Anda di halaman 1dari 4

OSTEOARTRITIS (Nyeri

Sendi)PENYEBAB DAN
PENATALAKSANAAN TERAPI
By PIO Layanan Masyarakat on 08/26/2012
By: Nani Kartinah, S.Farm, M.Sc, Apt
Osteoartritis merupakan gangguan persedian yang ditandai dengan adanya nyeri dan kekakuan
sendi yang biasanya banyak terjadi pada usia lanjut. Berdasar data Center for Disease Control
and Prevention (CDC)1, angka kejadian osteoartritis pada usia > 25 tahun sebanyak 13,9% dan
pada usia > 65 tahun sebanyak 33,6%. Jenis kelamin juga menjadi faktor resiko dimana wanita
memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding pria.
PENYEBAB
Osteoartritis disebabkan beberapa faktor. Selain faktor usia, osteoartritis juga disebabkan karena
kondisi lain seperti kegemukan, cedera, abnormalitas pada saat dilahirkan, penyakit diabetes dan
gout, serta penyakit hormon lainnya.
GEJALA
Gejala umum osteoartritis adalah nyeri pada sendi yang biasanya disertai pembengkakan. Pada
kondisi yang lebih parah, akan menyebabkan nyeri parah pada saat istirahat, kesemutan,
kekebasan dan pembesaran keras pada daerah sekitar nyeri.
PATOFISIOLOGI
Osteoartritis dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. Osteoartritis Lutut (degenerasi sendi lutut)
Jenis artritis ini paling banyak dijumpai kejadiannya di Indonesia terutama pada pasien lanjut
usia. Pada perjalanannya, nyeri ini seringkali menimbulkan keterbatasan dalam beraktivitas
sehari-hari. Komplikasi lain yang terjadi yaitu keterbatasan ruang gerak sendi disertai kekakuan,
deformasi lulut menjadi bentuk O (genu varum) atau bentuk x (genu valgus). Komplikasi yang
terjadi pada osteoartritis ini berlangsung secara perlahan tapi pasti akibatnya menimbulkan
ketidakmampuan berdiri dan berjalan.

Sendi merupakan bagian yang menghubungkan antar tulang sehingga tulang bisa digerakkan.
Komponen terpenting pada sendi adalah tulang rawan sendi (articular cartilage) yaitu jaringan
tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang dan berfungsi sebagai bantalan. Matriks
ekstraselular pada jaringan ini terdiri dari kolagen yang padat dan proteoglikan yang
menyebabkan permukaannya menjadi licin dan tahan terhadap gesekan.
Adanya kolagen dan proteoglikan memfasilitasi gerakan dan mencegah pembengkakan pada
tulang rawan sendi. Kolagen dan proteoglikan bekerja dengan cara menarik kation menghasilkan
tekanan osmolalitas yang tinggi, akibatnya air akan tertarik kedalam tulang rawan sendi.
Permukaan menjadi licin sehingga pada saat terjadi pergerakan/biomekanik pada sendi, tidak
terjadi gesekan.
Pada kondisi fisiologis, matriks ekstraselular memiliki waktu paro bertahun-tahun sehingga
metabolismenya berjalan sangat lambat. Namun dengan adanya peningkatan beban mekanik
(peningkatan berat badan), bertambahnya usia dan adanya cedera dapat mempercepat proses
metabolismenya. Tulang rawan sendi akan terdegradasi menyebabkan keretakan matriks. Hal
inilah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan (inflamasi) yang jika dibiarkan
berkepanjangan akan terjadi kerusakan sendi parah sehingga harus di operasi.
2. Osteoartritis Kaki (Ankle osteoarthritis)
Merupakan artritis yang terjadi pada 60 80% pada pasien yang memiliki riwayat cidera
pergelangan kaki. Biasa terjadi pada atlet sepakbola atau penari balet. Penyembuhan dilakukan
dengan cara istirahat, mengurangi gerak dengan menggunakan sepatu rocker bottom sole atau
menggunakan Ankle bandage.
3. Osteoartritis Tangan
Osteoartritis tangan ditandai dengan terbentuknya pembesaran keras pada sendi jari (Herberdens
node) yang biasanya disebabkan karena abnormalitas saat dilahirkan.

TATALAKSANA TERAPI
Saat ini masih belum ditemukan terapi yang dapat menyembuhkan osteoartritis. Terapi yang saat
ini diberikan hanya ditujukan untuk mengurangi nyeri, memperbaiki pergerakan sendi, dan
membatasi kerusakan sendi. Terapi yang biasa diberikan yaitu :
1. Terapi Non Farmakologi
Terapi ini meliputi :
a. Konseling, Informasi dan Edukasi Pasien
Pemberian informasi dan edukasi pasien diperlukan agar pasien mengerti tentang kondisi
penyakit yang dihadapi dan dapat melakukan perubahan gaya hidup kearah yang positif.
b. Latihan Kekuatan dan Senam Aerobik
Latihan bermanfaat untuk menguatkan otot sekitar sendi yang akhirnya akan membantu
pengurangan berat badan. Berenang, jalan kaki, bersepeda stasioner atau latihan beban ringan
sangat dianjurkan karena terbukti mampu mengurangi rasa nyeri dan memperbaiki kekakuan
sendi.2
c. Penurunan Berat Badan
Berkurangnya berat badan mengurangi beban yang disangga oleh sendi sehingga mengurangi
nyeri sendi dan memperbaiki fungsi sendi.3
d. Penggunaan Alat Bantu
Alat bantu seperti sepatu penyerap goncangan, tongkat dll dipertimbangkan sebagai tambahan
terapi untuk mengurangi rasa nyeri saat beraktivitas.
2. Terapi Farmakologi
a. AINS Topikal
AINS Topikal lebih disarankan dibanding AINS oral. Menurut hasil sebuah meta analisis
menunjukkan bahwa AINS Topikal terbukti efektif mengurangi nyeri dan kekakuan sendi.4
Beberapa sediaan AINS Topikal seperti ibuprofen, Na. Diklofenak, salisilamid dalam bentuk
salep, krim, atau gel lebih dianjurkan dibanding koyo karena berdasar penelitian yang ada
menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada koyo dibandingkan plasebo untuk penyakit
osteoartritis.5
b. Paracetamol
Pedoman terapi menganjurkan penggunaan paracetamol sebagai pilihan utama analgesik untuk
pasien osteoartritis dengan pembatasan pemakaian 500 mg untuk satu kali minum dan tidak lebih
dari 4 g dalam sehari.6
c. Kapsaisin
Penggunaan kapsaisin topikal dapat digunakan pada penderita osteoartritis lutut atau tangan.
Meskipun seringkali menimbulkan sensasi terbakar dan kemerahan pada area yang dioleskan,
namun tidak perlu penghentian terapi.3
d. AINS Oral
Prinsip penggunaan AINS Oral adalah sebagai berikut :
- Jika AINS Topikal atau Paracetamol tidak cukup kuat mengatasi nyeri
- Penggunaan AINS Oral dimulai dari dosis efektif terkecil dan lama pemberian sesingkat
mungkin7
e. Operasi Joint Arthroplasty
Rujukan operasi dibuat sebelum terjadi kerusakan sendi yang parah.
DAFTAR PUSTAKA
1. Center for Disease Control and Prevention. Osteoartritis [internet]. 2011 Available at
http://www.cdc.gov/arthritis/basics/osteoarthritis.html
2. Zhang W, Moskowitz RW, Nuki G, Abramson S, Altman RD, Arden N, et al. OARSI
Recommendation For The Management of Hip and Knee Osteoarthritis, Part I : Critical
Appraisal of Existing Treatment Guidelines and Systematic Review of Current Research
Evidence. Osteoarthr. Cartil. 2007 Sep;15(9): 981 1000
3. Zhang W, Moskowitz RW, Nuki G, Abramson S, Altman RD, Arden N, et al. OARSI
Recommendation For The Management of Hip and Knee Osteoarthritis, Part II : OARSI
Evidence-based. Expert Concensus Guidelines, Osteoarth. Cartil. 2008 Feb;16(2) : 137 62
4. Lin J, Zhang W, Jones A, Doherty M. Efficacy Of Topical NSAIDs In The Treatment of
Osteoartritis : a Meta-analysis of Randomized Controlled Trials. Chin J Evid Based Med 2005;
5(9) : 667 74
5. NICE. CG59 Osteoarthritis : Full Guidence [internet]. NICE 2008 Available at
http://www.nice.org.uk
6. Recommendation For The Medical Management of Osteoarthritis of The Hip and Knee.
American College of Rheumatology Subcommitee on Osteoarthritis Guidelines. Arthritis
Rheum. 2000 Sep; 43(9): 1905 15
7. National Collaborating Center for Chronic Conditions. Osteoarthritis. The Care and
Management of Osteoarthritis in Adults. NICE. London. 2008
http://piolayananmasyarakat.wordpress.com/2012/08/26/osteoartritis-nyeri-sendi/