Anda di halaman 1dari 31

PRINSIP UMUM PROSES INDUSTRI

KIMIA
EFISIENSI PROSES: A. Hasil yang sebesar-besarnya
B. Waktu yang sesingkat-singkatnya
Bagaimana tercapai ?
Sebagai contoh pada reaksi kimia dalam fase gas.
Reaksi: a A + b B c C + d D
Tujuan : A C
Konversi: = =

A
C A
PRINSIP UMUM PROSES INDUSTRI
KIMIA
I. TERMODINAMIKA
Tujuannya : Hasil yang sebesar-besarnya (nC )
Persamaan kesetimbangan:
Tetapan kesetimbangan untuk
tekanan parsial

atau c + d a b Persamaan
dalam mol fraksi




b
B
a
A
d
D
c
C
p
P P
P P
K
.
.
=
(
(

=
j
t
b
B
a
A
d
D
c
C
N
P
n n
n n
K
.
.
(

=
t
j
d
D
b
B
a
A
c
C
P
N
n
n n
K n
.
PRINSIP UMUM PROSES INDUSTRI
KIMIA
Usaha untuk memperbesar hasil (n
c
>>)
1. Optimum : berdasarkan penelitian bila n
B
<
maka :
terjadinya reaksi samping
pemulihan zat pereaksi sulit /
mahal
2. n
D
sebagai hasil samping, harus segera dihilang
kan missal dengan cara penyulingan,
penguapan, pegendapan.
3. P (tekanan) tergantung pada nilai perpangkatan :
c + d a b > 0 p kecil , nj besar
< 0 p besar , nj kecil

A
B
n
n
PRINSIP UMUM PROSES INDUSTRI
KIMIA
Contoh : N
2
+ 3H
2

2
NH
3

2 -3 1) = -2 < 0) P besar
4. K Sangat dipengaruhi oleh T
Persamaan Gibbs
atau . (1)
.. (2)






5 . Pengaruh rate inert

K RT P
o
ln =
RT
P
K
o

= ln
1
1 2
2
1 2 1
2
ln ln
1 1
ln
K
RT
H
RT
H
K
T T R
H
K
K
O O
O
+
A
+
A
=
|
|
.
|

\
|

A
=
O O O
S H BilaP A A =
R
S
T T R
H
K
K
O O
A
+
|
|
.
|

\
|

A
=
2 2 1
2
1 1
ln
L
o
g

K
T
1
PRINSIP UMUM PROSES INDUSTRI
KIMIA
II. SEGI KINETIKA
Tujuan : waktu sesingkat-singkatnya
Persamaan kecepatan reaksi


Usaha untuk memperbesar kecepatan reaksi

1. Optimum

2. K (besar)
( ) ( )
( ) r Q
B A K
dQ
dx
r
b a

= =
1
A
B
n
n
RT
E
Ae k

=
PROSES PRODUKSI :

Mempersiapkan Bahan Baku

Pengolahan Bahan Baku

Finishing
Persiapan Bahan Baku :
Penyesuaian bentuk
Penyesuaian fase
Konsentrasi
Komposisi
Kondisi
Tempat penampungan sementara
Transportasi

Pengolahan Bahan Baku :
Mengolah proses fisika
Mengolah proses kimia
Efisiensi bahan dasar
Efisiensi tenaga kerja
Seleksi proses & peralatan
Kondisi operasi yang sesuai
Finishing :

Produksi sesuai yang dikehendaki

Pengepakkan

Penjualan / Pemasaran

Proses Industri :
Perubahan Proses Kimia
(perubahan yang menghasilkan zat baru)

Perubahan Proses Fisika
(tidak mengasilkan zat baru)

INDUSTRI ASAM SULFAT
Skema Pemanfaatan Asam Sulfat

Amonium Sulfat Asam Posphat Aluminium Sulfat

amoniak kalsium posphat kaoline


Phenol benzen etanol Ester


sellulose gliserin

Tri Nitro Sellulose Accu (aki) Tri Nitro Gliserin
(bahan peledak) (bahan peledak)

ASAM SULFAT
INDUSTRI ASAM SULFAT
BAHAN BAKU


1. Deposit
2. Gas Alam
3. Minyak Bumi
4. Sulfida Logam
5. Sulfat

Sumber
INDUSTRI ASAM SULFAT
(Bahan Baku)
CARA PENGOLAHAN
1. Deposit
Ada 3 faktor antara lain:
a) Penyediaan tenaga untuk plant
Kebutuhan air panas dalam jumlah besar
Tenaga untuk pemompaan
b) Distribusi air panas
Pencairan belerang padat (sebagai media)
Mengangkut belerang cair keatas (sebagai
transfortasi)
c) Pendinginan dan pembekuan S (hasil)


INDUSTRI ASAM SULFAT
(Bahan Baku)
METODE FRASH
a) Air lewat jenuh (160
O
180
O
C ) dipompkan
melalui pipa dengan diameter 8 inc
b) Deposit belerang mencair
c) Udara tekan 500 psia dialirkan lewat pipa 1 -
1,25 inc. untuk mengangkut suspensi belerang
keatas permukaan
d) Suspensi belerang ( S ) keatas melalui pipa 3
4 inc. sekalgus dipisahkan dari air (H
2
O) dengan
pendinginan dimana belerang membeku.

INDUSTRI ASAM SULFAT
(Bahan Baku)
3. Minyak Bumi
Pengolahannya sama saja dengan gas alam dan banyak
ditemukan, terutama crude oil dari negara-negara OPEC
(Timur Tengah, Irak, Iran, Saudi Arabia)
Kandungan S dalam Minyak Bumi bervariasi antara 0,6%
1,2% berat. Pada umumnya dalam bentuk H2S
4. Sulfida Logam
Banyak diperoleh dalam bentuk:
pyrit ------ deposit ------- pemanggangan . S
Logam-logam berharga . Proses cotrell hasil
samping S
5. Sulfat
Umumnya berupa:
Lumpur asam (H2SO4), FeSO4, buangan pabrik
Sumber alam ------- gunung-gunung vulkanis.




INDUSTRI ASAM SULFAT
(Bahan Baku)
Perinsip Pengolahan S -------- H2SO4
1) S + O2 SO2 + 70,92 kal
2) SO
2
+ O2 SO3 + 23,00 kal
3) SO3 + H2O H2SO4

Pembentukan S ------------ SO2
Reaksi:
1) S (g) + O2 SO2 (g) + 70,92 kal
2) SO2 (g) + O2 (g) SO3 (g) + 23,00 kal

Usaha-Usaha Untuk Mencapai Efisiensi (SO2 >>)
Berdasarkan prinsip termodinamika
1. Kadar O2 10% kelebihan :
- Bila O2 > 10% kemungkinan terjadi SO3 (reaksi II),
sangat mengganggu pada proses kontak.
- Sumber O2, udara dimana N2 inert berfungsi
menyerap panas, jadi O2 murni tidak perlu.
2. Tekanan p 1,2 atm:
- Tidak perlu p> karena reaksi hampir sempurna.

3. Temperatur T :
- Reaksi exotermis, H = -, seharusnya T< tetapi
untuk reaksi ini T>, karena reaksi I tak terganggu,
hampir sempurna dalam industri T = 800 1100
o
C, sedangkan reaksi II sempurna pada suhu
rendah.
Note:
te kons
RT
H
K
T T R
H
K
K
tan ln
1 1
ln
1
1
+
A
=
|
|
.
|

\
|

A
=
Supaya ln k > T>
4. Inert tak berpengaruh:

- Berguna untuk menyerap panas yang timbul (mis
N2 dari udara).
Berdasarkan prinsip Kinetika
sekecil-kecilnya > r = k (S) (O2)
1. Kadar O2 berlebihan: - 10-20% berlebih
- Sumber : udara
2. Kemurnian S tinggi
3. Kecepatan reaksi k > k = A e
-E/RT
jadi A>> : pengadukan harus
sebaik-baiknya karena S bentuk cair/padat
bereaksi dengan O2 gas, persentuhan
harus merata

Kesimpulan: Berdasarkan faktor I dan II
Faktor-faktor yang sangat berpengaruh adalah
1. O2 berlebihan (10-20%)
2. T >> T = 800 -1100 oC
3. A>> Pengadukan harus sempurna

Cara Pengolahan SO2 dibedakan berdasarkan bahan
baku belerang:
A. Pembakaran untuk S murni
B. Pemanggangan untuk S dari pyrit
Pembakar Pancaran
B. Pemanggangan Pyrit
I : 4FeS2 + 11O2 8 SO2 + 2Fe2O3
II: 4 FeS2 + 15O2 8SO3 + 2Fe2O3

B. Pemanggangan Lurgi


Faktor-faktor yang mempengaruhi untuk
tercapainya efisiensi
A. Segi Termodinamika
1. nO2/nSO2 = 3 x (dalam industri) kelebihan O2
lebih besar akan mempengaruhi pemungutan gasil
2. P = 1 atm P >> tak menguntungkan dan biaya
mahal (sifat korosif)
B. Segi Kinetika
R = k (SO2) (O2)
1/2
k = A exp E/RT
1. nO2/nSO2 = 3 x
2. k >> jika A >> T << rx exo E << katalis
2
Jenis Proses
Proses Kamar Timbal
Proses Kontak
Pembuatan H2SO4 dalam industri sekitar 96%
menggunakan proses kontak







PEMBENTUKAN SO2 SO3

I.
SO2 + 1/2O
2
SO3










Atau
2
1
2 2
) )( (
) 3 (
pO pSO
pSO
Kp =
2 / 1
2
1
2 2
) )( (
) 3 (

|
|
.
|

\
|
=
Nj
P
nO nSO
nSO
K
2 / 1
2 / 1
2 2 3
) )( ( ) (

|
.
|

\
|
=
P
Nj
nO nSO Kp nSO
Reaksi diatas ini merupakan:
- Reaksi dapat balik
- Reaksi lambat
- Reaksi oksidasi (pada konverter)

PROSES KONTAK ASAM SULFAT