Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

ANORGANIK



NAMA : NUR RATNA SARI
NIM : 25121119F
FAKULTAS : TEKNIK
PROGRAM STUDI : D-III ANALIS KIMIA
HARI/TGL.PRAKTIKUM : SABTU / 6 OKTOBER 2012
JUDUL PRAKTIKUM : PENGENALAN ASAM BASA



D-III ANALIS KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA
TA. 2012 / 2013


PENGENALAN ASAM BASA

I. TUJUAN
Mempelajari cara identifikasi senyawa asam dan basa serta penentuan
pH suatu larutan.

II. DASAR TEORI

2.1. DEFINISI ASAM BASA

Menurut Swante Arrhenius
o Asam adalah Suatu senyawa yang mempunyai rumus umum
HX yang dapat terionisasi menjadi H
+
dan X
-
. Contoh : HCl,
HNO
3
, H
2
SO
4
, CH
3
COOH, HSO
4
-
, HCO
3
-
, HPO
4
-
, dll.
o Basa adalah suatu senyawa yang mempunyai rumus umum
MOH yang dapat terionisasi menjadi M
+
dan OH
-
. Contoh :
NaOH, Ca(OH)
2
, dan KOH.

Menurut J.N. Bronsted dan T.M. Lowry
o Asam adalah zat yang dapat memberikan proton
o Basa adalah zat yang dapat menerima proton
Contoh : HCl + H
2
O H
3
O
+
+ Cl
-

asam(1) basa(2) asam(2) basa(1)
Disebut pasangan asam basa konjugasi

Menurut Lewis
o Asam adalah spesies yang dapat menerima pasangan
elektron
o Basa adalah spesies yang dapat memberi pasangan electron
Contoh: H
+
+ NH
3
-
NH
4

Asam basa
Untuk mengindentifikasi suatu larutan termasuk asam atau basa
dapat di gunakan kertas lakmus. Kertas lakmus di bedakan menjadi
dua yaitu lakmus merah dan lakmus biru.
Jika suatu larutan dapat membirukan lakmus merah maka disebut
basa
Jika suatu larutan dapat memerahkan lakmus biru disebut asam

2.2. DERAJAT KEASAMAN (pH)
Derajat keasaman (pH) digunakan untuk menyatakan tingkat
keasaman/ kebebasan yang dimiliki oleh suatu larutan. Nilai pH berkisar
dari 0 hingga 14. Suatu larutan dikatakan netral jika mempunyai pH = 7,
jika larutan asam mempunyai pH < 7 , dan jika larutan basa mempunyai
pH > 7. Ph dapat diukur dengan menggunakan indikator universal atau pH
meter.

III. ALAT DAN BAHAN
ALAT : beaker glass, kertas lakmus, indikator pH,pipet
tetes, gelas ukur.
BAHAN : Larutan HCl 1 M, H
2
SO
4
1 M, HNO
3
1 M, CH
3
COOH 1
M, NaOH 1 M, KOH 1 M,

IV. CARA KERJA
a. Menyiapkan larutan HCl 1 M, H
2
SO
4
1 M, HNO
3
1 M, CH
3
COOH 1 M,
NaOH 1 M, KOH 1 M, masing masing 20 ml dalam beaker glass 100ml.
b. Masukkan sepotong kertas lakmus ke dalam masing masing larutan dan
mengamati perubahan warna pada lakmus.
c. Mengukur pH masing masing larutan dengan menggunakan indikator
universal lalu mencatat pH masing masing larutan.
d. Mengencerkan masing masing larutan menjadi 1 / 10 konsentrasi awal
dan menggulangi pengukuran pH untuk larutan encer dan mencatat pH
masing masing larutan.
e. Membuat kesimpulan dari data yang diperoleh.

V. HASIL PENGAMATAN
Larutan 20 ml Sebelum diencerkan


Larutan 20 ml Sesudah diencerkan menjadi 100 ml





LARUTAN INDIKATOR pH
KERTAS LAKMUS
MERAH BIRU
HCL 1 Merah Merah
H
2
SO
4
1 Merah Merah
HNO
3
0 Merah Merah
CH
3
COOH 3 Merah Merah
NaOH 13 Biru Biru
KOH 13 Biru Biru
LARUTAN INDIKATOR pH
KERTAS LAKMUS
MERAH BIRU
HCL 1 Merah Merah
H
2
SO
4
1 Merah Merah
HNO
3
2 Merah Merah
CH
3
COOH 3 Merah Merah
NaOH 12 Biru Biru
KOH 13 Biru Biru
VI. PEMBAHASAN
Setelah dilakukan pengujian menggunakan indikator pH dan kertas
lakmus larutan HCL bersifat asam
Setelah dilakukan pengujian menggunakan indikator pH dan kertas
lakmus larutan H
2
SO
4
bersifat asam
Setelah dilakukan pengujian menggunakan indikator pH dan kertas
lakmus larutan HNO
3
bersifat asam
Setelah dilakukan pengujian menggunakan indikator pH dan kertas
lakmus larutan CH
3
COOH bersifat asam
Setelah dilakukan pengujian menggunakan indikator pH dan kertas
lakmus larutan NaOH bersifat basa
Setelah dilakukan pengujian menggunakan indikator pH dan kertas
lakmus larutan KOH bersifat basa

VII. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, praktikan dapat
menyimpulkan bahwa larutan yang mempunyai pH diatas 7 dengan
menggunakan indikator pH maka larutan tersebut bersifat basa dan jika
larutan mempunyai pH dibawah 7 maka larutan bersifat asam. Sedangkan
jika menggunakan kertas lakmus apabila suatu larutan dapat membirukan
kertas lakmus merah maka larutan tersebut bersifat basa dan apabila
suatu larutan dapat memerahkan lakmus biru maka larutan tersebut
bersifat asam.


VIII. DAFTAR PUSTAKA
Modul pengenalan asam basa.