Anda di halaman 1dari 21

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas

Kelas VII
Nama
Kelas
Guru Pengajar
Mata Pelajaran
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1
MATEMATIKA
ARITMATIKA SOSIAL

KARYA TULIS
Untuk Memenuhi Tugas Matematika Aspek Keterampilan
Kelas VII di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu


Nama : Elsa Verera Atmaja
Kelas : VII 5
Guru Pengajar : Alin Suherni, M.Pd
Mata Pelajaran : Matematika


SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1
BENGKULU
2014


Keterampilan

ii

Kata Pengantar



Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas berkat dan karunia-Nyalah
sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik-
baiknya yang berjudul ARITMATIKA SOSIAL.
Adapun makalah matematika tentang aritmatika sosial ini telah penulis usahakan
semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu tidak lupa penulis menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa tanpa bantuan dari semua pihak
makalah ini tidak akan selesai. Penulis pun sadar bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan dalam penyusunan kata-kata maupun penguasaan materi atau permasalahan
yang diperlukan dalam makalah ini.
Oleh karena itu penulis dengan senang hati menerima dan mengharapkan saran-saran
dan kritikan demi kesempurnaan makalah yang selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap
semoga makalah ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.



Bengkulu, April 2014



Elsa Verera Atmaja


iii

DAFTAR ISI


Kata Pengantar ........................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ................................................................................................... 1
1.3. Tujuan...................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................... 2
2.1. Harga Pembelian ..................................................................................................... 2
2.2. Harga Penjualan ...................................................................................................... 3
2.3. Untung dan Rugi ...................................................................................................... 5
2.3.1. Untung ..................................................................................................................... 5
2.3.2. Rugi ......................................................................................................................... 5
2.4. Menentukan Persentase Untung dan Rugi ............................................................... 6
2.4.1. Menentukan Harga Pembelian dan Harga Penjualan jika Persentase Untung atau
Rugi Diketahui ......................................................................................................... 7
2.5. Rabat (Diskon) ......................................................................................................... 9
2.6. Pajak ....................................................................................................................... 9
2.7. Bruto, Neto, dan Tara .............................................................................................10
2.8. Persentase Tara dan Harga Bersih .........................................................................12
2.9. Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk ......................................................................13
2.9.1. Bunga Tunggal .......................................................................................................13
2.9.2. Bunga Majemuk ......................................................................................................14
BAB III PENUTUP .....................................................................................................................16
3.1. Kesimpulan .............................................................................................................16
3.2. Saran ......................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................17



1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada zaman dahulu, kita mengenal istilah barter. Barter adalah pembelian
dengan cara tukar menukar. Apabila seseorang ingin membeli suatu barang, maka ia
harus menyediakan barang miliknya sebagai ganti atau penukar barang yang diinginkan
tersebut. contohnya seorang petani ingin membeli pakaian, maka petani tersebut bisa
menukarnya dengan tiga ekor ayam atau membelinya dengan dua karung beras.
Setelah mengalami proses, akhirnya manusia menemukan benda yang disebut
mata uang. Kegiatan jual beli dilakukan dengan memberi nilai atau harga terhadap suatu
barang dan jual beli dengan cara barter mulai ditinggalkan.
Sejalan dengan perkembangan dengan dalam kehidupan sehari-hari, kita sering
mendengar istilah-istilah perdagangan seperti Harga Pembelian, Harga Penjualan,
Untung dan Rugi. Demikian pula, istilah Rabat (Diskon), Pajak, Bruto, Neto, Tara,
Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk. Istilah-istilah ini merupakan bagian dari
matematika yang disebut Aritmatika Sosial, yaitu yang membahas perhitungan
keuangan dalam perdagangan dan kehidupan sehari-hari beserta aspek-aspeknya.
Makalah ini akan membahas tentang definisi Aritmatika Sosial. Selain itu akan
menjelaskan istilah yang berhubungan dengan Aritmatika Sosial yang dilengkapi dengan
contoh.

1.2. Rumusan Masalah
1. Apa saja istilah yang berhubungan dengan aritmatika sosial?

1.3. Tujuan
1. Mengidentifikasi istilah yang berhubungan dengan Aritmatika Sosial yang dilengkapi
dengan contohnya.



2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Harga Pembelian
Harga pembelian adalah harga atau biaya dari barang yang dibeli, misalnya
harga barang dari pabrik, grosir, atau tempat lainnya.
1. Rumus Harga Beli Jika Untung diketahui :

2. Rumus Harga Beli Jika Rugi diketahui :


Contoh Soal :
1. Seorang pedagang sepatu menjual sepasang
sepatu kepada konsumen dengan harga Rp90.000,00.
Jika pada penjualan sepasang sepatu itu pedagang
mendapat untung sebesar 25 %, berapakah harga
pembelian sepatu itu dari pabriknya?
Penyelesaian:
Harga jual = Rp90.000,00
Untung = 25 %
Untung = 25% x Rp 90.000,00
= 25 x Rp 90.000,00
100
= Rp 22.500,00
Harga Beli = Harga Jual Untung
= Rp90.000,00 Rp22.500,00
= Rp67.500,00
Jadi, harga pembelian sepatu itu adalah Rp67.500,00

Harga Beli = Harga Jual Untung
Harga Beli = Harga Jual + Rugi

3

2. Seorang pedagang ayam memperoleh hasil
penjualan Rp440.000,00. Dari penjualan itu
ternyata ia rugi 10%. Besar modal pedagang
ayam adalah.

Penyelesaian :
Harga Jual = Rp440.000,00
Rugi = 10%
Rugi = 10% x Rp440.000,00
= 10 x Rp440.000,00
100
= Rp44.000,00
Harga Beli = Harga Jual + Rugi
= Rp440.000,00 + Rp44.000,00
= Rp484.000,00
Jadi, harga pembelian ayam atau modalnya adalah Rp484.000,00

2.2. Harga Penjualan
Harga Penjualan adalah harga dari barang yang dijual atau harga barang yang
ditetapkan oleh pedagang kepada pembeli.
Misalnya: Harga Jual Buku Tulis : Rp5.000,00 Harga Jual Cat Air : Rp30.000,00.
1. Rumus Harga Jual Jika Untung diketahui :
Harga Jual = Harga Beli + Untung
2. Rumus Harga Jual Jika Rugi diketahui :
Harga Jual = Harga Beli Rugi

Contoh Soal :
1. Harga sebuah TV bekas adalah
Rp625.000,00 kemudian diperbaiki dengan
biaya Rp125.000,00. Jika pedagang TV
mengharapkan untung 20%, maka TV
tersebut harus dijual dengan harga.

4

Penyelesaian :
Harga Beli = Rp625.000,00 + Harga perbaikan TV
= Rp625.000,00 + Rp125.000,00
= Rp750.000,00
Untung = 20%
= 20% x Rp750.000,00
= 20 x Rp750.000,00
100
= Rp150.000,00
Harga Jual = Harga Beli + Untung
= Rp750.000,00 + Rp150.000,00
= Rp900.000,00
Jadi, harga penjualan TV bekas adalah Rp900.000,00

2. Seorang pedagang membeli setengah lusin tas seharga Rp210.000,00. Karena
ketinggalan mode, pedagang merugi 10%. Harga jual tas per buahnya adalah.
Penyelesaian:
1 Lusin = 12 buah
Lusin = 6 buah
Harga Beli 6 buah tas = Rp210.000,00
Rugi = 10%
= 10% x Rp210.000,00
= 10 x Rp210.000,00
100
= Rp21.000,00
Harga Jual / tas = Harga Beli Rugi
Banyak Tas
= Rp210.000,00 Rp21.000,00
6
= Rp189.000,00
6
= Rp31.500,00
Jadi, harga tas/buah adalah Rp31.500,00


5

2.3. Untung dan Rugi
2.3.1. Untung
Untung atau Laba adalah selisih antara harga penjualan dengan harga
pembelian jika harga penjualan lebih dari harga pembelian.

Untung = Harga Penjualan Harga Pembelian

Contoh Soal:
1. James membeli 30 batang pensil 2B seharga
Rp60.000,00. James menjualnya dengan
harga Rp2.500,00 per batang. Apakah James
mendapat untung atau rugi? Berapakah
untung atau rugi yang diterima James?
Penyelesaian:
Harga pembelian pensil 2B = Rp60.000,00
Harga penjualan pensil 2B = 30 x Rp2.500,00 = Rp75.000,00
Karena harga penjualan sangat besar, maka James mendapat untung.
Sehingga:
Untung = Rp75.000,00 Rp60.000,00 = Rp15.000,00
Maka untung yang diterima James sebesar Rp15.000,00

2.3.2. Rugi
Rugi adalah selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian jika
harga penjualan kurang dari harga pembelian.

Rugi = Harga Pembelian Harga Penjualan

Contoh soal:
Seorang tukang sayur membeli tomat seharga Rp10.000,00 per kg. Selanjutnya
tukang sayur tersebut ya dengan harga Rp6.000,00 kg. Apakah tukang sayur itu
mendapat untung atau rugi?


6

Penyelesaian:
Harga pembelian per kg = Rp10.000,00
Harga penjualan per kg = Rp6.000,00
Karena harga penjualan lebih kecil dari harga pembelian, maka tukang sayur
tersebut mendapatkan rugi, bukan untung.
Rugi = Rp10.000,00 Rp6.000,00 = Rp4.000,00
Maka tukang sayur tersebut mendapatkan kerugian sebesar Rp 4.000,00.

2.4. Menentukan Persentase Untung dan Rugi
Pada Persentase Untung berarti Untung dibanding dengan Harga Pembelian,
dan Persentase Rugi berarti Rugi dibanding Harga Pembelian.

% Untung = Jumlah Untung x 100%
Harga Beli

% Rugi = Jumlah Rugi x 100%
Harga Beli

Contoh Soal:
1. Katie membeli komputer seharga Rp700.000,00. Komputer itu dijual dengan
harga Rp840.000,00. Berapa %kah keuntungannya?
Penyelesaian:
Keuntungan = Rp840.000,00 Rp700.000,00 = Rp140.000,00
% Untung = Jumlah untung x 100%
Harga Beli
= Rp140.000,00 x 100%
Rp700.000,00
= 20%

2. Jill membeli televisi seharga Rp2.400.000,00. Karena rusak, Jill menjualnya
dengan harga Rp1.600.000,00. Berapa %kah kerugiannya?
Penyelesaian:
Rugi = Rp2.400.000,00 Rp1.600.000,00 = Rp800.000,00

7

% Rugi = Jumlah Rugi x 100%
Harga Beli
= Rp800.000,00 x 100%
Rp2.400.00,00
= 33.3 %

2.4.1. Menentukan Harga Pembelian dan Harga Penjualan jika Persentase
Untung atau Rugi Diketahui
a. Jika UNTUNG diketahui, maka berlaku sebagai berikut:
HARGA PENJUALAN = HARGA PEMBELIAN + UNTUNG
HARGA PEMBELIAN = HARGA PENJUALAN UNTUNG

Contoh Soal:
Tio membeli sebuah sepeda motor dengan harga Rp6.500.000,00. Supaya untung10%
berapakah sepeda motor itu harus dijualnya?

Penyelesaian:
Untuk menjawab permasalahan tersebut maka
harus dihitung dulu besarnya keuntungan dalam
rupiah sebagai berikut :
Ingat, untung 10% artinya 10% dari harga
pembelian.
Jadi:
Untung = 10% x Rp6.500.000,00
= 10 x Rp6.500.000,00
100
= Rp650.000,00

Harga penjualan = Harga pembelian + Untung
= Rp6.500.000,00 + Rp650.000,00
= Rp7.150.000,00

8


Cara Lain:
Dalam bentuk persen, harga pembelian = 100%
Jadi, Harga penjualan = Harga pembelian + Untung
= 100% + 10%
= 110% Harga pembelian
= 110 x Rp6.500.000,00
100
= Rp7.150.000,00

b. Jika RUGI diketahui, maka berlaku sebagai berikut:

HARGA PENJUALAN = HARGA PEMBELIAN RUGI
HARGA PEMBELIAN = HARGA PENJUALAN + RUGI

Contoh Soal:
Pak Ali adalah seorang pedagang pakaian, ia menjual
1 kodi baju dengan harga Rp600.000,00. Ternyata ia
mengalami kerugian sebesar 25%.
a. Berapa harga pembelian 1 kodi baju?
b. Berapa harga pembelian 1 buah baju?

Penyelesaian:
a. Harga penjualan (1 kodi) = Harga pembelian (1 kodi) Rugi
= 100% - 25%
= 75% Harga pembelian (1 kodi)
= 75 x Harga pembelian (1 kodi)
100
Harga pembelian (1 kodi) = 100 x Harga penjualan (1 kodi)
75
= 100 x Rp600.000,00
75

9

= Rp800.000,00

b. Harga pembelian 1 baju = Harga pembelian 1 kodi : 20
= Rp800.000,00 : 20
= Rp40.000,00

2.5. Rabat (Diskon)
Rabat artinya potongan harga atau lebih dikenal dengan istilah diskon. Dalam
pemakaiannya terdapat perbedaan istilah antara rabat dan diskon. Istilah rabat
digunakan oleh produsen kepada grosir, agen atau pengecer. Sedangkan diskon
digunakan oleh grosir, agen atau pengecer kepada konsumen.
Contoh soal :
Sebuah toko buku membeli beberapa jenis buku pelajaran daris suatu penerbit. Buku
matematika dibeli sebanyak 50 buah dengan harga Rp5.000.000,00 dan memperoleh
rabat sebesar 20%. Berapa rupiah yang harus dibayar pemilik toko buku itu ?

Penyelesaian:
Harga beli (B) = Rp5.000.000,00
Rabat = 20%
Rabat pembelian buku = harga beli rabat pembelian buku
= Rp5.000.000,00 Rp1.000.000,00
= Rp4.000.000,00
Jadi, pemilik toko buku harus membanyar kepada penerbit sebesar Rp4.000.000,00

2.6. Pajak
Pajak adalah statu kewajiban dari masyarakat untuk menterahkan sebagian
kekayaannya pada negara menurut peraturan yan di tetapkan oleh negara. Pegawai
tetap maupun swasta negeri dikenakan pajak dari penghasilan kena pajak yang
disebut pajak penghasilan (PPh). Sedangkan barang atau belanjaan dari pabrik,
dealer, grosor, atau toko maka harga barangnya dikenakan pajak yang disebut pajak
pertambahan nilai (PPN).

10

Contoh Soal :
1. Seorang ibu mendapat gaji sebulan sebesar Rp1.000.000,00 dengan penghasilan
tidak kena pajak Rp400.000,00. Jika besar pajak penghasilan (PPh) adalah 10 %
berapakah gaji yang diterima ibu tersebut?
Penyelesaian :
Diketahui :
Besar penghasilan = Rp1.000.000,00
Penghasilan tidak kena pajak = Rp400.000,00
Pengahasilan kena pajak = Rp1.000.000,00 Rp400.000,00
= Rp600.000,00
Pajak penghasilan = 10 %
Ditanya : Gaji yang Diterima Ibu?
Jawab :
Besar pajak penghasilan = 10 %
= 10% x Rp600.000,00
= 10 x Rp600.000,00
100
= Rp60.000,00
Gaji yang diterima = Rp1000.000,00 Rp60.000,00
= Rp940.000,00
Jadi, besar gaji yang diterima Ibu adalah Rp940.000,00

2.7. Bruto, Neto, dan Tara
Istilah bruto, neto dan tara sering digunakan pada permasalahan berat barang.
Dalam perdagangan, bruto berarti berat kotor, neto berarti berat bersih, dan tara
sebagai potongan berat.

BRUTO = NETO + TARA
NETO = BRUTO TARA
TARA = BRUTO NETO


11


Contoh Soal:
1. Ibu membeli 100 kg beras dengan Tara 10% dari Netonya. Berapakah Brutonya?
Penyelesaian:
Diketahui: Neto = 100 kg
Tara = 100 x 10% = 10 kg
Ditanya : Bruto?
Jawab : Bruto = Neto + Tara
= 100 kg + 10 kg
= 110 kg
Jadi, Brutonya adalah 110 kg.

2. Sebuah karung Pupuk bertuliskan Bruto 47 kg, Tara 0,5 kg. Berapakah Netonya?
Penyelesaian:
Diketahui: Bruto 47 kg
Tara 0,5 kg
Ditanya : Neto?
Jawab :
Neto = Bruto Tara
= 47 kg 0,5 kg
= 46,5 kg
Jadi, Netonya adalah 46,5 kg.

3. Sebuah karung gabah bertuliskan Bruto 73 kg dan Neto 71,5 kg. Berapakah
Taranya?
Penyelesaian:
Diketahui: Bruto 73 kg
Neto 71,5 kg
Ditanya : Tara?
Jawab :
Tara = Bruto Neto
= 73 kg 71,5 kg
= 1,5 kg
Jadi, Taranya adalah 1,5 kg.

12

TARA = % TARA x BRUTO
Harga Bersih = harga kotor Rabat (diskon)
Harga kotor = harga sebelum didiskon
Harga bersih = harga setelah didiskon
2.8. Persentase Tara dan Harga Bersih








Contoh Soal :
1. Pada sekarung besar tertulis Bruto 50 kg dan Neto 44,5 kg. Maka Tara dalam
persen adalah.
Penyelesaian:
Diketahui: Bruto = 50 kg
Neto = 44,5 kg
Ditanya : Tara dalam persen?
Jawab : Tara dalam kg = Bruto Neto
= 50 kg 44,5 kg
= 5,5 kg
Jadi, Tara dalam % = Tara x 100%
Bruto
= 5,5 X 100%
50
= 11%

2. Adi membeli pakaian di Ramayana seharga Rp300.000,00. Di Ramayana itu
memberikan diskon 25% untuk setiap pembelian. Berapakah uang yang harus ia
bayar?
Penyelesaian:
Harga sebelum diskon = Rp300.000,00
Diskon 25% = 25% x Rp300.000,00 = Rp75.000,00
Harga setelah didiskon = Rp300.000,00 Rp75.000,00 = Rp225.000,00
Jadi, Adi harus membayar = Rp225.000,00

13

2.9. Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
2.9.1. Bunga Tunggal
Bunga Tunggal adalah BUNGA yang dihitung berdasarkan MODAL atau
Bunga Tunggal adalah bunga uang yang diperoleh pada setiap akhir jangka
waktu tertentu yang tidak mempengaruhi besarnya modal.
Rumus untuk menghitung modal akhir pada bunga tunggal:

M = Mo + b
M = Mo + s /100 . Mo atau M = Mo (1 + s/100)

Dengan M = Besarnya uang yang dikembalikan setelah satu periode
Mo = Besarnya modal yang di pinjamkan
s% = Suku bunga persatuan waktu
Jika modal Mo di bungakan selama n periode ( bulan atau tahun) dan suku
bunga s% (per bulan atau per tahun) dengan cara bunga tunggal, maka
menentukan besar modal itu beserta bunganya adalah
Mn = Mo (1+n.s)
Keterangan
Mn = Modal untuk periode ke-n
Mo = Besarnya modal yang dipinjamkan / modal awal
s = Suku bunga persatuan waktu





14

Mn= m
o
(1+b
o
)
Contoh Soal:
Modal sebesar Rp2.000.000,00 dipinjamkan dengan perjanjian bunga tunggal.
Hitunglah besarnya bunga dan modal akhir, jika suku bunga per tahun lamanya
peminjaman adalah 15% dalam jangka waktu 8 bulan!
Penyelesaian:
Mo = Rp. 2.000.000,00
b ( dlm 1 thn ) = s x Mo = 15% x Rp2.000.000,00 = Rp300.000,00
b ( dlm 8 bln ) = s x Mo = 8/12 x Rp300.000,00 = Rp200.000,00
Jadi, modal seluruhnya atau modal akhir :
M = Mo + B
= Rp2.000.000,00 + Rp200.000,00
= Rp2.200.000,00
Atau:
M = Mo (1+n.s)
= Rp2.000.000 (1+ 8/12.15%)
= Rp2.000.000 (1,1)
= Rp2.200.000,00
2.9.2. Bunga Majemuk
Bunga Majemuk adalah BUNGA yang dihitung berdasarkan MODAL
dan BUNGA.

Keterangan:
Mn = Jumlah total majemuk dalam periode ke n / nilai akhir modal
m
o
= Modal awal sebelum di tambah dengan bunga
b
o
= Bunga majemuk

15

Contoh Soal:
Pedagang beras antar pulau menyimpan uangnya sebesar Rp.
60.000.000,00 di Bank dengan bunga majemuk sebesar 12% per tahun.
Tentukan nilai akhir modal tersebut selama 6 bulan!
Penyelesaian:
m
o
= Rp60.000.000
b
o
(1 th) = 12%
b
o
(1 bln) = 12% / 12 = 1%
M6 = m
o
(1+ b
o
)
= Rp60.000.000 (1+1%)
= Rp60.000.000 (1+0,01)
= Rp60.000.000 (1,01)
= Rp63.691.209,04















16

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Makalah ini berisi tentang istilah yang berhubungan dengan Aritmatika Sosial
yang dilengkapi dengan contohnya. Adapun istilah yang dibahas di dalam makalah ini
adalah Harga Pembelian, Harga Penjualan, Untung dan Rugi. Demikian pula, istilah
Rabat (Diskon), Bruto, Neto, Tara, Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk. Istilah-istilah ini
merupakan bagian dari Matematika yang disebut Aritmetika Sosial, yaitu yang
membahas perhitungan keuangan dalam perdagangan dan kehidupan sehari-hari
beserta aspek-aspeknya.

3.2. Saran
Para siswa harus mengerjakan banyak latihan soal yang berhubungan dengan
Aritmatika Sosial agar lebih mengerti dan memahami semua hal yang berkaitan dengan
Aritmatika Sosial. Apabila para siswa mengalami kendala/hambatan, diharapkan para
siswa bertanya kepada guru ataupun orang yang paham dan ahli dibidang Aritmatika
Sosial agar para siswa dapat mengerti dan tidak mempunyai kendala dalam memahami
dan mengerti semua hal yang berhubungan dengan Aritmatika Sosial.











17

DAFTAR PUSTAKA


Amalia. (2008). Aritmatika Sosial. [Online]. Tersedia:
http://amalia07.files.wordpress.com/2008/07/aritmetika-sosial.pdf. [Akses,11 April 2014;
20:00]
Anonim. Perhitungan Untung, Rugi, Bunga, Rabat, Bruto, Tara, dan Neto. [Online]. Tersedia:
http://p4tkmatematika.org/downloads/sd/aritmatikasosial.pdf [Akses,11 April 2014; 20:00]
Anonim. (2014). Subjek : Matematika / Materi : Aritmatika Sosial. [Online]. Tersedia:
http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Matematika/Materi:Aritmatika_Sosial. [Akses,11 April
2014; 20:00)
Anonim. (2014). Rangkuman Materi Aritmatika Sosial (Bimbingan Belajar FunMath). [Online].
Tersedia: http://made82math.files.wordpress.com/2014/01/modul-smp-kelas-7-aritmetika-
sosial.pdf [Akses,11 April 2014; 20:00]
Bassuqy, Tya. (2013). Resume Matematika Aritmatika Sosial. [Online]. Tersedia:
http://tyabassuqy.blogspot.com/2013/04/resume-matematika-aritmatika-sosial.html [Akses,
14 April 2014; 19:00]
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Matematika SMP/MTs
Kelas VII. Jakarta : Politeknik Negeri Media Kreatif.
Kurniawan. 2013. Mandiri: Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII (Jilid 1). Indonesia : Erlangga.
Sonhaji, Muhammad. (2011). Aritmatika Sosial. [Online]. Tersedia:
http://matematikasmpkelas7.blogspot.com/2011/10/aritmetika.html [Akses,11 April 2014;
20:00]





18