Anda di halaman 1dari 1

Pupa bertahan selama dua hari sebelum akhirnya nyamuk dewasa keluar dari pupa.

Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu tujuh hingga delapan
hari, tetapi dapat lebih lama jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Telur Aedes aegypti
tahan terhadap kondisi kekeringan, bahkan bisa bertahan hingga satu bulan dalam keadaan
kering. Jika terendam air, telur kering dapat menetas menjadi larva. Sebaliknya, larva sangat
membutuhkan air yang cukup untuk perkembangannya. Kondisi larva saat berkembang dapat
memengaruhi kondisi nyamuk deawa yang dihasilkan. Sebagai contoh, populasi larva yang
melebihi ketersediaan makanan akan menghasilkan nyamuk dewasa yang cenderung lebih
rakus dalam menghisap darah.
Pola Aktivitas Nyamuk Aedes aegypti
Nyamuk Aedes aegypti bersifat diurnal, yakni aktif pada pagi hingga siang hari. Penularan
penyakit dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina yang menghisap darah.
Hal itu dilakukannya untuk memperoleh asupan protein, antara lain prostaglandin, yang
diperlukan untuk bertelur. Nyamuk jantan tidak membutuhkan darah, dan memperoleh
sumber energy dan nectar bunga ataupun tumbuhan.
Nyamuk Aedes aegypti menyukai area yang gelap dan benda-benda bewarna hitam atau
merah. Penyakit DHF/DBD kerap menyerang anak-anak. Hal ini disebabkan karena anak-
anak cenderung duduk di dalam ruang kelas selama pagi hingga siang haari dan kaki mereka
yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.
Infeksi virus dalam tubuh nyamuk dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang mengarah
pada peningkatan kompetensi vector, yaitu kemampuan untuk menyebarkan virus. Infeksi
virus dengue dapat mengakibatkan nyamuk kurang handal dalam menghisap darah, berkali-
kali menusukkan alat penusuk dan pengisap darahnya (prosboscis), tetapi tidak berhasil
menghisap darah, sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Akibatnya,
resiko penularan penyakit DHF menjadi semakin besar.
Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan
penyakit demam berdarah. Virus dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari
sebelum demam. Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah
akan ikut terisap masuk kedalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak
diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk didalam kelenjar liurnya. Kira-
kira 1 minggu setelah mengisap darah penderita, nyamuk tersebut siap untuk menularkan
kepada orang lain (masa inkubasi ekstrinsik). Virus ini akan tetap berada dalam tubuhnyamuk
sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk Aedes Aegypti yang telah mengisap virus