Anda di halaman 1dari 18

Kelompok IV

Gan-gan ahmad fauzi


Vira k saputri
Widya yuliarti
Pengertian adsorpsi

Proses penggumpalan subtansi terlarut
(soluble) yang ada dalam larutan, oleh
permukaan zat atau benda penyerap, dimana
terjadi suatu ikatan kimia fisika antara subtansi
dengan penyerapannya.

Adsorbsi dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu :
Adsorpsi fisik berhubungan dengan gaya Van
der Waals
Adsorpsi kimia adalah reaksi yang terjadi
antara zat padat dan zat terlarut yang
teradsorbsi.

Adsorben ialah zat yang melakukan
penyerapan terhadap zat lain (baik
cairan maupun gas) pada proses
adsorpsi. Beberapa jenis adsorben yang
biasa digunakan yaitu :
Karbon aktif/ arang aktif/ norit
Gel Silika
Alumina Aktif

Karbon aktif merupakan senyawa
karbon amorph dan berpori yang
mengandung 85-95% karbon yang
dihasilkan dari bahan-bahan yang
mengandung karbon (batubara, kulit
kelapa, dan sebagainya) atau dari
karbon yang diperlakukan dengan
cara khusus baik aktivasi kimia maupun
fisika untuk mendapatkan permukaan
yang lebih luas.
Karbon aktif yang baik memiliki :
struktur pori-pori yang alami
tingkat ketahanan yang tinggi ( higher
resistence ) terhadap gesekan
tingkat kekerasan yang tinggi ( higher
hardness ) dan bentuk yang seragam
serta memiliki CTC yang cukup tinggi.
Pembuatan arang aktif

Secara umum dan sederhana, proses
pembuatan arang aktif terdiri dari 3
tahap, yaitu :
Dehidrasi
Karbonisasi
Aktifasi

Proses pembuatan arang aktif dibagi menjadi
2, yaitu :
Proses Kimia
Dengan proses kimia, bahan baku dapat
dikarbonisasi terlebih dahulu, kemudian
dicampur dengan bahan-bahan kimia.
Proses Fisika
Pada proses fisika arang digiling, kemudian
diayak dan dilakukan pemanasan.



Untuk menghilangkan bahan-bahan
terlarut dalam air, biasanya menggunakan
arang aktif dengan mengubah sifat
permukaan partikel karbon melalui proses
oksidasi.
Penyerapan terbesar adalah pada pH
rendah. Pada pH rendah aktifitas dari
bahan larut dengan larutan meningkat
sehingga bahan-bahan larut untuk
tertahan pada arang aktif lebih rendah.


Beberapa faktor yang mempengaruhi
daya serap adsorpsi, yaitu :
Sifat Serapan
Temperatur/ suhu.
pH (Derajat Keasaman).
Waktu Singgung
Karbon aktif disamping sebagai
adsorben juga dapat dianggap sebagai
zat pemberat


Secara umum faktor yang
menyebabkan adanya daya serap dari
arang aktif adalah :
Adanya pori-pori mikro.
Adanya permukaan yang luas (300
3500 cm2/gram).

1. Zat teradsorpsi berpindah dari
larutannya menuju lapisan luar dari
adsorben (arang).
2. Zat teradsorpsi diserap oleh permukaan
arang aktif.
3. Zat teradsorpsi akhirnya diserap oleh
permukaan dalam atau permukaan
porous arang.

Pengolahan Tambang Emas dan Karbon
Aktif
Konsentrasi emas dalam ore sangat
menentukan hasil produksi. Untuk
Pengolahan Emas Karbon aktif yang
dipergunakan dapat berasal dari arang
batok kelapa, maupun arang kayu atau
batu bara. Yang paling banyak dipakai
adalah karbon aktif granular dari arang
batok kelapa.

Adsorpsi sianida dalam limbah industri
emas dengan menggunakan karbon aktif
Karbon Aktif juga bisa digunakan untuk
mengadsorpsi senyawa sianida termasuk
bahan beracun berbahaya (B3) pada
aliran air sungai. Kondisi senyawa sianida
termasuk bahan beracun berbahaya (B3),
banyak digunakan dalam berbagai industri
seperti serat sintetik (akrilonitril), petrokimia,
baja, pertambangan dan pelapisan logam
(electroplating).

Metoda Fixed Bed
Peralatan yang
diperlukan adalah tanki
untuk menempatkan
media karbon aktif.
Pada metoda ini
carbon aktif
ditempatkan secara
tetap.

Metoda Lapisan Yang Bergerak (mobillayer bed
type).
Perbedaan dengan metoda fixed bed adalah
pemasukan cairan melalui bawah tanki.
Dengan demikian akan terjadi olakan dan
karbon aktif akan bergerakgerak.

Fluidize Bed
Pada proses ini cairan dimasukan secara
upflow. Pada system ini penggunaan karbon
aktif bias lebih sedikit sehingga biaya awal bisa
lebih dikurangi.




TERIMAKASIH