Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

Resep berasal dari bahasa latin Resepe (disingkat R/) yang berarti ambilah,
menurut peraturan Menkes RI No.224/1! memiliki pengertian sebagai berikut "
#Resep merupakan suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter he$an
kepada %&% (%poteker &engelola %potek) untuk menyediakan dan menyerahkan obat
bagi penderita sesuai peraturan perundang'undangan yang berlaku(.
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter he$an kepada
apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkannya
kepada penderita. Resep merupakan per$u)udan akhir dari pengetahuan dan keahlian
dokter dalam menerapkan pengetahuannya dalam bidang *armakologi dan terapi. +alam
menulis resep sebaiknya seorang dokter harus mengetahui si*at'si*at obat yang diberikan
dan kaitannya dengan ,ariabel yang terdapat pada penderita, penyerapan dan nasib obat
dalam tubuh, ekskresi, toksikologi dan penentuan dosis yang rasional bagi penderita.
Resep ditulis dikertas resep dengan ukuran ideal lebar 1!'12 -m dan
pan)angnya 1.'1/ -m. Resep harus ditulis dengan lengkap terdiri dari "
1. 0upers-riptio yang memuat nama, umur, alamat dokter dan pasien, tempat dan
tanggal penulisan resep dengan simbol R/ ( singkatan dari resep yang berarti #harap
diambil() pada setiap nama obat atau komposisi obat.
2. Ins-riptio memuat nama dan )umlah obat.
&enulisan nama obat dibedakan men)adi"
1
Remedium -ardinale yang memuat nama dan )umlah obat pokok. +apat berupa
tunggal maupun beberapa bahan.
Remedium ad)u,ant yang memuat nama dan )umlah obat tambahan yang
membantu ker)a obat pokok.
Remedium -orrigens terdiri dari -orrigens saporis, -orrigens -oloris, -orrigens
odoris, -orrigens -ontituen/,ehikulum.
1. 0ubs-riptio memuat -ara pembuatan (nama dan )umlah sediaan obat). Ins-riptio dan
0ubs-riptio disebut praes-riptio atau ordonatio.
4. 0ignatura /trans-riptio memuat petun)uk penggunaan obat.
2eberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan resep"
Resep harus ditulis dengan tinta
&enulisan nama obat, )umlah, -ara pemakaian harus terba-a oleh apoteker
atau asisten apoteker.
Menulis nama obat dengan huru* latin untuk 3at kimianya atau nama
generiknya.
4indarkan penulisan singkatan yang meragukan.
0ebelum menyerahkan resep kepada penderita sebaiknya resep diba-a ulang.
+alam pemilihan obat perlu )uga memperhatikan tingkat ekonomi penderita.
&enyusunan suatu resep disebut rasional apabila memenuhi lima kriteria yaitu"
1. 5epat obat " obat dipilih dengan mempertimbangkan man*aat dengan resiko, man*aat
dengan harga dan rasio terapi
2
2. 5epat dosis " dosis ditentukan oleh *aktor obat (si*at kimia, *isika dan toksisitas),
-ara pemberian obat (oral parenteral, rektal, lokal), *aktor penderita (umur , berat
badan, )enis kelamin, ras, toleransi, obesitas, sensiti,itas indi,idu dan pato*isiologi).
1. 5epat bentuk sediaan obat " bentuk sediaan obat yang dipilih mempunyai e*ek terapi
optimal, e*ek samping minimal dengan memperhatikan harga obat.
4. 5epat -ara dan $aktu penggunaan " obat dipilih berdasarkan daya ker)a obat,
bioa,ailabilitas serta pola hidup pasien (pola makan, tidur, de*ekasi dan lain'lain.)
.. 5epat keadaan penderita " obat disesuaikan dengan keadaan penderita yaitu bayi,
anak'anak, de$asa dan orang tua, ibu menyusui, obesitas atau malnutrisi.
6ara penulisan resep ada tiga ma-am yaitu"
7ormula magistralis dimana obat ini merupakan ra-ikan, sesuai dengan *ormula yang
ditulis oleh dokter yang membuat resep tersebut.
7ormula o**i-inalis dimana obat ini merupakan ra-ikan yang *ormulanya sudah
standar dan telah dibakukan dalam *ormularium Indonesia dan dira-ik di apotek
apabila diminta oleh dokter pembuat resep.
7ormula spesialis dimana obat ini sudah )adi, dira-ik oleh pembuatnya, dikemas dan
diberi nama oleh pabrik pembuatnya serta bentuk sediaannya lebih kompleks.
8urangnya pengetahuan mengenai obat'obatan dan penulisan resep dapat
mengakibatkan "
a) 2ertambahnya toksisitas obat yang diberikan
b) 5er)adi interaksi antar obat satu dengan yang lainnya
-) 5er)adi interaksi antar obat dengan makanan/minuman tertentu
1
d) 5idak ter-apai e*ekti,itas obat yang dikehendaki
Meningkatnya ongkos pengobatan bagi penderita yang sebetulnya dapat dihindarkan
Analisa Resep
&oliklinik " &enyakit 8ebidanan dan 8andungan R09 9lin 2an)armasin
5anggal " 2: ;uli 2!!:
Nama " Ny. <ati Mulyati
No. RM8 " :4 42 :1
9mur " 24 tahun
%lamat " ;l. Meranti Raya 8omp. 8opri No. 24 R5. 1! 2an)armasin
8eluhan 9tama " 8eputihan
R&0 " =s mengatakan keputihan ber$arna kuning se)ak : bulan, kental,
kadang bergumpal, berbau, tidak gatal, banyak sampai 1 kali
ganti -elana dalam sehari, keluhan timbul setiap hari setelah
berakti,itas.
&emeriksaan 7isik " 5+ " 12!/! mm4g
RR " 22 kali / menit
N " >/ kali/menit
5 " 1:, >
!
6
&emeriksaan +alam ?agina " ?ul,a dan ,agina ditemukan dis-harge, tidak terdapat
kelainan
&orsio tidak terdapat kelainan
4
9terus " bentuk dan ukuran normal
+iagnosa " 7luor %lbus
Analisa Resep
A. Penulisan Resep
Resep diatas ditulis pada kertas resep tempat pasien berobat yaitu Rumah 0akit
9mum +aerah 9lin, dengan ukuran kertas resep 11 @ 22 -m. 9kuran kertas resep
tersebut kurang ideal, dimana ukuran kertas yang ideal adalah 1!'12 @ 1.'1/ -m. +alam
hal ini pan)ang kertas resep tidak sesuai dengan pan)ang kertas resep yang ideal.
&ada penulisan resep yang benar tulisan harus dapat diba-a, agar tidak
menimbulkan kekeliruan yang dapat merugikan kepada pasien. 0e-ara umum resep ini
ditulis dengan tulisan yang dapat diba-a ke-uali pada penulisan -ara pemakaian obat.
0egi kelengkapan resep dilihat berdasarkan beberapa hal, yaitu "
1. 0upers-riptio
Identitas dokter berupa nama, unit di Rumah 0akit tempat dokter tersebut beker)a
sudah ter-antum namun alamat rumah sakit tidak ter-antum se-ara mendetil. 5anda
tangan dokter penulis resep sudah di-antumkan. Identitas penderita masih kurang
lengkap karena hanya men-antumkan nama penderita sa)a tanpa adanya keterangan
lainnya seperti umur, berat badan dan alamat. 0eharusnya ditulis sehingga mudah
dilakukan penelusuran bila ter)adi sesuatu dengan obat penderita. 5anda R/ yang
singkatan dari re-ipe ditulis sudah )elas. 9ntuk tempat dan tanggal pembuatan resep
)uga sudah di-antumkan.
.
2. Ins-riptio
&enulisan nama obat sudah )elas dan bisa diba-a, sehingga dapat menghindari
kesalahan apoteker dalam memberikan obat yang diminta.
9rutan obat yang ditulis pada resep ini sesuai dengan aturan penulisan resep yang
sebenarnya. &ada resep ini, obat yang mengandung antibiotika ditulis paling a$al
kemudian diikuti dengan anti)amur dan simptomatik (suplemen nutrisi). +alam resep,
hanya 7lagystatin

yang di-antumkan bentuk sediaannya yaitu ,agina suppositoria
dan dua )enis obat yang lain tidak dituliskan. 8ekuatan sediaan obat antibiotik
(2aAuinor 7orte 5ablet

) yaitu .!! sudah di-antumkan $alaupun untuk satuan tidak
disebutkann 0edangkan untuk 2 )enis obat yang lain tidak perlu dituliskan
kekuatannya karena hanya tersedia satu bentuk sediaan dengan kekuatan yang sama.
&ada penulisan tiap obat kurang lengkap karena )umlah obat tidak didahului dengan
tanda #No.(
1. 0ubs-riptio
+alam penulisan resep ini menggunakan bentuk resep spesialistis, sehingga -ara
pembuatan tidak di-antumkan.
4. 0ignatura
' 5anda signa (0) pada semua resep yang tertulis telah di-antumkan $alaupun
tulisannya kurang )elas.
' &ada resep ini tidak di-antumkan $aktu atau saat pemberian obat seperti a.-, d-
atau p.-.
' 5idak di-antumkan tanda prn pada obat simptomatik (Imunos

)
.. 8eotentikan Resep " pada resep ini para* dokter sudah ter-antum pada po)ok
:
kanan atas blanko resep dan stempel poliklinik kebidanan dan kandungan R09+ 9lin
2an)armasin.
B. Dosis, Bentuk Sediaan Obat, Cara, Frekuensi, aktu dan La!a Pe!berian
1. 6ipro*loksasin (2aAuinor

)
6ipro*loksasin merupakan golongan kuinolon baru denngan atom *luor pada
-in-in kuinolon (*luorokuinolon). Merupakan salah satu pilihan antibiotik untuk
ba-teri Bram positi* dan Bram negati*. Bolongan *luorokuinolon menghambat
ker)a en3im +N% girase pada kuman dan bersi*at bakterisidal. 7luorokuinolon
diserap dengan -epat melalui saluran -erna, men-apai kadar pun-aknya dalam 1'
2 )am setelah pemberian obat. 5etapi akan terhambat bila diberikan bersama
dengan antasida
(4)
. &reparat -ipro*loksasin yang tersedia ada tablet 2.! mg dan
kaptab .!! mg. 0edangkan untuk nama dagang 2aAuinor

preparat yang tersedia
adalah -airan in*. !,2C, kaptab 2.! mg, .!! mg dan >.! mg
(2)
. =bat ini dapat
digunakan untuk I08, in*eksi saluran -erna, in*eksi saluran perna*asan, penyakit
yang ditularkan melalaui hubungan seksual, in*eksi )aringan lunak dan tulang
serta in*eksi 00&
(4)
. +osis oral untuk I0&% ialah 2.!'>.! mg 2 @ sehari. I08,
2.!'.!! mg 2 @ sehari (untuk kasus akut tanpa komplikasi, 2.! mg 2 @ sehari
selama 1 hari).Bonore, 2.! mg dosis tunggal. 9ntuk kasus resistensi mungkin
.!! mg. In*eksi lain, .!!'>.! mg 2 @ sehari. 0edangkan untuk anak oral, >,.'1.
mg/kg22/hari
(2)
.
&ada resep diatas dosis -ipro*loksasin (2aAuinor

) .!! mg perkali pemberian


sudah tepat. Namun -ara pemberian obat yang tertulis pada resep 1 @/hari
>
tidaklah sesuai dengan -ara pemberian yang benar yaitu 2 kali sehari. 0edangkan
untuk lama pemberian antibiotik sudahlah tepat dimana )umlah obat yang
diberikan lebih dari . hari lama pemberian. Dalaupun pada kenyataannya
penderita mengambil resepnya hanya setengah )umlah dosis yang diberikan
tetapi hal ini sudah dapat ditoleransi bila -ara pemberian 2 @ sehari.
". Nistatin #Fla$%statin &a$. Supp

'
Nistatin merupakan suatu antibiotik polien yang dihasilkan oleh Streptomyces
noursei. =bat ini menghambat pertumbuhan berbagai )amur dan ragi tetapi tidak
akti* terhadap bakteri, proto3oa dan ,irus. Nistatin hanya akan diikat oleh )amur
atau ragi yang sensiti*. %kti,itas anti)amur tergantung adanya ikatan sterol pada
membran sel )amur atau ragi terutama ergosterol. %kibat terbentuknya ikatan
antara sterol dengan antibiotika akan ter)adi perubahan permeabilitas membran
sel sehingga sel akan kehilangan berbagai molekul ke-il. Nistatin tidak dipakai
se-ara parenteral. =bat ini tidak diserap melalui saluran -erna, kulit atau selaput
lendir. Nistatin dikeluarkan bersama tin)a. +osis nistatin dinyatakan dalam
unit, tiap 1 mg obat mengandung tidak kurang 2!! unit. 9ntuk pemakaian klinik
tersedia dalam krem, salep, tablet ,agina yang mengandung 1!!.!!! unit/tablet,
suspensi obat tetes oral mengandung 1!!.!!! unit/ml dan tablet oral
mengandung .!!.!!! unit. 9ntuk kandidiasis mulut dan eso*agus pada de$asa
dosis .!!.!!!'1.!!!.!!! unit 1 atau 4 kali/hari. &ada bayi dan anak diberikan
suspensi 2!!.!!! dan 4!!.!!! unit 4 @ / hari. =bat tidak langsung ditelan tetapi
ditahan dulu dalam rongga mulut. &emakaian pada kulit disarankan 2'1 @/hari
sedangkan tablet ,agina 1'2 kali sehari selama 14 hari.
(4, :)
/
&ada resep diatas, pemakaian nistatin tablet ,agina diberikan 1 kali sehar. 4al ini
sudah sesuai namun lamanya pemakaian tidaklah sesuai karena hanya diberikan
selama 1! hari sedangkan untuk men-apai pengobatan maksimal adalah 14 hari
atau 2 minggu. %palagi pada pengambilan resep penderita hanya mengambil
setengah )umlah dosis yang diberikan, hal ini sebenarnya dapat disiasati dengan
pemilihan )enis anti)amur yang lain dengan terapi yang lebih singkat.
(. Obat si!pto!atik # suple!en nutrisi #)!unos

))
Imunos komplek perkapsul terdiri dari E-hina-ea (E7F% /4) .!! mg, 3in-
pi-olinate 1! mg, selenium 1. m-g, asam as-orbat .! mg. &er . ml (e*la /4)
.!!mg, 3in- pi-olinate . mg, selenium 1. m-g. Indikasi sebagai suplemen
nutrisi untuk menstimulir sistem imun tubuh selama ter)adi in*eksi saluran na*as
akut dan kronik, terapi penun)ang untuk in*eksi akut dan kronik. +osis " de$asa
1 kapsul 1 @ / hari. 0yrup anak G12 th 1 sdt/hr. H 2 th I sdt/hr. 8emasan kapsul
salut selaput dan sirup :! ml
(.)
&ada resep tidak )elas -ara pemberiannya dan )uga pada penderita ini masih
meragukan apakah memang memerlukan )enis obat ini. 4al ini tidak dapat dinilai
karena tidak adanya berat badan (22) yang di-antumkan pada resep.
C. )nteraksi Obat
&emberian obat diatas ada terdiri atas 1 )enis obat. &enggunaan obat'obatan di
atas tidak ada yang menimbulkan interaksi berupa penghambatan e*ek obat dan
dapat dikombinasikan pemakaiannya.

D. E*ek Sa!pin$ Obat


+. Cipro*loksasin
Bolongan kuinolon baru umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Namun e*ek
samping terpenting ialah pada saluran -erna dan 00&. 0edangkan golongan
*luorokuinolon )arang menimbulkan gangguan keseimbangan *lora usus. 4al ini
disebabkan golongan obat ini tidak mempunyai akti,itas antibakteri terhadap
kuman anaerob. Reaksi hipersensiti,itas berupa eritema dan pruritus. 0ehingga
untuk penderita yang mendapat *luorokuinolon dian)urkan agar dapat
menghindarkan diri dari paparan berkepan)angan terhadap sinar matahari.
". Nistatin
Mual, muntah dan diare ringan mungkin didapatkan setelah pemakaian per oral.
9ntuk iritasi kulit maupun selaput lendir pada pemakaian topikal belum pernah
dilaporkan.

E. . Analisa Dia$nosa
&ada kasus ini penderita datang ke &oliklinik 8andungan dan 8ebidanan R09 9lin
2an)armasin dengan keluhan keputihan ber$arna putih kekuningan se)ak : bulan,
kental, kadang bergumpal, berbau, tidak gatal, banyak sampai 1 kali ganti -elana
dalam sehari, keluhan timbul setiap hari setelah berakti,itas.
+ari ge)ala ini ada penyebab *luor albus adalah Candida vulvovaginalis.
+imana 6andida spp merupakan *lora normal/komensal pada ,agina. &ada keadaan
tertentu bisa men)adi patogen. >. C $anita pernah mengalami penyakit ini, paling
1!
tidak 1 kali seumur hidupnya, .! C akan mengalami kekambuhan dan 12'1. C
partner se@ akan tertular. &ada -andidiasis akut, ditandai dengan keluhan keputihan
disertai rasa gatal hebat dan terasa panas/terbakar. &ada labia mayora dan minora
ter)adi eritema dan edema. Rash (ruam) yang meluas ke paha dan perineum. Darna
keputihan seperti susu basi menggumpal atau kekuningan seperti gumpalan ke)u,
dinding ,agina penuh diliputi dengan sekret
(:,>)
+iagnosis -andidiasis dengan melihat ge)ala klinis dan pemeriksaan
sekret ,agina. 5es diagnostik meliputi Det'Mount tes positi* atau &otassium
hidrokside preparasi p4 ,agina biasanya normal pada -andidiasis ,ul,o,aginalis.
%tau dengan mengkultur dengan biakan 0abouraudsJs
(/,)

Usulan Resep

&EMERIN5%4 &R=&IN0I +%ER%4 5INB8%5 I
8%FIM%N5%N 0EF%5%N
R U , A H S A - ) . U , U , /U L ) N0
B A N 1 A R , A S ) N
11

Nama +okter " +r. II0 5anda 5angan +okter
9&7/2agian " 8andungan ...................................
2an)armasin, 11 +esember 2!!.
R/ Nystatin 1!!.!!! 9 No. KI?
0 supp ,aginal I
&ro " Ny. <ati Mulyati
9mur " 24 th
%lamat " ;l. Meranti Raya 8omp. 8opri No. 24 R5.1!
2an)armasin

-ES),PULAN
12
&eresepan yang diberikan tidak rasional karena tulisan, numero (No.), signatura
(0) dan -ara pemakaian obat kurang )elas serta tidak ada tulisan prn pada obat
simptomatik.
DAF.AR PUS.A-A
11
1. ;oenoes NL. Ars prescibendi Penulisan Resep yang Rasional. %irlangga
9ni,ersity &ress. 0urabaya. 1!.
2. +epartemen 8esehatan RI +irektorat ;enderal &enga$asan =bat dan Makanan.
Informasi obat nasional Indonesia. +epartemen 8esehatan RI. ;akarta. 2!!!.
1. 5)ay 54 dan Rahard)a 8. Obat-obat Penting. Ele@ Media 8omputindo. ;akarta.
2!!2.
4. Banis$ara, 0ulistia B dkk. Farmaologi dan !erapi. 2agian 7armakologi 789I.
;akarta. 1.
.. MIM0 Indonesia. Petun"u #onsultasi $%%&-$%%'. &5. Indomaster. Fisensi 6M&
Medi-a. ;akarta.
:. Noor. M. Robiana. #eputi(an )alam Simposium A*am Problematia #eputi(an
Pada +anita. 2agian/0M7 Ilmu &enyakit 8ulit dan 8elamin. R09+ 9lin.
2an)armasin. 2!!4
>. 0amra, =mnia M. ?ul,o,aginal 6andidiasis. $$$.E'medi-ine.-om. 2!!4
8. 0amil, Ratna 0uprapti. Penyait Aibat ,ubungan Sesual dalam Obstetri dan
-ineologi. 789I dan R0 6ipto Mangunkusumo. ;akarta. 1/.
Laporan Analisa Resep
14
FLUOR ALBUS
Disusun Guna Memenuhi Sebagian Syarat Untuk Mengikuti Ujian
Ilmu Farmasi Kedokteran
Oleh
ISTI!M!" KIFTI!#! S!$I
I%!&'(&&)
*embimbing
Dra+ Sulistianingtyas, !-t+
U#I./$SIT!S 0!M1U#G M!#GKU$!T
F!KU0T!S K/DOKT/$!#
0!1O$!TO$IUM F!$M!SI
!gustus, 2&&3
1.