Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Cairan merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Cairan membantu
mempertahankan suhu tubuh, bentuk sel, serta membantu mentransport nutrisi,
gas, dan zat sisa. Menjaga agar volume cairan tubuh tetap relatif konstan dan
komposisinya stabil adalah penting untuk homeostasis.
1
Total jumlah volume cairan tubuh dan total jumlah yang terlarut, demikian
juga konsentrasinya, relatif konstan selama kondisi keadaan-mantap, seperti
dibutuhkan untuk homeostasis.
1
ekonstanan ini sangat hebat karena adanya
pertukaran cairan dan zat terlarut yang terus menerus dengan lingkungan
eksternal, seperti juga dalam berbagai kompartemen tubuh lainnya.
1
Terapi cairan dibutuhkan, bila tubuh tidak dapat memasukkan air,
elektrolit, dan zat-zat makanan secara oral misalnya pada keadaan pasien harus
puasa lama, karena pembedahan saluran cerna, perdarahan banyak, syok
hipovolemik, anoksia berat, mual muntah terus menerus, dan lain-lain. !elain itu
dalam keadaan tertentu adanya terapi cairan dapat digunakan sebagai tambahan
untuk memasukkan obat dan zat makanan secara rutin atau dapat juga digunakan
untuk menjaga keseimbangan asam basa.
"
#ada referat ini akan dibahas mengenai terapi cairan terutama penanganan
syok, karena merupakan hal yang sering terjadi dan suatu keadaan ga$at darurat.
!yok adalah keadaan penurunan perfusi jaringan yang mengakibatkan
hipoksia seluler. %al ini didefinisikan sebagai sebuah sindrom yang dia$ali oleh
hiporperfusi akut, sehingga menjadi hipoksia jaringan dan disfungsi organ vital.
&
!yok adalah gangguan sistematik yang mempengaruhi multipel organ sistem.
#erfusi mungkin menurun secara global atau terdistribusikan rendah seperti pada
syok septik. !elama syok, perfusi tidak dapat memenuhi permintaan metabolik
jaringan, sehingga terjadilah hipoksia seluler dan kerusakan organ.
'
(erdasarkan
penyebabnya syok terbagi menjadi syok kardiogenik, syok hipovolemik, syok
obstruktif, syok distributif.
#enanggulangan syok pada dasarnya bertujuan untuk mengembalikan
perfusi jaringan kembali ke keadaan normal. )ntuk itu selain menemukan
penyebab syok, adalah sangat penting menstabilkan aliran darah sehingga perfusi
jaringan dapat diperbaiki. Terapi cairan seringkali merupakan terapi inisial pada
pasien syok yang bertujuan untuk meningkatkan volume darah, sehingga
diharapkan dapat mengoreksi sistem sirkulasi tubuh.
*

+alam memberikan cairan sebagai terapi syok harus pula dipertimbangkan
tentang komposisi elektrolit yang terkandung dalam cairan tersebut. Tubuh
memiliki sistem regulasi yang berfungsi mempertahankan keseimbangan cairan
dan elektrolit. eseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi dan
perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari
air dan zat terlarut. ,lektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel
bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit
masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena dan
didistribusikan ke seluruh bagian tubuh.
&
BAB II
SYOK
2.1 Definisi
!yok merupakan kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan
perfusi yang adekuat ke organ-organ vital.
&
!yok dapat didefinisikan sebagai
ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen. -angguan yang
mendasari hal ini adalah adanya penurunan signifikan terhadap suplai darah
teroksigenasi ke seluruh jaringan tubuh yang kemudian menyebabkan perfusi
inadekuat.
.
!yok adalah keadaan penurunan perfusi jaringan yang menyebabkan
hipoksia seluler. %al ini didefinisikan sebagai sebuah sindrom yang dia$ali oleh
hiporperfusi akut, sehingga menjadi hipoksia jaringan dan disfungsi organ vital.
!yok adalah gangguan sistematik yang mempengaruhi multipel organ sistem.
#erfusi mungkin menurun secara global atau terdistribusikan rendah seperti pada
syok septik. !elama syok, perfusi tidak dapat memenuhi permintaan metabolik
jaringan, sehingga terjadilah hipoksia seluler dan kerusakan organ.
'
!yok adalah
kondisi mengancam ji$a yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan aliran darah
yang adekuat. %al ini dapat merusak banyak organ. !yok membutuhkan
penanganan segera karena kondisi tubuh dapat memburuk dengan amat cepat.
/
2.2 Faktor Penyebab Syok
Tiga faktor yang dapat mempertahankan tekanan darah normal0
/

a. #ompa jantung. 1antung harus berkontraksi secara efisien.
b. 2olume sirkulasi darah. +arah akan dipompa oleh jantung ke dalam arteri
dan kapiler-kapiler jaringan. !etelah oksigen dan zat nutrisi diambil oleh
jaringan, sistem vena akan mengumpulkan darah dari jaringan dan
mengalirkan kembali ke jantung. 3pabila volume sirkulasi berkurang
maka dapat terjadi syok.
c. Tahanan pembuluh darah perifer. 4ang dimaksud adalah pembuluh darah
kecil, yaitu arteriole-arteriole dan kapiler-kapiler. (ila tahanan pembuluh
darah perifer meningkat, artinya terjadi vasokonstriksi pembuluh darah
kecil. (ila tahanan pembuluh darah perifer rendah, berarti terjadi
vasodilatasi. 5endahnya tahanan pembuluh darah perifer dapat
mengakibatkan penurunan tekanan darah. +arah akan berkumpul pada
pembuluh darah yang mengalami dilatasi sehingga aliran darah balik ke
jantung menjadi berkurang dan tekanan darah akan turun.
+engan demikian, syok dapat disebabkan oleh kondisi apapun yang
menurunkan aliran darah, termasuk0
/
- penyakit jantung
- penurunan volume darah 6dapat karena dehidrasi maupun perdarahan7
- perubahan pada pembuluh darah 6seperti dalam infeksi maupun reaksi
alergi berat7
2. K!asifikasi Syok
#enyebab syok dapat diklasifikasikan sebagai berikut0
/

a. !yok kardiogenik 6kegagalan kerja jantungnya sendiri7
6a7 #enyakit jantung iskemik, seperti infark
6b7 8bat-obat yang mendepresi jantung
6c7 -angguan irama jantung
b. !yok hipovolemik 6berkurangnya volume sirkulasi darah7
6a7 ehilangan darah, misalnya perdarahan9
6b7 ehilangan plasma, misalnya luka bakar
6c7 +ehidrasi0 cairan yang masuk kurang 6misalnya puasa lama7, cairan
keluar yang banyak 6misalnya diare, muntah-muntah, fistula, obstruksi
usus dengan penumpukan cairan di lumen usus7.
c. !yok obstruktif 6gangguan kontraksi jantung akibat di luar jantung7
6a7 Tamponade jantung
6b7 #neumotorak
6c7 ,mboli paru.
d. !yok distributif 6berkurangnya tahanan pembuluh darah perifer7
6a7 !yok neurogenik
6b7 Cedera medula spinalis atau batang otak
6c7 !yok anafilaksis
6d7 8bat-obatan
6e7 !yok septik
6f7 ombinasi, misalnya pada sepsis bisa gagal jantung, hipovolemia, dan
rendahnya tahanan pembuluh darah perifer
2.". #anifestasi k!inis syok
-ejala dan tanda syok meliputi beberapa perubahan pada banyak organ,
diantaranya 0
/
Takikardia, tetapi beberapa kasus atau obat dapat menyebabkan terjadinya
bradikardia
Tekanan darah dapat meningkat pada a$al terjadinya syok karena adanya
peningkatan cardiac output, tapi akan menurun dengan cepat sejalan
dengan bertambah beratnya syok. Tapi bagaimanapun gejala yang paling
sering adalah hipotensi.
!usunan saraf pusat juga dapat terkena. 3danya perubahan kepribadian
yang berkembang menjadi gelisah biasa ditemukan dini pada kasus syok.
#ada syok tingkat lanjut akan timbul suatu confusion dan menjadi koma
#ada kardiovaskular, bila terjadi perubahan denyut jantung dan tekanan
darah, akan muncul gejala nyeri dada.
Takipnea, yang dapat mengarah pada distress pernafasan atau gagal nafas.
Masalah gastrointestinal akibat terhentinya perdarahan ke daerah ini,
menyebabkan usus tidak bekerja dan kembung atau terjadi perdarahan di
gastrointestinal. -ejalanya berupa nyeri abdomen, mual, muntah, atau
diare. 3danya hematemesis dan melena.
ulit menjadi pucat, dan dingin. Terjadinya sianosis.
Terjadi oliguria atau anuria pada syok tingkat lanjut.
2.$. Patofisio!o%i Ke&i!an%an Dara&
*
5espon dini terhadap kehilangan darah adalah kompensasi tubuh, sebagai
contoh adalah vasokonstriksi progresif dari kulit, otot dan sirkulasi viseral 6dalam
rongga perut7 untuk menjamin arus darah ke ginjal, jantung, dan otak. arena ada
cedera, respon terhadap berkurangnya volume darah yang akut adalah
peningkatan detak jantung sebagai usaha untuk menjaga output jantung. #elepasan
katekolamin-katekolamin endogen meningkatkan tahanan pembuluh : darah
perifer. %al ini akan meningkatkan tekanan darah diastolik dan mengurangi
tekanan nadi, tetapi hanya sedikit membantu peningkatan perfusi organ. %ormon-
hormon lain yang bersifat vasoaktif juga dilepaskan ke dalam sirkulasi se$aktu
terjadinya syok, termasuk histamin, bardikinin, beta endorfin, dan sejumlah besar
prostanoid dan sitokin-sitokin lain. !ubstansi ini berdampak besar pada
mikrosirkulasi dan permeabilitas pembuluh darah.
#ada syok perdarahan yang masih dini, mekanisme kompensasi sedikit
mengatur pengembalian darah 6venous return dengan cara kontraksi volume darah
di dalam sistem vena, hal mana tidak banyak membantu memperbaiki tekanan
sistemik. Cara yang paling efektif dalam memulihkan cardiac output dan perfusi
organ adalah dengan pengembalian darah ke batas normal dengan memperbaiki
volumenya.
#ada tingkat seluler, sel dengan perfusi dan oksigenasi tidak adekuat tidak
mendapat substrat esensial yang sangat diperlukan untuk metabolisme aerobik
normal dan produksi energi. #ada keadaan a$al terjadinya kompensasi dengan
berpindah ke metabolisme anaerobik, hal mana mengakibatkan pembentukan
asam laktat dan berkembangnya asidosis metabolik. (ila syoknya berkepanjangan
dan penyampaian substrat untuk pembentukan 3T# 6adenosine triphosphate7 tidak
memadai, maka membran sel tidak dapat lagi mempertahankan intergritasnya dan
gradien elektrik normal hilang.
'abe! 1. Pe(ba%ian syok &i)o*o!e(i ber+asarkan A'LS
elas ; elas ;; elas ;;; elas ;2
ehilangan darah
ehilangan darah
6< vol darah7
+enyut jantung
Tekanan sistolik
Tekanan nadi
Cappilary refill
5espirasi
)rin
!tatus mental
Terapi cairan
= /*> cc
? 1*<
= 1>>
@ormal
@ormal A B
@ormal
1'-">
? &>
!lightly
anCious
kristaloid
/*>-1>>> cc
1* : &> <
? 1>>
@ormal
Menurun
6D7
"> -&>
"> -&>
Mildly
anCious
kristaloid
1*>>-">>>cc
"> : '><
? 1">
Menurun
Menurun
6D7
&> : '>
* : "*
3nCious dan
confused
ristaloid
dan darah
? ">>> cc
? '><
? 1'>
Menurun
Menurun
6D7
= &*
3nuria
Confused
dan letargi
ristaloid
dan darah
BAB III
PENA'ALAKSANAAN SYOK
#enanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan
untuk memperbaiki perfusi jaringan9 memperbaiki oksigenasi tubuh9 dan
mempertahankan suhu tubuh. Tindakan ini tidak bergantung pada penyebab syok.
+iagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan pengobatan kausal.
!egera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi 3(C. 1alan
nafas 63 E air way7 harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa endotrakeal.
#ernafasan 6( E breathing7 harus terjamin, kalau perlu dengan memberikan
ventilasi buatan dan pemberian oksigen 1>><. +efisit volume peredaran darah 6C
E circulation7 pada syok hipovolemik sejati atau hipovolemia relatif 6syok septik,
syok neurogenik, dan syok anafilaktik7 harus diatasi dengan pemberian cairan
intravena dan bila perlu pemberian obat-obatan inotropik untuk mempertahankan
fungsi jantung atau obat vasokonstriktor untuk mengatasi vasodilatasi perifer.
!egera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat,
yang juga bisa merupakan penyebab syok. #ada syok septik, sumber sepsis harus
dicari dan ditanggulangi.
/
+iagnosis dan terapi syok harus dilakukan secara simultan. )ntuk hampir
semua penderita trauma, penanganan dilakukan seolah-olah penderita menderita
syok hipovolemi, kecuali bila ada bukti jelas bah$a keadaan syok disebabkan
oleh suatu etiologi yang bukan hipovolemi. #rinsip pengelolaan dasar yang harus
dipegang ialah menghentikan perdarahan dan mengganti kehilangan volume.
Prinsi) Dasar Penan%anan Syok

,
-
Tujuan utama pengobatan syok ialah melakukan penanganan a$al dan khusus
untuk0
- menstabilkan kondisi pasien,
- memperbaiki volume cairan sirkulasi darah,
- mengefisiensikan sistem sirkulasi darah.
!etelah pasien stabil tentukan penyebab syok.
&.1 'era)i Syok Se.ara U(/(
*
.1.1 Pe(eriksaan 0as(ani
#emeriksaan jasmani diarahkan kepada diagnosis cedera yang
mengancam ji$a dan meliputi penilaian dari 3(C+,. Mencatat tanda
vital a$al 6baseline recordings7 penting untuk memantau respon penderita
terhadap terapi. 4ang harus diperiksa adalah tanda-tanda vital, produksi
urin dan tingkat kesadaran. #emeriksaan penderita yang lebih rinci akan
menyusul bila keadaan penderita mengijinkan.
1. 3ir$ay dan (reathing
#rioritas pertama adalah menjamin air$ay yang paten dengan
cukupnya pertukaran ventilasi dan oksigenasi. +iberikan tambahan
oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen lebih dari F*<.
". !irkulasi : kontrol perdarahan
Termasuk dalam prioritas adalah mengendalikan perdarahan yang
jelas terlihat, memperoleh akses intravena yang cukup, dan menilai
perfusi jaringan. #erdarahan dari luka luar biasanya dapat
dikendalikan dengan tekanan langsung pada tempat perdarahan.
Cukupnya perfusi jaringan menentukan jumlah cairan resusitasi
yang diperlukan. Mungkin diperlukan operasi untuk dapat
mengendalikan perdarahan internal.
&. +isability : pemeriksaan neurologi
+ilakukan pemeriksaan neurologi singkat untuk menentukan
tingkat kesadaran, pergerakan mata dan respon pupil, fungsi
motorik dan sensorik. ;nformasi ini bermanfaat dalam menilai
perfusi otak, mengikuti perkembangan kelainan neurologi dan
meramalkan pemulihan. #erubahan fungsi sistem saraf sentral tidak
selalu disebabkan cedera intrakranial tetapi mungkin
mencerminkan perfusi otak yang kurang. #emulihan perfusi dan
oksigenasi otak harus dicapai sebelum penemuan tersebut dapat
dianggap berasal dari cedera intrakranial.
'. ,Cposure : pemeriksaan lengkap
!etelah mengurus prioritas-prioritas untuk menyelamatkan
ji$anya, penderita harus ditelanjangi dan diperiksa dari Gubun-
ubun sampai ke jari kakiH sebagai bagian dari mencari cedera. (ila
menelanjangi penderita, sangat penting mencegah hipotermia.
*. +ilatasi lambung : dekompresi
+ilatasi lambung serikali terjadi pada penderita trauma, khususnya
pada anak-anak dan dapat mengakibatkan hipotensi atau disritmia
jantung yang tidak dapat diterangkan, biasanya berupa bradikardi
dari stimulasi saraf vagus yang berlebihan. +istensi lambung
membuat terapi syok menjadi sulit. #ada penderita yang tidak
sadar, distensi lambung membesarkan resiko aspirasi isi lambung,
ini merupakan suatu komplikasi yang bisa menjadi fatal.
+ekompresi lambung dilakukan dengan memasukkan selang A pipa
ke dalam perut melalui hidung atau mulut dan memasangnya pada
penyedot untuk mengeluarkan isi lambung. @amun, $alaupun
penempatan pipa sudah baik, masih mungkin terjadi aspirasi.
.. #emasangan kateter urin
ateterisasi kandung kencing memudahkan penilaian urin akan
adanya hematuria dan evaluasi dari perfusi ginjal dengan
memantau produksi urin.
.1.2 Akses Pe(b/!/& Dara&
%arus segera dapat akses ke sistem pembuluh darah. ;ni paling
baik dilakukan dengan memasukkan dua kateter intravena ukuran besar
6minimal 1. -auge7 sebelum dipertimbangkan jalur vena sentral.
ecepatan aliran berbanding lurus dengan empat kali radius kanul, dan
berbanding terbalik dengan panjangnya 6%ukum #oiseuille7. arena itu
maka lebih baik kateter pendek dan kaliber besar agar dapat memasukkan
cairan dalam jumlah besar dengan cepat.
Tempat yang terbaik untuk jalur intravena bagi orang de$asa
adalah lengan ba$ah atau pembuluh darah lengan ba$ah. alau keadaan
tidak memungkinkan penggunaan pembuluh darah perifer, maka
digunakan akses pembuluh sentral 6vena-vena femoralis, jugularis atau
vena subclavia dengan kateter besar7 dengan menggunakan teknik
!eldinger atau melakukan vena seksi pada vena safena di kaki, tergantung
tingkat ketrampilan dan pengalaman dokternya. !eringkali akses vena
sentral di dalam situasi ga$at darurat ditak dapat dilaksanakan dengan
sempurna ataupun tidak seratus persen steril, karena itu bila keadaan
penderita sudah memungkinkan, maka jalur vena sentral ini harus diubah
atau diperbaiki.
1uga harus dipertimbangkan potensi untuk komplikasi yang serius
sehubungan dengan usaha penempatan kateter vena sentral, yaitu
pneumotoraks atau hemotoraks, pada penderita yang saat itu mungkin
sudah tidak stabil.
#ada anak-anak diba$ah . tahun, teknik penempatan jarum
intraosseus harus dicoba sebelum menggunakan jalur vena sentral. Iaktor
penentu yang penting untuk memilih prosedur atau caranya adalah
pengalaman dan tingkat ketrampilan dokternya.
alau kateter intravena telah terpasang, diambil contoh darah
untuk jenis dan crossmatch, pemeriksaan laboratorium yang sesuai,
pemeriksaan toksikologi, dan tes kehamilan pada $anita usia subur.
3nalisis gas darah arteri juga harus dilakukan pada saat ini. Ioto toraks
harus diambil setelah pemasangan C2# pada vena subklavia atau vena
jugularis interna untuk mengetahui posisinya dan penilaian kemungkinan
terjadinya pneumo- atau hemotoraks
.1. 'era)i A1a! 2airan
Jarutan elektrolit isotonik digunakan untuk resusitasi a$al. 1enis cairan ini
mengisi intravaskuler dalam $aktu singkat dan juga menstabilkan volume
vaskuler dengan cara menggantikan kehilangan cairan berikutnya ke
dalam ruang interstitial dan intraseluler. Jarutan 5inger Jaktat adalah
cairan pilihan pertama. @aCl fisiologis adalah pilihan kedua. Kalaupun
@aCl fisiologis merupakan cairan pengganti yang baik namun cairan ini
memiliki potensi untuk terjadinya asidosis hiperkhloremik. emungkinan
ini bertambah besar bila fungsi ginjalnya kurang baik.
1umlah cairan dan darah yang diperlukan untuk resusitasi sukar
diramalkan pada evaluasi a$al penderita. #ada tabel 1, dapat dilihat cara
menentukan jumlah cairan dan darah yang mungkin diperlukan oleh
penderita. #erhitungan kasar untuk jumlah total volume kristaloid yang
secara akut diperlukan adalah mengganti setiap mililiter darah yang hilang
dengan & ml cairan kristaloid, sehingga memungkinkan resusitasi volume
plasma yang hilang ke dalam ruang interstitial dan intraseluler. ;ni dikenal
dengan sebagai hukum G& untuk 1H. @amun, lebih penting untuk menilai
respon penderita kepada resusitasi cairan dan bukti perfusi dan oksigenasi
end-organ yang memadai, misalnya keluaran urin, tingkat kesadaran dan
perfusi perifer. (ila, se$aktu resusitasi, jumlah cairan yang diperlukan
untuk memulihkan atau mempertahankan perfusi organ jauh melebihi
perkiraan tersebut, maka diperlukan penilaian ulang yang teliti dan perlu
mencari cedera yang belum diketahui atau penyebab lain untuk syoknya.
.2 'era)i Ka/sa!
.2.1 Syok Hi)o*o!e(ik
#erdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien
trauma, baik oleh karena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak
terlihat. #erdarahan yang terlihat, perdarahan dari luka, atau hematemesis dari
tukak lambung. #erdarahan yang tidak terlihat, misalnya perdarahan dari saluran
cerna, seperti tukak duodenum, cedera limpa, kehamilan di luar uterus, patah
tulang pelvis, dan patah tulang besar atau majemuk.
#ada syok hipovolemik, jantung akan tetap sehat dan kuat, kecuali jika
miokard sudah mengalami hipoksia karena perfusi yang sangat berkurang.
5espons tubuh terhadap perdarahan bergantung pada volume, kecepatan, dan lama
perdarahan. (ila volume intravaskular berkurang, tubuh akan selalu berusaha
untuk mempertahankan perfusi organ-organ vital 6jantung dan otak7 dengan
mengorbankan perfusi organ lain seperti ginjal, hati, dan kulit. 3kan terjadi
perubahan-perubahan hormonal melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron,
sistem 3+%, dan sistem saraf simpatis. Cairan interstitial akan masuk ke dalam
pembuluh darah untuk mengembalikan volume intravaskular, dengan akibat
terjadi hemodilusi 6dilusi plasma protein dan hematokrit7 dan dehidrasi
interstitial.
L

+engan demikian, tujuan utama dalam mengatasi syok perdarahan adalah
menormalkan kembali volume intravaskular dan interstitial. (ila defisit volume
intravaskular hanya dikoreksi dengan memberikan darah maka masih tetap terjadi
defisit interstitial, dengan akibat tanda-tanda vital yang masih belum stabil dan
produksi urin yang kurang.
L
#engembalian volume plasma dan interstitial ini
hanya mungkin bila diberikan kombinasi cairan koloid 6darah, plasma, deCtran,
dsb7 dan cairan garam seimbang. (ila telah jelas ada peningkatan isi nadi dan
tekanan darah, infus harus dilambatkan. (ahaya infus yang cepat adalah udem
paru, terutama pasien tua. #erhatian harus ditujukan agar jangan sampai terjadi
kelebihan cairan
.2 E*a!/asi 3es/sitasi 2airan +an Perf/si Or%an
*
.2.1 U(/(
Tanda-tanda dan gejala-gejala perfusi yang tidak memadai, yang
digunakan untuk diagnosis syok, dapat juga digunakan untuk menentukan respon
penderita. #ulihnya tekanan darah ke normal, tekanan nadi dan denyut nadi
merupakan tanda positif yang menandakan bah$a perfusi sedang kembali ke
normal. Kalaupun begitu, pengamatan tersebut tidak memberi informasi tentang
perfusi organ. #erbaikan pada status sistem saraf sentral dan peredaran kulit
adalah bukti penting mengenai peningkatan perfusi, tetapi kuantitasnya sukar
ditentukan.
1umlah produksi urin merupakan indikator yang cukup sensitif untuk
perfusi ginjal. #roduksi urin yang normal pada umumnya menandakan aliran
darah ginjal yan cukup, bila tidak dimodifikasi oleh pemberian obat diuretik.
!ebab itu, keluaran urin merupakan salah satu dari pemantau utama resusitasi dan
respon penderita. #erubahan pada tekanan vena sentral dapat memberikan
informasi yang berguna, dan risiko pemasangan jalur vena sentral harus diambil
bila kasusnya rumit. (ila diperlukan indeks tekanan pengisian jantung, maka
pengukuran tekanan vena sentral cukup baik untuk kebanyakan kasus.
.2.2 Pro+/ksi Urin
+alam batas tertentu, produksi urin dapat digunakan sebagai pemantau
aliran darah ginjal. #enggantian volume yang memadai seharusnya menghasilkan
keluaran urin sekitar >,* mlAkgAjam pada orang de$asa, 1 mlAkgA jam pada anak-
anak dan " mlAkgAjam untuk bayi 6diba$ah umur 1 tahun7. (ila kurang, atau
makin turunnya produksi urin dengan berat jenis yang naik, maka ini menandakan
resusitasi yang tidak cukup. eadaan ini menuntut ditambahnya penggantian
volume dan usaha diagnostik.
.2. Kesei(ban%an Asa( Basa
#enderita syok hipovolemik dini akan mengalami alkalosis pernafasan
karena takhipnea. 3lkalosis respiratorik seringkali disusul dengan asidosis
metabolik ringan dalam tahap syok dini dan tidak perlu diterapi. 3sidosis
metabolik yang berat dapat terjadi pada syok yang sudah lama, atau akibat syok
berat. 3sidosis metabolik terjadi karena metabolisme anaerobik akibat perfusi
jaringan yang kurang dan produksi asam laktat. 3sidosis yang persisten biasanya
akibat resusitasi yang tidak adekuat atau kehilangan darah terus menerus dan pada
penderita syok normothermik harus diobati dengan cairan, darah, dan
dipertimbangkan intervensi operasi untuk mengendalikan perdarahan. +efisit basa
yang diperoleh dari analisa gas darah arteri dapat berguna dalam memperkirakan
beratnya defisit perfusi yang akut. 1angan gunakan sodium bikarbonat secara rutin
untuk mengobati asidosis metabolik sekunder pada syok hipovolemik.
. Ke)/t/san 'era)e/tis Ber+asarkan 3es)on Ke)a+a 3es/sitasi 2airan
A1a!
$
5espon penderita kepada resusitasi cairan a$al merupakan kunci untuk
menentukan terapi berikutnya. !etelah membuat diagnosis dan rencana sementara
berdasarkan evaluasi a$al dari penderita, dokter sekarang dapat mengubah
pengelolaannya berdasarkan respon penderita pada resusitasi cairan a$al.
3dalah penting untuk membedakan hemodinamis stabil dari orang yang
hemodinamis normal. #enderita yang hemodinamis stabil mungkin tetap ada
takhikardi, takhipnea dan oligouri dan jelas masih tetap kurang diresusitasi dan
masih syok. !ebaliknya penderita yang hemodinamis normal adalah yang tidak
menunjukkan tanda perfusi jaringan yang kurang memadai.
#ola respon yang potensial dapat dibahas dalam tiga kelompok 0 respon
cepat, respon sementara dan respon minimum atau tidak ada pada pemberian
cairan.
3. 5espon cepat
#enderita kelompok ini cepat memberi respon kepada bolus cairan a$al
dan tetap hemodinamis normal kalau bolus cairan a$al selesai dan cairan
kemudian diperlambat sampai kecepatan maintanance. #enderita seperti ini
biasanya kehilangan volume darah minimum 6kurang dari "><7. )ntuk kelompok
ini tidak ada indikasi bolus cairan tambahan atau pemberian darah lebih lanjut.
1enis darahnya dan crossmatch nya harus tetap dikerjakan. onsultasi dan
evaluasi pembedahan diperlukan selama penilaian dan terapi a$al, karena
intervensi operatif mungkin masih diperlukan.
(. 5espon sementara 6transient7
!ebagian besar penderita akan berespon terhadap pemberian cairan, namun
bila tetesan diperlambat, hemodinamik penderita menurun kembali karena
kehilangan darah yang masih berlangsung, atau resusitasi yang tidak cukup.
1umlah kehilangan darah pada kelompok ini harus diteruskan, demikian pula
pemberian darah. 5espon terhadap pemberian darah menentukan penderita mana
yang memerlukan operasi segera.
C. 5espon minimal atau tanpa respon
Kalaupun sudah diberikan cairan dan darah cukup, tatap tanpa respon, ini
menandakan perlunya operasi sangat segera. Kalaupun sangat jarang, namun
harus tetap di$aspadai kemungkinan syok non-hemoragik seperti tamponade
jantung atau kontusio miokard.
emungkinan adanya syok non-hemoragik harus selalu diingat pada
kelompok ini. #emasangan C2# atau echocardiografi emergensi dapat membantu
membedakan kedua kelompok ini.
Tabel " 5espon Terhadap #emberian Cairan 3$al
*
5espon cepat 5espon sementara Tanpa respon
Tanda 2ital embali ke normal #erbaikan
sementara, tensi
dan nadi kembali
turun
Tetap abnormal
+ugaan
kehilangan darah
Minimal 61>-"><7 !edang, masih ada
6"> : '><7
(erat 6 ? '><7
ebutuhan
kristaloid
!edikit (anyak (anyak
ebutuhan darah !edikit !edang-banyak !egera
#ersiapan darah Type specific dan
crossmatch
Type specific ,mergensi
8perasi Mungkin !angat mungkin %ampir pasti
ehadiran dini
ahli bedah
#erlu #erlu #erlu
." 2airan Pen%%anti
.".1 2airan Krista!oi+
Cairan kristaloid sebagai cairan pengganti0
- onsentrasi natrium sama dengan plasma
- Tidak dapat memasuki sel karena membran sel tidak permeabel
terhadap natrium
- +apat masuk ke ruang ekstraselular
+iperlukan volume cairan kristaloid sekurangnya & kali volume yang hilang untuk
mempertahankan volume intravaskular.
.".2 2airan Ko!oi+
Jarutan koloid terdiri dari suspensi partikel-partikel yang lebih besar
dibandingkan dengan kristaloid. oloid cenderung untuk bertahan dalam darah
dan akan menyerupai protein plasma untuk menajga atau meningkatkan tekanan
onkotik koloid darah.
oloid biasanya diberikan dengan volume sesuai dengan jumlah darah yang
hilang. #ada banyak kondisi dimana permeabilitas kapiler meningkat 6pada
trauma dan sepsis7 kebocoran sirkulasi akan terjadi dan infus tambahan
dibutuhkan untuk menjaga volume darah.
.". 'ransf/si Dara&
*
Pe(berian +ara& packed cell *s +ara& biasa
+apat diberikan darah biasa maupun packed cell. )ntuk mendapatkan
hasil maksimal dari darah, bank darah berusaha untuk pemberian terapi
komponen darah 6packed cell, trombosit, fresh frozen plasma, dll7. Tujuan utama
transfusi darah adalah memperbaiki kemampuan mengangkut oksigen dari volume
darah. #erbaikan volume darah dapat dicapai dengan pemberian kristaloid, dengan
keuntungan tambahan bah$a volume interseluler dan intraseluler terkoreksi.
.$ 4aso)ressors +an Inotro)ik
(ermacam vasopressor dan agen inotropik dapat digunakan dalam
menanggulangi keadaan akut penderita syok.
1. +opamin
+opamine adalah inotropik atau vasopressor yang sering digunakan. #ada
dosis rendah 6"-& MgAkgAmenit7, dopamin memiliki efek inotropik dan
kronotropik. #ada rentang dosis ini, dopamine berpean pada reseptor
dopaminergik di ginjal dan dapat meningkatkan renal blood flo$. #ada dosis
intermediate 6'-1> MgAkgAmenit7, dopamine terutama memiliki efek inotropik
dan kehilangan efeknya pada ginjal. #ada dosis tinggi N "* MgAkgAmenit,
dopamine biasanya tidak memberikan keuntungan dibandingkan norepinefrin.
". +obutamin
+obutamin adalah agonis O-adrenergik. +osis yang digunakan *-">
MgAkgAmenit, dobutamin merupakan inotropik potensial dan berhubungan
dengan peningkatan kardiak output. Tekanan darah arterial dapat tidak
berubah atau meningkat sedikit. #enggunaan dobutamin harus diberikan
secara hati-hati pada pasien hipotensi.
&. @orepinefrin
@orepinefrin adalah agen potensial P-adrenergik. @orepinefrin juga
memiliki efek O-adrenergik, inotropik dan kronotropik. #ada orang de$asa,
rentang dosis norepinefrin di mulia dari >,>* MgAkgAmenit dan dititrasi sesuai
efek yang diinginkan. ombinasi epinefrin dengan dopamin dosis rendah
untuk memperbaiki renal blood flo$ biasa digunakan, $alaupun belum ada
terbukti secara klinis.
1. ,pinefrin
,pinefrin memiliki efek P-adrenergik dan O-adrenergik. ,pinefrin juga
merupakan inotropik dan kronotropik yang potensial. +osis dimulai dari >,1
MgAkgAmenit dan dapat dititrasi sesuai efek yang diinginkan.
DAF'A3 PUS'AKA
1. -uyton 3C, %all 1 3. Iisiologi edokteran, ,disi F. 1akarta0 ,-C.1FF/.
". Jatief, !aid 3. #etujuk #raktis 3nestesiologi, ,disi edua. 1akarta 0
(agian 3nestesiologi dan Terapi ;ntensif Iakultas edokteran )niversitas
;ndonesia. ">>1.
&. #rice !ilvia 3, Kilson Jorraine M. #atofisiologi onsep linis #roses
#enyakit, ,disi '. 1akarta0 ,-C,1FF'0 "L&-"F*.
'. (runicardi Charles I, et all. !ch$artzQs #rinciples of !urgery, Lth ,dition.
The Mc-ra$-%ill Companies ;nc, ">>*0Chapter '
*. 3dvanced Trauma Jife !upport untuk dokter. 3merican College of
!urgeons Committee 8n Trauma. Iirst ;mpression, 1FF/
.. +eCherney 3lan %, @athan Jauren. Jange Current 8bstetri and
-ynecology +iagnosis and Treatment, Fth ,dition. The Mc-ra$-%ill Companies
;nc, ">>&
/. %art 1acRueline 3. !hock. $$$.nlm.nih.govAmedlineplusAency. ">>'
L. 3z 5ifki. !yok dan #enanggulangannya. JabA!MI 3nestesiologi
I)3A5!)# +r. M. +jamil, #adang