Anda di halaman 1dari 17

Niken - Dewi- Sandra

1. SA Node ( Sino-Atrial Node )


2. AV Node (Atrio-Ventricular Node)
3. Berkas His
4. Serabut Purkinye

Elektrofisiologi
Depolarisasi
Repolarisasi


Dalam mesin EKG, terdapat 12 lead: I, II, III,
aVR, aVL, aVF, V1, V2, V3, V4, V5, V6
Sadapan V1 : intercostal IV di kanan sternum.
Sadapan V2 : intercostal IV di kiri sternum.
Sadapan V3 : di antara sadapan V2 dan V4.
Sadapan V4 : intercostal V di linea
midclavicularis
Sadapan V5 : mendatar dengan V4 di linea
axillaris anterior.
Sadapan V6 d: mendatar dengan V4 dan V5 di
linea midaxillaris.

No Area Jantung Lead EKG
1 Inferior II, III, aVF
2 Lateral I, aVL, V5-V6
3 High lateral I, aVL
4 Anteroseptal V1-V4
5 Anterior ekstensif I, aVL, V1-V6
6 Anterolateral I, aVL, V4-V6
7 Anterior terbatas V3-V5
8 Ventrikel kanan V4R, V5R, V6R
Gelombang P
Merupakan gambaran yang timbul akibat
depolarisasi atrium
Normal:
Positif (kecuai di Lead aVR dan V1)
Letak di depan QRS
Tinggi < 2,5 kotak kecil
Lebar < 3 kotak kecil (0,12 detik)
Kepentingan: mengetahui kelainan atrium

Interval PR
Diukur dari permulaan P sampai dengan
permulaan QRS. Menunjukkan waktu yang
diperlukan untuk menyebarkan impuls dari SA
node sampai serabut vantrikel.
Normal: 3-5 kotak kecil(0,12 0,20 detik)
Kepentingan: menilai adanya kelainan sistem
konduksi
Gelombang Q
Menggambarkan awal fase depolarisasi ventrikel
Normal:
Lebar < 1 kotak kecil (0,04 detik)
Dalam : < 2 kotak kecil / < 25% amplitudo
gelombang R

Gelombang R
Kepentingan :
menilai adanya hipertropi ventrikel
Menilai adanya tanda-tanda BBB(Bunle Branch Block)
Normal:
Tinggi < 27 kotak kecil
Gelombang S
Normal: tidak ada di V6
Komplek QRS
Gambaran yang ditimbulkan oleh depolarisasi
ventrikel
Normal: Lebar: 1,5-3 kotak kecil (0,06-0,12 detik)
Kepentingan:
mengetahui adanya hipertropi ventrikel
mengetahui adanya Bundle Branch Block
Segmen ST
Diukur dari akhir QRS sampai dengan gelombang
T
Normal: terletak pada garis isoelektrik
Kepentingan:
elevasi : pada injuri/infark akut, perikarditis
depresi : pada iskemik, efek digitalis
Gelombang T
Gambaran yang ditimbulkan oleh repolarisasi
ventrikel
Normal:
Positif ( terutama bersama R tinggi)
Inversi di Lead III, aVR, V1 (& V2-V3 pada orang
kulit hitam)

Interval QT
Jarak antara permulaan gelombang Q sampai
dengan akhir gelombang T
Menggambarkan lamanya aktivitas depolarisasi
dan repolarisasi ventrikel.
Normal:
Lebar: < interval R-R
Lebar : < 2 kotak besar
Gelombang U
Merupakan repolarisasi lambat sistem konduksi
interventrikuler, timbul setelah gelombang T dan
sebelum gelombang P berikutnya. Sering sekali
tak tampak pada gelombang normal.


Metode Umum
Tentukan jumlah kotak besar yang ada
antara puncak R heart rate = 1 menit (60
detik)/jumlah kotak besar (detik)
Metode Matematika
Heart rate= 300/jumlah kotak besar antar
puncak R ke R
Metode 6 detik
Hitung interval R-R dalam 30 kotak besar
(30 kotak besar = 6 detik), hasilnya
dikalikan 10.

Syarat normal sinus rhythm:
Gelombang P berasal dari sinus (P positif di
lead II dan negatif di aVR)
PR normal dan konsisten
Konfigurasi gelombang P tetap
Frekuensi 60-100x/menit
Interval RR atau PP tetap (variasi <0,16 detik)

Jenis Irama :
Sinus
Atrial
Junctional
Ventrikuler
Pemacu buatan
(Pacer)
Zona Transisi
Aksis






Menentukan Morfologi
Gelombang

Lead I Lead aVF Arah Aksis
+ - Deviasi kiri
+ + Normal
- + Deviasi kanan
- - Deviasi kanan ekstrim
TERIMA KASIH