Anda di halaman 1dari 8

PRESENTASI KELOMPOK III

KASUS II

OLEH:
Anjarwati
Githa Andriani
Danung SW
1. MASALAH MEDIS
Dr. R memiliki kewajiban membantu Ms.
S sesuai masalah klien
Dr. R memberikan penjelasan proses
terjadinya kehamilan.
Dr. R memberikan informed choice
Dr. R dapat memberikan kontrasepsi
darurat kepada Ms.S
2. Masalah Etis

Dr. R tidak melanggar etika
Keinginan Ms. S untuk tidak hamil tidak
bertentangan dengan hukum di
daerahnya
Pacar Ms. S menunjukkan perilaku tidak
etis karena tidak bertanggungjawab
3. Masalah Hukum
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2000
tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia pasal 9 menyatakan bahwa
perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan
kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk
kekerasan seksual lain yang setara; termasuk kejahatan terhadap
kemanusiaan.
Sesuai Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
pada pasal 4 menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak yang
sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal, pada pasal 5
bahwa setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan perseorangan, keluarga dan
lingkungan.
Berdasarkan Undang-Undang tersebut Dr. R berkewajiban untuk
menolong Ms. S dalam mendapatkan haknya untuk memperoleh derajat
kesehatan yang optimal.
Pada kasus ini Dr. R harus melakukannya sesuai dengan hukum, yang
berarti harus menolong Ms. S dengan catatan harus memberikan
Informasi yang benar dan informed choicenya.

4. Pertimbangan Hak Asasi
Manusia


Dalam pasal 9 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 Tentang hak
Asasi Manusia menyatakan :
(1) Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf
kehidupannya.
(2) Setiap orang berhak hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin.
(3) Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Prinsip dasar pendekatan HAM mencakup hak-hak sebagai berikut:
* Hak semua orang atas standar kesehatan yang tertinggi dan terjangkau
* Hak individu memutuskan secara bebas dan bertanggungjawab atas jumlah, jarak dan
waktu kelahiran anak mereka dan informasi untuk melakukannya
* Hak perempuan untuk menjaga dan memutuskan secara bebas dan bertanggungjawab atas
hal-hal yang berkenaan dengan seksualitas, bebas dari kekerasan, diskriminasi dan
paksaan
* Hak laki-laki dan perempuan untuk memilih pasangan dan melangsungkan pernikahan
dengan kebebasan dan kesadaran penuh
* Hak memperoleh informasi kesehatan yang relevan dan
* Hak setiap orang untuk menikmati perkembangan sains serta implikasinya.
Hasil ICPD 1994 perempuan memiliki hak reproduksi diantaranya sbb:
- mempunyai hak yang sama untuk memutuskan secara bebas
dan bertanggungjawab (kepada diri, keluarga dan masyarakat)
mengenai jumlah anak, jarak antar-anak, serta untuk menentukan
waktu kelahiran anak dan di mana akan melahirkanreproduksi
- hak untuk memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang
kesehatan reproduksi sehingga dapat berperilaku sehat dan
menjalani kehidupan seksual yang bertanggungjawab
- hak untuk mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan
reproduksi serta hak untuk kebebasan berfikir tentang
kesehatan reproduksi
- hak untuk menentukan jumlah dan jarak kehamilan
- hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk termasuk
perlindungan dari perkosaan.
Pertimbangan suatu kehamilan tidak diinginkan karena
perkosaan antara lain meliputi aspek kesehatan, ekonomi, sosial
dan agama.
Dari aspek kesehatan dipertimbangkan kesehatan ibu secara
keseluruhan, riwayat kehamilan dan persalinan terakhir, umur
dan kesehatan anak terkecil.
Dari aspek ekonomi dipertimbangkan apakah masih bergantung
pada orangtua /sudah berpenghasilan.
Dari aspek sosial apakah masih sekolah atau sudah bekerja. Dari
aspek agama dipertimbangkan status pernikahan dan
penerimaan kehamilan.
Bila kehamilan tersebut dapat diterima maka akan berlanjut
sebagai kehamilan biasa. Bila tidak dapat diterima untuk
menghindari upaya unsave abortion maka dapat diberikan
kontrasepsi darurat.
Daftar Reference

Depkes RI., 2004, Pedoman Pelayanan
Kontrasepsi Darurat, Jakarta
BKKBN., 2004, Panduan Petugas Keluarga
Berencana, Hak-hak Reproduksi, Jakarta
BKKBN., 2006, Keluarga Berencana dan
Kesehatan Reproduksi, Jakarta
Soetjiningsih., 2004, Tumbuh Kembang
Remaja dan Permasalahannya, Sagung Seto,
Jakarta