Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini, kami melakukan pembuatan sabun cair dimana sabun ini
biasanya digunakan untuk mencuci piring. Sabun merupakan surfaktan yang digunakan
dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Surfaktan memiliki 2 sifat yang berbeda
sekaligus yaitu hidrofilik dan hidrofobik. Surfaktan itu sendiri merupakan bahan yang dapat
menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan hydrogen pada
permukaan dengan cara meletakkan bagian kepala hidrofiliknya pada permukaan air dan
bagian ekor hidrofobiknya menjauhi permukaan air.
Dengan dua sifat yang berbeda itu maka surfaktan selain dapat menurunkan tegangan
permukaan juga surfaktan dapat mengemulsi kotoran berminyak dengan dilakukannya
pembilasan, oleh karena itu sabun cair yang digunakan sering dipakai untuk pencucian piring
yang mengandung minyak dll.
Dalam pembuatan sabun ini digunakan beberapa bahan yang pertama yaitu
melarutkan texapon (Sodium Lauryl Sulfat) dalam aquadest dengan suhu 50-60
o
C. Bahan-
bahan akan mudah larut dalam air panas dibandingkan dengan air dingin sehingga dengan
adanya pemanasan maka akan meningkatkan kelarutan (mudah larut). Namun texapon ini
sulit larut meskipun dalam air panas karena wujudnya yang sangat kental seperti gel. Dalam
penambahan bahan-bahannya dilakukan pengaduka secara perlahan agar tidak mengeluarkan
busa yang banyak. Salah satu fungsi dari texapon adalah untuk mengangkat lemak atau
kotoran ketika sabun digunakan untuk mencuci.
Bahan yang selanjutnya dimasukkan adalah comperlan (cocomide). Sama halnya
dengan texopan, comperlan pun sulit larut meskipun dalam air panas karena ketika
dituangkan sedikit demi sedikit kedalam air panas comperlan yang berwujud kental berubah
menjadi bulir-bulir sehingga tidak langung larut dalam aquadest. Fungsi dari comperlan itu
sendiri adalah untuk membuat busa dalam sabun lebih banyak. Jika kedua bahan ini (texapon
dan comperlan sudah larut maka bahan lainnya pun akan mudah larut. Kemudian dilakukan
penambahan EDTA. Penambahan EDTA adalah sebagai bahan pembentuk/pengomplek, yang
berfungsi meningkatkan efisiensi pencucian dari surfaktan dengan cara menonaktifkan
mineral penyebab kesadahan air dan sebagai pengawet sabun. Juga dilakukan penambahan
glycerin yang akan menghasilkan gugus-gugus hidroksil yang dapat berikatan hidrogen
dengan air sehingga akan menyebabkan campuran tersebut ketika digunakan akan
mengakibatkan efek lembab pada tangan.
Setelah bahan-bahan larut, selanjutnya dilakukan pengontrolan pH sabun, pH pada
sabun yang dihasilkan haruslah dalam keadaan pH netral oleh karena itu untk menetralkan
pH sabun yang pada awal pengukuran menunjukkan pH 10 maka ditambahkan larutan asam
sitrat. Penambahan asam sitrat ini dihentikan ketika pH sabun sudah mendekati pH netral.
Sebelum ditambahkan NaCl jenuh, untuk menarik perhatin maka sabun yang dibuat
ditambahkan pewarna agar lebih memikat, pada sabun yang kami buat ini dilakukkan
penambahan pewarna hijau dan juga pada akhir proses ditambahkan pewangi lemon agar
lebih bisa menarik perhatian. Kemudian setiap 100 ml sabun ditambahkan larutan NaCl jenuh
dengan volume yang bervariasi yaitu 5 ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml dan 25 ml. Hal ini dilakukan
agar dapat membandingkan komposisi mana yang baik dalam pembuatan sabun. Larutan
NaCl jenuh yang berfungsi sebagai pengental ini ditambahkan sedikit demi sedikit.
Selanjutnya dilakukan pengukuran viskositas setiap sabun yang dibuat. Dari hasil
pengukuran, sabun yang ditambahkan larutan NaCl sebanyak 5 ml merupakan sabun yang
paling kental diantara lima sabun yang lain, viscositasnya yaitu 1448 cP dengan
menggunakan spindle 63 dan kecepatan 6 rpm. Vuscositas sabun yang ditambahkan 10 ml
larutan NaCl adalah 60,29 cP ; penambahan 15 ml adalah 11,85 cP dan penambahan 20 ml
adalah 8,77 cP dengan menggunakan spindle 62 dan kecepatan 50 rpm. Sedangkan viscositas
sabun yang ditambahkan 25 ml larutan NaCl adalah 95,5 cP dengan menggunakan spindle 62
dan kecepatan 30 rpm. Semakin banyak penambahan NaCl maka viskositas sabun akan
semakin tinggi, namun setelah beberapa menit sabun yang ditambahkan larutan NaCl terlalu
banyak maka larutan sabun dan NaCl akan terpisah lagi sehingga sabun menjadi cair atau
tidak mengental seperti sebelumnya. Dari percobaan yang kami lakukan, sabun yang
memiliki kekentalan yang tepat (mendekati kekentalan sabun bermerk) adalah sabun yang
ditambahkan larutan NaCl jenuh sebanyak 10 ml.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2013.Kegunaan Texapon/Texafon, Sulfafon Untuk Bahan Baku Industri.http://cara
membuatmu.blogspot.com/2013/08/kegunaan-texapon-texafon-sulfafon-untuk.html
( 12 April 2014 )
Wikipedia.2013.Surfaktan.http://id.wikipedia.org/wiki/Surfaktan ( 12 April 2014 )