Anda di halaman 1dari 12

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REMAJA

A. Karakter Pertumbuhan Fisik Remaja


Masa remaja adalah tahapan perkembangan yang pada umumnya dimulai sekitar usia 13
tahun. Awal masa remaja ditandai dengan pertumbuhan fisik yang sangat pesat dengan mulai
berfungsinya hormon hormon sekunder. Pada permulaan masa remaja, pertumbuhan fisik
yang sudah menyerupai manusia dewasa ini tidak diikuti dengan perkembangan psikis yang
sama pesatnya. Masa remaja yang merupakan masa transisi dari masa kanak kanak menuju
kehidupan orang dewasa tersebut merupakan masa yang sulit dan gejolak sehingga sering
disebut sebagai masa badai dan topan, masa pancaroba, dan berbagai sebutan lainnya, yang
menggambarkan banyaknya kesulitan yang dialami anak pada masa perubahan tersebut.
Secara umum remaja memiliki ciri sebagai berikut :
1. Pertumbuhan fisik yang sangat pesat dan mulai fungsinya hormon sekunder, terutama
hormon reproduksi. Pada masa ini remaja tidak mau lagi disebut anak kecil.
2. Fase remaja adalah masa mencari identitas sehingga pada masa ini anak mempunyai
pribadi yang sangat labil, baik dalam pemikiran, perasaan, maupun emosionalnya sehingga
pada masa ini akan mudah sekali di pengaruhi.
3. Remaja mulai menginginkan kebebasan emosional dari orang tua dan mulai
meningkatkan dirinya dengan kehidupan, per group sehingga pada masa ini kehidupan
kelompok sebaya menjadi sangat penting, bahkan dikatakan per group adalah segala
galanya untuk remaja.
4. Adanya berbagai perubahan yang dialami menyebabkan remaja menjadi anak yang
emosional, gampang tersinggung, mudah melampiaskan kemarahaannya, malas, murung dan
selalu ingin menangis sendiri yang kadang kadang tanpa sebab yang pasti.
5. Perkembangan penalaran yang pesat menjadikan kelompok remaja menjadi kelompok
yang bersifat kritis idealis sehingga dalam kehidupan sosialkemasyarakatan kelompok ini
mudah sekali melakukan protes bila ditemui hal yang tidak sesuai dengan konsep
idealismenya.
6. Pada masa ini juga berkembang rasa ingin tahu yang sangat besar sehingga remaja suka
sekali menjadi pengelana, mendaki gunung atau menjadi penjelajah dan kegiatan kegiatan
yang lain yang nyerempet bahaya.
7. Mulai berfungsinya hormon sekunder, terutama hormon reproduksi menyebabkan
remaja mulai tertarik pada lawan jenis, sebagai tanda fisik mereka, pada masa ini anak juga
suka berkhayal.
B. Perubahan Pertubuhan Fisik
Perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja meliputi tiga hal yaitu :
1). Percepatan pertumbuhan,
2). Proses pematangan seksual dan
3). Keanekaragaman perubahan proporsi tubuh.
C. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik Remaja.
Faktor faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja dapat berasal dari
berbagai sumber :
1. Keluarga
2. Gizi
3. Ganguan emosional
4. Jenis kelamin
5. Status sosial ekonomi
6. Kesehatan
7. Bentuk tubuh
Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik individu, yaitu :
a) Faktor internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu. Hal yang termasuk dalam
internal ini adalah :
1. Sifat jasmani yang diwariskan orang tuanya
2. Kematangan
b) Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri anak. Hal yang terdapat didalam
faktor
eksternal adalah :
1. Kesehatan
2. Makanan
3. Stimulasi lingkungan
D. Pengaruh Pertumbuhan Fisik dan Perilaku
Faktor faktor internal yang semuanya ikut mempengaruhi pertumbuhan individu mudah
dimengerti bahwa pertumbuhan fisik akan sangat bervariasi. Perbedaan faktor keturunan,
kondisi kesehatan, gizi makanan, dan stimulasi lingkungan menyebabkan perbedaan
pertumbuhan fisik individu.
Akibat pertumbuhan fisik pada remaja, perubahan pada remaja tidak saja nampak pada
pertumbuhan tinggi dan berat badan, tetapi juga muncul berbagai macam akibat psikologis
yang sering termanifestasi pada perilakunya.
E. Upaya Membuat Pertumbuhan Fisik dan Implikasinya Bagi Pendidikan
Dalam batas batas tertentu, percepatan pertumbuhan fisik dapat dibantu dengan
berbagai usaha atau stimulasi secara sistematis, antara lain :
1. Menjaga kesehatan badan
2. Memberi makanan yang baik
F. Upaya Untuk Memberi Bantuan
Perilaku kelompok remaja dapat terbentuk didalam sekolah maupun diluar sekolah.
Jenis kegiatan kelompok biasanya ditetapkan oleh kelompok yang bersangkutan sehingga
selain ada kegiatan yang bernilai positif sering pula ada berbagai kegiatan yang bernilai
negatif, terutama apabila kegiatan kelompok remaja ini merupakan kegiatan sebaya yang
secara bebas dilakukan dan tidak terawasi oleh orang dewasa.
Implikasi bagi pendidikan adalah perlunya memperhatikan faktor faktor sebagai berikut :
1. Sarana dan prasarana
2. Waktu istirahat
3. Diadakannya jam jam olah raga bagi para siswa
G. Perkembangan Emosional Moral
Pelampiasan emosi pada remaja bukan lagi dalam bentuk yang meledak ledak dan
tidak terkendali seperti menangis keras atau bergulung gulung, tetapi terlihat dalam
gerakan tubuhnya yang ekspresif, tidak mau bicara atau melakukan kritik terhadap objek
penyebab. Perilaku semacam ini disebabkan oleh mulai adanya pengendalian emosi yang
dilakukan remaja.
1. Kematangan Emosi
Kematangan emosi pada remaja diawali dengan mengendalikan emosi, dan biasanya tercapai
kematangan emosional pada akhir remaja yang ditandai dengan ciri :
1. Remaja mulai mampu menahan diri, untuk tidak melampiaskan emosinya didepan
umum, remaja mulai berusaha mempertimbangkan baik buruknya akibat yang ditimbulkan.
2. Remaja mulai mampu menganalisa situasi dengan kritis, dapat memberikan penilaian
terhadap peristiwa atau perlakuan negatif yang diterimanya dengan mempertimbangkan
apakah hal itu benar atau tidak.
3. Remaja juga mampu menunjukkan suasana hati yang lebih stabil dan mulai tenang.
2. Perkembangan moral
Pengertian moral dalam kaitannya dengan perkembangan remaja adalah kesadaran remaja
untuk mematuhi secara sukarela standar moral sebagai pedoman perlakuannya. Tahap tahap
perkembangan atas hasil interaksi seimbangnya yaitu secara bertahap anak mengadakan
internalisasi nilai moral dari orang tuanya dan orang orang dewasa disekitarnya, ketika anak
mulai mampu berfikir abstrak seperti pada remaja anak mulai memahami alasan perbuatan
baik dan buruk tersebut dan mampu berbuat moralistik secara mandiri.
Pada akhir masa remaja terdapat lima perubahan yang dapat dilukiskan sebagai berikut :
1. Pandangan moral remaja mulai menjadi abstrak, manifestasi dari ciri ciri ini adalah
perilaku remaja yang suka saling menasehati sesama teman dan kesukaannya pada kata kata
mutiara.
2. Pandangan moral remaja sering terpusat pada apa yang benar dan apa yang salah.
3. Penilaian moral pada remaja semakin mendasar pada pertimbangan kognitif, yang
mendorong remaja mulai menganalisis etika sosial dan mengambil keputusan kritis terhadap
berbagai masalah moral yang dihadapinya.
4. Penilaian yang dilakukan remaja menunjukkan perubahan yang bergerak dari sifat yang
egosentris menjadi sosiosentris, sehingga remaja senang sekali bila dilibatkan dalam kegiatan
memperjuangkan nasib sesama, kesetiakawanan kelompok yang kadang kadang untuk ini
remaja bersedia berkorban fisik.
5. Penilaian moral secara psikis juga berkembang menjadi lebih mendalam yang dapat
merupakan sumber emosi dan menimbulkan ketegangan ketegangan psikologis, sehingga
pada akhir masa remaja moral yang dianutnya diharapkan menjadi kenyataan hidup dan
menjadi barang yang berharga dalam hidupnya.
H. Upaya Pengembangan Remaja dalam Proses Pembelajaran
Untuk itu proses pengajaran dan pengelompokan siswa perlu dilakukan pendekatan
pendekatan yang dapat membuat remaja menjadi jinak sehingga mempermudah remaja
belajar dan menyerap materi yang dipersyaratkan. Kondisi tersebut diantaranya adalah :
a) Belajar pada kelompok remaja akan dapat dipermudah bila guru dapat mengupayakan
adanya keseimbangan antara pembatasan dan otoritas dengan pemberian kebebasan, yaitu
pemeliharaan disiplin yang seimbang dengan pengembangan kreativitas.
b) Belajar dapat dipermudah bila proses belajar mengajar remaja diperlakukan sebagai
individu berharga, dimana suaranya didengar oleh guru, pilihannya diperhitungkan dan
sebagainya.
c) Belajar akan lebih efektif bila remaja tahu bahwa dirinya dikenal, diakui
keberadaannya, diterima oleh kelompok, dan kehadirannya cukup punya arti bagi
lingkungan.
d) Belajar akan memperoleh hasil maksimal bila setiap guru dapat memahami keberadaan
remaja dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki sehingga remaja
merasa
aman dalam proses pembelajaran di kelas.
e) Pengembangan self confidence sangat membantu motivasi siswa dalam belajar. Suasana
belajar akan lebih bersemangat bila angka angka untuk penentuan posisi remaja dalam
kelompok diminimalkan.
I. Mengenal dan Memahami Problem problem Remaja
Remaja sering kali dianggap sebagai kelompok yang aneh karena dalam kehidupannya
kelompok ini sering menganut kaidah kaidah dan nilai nilai yang berbeda atau
bertentangan dengan kaidah kaidah dan nilai yang dianut oleh orang dewasa terutama orang
tuanya. Sehingga dapat dikatakan bahwa kepribadian remaja juga merupakan kepribadian
transisi dengan berbagai ciri utama sebagai berikut :
1. Perkembangan fisik yang pesat sehingga perbedaan ciri fisik antara laki laki dan
wanita semakin tegas.
2. Keinginan yang kuat untuk mengadakan interaksi sosial dengan kalangan yang lebih
dewasa untuk memperoleh pengakuan bahwa mereka sudah termasuk kelompok dewasa.
3. Memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan kepercayaan dari kalangan orang dewasa
walaupun secara relative, tanggung jawab yang ada pada mereka masih belum mantap.
4. Mulai memikirkan kehidupan secara mandiri baik secara sosial, ekonomis maupun
biologis dan psikis, dengan mengutamakan kebebasan emosional dari pihak orang dewasa.
5. Adanya perkembangan intelektualitas yang akan digunakan untuk mendapatkan
identitas diri.
6. Menginginkan system, kaidah dan nilai yang serasi dengan kebutuhan dan
keinginannya, yang sering kali tidak seiring dengan kaidah yang dianut oleh orang dewasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan yang bersifat persuasive dari orang tua, lebih
dipergunakan dan lebih efektif dibanding penekanan yang sering kali menjadi penyebab
konflik berkepanjangan antara remaja dengan orang tua.
1. Problem dalam kehidupan sosial remaja
Secara umum kehidupan sosial yang sangat berarti pada kehidupan kelompok remaja adalah
hubungan dengan per group, hal ini tidak berarti bahwa lingkungan sosial yang lain dapat
diabaikan begitu saja, karena kelompok remaja juga selalu berada dalam konteks masyarakat
yang luas dan kompleks, sehingga pembahasan anak di fokuskan pada hubungan remaja
dengan lingkungan sosialnya, hubungan dengan orang tua, guru serta hubungan dengan rekan
sesama remaja.
2. Remaja dan Lingkungan Sosialnya
Perkembangan kepribadian seseorang termasuk remaja merupakan hasil hubungan dan
pengaruh timbal balik secara terus menerus. Sebaliknya, lingkungan sosial yang tidak sehat,
dapat pula menimbulkan gangguan dalam kesejahteraan mentalnya pendidik diharapkan
dapat mengatasi berbagai kesulitan remaja sehingga perkembangan kepribadiannya dapat
berlangsung dengan baik.
3. Hubungan Remaja Dengan Orang Tua
Masalah masalah yang dihadapi remaja dengan orang tuanya sering kali disebabkan oleh
hambatan komunikasi yang terjadi antara kedua pihak. Anak lebih muda menerima
bimbingan dengan contoh konkrit dan bukan sekedar informal.
1. Hubungan remaja dengan sekolah dan guru.
2. Stabilitas Emosi
3. Kematangan Seksual
4. Idealisme dari cita cita



Remaja Awal
Ketidakstabilan keadaan perasaan dan emosi
Pada masa ini, remaja mengalami badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosinya.
Keadaan semacam ini sering disebut strom and stress. Remaja sesekali sangat bergairah
dalam bekerja tiba-tiba berganti lesu, kegembiraan yang meledak bertukar rasa sedih yang
sangat, rasa percaya diri berganti rasa ragu-ragu yang berlebihan, termasuk ketidaktentuan
dalam menentukan cita-cita dan menentukan hal-hal yang lain.
Status remaja awal yang membingungkan
Status mereka tidak hanya sulit ditentukan, tetapi juga membingungkan. Perlakuan orang tua
terhadap mereka sering berganti-ganti. Orang tua ragu memberikan tanggungjawab dengan
alasn mereka masih kanak-kanak. Tetapi saat mereka bertingkah kekanak-kanakan, mereka
mendapat teguran sebagai orang dewasa. Karena itu, mereka bingung akan status mereka.
Banyak masalah yang dihadapi remaja
Remaja awal sebagai individu yang banyak mengalami masalah dalam kehidupannya. Hal ini
dikarenakan mereka lebih mengutamakan emosionalitas sehingga kurang mampu menerima
pendapat orang lain yang bertentangan dengan pendapatnya. Faktor ini disebabkan karena
mereka menganggap bahwa dirinya lebih mampu daripada orang tua.
Remaja Akhir
Pada masa ini terjadi proses penyempurnaan pertumbuhan fisik dan perkembagngan psikis.
Stabilitas mulai timbul dan meningkat
Stabilitas mulai timbul dan meningkat dalam aspek psikis. Demikian pula stabil dalam minat-
minatnya; pemilihan sekolah, jabatan, pakaian, pergaulan dengan sesame ataupun lain jenis.
Mereka mulai menunjukkan kemantapan serta tidak mudah berubah pendirian.
Proses menjadi stabil ini akan lebih cepat apabila orang tua berperan dengan lebih
demokratis.
Citra diri dan sikap pandang yang lebih realistis
Disini remaja mulai menilai dirinya sebagaimana adanya (apa adanya), menghargai miliknya,
keluarganya dan orang lain seperti keadaan sesungguhnya.
Menghadapi masalahnya secara lebih matang
Hal ini disebabkan oleh karena kemampuan piker remaja akhir yang telah lebih sempurna dan
ditunjang oleh sikap pandangan yang lebih realistis.
Perasaan menjadi lebih tenang
Mereka tidak lagi menampakkan gejala-gejala strom and stress sehingga muncullah suatu
ketenangan dalam diri mereka.
Perubahan Fisik Selama Masa Remaja
Periode sebelum masa remaja ini disebut sebagai PERIODE PUBERTAS (ambang pintu
masa remaja).
PUBERTAS jelas berbeda dengan masa REMAJA, walopun bertumpang tindih dengan masa
remaja awal.
PERUBAHAN FISIK
CIRI-CIRI REMAJA AWAL
- Terjadi pertumbuhan fisik yang pesat
- Dalam jangka 3-4 tahun anak bertumbuh hingga tingginya hampir menyamai tinggi ortu.
- Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering tidak seimbang. Akibatnya
- Pada laki-laki mulai memperlihatkan penonjolan otot-otot pada dada, lengan, paha dan
betis. Pada wanita mulai menunjukkan mekar tubuh yang membedakannya dengan tubuh
kanak-kanak.
- Dalam hal kecepatan pertumbuhan, terutama nampak jelas dalam usia 12-14 tahun remaja
putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan pertumbuhan remaja pria.Akibatnya.
- Dalam masa pertumbuhan ini baik remaja pria maupun remaja wanita cenderung ke arah
memanjang dibanding melebar.
- Kematangan kelenjar seks pada usia 11/12 th 14/15 th.Biasanya pertumbuhan itu lebih
cepat pada remaja putri dibanding remaja putra.
CIRI-CIRI REMAJA AKHIR
- Pertumbuhan fisik remaja relatif berkurang dengan kata lain tidak sepesat dalam masa
remaja awal.Bagi remaja pria pada usia 20 th dan remaja wanita 18 th keadaan tinggi badan
mengalami pertumbuhan yang lambat.
- Mengalami keadaan sempurna bagi beberapa aspek pertumbuhan dan menunjukkan
kesiapan untuk memasuki masa dewasa awal. Seperti badan dan anggota badan menjadi
berimbang, wajah yang simetris, bahu yang berimbang dengan pinggul.
Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik (dalam tinggi dan berat badan) lebih awal dan
cepat berakhir daripada orang tuanya. Kecenderungan ini disebut trend secular. Sebagai
contoh, seratus tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia
15 17 tahun, sekarang sekitar 12 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai tinggi badan
sepenuhnya pada usia 23 24 tahun dan perempuan pada usia 19 20 tahun, sekarang laki-
laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18 20 dan perempuan pada usia 13 14 tahun.
Trend secular terjadi sebagai akibat dari meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta
kondisi hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan
perawatan kesehatan, serta menurunnya angka kesakitan (morbiditas) di usia bayi dan kanak-
kanak.
Pubertas
Pubertas adalah periode pada masa remaja awal yang dicirikan dengan perkembangan
kematangan fisik dan seksual sepenuhnya (Seifert & Hoffnung, 1987). Pubertas ditandai
dengan terjadinya perubahan pada ciri-ciri seks primer dan sekunder.
Ciri-ciri seks primer memungkinkan terjadinyanya reproduksi. Pada wanita, ciri-ciri ini
meliputi perubahan pada vagina, uterus, tube fallopi, dan ovari. Perubahan ini ditandai
dengan munculnya menstruasi pertama. Pada pria, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada penis,
scrotum, testes, prostate gland, dan seminal vesicles. Perubahan ini menyebabkan produksi
sperma yang cukup sehingga mampu untuk bereproduksi, dan perubahan ini ditandai dengan
keluarnya sperma untuk pertama kali (biasanya melalui wet dream).
Ciri-ciri seks sekunder meliputi perubahan pada buah dada, pertumbuhan bulu-bulu pada
bagian tertentu tubuh, serta makin dalamnya suara. Perubahan ini erat kaitannya dengan
perubahan hormonal. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin,
kemudian dilepaskan melalui aliran darah menuju berbagai organ tubuh.
Kelenjar seks wanita (ovaries) dan pria (testes) mengandung sedikit hormon. Hormon ini
berperan penting dalam pematangan seksual. Kelenjar pituitary (yang berada di dalam otak)
merangsang testes dan ovaries untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan. Proses ini
diatur oleh hypothalamus yang berada di atas batang otak.
Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap Kondisi Psikologis Remaja
Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada
kondisi psikologis remaja, baik putri maupun putra. Canggung, malu, kecewa, dll. adalah
perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.
Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan
fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan
dirinya (self-esteem).
Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani, yaitu endomorfik,
mesomorfik dan ektomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Ektomorfik
sedikit lemak sedikit otot (slender). Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular).
DAFTAR PUSTAKA.
Mappiare, Andi.1982.Psikologi Remaja.Surabaya:Usaha Nasional
http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/pertumbuhan-fisik-kesehatan-remaja/
http://anakciremai.blogspot.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-fisik-remaja.html
http://www.okanegara.com
http://sofia-psy.staff.ugm.ac.id/files/remaja_dan_permasalahannya.doc.