Anda di halaman 1dari 2

Masalah yang sering dihadapi dalam laboratorium kimia organik diantaranya

adalah identifikasi senyawa-senyawa organik pada suatu bahan. Senyawa organik tersebut
biasanya merupakan suatu hasil sintesis, hasil samping suatu reaksi maupun hasil isolasi
dari suatu bahan alam. Untuk itulah diperlukan adanya suatu metode untuk mengetahui
struktur senyawa tersebut. Identifikasi dapat dilakukan dalam dua cara yaitu secara
spektroskopi maupun secara reaksi kimia. teknik spektroskopi adlah yang digunakan untuk
menilai konsentrasi atau jumlah bahan kimia tertentu (atom, molekul, atau ion) spesies.
Dalam uji karakteristik kimia digunakan pereaksi kimia tertentu yang dapat
bereaksi secara selektif dengan gugus fungsional organik. Hasil reaksi ini diharapkan
menghasilkan perubahan yang dapat dengan mudah diamati (seperti dihasilkannya
endapan berwarna, keluar gas, timbulnya bau dll). Test dikatakan positif bila terjadi reaksi
yang diharapkan pada gugus fungsional yang diuji. (Anwar,1996)
Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dengan kecepatan
cahaya dalam zat tersebut. Indeks bias berfungsi untuk identifikasi zat kemurnian, suhu
pengukuran dilakukan pada suhu 20
o
C dan suhu tersebut harus benar-benar diatur dan
dipertahankan karena sangat mempengaruhi indeks bias. Harga indeks bias dinyatakan
dalam farmakope Indonesia edisi empat dinyatakan garis (D) cahaya natrium pada panjang
gelombang 589,0 nm dan 589,6 nm. Umumnya alat dirancang untuk digunakan dengan
cahaya putih. Alat yang digunakan untuk mengukur indeks bias adalah refraktometer
ABBE. Untuk mencapai kestabilan, alat harus dikalibrasi dengan menggunakan plat glass
standart. Refraktometer Abbe adalah refraktometer untuk mengukur indeks bias cairan,
padatan dalam cairan atau serbuk dengan indeks bias dari 1,300 sampai 1,700 dan
persentase padatan 0 sampai 95%, alat untuk menentukan indeks bias minyak, lemak, gelas
optis, larutan gula, dan sebagainnya, indeks bias antara 1,300 dan 1,700 dapat dibaca
langsung dengan ketelitian sampai 0,001 dan dapat diperkirakan sampai 0,0002 dari gelas
skala di dalam. secara teoritis indeks bias eugenol 1,535, indekas bias minyak cengkeh
adalh 1,0585, indeks bias terpentin 1,464-1,478 (William,2006).
Densitas merupakan nama lain kepadatan atau massa jenis. Massa jenis sendiri
merupakan pengukuran massa setiap volume benda. Massa jenis dapat ditulis dalam satuan
kg/m3 atau g/ml. Pengukuran massa jenis suatu cairan dapat menggunakan aerometer
berdasarkan prinsip Archimedes atau menggunakan piknometer. Secara teoritis densitas
eugenol adalah 1,05 g/ml , densitas minyak cengkeh 1,045 g/ml, densitas terpentin adalah
0,85 g/ml (Daniels, 1986)
Titik leleh didefinisikan sebagai suhu pada saat padat dan cairan berada dalam
kesetimbangn di bawah tekanan 1 atmosfer. Titik leleh suatu zat padat tidak mengalami
perubahan yang berarti dengan adanya perubahan tekanan. Oleh karena itu tekanan
biasanya tidak dilaporkan pada penentuan titik leleh , kecuali kalau perbedaan dengan
tekanan normal terlalu besar. Pada umumnya titik leleh senyawa organic mudah diamati
sebab temperatur dimana pelelehan mulai terjadi hamper sama dengan temperatur dimana
zat telah meleleh semuanya. Secara teoritis titk leleh as benzoat 122,4 o C, titik leleh
asetanilida 114,5 o C, titik leleh asam salisilat 156 o C(0XTOBY, 2001)
Identifikasi gugus fenol dapat dialkukan denga berbagai cara, pada percobaan ini
focus utamanya adalah reaksi-reaksi kimia yang dapat membantu dalam identifikasi gugus
fenol Uji Besi(III) Klorida
Penambahan besi (III) klorida yang terlarut dalam kloroform (triklorometana) ke dalam
suatu
larutan fenol dalam kloroform, menghasilkan suatu larutan berwarna ketika ditambahkan
piridin.
Berdasarkan struktur fenol, warna produk yang dihasilkan dapat bervariasi mulai dari
merah sampai ungu.
Alkohol tidak menghasilkan warna apapun terhadap uji ini.

(Johnson, 1992)
.