Anda di halaman 1dari 2

convolute bedding and convolute lamination, struktur ini membentuk pola

laminasi atau perlapisan contorted (awas salah baca bagi yang cadel cadel
hahaha) dan terbentuk akibat proses konvolusi pada sedimen berbutir halus (silt,
pasir halus), hal ini terjadi karena berbagai macam mekanisme bisa likuifaksi
(liquifaction) akibat goncangan dan air keluar dari dalam tubuh maerial sedimen
yang terendapkan, overloading diferensial akibat gerusan sedimen diatas tubuh
sedimen yang lebih halus dan menghasilkan konvolusi (deformasi pada sedimen
lunak halus), atau deformasi plastis sesaat saat sedimen diendapkan, serta dapat
juga terjadi karena breaking waves (dirusak gelombang ombak). arah
kemiringan perlipatan (konvolusi) dapat menunjukan arah arus purba. umum
dijumpai pada daerah river floodplain, delta, point bar, dan intertidal-flat. umum
juag dijumpai pada suksesi turbidit.
struktur slump (synsedimentary fold) merupakan lipatan miring yang
terbentuk pada unconsolidated atau semiconsolidated sediment yang sangat
dipengaruhi oleh gravitasi (pada lereng). Potter dan Pettijohn (1977) menjelskan
struktur ini sebagai hasil dari: (1) pervasive movement yang meliputi
tranprortasi massa interior sedimen, menghasilkan pencampuran chaotic dari
berbagai tipe sdimen, seperti perlapisan mud ang rusak terlipat dalm sedimen
pasiran, atau (2) decolement (gerusan) pada permukaan sedimen yang belum
terkonsolidasi kuat dapat membentuk struktur ini. umum dijumpai pada sedimen
yang diendapkan pada lereng. sturktur slump ini umum dapat terbentuk di
mudsonte dan sandy shale dan tidak umum (jarang) pada batupasir,
batugamping dan evaporit. terbentuk pada unit batuan yang terendapkan secara
ceapat. terbentuk pada sedimen glasial, verved silt, dan lempung dengan origin
lakustrin, serta pada pasir eolian, rubidit, delta, dan reef front sedimen,
subaqueous dune, dan sedimen pada head dari submarine canyon, turbiti, reef-
front sedimen, continental shelves,dan dinding dari trench laut dalam, dan
tempat-tempat lainnya dimana ada lereng dan sedimen yang diendapkan disitu
tertahan dan hampir jatuh kebawah (cekungan). intinya struktur ini umum
dijmupai pada lereng di tepi cekungan. arah kemiringan dari lipatan slump dapat
mengindikasikan arah lereng dan arus purba.

Flute cast adalah struktur yang berbentuk setengah kerucut dengan hidumg
puncakmya berbentuk bundar atau bulat dan bagian lainnya akan melebar dan
menyatu dengan bidang perlapisan. Struktur telah juga didesain seperti flute
molds, flow marks, scour cast, scour fingger, vortex cast dan turbboglyph. Flute
cast mempunyai panjang yang bervariasi dari hanya beberapa centimeter hingga
struktur berukuran raksasa sekitar 1-2 meter panjangnya, solitary flutes sangat
jarang ditemukan. Pada umumnya dia muncul sebagai suatu kelompok dimana
satu jenis flute cast dapat terbentuk dengan ruang luas, ruang tertutup bahkan
pertambalan, hal ini sangat umum umtuk laisan batu pasir yang beruntun umtuk
menampilkan flute cast, dengan kata lain ketika kondisi sangat tepat untuk
memproduksi suatu kelompok flute menjelang pengendapan dari satu lapisan
pasir, kondisi ini terjadi menjelang penbentukan dari lapisan subsekuen.
Sole Markings adalah karakteristik kenampakan dari bagian bawah pada
perlapisan batu pasir dan beberapa batu ganping selebihnya pada batu lempung
damn lanau(tabel 4-3). Kenampakan tersebut telah diketahui beberapa tahun
yang lalu dan baru akhir-akhir ini dipelajari secara intensif . kebanyakan dari
struktur ini merupakan cetakan atau negatif depression atau markings
(penandaan atau jejak). Pada umumnya diproduksi diatas lempung dimana pasir
sudah tersebar, stuktur ini dikontrol origin oleh 1) jalanya arus dipermukaan
lempung 2) pembebanan yang tidak seimbang dari lempung halus hidroplastic
3) aktivitas organisme di permukaaan walaupun mereka muncul dikebanyakan
batu pasir,sole marks biasanya lebih berlimpah di turbidit dimana mereka
menyediakan cara untuk menentukan aliran arus.
Load cast
Adalah struktur sedimen yanq terbentuk akibat tubuh sedimen yang
mengalami pembebanan oleh material sedimen lain di atasnya
.
Perlapisan bersusun (Graded Bedding) : perlapisan batuan yang dibentuk
oleh gradasi butir yang makin halus ke arah atas (normal graded bedding)
atau gradasi butir yang makin kasar ke arah atas (reverse graded bedding).
Normal graded bedding dapat dipakai untuk menentukan top atau bottom
lapisan batuan.