Anda di halaman 1dari 6

0

10
20
30
40
50
60
70
80
0 2 4 6 8 10
B
u
b
b
l
e

P
o
i
n
t

(

C
e
l
c
i
u
s

)

Fraksi Mol ( Propane dan Butane )
Bubble point
Linear (Bubble point)
3. HUBUNGAN MOL DAN SUHU ( BUBBLE POINT )
TABEL :
Fraksi Mol ( Propane : Butane ) Bubble point
1 48,03
1,5 43,2
2,3 38,77
4 34,7
9 30,94
0,1 72,49
0,25 65,52
0,428 59,15
0,6 53,33

GRAFIK









ANALISA GRAFIK :
Dari grafik dapat dianalisa bahwa ketika jumlah Mol dari Propane lebih banyak dari jumlah
Mol Butane maka Titik gelembung ( bubble point) akan semakin rendah tetapi ketika jumlah
mol butane lebih banyak dibandingkan jumlah mol propane maka bubble pointnya semakin
tinggi hal ini dikarenakan propane memiliki titik didih lebih rendah dari butane sehingga
propane pada suhu yang lebih rendah sudah mengalami titik gelembung dari literatur
wikipedia titik didih propane ( -42 C ) dan titik didih Butane (-1 C ).



HUBUNGAN SUHU DAN TEKANAN PADA BUBBLE POINT
TABEL







GRAFIK


ANALISA GRAFIK :
Perubahan nilai mol tidak berpengaruh pada tekanan.


100
100 100 100
100
100 100
0 2 4 6 8 10
t
e
k
a
n
a
n

(
p
s
i
a

)

Fraksi Mol ( Propana:butana )
tekanan
Linear (tekanan)
Fraksi mol ( Propana :
butana )
Tekanan (psia )
1 100
1,5 100
2,3 100
4 100
9 100
0,1 100
0,25 100
0,428 100
0,6 100


3b. HUBUNGAN MOL DAN SUHU ( DEW POINT )
TABEL :
Fraksi Mol ( Propane : Butane ) Dew Point
1 60,19
0,6 64,73
0,428 68,94
0,25 72,86
0,1 76,56
1,5 55,23
2,3 49,73
4 43,5
9 36,25

GRAFIK

0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
0 1 2 3 4 5
D
e
w

P
o
i
n
t

(

C
e
l
c
i
u
s

)

Fraksi Mol ( Propane : Butane )
Dew point
Linear (Dew point)
ANALISA GRAFIK :
Dari grafik dapat dianalisa bahwa ketika jumlah propane lebih banyak daripada butane maka
titik embunnya akan menurun sebaliknya jika jumlah propane lebih sedikit dari jumlah
butane maka titik embunnya menaik. Hal ini dikarenakan titik didih butane lebih tinggi dari
propane sehingga cepat untuk mengembun merubah fase menjadi fase cairan.

HUBUNGAN SUHU DAN TEKANAN PADA DEW POPINT
TABEL







GRAFIK


ANALISA GRAFIK :
Tekanan tidak berubah karena adanya perbedaan komposisi mol komponen.
250
250 250
250
250 250 250
0 2 4 6 8 10
T
e
k
a
n
a
n

(

p
s
i
a

)

Fraksi Mol ( Propana : Butana )
tekanan
Linear (tekanan)
Fraksi Mol ( Propana :
butana )
tekanan
1 250
1,5 250
2,3 250
4 250
9 250
0,1 250
0,25 250
0,428 250
0,6 250
2.


1. Hysys steady state dan dinamik :
Kegunaan hysys didalam industry minyak dan gas yang memiliki system steady
state dan dinamik contohnya digunakan untuk perancangan pabrik, monitoring kinerja,
troubleshooting, improvisasi operasi, perencanaan bisnis dan manajemen aset.
Dimana contohnya dalam menangani troubleshooting ini untuk mencari mekanisme yang
tidak berfungsi dengan baik atau dalam rangka ekspansi dan modifikasi sebuah proses
dan dengan menggunakan program ini, perhitungan-perhitungan untuk mendesain suatu
proses yang rumit (karena melibatkan banyak rumus) dan memerlukan waktu yang lama
bila dikerjakan secara manual dapat dengan cepat dilakukan.
a. Pemodelan Steady state
Pemodelan steady state adalah suatu perekaan randangan proses yang dilakukan dengan
simulasi. Pada saat mantap ( steady state ) disiapkan input awal berupa data komponen
dan sifat- sifat komponen, laju alir kondisi operasi tekanan dan suhu
b. Pemodelan dinamik
Pemodelan yang merupakan lanjutan permodelan steady state dengan pergerakan proses
setiap satuan waktu proses.
4.Perbedaan Hysys dan Chemcad :
Perbedaannya adalah :
Didalam hysys terdapat objek palette alat yang diperlukan , yang membedakan object palette
pada hysys dan chemcad adalah jika di dalam chemchad tidak terdapat aliran panas dan aliran
energi begitu juga dalam hysys terdapat aliran konvergensi recycle tetapi dalam program
CHEMCAD tidak terdapat aliran konvergensi recycle.
Kemudian dalam HYSYS proses perhitungan dapat dilakukan dengan otomayis oleh program
hysys tetapi dalam chemcad harus dklik RUN baru akan terhitung.
Perbedaan antara HYSYS dan CHEMCAD, yaitu terdapat pada saat memulai simulasi pada
HYSYS komponen dan fluid package perlu ditambahkan sebelum membangun model.
Namun pada CHEMCHAD hal tersebut dapat ditambahkan setiap saat selama simulasi atau
setelah selesai pemodelan. Meskipun demikian, juga dimungkinkan untuk kembali dan
mengubahnya dalam HYSYS kapanpun yang kita inginkan. HYSYS juga membutuhkan
urutan yang benar sebelum memulai karena menghitung parameter pada setiap stream adalah
dari awal. Jika fluid package berubah setelah flowsheet telah dibuat karakteristik yang
berbeda dihitung ulang. Jika beberapa komponen karakteristik yang berbeda akan dihitung
ulang. Jika beberapa komponen dihapus atau ditambahkan selama atau setelah membuat
simulasi, ini akan mengakibatkan lebih banyak pekerjaan karena komposisi dari beberapa
stream harus ikut diubah. Reaksi dengan mudah ditambahkan dalam HYSYS dan atau
termasuk dalam satu reaksi. Sangat mudah utnuk menambahkannya ke satu atau beberapa
reaktor. Berbeda dengan CHEMCAD reaksi harus ditambahkan pada masing-masing reaktor.