Anda di halaman 1dari 122

1

AKUNTANSI PAJAK
PENGHASILAN
Godang P. Panjaitan
Banjarmasin, 17 Februari 2007


2


01 Dasar-dasar
02 Pajak kini
03 Rekonsiliasi fiskal
04 Menghitung pajak tangguhan
05 Ilustrasi: beda temporer penyusutan dan SGU
06 Ilustrasi: beda temporer dan beda tetap
07 Ilustrasi: pajak tangguhan dari rugi fiskal
08 Penilaian kembali aktiva pajak tangguhan
09 PPh Final dan lain-lain
10 Pengukuran dan penyajian

3
Agenda Hari Ini


4
Pajak Tangguhan ???


IAI, PSAK No. 46: Akuntansi Pajak Penghasilan.
IAI, Modul Akuntansi Pajak Penghasilan
Intermediate Accounting, 11th ed.,Kieso, Weygandt,
and Warfield
Accounting, 21st Edition, Warren Reeve Fess


5
Daftar Pustaka


6
Terima Kasih


7


DASAR-DASAR


8
1. Mengakui beban atau kewajiban
pajak penghasilan berdasarkan
laba fiskal (SPT).
2. Mengakui beban atau kewajiban
pajak penghasilan berdasarkan
laba akuntansi dan selisihnya
dengan beban pajak menurut
SPT dicatat sebagai pajak
penghasilan yang ditangguhkan
dalam kelompok aktiva lain-lain
yang selanjutnya dialokasikan
pada beban pajak tahun-tahun
mendatang.
Bagaimana menghitung pajak
penghasilan sebelum PSAK 46?
Memilih salah satu dari dua metode berikut:


9
Apakah laba akuntansi sama
dengan laba fiskal ?


10
Topik Utama
Akuntansi Pajak Penghasilan
Bagaimana mempertanggungjawakan konsekuensi pajak pada periode
berjalan dan periode mendatang?
Pajak kini
Pajak
tangguhan


11

Pengertian Dasar
Pajak kini= Pajak terutang (tax payable) atas penghasilan
kena pajak dalam satu periode
Beban pajak = Beban/penghasilan pajak (tax expense/
income) yang diakui dalam laporan keuangan
Beban pajak = Pajak kini + Pajak tangguhan


12


Pajak Kini


13
Ilustrasi
Formulir SPT PPh Badan


14
Pajak Kini
Apr. 15 Pajak dibayar di muka PPh Ps. 25 2 juta
Mencatat pembayaran angsuran
PPh Pasal 25 bulan April
Kas 2 juta
15 April, Perusahaan membayar angsuran
pajak PPh Pasal 25 sebesar Rp2 juta


15
Pajak Kini
Sesuai SPT pajak terhutang tahun ini Rp
45 juta, sebelumnya Perusahaan telah
mencicil Rp 26 juta


16
Pajak Kini
Pajak Dibayar di Muka
PPh Psl. 22 2.500 PPh Badan 45.000
PPh Psl. 23 7.500
PPh Psl. 25 14.000
Fiskal LN 2.000
26.000
PPh Psl. 29 19.000
45.000 45.000
Dr: Beban pajak kini 45.000
Cr: Pajak dibayar di muka - PPh Psl. 22 2.500
Cr: Pajak dibayar di muka - PPh Psl. 23 7.500
Cr: Pajak dibayar di muka - PPh Psl. 25 14.000
Cr: Pajak dibayar di muka - Fiskal LN 2.000
Cr: Hutang PPh Psl. 29 19.000


17
Jenis Pajak Kini
Objek Tarif Tatacara .
1. Psal 4 (2) Penghasilan Macam2 Pemotongan
2. Pasal 22 Transaksi Macam2 Pungut
3. Pasal 23 Penghasilan Macam2 Pemotongan
4. Pasal 24 Penghasilan LN/Max Ps. 17 LN
5. Pasal 25/29 Penghasilan Ps. 17 Pungut & ST



18


Rekonsiliasi Fiskal


19
Bagan Rekonsiliasi Fiskal
Dokumen
Sumber
Jurnal
transaksi
Buku Besar
Laporan
Keuangan
(Laba Rugi)
Rekonsiliasi
Fiskal
SPT Tahunan
PPh Badan
Neraca saldo
Koreksi Fiskal
Perbedaan temporer
(koreksi positif/negatif)
Perbedaan permanen
(koreksi positif/negatif)
PSAK 46


20
Pengertian Beda Temporer
penyisihan/akrual vs realisasi
penyusutan dan amortisasi;
aktiva sewa guna usaha dengan hak opsi vs sewa menyewa biasa.

Perbedaan yang timbul sebagai akibat perbedaan waktu dan metode
pengakuan penghasilan dan beban tertentu menurut akuntansi dan fiskal.
GAAP
VS
Beda temporer tidak mengubah atau mengurangi jumlah pajak yang dibayar
tetapi hanya mempengaruhi kapan waktunya pajak dibayar. Jenis beda
temporer, yaitu:


21
Saldo menurun ganda
(penyusutan fiskal)
Garis lurus
(penyusutan akuntansi)
Beda Temporer
Total


22
Contoh: Pembayaran
kas di depan
Ketika
Menjadi Hak
Ketika
Diterima
Pengakuan
Pendapatan
Beda Temporer
Pengakuan Pendapatan
Laporan
Keuangan
Laporan
Fiskal (SPT)
Akui Nanti Akui Sekarang


23
Kurangkan Sekarang Kurangkan Nanti




Kurangkan Perlahan Kurangkan Cepat
Contoh: Beban
jaminan/garansi
Ketika
Ditaksir
Ketika
Dibayar
Laporan
Keuangan
Laporan
Fiskal (SPT)
Contoh: Penyusutan
aktiva
Metode
Garis Lurus
Metode
SMG
Beban yang
dikurangkan
Beda Temporer
Pengakuan Beban


24
Pengertian Beda Tetap
Pendapatan/
beban
dicatat di
buku (akuntansi)
tapi tdk dicatat
di SPT (fiskal)
Pendapatan/
beban
tidak pernah
dicatat di buku
tapi dicatat
di SPT (fiskal)
Tidak ada pajak tangguhan
dari beda tetap


25
Penghasilan yang telah
dipotong PPh Final;
Penghasilan yang bukan
merupakan objek pajak;
Pengeluaran yang termasuk
dalam non deductible
expenses (Pasal 9 ayat 1
UU PPh);
Pengeluaran yang tidak
termasuk dalam deductible
expenses (Pasal 6 ayat 1
UU PPh).

Jenis Beda Tetap


26
Tabel Rekonsiliasi Fiskal
Komersial Beda Tetap Beda
Sementara
Fiskal
Penjualan 1.125.000 1.125.000
Harga pokok penjualan (750.000) 10.000 (5.000) (745.000)
Laba kotor 375.000 380.000
Beban penjualan, umum,
dan administrasi

(190.000)

20.000

(10.000)

(180.000)
Laba usaha 185.000 200.000
Beban lain-lain (55.000) 5.000 (50.000)
Laba sebelum pajak 130.000 35.000 (15.000) 150.000
Pajak kini (30%) (45.000)
Pajak tangguhan (30%) (4.500)
Beban pajak (49.500)
Laba bersih


27

Menghitung pajak
tangguhan


28
Kalau, prinsip akuntansi (GAAP) = peraturan pajak,
maka beban pajak = jumlah pajak terhutang, sehingga
tidak ada pajak tangguhan.
Pajak tangguhan berasal dari (1) beda temporer dan (2)
rugi fiskal yang dikompensasikan ke masa yg akan datang.
Tetapi, karena beban pajak dihitung berdasarkan laba
sebelum pajak (GAAP), sehingga beban pajak # jumlah
pajak terhutang, akibatnya muncul pajak tangguhan.

Aturan Dasar


29
Beda Temporer Nilai Buku Akuntansi dengan Pajak
Beda temporer kena pajak
(taxable temporary differences)
Menimbulkan suatu jumlah kena
pajak dalam penghitungan laba
fiskal periode mendatang
Kewajiban Pajak Tangguhan
Beda temporer yg boleh dikurangkan
(deductible temporary differences)
Menimbulkan suatu jumlah yang boleh
dikurangkan dalam penghitungan laba
fiskal periode mendatang
Aktiva Pajak Tangguhan
Pajak Tangguhan
dari Beda Temporer


30
Nilai menurut Akuntansi Nilai menurut Pajak
Lebih
besar
Beda temporer
kena pajak
Beda temporer yg boleh
dikurangkan
Kewajiban
pajak tangguhan
(DTL)
Aktiva pajak
tangguhan
(DTA)
Ya Tidak
tarif pajak tarif pajak
Nilai Buku Aktiva
Akuntansi VS Pajak


31
Nilai menurut Akuntansi Nilai menurut Pajak
Lebih
besar
Beda temporer yg boleh
dikurangkan
Beda temporer
kena pajak
Aktiva pajak
tangguhan
(DTA)
Kewajiban pajak
tangguhan
(DTL)
Ya Tidak
tarif pajak tarif pajak
Nilai Buku Kewajiban
Akuntansi VS Pajak


32


Ilustrasi: Beda Temporer
Penyusutan dan SGU


33
Beda Temporer
Penyusutan
Akuntansi:
Dialokasikan secara sistematis sepanjang masa manfaatnya. Metode penyusutan
harus mencerminkan pola pemanfaatan keekonomian aktiva oleh perusahaan.

Fiskal:
Sesuai dengan peraturan pajak.
Kelompok Harta
Berwujud
Masa
Manfaat
Tarif penyusutan
Metode garis lurus
Metode saldo
menurun
I. Bukan bangunan
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%
II. Bangunan
Permanen 20 tahun 5%
Tidak Permanen 10 tahun 10%


34
Beda Temporer
Amortisasi
Akuntansi:
Dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa
manfaatnya. Pada umumnya tidak akan melebihi 20 tahun sejak tanggal
aktiva siap digunakan.

Fiskal:
Sesuai dengan peraturan pajak.
Kelompok Harta
Tak Berwujud
Masa
Manfaat
Tarif penyusutan
Metode garis lurus
Metode saldo
menurun
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%


35
PT XYZ melaporkan laba akuntansinya sebesar
Rp400.000 setiap tahun mulai 2003-2006
sedangkan penghasilan kena pajaknya sebesar
Rp200.000 untuk tahun 2003-2005 dan
Rp1.000.000 untuk 2006.

Perbedaan antara akuntansi dan fiskal hanya
disebabkan penyusutan aktiva tetap komputer.
Secara akuntansi PT XYZ menyusutkan
komputer (nilai perolehan Rp2.400.000)
berdasarkan metode garis lurus tanpa nilai
residu dengan masa manfaat 4 tahun. Secara
fiskal metode penyusutannya juga garis lurus
tanpa nilai residu dengan masa manfaat 3
tahun.

Ilustrasi 1 - 1
Ditanya:
Hitunglah beban pajak yang dilaporkan
menurut laba akuntansi dan laba fiskal?
Berapakah beban pajak yang seharusnya
diakui pada laporan keuangan?


36
PT XYZ
BEBAN PAJAK - LABA AKUNTANSI KOMPARATIF 2003-2006
(dalam Rupiah)
2003 2004 2005 2006 Total
Pendapatan 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Beban usaha (600.000) (600.000) (600.000) (600.000)
Laba akuntansi 400.000 400.000 400.000 400.000 1.600.000
Beban pajak (30%) 120.000 120.000 120.000 120.000 480.000
PT MBR
BEBAN PAJAK LABA FISKAL KOMPARATIF 2003-2006
(dalam Rupiah)
2003 2004 2005 2006 Total
Pendapatan 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Beban usaha (800.000) (800.000) (800.000) 0
Penghasilan kena pajak 200.000 200.000 200.000 1.000.000 1.600.000
Beban pajak (30%) 60.000 60.000 60.000 300.000 480.000
Ilustrasi 1 - 2


37
PT XYZ
Beban PPh (Akuntansi) VS Hutang PPh (SPT)
(dalam Rupiah)
2001 2002 2003 2004 Total
Beban PPh (30%) 120.000 120.000 120.000 120.000 480.000
Hutang PPh (30%) 60.000 60.000 60.000 300.000 480.000
Selisih 60.000 60.000 60.000 (180.000) 0
PT XYZ
Pajak Kini dan Tangguhan
(dalam Rupiah)
2003 2004 2005 2006 Total
Beban pajak kini 60.000 60.000 60.000 300.000 480.000
Beban/(pendapatan)
pajak tangguhan
60.000 60.000 60.000 (180.000) -
Beban pajak 120.000 120.000 120.000 120.000 480.0000
Saldo hutang pajak
tangguhan
60.000 120.000 180.000 - -
Ilustrasi 1 - 3


38
Beda Temporer
Sewa guna usaha dengan hak opsi VS sewa
Akuntansi:
Transaksi SGU dicatat sebagai aktiva tetap dan
kewajiban pada awal masa SGU sebesar nilai
tunai dari seluruh pembayaran ditambah nilai sisa
(harga opsi) yang harus dibayar oleh penyewa
guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha.

Selama masa SGU setiap pembayaran
dialokasikan dan dicatat sebagai angsuran pokok
dan beban bunga berdasarkan tingkat bunga yang
diperhitungkan terhadap sisa kewajiban.

Fiskal:
Transaksi SGU diperlakukan sebagai sewa-
menyewa biasa sampai dengan penyewa guna
usaha melaksanakan hak opsinya.

Seluruh pembayaran selama masa SGU dicatat
sebagai beban sewa. Penyewa guna usaha tidak
boleh menyusutkan aktiva tetap tersebut sampai
dengan pelaksanaan hak opsi.


39
PT SAY membeli kendaraan dengan nilai Rp10.000 dengan cara sewa guna usaha untuk masa 3
tahun dengan hak opsi untuk memiliki pada akhir masa sewa guna usaha. Jadwal angsuran
selama masa sewa guna usaha adalah:
Ilustrasi 2 - 1
Angs. Pokok Bunga Jumlah Saldo Pokok
- - - - 10.000
1 3.500 1.000 4.500 6.500
2 3.850 650 4.500 2.650
3 2.650 265 2.915 -
Aktiva tetap tersebut mempunyai umur ekonomis 4 tahun dan disusutkan
dengan metode garis lurus tanpa nilai sisa. PT SAY memperoleh pendapatan
dari penggunaan aktiva tersebut sebesar Rp10.000 per tahun dan
mengeluarkan tambahan biaya lain sebesar Rp1.500 per tahun.

Diminta:



Hitunglah untuk seluruh tahun beban pajak menurut akuntansi dan SPT
PPh Badan?
Buatlah rekonsiliasi fiskal untuk seluruh tahun?
Buatlah ayat jurnal untuk seluruh tahun atas pengakuan pajak kini dan
pajak tangguhan?


40
Ilustrasi 2 - 2
PT SAY
LABA AKUNTANSI KOMPARATIF 20X1-20X4
20X1 20X2 20X3 20X4 Total
Pendapatan 10.000 10.000 10.000 10.000 40.000
Penyusutan (2.500) (2.500) (2.500) (2.500) (10.000)
Beban bunga (1.000) (650) (265) - (1.915)
Beban lain (1.500) (1.500) (1.500) (1.500) (6.000)
Laba sebelum pajak
(akuntansi)
5.000 5.350 5.735 6.000 22.085
Beban PPh (30%) 1.500 1.605 1.720 1.800 6.625
PT SAY
PENGHASILAN KENA PAJAK KOMPARATIF 20X1-20X4
20X1 20X2 20X3 20X4 Total
Pendapatan 10.000 10.000 10.000 10.000 40.000
Penyusutan - - - (2.650) (2.650)
Beban sewa (4.500) (4.500) (265) - (9.265)
Beban lain (1.500) (1.500) (1.500) (1.500) (6.000)
Penghasilan kena pajak 4.000 4.000 8.235 5.850 22.085
Hutang PPh (30%) 1.200 1.200 2.470 1.755 6.625


41
Ilustrasi 2 - 3
PT SAY
Beban PPh (Akuntansi) VS Hutang PPh (SPT)
20X1 20X2 20X3 20X4 Total
Beban PPh (30%) 1.500 1.605 1.720 1.800 6.625
Hutang PPh (30%) 1.200 1.200 2.470 1.755 6.625
Selisih 300 405 (750) 45 0
PT SAY
Pajak Kini dan Tangguhan
20X1 20X2 20X3 20X4 Total
Beban pajak kini 1.200 1.200 2.470 1.755 6.625
Beban/(pendapatan)
pajak tangguhan
300 405 (750) 45 -
Beban pajak (Akuntansi) 1.500 1.605 1.720 1.800 6.625
Saldo hutang/(aktiva)
pajak tangguhan
300 705 (45) - -


42
Ilustrasi 2 - 4
PT SAY
Rekonsiliasi Fiskal
20X1 20X2 20X3 20X4 Total
Laba sebelum pajak
(akuntansi)
5.000 5.350 5.735 6.000 22.085
Koreksi fiskal beda temporer:
Penyusutan 2.500 2.500 2.500 (150) 7.350
Angsuran pokok SGU (3.500) (3.850) - - (7.350)
Jumlah beda temporer (1.000) (1.350) 2.500 (150) -
Penghasilan kena pajak 4.000 4.000 8.235 5.850 22.085
Beban pajak kini (hutang PPh) (1.200) (1.200) (2.470) (1.755) (6.625)
Pendapatan/(beban)
Pajak tangguhan
(300) (405) 750 (45) -
Beban pajak (Akuntansi)
(1.500) (1.605) (1.720) (1.800) (6.625)


43
Ilustrasi 2 - 5
PT SAY
Ayat Jurnal
20X1 20X2 20X3 20X4 Total
Dr: Beban pajak kini
1.200 1.200 2.470 1.755 6.625
Cr: Hutang pajak 1.200 1.200 2.470 1.755 6.625
Dr: Beban pajak tangguhan
300 405 45 750
Dr: Aktiva/(hutan) pajak
tangguhan
750 750
Cr: Pendapatan pajak tangguhan
750 750
Cr: Hutang pajak tangguhan
300 405 45 750


44


Ilustrasi: Beda Temporer
dan Beda Tetap


45
Laporan keuangan komersial PT Dian pada
tahun 2003 menunjukkan rugi sebelum pajak
sebesar Rp28.750. Anda diminta untuk
membuat laporan keuangan yang akan
dilampirkan dalam SPT PPh Badan, membuat
rekonsiliasi fiskal dan membuat ayat jurnal
penyesuaian di pembukuan perusahaan
untuk mencatat pajak kini dan pajak
tangguhan, dengan memperhatikan hal-hal
berikut:
Ilustrasi 3-1
Metode dan tarif penyusutan menurut
akuntansi dan fiskal berbeda (lihat
lampiran);
Beban-beban yang tidak dapat
dikurangkan: entertainment: Rp9.375;
beban pajak PPh ps. 21 ditanggung
perusahaan: Rp7.500; sumbangan:
Rp1.000;
Perusahaan menjual kendaraan
dengan nilai buku Rp90.000 seharga
Rp65.000.


Perhitungan Laba/(Rugi)
Saldo
Akuntansi
Penjualan 900.000
Harga pokok penjualan (750.000)
Laba kotor 150.000
Beban penjualan (35.000)
Gaji (85.000)
Beban pajak PPh Ps. 21 (7.500)
Penyusutan (6.250)
Penyisihan piutang tak tertagih (3.000)
Penyisihan persediaan usang (2.000)
Beban lain-lain (20.000)
Jasa giro 5.000
Rugi penjualan aktiva tetap (25.000)
Laba sebelum pajak (28.750)


46
AKUNTANSI FISKAL
Aktiva Tetap Meto
de
% Harga
Perolehan
Ak. Pe-
nyusutan
Nilai
Buku
Meto
de
% Harga
Perolehan
Akumulasi
Penyusutan
Nilai
Buku
Saldo awal:
Mesin GL 10 200.000 20.000 180.000 GL 12,5 200.000 25.000 175.000
Peralatan kantor GL 12,5 50.000 6.250 43.750 GL 25 50.000 12.500 37.500
Kendaraan GL 10 250.000 25.000 225.00 SMG 25 250.000 62.500 187.500
Jumlah 500.000 51.250 448.750 500.000 100.000 400.000
Penambahan/(pengurangan):
Mesin GL 10 50.0000 25.000 GL 12,5 50.000 31.250
Peralatan kantor GL 12,5 - 6.250 GL 25 12.500
Kendaraan GL 10 (100.000) (10.000)
15.000
SMG 25 (100.000) (25.000)
28.125
Jumlah (50.000) 36.250 (50.000) 46.875
Saldo akhir
Mesin GL 10 250.000 45.000 205.000 GL 12,5 250.000 56.250 193.750
Peralatan kantor GL 12,5 50.000 12.500 37.500 GL 12,5 50.000 25.000 25.000
Kendaraan GL 10 150.000 30.000 120.000 SMG 25 150.000 65.625 84.375
Jumlah 450.000 87.500 362.500 450.000 146.875 303.125
Ilustrasi 3 - 2


47

Perhitungan Laba/(Rugi)
Saldo
Akuntansi
Beda
Tetap
Beda
Sementara
Saldo
Fiskal
Keterangan
Penjualan 900.000 - - 900.000
Harga pokok penjualan (750.000) 9.375 (19.375) (760.000) Entertainment: Rp9.375; Penyusutan alat-alat
produksi: (Rp19.375)
Laba kotor 150.000 140.000
Beban penjualan (35.000) (35.000)
Gaji (85.000) (85.000)
Beban pajak PPh Ps. 21 (7.500) 7.500 0 Pajak PPh Ps. 21 yang ditanggung perusahaan
Penyusutan (6.250) (6.250) (12.500) Penyusutan peralatan kantor: (Rp6.250)
Penyisihan piutang tak tertagih (3.000) 3.000 0 Estimasi kerugian piutang tak tertagih
Penyisihan persediaan usang (2.000) 2.000 0 Estimasi kerugian persediaan usang
Beban lain-lain (20.000) 1.000 (19.000) Sumbangan: Rp1.000
Jasa giro 5.000 (5.000) 0 Telah dikenakan pajak final
Rugi penjualan aktiva tetap (25.000) 15.000 (10.000) Rugi penjualan AT dengan dasar nilai buku fiskal
Laba sebelum pajak (28.750) 12.875 (5.625) (21.500)
Pajak kini 0
Pajak tangguhan 4.762 Beda sementara: (Rp1.688); Rugi fiskal: Rp6.450
Laba bersih (23.988)
PT DIAN
REKONSILIASI FISKAL
Ilustrasi 3 - 3


48
Laba fiskal (taxable profit) atau rugi pajak (tax loss) adalah laba atau
rugi selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan
perpajakan dan yang menjadi dasar penghitungan pajak
penghasilan.
LABA RUGI TAHUN 2003
Penjualan 900.000
Harga pokok penjualan (750.000)
Laba kotor 150.000
Beban penjualan, umum,
dan administrasi
(138.750)
Laba usaha 11.250
Beban lain-lain (40.000)
Rugi sebelum pajak (28.750)
LABA/(RUGI) FISKAL TAHUN 2003
Rugi sebelum pajak (28.750)
Perbedaan tetap:
Jasa giro, jamuan, natura
kpd direksi, sumbangan

12.875
Perbedaan sementara:
Penyusutan AT, penyisihan
beban piutang tak tertagih,
penyisihan persediaan
usang, aktiva SGU


(5.625)
Rugi pajak (21.500)
Rugi akuntansi
Rugi fiskal
Laba akuntansi VS Laba fiskal


49
Perhitungan Pajak Tangguhan
Beda Temporer NB Awal Koreksi Fiskal
Positif/(Negatif)
NB Akhir Akt./(Kew.)
PT
Pend. /
(Beban) PT
Aktiva tetap Akuntansi 448.750 36.250 362.500
Aktiva tetap Fiskal 400.000 46.875 303.125
Beda temporer 48.750 (10.625) 59.375 (17.812) (3.188)
Piutang - Akuntasi 30.000 3.000 47.000
Piutang - Fiskal 30.000 - 50.000
Beda temporer - 3.000 (3.000) 900 900
Persediaan Akuntasi 25.000 2.000 38.000
Persediaan Fiskal 25.000 - 40.000
Beda temporer - 2.000 (2.000) 600 600
Jumlah (5.625) (16.312) (1.688)
Rugi fiskal 6.450 6.450
Jumlah (9.862) 4.762


50
Penyajian di Catatan atas LK

Uraian
31 Des. 20X1 Dibebankan ke
Laba/rugi 20X2
31 Des.
20X2
Penyusutan aktiva tetap (14.624) (3.188) (17.812)
Penyisihan piutang tak tertagih 0 900 900
Penyisihan persediaan usang 0 600 600
Rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan
0 6.450 6.450
Jumlah (14.624) 4.762 (9.862)
Dr: Aktiva pajak tangguhan 4.762
Dr: Beban pajak tangguhan penyusutan aktiva tetap 3.188
Cr: Pendapatan pajak tangguhan penyisihan piutang tak tertagih 900
Cr: Pendapatan pajak tangguhan penyisihan persediaan usang 600
Cr: Pendapatan pajak tangguhan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan 6.450


51
Rekonsiliasi Fiskal - Neraca

Neraca
Saldo
Akuntansi
Beda
Tetap
Beda
Sementara
Saldo
Fiskal
Keterangan
Kas dan setara kas 37.500 37.500
Piutang 47.000 3.000 50.000 Penyisihan piutang tak tertagih: Rp3.000
Persediaan 38.000 2.000 40.000 Penyisihan persediaan usang: Rp2.000
Beban ditangguhkan 15.000 15.000
Aktiva tetap 362.500 (59.375) 303.125 Perbedaan tarif dan metode penyusutan
Aktiva lain-lain 50.000 50.000
Jumlah aktiva 550.000 495.625
Hutang usaha 40.000 40,000
Hutang lain-lain 30.000 30.000
Hutang bank 120.000 120.000
Kewajiban PT 9.862 (9.862) 0 Kewajiban pajak tangguhan
Jumlah kewajiban 199.862 190.000
Modal saham 200.000 200.000
Laba ditahan 150.138 (44.513) 105.625
Jumlah ekuitas 350.138 305.625
Jumlah kewajiban dan
ekuitas
550.000 495.625
PT DIAN
REKONSILIASI FISKAL


52


Ilustrasi: Pajak tangguhan
dari rugi fiskal


53
2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007
Rugi
2002
Tahun fiskal
Kompensasi rugi 5 tahun
ke depan s.d. 2007
Akui dampak
fiskal di sini
Diharapkan
akan ada
pengurangan
pajak di sini
Aturan kompensasi rugi fiskal


54
Bagaimana, jika ???
Jumlah laba/(rugi) fiskal menurut laporan
keuangan (audited) tidak sama dengan SPT;
Terbit SKP dengan jumlah laba/(rugi) fiskal yang
berbeda dengan laporan keuangan;
Diperkirakan jumlah laba fiskal masa yang akan
datang tidak memadai untuk menutupi jumlah
rugi fiskal;
Masa kompensasi rugi fiskal telah habis;
Seluruh atau sebagian penghasilan perusahaan
dikenakan pajak yang bersifat final.
Pajak Tangguhan dari Rugi Fiskal


55
Laba/(rugi) fiskal PT YANG untuk 6 tahun pajak terakhir adalah sebagai berikut:
Tahun Rp juta
20X0 20.000
20X-1 20.000
20X-2 (40.000)
20X-3 (25.000)
20X-4 (30.000)
20X-5 (50.000)

Pada tahun berjalan (20X0), PT Yang menerima surat ketetapan pajak atas SPT
PPh Badan tahun 20x-3 yang menetapkan bahwa rugi fiskal untuk tahun tersebut
adalah Rp20.000 juta.

Ilustrasi 4 - 1
Diminta:
Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut?
Apakah PT Yang membayar PPh Badan untuk tahun 20x0, jika ya berapa jumlahnya?



56
RUGI FISKAL KOMPENSASI KERUGIAN
Tahun Rupiah 20X-4 20X-3 20X-2 20X-1 20X0
(tahun
berjalan)
Rugi fiskal
yg tidak
digunakan
/dikoreksi
Rugi fiskal
yg dapat
dikompens
asi ke
periode
y.a.d.
Keterangan
20X0 20.000 -
20X-1 20.000 -
20X-2 (40.000) (40.000)
20X-3 (25.000) 5.000 (20.000) Koreksi
SKP
20X-4 (30.000) (30.000)
20X-5 (50.000) 20.000 20.000 10.000 0
Jumlah (105.000) 20.000 20.000 15.000 (90.000)
Beban/(pendapatan) PT 6.000 4.500
Aktiva PT 27.000
Dr: Beban pajak tangguhan kompensasi rugi fiskal tahun 20x-5 6.000
Dr: Beban pajak tangguhan koreksi jumlah rugi fiskal (SKP) 1.500
Dr: Beban pajak tangguhan rugi fiskal tahun 20X-5 expired 3.000
Cr: Aktiva pajak tangguhan 10.500
Ilustrasi 4 - 2


57


Penilaian Kembali
Aktiva Pajak Tangguhan


58
Penilaian Kembali
Aktiva Pajak Tangguhan
Aktiva adalah manfaat ekonomis masa depan yang diperoleh
atau dikendalikan suatu entitas sebagai akibat dari transaksi
atau kejadian masa lalu.
Aktiva pajak tangguhan diakui apabila laba fiskal pada masa
yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya.
Realisasi manfaat ekonomis aktiva pajak tangguhan dicatat
dengan mengakui beban pajak (tax expense) yang lebih kecil
dari pada kewajiban pajak yang dilaporkan di SPT.
Pada setiap tanggal neraca entitas menilai kembali jumlah
aktiva pajak tangguhan yang dapat diakui.


59
Ilustrasi 5 - 1
PT INUL, berdiri tahun 2003 mengalami
kerugian yang terus menerus sejak
pendiriannya dan diperkirakan baru akan
dapat memperoleh break even sejak
tahun ke-8. Di samping itu Perusahaan
juga memiliki beda temporer
terkurangkan dari penyisihan pesangon,
penyisihan piutang tak tertagih, dan
penyusutan. Berdasarkan pengalaman,
Perusahaan mengalami kesulitan dalam
memenuhi syarat untuk membebankan
biaya piutang tak tertagih di SPT.

Apakah kondisi tsb mempengaruhi
penilaian aktiva pajak tangguhan?


60

Uraian
31 Des.
2004
Dibebankan ke
Laba/rugi 2005
31 Des.
2005
Penyisihan pesangon 22.378 75.618 97.996
Penyisihan piutang tak tertagih 1.094.090 (687.764) 406.326
Penyusutan 103.272 102.749 206.021
Rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan
2003 1.063.180 (1.063.180) -
2004 1.358.909 (570.050) 788.859
3.641.829 (2.142.627) 1.499.202
Penyisihan penilaian (3.516.179) 2.320.994 (1.195.185)
Aktiva pajak tangguhan - bersih 126.560 178.367 304.107
Ilustrasi 5 - 2


61
Dr: Aktiva pajak tangguhan 178.367
Dr: Beban pajak tangguhan penyisihan piutang 687.764
Dr: Beban pajak tangguhan rugi fiskal 2003 1.063.180
Dr: Beban pajak tangguhan rugi fiskal 2004 570.050
Cr: Pendapatan pajak tangguhan penyisihan pesangon 75.618
Cr: Pendapatan pajak tangguhan penyusutan 102.749
Cr: Pendapatan pajak tangguhan pemulihan penyisihan 2.320.994
Ayat Jurnal pada Tahun 2005


62


PPh Final dan lain-lain


63
I. PENGHASILAN DARI TRANSAKSI SAHAM DAN SEKURITAS
LAINNYA DI BURSA EFEK (PP No. 41 Thn 1997)
II. PENGHASILAN DARI HADIAH UNDIAN
(PP No. 132 Thn 2000)
III. PENGHASILAN DARI BUNGA DEPOSITO DAN TABUNGAN
SERTA DISKONTO SBI (PP No. 131 Thn 2000)
IV.. PENGHASILAN DARI PENGALIHAN HAK ATAS TANAH
DAN/ATAU BANGUNAN (PP No. 48 Thn 1994 DAN PP No. 27 Thn
1996)
V. PENGHASILAN DARI PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU
BANGUNAN
(PP No. 29 Thn 1996)
VI. PENGHASILAN BERUPA ATAU DISKONTO OBLIGASI YANG
DIJUAL DI BURSA EFEK (PP No. 139 Thn 2000)
VII.PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI UNTUK
PENGUSAHA KECIL & KONTRAK < 1 MILYAR DAN JASA
KONSULTAN (PP No. 140 Thn 2000)
PPh Final PPh ps 4 ay. 2


64
Pajak Penghasilan Final
Pajak Penghasilan Final adalah pajak penghasilan yang bersifat final, yaitu
bahwa setelah pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan
penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final tidak digabungkan
dengan jenis penghasilan lain yang terkena pajak penghasilan yang
bersifat tidak final.
Tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui adanya aktiva
atau kewajiban pajak tangguhan.
Atas penghasilan yang telah dikenakan PPh Final, beban pajak diakui
proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui
pada periode berjalan.
Selisih antara jumlah PPh Final yang terhutang dengan jumlah yang
dibebankan sebagai pajak kini diakui sebagai Pajak Dibayar Dimuka dan
Pajak yang Masih Harus Dibayar.
Akun Pajak penghasilan final dibayar di muka harus disajikan terpisah dari
pajak penghasilan final yang masih harus dibayar.


65
Penggabungan Usaha - Akuisisi
Nilai wajar aktiva
dan kewajiban
teridentifikasi
pada tanggal
akuisisi
Harga
Peroleh
an
Goodwill
Goodwill diamortisasi (tidak boleh lebih dari 20 tahun)
Amortisasi goodwill bukan merupakan pengurang dalam penghitungan
pajak (penyesuaian ke nilai wajar tidak diperkenankan untuk tujuan fiskal)
Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan yg berasal dari goodwill


66
Surat Ketetapan Pajak
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dalam SKP
harus dibebankan sebagai pendapatan dan beban lain-lain pada Laporan
Laba Rugi periode berjalan.
Apabila dilakukan keberatan atau banding pembebanan tambahan pokok
dan denda dapat ditangguhkan pengakuannya.


67
Transaksi yg Dibukukan ke Ekuitas
Pajak kini dan pajak tangguhan harus langsung dibebankan atau
dikreditkan ke ekuitas apabila pajak tersebut berhubungan dengan
transaksi yang langsung dikreditkan atau dibebankan ke ekuitas.
Contoh transaksi tersebut adalah:
Revaluasi aktiva tetap;
Penyesuaian saldo laba awal periode yang berasal dari perubahan
kebijakan akuntansi yang diterapkan secara restrospektif atau dari
koreksi kesalahan mendasar, sesuai dengan PSAK 25;
selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan suatu entitas asing.


68


Pengukuran dan Penyajian


69
Kewajiban pajak kini (tax payable) diakui sebesar jumlah
pajak terutang yang dihitung berdasarkan tarif pajak
(peraturan pajak) yang berlaku atau yang telah secara
substantif berlaku pada tanggal neraca.
Aktiva pajak kini (tax receivable) untuk periode berjalan dan
periode sebelumnya diakui sebesar jumlah restitusi pajak
yang dihitung berdasarkan tarif pajak (peraturan pajak) yang
berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada
tanggal neraca.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan harus mencerminkan
konsekuensi pajak untuk pemulihan nilai tercatat aktiva atau
penyelesaian kewajiban yang diharapkan perusahaan pada
tanggal neraca.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan tidak boleh didiskonto
.
Pengukuran


70
Penyajian
Unsur-unsur utama beban atau penghasilan.
Jumlah pajak kini dan pajak tangguhan yang dibebankan ke ekuitas.
Aktiva pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan harus
dibedakan dari aktiva pajak kini dan kewajiban pajak kini.
Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan tidak boleh disajikan sebagai
aktiva (kewajiban) lancar.
Aktiva pajak kini harus dikompensasi (offset) dengan kewajiban pajak
kini dan jumlah netonya harus disajikan pada neraca.


71


IMBALAN PASCA KERJA
sesuai
PSAK 24 (Revisi 2004)
dan UU No. 13 Tahun 2003
KAP Heliantono & Rekan
16 November 2005

Godang P. Panjaitan




72
Imbalan kerja adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan atas
jasa yang diberikan oleh pekerja.
Apa yang dimaksud dengan
imbalan kerja?
Imbalan kerja jangka pendek, seperti: upah, gaji, bonus,
bagian laba, cuti (terutang dalam waktu 12 bulan dari tanggal
neraca).
Imbalan pasca kerja, seperti: pensiun, imbalan pensiun
lainnya, asuransi jiwa pasca kerja, imbalan kesehatan pasca
kerja.
Imbalan kerja jangka panjang lainnya, seperti: cuti besar,
bagian laba, bonus dan kompensasi yang ditangguhkan
(terutang seluruhnya lebih dari 12 bulan dari tanggal neraca).
Pesangon pemutusan kontrak kerja.
Imbalan berbasis ekuitas.
Cakupan PSAK 24:


73
Jenis Program
Imbalan Pasca Kerja
Program yang mewajibkan perusahaan membayar sejumlah iuran
tertentu kepada entitas (dana) terpisah, sehingga perusahaan tidak
mempunyai kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif untuk
membayar iuran lebih lanjut jika entitas tersebut tidak memiliki aktiva
yang cukup untuk membayar seluruh imbalan pasca kerja yang timbul
dari jasa pekerja periode berjalan dan periode sebelumnya.
Program imbalan pasca kerja yang bukan merupakan program iuran pasti.
1. Program iuran pasti
2. Program imbalan pasti


74
Program Iuran Pasti

Diakui sebagai beban dan kewajiban saat pekerja telah
memberikan jasa.
Jika iuran tidak jatuh tempo seluruhnya dalam 12 bulan
didiskonto.
Pengakuan dan Pengukuran:
Pengungkapan:
Jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.


75
Kewajiban Konstruktif

Definisi:
Kewajiban yang timbul berdasarkan praktik baku masa lalu,
kebijakan yang telah dipublikasikan, atau pernyataan spesifik yang
telah memberikan indikasi kepada pihak lain bahwa perusahaan
akan menerima tanggung jawab tertentu.

Akibatnya perusahaan menimbulkan ekspektasi kuat dan sah
kepada pihak lain bahwa perusahaan akan melaksanakan tanggung
jawab tersebut.
Contoh:


76
Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan
membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan
uang penggantian hak yang seharusnya diterima.
Imbalan Pasca Kerja
Sesuai UU NO. 13 Tahun 2003


77
Pesangon (P) dan
Penghargaan Masa Kerja (PMK)
Pasal 156: Pesangon
MK P
(tahun) (bl upah)
MK <1 1
MK >=1 2
MK >=2 3
MK >=3 4
MK >=4 5
MK >=5 6
MK >=6 7
MK >=7 8
MK >=8 9
Pasal 156: PMK
MK PMK
(tahun) (bl upah)
MK < 3 0
MK >= 3 2
MK >= 6 3
MK >= 9 4
MK >= 12 5
MK >= 15 6
MK >= 18 7
MK >= 21 8
MK >= 24 10


78
Uang Penggantian Hak (UPH)

a. Cuti tahunan yang belum diambil atau belum gugur;
b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke
tempat di mana diterima;
c. Pengganti perumahan serta pengobatan dan perawatan sebesar
15% dari uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja;
d. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan
perusahaan atau perjanjian kerja sama.



79
Dasar Perhitungan Upah

a. upah pokok;
b. segala macam bentuk tunjangan yang bersifat tetap.

UU No. 13 Tahun 2003, Pasal 157:
Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan, terdiri
atas:


80
Jenis PHK dan besarnya
manfaat pasca kerja
Jenis PHK Manfaat Kerja
Pensiun (Psl 167) 2 P + 1 PMK + UPH
Meninggal dunia (Psl 166) 2 P + 1 PMK + UPH
Mengundurkan diri (Psl 162) UPH
Melakukan kesalahan (Psl 158) UP + UPH
Melakukan tindak pidana sehingga ditahan oleh
yang berwajib (Psl 160)
1 PMK + UPH
Melakukan pelanggaran atas perjanjian kerja atau
peraturan perusahaan (Psl 161)
1 P + 1 PMK + UPH
Perubahan status hukum perusahaan,
penggabungan, peleburan atau perubahan
kepemilikan perusahaan (Psl 163)
2 P + 1 PMK + UPH
Perusahaan tutup karena rugi terus menerus atau
force majeur (Psl 164 ay. 1)
1 P + 1 PMK + UPH
Perusahaan melakukan efisiensi (Psl 164 ay. 3) 2 P + 1 PMK + UPH
Perusahaan pailit (Psl 165) 1 P + 1 PMK + UPH
Sakit berkepanjangan (Psl 172) 2 P + 2 PMK + UPH


81
Terdapat program pensiun
(dengan pendanaan)

Iurannya dibayar penuh oleh pengusaha
Iurannya dibayar oleh pengusaha dan buruh/pekerja

Pengusaha mengikutsertakan buruh/pekerja dalam program pensiun:
Apabila iurannya dibayar oleh pengusaha dan buruh/pekerja, maka
yang diperhitungkan dengan uang pesangon yaitu uang pensiun yang
iuran/preminya dibayar pengusaha.


Apabila besarnya manfaat pensiun yang diterima sekaligus lebih kecil
dari 2 P + 1 PMK + UPH, maka selisihnya dibayar oleh pengusaha.


82
Tidak terdapat program pensiun
(tanpa pendanaan)
Apabila tidak terdapat program pensiun, maka pengusaha wajib
memberikan kepada pekerja pada saat pensiun: uang pesangon 2x
Pasal 156 (2), uang penghargaan masa kerja 1x Pasal 156 (3), dan
uang penggantian hak sesuai Pasal 156 (4).b


83
Program Imbalan Pasca Kerja
Kewajiban perusahaan terbatas pada jumlah yang disepakati sebagai
iuran pada entitas (dana) terpisah;

Risiko aktuarial (yaitu imbalan yang diterima lebih kecil dari pada yang
diperkirakan) dan risiko investasi (yaitu aktiva yang diinvestasikan tidak
cukup untuk memenuhi imbalan yang diperkirakan) ditanggung
pekerja.
1. Program iuran pasti:
Kewajiban perusahaan menyediakan imbalan yang dijanjikan, dan

Risiko aktuarial dan risiko investasi menjadi tanggungan perusahaan.
2. Program imbalan pasti:


84
Proses akuntansi
program imbalan pasti
i. Membuat estimasi jumlah imbalan yang menjadi hak pekerja
sebagai pengganti jasa mereka pada periode kini dan periode lalu;
ii. Mendiskontokan imbalan dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit untuk menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti dan
biaya jasa kini;
iii. Menentukan nilai wajar aktiva program;
iv. Menentukan jumlah keuntungan dan kerugian aktuarial dan
selanjutnya menentukan jumlah yang harus diakui;
v. Menentukan besarnya biaya jasa lalu ketika suatu program
diterapkan pertama kali atau diubah;
vi. Menentukan besarnya keuntungan atau kerugian ketika suatu
program diciutkan (curtailment) atau diselesaikan.

PSAK 24 (Revisi 2004) menganjurkan penggunaan jasa aktuaris untuk
menghitung kewajiban imbalan pasti.


85
Metode Projected Unit Credit
Satu-satunya metode yang diperkenankan;
Imbalan yang diakru diperhitungkan secara prorata atau jumlah
imbalan yang akan diterima dibagi tahun jasa;
Mengasumsikan setiap periode jasa akan menghasilkan satu unit
tambahan imbalan (manfaat).
0 1 2 3 4


86
Jumlah Kewajiban
Imbalan Pasti
Nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca;
Ditambah keuntungan aktuarial (dikurangi dengan kerugian
aktuarial) yang tidak diakui;
Dikurangi biaya jasa lalu yang belum diakui;
Dikurangi nilai wajar aktiva program pada tanggal neraca (jika ada)
yang akan digunakan untuk penyelesaian kewajiban secara
langsung.


87
Jumlah Kewajiban
Imbalan Pasti
Apabila jumlahnya negatif (=AKTIVA), maka tentukan yang lebih rendah:
Akumulasi kerugian aktuarial bersih + biaya jasa lalu yang
belum diakui; dan
Nilai tunai manfaat ekonomi dalam bentuk pengembalian dana
atau pengurangan iuran di masa depan.
Jumlah pada slide sebelumnya; dan
Jumlah bersih dari:


88
Asumsi Aktuaria
sesuai PSAK 24 (Revisi 2004)
mortalitas;
tingkat perputaran pekerja, cacat dan pensiun dini;
proporsi dari peserta program dan tanggungannya yang berhak
atas yang berhak atas imbalan, dan;
tingkat klaim program kesehatan.
tingkat diskonto;
tingkat gaji dan imbalan masa depan;
jaminan kesehatan dan biaya kesehatan masa depan, dan;
tingkat hasil yang diharapkan atas aktiva program.
a) Asumsi demografis (karakteristik masa depan pekerja dan mantan
pekerja), terdiri dari:
b) Asumsi keuangan, terdiri dari:


89
Asumsi yg Relevan
sesuai UU No. 13 Tahun 2003
Mengundurkan diri (UPH)
Melakukan kesalahan (Uang Penghargaan + UPH)
Melakukan tindak pidana sehingga ditahan yang berwajib (1PMK
+ UPH)
Pekerja melakukan pelanggaran atas perjanjian kerja sama (1P
+ 1PMK + UPH)
Sakit berkepanjangan (2P + 2 PMK + UPH) 1
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Tingkat hasil yang diharapkan atas aktiva program
Asumsi keuangan:
Asumsi demografis:
Faktor-faktor yang menyebabkan besarnya manfaat kerja berbeda
(dengan asumsi karyawan pensiun) dan tidak bertentangan dengan
asumsi going concern:


90
Penggantian

Perusahaan mengakui bagiannya dalam penggantian tersebut
sebagai aktiva terpisah. Jumlah penggantian dinilai berdasarkan
nilai wajar dan diperlakukan seperti aktiva program.

Dalam laporan laba rugi: beban imbalan pasti disajikan secara neto
setelah dikurangkan dengan penggantian.
Jika pihak lain akan mengganti pengeluaran bagi kewajiban
manfaat pasti:


91
Ilustrasi Imbalan Pasca Kerja
Tanpa Pendanaan
No. Nama T_Lahir Umur T_Masuk Gaji_Sekarang
1 A 31-Des-58 46 31-Des-83 2.500.000
2 B 31-Des-68 36 31-Des-94 5.000.000
Jumlah 7.500.000
Sejak tahun 2004 PT KUAT menerapkan standar akuntansi PSAK 24 (Revisi 2004)
tentang Imbalan Kerja. Berikut ini data karyawan PT KUAT:
Usia pensiun 55
Peningkatan gaji per tahun (@) 8%
Suku bunga/ diskonto (!) 8%
Faktor demografi (#) 1,00000
Diminta:
Hitunglah jumlah kewajiban imbalan kerja yang harus disajikan PT Kuat di neraca pada
tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, jumlah yang dibebankan dalam laba rugi tahun
2004 dan 2003, dan jumlah yang dibebankan pada saldo laba ditahan tanggal 1 Januari
2003.


92
Estimasi jumlah imbalan
pada saat pensiun
Nama U_Masuk MK_Lalu Sisa_MK MK Gaji_Pensiun
A 25 21 9 30 4.997.512
B 26 10 19 29 21.578.505
Jumlah 26.576.017
(i) Tentukan jumlah gaji pada saat mencapai usia pensiun (55 tahun):
Masa Kerja Lalu (MK_Lalu) = Umur Tanggal Hitung Umur Masuk (U_Masuk)

Sisa Masa Kerja (Sisa_MK) = Usia Pensiun MK_Lalu

Gaji Pensiun (Gaji_Pensiun) = Gaji_Sekarang*(1+@)^Sisa_MK


93
Perhitungan Matematis:
FV = PV (FVIF i, n )
FV = 100 (FVIF.06, 5 )(gunakan tabel FVIF, atau)
FV = PV (1 + i)n
FV = 100 (1.06)5 = $133.82
0 9
PV = 2.500 FV = 4.998
Estimasi jumlah imbalan
pada saat pensiun


94
Estimasi jumlah imbalan
pada saat karyawan pensiun
Manfaat
Nama MK P PMK U_P U_PMK U_PH MYAD
A 30 9 10 89.955.208 49.975.116 20.989.549 160.919.872
B 29 9 10 388.413.095 215.785.053 90.629.722 694.827.871
Jumlah 478.368.304 265.760.169 111.619.271 855.747.743
(ii) Tentukan besarnya imbalan yang harus dibayarkan ketika karyawan pensiun:
P = Faktor pesangon yang dibayarkan ketika pensiun (Pasal 156 ayat 2)
PMK = Faktor penghargaan masa kerja yang dibayarkan ketika pension (Ps 156 ay. 3)
Uang Pesangon (U_P) = 2 * P * Gaji_Pensiun
Uang Penghargaan Masa Kerja (U_PMK) = PMK * Gaji_Pensiun
Uang Penggantian Hak (U_PH) = 15% * (U_P + U_PMK)
Manfaat Masa Yang Akan Datang = U_P + U_PMK + U_PH


95
Diskontokan imbalan berdasarkan
metode projected unit credit
Nilai Kini
Manfaat Satuan Beban Kewajiban
Nama MYAD Unit Manfaat Jasa Kini Masa Lalu
A 160.919.872 5.363.996 2.683.333 53.666.667
B 694.827.871 23.959.582 5.551.724 49.965.517
Jumlah 855.747.743 29.323.577 8.235.057 103.632.184
(i) Tentukan satuan unit manfaat, beban jasa kini dan kewajiban masa lalu:
Satuan Unit Manfaat = Manfaat MYAD/Masa Kerja

Beban Jasa Kini = Nilai Tunai Satuan Unit Manfaat

Kewajiban Masa Lalu = Beban Jasa Kini * (MK_Lalu 1)


96
Nilai Kini Nilai Kini Nilai Kini
Beban Kewajiban Beban Kewajiban Kewajiban
Nama Jasa Kini Masa Lalu Bunga Kini Awal Akhir
A 2.683.333 53.666.667 4.508.000 7.191.333 53.666.667 60.858.000
B 5.551.724 49.965.517 4.441.379 9.993.103 49.965.517 59.958.621
Jumlah 8.235.057 103.632.184 8.949.379 17.184.437 103.632.184 120.816.621
(ii) Tentukan jumlah beban manfaat pasca kerja dan jumlah kewajiban manfaat pasca kerja
pada tahun 2004:
Bunga = Suku bunga diskonto * (Beban Jasa Kini + Kewajiban Masa Lalu)
Beban Kini = Beban Jasa Kini + Bunga
Kewajiban Awal = Kewajiban Masa Lalu
Kewajiban Akhir = Beban Kini + Kewajiban Masa Lalu
Ayat jurnal sebagai berikut:
Dr: Beban manfaat pasca kerja 17.184.437
Dr: Laba ditahan 103.632.184
Cr: Kewajiban manfaat pasca kerja 120.816.621
Diskontokan imbalan berdasarkan
metode projected unit credit


97
Biaya Jasa Lalu

a. Biaya jasa lalu adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti atas jasa
pekerjaan pada periode-periode lalu;
b. Biaya jasa lalu terjadi ketika perusahaan menerapkan pertama kali
program imbalan pasti atau mengubah imbalan terhutang pada
program imbalan pasti yang ada;
c. Biaya jasa lalu dibebankan (amortisasi) dengan metode garis lurus
selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi hak
vested;
d. Apabila imbalan tersebut vested segera setelah program imbalan
pasti diperkenalkan atau program tersebut diubah, perusahaan
harus mengakui biaya jasa lalu pada saat itu juga.



98
Hak Vested
Hak Vested adalah imbalan kerja yang telah menjadi hak atau tidak
tergantung pada aktif atau tidaknya pekerja pada masa yang akan
datang.


Apakah biaya jasa lalu atas penerapan pertama kali PSAK 24 (Revisi
2004) terkait dengan pelaksanaan program imbalan pasca kerja sesuai
UU No. 13 Tahun 2003 harus dibebankan sekaligus atau diamortisasi?


99
Penerapan Pertama Kali
PSAK 24 (Revisi 2004)
Merupakan perubahan kebijakan akuntansi,
Penerapannya harus dilakukan retroaktif (PSAK No. 25: Laba atau
Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan
Perubahan Kebijakan Akuntansi).
Penerapan pertama kali PSAK 24 (Revisi 2004):


100
Gaji Satuan Nilai Kini Nilai Kini
Tanggal Unit Beban Kewajiban Beban Kewajiban
Nama Hitung Manfaat Jasa Kini Masa Lalu Bunga Kini Akhir
A 2.314.815 5.363.996 2.484.568 47.206.790 3.975.309 6.459.877 53.666.667
B 4.629.630 23.959.582 5.140.485 41.123.883 3.701.149 8.841.635 49.965.517
Jlh 6.944.444 29.323.577 7.625.053 88.330.673 7.676.458 15.301.511 103.632.184
Jumlah beban manfaat karyawan dan kewajiban manfaat karyawan yang harus diakui dalam
laporan keuangan tahun 2003 (yang disajikan kembali), sebagai berikut:
Asumsi (keuangan dan demografi) yang digunakan tahun 2003 sama dengan tahun 2004.
Jumlah gaji yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2003 adalah gaji pada tanggal 31
Desember 2004 yang didiskonto selama 1 tahun dengan tingkat bunga 8%.
Ayat jurnal sebagai berikut:
Dr: Beban manfaat pasca kerja 15.301.511
Dr: Laba ditahan 88.330.673
Cr: Kewajiban manfaat pasca kerja 103.632.184
Penerapan Pertama Kali
PSAK 24 (Revisi 2004)


101
Keuntungan atau Kerugian Aktuarial
Perubahan estimasi tingkat perputaran pekerja, pensiun dini,
kematian atau kenaikan gaji, atau biaya kesehatan di masa depan;
Perubahan tingkat diskonto;
Perbedaan antara hasil aktual aktiva program dan prakiraan hasil
aktiva program.
Timbul dari penyesuaian akibat (i) perbedaan antara asumsi aktuarial
dan kenyataan dan (ii) perubahan asumsi aktuarial. Contoh:


102
Pengakuan Keuntungan
Atau Kerugian Aktuarial
10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal
tersebut (sebelum dikurangi aktiva program), dan
10% dari nilai wajar aktiva program.
Perusahaan harus mengakui sebagian keuntungan atau kerugian
aktuarial apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih
yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi
jumlah yang lebih besar di antara kedua jumlah berikut:
Bagian yang diakui adalah kelebihan seperti yang ditetapkan di atas,
dibagi dengan prakiraan rata-rata sisa masa kerja karyawan.

Perusahaan dapat menggunakan metode sistematis lain yang
menghasilkan pengakuan keuntungan dan kerugian yang lebih cepat.


103
Ilustrasi
Perubahan Asumsi Aktuaria
Satuan Unit Beban Kewajiban Beban Kewajiban
No. Nama Manfaat Jasa Kini Masa Lalu Bunga Kini Awal
a. B s=r/j t=s/(1+!)^I*# u=t*(h-1) v=!*(t+u) w=t+v X
1 A 5.363.996 2.502.344 52.549.216 5.505.156 8.007.500 60.858.000
2 B 23.959.582 4.309.341 43.093.414 4.740.276 9.049.617 59.958.621
Jlh 29.323.577 6.811.685 95.642.629 10.245.431 17.057.116 120.816.621
Rugi/(Laba) Kewajiban 10% Kew. R/L Aktuaria Kewajiban
No. Nama Aktuaria Koridor Koridor Diakui Akhir
a. b y=u-x z=u+w aa=10%*z ab=y+aa ac=w+x+ab
1 A (8.308.784) 60.556.715 6.055.672 (2.253.113) 66.612.387
2 B (16.865.207) 52.143.031 5.214.303 (11.650.904) 57.357.334
Jumlah (25.173.991) 112.699.746 11.269.975 (13.904.017) 123.969.721
Ayat jurnal sebagai berikut:
Dr: Beban manfaat pasca kerja 17.057.116
Cr: Laba aktuaria 13.904.017
Cr: Kewajiban manfaat pasca kerja 3.153.099
Pada tahun 2005 suku bunga diskonto berubah menjadi 10%. Hitunglah besarnya beban
manfaat pasca kerja dan kewajiban pasca kerja tahun 2005.


104
Aktiva Program


Aktiva yang dimiliki oleh dana pensiun, dan
Polis asuransi yang memenuhi syarat.
Aktiva program terdiri dari:
Iuran yang masih harus dibayar oleh pemberi kerja kepada
dana terpisah;
Instrument keuangan pemberi kerja yang tidak dapat dialihkan
dan dikuasai oleh dana terpisah.
Tidak termasuk aktiva program:


105
Ilustrasi Imbalan Pasca Kerja
dengan Pendanaan
Pada tanggal 31 Desember 2004 PT TEKUN memiliki tiga orang karyawan A, B
dan C. A lahir tanggal 31 Des 58, mulai bekerja 31 Des 83 dan gaji sebesar
Rp5.500.000. B lahir tanggal 31 Des 68, mulai bekerja 31 Des 94 dan gaji
sebesar Rp6.600.000. C lahir tanggal 1 Juli 50, mulai kerja 2 Mar 80 dan gaji
sebesar Rp11.000.000. Mereka semua akan pensiun pada usia 55 tahun,
tingkat kenaikan gaji 10% per tahun, tingkat diskonto 8% dan diperkirakan
seluruh pegawai akan tetap bertahan di perusahaan sampai dengan pensiun.
PT TEKUN membentuk dana pensiun dengan program defined benefit plan.
Berdasarkan peratuan dana pension seluruh iuran dibayarkan oleh perusahaan
dengan perhitungan final earning pension plan, dengan rumus:

Manfaat Pensiun: 10% * Past Service * Final Earning


106
Ilustrasi Imbalan Pasca Kerja
dengan Pendanaan
Tahun 2004, PT KUAT melakukan pendanaan dengan menyetor sebesar
Rp50.000.000. Nilai wajar aktiva dana pensiun pada tanggal 1 Januari 2004
sebesar Rp500.000.000, akumulasi laba aktuaria yang belum diakui sampai
dengan tahun 2003 sebesar Rp18.000.000 dan ekspektasi hasil investasi dana
pensiun tahun 2004 sebesar Rp50.000.000. Berdasarkan laporan investasi
dana pensiun, nilai wajar aktiva dana pensiun tanggal 31 Desember 2004
sebesar Rp625.000.000.
Hitunglah besarnya beban manfaat pasca kerja dan jumlah kewajiban manfaat
pasca kerja yang diakui dalam laporan keuangan tahun 2004, serta buatlah
ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut?


107
Estimasi Jumlah Imbalan
Pada Saat Karyawan Pensiun
Gaji Gaji Manfaat
No. Nama T_Lahir Umur T_Masuk T.Hitung Pensiun MYAD
a. b C d e m n=m(1+@)^I r=o+p+q
1 A 31-Des-58 46 31-Des-83 5.500.000 12.968.712 417.592.536
2 B 31-Des-68 36 31-Des-94 6.600.000 40.365.000 1.299.752.990
3 C 01-Jul-50 55 02-Mar-80 11.000.000 11.000.000 354.200.000
Jumlah 23.100.000 64.333.712 2.071.545.526


108
Diskontokan Imbalan berdasarkan
Metode Projected Unit Credit
Satuan Nilai Kini Nilai Kini
Unit Beban Kewajiban Kewajiban
No. Nama Manfaat Jasa Kini Masa Lalu Bunga Akhir
a. b s=r/j t=s/(1+!)^I*# u=t*(h-1) v=!*(t+u) y=w+x
1 A 13.919.751 6.963.341 139.266.823 11.698.413 157.928.578
2 B 44.819.069 10.385.119 93.466.070 8.308.095 112.159.284
3 C 14.168.000 14.168.000 340.032.000 0 354.200.000
Jumlah 72.906.820 31.516.460 572.764.893 20.006.508 624.287.862
Kewajiban imbalan pasca kerja:
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja, 1 Januari 2004 572.764.893
Biaya jasa kini 31.516.460
Biaya bunga 20.006.508
Rugi/(laba) aktuaria -
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja, 31 Desember 2004 624.287.862


109
Menentukan Nilai Wajar
Aktiva Program
Aktiva program:
Nilai wajar aktiva dana pensiun, 1 Januari 2004 500.000.000
Ekspektasi hasil aktiva dana pension 40.000.000
Iuran dana pension 50.000.000
Manfaat yang dibayar -
Laba/(rugi) aktuaria 35.000.000
Nilai wajar aktiva dana pensiun, 31 Desember 2004 625.000.000


110
Menentukan Laba/(Rugi) Aktuaria
dan Jumlah yang Diakui
Laba aktuaria tahun 2003 18.000.000
Laba aktuaria tahun 2004 35.000.000
53.000.000
10% * Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja, 31 Des. 2004 62.428.786
Selisih lebih kecil dari koridor (tidak diakui) (9.428.786)
Akumulasi laba aktuaria yang tidak diakui 53.000.000


111
Jumlah Kewajiban yang Diakui
Dan Ayat Jurnal
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja 624.287.862
Nilai wajar aktiva dana pensiun (625.000.000)
Akumulasi laba aktuaria yang tidak diakui 53.000.000
Nilai kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui 52.287.862
Dr: Biaya jasa kini imbalan pasca kerja 31.516.460
Dr: Biaya bunga imbalan pasca kerja 20.006.508
Dr: Kewajiban kini imbalan pasca kerja 38.477.032
Cr: Kas 40.000.000
Cr: Ekspektasi hasil aktiva dana pension 50.000.000
Ayat jurnal


112
Pada tanggal 30 Juni 2005, C pensiun dan mendapatkan imbalan sebesar
yang ditentukan dalam UU No. 13 Tahun 2003.

Tahun 2005, PT KUAT melakukan pendanaan dengan menyetor sebesar
Rp50.000.000 dan imbalan hasil investasi yang diharapkan sebesar
Rp70.000.000. Berdasarkan laporan investasi dana pensiun, nilai wajar aktiva
dana pensiun tanggal 31 Desember 2005 sebesar Rp350.380.000.

Hitunglah besarnya beban manfaat pasca kerja, jumlah kewajiban manfaat
pasca kerja yang diakui dalam laporan keuangan tahun 2005 dan jumlah yang
dibayarkan kepada C pada saat pensiun, serta buatlah ayat jurnal untuk
mencatat transaksi tersebut?
Ilustrasi Pembayaran Pensiun



113
Diskontokan Imbalan berdasarkan
Metode Projected Unit Credit
Satuan Nilai Kini Nilai Kini
Unit Beban Kewajiban Kewajiban
No. Nama Manfaat Jasa Kini Masa Lalu Bunga Akhir
a b s=r/j t=s/(1+!)^I*# u=t*(h-1) v=!*(t+u) y=w+x
1 A 13.919.751 7.520.408 157.928.578 13.235.919 178.684.905
2 B 44.819.069 11.215.928 112.159.284 9.870.017 133.245.230
3 C 14.168.000 0 0 0 0
Jumlah 72.906.820 18.736.337 270.087.862 23.105.936 311.930.134
Estimasi jumlah manfaat pada saat karyawan pensiun sama dengan
perhitungan pada tabel sebelumnya.



114
Pada saat pensiun C telah mempunyai masa kerja 25 tahun sehingga sesuai
dengan UU No. 13 Tahun 2003 berhak atas:
Pesangon = 2 * 9 * Rp11.000.000 = Rp198.000.000
PMK = 10 * Rp11.000.000 = Rp110.000.000
UPH = 15% * (Rp198.000.000 + Rp110.000.000) = Rp 46.200.000
Jumlah Rp354.200.000
Kewajiban imbalan pasca kerja:
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja, 1 Januari 2004 624.287.862
Biaya jasa kini 18.736.337
Biaya bunga 23.105.936
Manfaat yang dibayar (354.200.000)
Rugi/(laba) aktuaria -
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja, 31 Des. 2004 311.930.134
Menentukan Nilai Kini
Kewajiban Imbalan Pasca Kerja


115
Menentukan Nilai Wajar
Aktiva Program
Aktiva program:
Nilai wajar aktiva dana pensiun, 1 Januari 2004 625.000.000
Ekspektasi hasil aktiva dana pensiun 70.000.000
Iuran dana pensiun 50.000.000
Manfaat yang dibayar (354.200.000)
Laba/(rugi) aktuaria (5.000.000)
Nilai wajar aktiva dana pensiun, 31 Desember 2004 385.800.000


116
Menentukan Laba/(Rugi) Aktuaria
dan Jumlah yang Diakui
Laba aktuaria tahun 2003 18.000.000
Laba aktuaria tahun 2004 35.000.000
Rugi aktuaria tahun 2005 (5.000.000)
48.000.000
10% * Aktiva program, 31 Desember 2004 38.580.000
Selisih di atas koridor (diakui sebagian) 9.420.000
Laba aktuaria diakui (Selisih/ Rata-rata sisa masa kerja) 724.615
Akumulasi laba aktuaria yang tidak diakui 47.275.385
Rata-rata sisa masa kerja = (Sisa MK A + Sisa MK B)/2 = 13 tahun


117
Jumlah Kewajiban/(Aktiva)
Imbalan Pasca Kerja
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja 311.930.134
Nilai wajar aktiva dana pensiun (385.800.000)
Akumulasi laba aktuaria yang tidak diakui 47.275.385
Nilai kewajiban/(aktiva) imbalan pasca kerja yang diakui (26.594.481)


118
Menentukan Sumber Pembayaran
Imbalan kepada C yang Pensiun
Imbalan pasca kerja sesuai dengan UU No. 13 Tahun
2003 (354.200.000)
Uang yang dibayarkan dana pensiun (10% * 25 * 12 *
Rp11.000.000) 330.000.000
Sisa imbalan kerja yang dibayarkan oleh perusahaan (24.200.000)


119
Ayat Jurnal
Dr: Biaya jasa kini imbalan pasca kerja 18.736.337
Dr: Biaya bunga imbalan pasca kerja 23.105.936
Dr: Kewajiban kini imbalan pasca kerja 78.882.342
Cr: Kas 50.000.000
Cr: Ekspektasi hasil aktiva dana pensiun 70.000.000
Cr: Laba aktuaria 724.615
Dr: Beban imbalan pasca kerja 24.200.000
Cr: Kas 24.200.000
Pengakuan beban imbalan kerja, pembayaran iuran dana pensiun dan hasil
aktiva program
Pembayaran kekurangan imbalan pasca kerja kepada C


120
Pengungkapan
Kebijakan akuntansi perusahaan dalam mengakui keuntungan
dan kerugian aktuarial;

Gambaran umum jenis program;

Rekonsiliasi aktiva dan kewajiban yang diakui dalam neraca;

Jumlah yang termasuk dalam nilai wajar aktiva program;

Rekonsiliasi yang menunjukkan mutasi nilai bersih kewajiban
(aktiva) selama suatu periode di neraca;



121
Pengungkapan
Total beban yang diakui di laporan laba rugi untuk beberapa
hal dan jumlah yang dilaporkan dalam laporan laba rugi;

Hasil aktual dari aktiva program, sama baiknya dengan hasil
aktual atas hak penggantian yang diakui sebagai aktiva;

Asumsi aktuarial utama.


122
DISKUSI, YOK!!