Anda di halaman 1dari 1

DISKUSI

1. Apakah peranan aerasi dalam pembuatan tempe?


Aerasi mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan kapang Rhizopus
oligosporus. Jamur ini tumbuh baik di satu tempat saja (tidak merata) bila aerasi
kurang. Sebaliknya, jika oksigen terlalu banyak akan memacu terjadinya sporulasi
yang mengakibatkan bercak hitam pada tempe. Oleh karena itu, pada pembungkus
tempe biasanya dilakukan penusukan dengan menggunakan lidi yang bertujuan
agar oksigen dapat masuk dalam bahan tempe sehingga oksigen dapat tercukupi,
tidak berlebihan.
2. Jelaskan perubahan-perubahan fisika dan kimiawi yang terjadi dalam proses
pembuatan tempe!
Jawab : Pada proses pembuatan tempe terdapat perubahan-perubahan fisika dan
kimia, yakni pada saat proses pemeraman didiamkan hingga 24 jam, tanpa
terkena cahaya matahari. Pada saat inilah terjadi perubahan kimia salah satu
contohnya terjadi reaksi fermentasi (fermentasi secara umum : C
6
H
12
O
6

2C
2
H
5
OH + 2CO
2
+ 2 ATP). Reaksi fisika yang terjadi pada proses pembuatan
tempe adalah pada saat inkubasi. Pada saat itu terjadilah reaksi fermentasi. Proses
fermentasi yang dilakukan oleh jamur Rhizopus sp menghasilkan energi. Energi
tersebut sebagian ada yang dilepaskan oleh jamur Rhizopus sp sebagai energi
panas. Energi panas itulah yang menyebabkan perubahan suhu selama proses
inkubasi tempe, kita ketahui bahwa Rhizopus oligosporus termasuk dalam jenis
fungi berfilamen sehingga disebut juga kapang ( mold ) Rhizopus oligosporus.
Kapang ini digunakan dalam pembuatan tempe melalui fermentasi dengan
bahan dasar kedelai.