Anda di halaman 1dari 22

UNIVERSITAS NEGERI MANADO | FISIKA GEOTHERMAL

Makalah Gelombang Dalam Geothermal



GERAK HARMONIK SEDERHANA

MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


2

Nama Anggota Kelompok
YONATHAN SUROSO 12 300 041
SHEREN ANSUNANU 12 301 338
ATIKA SUMULE 12 300 397
JULIO KINDANGEN 12 300 378






DOSEN MATA KULIAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL:
DR. Doni R. Wenas, M.Si.

MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


3

Kata Pengantar
Puji syukur patut kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena atas berkat, penyertaan dan bimbinganNya kami dapat
menyelesaikan makalah kami yang berjudul GERAK HARMONIK
SEDERHANA ini dengan baik. Kami juga berterimakasih kepada semua
pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang telah
membantu kami dalam menyelesaikan makalah kami.
Makalah ini memuat dan membahas tentang konsep, hukum, dan
prinsip dasar mengenai gelombang yang terjabarkan dalam suatu gerak
gelombang yang bersifat periodik. Pembahasan yang ada dalam
makalah ini menjadi dasar yang penting bagi pembelajaran gelombang
yang diaplikasikan dalam geothermal.
Semoga makalah Gelombang Dalam Geothermal ini dapat
bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Terima
kasih.

Penulis

MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


4

Daftar Isi
Halaman Judul .................................................................................................... 1
Nama Anggota Kelompok ................................................................................ 2
Kata Pengantar ................................................................................................... 3
Daftar Isi............................................................................................................... 4
Bab 1 : Pemahaman Dasar ................................................................................. 5
Bab 2 : Gaya Pemulih ....................................................................................... 11
Bab 3 : Persamaan Gerak Harmonik Sederhana .......................................... 19
Daftar Referensi ................................................................................................ 22





MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


5

Bab 1: Pemahaman Dasar
Dalam tinjauan fisika, benda yang melakukan gerak lurus berubah
beraturan mempunyai percepatan yang tetap. Hal ini berarti benda
tersebut memiliki gaya yang senantiasa bekerja secara tetap, baik
arahnya maupun besarnya. Bila gayanya selalu berubah-ubah,
percepatannya pun berubah-ubah pula.
Gerak yang berulang dalam selang waktu yang sama disebut Gerak
Periodik. Gerak periodik ini selalu dapat dinyatakan dalam fungsi sinus
atau cosinus, oleh sebab itu gerak periodik disebut Gerak Harmonik. Jika
gerak yang periodik ini bergerak bolak-balik melalui lintasan yang sama
disebut Getaran atau Osilasi.
Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak-balik benda melalui
suatu titik keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda
dalam setiap sekon selalu konstan. Gerak harmonik sederhana
mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan
untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu.
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


6


Gambar 1. Gerak Harmonik Sederhana
Gerak harmonik sederhana dikatakan sederhana mungkin karena
banyak penyederhanaan, misalnya gaya gesekan udara diabaikan, sudut
simpangan harus kecil, dan lain sebagainya. Jika gaya penghambat
diperhitungkan, gerak benda akan teredam dan tidak periodik, maka
konsep lebih rumit dan tidak sederhana lagi.
Gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian,
yaitu:
- Gerak Harmonik Sederhana Linier
Gerak harmonik sederhana linier adalah gerak harmonik
sederhana yang memiliki lintasan gerak berbentuk garis lurus.
Penerapan gerak harmonik sederhana linier misalnya pada
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


7

penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/air dalam
pipa U, gerak horizontal/vertikal dari pegas, dan sebagainya.
- Gerak Harmonik Sederhana Angular
Gerak harmonik sederhana angular adalah gerak harmonik
sederhana yang memiliki lintasan gerak berbentuk lingkaran.
Penerapan gerak harmonik sederhana angular misalnya gerak
bandul/bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.
Di antara beberapa contoh penerapan gerak harmonik sederhana di
atas, secara umum gerak harmonik sederhana dipelajari melalui gerak
dari kedua benda berikut ini:
- Bandul

Gambar 2. Contoh Gerak Harmonik Sederhana pada Bandul
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


8

Pada gambar 2, terdapat sebuah bandul dengan massa (m) yang
digantungkan pada salah satu ujung tali dengan panjang L dan
membuat simpangan dengan sudut kecil . Ketika beban
digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya, maka benda
akan diam di titik keseimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan
dilepaskan, maka beban akan bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke
A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik, dengan kata
lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik
sederhana.
- Pegas

Gambar 3. Contoh Gerak Harmonik Sederhana pada Pegas
Sistem pegas adalah sebuah pegas dengan konstanta pegas (k) dan
diberi massa pada ujungnya dan diberi simpangan sehingga
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


9

membentuk gerak harmonik. Semua pegas memiliki panjang alami
sebagaimana tampak pada gambar. Ketika sebuah benda
dihubungkan ke ujung sebuah pegas, maka pegas akan meregang
(bertambah panjang) sejauh y. Pegas akan mencapai titik
kesetimbangan jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang)
Gerak harmonik sederhana tidak bisa dipisahkan dari konsep
mengenai gelombang, karena sejatinya gerak harmonik sederhana dapat
dijelaskan dengan besaran-besaran fisika yang dipelajari juga dalam
gelombang. Besaran-besaran fisika tersebut adalah periode dan frekuensi.
Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana
memiliki periode. Periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan
benda untuk melakukan satu getaran. Benda dikatakan melakukan satu
getaran jika benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai
bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut. Satuan periode adalah sekon
atau detik.
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda
selama satu detik, yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah
getaran lengkap. Satuan frekuensi adalah hertz.
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


10

Karena frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh
benda selama satu detik, maka selang waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan satu getaran adalah

Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah
periode. Dengan demikian, secara matematis hubungan antara periode
dan frekuensi adalah sebagai berikut:

Pada ayunan sederhana, selain periode dan frekuensi, terdapat juga
amplitudo. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik
kesetimbangan.





atau
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


11

Bab 2: Gaya Pemulih
Gerak harmonik sederhana selain berkaitan dengan konsep-konsep
gelombang terdapat pula hubungan antara gerak harmonik sederhana
dengan elastisitas benda, sebab bukti adanya elastisitas benda adalah
benda tersebut dapat melakukan gerak harmonik.
Sesuai dengan definisi yang sudah dipaparkan, gerak harmonik
sederhana merupakan bentuk gerak yang bersifat periodik atau gerak
yang berulang pada waktu yang sama. Hal ini berarti terdapat gerakan
bolak-balik secara teratur pada lintasan yang sama pula, sehingga dari
konsep tersebut muncullah suatu jenis gaya yang disebut dengan gaya
pemulih.
Gaya pemulih dimiliki oleh setiap benda elastis yang terkena gaya
sehingga benda elastis tersebut berubah bentuk. Gaya pemulih timbul
pada benda elastis untuk menarik kembali benda yang melekat
padanya. Dengan kata lain, gaya pemulih adalah gaya yang besarnya
sebanding dengan simpangan dan selalu berlawanan arah dengan arah
simpangan atau posisinya. Gaya pemulih ini berlaku pada benda-benda
elastis seperti pegas dan ayunan bandul sederhana.
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


12

GAYA PEMULIH PADA PEGAS
Pegas adalah salah satu contoh benda elastis. Oleh sifat elastisnya
ini, suatu pegas yang diberi gaya tekan atau gaya regang akan kembali
pada keadaan setimbangnya mula-mula apabila gaya yang bekerja
padanya dihilangkan. Jika gaya yang bekerja pada sebuah pegas
dihilangkan, pegas tersebut akan kembali pada keadaan semula.
Gaya pemulih pada pegas banyak dimanfaatkan dalam bidang
teknik dan kehidupan sehari- hari. Misalnya di dalam shockbreaker dan
springbed. Sebuah pegas berfungsi meredam getaran saat roda kendaraan
melewati jalan yang tidak rata. Pegas-pegas yang tersusun di dalam
springbed akan memberikan kenyamanan saat orang tidur.
Robert Hooke, ilmuwan berkebangsaan Inggris, menyimpulkan
bahwa sifat elastis pegas tersebut ada batasnya dan besar gaya pegas
sebanding dengan pertambahan panjang pegas. Dari penelitian yang
dilakukan, didapatkan bahwa besar gaya pegas pemulih sebanding
dengan pertambahan panjang pegas. Secara matematis, dapat dituliskan
sebagai:

dimana:
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


13

F : gaya pemulih pegas (N)
k : tetapan pegas (N/m)
x : pertambahan panjang pegas (m)
Tanda (-) diberikan karena arah gaya pemulih pada pegas berlawanan
dengan arah gerak pegas tersebut.
Berdasarkan hukum Hooke tersebut, konstanta pegas dapat
berubah nilainya, apabila beberapa pegas disusun menjadi rangkaian.
Besar konstanta total rangkaian pegas bergantung pada jenis rangkaian
pegas, yaitu rangkaian pegas seri atau paralel.
- Susunan Pegas Paralel


3 2 1
3 2 1
3 2 1
k k k k
x k x k x k k
F F F F
x k F
paralel
paralel
+ + =
A + A + A =
+ + =
A =
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


14

- Susunan Pegas Seri

Gaya pemulih pada pegas merupakan salah satu produk dari
beberapa energi yang dimiliki oleh pegas. Energi yang terdapat pada
pada pegas adalah:
- Energi Potensial Pegas, dengan penurunan rumus sebagai berikut
(berdasarkan hubungan energi dengan gaya):




3 2 1
3 2 1
3 2 1
1 1 1 1
k k k k
k
F
k
F
k
F
k
F
x x x x
seri
seri
+ + =
+ + =
A + A + A = A
x k PE
x k W
x xd k dW
x F W
A =
A =
A A =
A = A
} }
2
1
2
1
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


15

- Energi Kinetik Pegas, dengan penurunan rumus sebagai berikut
(analogi dengan rumus umum energi kinetik):






- Energi Mekanik Pegas, dengan rumus sebagai berikut :




Jika kita meninjau lebih lanjut pada gerakan pegas, gerak harmonik
yang terdapat pada pegas memiliki hubungan dengan gerak melingkar
) (
2
1
) (
2
1
) sin 1 (
2
1
cos
2
1
2
1
2 2
2 2 2
2 2 2
2 2 2
2
x A k KE
x A m KE
t A m KE
t A m KE
mv KE
A =
A =
=
=
=
e
e e
e e
2
2 2 2
2
1
2
1
) (
2
1
kA ME
x k x A k ME
PE KE ME
=
A + A =
+ =
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


16

beraturan, karena apabila kita gambarkan suatu partikel massa (beban)
yang bergerak bolak-balik pada diagram fasa (lihat Gambar 3) terlihat
akan membentuk sebuah proyeksi orbit lingkaran. Hal ini
menyimpulkan bahwa gerak harmonik sederhana adalah komponen
dari gerak melingkar beraturan.
Berdasarkan kesimpulan di atas, kita dapat menentukan gaya
pemulih pada pegas melalui hubungannya dengan komponen dalam
gerak melingkar beraturan, yakni gaya sentripetal. Dengan kata lain,
gaya pemulih pada pegas ekuivalen dengan gaya sentripetal pada
proyeksi orbit lingkaran pada diagram fasa.






2
2
2
2 2
2
e
e
e
e
m k
x m x k
R m x k
R
R
m x k
R
V
m x k
F F
l sentripeta pemulih
=
A = A
= A
= A
= A
=
m
k
f
k
m
T
T
m k
t
t
t
2
1
2
2
2
=
=
|
.
|

\
|
=
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


17

GAYA PEMULIH PADA AYUNAN BANDUL MATEMATIS
Ayunan bandul matematis merupakan suatu partikel massa yang
tergantung pada suatu titik tetap pada seutas tali, di mana massa tali
dapat diabaikan dan tali tidak dapat bertambah panjang.

Gambar 4. Ayunan Bandul Matematis
Dari gambar tersebut, terdapat sebuah beban bermassa tergantung pada
seutas kawat halus sepanjang L dan massanya dapat diabaikan. Apabila
bandul itu bergerak vertikal dengan membentuk sudut , gaya pemulih
bandul tersebut adalah:

l
y
mg F
mg F
=
= u sin
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


18

Untuk menentukan gaya pemulih pada ayunan bandul matematis, kita
dapat mempergunakan konsep gerak melingkar beraturan seperti
halnya gaya pemulih pada pegas, yaitu gaya pemulih ekuivalen dengan
gaya sentripetal pada proyeksi orbit lingkaran pada diagram fasa.











2
2
2
2 2
2
4
sin
T
y
l
y
g
y
l
y
g
R
R
l
y
g
R
V
m mg
F F
l sentripeta pemulih
t
e
e
u
=
=
=
=
=
l
g
f
g
l
T
t
t
2
1
2
=
=
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


19

Bab 3: Persamaan Gerak Harmonik
Sederhana
Persamaan umum gerak harmonik sederhana untuk proyeksi dengan
sumbu y:

Persamaan umum gerak harmonik sederhana untuk posisi dengan
sudut :

Kecepatan gerak harmonik sederhana dapat ditentukan dengan
diferensiasi persamaan umum gerak harmonik sederhana:




t A t x
t A y
e
e
sin ) (
sin
=
=
0
0
sin ) (
sin
u e
u e
+ =
+ =
t A t x
t A y
| |
t A
dt
dy
v
t A
dt
d
dt
dy
v
t A y
e e
e
e
cos
sin
sin
= =
= =
=
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


20

Jika cos t = 1 atau t = 0, kecepatan gerak harmonik sederhana akan
mencapai maksimum, maka:

Kecepatan gerak harmonik sederhana dari berbagai simpangan:






Percepatan gerak harmonik sederhana dapat ditentukan dengan
diferensiasi kecepatan gerak harmonik sederhana:



e A vmaks =
( )
2 2 2 2
2
2
2 2
2 2 2 2
2 2 2 2
2 2 2
2 2 2
cos
cos
) cos 1 (
sin
sin
A y v
v
A y
t A A y
t A A y
t A y
t A y
t A y
=
=
=
=
=
=
=
e
e
e
e
e
e
e
| |
t A a
t A
dt
d
dt
dv
dt
y d
a
t A y
e e
e e
e
sin
cos
sin
2
2
2
=
= = =
=
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


21

Jika sin t = 0 atau t = 0, percepatan gerak harmonik sederhana akan
mencapai maksimum, maka:












2
e A amaks =
MAKALAH GELOMBANG DALAM GEOTHERMAL


22

Daftar Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_harmonik_sederhana
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=
1&cad=rja&uact=8&ved=0CCcQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.sma
n1jkt.com%2Fbudut-
7%2Fmapelsite%2Ffisika%2Ffiles%2FGERAK%2520HARMONIK.PDF&e
i=MoyEU62WAorsrAeF8YGwCQ&usg=AFQjCNFn2FGjLZ7fEoavcaKyic
0Q78XD_w&bvm=bv.67720277,d.bmk
http://www.gajahfisika.net/index.php/gerak-harmonil.html
http://lukmanfauzan.blogspot.com/2013/11/gerak-harmonik-
sederhana.html