Anda di halaman 1dari 47

AKHLAQ MANUSIA

Ilmu akhlaq adalah ilmu yang mempersoalkan baik buruknya amal. Amal
terdiri dari perkataan, perbuatan atau kombinasi keduanya dari segi lahir dan batin.
Akhlaq adalah mervoud dari Khilqun yang mengandung segi-segi persesuaian dengan
Khalqun serta erat hubungannya dengan Khaliq dan makhluk. Dari sinilah asal
perumusan ilmu akhlaq yang merupakan koleksi ugeran yang memungkinkan
timbulnya hubungan yang baik antara Makhluk dengan Khaliq dan Makhluk dengan
Makhluk. Sumbernya Al-Qur’an dan Al Hadiest.
Firman Allah S.W.T. Surat Al Qolam: 4

Artinya : “Sesungguhnya engkau ya Muhammad, seorang yang berbudi tinggi,


berakhlak utama.”

TUJUAN
Ilmu akhlaq supaya dapat terbiasa dapat melakukan yang baik, indah, mulia,
terpuji, serta menghindari yang buruk, jelek, hina, tercela. Berakhlaq supaya
perhubungan kita dengan Allah SWT dan dengan sesama makhluk selalu terpelihara
dengan baik dan harmonis.

HASILNYA
Ilmu akhlaq dapat mengetahui batas antara yang baik dengan yang buruk dan
dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya, yaitu menempatkan sesuatu pada
proporsi yang sebenarnya. Berakhlaq dapat memperoleh Irsyaad, Taufiq dan Hidayah
yang dengan demikian maka Insya Allah kita akan berbahagia di dunia dan di akhirat.
Manusia terdiri dari jasmani dan rohani, di samping itu manusia telah
mempunyai fitrah sendiri, dengan semuanya itu manusia mempunyai kelebihan dan
dimanapun saja manusia itu mempunyai perbuatan.
A. Jasmani di tubuh manusia diberikan alat-alat seperti :
- Faraj - Perasaan
- Hidung - Perut
- Kaki - Tangan
- Lidah - Telinga
- Mata

B. Rohani pada manusia dilengkapi organ-organ seperti :


1) Akal
Organ yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Dengan
akalnya, manusia yang lemah ini dapat menundukkan dan mengendalikan
hewan yang buas dan kuat, dengan akalnya pula manusia dapat
memecahkan dan mengatasi aneka problema hidupnya di dunia ini, baik di
darat, laut ataupun di udara, mencari manfaat sebanyak mungkin.
Dengan akalnya pula manusia dijagad ini menerbitkan kesengsaraan,
kerusakan, kebinalan, kehancuran, mengakibatkan mafsadah di mana
mungkin semua daya upaya, ikhtiar dan usaha manusia hasil dari akalnya,
maka kian tinggi kecerdasan manusia, kian banyak dan tinggi daya upaya,
ikhtiar dan usaha yang dapat dicapai oleh akalnya. Dengan akalnya
manusia menganalisa, memikir dan menyimpulkan pendapatnya.

2) Nafsu
Nafsu adalah organ rohani yang besar pengaruhnya dan yang paling
banyak diantara anggota rohani yang mengeluarkan intruksi kepada
anggota jasmani untuk berbuat atau bertindak. Ada 8 katagori nafsu, yaitu:
- Nafsu Ammarah
- Nafsu Lawwaamah
- Nafsu Musawwalah
- Nafsu Muthmainnah
- Nafsu Mulhamah
- Nafsu Raadliyah
- Nafsu Mardiyah
- Nafsu Kaamilah
Penjelasannya :
o Nafsul Amarah adalah jiwa yang belum mampu membedakan mana
yang baik dan mana yang buruk belum memperoleh tuntunan, belum
menentukan mana yang manfaat mana yang mafsadat tetapi
kebanyakan ia mendorong kepada hal-hal yang tidak patut.
o Nafsul Lawwaamah adalah jiwa yang tidak mempunyai rasa insaf dan
menyesal sesudah melakukan sesuatu pelanggaran. Ia tidak berani
melakukan secara terang-terangan dan tidak pula mencari cara
kegelapan melakukan sesuatu, karena ia telah sadar akibat
pekerjaannya. Sayang sekali ia belum mampu dan kuat mengekang
nafsu yang jahat, oleh karena itu ia masih slalu dekat pada pekerjaan
maksiat dan mafsadat.
o Nafsul Musawwalah adalah jiwa yang telah dapat membedakan mana
yang baik dan mana yang buruk, walaupun hanya mengerjakan yang
baik itu sama halnya dengan melakukan yang buruk. Ia melakukan
yang buruk tiada berani dengan terang-terangan, tetapi dikerjakan
keburukkan dengan sembunyi, karena padanya telah ada sifat malu.
o Nafsul Mthmainnah adalah jiwa yang telah mendapat tuntunan dan
pemeliharaan yang baik. Ia mendatangkan ketenangan jiwa,
melahirkan sikap dan perbuatan yang baik, membentengi serangan
kekejian dan kejahatan, memukul mundur aneka musuh kesejahteraan
dan kebahagiaan lahir batin, mendorong melakukan kebajikan dan
menghambat pekerjaan kejahatan.
o Nafsul Mulhamah adalah jiwa yang memperoleh ilham dari Allah
S.W.T. dikaruniai ilmu pengetahuan, dihiasi oleh Al Akhlaqul
Mahmudah. Ia merupakan sumber sabar, syukur, tabah dan ulet.
o Nafsul Raadilah adalah jiwa yang redha kepada Allah S.W.T.
mempunyai status yang baik dalam kesejahtraan, mensyukuri nikmat,
Qana’ah atau merasa pada dengan apa yang ada.
o Nafsul Mardiyah adalah jiwa yang diredhai Allah S.W.T. keredhaan
mana dapat terlihat pada anugrah yang diberikan-Nya berupa:
senantiasa zikir, ikhlas, mempunyai keramahan, memperoleh
kemuliaan.
o Nafsul Kaamilah adalah jiwa yang telah sempurna bentuk dan
dasarnya, sudah dikategorisasi cakap untuk : mengerjakan Irsyad dan
menyempurnakan Ikmal terhadap hamba Allah, dia digelari Mursyid
dan Mukammil.

3) Qalbu
Disebut orang juga dengan jantung hati sanubari. Karena keadaan
atau sifatnya maka ia dinamakan :
- Dhamierun dari segi tersembunyinya.
- Fuaadun dari segi banyak gunanya.
- Kabidun dari segi bendanya.
- Luthfun dari segi sumber sifat kehalusan.
- Qalbun dari segi Berubah-rubah
- Sirrun dari segi tempat rahasia.
Hati tiada dapat diketahui bentuk, hakikat dan zatnya, hanya kesan
dan sifatnya saja yang diperdebat orang. Yang dimaksud di sini adalah
kekuatan dan tenaganya yang tersimpan pada hati itu dan tersembunyi dari
fikiran dan indra manusia. Dalam hati ada kekuatan Nur Illahi atau Nur
Iman dan Yaqin yang dapat mencapai segala makna yang tiada dapat
dicapai oleh khayal, fikiran dan indra, yang menaikkan derajat manusia
lebih tinggi daripada hewan, yang dengan ini pula dapat
menyampaikannya ketingkat Ma’rifatullah dan untuk mengetahui hakekat
segala sesuatu.
Hati mempunyai tuntutan, yaitu Ilmu Hidayah, Inayah, Irsyad,
Taufiq dan Ma’rifat. Semuanya ini adalah makanan dan minuman qalbu.
Memelihara hati ialah dengan cara membersihkannya dari sifat-sifat:
- Isti’jal artinya bekerja tergesa-gesa, tidak seksama menganalisa,
tidak tenang berfikir.
- Hasad artinya Dengki atau iri hati
- Kibir artinya Sombong
- Tuulul artinya Berpengharapan yang besar

4) Roh
Roh adalah hakikat manusia hanya sifat dan krachtnya saja yang
dapat diketahui serta dirasakan, sedangkan zatnya tak dapat dikenaldalam
hal ini pedoman kita adalah Firman Allah S.W.T. :

Artinya :
“dan mereka akan akan bertanya kepadamu (hai Muhammad) tentang
Roh; katakanlah: “Roh itu urusan Tuhan-ku; dan kamu tiada diberi ilmu
melainkan sedikit.”
C. Fitrah
Fitrah atau Thabiat dan dalam garis besarnya pada diri manusia terdapat 4
macam Thabiat, yaitu:
- Bahimiyah adalah Thabiat binatang jinak yang menanam biak, yaitu pandai
mendekati manusia untuk keperluan pribadi guna memenuhi nafsu sendiri
dan bilamana ini telah tercapai, sampailah ia ke batas tujuannya.
- Sabu’iyah adalah Thabiat binatang buas, yang berpola senang sendiri, enak
sendiri, mulia sendiri, terpuji sendiri, orang lain tidak diperkenankan
senang.
- Syaithaaniyah adalah Thabiat syaithan yang senantiasa berusaha
memberdayakan orang lain, ia pengaruhi orang agar terjerumus kelembah
kehinaan, semata-mata kerjanya membawa orang sebanyak mungkin ke
jalan kutuk dan laknat.
- Rubuubiyah adalah Thabiat yang penuh dengan sifat-sifat ketuhanan, selalu
memelihara semua pekerjaan agar berakhir dengan keredhaan Tuhan,
melahirkan sifat belas, ikhlas, kasih, membela, menolong, sayang, santun,
serta segala akhlaq yang terpuji.

D. Kelebihan
Dalam diri manusia ada tenaga pembangkit yang bernama Ba’is, untuk
mendapat manfaat seperti Shalawat atau untuk menolak mudharat seperti
Ghadhab: Muharrik atau Naluri yang dapat menggerakkan anggota manusia
guna melaksanakan sesuatu maksud: Mudrik atau panca indra yang dapat
mengenal sesuatu seperti mata, telinga, hidung, perasaan; Jandun seperti akal,
ilmu dan hikmat yang dapat membedakan serta memisahkan mana yang baik
dan mana yang buruk, mana yang mafsadat dan mana yang manfaat.
E. Perbuatan
Dimanapun saja manusia itu mempunyai pernuatan, baik pernuatan itu
penting atau tidak penting.

Akhlaq manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:


A. Al Akhlaqul Mahmuudah
1) Aniesatun (manis muka)
Menghadapi sikap orang yang menjemukan, engkau mendengar
berita fitnah yang memburukkan nama baikmu, sambutlah semua itu
dengan manis muka, dengan senyum kata orang.
Dalil Naqli yang menyuruh bermanis muka dan baik hati :

Artinya:
Karena rahmat dari Allah lah, maka engkau (Muhammad) berlemah
lembut dengan mereka. Kalau engkau berbudi jahat dan berhati kasar,
niscahya lahirlah mereka bercerai berai dari sekitar engkau. (QS. 3 : 59)
Artinya:
“Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Fir’aun! Sungguh dia
sudah melewati batas! Berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan
pembicaraan yang lemah lembut! Mudah-mudahan dia jadi ingat dan
merasa gentar/cemas (atas nasibnya).” Q.S. 43 : 44

2) Al Khairu (menghormati tamu)


Betapa banyaknya ayat Al Qur’an yang menyebutkan apa yang
dsinamakan “baik”, cukuplah itu sebagai pedoman, ditambah lagi dengan
penjelasan dari Rasulullah SAW. Sudah tentu tidak patut engkau hanya
pandai menyuruh orang lain saja berbuat baik, sedangkan engkau sendiri
enggan mengerjakannya, dari itu mulailah dengan dirimu sendiri berbuat
baik. Tidak saja kita disuruh berbuat baik terhadap sesama manusia,
tetapipun juga terhadap hewan, kitapun hendaklah berbuat baik, sebab
setiap kebaikan walaupun kecil sekalipun, namun Allah S.W.T. akan
membahasanya juga kelak di akhirat, demikian janji –Nya.
Firman Allah S.W.T. :

Artinya :
“Siapa yang mengerjakan walaupun sebesar atom, hal yang lebih baik,
niscahya ia akan melihatnya dan siapa yang mengerjakan walaupun
sebesar atom, hal yang lebih jahat, niscahya ia akan melihatnya.” (Q.S.
99 : 7-8)
3) Adh Dhiyafah (menghormati tamu)
Tamu ialah orang yang datang ke rumah kita, baik datangnya dari
jauh ataupun dari dekat. Dengan bertamu, semakin bertambahlah rapatlah
rasa persaudaraan, orang yang ingin menyambung silaturahmi hendaklah
disambut dengan gembira. Menghormati tamu adalah suatu ciri orang
yang benar-benar beriman kepada Allah S.W.T. termasuk dalam arti
menghormati tamu ialah menyediakan makan-minum dan tempat tidurnya
jika ia bermalam di rumah kita selama 3 hari 3 malam. Sabda Rasulullah
S.A.W. :

Artinya:
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah dia
memuliakan tamunya! Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat,
maka hendaklah dia menghubungkan rahimnya! Siapa yang beriman
kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah dia mengucapkan yang
terbaik atau diam sajalah!” (H. R. Bukhari dan Muslim)

4) Al Hukmu Bil Adli (menghukum secara adil)


Adil dalam setiap sikap, artinya memberikan hak kepada yang
mempunyainya, adil terhadap sesama manusia dalam perkataan dan
perbuatan.
Firman Allah SWT :
Artinya :
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat baik, dan
memberikan hak karib, dan melarang yang keji, mungkar dan durhaka.”
(Q. S. 16 : 90)

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar
peneguk keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu
sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau miskin,
maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti
hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu
memutar balikan apa yang kamu kerjakan.” (Q.S An Nisa : 135)

Di dalam Hadis Sabda Rasulullah:


Artinya:
“Sesungguhnya Allah beserta para hakim selama hamik itu tidak curang.
Apabila ia telah curang Allah pun menjauh dari hakim itu dan mulailah
setan menjadi teman yang erat bagi hakim itu.” (H.R. At Turmudzi)

5) Al Ikhaa – U (menganggap bersaudara)


Setiap mukmin adalah bersaudara, karena itu perbaikilah relasi
antara saudaramu itu, demikian Al Qur’an mengatakan.
Persaudaraan Islam, tidaklah terikat oleh batas kebangsaan-
nasionalitas-tetapi lebih luas lagi, ia merupakan keseluruhan di muka
bumi, siapa saja yang beriman adalah saudara bagi yang lain, walaupun
berlainan suku, bangsa ataupun ras sekalipun.

Artinya :
“Dan orang bersaudara bagaikan dua tangan, yang satu mencuci yang
lain.” (H. Almu’zhah)
Rasulullah bersabda :

Artinya :
“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seumpama bangunan rumah,
satu sama lain saling menguatkan.” (H. R. Bukhari dan Muslim)
6) Al Ikhsan (berbuat baik)
Ihsqan adalah berbuat baik dalam ketaatan terhadap Allah S.W.T.
baik dari segi jumlah perbuatan, seperti mengerjakan yang sunat misalnya
meperbanyak sebahyang sunnat, puasa sunnat atau dari segi kaifat
perbuatan, yaitu: menyembah Allah- sembahlah Allah-seloah-olah engaku
melihat Dia, apabila engaku tak dapat melihat-Nya, ketahuilah
bahwasannya Dia melihat engkau.
Firman Allah SWT:

Artinya:
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling bertaqwa dinatara kamu.”

7) Ar Rahmah (belas kasih)


Rahmah terdapat pula pada hewan, terbukti misalnya sayangnnya
indfuk ayam kepada anaknya yang baru menetas. Apalagi manusia
hendaknya mempunyai belas kasih terhadap yang lemah, yang kecil, yang
faqir, yang misikin, yang gtua; orang yang kuat harus menyayangi yang
lemah, yang besar menyayangi yang kecil, yang kaya menyangi faqir dan
miskin, yang muda menghormati yang tua, pendek kata yang lebih
menyayangi, menghormati membantu yang kurang.
Firman Allah SWT:
Artinya:
“Karena rahmat Allahlah engkau (Muhammad) telah bersikap lembut
terhadap mereka. Sekitarnya engkau selama ini bersikap keras dan berhai
kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu! Karena itu
ma’afkalah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan
bermusyawaratlah dengan mereka mengenai urusan mereka. Bila engaku
telah membulatkan tekad, maka berserah dirilah kepada Allah!
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berawakal (berserah
diri) kepada Nya.” (QS. 3 : 159)

8) Ash Shaalihaat (beramal shalih)


Haruslah manusia ingat kepada mati, karena orang yang ingat bahwa
ia akan mati, bahwa dihadapanya nanti ada salah satu dari 2 tempat yaitu
sorga dan neraka, karena ingatnya kepada soal ini niscaya menimbulkan
amal-amal yang shalih yang dikerjakannya sekuat dayanya. Memiliki
akhlaq yang terpuji, beramal dengan tekun, semata-mata karena Allah
S.W.T.
Firman Allah S.W.T. :
Artinya :
“Siapa yang berbuat amal saleh (yang seperti petunjuk Allah), maka
menyenangkan jiwanya dan siapa yang berbuat amal jahat, maka
menyiksa jiwanya, sedangkan Allah mu tidak menganiaya hamba-Nya.”
(Q.S. 41 : 48)

9) Ash Shabru (sabar)


Sabar di dalam beribadat melalui 3 stadium, yaitu:
Stadia Pertama : Sabar sebelum beribadat, yaitu niat yang benar, ikhlas,
tidak ingin dipuji orang.
Stadia Kedua : Sabar ketika beramal, yaitu tidak lupa kepada Allah
S.W.T. komplet adab dan kaifiatnya sejak awal sampai
akhir.
Stadia Ketiga : Sabar sesudah selesai beramal, yaitu tidak riyaa, tidak
ingin dipuji, menjauhi segala sesuatu yang akan
menghapuskan amal.
Sabar bukan berarti menyerah tanpa syarat, tetapi sabar adalah terus
berusaha dengan hati yang berikhtiar, sampai cita-cita dapat berhasil dan
di kala menerima coabaan dari Allah S.W.T, wajib redha dan hati yang
ikhlas.
Dalam hadist HR Turmudzi:

Artinya:
“Siapa yang beriman keapda Allah dan hari Akhirat, maka hendaklah ia
mengatakan yang lebih baik atau diamlah!” (H.R. Bukhari)
10) At Ta’aawum (bertolong-tolongan)
Bertolong-tolongan adalah ciri kehalusan budi, kesucian jiwa,
ketinggian akhlaq dan membuahkan cinta antara teman, penuh solideritas
dan penguat persahabatan dan persaudaraan. Orang yang menerima
pertolongan yang menyebabkan ia terlepas dari penderitaan,
kesesangsaraan. Orang yang senang memberikan pertolongan, segala
langkahnya akan mudah, pintu kebahagiaan terbuka baginya dan biasanya
orang lainpun akan senang pula memberikan pertolongan kepadanya.
Firman Alah SWT:

Artinya :
“Hendaklah kamu saling menolong, mengai hal yang baik dan taqwa dan
jangan saling menolong mengenai hal yang menimbulkan dosa dan
permusuhan.” (Q.S. 5 : 2)

11) Qana’ah (merasa cukup gengan apa yang ada)


Yang dikatakan kaya adalah kaya jiwa, bukanlah kaya harta dan
yang dibilang qana’ah itu adalah qana’ah hati, bukanlah qana’ah ikhtiar,
jadi berusaha dengan cukup, bekerja dengan giat, sebab hidup berarti
bekerja, jangan sekali-kali ragu menghadapi hidup.
Qana’ah adalah basis menghadapi hidup,menerbitkan kesungguhan
hidup, menimbulkan energi kerja untuk mencari rezeki, jadi berikhtiar dan
juga percaya akan takdir yang diperoleh sebagai hasil, merasa cukup
dengan apa yang ada, itulah qana’ah ikhtiar. Qana’ah mengandung 6
unsur, yaitu:
- berusaha sekuat tenaga
- memohon tambahan yang pantas kepada Allah SWT
- redha menerima apa yang ada
- sabar menerima ketentuan tuhan
- tawakkal kepada Allah SWT
- tipu daya dunia tiada mempengaruhinya
firman Allah SWT :

Artinya :
“Tidak sama yang buruk dengan yang baik, walaupun kamu dicengangkan
oleh banyaknya yang buruk.” (Q. S. 5 : 100)

B. Al Akhlaqul Madzmuumah
1) Al Bukhlu (kikir)
Bakhil, kedekut, kikir adalah mempersempit pergaulan, sukar malah
enggan dia memberikan sebagian miliknya kepada orang lain, maunya apa
yang dimilikinya sedikitpun jangan hendaklah sampai berkurang.
Kikir adalah sifat yang buruk, tertutup tangannya dari memberi,
padahal harta yang dimilikinya itu tiada kekal dan apabila ia meninggal
dunia, tak satupun yang dibawanya serta, hanya kain kafan pembungkus
badan saja. Orang kikir biasanya pintu rezekinya sering tertutup dan tidak
banyak mempunyai sahabat.
Firman Allah SWT :
Artinya :
(Diantara sifat-sifat Ibadur Rahmah “Hamba Allah” yang baik) ialah “
Bila mereka berbelanja, tidak kikir dan tidak boros, tetapi berada diantara
itu.” (Q.S. 25 : 67)
Sabda Rasulullah SAW. Mengenai orang kikir :

Artinya :
“Tidak orang beriman jika ia kenyang, tetapi tetangganya kelaparan.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)

2. AL BUHTAN : Berdusta
Maksudnya adalah mengadak – adakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada,
dengan maksud untuk menjelekka orang. Kadang – kadang ia sendiri yang
mengerjakan dosa, tetapi karena lincah dan lihaynya, dikatakannya orang lain
yang menjadi pelaku, juga adakalanya secara positif lagi ia bertindak, yaitu
mengadakan tuhmah kejelekan terhadap orang yang sebenarnya tiada bersalah.
Orang seperti ini setiap perkataannya tidak akan dipercayai orang, di dunia ia
akan memperoleh derita dan di akhirat ia akan menerima siksa.
Menghadapi orang yang bersifat demikian, apabila ia membawa berita,
hendaklah berhati-hati jangan mudah diperdayakan, sebab membuat fitnah,
berdusta, sudah memang hobinya, celakaklan setiap pendusta, pengumpat,
pemfitnah.
Dalil Naqli yang melarang berdusta

Artinya :
Jauhilah olehmu berdusta! Sesungguhnya dutsa itu membawa kepada
meninggalkan kebenaran, dan meninggalkan kebenaran itu membawa kedalam
Neraka. (H.R. Muslim)

Artinya :
Jauhilah berdusta, karena ia bersama orang durhaka dan keduanya sama masuk
neraka. Dusta ialah nama suatu pintu dari pintu munafik (culas).
(Al Mursyid)

Artinya :
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasul SAW bersabda : “Sesungguhnya dusta
menghitamkan muka orangnya pada dua kampung (Dunia dan Akhirat)
(H.R. Ibnu Hibban, Alabriiqah : Jilid 3 : 170)
3. Al KHAMRU : Peminum Khamar
Khamar diharamkan meminumnya sebab mengakibatkan mabuk, dimana
orang dikala mabuk hilanglah pertiimbangan akalnya yang sehat, sedangkan akal
adalah kemudi diri yang dapat membedakan dari yang buruk, yang benar dari
yang salah.
Kehilangan pertimbangan akal menyebabkan orang lupa kepada Tuhan, lupa
kepada agama, sedangkan agama adalah akal, tiada beragama bagi orang yang
tiada berakal, lalu setelah hilang sifat malunya ia berkata, berlaku yang tidak
wajar, sedangkan akan menempatkan manusia di derajat yng lebih tinggi dari
hewan.
Peminum khamar berpendapat, bahwa situasi mabuk ada manfaatnya, sebab
menghilangkan derita jiwa dari penanggungan hidup, tapi ia lupa, hilangnya itu
hanya sebentar.
Usaha menghindarkan diri dari penderitaan hidup seperti ini adalah
pengecut, karena dia tiada sanggup mengatasi secara rasional dan tanpa usaha
yang kongkret, serta telah jelas bahwa manfaatnya lebih sedikit dibandingkan
dengan mudharatnya.
Belum lagi mahalnya ongkos pembeli khamar, ditambah lagi tergantungnya
stabilitas badan karena sering dimasuki khamar.

Firman Allah yang melarang meminum khamar :


Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya meminum khamar, berjudi
memberikan korban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah itu
termasuk pekerjaan syetan. Oleh sebab itu, jauhilah perbuatan itu. Dengan
demikian kami beruntung. Sesungguhnya syetan bermaksud hendak menimbulkan
rasa permusuhan dan kebencian diantaramu dengan perantaraan meminum
khamar, main judi, dan menghalangi dari mengingat Allah dan Shalat! Tidak
maukah kamu menghentikannya (Q.S. 5 : 90 – 91)

4. ADH DHULMU : Aniaya


Aniaya ialah meletakan sesuatu tidak pada tempatnya, atau mengurangi hak
seharusnya diberikan.
Penganiayaan si kuat terhadap si lemah memutuskan ikatan persaudaraan
antara manusia, itulah sebabnya agama melarangnya, karena manusia harus
tolong menolong tidak boleh aniaya.
Firman Allah yang melarang menganiaya :

Artinya :
Adapun orang-orang yang beriman dan mengamalkan yang saleh, Allah akan
melengkapkan pahala mereka, sedang Allah tidak mencintai orang-orang yang
aniaya. (Q.S. 3 : 57)

5. AL GHADHAB : Pemarah
Marah mengakibatkan kemudharatan bagi orang yang dimarahi, orang yang
kuat bukanlah yang kuat bergulat tetapi yang sebenarny kuat itu adalah yang
dapat menahan dirinya dari marah.
Dalil yang melarang pemarah :

Artinya :
Janganlah kamu bermarah-marah, janganlah berdengki-dengkian, janganlah
berbelakang-belakangan, tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara!
Tidak halal seorang muslim memisahkan saudara lebih dari 3 hari!
(H.R. Muslim)

6. Al GHIEBAH : Mengumpat
Mengumpat adalah menyebut atau memperkatakan seseorang dengan apa
yang dibencinya, ini antara lain disebabkan kaerna dengki, mencari muka, berolok
– olok, mengada-adakan, dengan maksud ingin mengurangi respect orang
terhadap yang diumpat.
Firman Allah yang melarang mengumpat :

Artinya :
Celakalah orang-orang yang mengumpat dan mencaci maki (Q.S. 104 : 1)

7. Al HASAD : dengki
Dengki ialah membenci nikmat Tuhan yang dianugerahkan kepada orang
lain dengan keinginan agar nikmat orang lain itu terhapus.
Dalil yang melarang dengki :
Artinya :
Janganlah kamu bermarah-marahan, janganlah berdengki-dengkian. Jangan
berbelakang-belakangan, tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara!
Tidak halal seorang muslim itu memisahkan saduaranya lebih dari 3 hari (H.R.
Muslim)

8. Al HIQDU : Dendam
Haqad ialah dengki yang telah mengakibatkan permusuhan, kebencian,
memutuskan silaturahmi karena ia tidak segan-segan lagi membukakan rahasia
orang lain.
Dendam/Hiqdu ialah menahan hati terhadap lawan sambil menunggu
kesempatan untuk membalaskan jahatnya.
Firman Allah SWT yang melarang dendam :

Artinya :
Maafkanlah dan berlapang dadalah! Apabila kamu tidak suka diberi ampun Allah
atasmu. (Q.S. 24 : 22)

9. AL ISTIKBAAR : Takabur
Takabur ialah membesarkan diri, menganggap dirinya lebih dari orang lain.
Takabur dhahir ialah perbuatan – perbuatan yang dapat terlihat dilakukan oleh
anggota, sedangkan takkabur bathin ialah sifat di dalam jiwa yang tidak terlihat
dan ini dinamakan kibir.
Firman Allah SWT yang melarang Takabur :

Artinya :
Sesungguhnya DIA (Allah) tidak menyukai orang-orang yang sombong (Takabur)
(Q.S. 16 : 23)

10. AN NAMIEMAH : Mengadu Domba


Menyampaikan perkataan seseorang atau menceritakan keadaan seseorang
atau mengabarkan pekerjaan seseorang kepada orang lain dengan maksud
mengadu domba antara keduanya atau atau merusakkan hubungan baik antara
mereka, ini dinamakan Namiemah.

Dalil Naqli yang melarang bermuka dua :

Artinya :
Siapa yang bermuka dua di dunia, maka ia mempunyai dua lidah di Neraka pada
hari kiamat. (H.R. Bukhari dan Muslim)

11. AR RIBAA : Memakan Riba


Timbulnya karena dorongan nafsu ingin untung secara mudah dan cepat
dengan berlipat ganda, ini berarti memakan harta orang lain dengan jalan yang
tidak halal.
Firman Allah S.W.T yang melarang Riba :

Artinya :
Jika kamu tobat (dari Riba) maka bagimu modal hartamu, sehingga kamu tidak
menganiayanya dan tidak pula teraniaya. (Q.S. 2 : 279)
DAFTAR PUSTAKA

Masyur, Drs. Kahar. 1985. Membina Moral dan Akhlak. Jakarta : Penerbit Kalam
Mulya.
Umary, Drs. Barmawie, 1986. Materia Akhlak. Solo : CV. Ramadhani.

so·si·al a 1 berkenaan dng masyarakat: perlu adanya komunikasi -- dl usaha


menunjang pembangunan ini; 2 cak suka memperhatikan kepentingan umum (suka
menolong, menderma, dsb): ia sangat terkenal dan -- pula;
ke·so·si·al·an n sifat-sifat kemasyarakatan (sifat suka memperhatikan umum, suka
menolong, dsb): krn perasaan -- nya, beliau selalu disukai orang dl pergaula

bu·da·ya n 1 pikiran; akal budi: hasil --; 2 adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --; 3
sesuatu mengenai kebudayaan yg sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yg --; 4
cak sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan yg sudah sukar diubah;
-- global budaya yg salah satu atau sejumlah unsurnya memiliki kemiripan atau
serupa antara satu wilayah budaya (biasanya mengacu pd batas wilayah kedaulatan
negara) dan wilayah budaya yg lain; -- malu 1 cak sikap bawahan yg kurang berani
mengatakan keadaan yg sebenarnya thd atasan; 2 sikap pegawai (karyawan dsb) yg
merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh; -- pemilikan
kecenderungan manusia mencari, memperoleh, menggunakan, dan menyimpan
barang; -- politik pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yg mendasari,
mengarahkan, dan memberi arti kpd tingkah laku dan proses politik dl suatu sistem
politik, mencakup cita-cita politik ataupun norma yg sedang berlaku dl masyarakat
politik; -- wilayah kecenderungan manusia mendapat ruang hidup yg sepadan, baik
yg berbentuk fisik, psikologis, maupun keorganisasian;
ber·bu·da·ya v mempunyai budaya; mempunyai pikiran dan akal yg sudah maju:
bangsa yg -;
mem·bu·da·ya v menjadi kebudayaan atau menjadi kebiasaan yg dianggap wajar;
mendarah daging: hal itu sudah - bagi bangsa Indonesia;
mem·bu·da·ya·kan v 1 mengajar supaya mempunyai budaya; mendidik supaya
beradab (berbudaya): sejarah adalah pelajaran yg dapat - manusia; 2 membiasakan
suatu perbuatan yg baik sehingga dianggap sbg berbudaya: para pemimpin
hendaknya memberi contoh dl - pola hidup sederhana;
pem·bu·da·ya·an n 1 proses, cara, perbuatan membudayakan; 2 Antr proses dr segala
sosial budaya menjadi suatu adat atau pranata yg mantap;
ke·bu·da·ya·an n 1 hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt
kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; 2 Antr keseluruhan pengetahuan manusia
sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya
dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya;
- agraris kebudayaan yg hidup dl masyarakat yg mempunyai pertanian sbg mata
pencaharian pokok; - asing Antr kebudayaan yg berkembang dl suatu wilayah atau
negara yg berasal dr luar wilayah atau dr negara lain; - barat keseluruhan cara hidup,
cara berpikir, dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian barat
(Eropa dan Amerika); - daerah kebudayaan yg hidup dl suatu wilayah bagian suatu
negara yg merupakan daerah suatu suku bangsa tertentu; - nasional kebudayaan yg
dianut oleh semua warga dl suatu negara; - rakyat unsur kebudayaan tradisional yg
hidup dl golongan orang biasa dan yg dibedakan dr unsur kebudayaan yg timbul lebih
kemudian dan yg dianggap lebih maju; - timur keseluruhan cara hidup, cara berpikir,
dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian timur (Asia)

fe·no·me·na /fénoména/ n 1 hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra dan dapat


diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); gejala: gerhana adalah
salah satu -- ilmu pengetahuan; 2 sesuatu yg luar biasa; keajaiban: sementara
masyarakat tidak percaya akan adanya pemimpin yg berwibawa, tokoh itu
merupakan -- tersendiri; 3 fakta; kenyataan: peristiwa itu merupakan -- sejarah yg
tidak dapat diabaikan

Definisi Sosial dapat berarti kemasyarakatan. Sosial adalah keadaan dimana


terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata anda lihat dan anda
rasakan, namun juga bisa hanya dalam bentuk imajinasi. Setiap anda bertemu orang
meskipun hanya melihat atau mendengarnya saja, itu termasuk situasi sosial. Begitu
juga ketika anda sedang menelpon, atau chatting (ngobrol) melalui internet. Pun
bahk

MAKALAH ILMU SOSIAL TENTANG KEHIDUPAN SOSIAL


BUDAYA DI INDONESIA (LEBARAN/IDUL FITRI)
Friday, May 23, 2008
BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh
umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam
setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Di Indonesia lebaran sudah merupakan
suatu kebiasaan atau adat, dimana masyarakatnya sibuk menyiapkan semuanya,
seperti makanan-makanan hari raya misalnya, ketupat, opor ayam, kue-kue kecil dan
lain –lain.
Di hari lebaran masyarakat muslim di Indonesia biasanya melakukan mudik, yaitu
orang yang bekerja di luar kota, dan akibat mudik tersebut jalan – jalan di Indonesia
macet total. Pada hari lebaran setiap muslim saling bersilaturahmi dan saling maaf-
memaafkan kesalahan masing-masing.
Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga,
saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk
dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau
kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang special sekali.
Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak
naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi,
bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
Melihat kedaan ini, lebaran memang merupakan hari yang special sekali, karena
dapat mempengaruhi tatanan hidup masyarakat, khusunya masyarakat Indonesia dari
segi agama, segi sosial, dan budaya, serta segi ekonomi, maka dari itu saya tertarik
ingin mengetahui lebih jauh tentang lebaran di tinjau dari ketiga segi. Dalam aspek
kehidupan masyarakat Indonesia dan apa dampak terhadap lingkungan kehidupan kita
semua, dan akan saya dokumentasikan dalam bentuk makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN

A. TINJAUAN AGAMA
Ditinjau dari segi agama jelas lebaran merupakan hari besar agama Islam, setiap
muslim di dunia sangat menantikan datangnya hari lebaran. Lebaran merupakan hari
kemenangan setiap muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan
Ramadhan (kalender Hijriah). Pada bulan Ramadhan setiap muslim di dunia wajib
melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, pada tanggal 1 Syawal barulah
umat merayakan hari kemenangan Idul Fitri yang sering kita sebut dengan lebaran.
Di hari lebaran setia muslim melakukan ibadah shalat Idul Fitri di pagi hari, dan
setelah itu mereka berkumpul dengan keluarga masing – masing dan biasa sungkem
kepada orang yang lebih tua, lalu kepada semua kerabat-kerabat dekat, setelah itu
saling bersilaturahmi ke rumah-rumah tetangga dekat dan tetangga jauh, kadang-
kadang kepada orang yang bertemu diperjalanan.
Lebaran merupakan hari yang spesial dimana setiap muslim kembali ke fitrahnya,
seolah-olah seperti bayi yang baru lahir ke dunia, dan pada malam lebaran setiap
muslim wajib membayar zakat paling lambat sebelum shalat Idul Fitri selesai. Zakat
berfungsi untuk mensucikan harta dan hati kita, lalu zakat yang diberikan kepada
orang-orang yang tidak mampu atau fakir miskin.
Hari lebaran memang hari yang sangat spesial karena di hari itu. Kita dapat
menyambung tali silaturahmi yang mungkin ada yang sudah terputus sekian bulan
lamanya. Di dalam Al-Qur'an juga kita diperintahkan supaya kita harus tetap
mempererat tali silaturahmi dengan sesama muslim
Lebaran dan agama sangatlah erat kaitannya, bahkan tidak bisa dipisah-pisahkan satu
sama lainnya. Lebaran merupakan hari yang istimewa yang diberikan oleh Allah
SWT bagi muslim di dunia untuk dapat merenungkan tetang kesalahan-kesalahan
yang telah diperbuatnya.
Setiap muslim memang wajib mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena
hal itu sangat berguna bagi kita semua. Supaya kita dapat menahan segala hawa nafsu
yang ada dalam pikiran kita dan lebih meningkatkan lagi ibadah kita terhadap Allah
SWT, untuk mendapatkan ampunan, serta hidayah dari Allah SWT
Di hari lebaran setiap muslim dapat merenungkan segala kesalahan – kesalahan atau
dosa-dosa yang diperbuatnya dan bisa menjadikan dirinya lebih baik di hari –hari
kemarin dan di hari yang akan datang bisa mendapatkan hidup yang benar-benar baik.

B. TINJAUAN SOSIAL DAN BUDAYA


Di Indonesia lebaran sudah menjadi kebiasaan dan sudah menjadi adat istiadat,
dimana setiap muslim biasanya merayakan dengan sangat antusias, di hari lebaran
banyak hal-hal yang jarang di lihat di hari-hari biasa.
Biasanya seminggu sebelum lebaran ruas-ruas jalan di seluruh Indonesia terjebak
macet karena dalam lebaran kita akan mengenal budaya mudik atau pulang kampung
yang biasanya mudik orang-orang yang bekerja di luar kota.
Di hari lebaran kita juga akan melihat beberapa makanan-makanan khas lebaran
misalnya; ketupat, lontong sayur, opor ayam, dll. Bakhan setiap daerah memiliki
makanan-makanan khas daerahnya sendiri.
Dari segi sosial lebaran merupakan hari nyang menyatukan setiap orang berbagai
kelas sosial, biasanya merka tidak mengenal siapa mereka, mereka tetap saling
memaafkan satu sama lainnya, sehingga lingkungan menjadi rukun, aman, dan damai.
Tapi ada juga yang kadang yang tak memanfaatkan moment lebaran ini dengan
sebaik-baiknya, bisanya mereka mengandalkan imej dan ego mereka sendiri.
Sehingga tetap tidak rukun yang sesanya bahkan keluarga mereka sendiri.
Di bulan Ramadhan dan di hari lebaran bisanya anak-anak suka bermain petasan dan
kembang api, di pasar-pasar / warung banyak sekali orang berjualan petasan dan
kembang api. Padahal petasan di larang oleh pemerintah karena dapat membahayakan
keselamatan tapi mungkin karena sudah tradisi, tetap saja banyak orang yang menjual
petasan sembunyi-sembunyi, bahkan ada yang secara terang-terangan.
Selain hal tersebut di atas, yang sudah menjadi budaya di hari lebaran adalah
memakai baju baru, bisanya anak-anak, tetapi orang dewasa pun tidak mau kalah
dengan anak-anak, bisanya orang tua selalu memberikan baju lebaran untuk anak-
anak mereka. Katanya sih lebaran tidak meriah tanpa baju lebaran. Budaya ini seakan
– akan tidak bisa lepas dari masyarakat Indonesia bisa dilihat banyak pusat-pusat
pembelanjaan di kunjungi pembeli.
Budaya lainnya yang kita sering jumpai adalah tradisi salam temple, biasanya anak-
anak mengharapkan dari orang tua, saudara-saudaranya yang biasanya sudah bekerja
atau biasanya anak yang sudah bekerja memberikan kepada orang tuanya.
Selain itu juga biasanya stasiun-stasiun televisi selalu menayangkan acara-acara yang
berhubungan dengan bulan Ramadhan dan lebaran. Hal ini sangatlah baik supaya
lebaran tetap pada hakikatnya yaitu hari kemenangan bagi muslim di Indonesia,
bahkan di seluruh Indonesia.
Satu hal lagi yang sudah menjadi budaya di hari lebaran yaitu yang berziarah ke
kuburan keluarga kita, banyak sekali masyarakat yang datang untuk mendo’akan
arwah-arwah kaluarganya, bahkan sekarang di Jakarta khusunya banyak sekali jasa-
jasa yang mau mendo’akan atau memimpin do’a, biasanya orang-orang itu dari luar
kota yang mengais rejeki yang mendo’akan orang yang meninggal

C. TINJAUAN EKONOMI
Ternyata benar bahwa lebaran sangatlah besar pengaruhya terhadap tatanan
kehidupan kita, setelah mengkaji dari dua segi yaitu agama dan sosial budaya,
sekarang kita akan mengkaji dari segi ekonomi yang menurut saya sangatlah
berkaitan dengan dua segi yang telah kita bahas.
Jelas sekali lebaran memang sangat mempengaruhi segi ekonomi, terutama ekonomi
negara kita lebaran tidak lepas dari bahan-bahan pokok seperti makanan-makanan,
pakaian-pakain baru, yang jelas-jelas berhubungan erat dengan ekonomi.
Bisanya di bulan Ramadhan sampai lebaran harga-harga bahan pokok melonjak naik,
harga BBM bisanya juga naik, minyak tanah, LPG, dll, Ikut naik. Tapi masyarakat
tetap membeli yang harus mereka beli, walaupun harga-harga sangat mahal. Hal ini
diakibatkan karena kebutuhan-kebutuhan meningkat di hari lebaran ini.
Memang setiap orang tidak mampu membeli kebutuhan – kebutuhan lebaran tetapi
mereka tetap menyambut lebaran dengan suka cita walaupun dengan alakadarnya.
Hal ini jelas sekali sangatlah penting dalam lebaran, walaupun hal itu tidak
diwajibkan. Dalam segi ekonomi kita membahas hanya seperti ini, karena semuanya
sudah kita bahas dalam dua segi sebelumnya yaitu segi agama dan segi sosial budaya.
Telah kita ketahui benar bahwa lebaran dalam segi agama, sosial budaya dan segi
ekonomi saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga tidak perlu di jelaskan lagi.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Lebaran memang adalah hari besar umat Islam di dunia. Setiap muslim sangatlah
menanti-nantikannya, karena di hari itu kita dapat meleburkan kesalahan-kesalahan
yang sudah kita buat.
Lebaran juga sangatlah berpengaruh terhadap tatanan kehidupan kita karena saling
berkaitan satu sama lainnya. Dari segi agama, sosial budaya, ekonomi, sangatlah
berhubungan sangat erat, bahkan tidak bisa di pisahkan satu sama lain.
Semakin jelas bahwa lebaran tidak bisa dipisahkan dengan segi apapun karena
lebaran adalah hari yang istimewa yang diberikan oleh Allah SWT kepada tiap
muslimnya, jadi kita tidak bisa menyia-nyiakan moment besar seperti ini, kita harus
antusias merayakannya.
MAKALAH ILMU SOSIAL TENTANG PROSES SOSIAL DAN
INTERAKSI SOSIAL
Saturday, April 18, 2009
BAB I
PENDAHULUAN

Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan.


Perubahan dapa berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok.
Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta
ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan
dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya dapat diketemukan oleh seseorang yang
sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan
membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu
yang lampau.
Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma
sosial, pola-pola prilaku organisasi, sususnan kelembagaan masyarakat, kekuasaan
dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Karena luasnya bidang dimana
mungkin terjadi perubahan-perubahan tersebut maka bilamana seseorang hendak
membuat penelitian perlu terlebih dahulu ditentukan secara tegas, perubahan apa
yang dimaksudkannya. Dasar penelitiannya mungkin tak akan jelas, apabila hal
tersebut tidak dikemukakan terlebih dahulu.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan
gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat kebagian-bagian dunia
lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang
teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat
lain yang berada jauh dari tempat tersebut.
Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak dahulu. Namun dewasa ini
perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan sangat cepatnya, sehingga
membingungkan manusia yang menghadapinya. Perubahan-perubahan mana seiring
berjalan secara konstan. Ia tersebut memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan
tetapi karena sifatnya yang berantai, maka perubahan terlihat berlangsung terus,
walau diselingi keadaan di mana masyarakat mengadakan reorganisasi unsure-unsur
struktur masyarakat yang terkena perubahan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Teori-teori dalam Perubahan Sosial dan Kebudayaan.


Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentuk perubahan yang berlangsung dalam
kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, interaksi
sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat,
susunan kekuasaan, dan wewenang.
Menurut teori siklus perubahan sosial dan kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak
dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar
menurut pola melingkar. Dengan demikian, perubahan sosial dan kebudayaan
merupakan bentuk perubahan yang selalu berulang, apa yang terjadi sekarang
memiliki kemiripan dengan yang terjadi dimasa lampau, jadi menurut teori siklus
tidak ada proses perubahan masyarakat secara bertahap sehingga batas-batas antara
pola hidup primitive, tradisional, dan modern tidak jelas.
Menurut teori linier adalah suatu perkembangan yang menyatakan bahwa perubahan
sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan
tertentu. Dan perubahan sosial dan kebudayaan dapat direncanakan atau diarahkan ke
suatu titik tujuan tertentu.
Teori linier dibedakan menjadi 2 bagian:
a. Teori Revolusi, yaitu perubahan sosial dak kebudayaan yang berlangsung secara
drastis. Menurut Marx, masyarakat berkembang secara linier, dan bersifat
revolusioner. Masyarakat semula bercorak feudal lalu berubah secara revolusioner
menjadi masyarakat kapitalis kemudian berubah menjadi masyarakat sosial-komunis
yang merupakan puncak perkembangan masyarakat.
b. Teori Evolusi, yakni perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung dengan
lambat dalam jangka waktu lama. Perubahan sosial dan kebudayaan dari masyarakat
primitive, tradisional, dan bersahaja menuju ke bentuk masyarakat modern yang
kompleks dan maju berlangsung secara bertahap.
Definisi lain menurut Selo Soemardjan perubahan sosial dan kebudayaan adalah
segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu
masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai,
sikap dan pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan
pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai
himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi
segi-segi struktur masyarakat lainnya.
Menurut pendapat para sosiolog yang lain bahwa perubahan sosial dan kebudayaan
terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan
keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur-unsur geografis,
biologis, ekonomis, atau kebudayaan. Kemudian ada pula yang berpendapat bahwa
perubahan-perubahan sosial bersifat periodik dan non-periodik. Pokoknya, pendapat-
pendapat tersebut pada umumnya menyatakan bahwa perubahan merupakan
lingkaran kejadian-kejadian. Pitirim A. Sorokin berpendapat bahwa segenap usaha
untuk mengemukakan bahwa ada suatu kecenderungan tertentu dan tetap dalam
perubahan-perubahan sosial, tidak akan berhasil baik. Dia meragukan kebenaran akan
adanya lingkaran-lingkaran perubahan sosial dan kebudayaan tersebut. Akan tetapi
perubahan-perubahan tetap ada, dan yang paling penting adalah bahwa lingkaran
terjadinya gejala-gejala sosial harus dipelajari, karena dengan jalan tersebut barulah
akan dapat diperoleh suatu generalisasi.
B. Hubungan Antara Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Teori-teori mengenai perubahan-perubahan masyarakat seiring mempersoalkan
perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Perbedaan demikian
tergantung dari adanya perbedaan pengertian tentang masyarakat dan kebudayaan.
Apabila perbedaan pengertian tersebut dapat dinyatakan dengan tegas, maka dengan
sendirinya perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan dapat
dijelaskan.
Sudah barang tentu ada unsur-unsur kebudayaan yang dapt dipisahkan dari
masyarakat, tetapi perubahan-perubahan dalam kebudayaan tidak perlu
mempengaruhi system sosial. Seorang sosiolog akan lebih memperhatikan perubahan
kebudayaan yang bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial, serta
mempengaruhinya. Pendapat tersebut dapat dikembalikan pada pengertian sosiolog
tersebut tentang masyarakat dan kebudayaan
Sebenarnya didalam kehidupan sehari-hari, sering kali tidak mudah untuk
menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Karena
tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak
mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Sehingga,
walaupun secara toeretis dan analitis pemisahan antara pengertian-pengertian tersebut
dapat dirumuskan, namun didalam kehidupan nyata, garis pemisah tersebut sukar
dapat dipertahankan. Yang jelas perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan
mempunyai satu aspek yang sama yaitu kedua-duanya bersangkut-paut dengan sutu
penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara sutu masyarakat
memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Penjelasan ini lebih menegaskan lagi akan tetapi
kesukaran kita meletakkan garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan.
Lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga, perkawinan, hak milik,
perguruan tinggi atau Negara tak akan mengalami perubahan apapun bila tidak
didahului oleh perubahan fundamental didalam kebudayaan. Suatu perubahan sosial
dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik, karena
perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Ini disebabkan karena struktur
lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya jalin-berjalin.
C. Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Untuk mempelajari perubahan masyarakat, perlu kita ketahui sebab-sebab yang
melatarbelakangi terjadinya perubahan itu. Apabila diteliti lebih mendalam sebab
terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya sesuatu yang
dianggap sudah tidak lagi memuaskan. Mungkin saja karena ada faktor baru yang
lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama itu,. Mungkin
sajamasyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan
suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih
dahulu.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebut mungkin sumbernya ada
yang terletak didalam masyarakat itu sendiri dan ada yang letaknya diluar. Sebab-
sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sediri, antara lain adalah:
1. Bertambah atau Berkurangnya Penduduk. Pertambahan penduduk yang sangat
cepat di pulau jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat,
terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Berkurangnya penduduk mungkin
disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau ke daerah-daerah lain
(misalnya Transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan,
misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi
lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-
ratus ribu tahun lamanya didunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya
manusia penduduk bumi ini. Pada masyarakat-masyarakat yang mata pencaharian
utamanya berburu, perpindahan sering kali dilakukan, hal mana tergantung dari
persediaan hewan-hewan buruannya. Apabila hewan-hewan tersebut habis, maka
mereka akan berpindah ketempat-tempat lainnya.
2. Penemuan-penemuan Baru. Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi
yang Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru
yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru
tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan.
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat
dibedakan dalam pengertian-pengertian Discovery dan Invention. Discovery adalah
penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa
gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para
individu. Discovery baru menjadi Invention kala masyarakat sudah mengakui,
menerima serta menerapkan penemuan baru itu, dan seringkali proses dari Discovery
sampai ke Invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta.
3. Pertentangan (conflict) Masyarakat. Mungkinpula menjadi sebab terjadinya
perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara
individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok. Pertentangan
kelompok mungkin terjadi antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan-
pertentangan demikian itu kerap kaliterjadi, apalagi pada masyarakat yang sedang
berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern. Generasi muda yang belum
terbentuk kepribadiannya, lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing
(misalnya kebudayaan barat) yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih
tinggi. Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam
masyarakat, misalnya pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita, atau
kedudukan mereka yang kian sederajat di dalam masyarakat dan lain-lainnya.
4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi. Revolusi yang meletus pada Oktober
1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia
yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolute berubah menjadi diktator
proletariat yang dilandasan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan,
mulai dari bentuk Negara sampai keluarga batih mengalami perubahan-perubahan
yang mendasar.
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang
berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:Peperangan
a. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia.
b. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan
1. Faktor-faktor yang Mendorong jalannya proses perubahan
a. Kontak dengan Kebudayaan lain
b. Sistem Pendidikan Formal yang Maju
c. Sikap Menghargai hasi karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju
d. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (devetion)
e. Sitem Terbuka lapisan Masyarakat (open stratification)
f. Penduduk yang heterogen
g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
h. Orientasi ke masa depan
i. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya
1. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan
a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
c. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
d. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested
interest
e. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f. Prasangka terhadap hal-hal baru asing atau sikap yang tertutup
g. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
h. Adat atau kebiasaan
i. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki

BAB III
KESIMPULAN

Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentu perubahan yang berlangsung dalam
kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, nilai sosial,
interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan
masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang.
Teori perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibagi 2 bagian:
a. Teori Siklus
b. Teori Linier
Menurut teori siklus Perubahan sosial dan kebudayaan adalah sesuatu yang tidak
dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar
menurut pola melingkar.
Menurut teori linier perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang
menuju ke suatu titik tujuan tertentu.
Teori revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara
drstis
Teori evolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung sangat
lambat dalam jangka waktu yang lama.
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
a. Bertambah atau berkurangnya penduduk
b. Penemuan-penemuan baru
c. Pertentangan (conflict) masyarakat
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang
berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:
1. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia
2. Peperangan
3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain

DAFTAR PUSTAKA
Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Grafindo Persada, 1990
Heri, Jauhari, Penulisan Karya Ilmiah. CV. Pustaka Setia. Bandung
Abdullah, Drs. Aspirasi Sosiologi. CV Pustaka Manggala. Surakarta.
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. PT RINEKA CIPTA, JAKARTA
MAKALAH ILMU SOSIAL TENTANG PROSES SOSIAL DAN
INTERAKSI SOSIAL
Saturday, April 18, 2009
BAB I
PENDAHULUAN

Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan.


Perubahan dapa berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok.
Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta
ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan
dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya dapat diketemukan oleh seseorang yang
sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan
membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu
yang lampau.
Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma
sosial, pola-pola prilaku organisasi, sususnan kelembagaan masyarakat, kekuasaan
dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Karena luasnya bidang dimana
mungkin terjadi perubahan-perubahan tersebut maka bilamana seseorang hendak
membuat penelitian perlu terlebih dahulu ditentukan secara tegas, perubahan apa
yang dimaksudkannya. Dasar penelitiannya mungkin tak akan jelas, apabila hal
tersebut tidak dikemukakan terlebih dahulu.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan
gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat kebagian-bagian dunia
lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang
teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat
lain yang berada jauh dari tempat tersebut.
Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak dahulu. Namun dewasa ini
perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan sangat cepatnya, sehingga
membingungkan manusia yang menghadapinya. Perubahan-perubahan mana seiring
berjalan secara konstan. Ia tersebut memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan
tetapi karena sifatnya yang berantai, maka perubahan terlihat berlangsung terus,
walau diselingi keadaan di mana masyarakat mengadakan reorganisasi unsure-unsur
struktur masyarakat yang terkena perubahan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Teori-teori dalam Perubahan Sosial dan Kebudayaan.


Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentuk perubahan yang berlangsung dalam
kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, interaksi
sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat,
susunan kekuasaan, dan wewenang.
Menurut teori siklus perubahan sosial dan kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak
dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar
menurut pola melingkar. Dengan demikian, perubahan sosial dan kebudayaan
merupakan bentuk perubahan yang selalu berulang, apa yang terjadi sekarang
memiliki kemiripan dengan yang terjadi dimasa lampau, jadi menurut teori siklus
tidak ada proses perubahan masyarakat secara bertahap sehingga batas-batas antara
pola hidup primitive, tradisional, dan modern tidak jelas.
Menurut teori linier adalah suatu perkembangan yang menyatakan bahwa perubahan
sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan
tertentu. Dan perubahan sosial dan kebudayaan dapat direncanakan atau diarahkan ke
suatu titik tujuan tertentu.
Teori linier dibedakan menjadi 2 bagian:
a. Teori Revolusi, yaitu perubahan sosial dak kebudayaan yang berlangsung secara
drastis. Menurut Marx, masyarakat berkembang secara linier, dan bersifat
revolusioner. Masyarakat semula bercorak feudal lalu berubah secara revolusioner
menjadi masyarakat kapitalis kemudian berubah menjadi masyarakat sosial-komunis
yang merupakan puncak perkembangan masyarakat.
b. Teori Evolusi, yakni perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung dengan
lambat dalam jangka waktu lama. Perubahan sosial dan kebudayaan dari masyarakat
primitive, tradisional, dan bersahaja menuju ke bentuk masyarakat modern yang
kompleks dan maju berlangsung secara bertahap.
Definisi lain menurut Selo Soemardjan perubahan sosial dan kebudayaan adalah
segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu
masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai,
sikap dan pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan
pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai
himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi
segi-segi struktur masyarakat lainnya.
Menurut pendapat para sosiolog yang lain bahwa perubahan sosial dan kebudayaan
terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan
keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur-unsur geografis,
biologis, ekonomis, atau kebudayaan. Kemudian ada pula yang berpendapat bahwa
perubahan-perubahan sosial bersifat periodik dan non-periodik. Pokoknya, pendapat-
pendapat tersebut pada umumnya menyatakan bahwa perubahan merupakan
lingkaran kejadian-kejadian. Pitirim A. Sorokin berpendapat bahwa segenap usaha
untuk mengemukakan bahwa ada suatu kecenderungan tertentu dan tetap dalam
perubahan-perubahan sosial, tidak akan berhasil baik. Dia meragukan kebenaran akan
adanya lingkaran-lingkaran perubahan sosial dan kebudayaan tersebut. Akan tetapi
perubahan-perubahan tetap ada, dan yang paling penting adalah bahwa lingkaran
terjadinya gejala-gejala sosial harus dipelajari, karena dengan jalan tersebut barulah
akan dapat diperoleh suatu generalisasi.
B. Hubungan Antara Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Teori-teori mengenai perubahan-perubahan masyarakat seiring mempersoalkan
perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Perbedaan demikian
tergantung dari adanya perbedaan pengertian tentang masyarakat dan kebudayaan.
Apabila perbedaan pengertian tersebut dapat dinyatakan dengan tegas, maka dengan
sendirinya perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan dapat
dijelaskan.
Sudah barang tentu ada unsur-unsur kebudayaan yang dapt dipisahkan dari
masyarakat, tetapi perubahan-perubahan dalam kebudayaan tidak perlu
mempengaruhi system sosial. Seorang sosiolog akan lebih memperhatikan perubahan
kebudayaan yang bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial, serta
mempengaruhinya. Pendapat tersebut dapat dikembalikan pada pengertian sosiolog
tersebut tentang masyarakat dan kebudayaan
Sebenarnya didalam kehidupan sehari-hari, sering kali tidak mudah untuk
menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Karena
tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak
mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Sehingga,
walaupun secara toeretis dan analitis pemisahan antara pengertian-pengertian tersebut
dapat dirumuskan, namun didalam kehidupan nyata, garis pemisah tersebut sukar
dapat dipertahankan. Yang jelas perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan
mempunyai satu aspek yang sama yaitu kedua-duanya bersangkut-paut dengan sutu
penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara sutu masyarakat
memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Penjelasan ini lebih menegaskan lagi akan tetapi
kesukaran kita meletakkan garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan.
Lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga, perkawinan, hak milik,
perguruan tinggi atau Negara tak akan mengalami perubahan apapun bila tidak
didahului oleh perubahan fundamental didalam kebudayaan. Suatu perubahan sosial
dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik, karena
perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Ini disebabkan karena struktur
lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya jalin-berjalin.
C. Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Untuk mempelajari perubahan masyarakat, perlu kita ketahui sebab-sebab yang
melatarbelakangi terjadinya perubahan itu. Apabila diteliti lebih mendalam sebab
terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya sesuatu yang
dianggap sudah tidak lagi memuaskan. Mungkin saja karena ada faktor baru yang
lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama itu,. Mungkin
sajamasyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan
suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih
dahulu.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebut mungkin sumbernya ada
yang terletak didalam masyarakat itu sendiri dan ada yang letaknya diluar. Sebab-
sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sediri, antara lain adalah:
1. Bertambah atau Berkurangnya Penduduk. Pertambahan penduduk yang sangat
cepat di pulau jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat,
terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Berkurangnya penduduk mungkin
disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau ke daerah-daerah lain
(misalnya Transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan,
misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi
lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-
ratus ribu tahun lamanya didunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya
manusia penduduk bumi ini. Pada masyarakat-masyarakat yang mata pencaharian
utamanya berburu, perpindahan sering kali dilakukan, hal mana tergantung dari
persediaan hewan-hewan buruannya. Apabila hewan-hewan tersebut habis, maka
mereka akan berpindah ketempat-tempat lainnya.
2. Penemuan-penemuan Baru. Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi
yang Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru
yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru
tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan.
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat
dibedakan dalam pengertian-pengertian Discovery dan Invention. Discovery adalah
penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa
gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para
individu. Discovery baru menjadi Invention kala masyarakat sudah mengakui,
menerima serta menerapkan penemuan baru itu, dan seringkali proses dari Discovery
sampai ke Invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta.
3. Pertentangan (conflict) Masyarakat. Mungkinpula menjadi sebab terjadinya
perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara
individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok. Pertentangan
kelompok mungkin terjadi antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan-
pertentangan demikian itu kerap kaliterjadi, apalagi pada masyarakat yang sedang
berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern. Generasi muda yang belum
terbentuk kepribadiannya, lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing
(misalnya kebudayaan barat) yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih
tinggi. Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam
masyarakat, misalnya pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita, atau
kedudukan mereka yang kian sederajat di dalam masyarakat dan lain-lainnya.
4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi. Revolusi yang meletus pada Oktober
1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia
yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolute berubah menjadi diktator
proletariat yang dilandasan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan,
mulai dari bentuk Negara sampai keluarga batih mengalami perubahan-perubahan
yang mendasar.
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang
berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:Peperangan
a. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia.
b. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan
1. Faktor-faktor yang Mendorong jalannya proses perubahan
a. Kontak dengan Kebudayaan lain
b. Sistem Pendidikan Formal yang Maju
c. Sikap Menghargai hasi karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju
d. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (devetion)
e. Sitem Terbuka lapisan Masyarakat (open stratification)
f. Penduduk yang heterogen
g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
h. Orientasi ke masa depan
i. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya
1. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan
a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
c. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
d. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested
interest
e. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f. Prasangka terhadap hal-hal baru asing atau sikap yang tertutup
g. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
h. Adat atau kebiasaan
i. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki

BAB III
KESIMPULAN

Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentu perubahan yang berlangsung dalam
kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, nilai sosial,
interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan
masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang.
Teori perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibagi 2 bagian:
a. Teori Siklus
b. Teori Linier
Menurut teori siklus Perubahan sosial dan kebudayaan adalah sesuatu yang tidak
dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar
menurut pola melingkar.
Menurut teori linier perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang
menuju ke suatu titik tujuan tertentu.
Teori revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara
drstis
Teori evolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung sangat
lambat dalam jangka waktu yang lama.
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
a. Bertambah atau berkurangnya penduduk
b. Penemuan-penemuan baru
c. Pertentangan (conflict) masyarakat
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang
berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:
1. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia
2. Peperangan
3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain

DAFTAR PUSTAKA
Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Grafindo Persada, 1990
Heri, Jauhari, Penulisan Karya Ilmiah. CV. Pustaka Setia. Bandung
Abdullah, Drs. Aspirasi Sosiologi. CV Pustaka Manggala. Surakarta.
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. PT RINEKA CIPTA, JAKARTA

Cara Membuat Makalah


Secara struktural makalah yg umum biasanya tersusun atas:

1. Kata Pengantar : berisi kata2 harapan penulis, ucapan trimakasih, dll dari penulis

2. Daftar isi (jelas)

3. Pendahuluan : latar belakang pembuatan tugas, tujuan dan manfaat yg diinginkan

4. Landasan teori : kutipan teori2 yg mendasari makalah, biasa lgs dikutip dari buku
diktat
5. Pembahasan : inti makalah yg ingin lo bahas masukan di bab ini

6. Kesimpulan : pendek kata dari pembahasan masukin sini

7. Daftar Pustaka : sumber2 yg anda pakai

Dan untuk tahap awal yaitu :


Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk
memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah
berikutnya.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan
umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda
dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan
analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum,
anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia”
adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah
gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin
membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan
Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa
yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain,
sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga
biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

Tentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan
orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana
melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau
sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.

Tuliskan Minat Anda

Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik
minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda
memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di
sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda?
Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik.
Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang
terlintas di kepala.

Evaluasi Potensial Topik

Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik
tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang
dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar
menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk
topik yang anda pilih.

Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang
anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga
perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.

Membuat Outline

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam
naskah dalam sebuah format yang terorganisir.

Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas

Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang
cukup lebar diantaranya

Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:

Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik

Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat


dipahami pembaca

Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi
tersebut

Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman


tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama
Menuliskan Tesis

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan
disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda,
sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan
poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia

Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang
luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.

Menuliskan Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda
dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap
untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan
pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:

Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda
adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan:
“Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang
lama”

Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan


empat sampai lima baris.

Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat
berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi

Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing


paragraf.

Semoga bermanfaat..:D

Fenomena dari bahasa Yunani; phainomenon, "apa yang terlihat", dalam bahasa
Indonesia bisa berarti:
1. gejala, misalkan gejala alam
2. hal-hal yang dirasakan dengan pancaindra
3. hal-hal mistik atau klenik
4. fakta, kenyataan, kejadian

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut
culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa
diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan


Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial,
religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai
anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide
atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-
hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa,
peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.