks yang lebhih gelap di bagian
luar, dan bagian medula yang lebih pucat di bagian dalam yang terdiri atas piramid
renal berbentuk kerucut. #uluran menurun korteks di antara piramid membentuk
kolumna renali. 5asar setiap piramid, disebut papila renalis, dikelilingi kaliks minor
berbentuk corong. $aliks minor bergabung membentuk kaliks major yang pada
gilirannya bergabung membentuk pelis renalis.
Susunan fungsional ginjal disebut nefron. Ginjal tersusun atas banyak nefron,
yang berfungsi untuk filtrasi dan pembentukan urin. Satu unit nefron terdiri dari )
=
Glomerulus
,erupakan suatu gulungan kapiler. 5ikelilingi oleh sel > sel epitel
lapis ganda atau biasa disebut $apsul 6o&man. 6ertindak seperti
saringan, menyaring darah yang datang dari Arteriol Aferen.
,embentuk urin primer yang berupa cairan pekat, kental, dan masih
seperti darah, tapi protein dan glukosa, sudah tidak ditemukan
(ubulus $ontortus !roksimal
Suatu saluran mikro yang amat berliku dan panjang. ,empunyai
mikroilus untuk memperluas area permukaan lumen.
Ansa %enle
Suatu saluran mikro yang melengkung dan berliku, terdiri dari bagian
yang tipis dan yang tebal. 6agian tebal terdiri atas (ubulus rectus
pro7imal dan tubulus rectus distal. !ada bagian yang tipis, didominasi
oleh reabsorpsi air. Sedangkan pada bagian yang tebal, didominasi
oleh reabsorpsi elektrolit, seperti ;a2l. 5an pada ansa henle ini lah
nantinya akan terjadi mekanisme counter current, yaitu salah satu
mekanisme dalam pembentukan urine.
6
(ubulus $ontortus 5istal
Suatu saluram mikro yang juga panjang dan berliku. 5isini, sedikit
dilakukan reabsorpsi air.
5uctus 2oligentus
Suatu saluran lurus dimana berkumpulnya hasil urin setelah mele&ati
(ubulus $ontortus 5istal. 6ermuara ke 2ali7 ,inor 4enalis. .ang
selanjutnya akan diba&a ke 2ali7 ,ayor 4enalis, lalu ke !elis
4enalis
Gambar /. ;efron
?
Gambar / memperlihatkan struktur dari ;efron, dapat dibagi-bagi lagi menjadi
beberapa bagian antara lain@
a. 6erdasarkan letak korpuskel dalam korteks
7
*) $apsular atau superfisial
+) $orteks tengah atau .ukstamedular
b. 6erdasarkan panjangnya ansa henle
*) ;efron pendek (korteks)
;efron ini meluas sampai ke zona luar medula
+) ;efron panjang (.ukstamedular)
;efron ini meluas sampai zona dalam medula, bahkan dekat puncak
papila.
;efron pendek lebih banyak daripada nefron panjang.
6erikut ini merupakan pembahasan secara mikroskopis sel-sel yang ada dalam nefron@
*. Glomerolus, terdiri atas)
$utub askular, merupakan masuknya arteriol afferen dan keluarnya
arteriol efferen
$utub urinarius , merupakan mulainya (ubulus $ontortus !roksimal
(($!)
3amina basal tebal, bekerja sebagai barir filtrasi
Sel+-sel mesangial, melekat ke kapiler
+. $apsula glomerulus, terdiri atas)
selapis epitel membran
3apisan parietal luar, yang membentuk dinding korpuskel luar
3apisan parietal dalam melapisi kapiler+
3ap iseral tdr dr podosit
!erluasan kaki-pedikel yg membentuk celah filtrasi1filtration slits
/. Apparatus jukstaglomerular, terdiri atas)
8
5i atas badan malpighi ada aparatus1 kompleks ju7taglomerulus, terdiri dari)
Sel-sel ju7taglomerulus
Sel ini menghsilkan renin
Sel-sel mesangial ekstraglomerular ( sel polkisen atau sel lacis)
Fungsinya mungkin menghasilkan eritropoetin
,akula densa
6erfungsi sebagai sensor osmolaritas cairan di dalam tubulus distal
0. (ubulus $ontortus !ro7imal (($!), terdiri atas)
epitel kuboid rendah, inti bulat
bersifat asidofil
inti sel dgn jarak berjauhan
lumen tdk jelas krn tdp brush border
:. (ubulus $ontortus 5istalis (($5), terdiri atas)
epitel selapis kuboid rendah
bersifat basofil
inti sel dgn jarak berdekatan
lumen jelas, tidak tdp brush border
3umen lebih lebar drpd (.$.!
,akula densa menempel di (.$.5 dekat glomerulus
=. 5uktus $oligens, terdiri atas)
5iameter 0< um) ep kuboid1torak, menjadi lebih torak pada tubulus
pengumpul distal (sampai diameter +<< um)
Sitoplasma pucat
6atas selnya jelas
?. 5uktus !apilaris, terdiri atas)
9
5uktus koligens berjalan dlm berkas medula menuju ke medula
5i bagian medula yg ke tengah bbrrp duktus koligens bersatu utk
membentuk duktus yg besar, bermuara ke apeks papila disebut
duktus papilaris (bellini)
A. Sa&ar Ginjal, terdiri atas)
,emisahkan darah kapiler glomerulus dari filtrat dalam rongga kapsula
bo&man.
*,=
Sa&ar meliputi)
- Bndotel bertingkat
- 3amina basal
- !edikel !odosit yg dihubkan dgn membran celah
3amina basal dianggap sebagai saringan utama yang mencegah
masuknya molekul besar
2.) Struktur Makrokoik dan Mikroskoik *esi+a Urinaria ',andun# ,emih(
A. Struktur Makroskoik *esi+a Urinaria ',andun# ,emih(
Lokasi dan Deskrisi
8esica urinaria seperti terlihat pada Gambar 0 posisinya terletak tepat dibelakang
pubis didalam caitas pelis. 8esica "rinaria cukup baik untuk menyimpan urine dan
pada orang de&asa kapasitas maksimumnya kurang lebih :<<ml. 8esica urinaria
mempunyai dinding otot yang kuat. 6entuk dan batas-batasnya sangat berariasi
sesuai dengan jumlah urine didalamnya. 8esica urinaria yang kosong pada orang
de&asa seluruhnya terletak didalam rongga panggul dibelakang symphisis ossis pubis,
bila esica urinaria terisi, dinding atasnya terangkat sampai masuk region
hypogastricum. !ada anak kecil , esica urinaria yang kosong menonjol diatas
aperture pelis superior , kemudian bila caitas pelis membesar, esica urinaria
terbenam didalam pelis untuk menempati posisi seperti pada orang de&asa. 8esica
urinaria memunyai fungsi untuk menampung urine sebanyak +<<-0<< cc.
10
6entuk 8esica urinaria )
8esica urinaria yang terisi penuh bentunya seperti oaidn(telyr)
8esica urinaria yang kosong berbentuk pyramid (limas) ,mempunyai
ape7 (puncak), basis, dan sebuah facies superior serta dua buah fascies
inferolateralis, juga mempunyai collum.
*,+

Ape7 esicae mengarah ke depan dan terletak dibelakang pinggir atas
symphysis pubica. Ape7 esicae dihubungkan dengan umbilicus oleh lig. "mbilicale
medianum (sisa "rachus). 6asis atau facies posterior esicae , menghadap ke
posterior dan berbentuk segitiga . Sudut superolateral merupakan tempat muara ureter
dan sudut inferior, merupakan tempat asal urethrae. $edua ductus deferens terletak
berdampingan di facies posterior esicae dan memisahkan esicula seminalis yang
satu dengan yang lain . 6agian atas facies posterior esicae diliputi oleh peritoneum ,
yang membentuk dinding anterior e7caation rectoesicalis. 6agian ba&ah facies
posterior dipisahkan dari rectum oleh ductus deferens , esicular seminalis , dan fascia
rectoesicalis.
Facies superior esicae diliputi peritoneum dan berbatasan dengan lengkung
ileum atau colon sigmoideum . Sepanjang pinggir lateral permukaan ini , peritoneum
melipat ke dinding lateral pelis. 6ila esica urin terisi, bentuknya menjadi lonjong,
facies superior nya membesar dan menonjol ke atas , ke dalam caitas abdominalis .
!eritoneum yang meliputinya terangkat pada bagian ba&ah dinding anterior abdomen
sehingga esica urinaria berhubungan langsung dengan dinding anterior abdomen.
Facies inferolateralis dibagian depan berbatasan dengan bantalan lemak
retropubica dan pubis. 3ebih ke posterior , facies tersebut berbatasan diatas dengan
musculus obturatorius internus dan diba&ah dengan musculus leator ani. 2ollum
esicae berada diinferior dan terletak difacies superior prostatae. 5isini ,serabut otot
polos dinding esica urinaria dilanjutkan sebagai serabut otot polos prostate. 2ollum
esica dipertahankan pada tempatnya oleh ligamentum puboprostaticum pada laki-
11
laki dan ligamentum puboesicale pada perempuan. $edua ligament ini merupakan
penebalan fascia pelis.
(unica mukosa sebagian besar berlipat-lipat pada esica urinaria yang kosong
dan lipatan-lipatan tersebut akan menghilang bila esica ueinaria terisi penuh. Area
tunica mukosa yang meliputi permukaan dalam basis esica urinaria dinamakan
trigonum esicae liutaudi. 5isini ,tunica mucosa selalu licin , &alaupun dalam
keadaan kosong karena membrane mukosa pada trigonum ini melekat dengan erat
pada lapisan otot yang ada diba&ahnya.
(rigonum esica dibatasi disebelah atas oleh rigi muscular yang berjalan dari
muara ureter yang satu ke muara ureter lain dan disebut sebagai plica interureterica .
"ula esica merupakan tonjolan kecil yang terletak tepat dibelakang ostium urethrae
yang disebabkan oleh lobus medius prostatae yang ada diba&ahnya. (unica
muscularis esica urinaria terdiri atas otot polos yang tersusun dalam tiga lapisan
yang saling berhubungan yang disebut sebagai musculus detrusor esicae . !ada
collum esicae , komponen sirkuler dari lapisan otot ini menebal untuk membentuk
musculus sphincter esicae.
12
13
Gambar 0. 8esica "rinaria
A
Pendarahan
Arteriae
Arteri esicalis superior
2abang dari A."mbilicalis bagian pro7imal (bagian distal akan menjadi lig.
"mbilicalis lateralis). Arteri ini mempendarahi fundus dan beranastomosis
dengan A. epigastrica inferior.
Arteri esicalis inferior
"ntuk bagian caudal dan lateral permukaan depan esica urinaria dan juga
mempendarahi glandula prostat.
Arteri esiculodeferentialis
,erupakan cabang dari A.illiaca interna. Arteri ini mempendarahi *1/
permukaan posterior permukaan posterior esica urinaria.
*enae
8enae membentuk ple7us enosus esicalis, diba&ah berhubungan dengan ple7us
enosus prostaticus dan bermuara ke ena iliaca interna.
Aliran lim$e
!embuluh limfe bermuara ke nodi iliaci interni dan e7terni.
Persara$an
14
!ersarafan 8esica urinaria 6erasal dari ple7us hypogastrica inferior . Serabut
pascaganglionik simpatis berasal dari ganglion lumbalis pertama dan kedua lalu
berjalan keba&ah turun ke esica urinaria melalui ple7us hypogastricus. Serabut
preganglionik parasimpaticus yang muncul sebagai neri spancnici pelic berasal dari
nerus sacrales kedua, ketiga dan ke empat ,berjalan melalui ple7us hypogastrica
keba&ah menuju esica urinaria.
%. Struktur Mikroskoik *esi+a Urinaria ',andun# ,emih(
Gambar :. ,ikroskopis 8esica "rinaria (Atas ) 8esica "rinaria. 6a&ah ) Saat
$osong (kiri) dan Saat (erisi !enuh (kanan)
A
15
3apisan otot polos dinding esica urinaria serupa dengan lapisan otot di ureter,
kecuali ketebalannya. 5inding esica urinaria terdiri atas mukosa, muskularis, dan
serosa pada permukaan superior esica urinaria, permukaan inferior nya ditutupi oleh
adentisia yang menyatu dengan jaringan ikat struktur-struktur dekatnya.
,ukosa esika yang kosong tampak berlipat-lipat, dilapisi oleh epitel
transisional yang membentuk lamina propia di ba&ahnya.
C
Bpitel transisional
mengandung lebih banyak lapisan sel dan lamina propria lebih lebar daripada yang di
ureter. #aringan ikat di dalamnya mengandung lebih banyak serat elastin.
=

,uskularisnya tebal dan ketiga lapisan di bagian leher esika urinaria tersusun
dalam berkas yang saling beranastomosis dengan jaringan ikat longgar di antaranya.
!ada esika kosong, sel-sel superfisial epitel transisional berbentuk kuboid atau
silindris rendah. 6ila esika penuh dan epitel transisionalnya diregangkan, sel-selnya
menjadi gepeng. ,embran permukaan asidofilik sel-sel superfisial tampak jelas.
2.- .un#si !injal
Sebelum mengetahui mekanisme kerja ginjal, disini akan dibahas terlebih dahulu
beberapa fungsi ginjal, antara lain )
*<
*. ,engatur olum air (cairan) dalam tubuh
+. ,engatur keseimbangan osmotic dan keseimbangan ion
/. ,engatur keseimbangan asam basa cairan tubuh
0. Bksresi sisa-sisa hasil metabolisme
:. Fungsi hormonal dan metabolisme
=. !engaturan tekanan darah
?. !engeluaran zat beracun
2./ Mekanisme ,erja !injal
16
"rine yang keluar dari tubuh merupakan hasil proses penyaringan plasma darah oleh
ginjal, yang melalui beberapa proses yang rumit. $emudian hasil tersebut dikeluarkan oleh
organ-organ pengeluaran urine atau bisa kita sebut tractus urinarius. 6erikut ini merupakan
pembahasan dari system pembentukan urine dan pengeluaran urine yang akan dijelaskan
secara terpisah.
**
Pem"entukan Urine
Secara garis besar, proses pembentukan urine terdiri atas proses filtrasi, reabsorbsi,
dan juga sekresi. ;amun proses tersebut nantinya masih dtambah dengan proses-proses
tambahan lainnya. 6erikut ini pembahasannya )
*. !enyaringan ( Filtrasi )
6ersamaan dengan masuknya darah kedalam glomerulus, filtrasi plasma yang
tidak diikuti dengan filtrasi protein terjadi melalui kapiler glomerulus menuju capsula
bo&man. ;ormalnya, sekitar +<D plasma yang masuk kedalam glomerulus di filtrasi.
"mumnya, *+:ml filtrate glomerulus terbentuk dari semua filtrasi glomerulus dalam
satu menit. #adi setiap harinya terbentuk *A< liter filtrate glomerulus. 5inding kapiler
glomerulus terdiri dari sel endothelial selapis gepeng. 5i dinding tersebut terdapat
banyak pori yang besar yang membuat dinding tersebut *<< kali lebih permaeabel
terhadap air dan zat lain disebanding kapiler tubuh lainnya. 5inding glomerulus,
dapat menyaring zat > zat yang ada di plasma darah. 5iantaranya adalah protein.
!rotein plasma mempunyai ukuran yang besar sehingga, tidak dapat masuk melalui
pori kapiler tersebut. ;amun, albumin yang merupakan protein terkecil mempunyai
ukuran yang hampir sama dengan ukuran pori tersebur. #adi ada kemungkinan dapat
masuk kedalam.
"ntuk menyelesaikan proses filtrasi glomerulus, diperlukan tekanan yang
dapat meyebabkan plasma mele&ati membrane glomerulus. (erdapat tiga tekanan
yang berperan dalam filtrasi glomerulus) tekanan darah kapiler glomerulus, tekanan
onkotik plasma, dan tekanan hidrostatik kapsula bo&man. !enjelasan dari masing-
masing tekanan adalah sebagai berikut )
17
*) (ekanan hidrostatik kapiler darah, merupakan tekanan utama yang
mendorong terjadinya filtrasi, tekanan ini diperkirakan sekitar ::
mm%g. (ekanan ini bersifat mendorong plasma dari kapiler glomerulus
ke ruang bo&man.
+) (ekanan onkotik kapiler, yang merupakan tekanan yang ditimbulkan
oleh kepekatan protein, tekanan ini sifatnya menarik air, besarnya
sekitar /< mm%g. Sehingga menarik plasma dari ruang bo&man ke
kapiler glomerulus. (ekanan onkotik tidak ada pada kapsula bo&man
karena di dalam ruang bo&man tidak terdapat protein. Sebab protein
tidak dapat menembus kapiler glomerulus ketika difiltrasi.
/) (ekanan hidrostatik kapsula bo&man, merupakan tekanan yang sama
seperti tekanan hidrostatik kapiler, namun sifatnya mendorong plasma
dari kapsula bo&man ke kapiler glomerulus. (ekanan ini berkisar
sebesar *: mm%g.
,aka resultan dari ketiga tekanan tersebut sebesar *< mm%g yang jalannya
menuju ke kapsula bo&man. 9ni merupakan (ekanan yang menimbulkan adanya
filtrasi, dan laju filtrasi ini biasa disebut sebagai GF4 (Glomerulus Filtration 4ate)
atau laju filtrate glomerulus.
Faktor-faktor yang mempengaruhi GF4 antara lain)
*+
a) (ekanan arteri, bila tekanan arteri meningkat, ini jelas meningkatkan tekanan
di dalam glomerulus, sehingga laju glomerulus meningkat, tetapi peningakatan
filtrasi masih di atur oleh autoregulasi untuk menjaga tekanan glomerulus
yang meningkat drastic.
b) Bfek kontriksi arteriol aferen, pada laju filtrasi glomerulus kontriksi arteriol
aferen menurunkan kecepatan aliran darah ke dalam glomerulus dan juga
menurunkan tekanan glomerulus, akibatnya terjadi penurunan terjadi
penurunan glomerulus.
c) Bfek kontriksi arteri eferen, kontriksi ateriol eferen meningkatan tahanan
terhadap aliran keluar dari glomerulus dan ini akan meningatkan laju
18
glomerulus dan filtrasinya, tetapi bila penyempitan arteri terlalu besar dan
aliran darah sangat terhalang maka laju filtrasi juga akan menurun.
d) Bfek aliran darah glomerulus atau laju filtrasi glomerulus, bila arteiol eferen
dan eferen berkontraksi, maka jumlah darah yang mengalir ke glomerulus tiap
menitnya akan menurun. $emudian karena cairan filtrasi dari glomerulus
maka konsentrasi protein plasma dan tekanan osmotic koloid plasma dalam
glomerulus akan meningkat. Sebaliknya ini akan mela&an filtrasi, sehingga
bila aliran darah glomerulus turun secara bermakna di ba&ah normal, maka
laju filtrasi mungkin menjadi tertekan secara serius &alaupun tekanan
glomerulus tinggi.
!ada umumnya molekul dengan radius 0 nm atau lebih tidak tersaring,
sebaliknya molekul + nm atau kurang akan tersaring tanpa batasan. 6agaimanapun
karakteristik juga mempengaruhi kemampuan dari komponen darah untuk
menyebrangi filtrasi. Selain itu beban listirk (electric charged) dari setiap molekul
juga mempengaruhi filtrasi. $ation (positie) lebih mudah tersaring dari pada anion.
6ahan-bahan kecil yang dapat terlarut dalam plasma, seperti glukosa, asam amino,
natrium, kalium, klorida, bikarbonat, garam lain, dan urea mele&ati saringan dan
menjadi bagian dari endapan. %asil penyaringan di glomerulus berupa filtrat
glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak
mengandung protein. %asil penyaringan tersebut kemudian terus berjalan kearah
tubulus kontortus proksimal.
+. !enyerapan ( Absorbsi)
(ubulus proksimal bertanggung ja&ab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari
filtered solute. $ecepatan dan kemampuan reabsorbsi dan sekresi dari tubulus renal
tidak sama. !ada umumnya pada tubulus proksimal bertanggung ja&ab untuk
mereabsorbsi ultrafiltrate lebih luas dari tubulus yang lain. !aling tidak =<D
kandungan air, =?D ;a, :<D urea serta bahan-bahan lain yang tersaring, di reabsorbsi
sebelum cairan meninggalkan tubulus proksimal. (ubulus proksimal tersusun dan
mempunyai hubungan dengan kapiler peritubular yang memfasilitasi pergherakan dari
komponen cairan tubulus melalui + jalur ) jalur transeluler dan jalur paraseluler. #alur
19
transeluler, kandungan (substance) diba&a oleh sel dari cairn tubulus mele&ati epical
membrane plasma dan dilepaskan ke cairan interstisial dibagian darah dari sel,
mele&ati basolateral membrane plasma.
#alur paraseluler, kandungan yang tereabsorbsi mele&ati jalur paraseluler
bergerak dari cairan tubulus menuju zonula ocludens yang merupakan struktur
permeable yang mendempet sel tubulus proksimal satu daln lainnya. !araselluler
transport terjadi dari difusi pasif. 5i tubulus proksimal terjadi transport ;a melalui
;a, $ pump. 5i kondisi optimal, ;a, $, A(!ase pump menekan tiga ion ;a kedalam
cairan interstisial dan mengeluarkan + ion $ ke sel, sehingga konsentrasi ;a di sel
berkurang dan konsentrasi $ di sel bertambah. Selanjutnya disebelah luar difusi $
melalui canal $ membuat sel polar. #adi interior sel bersifat negatie . pergerakan ;a
mele&ati sel apical difasilitasi spesifik transporters yang berada di membrane.
!ergerakan ;a mele&ati transporter ini berpasangan dengan larutan lainnya dalam
satu pimpinan sebagai ;a (contransport) atau berla&anan pimpinan
(countertransport).
Substansi diangkut dari tubulus proksimal ke sel melalui mekanisme ini
(secondary actie transport) termasuk gluukosa, asam amino, fosfat, sulfat, dan
organic anion. !engambilan actie substansi ini menambah konsentrasi intraseluler
dan membuat substansi mele&ati membrane plasma basolateral dan kedarah melalui
pasif atau difusi terfasilitasi. 4eabsorbsi dari bikarbonat oleh tubulus proksimal juga
di pengaruhi gradient ;a.
8olume urin manusia hanya *D dari filtrat glomerulus. 'leh karena itu, CCD
filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan
terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Substansi
yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Sisa
sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan dalam urin. (iap
hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari *?A liter air, *+<< g garam, dan *:< g
glukosa. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali.
Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang
komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. !ada urin sekunder, zat-zat yang
masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa
metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya ureum dari <,</E, dalam urin
primer dapat mencapai +D dalam urin sekunder. ,eresapnya zat pada tubulus ini
20
melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristi&a difusi, sedangkan
air melalui peristi&a osmosis. 4eabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan
tubulus distal.
/. !engeluaran ( Sekresi)
(ubulus ginjal mampu secara selektif menambahkan zat-zat tertentu ke dalam
cairan filtrasi melalui proses sekresi tubulus. Sekresi suatu zat meningkatkan
ekskresinya dalam urine. Sistem sekresi yang terpenting adalah untuk@
*) %
F
, yang penting untuk mengatur keseimbangan asam-basa.
+) $
F
, yang menjaga konsentrasi $
F
plasma pada tingkat yang sesuai untuk
mempertahankan eksitabilitas normal membrane sel otot dan saraf
/) Anion dan kation organic, yang melaksanakan eliminasi senya&a-senya&a
organic asing dari tubuh.
Sekresi juga terkadang dapat disebut sebagai proses augmentasi, yaitu proses
penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.
$omposisi urin yang dikeluarkan le&at ureter adalah C=D air, *,:D garam, +,:D
urea, dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi &arm
dan bau pada urin. Gat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan
yang bermolekul kompleks. Gat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Sisa
metabolisme antara lain, 2'+, %+<, ;%S, zat &arna empedu, dan asam urat.
$arbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat
makanan yang berasal dari karbohidrat, lemak dan protein. $edua senya&a tersebut
tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan. Halaupun 2'+ berupa zat sisa namun
sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan !%) dalam darah.
5emikian juga %+' dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya sebagai
pelarut.
Amonia (;%/), hasil pembongkaran1pemecahan protein, merupakan zat yang
beracun bagi sel. 'leh karena itu, zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. ;amun
demikian, jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak
menjadi zat yang kurang beracun, yaitu dalam bentuk urea. Gat &arna empedu adalah
sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati dan disimpan pada
kantong empedu. Gat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna
21
memberi &arna pada tinja dan urin.Asam urat merupakan sisa metabolisme yang
mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah
dibandingkan amonia, karena daya larutnya di dalam air rendah.
2.0 .aktor1$aktor 2an# Memen#aruhi Pem"entukan Urin
Faktor - Faktor yang ,empengaruhi !embentukan "rine
*. %ormon
*
a) A5%
%ormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat
mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. %ormon ini dibentuk oleh
hipotalamus yang ada di hipofisis posterior yang mensekresi A5% dengan
meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel
b) Aldosteron
%ormon ini berfungsi pada absorbsi natrium yang disekresi oleh kelenjar adrenal
di tubulus ginjal. !roses pengeluaran aldosteron ini diatur oleh adanya perubahan
konsentrasi kalium, natrium, dan sistem angiotensin rennin
c) !rostaglandin
!rostagladin merupakan asam lemak yang ada pada jaringan yang berlungsi
merespons radang, pengendalian tekanan darah, kontraksi uterus, dan pengaturan
pergerakan gastrointestinal. !ada ginjal, asam lemak ini berperan dalam mengatur
sirkulasi ginjal
d) Gukokortikoid
%ormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yang
menyebabkan olume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium
+. 4enin
Selain itu ginjal menghasilkan 4enin@ yang dihasilkan oleh sel-sel apparatus
jukstaglomerularis pada )
$onstriksi arteria renalis ( iskhemia ginjal )
22
(erdapat perdarahan ( iskhemia ginjal )
"ncapsulated ren (ginjal dibungkus dengan karet atau sutra )
9nnerasi ginjal dihilangkan
/. (ransplantasi ginjal ( iskhemia ginjal )
Sel aparatus ju7taglomerularis merupakan regangan yang apabila regangannya
turun akan mengeluarkan renin. 4enin mengakibatkan hipertensi ginjal, sebab
renin mengakibatkan aktifnya angiotensinogen menjadi angiotensin 9, yg oleh
enzim lain diubah menjadi angiotensin 99@ dan ini efeknya menaikkan tekanan
darah.
0. Gat - zat diuretik
6anyak terdapat pada kopi, teh, alkohol. Akibatnya jika banyak mengkonsumsi
zat diuretik ini maka akan menghambat proses reabsorpsi, sehingga olume urin
bertambah.
:. Suhu internal atau eksternal
#ika suhu naik di atas normal, maka kecepatan respirasi meningkat dan
mengurangi olume urin.
=. $onsentrasi 5arah
#ika kita tidak minum air seharian, maka konsentrasi air dalam darah
rendah.4eabsorpsi air di ginjal mengingkat, olume urin menurun.
?. Bmosi
Bmosi tertentu dapat merangsang peningkatan dan penurunan olume urin.
2.3 Tes .un#si !injal
Seperti yang telah kita ketahui bah&a ginjal adalah organ yang berperan penting
dalam mengatur keseimbangan tubuh dan juga sebagai organ pembuangan zat-zat yang tidak
berguna dan bersifat racum.Fungsi ginjal akan menurun seiring dengan makin tuanya
seseorang dan juga karna adanya penyakit-penyakit. $emunduran fungsi ginjal tersebut dapat
bersifat akut maupun kronis. 'leh karena itu ada beberapa tes fungsi ginjal yng dilakukan.
23
Fungsi dari tes ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan fungsi ginjal dimana terdapat
peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. 5iba&ah ini adalah beberapa tes fungsi
ginjal )
*. "rinalis
*,+
(es ini terdiri dari pemeriksaan makroskopis (&arna, bau, kejernihan, berat jenis, p%
dan bau) dan mikroskopis atau sedimen urin (eritrosit, leukosit,bakteri).
!embahasannya adalah sebagai berikut )
a. 8olume urin
,anfaat dari pemeriksaan olume urin adalah untuk menilai keseimbangan
cairan tubuh, bersama-sama dengan pemeriksaan berat jenis urin, merupkan
salah satu tes faal ginjal, menafsirkan hasil pemeriksaan kuantitatif atau
semikuantitatif suatu zat, dan membantu menegakan diagnosis penyakit.
b. Harna urin
5ipengaruhi oleh jumlah diuresis, kepekatan urin, obat yang dimakan,
makanan dan minuman tertentu.
c. $ejernihan urin,
,emiliki penilaian jernih, agak keruh, keruh, dan sangat keruh. $ekeruhan
urin normal dapat disebabkan oleh urat amorf, fosfat amorf dan karbonat,
peningkatan jumlah sel epitel dalam sedimen urin, dan kontaminasi bakteri.
$ekeruhan urin yang abnormal dapat disebabkan oleh eritrosit, leukosit,
khilus, bakteriuria, dan benda-benda koloid.
d. Harna urin
5ipengaruhi oleh jumlah diuresis, kepekatan urin, obat yang dimakan,
makanan dan minuman tertentu.
e. $ejernihan urin
,emiliki penilaian jernih, agak keruh, keruh, dan sangat keruh. $ekeruhan
urin normal dapat disebabkan oleh urat amorf, fosfat amorf dan karbonat,
peningkatan jumlah sel epitel dalam sedimen urin, dan kontaminasi bakteri.
24
$ekeruhan urin yang abnormal dapat disebabkan oleh eritrosit, leukosit,
khilus, bakteriuria, dan benda-benda koloid.
f. 6erat jenis urine
6erariasi dari &aktu ke &aktu. !emeriksaan ini menggambarkan tes faal
pemekatan ginjal. 6erat jenis urin +0 jam adalah *<*=-*<++, sedangkan berat
jenis urin se&aktu adalah *<</-*</<. %iperstenuria adalah berat jenis urin
yang meningkat. 5apat terjadi pada demam, dehidrasi, proteinuria, glukosuria,
hiperhidrosis, dan insufisiensi kelenjar adrenal. %ipostenuria adalah berat jenis
urin yang menurun, dapat terjadi pada oerhidrasi, diabetes insipidus, dan
glomerulonefristis menahun.
g. 6au urin
5isebabkan oleh asam-asam organik yang mudah menguap. 6au urin yang
abhormal adalah amoniak, aseton, dan bau busuk.
h. p% urin memberikan gambaran keadaan p% tbuh. p% urin normal berkisar 0.A-
?.0. cara pemeriksaannya adalah carik celup dan p% meter. p% urin
dipengaruhi oleh status asam basa tubuh, diet, dan infeksi traktus urinarius.
+. Glomerular Filtration 4ate (GF4) berdasarkan ukuran kreatinin
GF4 adalah hitungan yang menandai tingkat efisiensi penyaringan bahan
ampas dari darah oleh ginjal. %itungan GF4 yang umum membutuhkan suntikan zat
pada aliran darah yang kemudian diukur pada pengambilan air seni +0 jam. 6aru-baru
ini, para ilmu&an menemukan bah&a GF4 dapat dihitung tanpa suntikan atau
pengambilan air seni. %itungan baru ini hanya membutuhkan pengukuran tingkat
kreatinin dalam contoh darah.
$reatinin adalah bahan ampas dalam darah yang dihasilkan oleh penguraian
sel otot secara normal selama kegiatan. Ginjal yang sehat menghilangkan kreatinin
dari darah dan memasukkannya pada air seni untuk dikeluarkan dari tubuh. 6ila ginjal
tidak bekerja sebagaimana mestinya, kreatinin bertumpuk dalam darah.
25
5alam laboratorium, darah akan dites untuk menentukan ada berapa miligram
kreatinin dalam satu desiliter darah (mg1d3). (ingkat kreatinin dalam darah dapat
berubah-ubah, dan setiap laboratorium mempunyai nilai normal sendiri, umumnya
<,=-*,+mg1d3. 6ila tingkat kreatinin sedikit di atas batas atas nilai normal ini, kita
kemungkinan tidak akan merasa sakit, tetapi tingkat yang lebih tinggi ini adalah tanda
bah&a ginjal kita tidak bekerja dengan kekuatan penuh. Satu rumusan untuk
mengestimasikan fungsi ginjal adalah menyamakan tingkat kreatinin *,?mg1d3 untuk
kebanyakan laki-laki dan *,0mg1d3 untuk kebanyakan perempuan sebagai :<D fungsi
ginjal normal. (etapi karena tingkat kreatinin begitu berubah-ubah, dan dapat
dipengaruhi oleh makanan, hitungan GF4 adalah lebih tepat untuk menentukan
apakah kita mempunyai fungsi ginjal yang rendah.
*,*<
%itungan GF4 baru memakai ukuran kreatinin kita bersamaan dengan berat
badan, usia, dan nilai ditentukan untuk jenis kelamin dan ras. 6eberapa laboratorium
dapat menghitung GF4 saat tingkat kreatinin diukur, dan memasukkannya pada
laporan.
/. (ekanan 5arah
(ekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit ginjal. (ekanan
darah yang tinggi juga dapat menjadi tanda bah&a ginjal kita sudah mulai rusak. Satu-
satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah kita ternyata tinggi adalah untuk
minta tekanan diukur oleh petugas kesehatan yang profesional dengan alat khusus.
%asilnya dicatat dalam dua angka. Angka atas, yang disebut tekanan sistolik,
menandai tekanan saat jantung kita berdenyut. Angka ba&ah, yang disebut tekanan
diastolik, menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat antardenyut. (ekanan darah
kita dianggap normal bila tetap di ba&ah *+<1A< (disebut sebagai I*+< di atas A<J).
;%369 mengusulkan bah&a orang dengan penyakit ginjal memakai semua terapi
yang dibutuhkan, termasuk perubahan pada pola hidup dan pengobatan, agar tekanan
darah tidak melebihi */<1A<.
0. (es "ji ,ikroalbuminuria dan !roteinuria
Ginjal yang sehat menghilangkan bahan ampas dari darah tetapi protein tetap
ditinggalkan. Ginjal yang rusak dapat gagal memisahkan protein darah yang disebut
26
albumin dari bahan ampas. !ada a&al, hanya sedikit albumin mungkin bocor sampai
ke air seni, kondisi yang disebut mikroalbuminuria, sebuah tanda bah&a fungsi ginjal
memburuk. Sebagaimana fungsi ginjal semakin rusak, jumlah albumin dan protein
lain dalam air seni semakin meningkat, kondisi yang disebut proteinuria. 5okter
mungkin akan memakai dipstik sebagai tes untuk protein dalam contoh air seni yang
diambil di klinik. Harna dipstik menunjukkan keberadaan atau ketidakberadaan
proteinuria.
Sebuah tes untuk protein atau albumin dalam air seni yang lebih peka
mencakup tes laboratorium dan hitungan rasio protein)kreatinin atau
albumin)kreatinin. (es ini harus dipakai untuk mendeteksikan penyakit ginjal pada
orang berisiko tinggi, terutama dengan diabetes. 6ila tes laboratorium kita
menunjukkan tingkat protein yang tinggi, sebaiknya dilakukan tes ulang *-+ minggu
kemudian. 6ila tes kedua juga menunjukkan tingkat protein yang tinggi, kita
mempunyai proteinuria persisten, dan membutuhkan tes lanjutan untuk mengukur
fungsi ginjal.
:. 6lood "rea ;itrogen (6";)
5arah kita mengangkat protein pada sel di seluruh tubuh kita. Setelah sel
memakai protein, sisa bahan ampas dikembalikan ke darah sebagai urea, sebuah
senya&a yang mengandung nitrogen. Ginjal yang sehat menghilangkan urea dari
darah dan memasukkannya ke air seni. 6ila ginjal kita tidak bekerja dengan baik, urea
itu akan tetap dalam darah.
Satu desiliter darah normal mengandung ?-+<mg urea. 6ila 6"; kita lebih
dari +<mg1d3, ginjal kita mungkin tidak bekerja dengan kekuatan penuh. !enyebab
lain 6"; tinggi yang mungkin termasuk dehidrasi dan kegagalan jantung.
=. (es (ambahan untuk "ji Fungsi Ginjal
Ada beberapa tes yang sering digunakan sebagai tes tambahan untuk
mengetahui fungsi ginjal, tes tersebut antara lain )
27
Gambar ginjal (renal imaging). ,enggambarkan ginjal dapat dilakukan
dengan ultrasound, 2( scan, atau ,49 scan. Alat ini paling membantu untuk
mencari pertumbuhan yang abnormal atau tersumbatnya aliran air seni.
6iopsi ginjal. 5okter mungkin ingin memeriksa sepotong kecil jaringan ginjal
kita dengan mikroskop. "ntuk mengambil contoh jaringan ini, harus dilakukan
biopsi ginjal > tindakan yang dilakukan di rumah sakit. Sebuah jarum kecil
dimasukkan melalui kulit kita di belakang ginjal. #arum itu mengambil serat
jaringan berukuran *-+cm. "ntuk tindakan ini, kita harus tengkurap pada meja
dan menerima pembiusan lokal untuk mematirasakan kulit. 2ontoh jaringan
akan membantu dokter menentukan masalah di tingkat sel.
Fungsi ginjal yang rendah mempunyai penyakit ginjal yang akan menjadi
semakin buruk. 6ila kita mempunyai fungsi ginjal di ba&ah +:D, kita akan
mengalami masalah kesehatan yang berat. 6ila fungsi ginjal menurun di ba&ah *<-
*:D, kita tidak dapat bertahan hidup secara lama kecuali mendapatkan suatu bentuk
terapi pengganti ginjal > dialisis atau pencangkokan.
2.4. Urin Normal
"rin normal terdiri dari )
"rea
$omposisi urea didalam urin adalag K total solid
,ineral
,ineral yang terbanyak dalam urin adalah ;a2l, dimana komposisinya adalah L
total solid
Gat 'rganik dan Anorganik lain
(otal zat organic dan organic di dalam urin adalah sebanyak L total solid
2iri-2iri urin normal )
28
*. 8olume
"rine rata-rata jumlahnya *-*,: liter setiap hari. 8olume urin tergantung luas
permukaan tubuh dan intake cairan.
+. Harna
"rin memiliki &arna kuning bening, hal ini disebabkan oleh adanya urokhrom.
Secara normal &arna urin dapat berubah, dimana perubahan &arna tersebut
tergantung jenis bahan atau obat yang dimakan. 6anyak carotein, &arna kuning
banyak melanin, &arna coklat kehitam-hitaman, 6anyak darah, &arna merah tua
( hematuria ) banyak nanah, &arna keruh ( piuria ) adanya protein, &arna keruh
( proteinuri )
/. 6au
"rine baru, bau khas sebab adanya asam-asam yang mudah menguap. "rine lama,
bau tajam sebab adanya ;%/ dari pemecahan ureum dalam urine. 6au busuk, adanya
nanah dan kuman-kuman. 6au manis, adanya aseton.
0. 6erat #enis
;ormalnya urin memiliki berat jenis ) *,<</-*,</<
:. p% "rine
$urang lebih urin memiliki ph M = atau sekitar 0,A-?,: !7 dgn kertas lakmus (reaksi) )
"rine asam, &arna merah. "rine basa, ber&arna biru.
,ESIMPULAN
Ginjal merupakan organ yang sangat penting, dimana fungsinya adalah memproduksi
dan mengeluarkan urin dari dalam tubuh. Sistem ini merupakan salah satu system utama
untuk mempertahankan homeostatis. Ginjal melakukan fungsi yang paling penting dengan
menyaring plasma dan memindahkan zat dari filtrat pada kecepatan yang berariasi
tergantung kebutuhan tubuh. Akhirnya ginjal akan membuang zat yang tidak diinginkan
dengan cara filtrasi darah dan maneksresikannya melalui urine, sementara zat yang
29
dibutuhkan akan kembali ke dalam darah. (anpa adanya organ ginjal maka tidak akan terjadi
kehidupan dalam tubuh. Ginjal berperanan penting dalam keberlangsungan hidup serta fungsi
sel secara normal bergantung pada pemeliharaan konsentrasi garam, asam, dan juga elektrolit
didalam cairan internal sel tersebut. $elangsungan hidup sel juga bergantung pada
pengeluaran sisa-sisa metabolisme yang dihasilkan oleh sel itu sendiri yang tentunya diatur
oleh ginjal. !roses ginjal dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh meliputi tiga
proses utama yaitu filtrsai, reabsorpsi, dan sekresi.
'leh karena itu jika ada kerusakan pada salah satu bagian dari ginjal akan
menyebabkan terganggunya proses homeostasis dalam tubuh. Seperti dalam kasus ini
dimana penderita sering kencing namun ketika dilakukan tes, hailnya adalah reduksi /F
dengan hasil glukosa darahnya normal. !ada kasus ini penderita mengalami diabetes renal.
DA.TA& PUSTA,A
*. !arker S. Sistem "rin. 5alam ) Bnsiklopedia (ubuh ,anusia. #akarta ) !enerbit
Brlangga. +<<?.h.*C0-C.
+. Snel3 4S. (ractus "rinarius. 5alam ) Anatomi $linik untuk ,ahasis&a $edokteran.
Bdisi =. #akarta ) !enerbit 6uku $edokteran BG2. +<<=. h.+:<- /0A.
30
/. 2allaghan 2. !endahuluan 4en. 5alam ) At a Glance Sistem Ginjal. Bdisi $edua.
#akarta ) Brlangga ,edical Series. +<<C. h. */-+?.
4. Ginjal. 5iunduh dari &&&.biology.com, +/ September +<**.
5. Aliran !embuluh 5arah dan !embuluh 6alik. 5iunduh dari &&&.biology.com, +/
September +<**.
=. Broschenko 8!. Sistem "rinaria. 5alam ) Atlas %istologi di Fiore dengan $orelasi
Fungsional. Bdisi C. #akarta ) !enerbit 6uku $edokteran BG2. +<</. h.+0?-+=<.
7. ;efron. 5iunduh dari &&&.google.com, +/ September +<**.
8. 8esica "rinaria. 5iunduh dari &&&.biology.com, +/ September +<**.
C. Guna&ijaya FA, katra&iguna B. %epar, !ankreas, 8esika Fellea. 5alam ) !enuntun
!raktikum $umpulan Foto ,ikroskopik %istology. #akarta ) "niersitas (risakti.
+<<?.h.*0A-*:?.
*<. Syaifuddin. Fisiologi Sistem !erkemihan. 5alam ) Fisiologi (ubuh ,anusia untuk
,ahasis&a $epera&atan. Bdisi +. #akarta ) Salemba ,edika. +<<C.h.+:0.
**. Sloane, Bthel. Sistem "rinaria. 5alam ) Anatomi dan Fisiologi "ntuk !emula .
#akarta) !enerbit 6uku $edokteran BG2, +<<0.h. /+*-+.
*+. Sher&ood 3. Sistem $emih. 5alam ) Fisiologi ,anusia dari Sel ke Sistem Bdisi +.
#akarta ) !enerbit 6uku $edokteran BG2. +<<+.h.:=<-+.
31