Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN TUGAS LEARNING ISSUE

SKENARIO C BLOK 17
Diare Akut
DISUSUN OLEH :
Nama : Rae!ia Na"a!i
NI# : $%1&1%$1$&%
Ke'(m)(k : *I
Tut(r : +r, -iie .u'ia!ita/ S),PA
-AKULTAS KEDOKTERAN
UNI*ERSITAS SRI0I.A1A
TAHUN &$1%
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas ridho dan karunia-Nya tugas
tutorial individu tentang learning issue skenario C blok 17 ini dapat terselesaikan
dengan baik.
Tugas ini bertujuan untuk eenuhi tugas tutorial yang erupakan bagian dari
siste pebelajaran !"! di #akultas !edokteran $niversitas Sri%ijaya.
&an tak lupa penyusun engu'apkan teria kasih kepada dr. #i(ie )ulianita
SpPA selaku tutor serta seua pihak yang telah ebantu dala penyusunan laporan
tugas tutorial ini.
Saya enyadari laporan ini asih belu sepurna. *leh karena itu+ saran dan
kritik yang ebangun dari peba'a akan sangat kai harapkan guna perbaikan di
asa yang akan datang.

Penyusun+
,a(enia Nayani
A, ANATO#I/ -ISIOLOGI DAN HISTOLOGI TRAKTUS GASTRO ISTESTINAL
-ulut.so(agus/abung&uodenu)ejuju0leuCae'uColon
as'endenColon tranversuColon des'enden,e'tu anus
1. -ulut
1. .so(agus
.so(agus erupakan tabung uskuler sepanjang 12 ' yang enghubungkan (aring
dengan gaster. Sebagian besar eso(agus terletak dala 'avitas thora'alis. .so(agus
asuk ke abdoen elalui lubang3hiatus eso(ageus4 di'rus de5ter dia(raga.
6askularisasi
1.1 arteri gastri'a sinistra
1.1 vena gastri'a sinistra
Persara(an
N. gastri'us anterior et posterior 3'abang nervus vagus4 dan 'abang-'abang sipatetik
bagian thora'alis dari trun'us syphati'us.
#isiologi
-enyalurkan akanan dari (aring ke dala gaster+ elalui gerakan peristaltik.
7istologi
&inding eso(agus terdiri atas epat lapisan yaitu ukosa+ subukosa+ uskularis dan
serosa.
a. /apisan ukosa erupakan epitel s8uaos kopleks+ diana epitel ini akan
engalai perubahan endadak pada perbatasan eso(agus dan gaster enjadi epitel
'oluner siplek.
b. lapisan subukosa engandung sel-sel sekretorik yang eproduksi u'us
'. uskularis terdiri atas otot longitudinal3luar4+ sirkular3dala4. *tot eso(agus bagian
atas yaitu otot rangka+ bagian antara atas dan ba%ah yaitu otot rangka dan polos+
bagian ba%ah otot polos
d. tunika serosa terdiri atas ikat longgar yang enghubungkan eso(agus dengan struktur-
struktur yang berdekatan.
9. :aster
:aster terletak pada bagian atas perut diba%ah tepi 'osta kiri+ berbentuk huru( )+ dan
epunyai dua lubang yaitu ori(i'iu 'ardia'u dan pyilori'un+ dua lengkungan yaitu
'urva'ura inor dan ayor.
:aster dibagi epat bagian yaitu
(undus biasanya berisi udara
'orpus
antru pyilori'u
pylorus
6askularisasi
Arteri
arteri gastri'a sinistra
arteri gastri'a de5tra
arteri gastri'a breve
Arteri gastroepiploi'a sinistra
Arteri gastroepiploi'a de5tra
6ena
6ena gastri'a de5tra et sinistra
6ena gastri'a breve dan gastroepiploi'a sinistra beruara ke vena lienalis
gastroepiploi'a de5tra beruara ke vena esenteri'a superior
Persara(an
Pleksus syphati'us 'oelia'us dan n. 6agus sinistra et de5tra
#isiologi
enyipan akanan+ pada de%asa enpunyai kapasitas 12;; l.
en'apur akanan dengan sekresi gaster ebentuk 'hye.
engatur pengaliran 'hye ke usus halus sehingga dapat engontrol. e(esiensi
pen'ernaan dan absorpsi akanan.
7istologi
/abung tersusun atas epat lapisan yaitu ukosa+ subukosa+ uskularis+ dan tunika
serosa.
1. ukosa tesusun atas lipatan-lipatan longitudinal disebut rugae. Tardapat beberapa
tipe kelenjar < kelenjar kardiak yang enyekresikan ukus +kelenjar gastrik
epunyai tiga tipe sel yaitu sel =iogenik3'hie(4pepsinogen+ sel
parietal7C/+dan (aktor intrinsik+ sel leher3ukus4ukus
2. Subukosa tersusun atas jaringan areolar longgar yang enghubungkan lapisan
ukosa dengan lapisan uskularis+ diana jaringan ini eungkinkan ukosa
bergerak dengan gerakan periltastik
3. -uskularis+ tidak seperti saluran pen'ernaan lain+diana lapisan ini tersusun atas tiga
lapis dan bukan dua lapis otot polos yaitu lapisan longitudinal3luar4+ lapisan
sirkular3tengah4+ lapisan oblik3dala4. Susunan serabut ini eungkinkan berbagai
kobinasi kontraksi yang diperlukan untuk ee'ah akanan enjadi partikel-
partikel yang ke'il+ engaduk dan en'apur akanan tersebut dengan 'airan
labung dan endorongnya kearah duodenu.
4. Tunika serosa erupakan lapisan terluar bagian dari peritoneu viseral.
>. $sus 7alus 30ntestinu Tenue4
$sus halus erupakan bagian terpanjang dari saluran pen'ernaan dan ebentang
dari pylorus sapai ileo'e'al jun'tion+ diana panjang usus ini pada orang hidup kira-
kira 9+? eter dan pada kadaver ?+? . 0ntestinu tenue dibagi tiga bagian @ duodenu+
jejenu+ ileu.
1. &uodenu
Anatoi
Terletak diregio epigastri'a dan ubili'alis+ berbentuk seperti tabung seperti huru(
C sepanjang 12 ' enghubungkan gaster dengan jejenu. $sus ini eneria duktus
'holedo'hus dan duktus pankreati'us. 0a dibagi enjadi epat bagian @
Pars superior duodeni
Pars des'endens duodeni
Pars in(erior duodeni
Pars as'endens duodeni
6askularisasi
Arteri dan vena Pan'reati'oduodenalis superior
Arteri dan vena Pan'reati'oduodenalis in(erior
Persara(an
n. Syphati'us dan parasyphati'us
1. )ejenu dan ileu
Anatoi
)ejenu terletak diregio idabdoinalis sinistra sedangkan ileu di regio abdoinalis
de5ter sebelah ba%ah. -ereka sangat obil dan digantung oleh esosteniu.
6askularisasi
Arteri esenteri'a superior
Arteri ileo'oli'a
aliran darah vena beruara ke vena esenteri'a superior
Persara(an
sipatik dan parasipatik
#isiologi
$sus halus epunyai (ungsi utaa@
Pen'ernaan A proses pee'ahan akanan enjadi bentuk yang dapat di'erna elalui
kerja berbagai en=i dala saluran gastrointestinal.
Absorpsi bahan-bahan nutrisi dan air
7istologi
-ukosa usus halus terdiri plika sirkularis+ vili intestinalis+ dan ikrovili.
1. Plika sirkularis adalah lipatan atau peninggian ukosa peranen+ plika yang paling
besar terdapat di bagian proksial yang erupakan sebagian besar absorpsi seakin
kedistal akin ke'il .
2. 6ili intestinal tonjolan peranen irip jari pada laina propria+ dilapisi oleh epitel
selapis silindris. Pusat jaringan ikat setiap vilus engandung kapiler li(atik+ kapiler
darah dan berkas otot polos.
3. -ikrovili adalah juluran sitoplasa yang enutupi apeks sel-sel absorpti( usus.
!ebanyakan sel dala epitel usus adalah sel absorpti( silindris tinggi dengan
ikrovili yang ditutupi selubung glikokaliks tebal. &iantara sel absorpti( silindris
terdapat del goblet yang akin kedistal akin banyak.
$sus halus banyak engandung kelenjar intestinal3kripta lieberkuhn4+ diana sel
yang tidak berdi((erensiasi pada kelenjar ini enapakkan aktivitas itotik dan
ebentuk sel absorpti( silindris dan sel goblet. Sel-sel paneth ditandai dengan granul
eosino(ilik di sitoplasanya. Selain itu+ diteukan pula sel enteroendokrin dan plak
peyer pada ileu.
2. 0ntestinu Crassu
a. Cae'u
-erupakan kantong dengan ujung buntu yang enonjol ke ba%ah pada region
ilia'a kanan di ba%ah jun'ture ileo'ae'alis. Panjangnya sekitar ? ' dan dibungkus
oleh peritoneu. Tidak epunyai esenteriu. Pada perukaan posteroedialnya
elekat appendi5. *tot longitudinalisnya dibatasi oleh 9 pita datar yang disebut taenia
'oli.
!atup ileosekal yang elekat pada ujung seku+ engendalikan aliran kius
dari ileu ke dala seku dan en'egah terjadinya aliran bahan (ekal ke dala usus
halus.
Persara(an berasal dari 'abang-'abang sara( sipatis dan parasipatis dari ple5us
esenteri'us superior.
b. Appendi5
Tabung otot sepit yang engandung banyak jaringan li(oid. Panjangnya
bervariasi ulai dari B-19 '. "asis appendi5 elekat pada bagian posteroedial dari
'ae'u.
'. Colon As'endens
"erjalan ke atas dari 'ae'u ke perukaan in(erior lobus hepatis de5ter. Pada
%aktu en'apai hepar+ 'olon as'endens ebelok ke kiri ebentuk (le5ura 'oli
de5tra.
!olon asendens panjangnya sekitar 19 ' dan terletak pada region ilia'a kanan.
Colon asendens berjalan ke atas dari 'ae'u sapai perukaan in(erior lobus kanan
hati+ di ana 'olon as'eden se'ara taja ke kiri+ ebentuk (le5ura 'oli de5tra+ dan
dilanjutkan sebagai 'olon transversu. Peritoneu enutupi pinggir dan perukaan
depan 'olon as'endens dan enghubungkannya dengan dinding posterior abdoen+
Pebuluh arteri yang eperdarahi 'olon as'enden adalah a. ilio'oli'a dan a.
'oli'a de5tra yang erupakan 'abang a. esenteri'a superior. 6ena yang
eperdarahi v. ilio'oli'a dan v. 'oli'a de5tra dan engalirkan darahnya ke v.
esenteri'us superior.
Sara( 'olon as'enden berasal dari sara( sipatis dan parasipatis 3n.vagus4 dari
ple5us esenteri'us superior.
d. Colon Transversu
-enyilang abdoen di region ubili'alis dari (le5ura 'oli de5tra sapai (le5ura 'oli
sinistra.
e. Colon &es'endens
Terbentang dari (le5ura 'oli sinistra sapai aperture pelvis superior.
(. Colon Sigoideu
-ulai pada aperture pelvis superior+ tergantung ke ba%ah ke dala 'avitas pelvis.
g. ,e'tu
"erjalan ke ba%ah turun di depan os s'aru+ eninggalkan pelvis dengan
enebus dia(raga pelvis. &i sini re'tu elanjutkan diri sebagai 'analis analis di
dala perineu.
Saluran 'erna eniliki beberapa pertahanan sebagai berikut @
1. Non iunologis
a4 #lora usus @ &apat enghabat pertubuhan kuan pathogen dengan
adanya kopetisi terhadap subbstrat yang epengaruhi pertubuhan kuan yang
optial.3 ph enurun+ daya oksidasi enurun dsb4
b4 Sekresi usus @ -u'in 3glikoprotein dala usus4
'4 Pertahanan labung
d4 :erak peristalti'
e4 #iltrasi hepar
1. 0unologik lo'al
a4 Se'retory 0gA
b4 Cell -ediated Counity 3C-04
'4 0unoglobin lain
B, DIARE
A. &.#0N0S0
&iare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 9 kali per hari+
disertai dengan perubahan konsitensi tinja enjadi 'air dengan atau tanpa lendir dan
darah yang berlangsung kurang dari 1> hari.
Pada bayi yang inu AS0 sering (rekuensi buang air besarnya lebih dari 9-> kali per
hari+ keadaan ini tidak dapat disebut diare+ tetapi asih bersi(at (isiologis atau noral.
Selaa berat badan bayi eningkat noral+ hal tersebut tidak tergolong diare+ tetapi
erupakan intoleransi laktosa seentara akibat belu sepurnanya perkebangan
saluran 'erna. $ntuk bayi yang inu AS0 se'ara eksklusi( de(inisi yang praktis
adalah eningkatnya (rekuensi buang air besar atau konsistensinya enjadi 'air
enurut ibunya abnoral atau tidak seperti biasanya. !adang-kadang pada seorang
anak buang air besarnya kurang dari 9 kali perhari+ tetapi konsistensinya 'air+ keadaan
ini sudah dapat disebut diare. 1
". .P0&.-0*/*:0
Setiap tahun diperkirakan lebih dari satu ilyar kasus diare di dunia dengan 9+9 juta
kasus keatian sebagai akibatnya. &iperkirakan angka kejadian di negara
berkebang berkisar 9+2 C 7 episode per anak pertahun dala 1 tahun pertaa
kehidupan dan 1 C 2 episode per anak per tahun dala 2 tahun pertaa kehidupan.
&ata dari pro(il kesehatan 0ndonesia tahun 1;;1 enunjukkan bah%a angka kesakitan
diare berdasarkan propinsi terjadi penurunan dari tahun 1DDD-1;;1. Pada tahun 1DDD
angka kesakitan diare sebesar 12+?9 per 1;;; penduduk enurun enjadi 11+?D per
1;;; penduduk pada tahun 1;;; dan 11+;; per 1;;; penduduk pada tahun 1;;1.?
Sedangkan berdasarkan pro(il kesehatan 0ndonesia 1;;9+ penyakit diare enepati
urutan kelia dari 1; penyakit utaa pada pasien ra%at jalan di ,uah Sakit dan
enepati urutan pertaa pada pasien ra%at inap di ,uah Sakit. "erdasarkan data
tahun 1;;9 terlihat (rekuensi kejadian luar biasa 3!/"4 penyakit diare sebanyak D1
kasus dengan 9B?2 orang penderita+ 119 orang eninggal+ dan Case #atality
,ate3C#,4 1+D1E.7 !asus diare akut yang ditangani di praktek sehari-hari berkisar
1;E dari total kunjungan untuk usia di ba%ah 1 tahun dan 1;E untuk usia di ba%ah 9
tahun 1+ 1
C. CA,A P.N$/A,AN &AN #A!T*, ,.S0!*
Cara penularan diare uunya elalui 'ara (ekal C oral yaitu elalui akanan atau
inuan yang ter'ear oleh enteropatogen+ atau kontak langsung tangan dengan
penderita atau barang C barang yang telah ter'ear tinja penderita atau tidak langsung
elalui lalat. 3elalui > # A (inger+ (lies+ (luid+ (ield4.1
#aktor resiko yang dapat eningkatkan penularan enteropatogen antara lain@ tidak
eberikan AS0 se'ara penuh untuk > C ? bulan pertaa kehidupan bayi+ tidak
eadainya penyediaan air bersih+ pen'earan air oleh tinja+ kurangnya sarana
keberihan 3-C!4+ kebersihan lingkungan dan pribadi yang buruk+ penyiapan dan
penyipanan akanan yang tidak higienis dan 'ara penyapihan yang tidak baik.
Selain hal- hal tersebut+ beberapa (aktor pada penderita dapat eningkatkan
ke'enderungan untuk terjangkit diare antara lain@ gi=i buruk+ iunode(isiensi+
berkurangnya keasaan labung+ enurunnya otilitas usus+ enderita 'apak
dala > inggu terakhir dan (aktor genetik.1
1. #aktor uur
Sebagian besar episode diare terjadi pada 1 tahun pertaa kehidupan. 0nsiden
tertinggi terjadi pada kelopok uur ? C 11 bulan pada saat diberikan akanan
pendaping AS0. Pola ini enggabarakan kobinasi e(ek penurunan kadar antibodi
ibu+ kurangnya kekebalan akti( bayi+ pengenalan akanan yang ungkin
terkontainasi bakteri tinja dan kontak langsung dengan tinja anusia atau binatang
pada saat bayi ulai erangkak. !ebanyakan enteropatogen erangsang paling tidak
sebagian kekebalan ela%an in(eksi atau penyakit yang berulang+ yang ebantu
enjelaskan enurunnya insiden penyakit pada anak yang lebih besar dan pada orang
de%asa.
1. 0n(eksi asitoatik
Sebagian besar in(eksi usus bersi(at asitoatik dan proporsi asitoatik ini
eningkat setelah uur 1 tahun dikarenakan pebentukan iunisasi akti(. Pada
in(eksi asitoatik yang ungkin berlangsung pada beberapa hari atau inggu+ tinja
penderita engandung virus+ bakteri atau kista proto=oa yang in(eksius. *rang
dengan in(eksi asitoatik berperan penting dala penyebaran banyak enteropaogen
terutaa bila ereka tidak enyadari adanya in(eksi+ tidak enjaga kebersihan+ dan
berpindah C pindah dari satu tepat ke tepat lain.
9. #aktor usi
6ariasi pola usian diare dapat terjadi enurut letak geogra(is. &i daerah sub
tropik diare karena bakteri lebih sering terjadi pada usi panas+ sedangkan diare
karena virus terutaa rotavirus pun'aknya terjadi pada usi dingin. &i daerah
tropik 3terasuk 0ndonesia4+ diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat terjadi
sepanjang tahun dengan peningkatn sepanjang usi kearau+ sedangkan diare
karena bakteri 'enderung eningkat pada usi hujan.
>. .pidei dan pandeik
6ibrio 'holera ;.1 dan Shigella dysentriae 1 dapat enyebabkan epideik dan
pandeik yang engakibatkan tingginya angka kesakitan dan keatian pada seua
golongan usia. Sejak tahun 1D?1+ kolera yang disebabkan vibrio 'holera ;.1 biotipe
.ltor telah enyebar ke Negara C Negara di A(rika+ Aerika latin+ Asia+ Tiur
Tengah+ dan di beberapa daerah di aerika $tara dan .ropa. &ala kurun %aktu
yang saa Shigella dysentriae tipe 1 enjadi penyebab %abah yang besar di Aerika
Tengah dan terakhir di A(rika tengah dan Asia Selatan. Pada akhir tahun 1DD1+
dikenal strain baru 6ibrio 'holera ;19D yang enyebabkan pandeik di Asia dan
lebih dari 1 negara engalai %abah.1
&. .T0*/*:0
Selaa 1 dekade+ penelitian enunjukkan karakteristik dari diare akut. Pada a%al
1D7; agen penyebab dapat diidenti(ikasi dala 12-1;E episode diare. Sekarang+
dengan seakin berkebangnya teknik diagnostik+ dapat diteukan agen penyebab
dala ?;-B;E.9 Sebagian besar penyebab in(eksi diare adalah ,otavirus+ disaping
virus lainnya seperti Nor%alk /ike 6irus+ .nteri' Adenovirus+ Astovirus+ dan
Cali'ivirus. "eberapa patogen bakteri seperti Salonella+ Shigella+ Fersinia+
Capyloba'ter+ dan beberapa strain khusus ..Coli. "eberapa parasit yang sering
enyebabkan diare eliputi :iardia+ Crytosporidiu+ dan .ntaoeba 7istolyti'a.1+
1+ 9
.tiologi diare dapat dibagi dala beberapa (aktor+ yaitu @
1. #aktor in(eksi
a. 0n(eksi enteral yaitu @ in(eksi saluran pen'ernaan yang erupakan penyebab
utaa pada anak. 0n(eksi enteral eliputi @
G 0n(eksi bakteri @ 6ibrio+ . 'oli+ Salonela+ Shigella+ Capyloba'ter+ Fersinia+
aeroonas dan sebagainya.
G 0n(eksi 6irus @ .nterovirus+ Adenovirus+ ,otavirus+ astovirus dan lain-lain.
G 0n(eksi parasit @ Ca'ing 3as'aris+ Tri'hiuris+ *5yuris4+ Proto=oa 3.. 7istolyti'a+
:iardia labia+ Tri'hoonas hoinis4+ )aur 3Candida albi'ans4.
b. 0n(eksi paraenteral yaitu @ in(eksi dibagian tubuh lain diluar alat pen'ernaan
seperti *titis edia akut 3*-A4+ Tonsilo(aringitis+ "ronkopneonie+ .n'hepalitis
dan sebagainya.
1. #aktor -alabsopsi
a. -alabsobsi karbohidrat
b. -alabsobsi leak
'. -alabsobsi protein
9. #aktor akanan @ akanan basi+ bera'un+ alergi terhadap akanan.
>. #aktor Psikologis @ rasa takut dan 'eas+ %alaupun jarang enibulkan diare
terutaa pada anak besar.
.. PAT*:.N.S0S
-ekanise dasar yang enyebabkan tibulnya diare adalah @ 1+ 1+ >
1. :angguan *sotik
Akibat terdapatnya akanan atau =at yang tidak dapat diserap akan enyebabkan
tekanan osotik dala rongga usus eninggi+ sehingga terjadi pergeseran air dan
elektrolit dala rongga usus. 0si rongga usus yang berlebihan ini akan erangsang
usus untuk engeluarkannya sehingga tibul diare.
1. :angguan sekresi
Akibat rangsangan tertentu 3isal oleh toksin4 pada dinding usus akan terjadi
peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dala rongga usus dan selanjutnya diare
tibul karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
9. :angguan otilitas usus
7iperperistaltik akan engakibatkan kesepatan usus untuk enyerap
akanan+ sehingga tibul diare+ sebaliknya bila peristaltik usus enurun akan
engakibatkan bakteri tubuh berlebihan yang selanjutnya dapat enibulkan diare.
#. PAT*#0S0*/*:0
Ada beberapa ekanise pato(isiologis yang terjadi+ sesuai dengan penyebab diare.
6irus dapat se'ara langsung erusak villi usus halus sehingga engurangi luas
perukaan usus halus dan epengaruhi ekanise en=iatik yang engakibatkan
terhabatnya perkebangan noral villi entero'ytes dari usus ke'il dan perubahan
dala struktur dan (ungsi epitel. Perubahan ini enyebabkan alabsorbsi dan
otilitas abnoral dari usus selaa in(eksi rotavirus
"akteri engakibatkan diare elalui beberapa ekanise yang berbeda. "akteri non
invasive 3vibrio 'holera+ ..'oli patogen4 asuk dan dapat elekat pada usus+
berkebang dan keudian akan engeluarkan en=i u'inase 3en'airkan lapisan
lendir4+ keudian bakteri akan asuk ke ebran+ dan engeluarkan sub unit A dan
"+ lalu engeluarkan 'A-P yang akan erangsang sekresi 'airan usus dan
enghabat absorpsi tanpa enibulkan kerusakan sel epitel. Tekanan usus akan
eningkat+ dinding usus teregang+ keudian terjadilah diare.
"akteri invasive 3salonella spp+ shigella sp+ ..'oli invasive+ 'apyloba'ter4
engakibatkan ulserasi ukosa dan pebentukan abses yang diikuti oleh respon
in(laasi. Toksin bakteri dapat epengaruhi proses selular baik di dala usus
aupun di luar usus. .nterotoksin .s'heri'hia 'oli yang tahan panas akan
engakti(kan adenilat siklase+ sedangkan toksin yang tidak tahan panas engakti(kan
guanilat siklase. ..'oli enteroheoragik dan Shigella enghasilkan verotoksin yang
enyebabkan kelainan sisteik seperti kejang dan sindro heolitik ureik 1+ 1+ 2
Sebagai akibat diare akut aupun kronik akan terjadi @
1. !ehilangan air 3dehidrasi4
&ehidrasi terjadi kehilangan air 3output 4 lebih banyak daripada peasukan 3input4+
1. :angguan keseibangan asa basa 3etabolik asidosis4
Terjadi karena @
a. !ehilangan Na-bikarbonat bersaa tinja
b. Adanya ketosis kelaparan. -etabolise leak tidak sepurna sehingga benda
keton tertibun dala tubuh.
'. Terjadi penibunan asa laktat karena adanya anoreksia jaringan.
d. Produk etabolise yang bersi(at asa eningkat karena tidak dapat dikeluarkan
oleh ginjal 3terjadi oliguriaHanuria4.
e. Peindahan ion Na dari 'airan ekstraseluler kedala 'airan intraseluler.
Se'ara klinis asidosis dapat diketahui dengan eperhatikan perna(asan+
perna(asan bersi(at 'epat+ teratur dan dala 3perna(asan !us=aull4
9. 7ipoglikeia
7al ini terjadi karena @
a. PenyipananHpersediaan glikogen dala hati terganggu.
b. Adanya gangguan absopsi glukosa 3%alaupun jarang4.
:ejala hipoglikei akan un'ul jika kada glukosa darah enurun sapai >; gE
pada bayi dan 2; gE pada anak-anak. :ejala hipoglikei tersebut dapat berupa@
leas+ apatis+ peka rangsang+ treor+ berkeringat+ pu'at+ syok+ kejang sapai koa.
>. :angguan :i=i
7al ini disebabkan @
a. -akanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare dan H untahnya
akan bertabah hebat.
b. Walaupun susu diteruskan+ sering diberikan dengan pengen'eran dan susu yang
en'er ini diberikan terlalu laa.
'. -akanan yang diberikan sering tidak dapat di'erna dan diabsopsi dengan baik
karena adanya hiperperistaltik.
2. :angguan sirkulasi
Sebagai akibat diare denganHtanpa disertai untah+ dapat terjadi gangguan
sirkulasi darah berupa renjatan 3sho'k4 hipovoleik. Akibatnya per(usi jaringan
berkurang dan terjadi hipoksia+ asidosis bertabah berat+ dapat engakibatkan
pendarahan dala otak+ kesadaran enurun 3soporokoatosa4 dan bila tidak segera
ditolong penderita dapat eninggal.?
Seua akibat diare 'air diakibatkan karena kehilangan air dan elektrolit tubuh elalui
tinja. &ehidrasi adalah keadaan yang paling berbahaya karena dapat enyebabkan
volue darah 3hipovoleia4+ kolaps kardiovaskular dan keatian bila tidak diobati
dengan tepat. Ada tiga a'a dehidrasi.
14 &ehidrasi isotonik
0ni adalah dehidrasi yang sering terjadi karena diare. 7al ini terjadi bila
kehilangan air dan natriu dala proporsi yang saa dengan keadaan noral dan
diteui dala 'airan ekstraseluler.
14 &ehidrasi 7ipertonik
"eberapa anak yang diare+ terutaa bayi sering enderita dehidrasi
hipernatreik. Pada keadaan ini didapatkan kekurangan 'airan dan kelebihan natriu.
"ila dibandingkan dengan proporsi yang biasa diteukan dala 'airan ekstraseluler
dan darah. 0ni biasanya akibat dari peasukan 'airan hipertonik pada saat diare yang
tidak di absopsi se'ara e(isien dan peasukan air yang tidak 'ukup.
94 &ehidrasi 7ipotonik
Anak dengan diare yang inu air dala julah besar atau yang endapat
in(us 2 E glukosa dala air+ ungkin bisa enderita hiponatreik. 7al ini terjadi
karena air diabsopsi dari usus seentara kehilangan gara 3NaCl 4 tetap berlangsung
dan enyebabkan kekurangan natriu dan kelebihan air.?
:. :.)A/A !/0N0S
-ula-ula bayiHanak enjadi 'engeng+ gelisah+ suhu badan ungkin eningkat+
na(su akan berkurang atau tidak ada keudian tibul diare. Tinja akin 'air+
ungkin engandung darah danH atau lendir+ %arna tinja berubah enjadi kehijau-
hijauan karena ter'apur epedu. !arena seringnya de(ekasi+ anus dan sekitarnya
le'et karena tinja akin laa akin enjadi asa akibat banyaknya asa laktat+
yang terjadi dari pee'ahan laktosa yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus.
Ge2a'a
K'i!ik
R(ta3iru4 S5i6e''a Sa'm(!e''
a
E,7('i
e!ter(t(k
Si6e!ik
E,7('i
e!ter(
i!3a4i
75('erae
#ua'
mu!ta5
sering jarang sering I - sering
Pa!a4 I II II - II -
N"eri
)erut
Tenesus Tenesus
kolik
Tenesus
kolik
!adang1 Tenesus
kolik
!olik
Ge2a'a 'ai! Sering
distensi
abdoen
Pusing+
dapat ada
kejang
7ipotensi Pusing+
bakteriia+
tokseia
sisteik
Siat ti!2a :
*('ume Sedang Sedikit Sedikit "anyak Sedikit "anyak
-rekue!4i 2-1; 5 J1; 5 Sering Sering Sering Terusenerus
K(!4i4te!4
i
Cair /ebek /ebek Cair /ebek Cair
Dara5 - Sering !adang - I -
Bau - - "usuk Tdk spesi(ik - Ais
0ar!a !uning
7ijau
-erah
7ijau
7ijau Tak ber%arna -erah-
7ijau
seperti 'u'ian
beras
Leuk(4it - I I - - -
Siat 'ai! Anoreksia !ejang Sepsis -eteorisus 0n(eksi
sisiteik
-
7. &0A:N*S0S
A!am!e4i4
Pada ananesis perlu ditanyakan hal-hal sebagai berikut @ laa diare+ (rekuensi+
volue+ konsistensi tinja+ %arna+ bau+ adaHtidak lendir dan darah. "ila disertai untah
@ volue dan (rekuensinya. !en'ing@ biasa+ berkurang+ atau tidak ken'ing dala ?-B
ja terkhir. -akanan dan inuan yang diberian selaa diare. Adakah panas atau
penyakit lain yang enyertai sepert batuk+ pilek+ otitis edia+ 'apak. Tindakan yang
telah dilakukan ibu selaa aank diare@ eberi oralit+ eba%a berobat ke
puskeas atau ruah sakit dan obat C obatan yang diberikan serta ri%ayat
iuisasinya.
Pemerik4aa! -i4ik
Pada peeriksaan (isik perlu diperiksa @ berat badan+ suhu tubuh+ (rekuensi denyut
jantung dan perna(asan serta tekanan darah. Selanjutnya perlu di'ari tanda-tanda
utaa dehidrasi @ kesadara+ rasa haus dan turgor kulitabdoen dan tanda-tanda
tabahan lainnya @ ubun-ubun besar 'ekung atau tidak+ ata@ 'o%ong atau tidak+ ada
atau tidak adanya air ata+ bibir+ ukosa ulut dan dan lidah kering atau basah.
Perna(asan yang 'epat dan dala indikasi adanya asidosis etabolik. "ising usus
yang leah atau tidak ada bila terdapat hipokalei. Peerksaan ekstriitas perlu
karena per(usi dan 'apillary re(ill dapat enentukan derajat dehidrasi yang terjadi
-enurut banyaknya 'airan yang hilang+ derajat dehidrasi dapat dibagi
berdasarkan @
1. !ehilangan berat badan
a. Tanpa dehidrasi+ bila terjadi penurunan berat badan K 9 E.
b. &ehidrasi ringan- sedang+ bila terjadi penurunan berat badan 9 - D E.
'. &ehidrasi berat+ bila terjadi penurunan berat badan J D E.
1. &erajat dehidrasi.
"erdasarkan --W, 1;;9 @
4im)t(m Ta!)a +e5i+ra4i De5i+ra4i ri!6a!84e+a!6 De5i+ra4i 9erat
Ke4a+ara! Noral+ gelisah+ lelah+
irritable
Apatis+ letargi+ tidak
sadar
De!"ut 2a!tu!6 Noral Noral C eningkat Takikardi+ bradikardi
pada kasus berat
Kua'ita4 !a+i Noral Noral C eleah /eah+ ke'il+ tidak
teraba
Per!aa4a!Noral Noral C 'epat &ala
#ata Noral Sedikit 'o%ong Sangat 'o%ong
Air #ata "erkurang Tidak ada
#u'ut +a!
'i+a5
"asah !ering Sangat kering
Cu9ita! ku'itsegera kebali !ebali K 1L !ebali J 1L
Ca)i''ar" rei'' Noral -eanjang -eanjang+ inial
Ek4tremita4 7angat &ingin &ingin+ sianotik
ke!7i!6 Noral "erkurang inial
DERA.AT DEHIDRASI BERDASARKAN SISTE# PENGANGKAAN #AURICE
KING
Ba6ia! tu9u5 "a!6
5aru4 +i)erik4a
$ 1 &
!eadaan uu Sehat :elisah+ lekas arah atau
apatis+ engantukHlunglai
-engigau+ koa atau
syok
!ekenyalan kulit Noral Sedikit kurang Sangat kurang
-ata Noral Sedikit kurang Sangat kurang
$bun C ubun Noral Sedikit 'ekung Sangat 'ekung
-ulut Noral !ering !ering dan ebiru
&enyut nadi Noral 11; C 1>; J 1>;
Catatan @ 7asil yang didapat pada penderita diberi angka ;+ 1+ 1 sesuai dengan
tabel keudian dijulahkan.
Nilai ; C 1 A dehidrasi ringan
Nilai 9 C ? A dehidrasi sedang
Nilai 7 C 11 A dehidrasi berat
3nilaiHgejala tersebut adalah gejalaHnilai yang terlihat pada dehidrasi isotonik
dan hipotonik dan keadaan dehidrasi yang paling banyak terdapat4
Pada anak-anak dengan ubun-ubun besar sudah enutup+ nilai untuk ubun-ubun besar diganti
dengan banyaknyaH(rekuensi ken'ing.
$ntuk enentukan kekenyalan kulit+ kulit perut perlu LdijepitL diantara ibu jari
dan telunjuk selaa 9;-?; detik+ keudian dilepas. )ika kulit kebali noral
dala %aktu@
1 detik @ turgor agak kurang 3dehidrasi ringan4
1-1 detik @ turgor kurang 3dehidrasi sedang4
1 detik @ turgor sangat kurang 3dehidrasi berat4
TABEL PENENTUAN DERA.AT DEHIDRASI #ENURUT 0HO
TANDA
DEHIDRASI
RINGAN SEDANG BERAT
1. !eadaan uu M kondisi
"ayi dan anak ke'il 7aus+ sadar+
gelisah
7aus+ gelisah atau
letargi tapi
iritabel
-engantuk+ leas+
eksteritas dingin+
berkeringat+ sianotik+
ungkin koa
Anak lebih besar dan
de%asa
7aus+ sadar+
gelisah
7aus+ sadar+
erasa pusing
pada perubahan
"iasanya sadar+ gelisah+
ekstreitas dingin+
berkeringat dan sianotik+
kulit jari C jari tangan
dan kaki keriput
1. Nadi radialis Noral 3(rek.
M isi
Cepat dan leah Cepat+ halus+ kadang C
kadang tidak teraba
9. Perna(asan Noral &ala &ala dan 'epat
>. $$" N Noral Cekung Sangat 'ekung
2. .lastisitas kulitN Pada
pen'ubitan
kebali
/abat Sangat laban J 1 detik
segera
?. -ata N Noral Cekung Sangat 'ekung
7. Air ata Ada !ering Sangat kering
B. Selaput lendir /ebab !ering Sangat kering
D. Pengeluaran
urinN
Noral "erkurang Tidak ada urin untuk
beberapa ja+ kandung
ken'ing kosong
1;. T& sistolik Noral Noral+ rendah K B; l7g
11. Pasien kehilangan
""
> C 2 E ? C D E J 1; E
Prakiraan kehilangan
'airan
>; C 2; lHkg ?; C D; lHkg 1;; C 11; lHkg
!eterangan@
N Terutaa berguna pada bayi untuk enilai dehidrasi dan eantau rehidrasi.
Pegangan untuk enggolongkan penderita terasuk dehidrasi berat+ sedang atau ringan
adalah @ bila terdapat 1 atau lebih gejala dala penggolongan tersebut. &engan 'atatan selalu
eikirkan resiko yang lebih tinggi+ isal terdapat 1 gejala dehidrasi berat dan 2 gejala
dehidrasi sedang+ aka penderita tersebut diasukkan dala golongan dehidrasi berat.

0. P.-.,0!SAAN /A"*,AT*,0$-
Peeriksaan laboratoriu penting artinya dala enegakkan diagnosis 3kausal4
yang tepat sehingga kita dapat eberikan obat yang tepat pula. Peeriksaan yang
perlu dikerjakan @1
1. Peeriksaa tinja
a. -akroskopis dan ikroskopis.
b. "iakan kuan untuk en'ari kua penyebab.
'. Tes resistensi terhadap berbagai antibiotika.
d. p7 dan kadar gula dala tinja dengan kertas lakus dan tablet 'linitest+ bila
diduga terdapat intoleransi glukosa.
1. Peeriksaan darah
&arah lengkap+ analisa gas darah+ glukosa darah+ kultur dan tes kepekaan terhadap
antibiotik
9. Peeriksaan .lektrolit
Terutaa kadar natriu+ kaliu+ kalsiu dan (os(or dala seru 3terutaa pada
penderita yang disertai kejang4.
>. Peeriksaan urin
$rin lengkap+ kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotik
). !*-P/0!AS0
Sebagai akibat kehilangan 'airan dan elektrolit se'ara endadak+ dapat terjadi
berbagai a'a koplikasi seperti@9+?
1. &ehidrasi 3ringan+ sedang+ berat+ hipotonik+ isotonik atau hipertonik4.
1. ,enjatan hipovoleik.
9. 7ipokaleia 3dengan gejala eteorisus+ hipotoni otot+ leah+ bradikardi+
perubahan pada elektrokardiogra4.
>. 7ipoglikei
2. 0ntoleransi laktosa sekunder+ sebagai akibat de(isiensi en=i laktase karena
kerusakan vili ukosa usus halus.
?. !ejang+ terutaa pada dehidrasi hipertonik.
7. -alnutrisi energi protein+ karena selain diare dan untah+ penderita juga
engalai kelaparan.
!. P.NATA/A!SANAAN
Terdapat lia lintas tatalaksana+ yaitu @1
1. ,ehidrasi
1. &ukungan nutrisi
9. Supleentasi Oin'
>. Antibiotik selekti(
2. .dukasi orang tua
,ehidrasi
14 ,en'ana Terapi A @ &iare Tanpa &ehidrasi
Terapi dilakukan di ruah. -enerangkan > 'ara terapi diare di ruah @
a4 "erikan anak lebih banyak 'airan daripada biasanya untuk en'egah dehidrasi
b4 "erikan tablet Oin'. &osis yang digunakan untuk anak-anak @
P Anak diba%ah usia ? bulan @ 1; g 3Q tablet4 per hari
P Anak diatas usia ? bulan @ 1; g 31 tablet4 per hari
Oin' diberikan selaa 1;-1> hari berturut-turut+ %alaupun anak sudah sebuh. Cara
peberian tablet =in' pada bayi+ dapat dilarutkan dengan air atang+ AS0+ atau oralit.
$ntuk anak-anak yang lebih besar+ =in' dapat dikunyah atau dilarutkan dala air
atang atau oralit.
'4 "eri anak akanan untuk en'egah kurang gi=i.
P Teruskan AS0 H berikan susu PAS0
P "ila anak ? bulan H lebih+ atau telah endapatkan akanan padat @
- "erikan bubur+ bila ungkin 'apur dengan ka'ang-ka'angan+ sayur+ daging H
ikan. Tabahkan 1-1 sendok teh inyak sayur sop tiap porsi
- "erikan sari buah H pisang halus untuk enabah kaliu
- "erikan akanan segar+ asak dan haluskan H tubuk dengan baik
- "ujuklah anak untuk akan
- "erikan akanan yang saa setelah diare berhenti+ dan berikan akanan
tabahan setiap hari selaa 1 inggu
d4 "a%a anak kepada petugas kesehatan bila anak tidak ebaik dala 9 hari
atau enderita sebagai berikut @
R "uang air besar 'air lebih sering
R -untah terus enerus
R ,asa haus yang nyata
R -akan atau inu sedikit
R &ea
R Tinja berdarah
Anak harus diberi oralit diruah apabila @
P Setelah endapat ,en'ana Terapi " atau C
P Tidak dapat kebali ke petugas kesehatan bila diare eburuk
P -eberikan oralit kepada seua anak dengan diare yang datang ke petugas
kesehatan erupakan kebijakan peerintah.
"erikan oralit (orula baru sesuai ketentuan yang benar.
#orula oralit baru yang berasal dari W7* dengan koposisi sbb @
Natriu @ 72 olH/
!lorida @ ?2 olH/
:lukosa+ anhidrous @ 72 olH/
!aliu @ 1; olH/
Sitrat @ 1; olH/
Total *solaritas @ 1>2 olH/
!etentuan peberian oralit (orula baru @
P "eri ibu 1 bungkus oralit (orula baru.
P /arutkan 1 bungkus oralit (orula baru dala 1 / air atang+ untuk persediaan
1> ja.
P "erikan larutan oralit pada anak setiap kali "A"+ dengan ketentuan sebagai
berikut @
- $ntuk anak usia K 1 tahun @ berikan 2;-1;; / tiap kali buang air.
- $ntuk anak usia J 1 tahun @ berikan 1;;-1;; / tiap kali buang air.
P )ika dala %aktu 1> ja persediaan larutan oralit asih tersisa+ aka sisa
larutan itu harus dibuang.
14 ,en'ana Terapi " @ &iare &engan &ehidrasi Tidak "erat
Pada dehidrasi tidak berat+ 'airan rehidrasi oral diberikan dengan peantauan yang
dilakukan di Pojok $paya ,ehidrasi *ral selaa >-? ja. $kur julah rehidrasi oral
yang akan diberikan selaa > ja pertaa.
U4ia K > bln > C 11 bln 11 C 19 bln 1 - > thn 2 C 1> thn S 12 thn
BB K 2 kg 2 C 7+D kg B C 1;+D kg 11 C 12+D kg 1? C 1D+D kg S 9; kg
.m'5 1;; C >;; l >;; C ?;; l ?;; C B;; l B;; C 11;; l 11;; C 11;; l
11;; C
>;;; l
)ika anak inta inu lagi+ berikan.
a. Tunjukkan kepada orang tua bagaiana 'ara eberikan rehidrasi oral
R "erikan inu sedikit dei sedikit.
R )ika anak untah+ tunggu 1; enit lalu lanjutkan kebali rehidrasi oral perlahan.
R /anjutkan AS0 kapanpun anak inta.
b. Setelah > ja @
R Nilai ulang derajat dehidrasi anak.
R Tentukan tatalaksana yang tepat unuk elanjutkan terapi.
R -ulai beri akan anak di klinik.
'. "ila ibu harus pulang sebelu ren'ana terapi " @
R Tunjukkan julah oralit yang harus dihabiskan dala 9 ja diruah.
R "erikan oralit untuk rehidrasi selaa 1 hari lagi seperti dijelaskan dala ,en'ana
Terapi A.
R )elaskan > 'ara dala ,en'ana Terapi A untuk engobati anak di ruah
- "erikan anak lebih banyak 'airan daripada biasanya.
- "eri tablet =in'.
- "eri anak akanan untuk en'egah kurang gi=i.
- !apan anak harus diba%a kebali ke petugas kesehatan.
&ukungan Nutrisi
-akanan tetap diteruskan sesuai usia anak dengan enu yang saa pada aktu anak
sehat sebagai pengganti nutrisi yang hilang+ serta en'egah tidak terjadi gi=i buruk.
AS0 tetap diberikan pada diare 'air akut 3aupun pada diare akut berdarah4 dan
diberikan dengan (rekuensi lebih sering dari biasanya.
9. Supleentasi Oin'
Peakaian =in' sebagai obat pada diare didasarkan pada alasa iliah bah%a =in'
epunyai e(ek pada (ungsi kekebalan saluran 'erna dan berpengaruh pada (ungsi
dan struktur saluran 'erna serta eper'epat proses penyebuhan epitel selaa
diare. !ekurangan =in' ternyata sudah pandeik pada anak anak di negara sedang
berkebang. Oin' telah diketahui berperan dala etallo-en=yes+ polyribosoes+
ebran sel+ (ungsi sel+ diana hal ini akan ea'u pertubuhan sel dan
eningkatkan (ungsi sel dala siste kekebalan. Perlu diketahui juga bah%a selaa
diare berlangsung =in' hilang bersaa diare sehingga hal ini bisa ea'u
kekurangan =in' ditubuh.
"ukti bukti yang telah disebar luaskan dari hasil penelitian bah%a =in' bisa
engurangi laa diare sapai 1;E dan juga bisa engurangai angka kekabuhan
sapai 1;E. "ukti lain engatakan dengan peakaian =in' bisa engurangi julah
tinja sapai 1B-2DE. &ari bukti-bukti juga dikatakan tidak ada e(ek saping pada
penggunaan =in'+ jika ada diteukan hanya gejala untah.
Pada penelitian selanjutkan didapatkan bah%a =in' bisa digunakan sebagai obat pada
diare akut+ diare persisten+ sebagai pen'egahan diare akut dan persisten serta diare
berdarah. &ala penelitian biaya untuk diare dengan enggunakan =in' dikatakan
=in' bisa enekan biaya untuk diare. Peberian =in' untuk pengobatan diare bisa
enekan penggunaan antibiotik yang tidak rasional. 1+9+?
.(ek =in' antara lain sebagai berikut @
P Oin' erupakan ko(aktor en=i supero5ide disutase 3S*&4. S*& akan
erubah anion superoksida 3erupakan radikal bebas hasil sapingan dari proses
sintesis ATP yang sangat kuat dan dapat erusak seua struktur dala sel4 enjadi
71*1+ yang selanjutnya diubah enjadi 71* dan *1 oleh en=i katalase. )adi S*&
sangat berperan dala enjaga integritas epitel usus.
P Oin' berperan sebagai anti-oksidan+ TberkopetisiL dengan tebaga 3Cu4 dan
besi 3#e4 yang dapat enibulkan radikal bebas.
P Oin' enghabat sintesis Nitri' *5ide 3N*4. &engan peberian =in'+
diharapkan N* tidak disintesis se'ara berlebihan sehingga tidak terjadi kerusaan
jaringan dan tidak terjadi hipersekresi.
P Oin' berperan dala penguatan siste iun.
P Oin' berperan dala enjaga keutuhan epitel usus+ berperan sebagai ko(aktor
berbagai (aktor transkripsi sehingga transkripsi dala sel usus dapat terjaga.
>. Antibiotik Selekti(
Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare 'air akut+ ke'uali dengan indikasi yaitu
pada diare berdarah dan kolera.
2. .dukasi *rang Tua
Nasihat pada ibu atau pengasuh untuk kebali segera jika ada dea+ tinja
berdarah+ untah berulang+ akan H inu sedikit+ sangat haus+ diare seakin sering+
atau belu ebaik dala tiga hari. 0ndikasi ra%at inap pada penderita diare akut
berdarah adalah alnutrisi+ usia kurang dari satu tahun+ enderita 'apak pada ?
bulan terakhir+ adanya dehidrasi dan disentri yang datang sudah dengan koplikasi.
/. P,*"0*T0!
Probiotik adalah ikroorganise hidup+ yang jika diberikan dala julah yang
adekuat akan eberi keuntungan enyehatkan pada individu.1
Peberian akan disertai susu (erentasi yang engandung la'toba'illus 'asei atau
la'toba'illus a'idophilus dapat eproduksi iunostiulasi pada host dengan
engaktivasi akro(ag dan li(osit. 7al ini berhubungan dengan bahan yang
diproduksi oleh organise-organise ini selaa proses (erentasi yaitu beberapa
bahan etabolit+ peptide dan en=i.1
Pada anak dengan alnutrisi+ diare akut enyebabkan perubahan keseibangan
ikro(lora se'ara drastis+ pada kasus ini peberian produk yang di(erentasi dapat
ebantu rekolonisasi.
Susu (orula bayi yang engandung "i(idoba'teriu la'tis atau /a'toba'illus
reuteri+ dapat enurunkan resiko diare+ gejala gangguan saluran pernapasan+ dea
dan paraeter kelainan lainnya. Anak-anak yang epunyai resiko terhadap
penyakit ini seperti anak-anak di TPA+ dapat diberikan (orula probiotik pro(ilaksis
se'ara teratur. "eberapa penulis elaporkan adanya penurunan episode penyakit dan
julah hari kesakitan akibat diare dan dea.
Pada saluran 'erna anusia+ probiotik enginduksi kolonisasi dan dapat tubuh
se'ara in situ di labung+ duodenu dan ileu. Pada epitel ileu anusia+
ikroorganise ini dapat enginduksi aktivitas iunoodulatory+ terasuk
pengabilan C&>I T 7elper 'ells. Probiotik enginduksi siste iun+ produksi
usin+ do%n regulation dari respon in(laasi+ sekresi bahan antiikroba+ pengaturan
pereabilitas usus+ en'egah perlekatan bakteri patogen pada ukosa+ stiulasi
produksi iunoglobulin dan ekanise probiotik lainnya.
.n=i akan eproduksi bakteri asa laktat yang dapat epengaruhi proses
etabolise host. Fogurt epunyai aktivitas laktase yang tinggi+ yang dapat
ebantu keadaan alabsorbsi laktosa. Selaa proses (erentasi susu+ se'ara
uu+ ikroorganise akan enggunakan laktosa sebagai substrat. 7asilnya+
konsentrasi laktosa dala yogurt akan lebih rendah daripada susu yang tidak
di(erentasi. -alabsorbsi laktosa dapat epengaruhi ekanise diare dengan
eproduksi tekanan osoti' intraluinal sehingga endorong air dan elektrolit ke
dala luen usus+ akibatnya karbohidrat yang tidak diabsorbsi dapat enyebabkan
kolonisasi bakteri di usus ke'il.
&osis probiotik yang dianjurkan adalah 1; pangkat 7 hingga 1; pangkat D.
,ekoendasi dari -itsuoka untuk bakteri /a'toba'illus eang sekitar 1; pangkat
?. )ika kita eberikan kurang dari itu+ aka proses keseibangan tidak ter'apai
yang berarti tidak bisa disebut probiotik. *leh karena itu+ preparat probiotik
/a'toba'illus uunya diberikan pada dosis 1; pangkat 7 hingga pangkat D.
-. P.NC.:A7AN &0A,.
$paya pen'egahan diare@
1. Penggunaan AS0
#ea'he dan koblinsky 31DB94 telah engupulkan data penelitian dari 1> negara
engenai dapak peberian AS0 terhadap orbiditas dan ortalitas dan
enyipulkan bah%a peningkatan penggunaan AS0 akan enurunkan orbiditas
sebesar ?-1; E dan ortalitas 1> C 17 E selaa ? bulan pertaa kehidupan. $ntuk
bayi dan anak balita penurunan orbiditas sebesar 1-> E dan ortalitas B C D E.
1. Perbaikan pola penyapihan
7al ini disebabkan karena 314 ter'earnya akanan dan inuan oleh bakteri+ 314
rendahnya kadar kalori dan protein+ 394 tidak tepatnya peberian akanan+ 3>4 kurang
sabarnya ibu eberikan akanan se'ara sedikit-sedikit tetapi sering.
9. Perbaikan higiene perorangan
Aerika serikat enunjuk!an bah%a kebiasaan en'u'i sebelu akan+ dan
sebelu asak dan setelah buang air ke'il atau buang air besar dapat enurunkan
orbiditas diare sebesar 1> C >BE .
C. &.70&,AS0
A, Pe!6ertia!
"erikut adalah beberapa pengertian tentang dehidrasi @
1. &ehidrasi adalah keadaan diana seseorang invididu yang tidak enjalani puasa
engalai atau beresik-0 engalai dehidrasi vaskuler+ interstitial atau intra
vaskuler 3/ynda )ual Carpenito+ 1;;; @ 19D4.
1. &ehidrasi adalah kekurangan 'airan tubuh karena julah 'airan yang keluar lebih
banyak dari pada julah 'airan yang asuk 3Sri Ayu Abar%ati+ 1;;94.
9. &ehidrasi adalah suatu gangguan dala keseibangan 'airan yang disertai dengan
output yang elebihi intaks sehingga julah air dala tubuh berkurang 3&rs.
Syai(uddin+ 1DD1 @ 94.
>. &ehidrasi adalah kehilangan 'airan tubuh isotik yang disertai kehilangan antriu dan
air dala julah yang relati( saa. 3Sylvia A. Pri'e+ 1DD> @ 9;94
"erdasarkan pengertian-pengertian di atas+ dapat disipulkan ba%ha dehidrasi
adalah kekurangan 'airan ekstra selular yang engakibatkan berpindahnya 'airan atau
hilang dari tubuh.
!lasi(ikasi dehidrasi enurut &onna &. 0gnatavi'us ada 9 jenis @
A. &ehidrasi 0sotonik
&ehidrasi isotonik adalah air yang hilang diikuti dengan elektrolit sehingga
kepekatannya tetap noral+ aka jenis dehidrasi ini biasnaya tidak engakibatkan
'airan .C# berpindah ke 0C#.
". &ehidrasi 7ipotonik
&ehidrasi hipotonik adalah kehilangan pelarut dari .C# elebihi kehilangan
'airan+ sehingga dipebuluh darah enjadi lebih pekat. Tekanan osotik .C#
enurun engakibatkan 'airan bergerak dari .#C ke 0C#. 6olue vaskuler juga
enurun serta terjadi pebengkakan sel.
C. &ehidrasi 7ipertonik
&ehidrasi hipertonik adalah kehilangan 'airan .C# elebihi pelarut pada
dehidrasi ini non osotik .C# enurun+ engakibatkan 'airan bergerak dari 0C# ke
.C#.
B, Eti('(6i
"era'a-a'a penyebab dehidrasi enentukan tipe H jenis-jenis dehidrasi
3-enurut &onna &. 0gnatavi'us+ 1DD1 @ 1294.
1. &ehidrasi
a. Perdarahan
b. -untah
'. &iare
d. 7ipersalivasi
e. #istula
(. 0leustoy 3peotongan usus4
g. &iaporesis 3keringat berlebihan4
h. /uka bakar
i. Puasa
j. Terapi hipotonik
k. Su'tion gastrointestinal 3'u'i labung4
1. &ehidrasi hipotonik
a. Penyakit &-
1. ,ehidrasi 'airan berlebih
1. -al nutrisi berat dan kronis
9. &ehidrasi hipertonik
a. 7iperventilasi
b. &iare air
'. &iabetes 0nsipedus 3 horon
A&7 enurun 4
d. ,ehidrasi 'airan berlebihan
e. &is(agia
(. :angguan rasa haus
g. :angguan kesadaran
h. 0n(eksi sisteik @ suhu tubuh
eningkat.
C, Pat(i4i('(6i
!ekurangan volue 'airan adalah keadaan yang uu terjadi pada berbagai
keadaan dala klinik. !eadaan ini hapir selalu berkaitan dengan kehilangan 'airan
tubuh elalui ginjal atau di luar ginjal. Penyebab tersering kekurangan volue 'airan
yang juda sering terjadi adalah tersipannya 'airan pada 'idera jaringan luna+ luka bakar
berat+ peritonitis H obstruksi saluran 'erna. Terkupulnya 'airan di adla ruang non .C#
dan non .C#. Pada prinsipnya 'airan enjadi terperangkapdan tidak dapat dipakai oleh
tubuh. Penupulkan volue 'airan yang 'epat dan banyak pada ruang-ruang seperti
beradal dari volue .C# sehingga dapat engurangi volue sirkulasi darah e(ekti(.
Perdarahan+ untah+ diare+ keringat adalah 'airan hipotonik yang terdiri dari ari+ Na
39;-7; .gHl4 dan klorida. Selaa latihan berat pada lingkungan yang panas+ bisa terjadi
kehilagnan 1 / keringat H ja. Sehingga dapat enyebabkan kekurangan volue jika
asupannya tidak en'ukupi. )ulah besar 'airan dapat hilang elalui kulit karna
penguapan jika luka bakar dira%at dengan etode terbuka.
!ehilangan Na dan air elalui ginjal tanpa adanya penyakit ginjal terjadi pada 9
keadaan yang paling sering adalah peakaian diuretik yang berlebihan+ terutaa tia=id
atau diuretik sapai yang kuat seperti (uroseid. &iuresis osotik obligatorik juga sering
enyebabkan kehilangan Na dan air yang terjadi selaa glikosuria pada &- yang tidak
terkontrol atau koa hiperosolar non ketonik pada kasus peberian akanan tinggi
protein se'ara enternal atau parenteral dapat terbentuk urea dala julah besar yang bisa
bertindak sebagai agen osotik.
Apapun penyebab dari kekurangan volue 'airan+ berkurangnya volue .C#
enganggu 'urah jantung dengan engurangi alir balik vene ke jantung sehingga
engakibatkan penurunan 'urah jantung. !arena tekanan arteri rata-rata A 'urah 5 tahanan
peri(er total aka penurunan 'urah jantung engakibatkan hipotensi. Penurunan tekanan
darah dideteksi oleh baroreseptor pada jantung dan arteri karotis dan diteruskan ke pusat
vasootor di batang otak+ yang keudian enginduksi respon sipatis. ,espon berupa
vasokonstriksi peri(er+ peningkatan denyut dan kontraktilitas jantung bertujuan untuk
engebalikan 'urah jantung dan per(usi jarignan yang noral.
per(usi ginjal erangsang ekanise renin-angiotensin-aldosteron. Angiotensin
erangsang vasokonstriksi sisteik dan aldosteron eningkatkan reabsorbsi natriu oleh
ginjal. )ika terjadi hipovolei yang lebih berat 31;;; l4 aka vasokontriksi dan
vasokonstriksi yang diperantai oleh angiotensin 00 yang eningkat. Terjadi penahanan
aliran darah yang enuju ginjal+ saluran 'erna+ otot dan kulit+ sedangkan aliran yang
enuju koroner dan otak relati( dipertahankan.
D, #a!ie4ta4i
"erikut ini gejala atau tanda dehidrasi berdasarkan tingkatannya 3Nelson+ 1;;;4 @
1. &ehidrasi ringan 3kehilangan 'airan 1-
2E dari "" seula4
a. 7aus+ gelisah
b. &enyut nadi D;-11; 5Henit+
na(as noral
'. Turgor kulit noral
d. Pengeluaran urine 319;; lHhari4
e. !esadaran baik
(. &enyut jantung eningkat
2. &ehidrasi sedang 3kehilangan 'airan 2E dari "" seula4
a. 7aus eningkat
b. Nadi 'epat dan leah
'. Turgor kulit kering+ ebran ukosa kering
d. Pengeluaran urien berkurang
e. Suhu tubuh eningkat
3. &ehidrasi berat 3kehilangan 'airan BE dari "" seula4
a. Penurunan kesadaran
b. /eah+ lesu
'. Takikardi
d. -ata 'ekung
e. Pengeluaran urine tidak ada
(. 7ipotensi
g. Nadi 'epat dan halus
h. .kstreitas dingin
E, Pe!ata'ak4a!aa!
Penatalaksanaan pada penderita dehidrasi 3&oenges M Sylvia Anderson4
1. *bat-obatan Antieetik 3 $ntuk
engatasi untah 4
2. *bat-obatan anti diare Pengeluaran (e'es
yang berlebihan dapat diberikan obat-obat anti diare serta dapatdiberikan oralit
3. Peberian air inu air inu yang
engandung natriu 'ukup eadai untuk engatasi ketidakseibangan yang terjadi.
4. Peberian 'airan intravena Pada
kekurangan 'airan yang berat+ aka diperlukan peberian 'airan intravena./arutan
gara isotonik 3;+DE4 erupakan 'airan in(us terpilih untuk kasus-kasus dengan kadar
natriu endekati noral+ karena akan enabah volue plasa. Segera setelah
pasien en'apai norotensi+ separuh dari larutan gara noral 3;+>2E4 diberikan untuk
enyediakan air bagi sel-sel dan ebantu pebuangan produk-produk sisa
etabolise
5. Peberian bolus 'airan 06 Peberian
bolus 'airan 06 a%al dala suatu uji beban 'airan+ untuk engetahui apakah aliran
keih akan eningkat+ yang enunjukkan (ungsi ginjal noral.
-, Pe!6ka2ia! -(ku4
1. &eogra(i
)enis kelain @ dehidrasi rentan terjadi pada %anita dari pada pria.
$ur @ sering terjadi pada usia di atas ?2 tahun.
1. ,i%ayat !esehatan
a. ,i%ayat penyakit dahulu
14 #istula
14 0leustoy
94 Su'tion gastrointestinal
>4 &-
24 &iabetes insipedus
?4 Perdarahan
b. Peeliharaan kesehatan
14 &iet rendah gara
14 Peasukan 'airan kurang terpenuhi
'. Pola 'airan
:ejala @ haus berkurang+ 'airan kurang
Tanda @ "" enurun elebihi 1-BE dari "" seula+ ebran ukosa kering.
e. Peeriksaan (isik
14 !esadaran @ apatis-'oa
14 Tekanan darah enurun
a. Nadi eningkat
b. Perna(asan 'epat dan dala
'. Suhu eningkat pada %aktu a%al
94 "" eningkat
>4 Turgor enurun
24 -ebran ukosa ulut kering
?4 C6P enurun
e. Peeriksaan penunjang

/aboratoriu
14 $rine
a4 *solalilas keih J >2; osol H kg
b4 Natriu urine K 1; eg H / 3penyebab di luar ginjal4
'4 Natiru urine J 1; eg H / 3penyebab pada ginjal H adrenal4
d4 *) urine eningkat
e4 )ulah urine enurun 39;-2; '' H ja4

14 &arah
a4 7t eningkat
b4 !adar protein seru eningkat
'4 NaI serui noral
d4 ,asio buru H kreatin seru J 1; @ 1 3N A 1; @ 14
e4 :lukosa seru @ noral H eningkat
(4 7b enurun.
DA-TAR PUSTAKA
:uyton+ Arthur C+ )ohn .. 7all. Textbook of Medical Physiology. .d. !e-1;. $SA@ W".
Saunders Copany+ 1;;1@ >91-D.
Prin'e+ Sylive A. 1DD>. Pato(isiologi !onsep !linis Proses Penyakit. .disi >. )akarta @ .:C.
Pri'e+ Sylvia A dan /orraine -. Wilson. 1;;?. Patofisiologi, konsep klinis proses-proses
penyakit, Edisi 6 Vol.2. )akarta@ .:C.
,obbins+ Stanley /.+ !uar+ 6inay+ dan Cotran+ ,a=i S. 1;;7. Bk !"ar Patologi, Edisi #
Vol.$. )akarta@ .:C.
Sher%ood+ /auralee. %isiologi Mansia, dari &el ke &iste'. .d. !e-1. )akarta@ .:C+
1;;1@>1B-1;+ >>7-2?.
)u((ire -+ Sri Supar dkk. "uku ajar :astroenterologi-7epatologi. $!! :astro-7epatologi
0&A0. 1;11
/atie(+Abdul et al. "uku !uliah 0lu !esehatan Anak. )ilid 1.Cetakan U. #!$0. )akarta@
1;;1. 7l 1B9-1D>.