Anda di halaman 1dari 5

system analyst, yaitu seorang profesional bisnis (bukan suatu teknik) yang mengg

unakan teknik analisis & design untuk menyelesaikan masalah bisnis dg dukungan t
eknologi informasi.
Sehingga dia tidak terlibat selain aktivitas analisis dan design new system, ter
masuk design mengenai UI, network, database, dan lain sebagainya.
Karena dalam suatu tim pasti ada yg membuat timeline, me-manage, dan memastikan
bahwa semua aktivitas dalam perencanaan pengembangan sistem dapat berjalan adala
h project manager (PM). Kemudian tim nya akan melakukan pekerjaan sesuai dengan
job desc nya, misalnya programmer melakukan programming, analyst melakukan anali
sis dan design, dan lain sebagainya.
Saya juga setuju bahwa walau seorang analyst tidak terlibat dalam aktivitas ters
ebut tetapi harus mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut sehingga dapat mela
kukan analisis dengan tepat dan membuat sistem yg dapat dikembangkan/masuk akal
untuk dibangun (bukan hanya keinginan yg tinggi, namun tidak dapat dipenuhi), se
rta untuk memastikan pengembangan sistem diimplementasikan dengan baik sesuai de
ngan analisis dan design yg telah dibuatnya.
Jika Anda semua lihat pada slide, maka Anda akan menemukan 3 skill yg diperlukan
oleh seorang System Analyst, termasuk diantaranya adalah Technical Knowledge, B
usiness Knowlede, dan People Knowledge.
Seperti yg saya sampaikan sebelumnya bahwa dalam suatu tim pasti ada yg membuat
shedule timeline aktivitas" pengembangan system, me-manage, dan memastikan bahwa
semua aktivitas dalam perencanaan pengembangan sistem berjalan dengan baik, yai
tu PM.
Kemudian anggota tim akan melakukan pekerjaan sesuai dengan job desc nya, misaln
ya analyst melakukan analisis dan design, programmer melakukan programming, dan
lain sebagainya.
Memang system analyst berhubungan dengan user, dan stakeholder lainnya untuk men
gumpulkan requirement yg nantinya diperlukan untuk analisis dan design system se
hingga perlu skill untuk berkomunikasi dengan baik (people knowledge). Namun sys
tem analyst hanya melakukan analisis dan design new system berdasarkan requireme
nts tersebut, kemudian langkah selanjutnya akan dikembalikan ke PM apakah perlu
diperbaiki analisis dan design nya atau dilanjutkan ke tahap pengembangan selanj
utnya. Dimana untuk tahap-tahap selanjutnya akan menjadi tanggung jawab PM dan a
nggota tim lain, system analyst hanya perlu memantau dan mengarahkan sehingga si
stem yg dikembangkan sesuai dengan yg analisis dan design yg telah dibuat dan di
setujui sebelumnya.
1. Apa saja langkah-langkah yg perlu dilakukan seorang SA untuk melakukan proble
m solving? Serta, apakah perbedaan antara SA, system analysis, dan BA ?
- Langkah" yg perlu dilakukan oleh seorang SA saya tidak bahas terlalu detail ka
rena seharusnya disesuaikan dg perusahaan masing", namun secara konsep teori har
us berpedoman sesuai pada pendekatan dalam memecahkan masalah. Anda bisa baca la
ngkah"nya pada slide ke 7. :) Dan jik ada yg mau ditanyakan mengenai langkah" it
u bisa dibahas pada thread ini.
- SA membangun sistem pada scope subsystem dalam memecahkan masalah yg terjadi,
namun BA membangun sistem dalam scope bisnis secara keseluruhan dan selain memec
ahkan masalah BA juga dapat menentukan strategi bisnis. Sedangkan system analysi
s : proses pemahaman & spesifikasi secara rinci apa IS yg harus dibangun untuk m
emenuhi kebutuhan organisasi.
2. Jelaskan perbedaan antara system boundary dg automation boundary !
- System boundary : pemisah antara sistem dg lingkungannya (yaitu aktor) yg memi
cu sistem dapat berjalan melalui input dan output. Aktor disini yg mengerjakan d
g sistem aplikasi bukan manual.
- Automation boundary : pembatas antara sistem dg sistem otomatisasi, yaitu dila
kukan langsung oleh komputer tanpa di trigger atau dipicu oleh aktor.
3. Jelaskan peran dari seorang SA !
- Peran seoran SA dapat Anda semua baca pada slide ke 19-20.
4. Jelaskan perbedaan antara sistem informasi dan teknologi informasi !
- IS : kombinasi dari people, data, prosess, dan IT yg saling berinteraksi / bek
erja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menghasilkan informaso y
g dibutuhkan untuk mendukung organisasi
- IT : kombinasi teknologi komputer (hardware & software) dengan teknologi telek
omunikasi (data, gambar, dan networks).
5. Jelaskan yg dimaksud dengan functional decomposition dan berikan contohnya !
- Functional decomposition : membagi/memecah suatu sistem ke dalam komponen-komp
onen berdasarkan subsistem yg mungkin dapat dipecah menjadi subsistem yg lebih k
ecil lagi.
- Contoh : DFD Context Diagram, DDFD Diagram 0, DFD Diagram 1.
===========
1. Jelaskan perbedaan adaptive approach dan predictive approach dalam SDLC !
Lihat gambar pada slide ke 6 (Pert 2), Adaptive approach : pendekatan dimana req
uirement dan kebutuhan dari sistem yg akan dibangun belum secara jelas diketahui
sehingga dapat menjalankan suatu fase secara berulang-ulang dan memiliki resiko
teknikal yg lebih tinggi.
Sedangkan predictive approach merupakan kebalikan adaptive approach dimana requi
rement dan kebutuhan dari sistem yg akan dibangun sudah dimengerti secara jelas
(clear) sehingga fase selanjutnya dapat dijalankan. Pada pendekatan ini apabila
suatu fase belum selesai, maka tidak bisa menjalankan fase selanjutnya (harus be
rurutan) sehingga memiliki resiko teknikal yang lebih rendah.
2. Kalian lihat slide materi ke 36, lalu jelaskan bagaimana cara membaca UP life
cycle model dari sisi Phase maupun sisi Discipline !
Misalnya, Anda baca fase Elaboration, maka discipline Business modeling semakin
tinggi. Namun paling banyak dilakukan pada fase ini adalah mengumpulkan requirem
ents, kemudian sudah memulai melakukan design. Pada fase ini, implementasi dan t
esting baru akan dimulai, deployment masih dalam tahap perencanaan.
Jika dibaca dari sisi discipline, misalnya Requirements, maka discipline tsb pad
a fase inception masih sedikit dilakukan. Namun pada fase elaboration ini paling
banyak dilakukan, pada fase construction mulai berkurang, dan pada fase Transit
ion discipline ini sudah mulai tidak dilakukan.
3. Sebutkan (dan pelajari) masing-masing activitas dari setiap fase SDLC !
- Project Planning : Define the problem, Produce the project schedule, Confirm p
roject feasibility, Staff the project, and Launch the project.
- Analysis Activities : Gather requirements, Define system requirements, Build p
rototypes for discovery of requirements, Prioritize requirements, Generate and e
valuate alternatives, and Review recommendations with management.
- Design Activities : Design and integrate the network, Design the application a
rchitecture, Design the user interfaces, Design the system interfaces, Design an
d integrate the database, Prototype for design details, and Design and integrate
the system controls.
- Implementation Activities : Construct software components, Verify and test, Co
nvert data, Train users and document the system, and Install the system
- Support Activities : Maintain the system, Enhance the system, and Support the
users
4. Jelaskan perbedaan antara Models, Tools, dan Techniques !
- Model : gambaran dari aspek penting dari dunia nyata.
- Tool : software support yg membantu untuk dapat membuat model atau komponen la
in yg diperlukan dalam proyek
- Techniques : kumpulan pedoman yg membantu seorang analis menyelesaikan kegiata
n atau task dalam pengembangan sistem.
Fase-fase SDLC :
Perencanaan Sistem (Systems Planning)
Menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem.
Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui penge
mbangan sistem.
Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.
Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.
Analisis Sistem (Systems Analysis)
Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas:
Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh s
istem.
Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodel
kan dengan sistem.
Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk ka
sus tersebut.
Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
Mendefinisikan kebutuhan sistem.
Perancangan Sistem (Systems Design)
Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara d
etail.
Menganalisa data dan membuat skema database.
Merancang user interface.
Implementasi Sistem (Systems Implementation)
mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba
.
Pembuatan database sesuai skema rancangan.
Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.
Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging).
Pemeliharaan Sistem (Systems Maintenance)
Menjaga sistem mampu beroperasi secara benar
SLC : seperti namanya merupakan siklus kehidupan dari suatu sistem, mulai dari d
ibangun (Project Planning) sampai implementasi kemudian dapat digunakan oleh use
r dan akhirnya usang karena tidak lagi sesuai kebutuhan organisasi (tidak diguna
kan sehingga harus dikembangkan lagi atau diganti dengan sistem baru). Umumnya t
erbagi dalam empat fase, yaitu Development (plan, analysis, design), Growth (imp
lementation), Maturity (operation), Obsolescence (decline). Mungkin bisa digamba
rkan seperti manusia yg mulai dari lahir sampai meninggal.
Sedangkan SDLC seperti namanya jug, keywodnya adalah fase dari kehidpuan pengemb
angan system nya..
Dimana fasenya : Project Planning, Analysis Activities, Design Activities, dan I
mplementation Activities yg merupakan bagian dari fase pada SLC.
Kunci perbedaannya adl : SLC siklus hidup sistemnya, SDLC siklus hidup pengemban
gannya.
Fase pada SDLC terdapat juga pada SLC, karena saat system usang dan perlu dikemb
angkan atau digantikan maka akan melaksanakan fase SDLC. Namun SLC ditambahkan f
ase lainnya sampai sistemnya usang.
--------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------
Kemudian kalau pertanyaan kapan digunakan, SDLC digunakan saat ada sistem baru y
g mau dibuat, baik dikembangkan dari sistem lama atau membuat baru. Sedangkan SL
C akan digunakan selalu, tergantung sistem sudah sampai siklus hidup yg mana. Mu
ngkin bisa dibilang SLC tidak digunakan lagi saat suatu sistem tidak mau digunak
an lagi sehingga tidak perlu dikembangkan atau di maintenance, misalnya perusaha
an bangkrut sehingga semua sistem mati atau proses bisnis dihilangkan sehingga s
istem tersebut tidak digunakan lagi.
Kedua pendekatan tersebut saling terkait, bukan sesuatu yg saling berlawanan, se
hingga tidak bisa dinyatakan keuntungan atau kerugian dari keduanya. Karena kedu
a pendekatan itu bukan perbandingan, melainkan saling terkait.
========================
1. Jelaskan secara singkat aktivitas-aktivitas dari tahap Analysis !
- Gather Information : mengumpulkan informasi, baik melalui interview, kuisioner
, observasi, melihat dokumentasi perusahaan yg ada, dan lain sebagainya.
- Define System Requirements : mendefinisikan requirement apa saja yg dibutuhkan
dalam membangun siste, dan menentukan mana yg Functional Requirements dan Non-f
unctional Req.
- Prioritize Requirements : menentukan requirements mana yg lebih penting dan ha
rus terlebih dahulu diselesaikan.
- Prototype for feasibility & discovery : membuat prototype untuk melakukan uji
kelayakan dari sistem saat ini & dapat memperoleh penemuan" alternatif untuk mem
perbaiki kekurangan sistem.
- Generate & evaluate alternatives : membuat & melakukan evaluasi atas segala al
ternatif yg telah didefinisikan sebelumnya.
- Review recommendations with management : melakukan review dg pihak manajemen m
engenai rekomendasi yg akan diberikan agar sesuai kebutuhan dan profil perusahaa
n.
2. Apa yg dimaksud dengan Functional requirement dan berikan contohnya !
- Functional requirement adalah requirement yg menggambarkan kegiatan atau prose
s yg harus dilakukan oleh sistem.
- Contoh : Membuat Sales Order, Melakukan perhitungan salary, Reminder ROP Item.
3. Jelaskan masing-masing bagian dari users as Stakeholders !
- Business Users : user yg sehari-hari melakukan interaksi dg sistem dlm menjala
nkan proses bisnis.
- Information Users : user yg memberikan informasi ke sistem sehingga informasi
dapat dikelola dan disebarkan ke user yg memerlukan.
- Management Users : user yg berinteraksi dg sistem dlm melakukan pengawasan dan
pengendalian sistem agar dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan approval atas
pengajuan dari subordinat
- External Users : user yg berada di luar organisasi, namun dapat menggunakan SI
perusahaan.
- Executive Users : user yg kadang melakukan interaksi dg sistem terkait sisi st
rategi dan financial.
4. Jelaskan masing-masing kegunaan notasi pada Activity diagram !
- Swimlane : untuk memberi keterangan mengenai actor yg melakukan aktivitas dan
membatasi antar actor dalam suatu activity diagram.
- Starting activity (pseudo) : untuk menggambarkan awal aktivitas dimulai.
- Activity : untuk mendefinisikan aktivitas-aktivitas yg dilakukan, baik manual
atau tersistem dalam suatu proses bisnis.
- Transition arrow : menggambarkan aliran antar aktivitas dalam activity diagram
.
- Synchronization bar (split) : untuk menggambarkan 1 aktivitas yg terpecah menj
adi 2 aktivitas pada waktu bersamaan.
- Synchronization bar (join) : untuk menggambarkan 2 aktivitas yg alirannya menj
adi 1 aktivitas pada waktu bersamaan.
- Decision : untuk mendefinisikan suatu aktivitas yg memerukan keputusan, apabil
a yes maka akan menjalankan aktivitas a, dan apabila no akan menjalankan aktivit
as b.
- Ending activity (pseudo) : untuk menggambarkan bahwa aktivitas telah berakhir
atau selesai.
5. Jelaskan masing-masing tipe dari model !
- Mathematical Model : Serangkaian formula yg menggambarkan aspek teknis dari si
stem
- Descriptive Model : Memo narasi, laporan, atau daftar yg menggambarkan beberap
a aspek dari sistem (dalam bentuk deskripsi tertulis).
- Graphical Model : Diagram dan representasi skema dari beberapa aspek dari suat
u sistem (dalam betnuk grafik, skema, atau diagram)
6. Jelaskan tema" untuk dapat mengumpulkan informasi !
- What are the business operations and processes ? : Apa saja yg kegiatan yg dil
akukan oleh semua stakeholder (user, manager, dll).
- How should those operations be performed ? : Bagaimana stakeholder melakukan d
an menyelesaikan kegiatan" yg diidentifikasi pada poin 1, step by step.
- What information is needed to perform those operations ? : Informasi, Form, da
n Laporan apa saja yg digunakan untuk melakukan dan menyelesaikan kegiatan" ters
ebut.
Nonfunctional Requirements mengacu pada kinerja pada sebuah sistem maupun kemuda
han penggunaan nya.
NonFunctional Requirement ini diperhatikan apabilah kebutuhan Functional Require
ment telah terpenuhi.
Jadi NonFunctional Requirement dipenuhi setelah Functional Requirement sudah ter
penuhi atau dapat dibilang bahwa NonFunctional Requirement adalah pelengkap sehi
ngga sistem dapat berjalan dengan baik. Namun Functional Requirement adalah kunc
i dari sistem dapat berjalan atau tidak karena memperhatikan kebutuhan fungsi-fu
ngsi yg perlu dapat dilakukan oleh sistem.
Dengan demikian Functional Requirement lah yg lebih kritis daripada kebutuhan fu
ngsional.
Nonfunctional requirements :
- Usability : Kebutuhan atas kegunaan dari sistem, misalnya User Interface user
friendly atau tidak.
- Reliability : Kebutuhan atas kehandalan sistem, contoh Ketepatan Perhitungan,
Recovery method.
- Performance : Kebutuhan atas kinerja sistem, misalnya Response time.
- Security : Kebutuhan atas keamanan dari sistem, misalnya Access control, Encry
ption.
- Technical Requirement : Kebutuhan atas teknologi yg digunakan agar sistem dapa
t berjalan dg lebih baik, misalnya menggunakan hardware dan software apa.