Anda di halaman 1dari 15

HUKUM TAKLIFI

Dipresentasikan oleh :
1. David Nara Budi 13.2.0020
2. Fitriyah 13.2.0019
3. Nur Hanifah 13.2.0017
4. Riyan Safitri 13.2.0022
PEMBAGIAN HUKUM SYARI
1. Hukum Taklifi

2. Hukum Wadhiy
PENGERTIAN HUKUM TAKLIFI
Hukum Taklifi adalah sesuatu yang menuntut
suatu pengerjaan dari mukallaf, atau
menuntut untuk berbuat, atau memberikan
pilihan kepadanya antara melakukan dan
meninggalkannya.

PEMBAGIAN HUKUM TAKLIFI
1. Ijab (wajib)
2. Nadb (mandub)
3. Tahrim (haram)
4. Karahah (makruh)
5. Ibahah (mubah)
I J A B (WAJIB)
Yaitu tuntutan syar'i yang bersifat untuk
melaksanakan sesuatu dan tidak boleh
ditinggalkan.

Contoh dalam surat An-Nur : 56


Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan
taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.
Pembagian Hukum Ijab/Wajib
a. Dilihat dari segi waktu
Wajib al-muthlaq dan Wajib al-mu'aqqat

b. Dilihat dari segi ukuran yang diwajibkan
Wajib al-muhaddad dan Wajib ghairu al-muhaddad

c. Dilihat dari segi orang yang dibebani kewajiban
Wajib al-'aini dan Wajib al-kifa'i

d. Dilihat dari segi kandungan perintah
Wajib al-mu'ayyan dan Wajib al-mukhayyar
N A D B (MANDUB)
Yaitu tuntutan untuk melaksanakan suatu
perbuatan yang tidak bersifat memaksa,
melainkan sebagai anjuran, sehingga seseorang
tidak dilarang untuk meninggalkannya.

Contoh dalam surat Al-Baqarah : 282

....
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu
bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang
ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya...
Pembagian Hukum Nadb
(Mandub/Sunnah)
a. Sunnah al-Mu'akkadah (sunah yang sangat
dianjurkan)

b. Sunnah ghairu al-Mu'akkadah (sunah biasa)

c. Sunnah al-Za'idah (sunah yang bersifat tambahan)


T A H R I M (HARAM)
Yaitu tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu
perbuatan dengan tuntutan yang memaksa.

Contoh dalam surat Al-Anam : 151
.... ...


... Jangan kamu membunuh jiwa yang telah
diharamkan Allah...
Pembagian Hukum Tahrim
(Haram)
a. Haram li dzatihi
Yaitu suatu keharaman langsung dan sejak semula
ditentukan Syar'i tentang keharamannya. Misalnya memakan
bangkai, babi, berjudi, meminum minuman keras, berzina,
membunuh dan memakan harta anak yatim.

b. Haram li ghairihi
Yaitu sesuatu yang pada mulanya disyari'atkan, tetapi
dibarengi oleh sesuatu yang bersifat mudarat bagi manusia,
maka keharamannya adalah disebabkan adanya mudarat
tersebut. Misalnya, melaksanakan shalat dengan pakaian
hasil ghashab (mengambil barang orang lain tanpa izin).

K A R A H A H(MAKRUH)
Yaitu tuntutan untuk meninggalkan suatu
perbuatan, tetapi tuntutan itu diungkapkan
melalui redaksi yang tidak bersifat memaksa.

Contoh dalam hadits Nabi Muhammad SAW :


Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah
talak." (H.R. Abu Daud, Ibn Majah, Al-Baihaqi dan
Hakim)
Pembagian Hukum Karahah
(Makruh)
a. Makruh Tanzil
Yaitu sesuatu yang dituntut Syar'i untuk ditinggalkan, tetapi dengan tuntunan
yang tidak pasti. Makruh tanzil dalam istilah ulama hanafiyyah ini sama dengan
pengertian makruh di kalangan Jumhur Ulama. Misalnya, memakan daging kuda
yang dikemukakan di atas.

b. Makruh Tahrim
Yaitu tuntutan Syar'i untuk meninggalkan suatu perbuatan dan tuntutan itu
melalui cara yang pasti, tetapi didasarkan kepada dalil yang zhanni. Seperti
larangan memakai sutera dan perhiasan emas bagi kaum lelaki, sebagaimana
terdapat dalam sabda Rasulullah SAW:
"Keduanya ini (emas dan sutera) haram bagi umatku yang laki=laki dan halal bagi
wanita." (H.R. Abu Daud, An-Nasai', Ibn Majah, dan Ahmad Ibn Hanbal).





I B A H A H (MUBAH)
Yaitu khithab Allah yang bersifat memilih,
mengandung pilihan antara berbuat atau tidak
berbuat secara sama.

Contoh dalam surat Al-Maidah : 2
...

....
....Apabila kamu telah selesai melaksanakan ibadah
haji, maka bolehlah kamu berburu....
Pembagian Hukum Ibahah
(Mubah)
a. Mubah yang apabila dilakukan atau tidak dilakukan, tidak
mengandung mudarat, seperti makan, minum, berpakaian
dan berburu.

b. Mubah yang apabila dilakukan mukallaf tidak ada
mudaratnya, sedangkan perbuatan ini sendiri pada dasarnya
diharamkan. Mubah seperti ini di antaranya, melakukan
sesuatu dalam keadaan darurat atau terpaksa, seperti makan
daging babi, karena tidak ada makanan lagi yang mesti
dimakan dan apabila daging babi itu tidak dimakan, maka
seseorang akan meninggal dunia.


SEKIAN PRESENTASI DARI
KAMI

TERIMA KASIH