Anda di halaman 1dari 14

KONSEP PROSES SOSIAL

&
INTERAKSI SOSIAL
Pengertian Proses Sosial
Proses sosial a.d cara-cara berhubungan
yang dilihat apabila orang perorangan &
kelompok-kelompok sosial saling
bertemu & menentukan sistem serta
bentuk-bentuk hubungan tersebut atau
apa yang akan terjadi apabila ada
perubahan-perubahan yang menyebabkan
goyahnya pola-pola kehidupan yang telah
ada.

Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial = hubungan-hubungan
sosial dinamis yang menyangkut
hubungan antara orang-orang
perorangan, antara kelompok-kelompok
man, maupun antara orang perorangan
dengan kelompok man (Kimball Y &
Raymond, W.Mack, 1959 : 137).


Syarat-syarat Terjadinya Interaksi
Sosial
Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin
terjadi apabila tidak memenuhi dua
syarat, yaitu :
1. Adanya kontak sosial (social-contact)
2.Adanya komunikasi
Kontak
Kata kontak berasal dari bahasa Latin con
atau cum (yang artinya bersama-sama)
dan tango (menyentuh), jadi secara
harfiah a.d bersama-sama menyentuh.
Namun kontak diartikan lebih lanjut
bukan mutlak menyentuh melainkan
berhubungan dengan lain, misal orang-
orang berhubungan satu dengan lainnya
melalui telepon, e-mail, surat, radio
dsbnya.

Komunikasi
Dapat diartikan bahwa seseorang memberi
arti pada perilaku orang lain, perasaan-
perasaan apa yang ingin disampaikan oleh
orang tersebut. Orang yang
bersangkutan kemudian memberi reaksi
terhadap perasaan yang ingin
disampaikan oleh orang tersebut.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
bentuk-bentuknya dapat berupakerja sama
(cooperation), persaingan (competition) dan
bahkan dapat juga berbentuk pertentangan
atau pertikaian (conflict).

Gillin dan Gillin menggolongkan lebih luas macam
proses sosial sebagai akibat interaksi sosial
yaitu :
1. Proses yang asosiatif yang terbagi khusus
lagi, yakni :
a. akomodasi
b. asimilasi dan akulturasi

lanjutan.
2. Proses yang disasosiatif yang mencakup :
a. persaingan
b. persaingan yang meliputi kontravensi dan
pertentangan atau pertikaian (conflict).

Kimball Young mengatakan dg tiga bentuk yakni,
1. Oposisi yang mencakup persaingan,
pertentangan atau pertikaian (conflict)
2. Kerjasama yang menghasilkan akomodasi dan
3. Diferensiasi
Tamotsu Shibutani mengedepankan pula
beberapa pola interaksi yaitu :
1. Akomodasi dalam situasi-situasi rutin
2. Ekspresi pertemuan dan anjuran
3. Interaksi strategis dalam
pertentangan-pertentangan
4. pengembangan perilaku masa

Lima bentuk kerja sama
Kerukunan spt gotong royong & tolong-menolong
Bargaining = pelaksanaan perjanjian mengenai
pertukaran barang & jasa-jasa anatara 2 organisasi
atau lebih
Ko-optasi (Co-optation) = suatu proses penerimaan
unsur-unsur baru dalam
kepemimpinan/pelaksanaan politik dalam suatu
organisasi, sbg salah satu cara untuk menghindari
terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi
yg bersangkutan
Koalisi = kombinasi antara 2 organisasi
atau lebih yg mempunyai 7an bersama
Joint Venture = kerjasama dalam
pengusahaan proyek2 tertentu, misalnya
pemboran minyak, pertambangan batu
bara, perfilman dsb.
Akomodasi
Akomodasi dipergunakan dalama dua arti
yakni, untuk menunjuk pada suatu proses.
Akomodasi yang menunjuk suatu
keadaan, berarti kenyataan adanya suatu
keseimbangan (equilibrium) dalam
interaksi antara individu dan kelompok
sehubungan dengan norma-norma sosial
& nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam
masyarakat.
Akomodasi yang menunjuk pada proses yakni,
usaha-usaha untuk meredakan suatu
pertentangan guna mencapai stabilitas.
Bentuk-bentuknya :
1. Coercion
2. Compromise
3. Arbitration
4. Mediation
5. Conciliation
6. Toleration
7. Stalemate
8. Adjudication