Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Sektor Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) merupakan salah satu
sektor terpenting di Indonesia. Karena selain sektor ini merupakan penyumbang
dalam Anggaran Perencanaan Belanja Negara (APBN), sektor ini juga
menyediakan sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh Indonesia. Pada
tahun 2013, sektor ESDM menyumbang sekitar Rp. 398,41 triliun.
Untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia, ada beberapa sumber
energi yang dapat digunakan seperti minyak bumi, gas bumi, panas bumi,
batubara dan sumber energi alternatif lainnya yang saat ini tengah
dikembangkan. Salah satu sumber energi yang banyak digunakan di Indonesia
adalah batubara.
Batubara merupakan salah satu sumber energi yang baik untuk
dikembangkan di Indonesia, mengingat Indonesia sebagai salah satu negara
yang memiliki sumberdaya batubara. Pada tahun 2014, kebutuhan batubara
domestik mencapai 95.550.000 ton. Sedangkan untuk target produksi tahun
2014 ESDM memproyeksikan sekitar 400 juta ton batubara. Jumlah tersebut
untuk memenuhi kebutuhan di sektor industri, pembangkit listrik, semen, dan
berbagai sektor untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Untuk memenuhi
kebutuhan domestik maupun kebutuhan ekspor tersebut, dilakukan eksploitasi
sumberdaya batubara.
Dalam rangkaian industri pertambangan, sebelum melakukan kegiatan
eksploitasi terlebih dahulu dilakukan kegiatan eksplorasi. Kegiatan eksplorasi
bertujuan untuk mengetahui karakteristik lapisan batubara seperti geometri,
kualitas serta kuantitas batubara tersebut. Dalam kegiatan eksplorasi akan
diketahui geometri lapisan batubara, serta dapat diketahui pula model geologi
lapisan batubara tersebut.



2




1.2 Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup masalah di daerah penyelidikan, antara lain :
Keberadaan lapisan batubara
Stratigrafi daerah penyelidikan
Arah umum jurus (strike) dan kemiringan (dip) lapisan batubara
Batasan cropline lapisan batubara

1.3 Maksud dan Tujuan
1.3.1 Maksud
Maksud dari kegiatan penyelidikan ini adalah untuk mengetahui model
geologi dari lapisan batubara.
1.3.2 Tujuan
Tujuan dari kegiatan penyelidikan ini adalah:
Mengetahui keadaan geologi regional dan geologi lokal daerah
penyelidikan
Membuat peta kontur struktur tiap lapisan batubara untuk mengetahui
arah umum jurus serta kemiringan dari lapisan batubara.
Membuat cropline untuk mengetahui sebaran dari lapisan batubara
Membuat pemodelan geologi lapisan batubara daerah penyelidikan.

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu
secara langsung (primer) dan secara tidak langsung (sekunder).
1. Metode Langsung (Primer)
Metode penelitian secara langsung maksudnya dengan melakukan
pengamatan dan pengambilan data secara langsung di lapangan. Pada kegiatan
penyelidikan ini mengamati kegiatan pemboran dan pengambilan data litologi
dari hasil pemboran untuk mengetahui lapisan batuan di daerah penyelidikan.
Kemudian dilakukan kegiatan pengolahan data litologi menggunakan
software sehingga dapat dilakukan pemodelan geologi dari lapisan batubara.
3


Hasil ini kemudian dikombinasikan dengan literatur perusahaan serta konsultasi
dengan pembimbing lapangan.

2. Metode Tidak Langsung (Sekunder)
Metode penelitian secara tidak langsung berarti dengan melakukan studi-
studi literatur yang sudah ada. Mencari dan mengumpulkan data yang berkaitan
dengan penelitian yang dilakukan. Antara lain, buku referensi, literatur
perusahaan, peta-peta yang berhubungan dengan daerah penyelidikan serta
hasil penyelidikan terdahulu yang telah dilakukan.


4

Gambar 1.1
Diagram Alir Penelitian
5


1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika laporan ini dibagi menjadi beberapa bab, tujuannya agar
dapat memudahkan dalam memahami permasalahan dan penanganan dalam
bentuk tulisan. Adapun dalam penulisan laporan ini secara umum dibagi menjadi
beberapa bab, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Merupakan bab pendahuluan dengan pokok penulisan mengenai latar
belakang, ruang lingkup masalah, maksud dan tujuan, metode
penelitian dan sistematika penulisan laporan.
BAB II TINJAUAN UMUM
Dalam bab ini berisikan tentang lokasi dan kesampaian daerah,
keadaan topografi dan morfologi, iklim dan cuaca, keadaan geologi,
keadaan lingkungan serta keadaan sosial daerah penelitian.
BAB III LANDASAN TEORI
Bab ini berisi teori-teori yang berhubungan langsung dengan ruang
lingkup penyelidikan yang dilakukan di PT. Lumpo, seperti pengertian
batubara, genesa batubara, tipe endapan batubara serta kondisi
geologi.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang kegiatan lapangan, data-data yang
didapatkan dan pengolahan data selama penelitian kerja praktik di PT.
Lumpo, serta pembahasan yang didapat dari data-data tersebut.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan berdasarkan hasil selama melaksanakan
penelitian kerja praktik di PT. Lumpo serta memberikan masukan atau
saran yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh perusahaan.