Anda di halaman 1dari 75

8

PENGANTAR PSIKIATRI
A. Definisi
Psikiatri adalah ilmu yang mempelajari gejala gangguan jiwa. Ada 2 hal yang dipelajari
dalam psikopatologi, yaitu :
Jenis gangguan jiwa;
Proses terjadinya gangguan jiwa.
Gangguan jiwa adalah suatu jenis gangguan yang memperlihatkan gejala klinik yang
bermakna, bisa berupa sindrom psikologi atau sindrom prilaku yang menimbulkan
penderitaan pada orang yang bersangkutan dan menyebabkan orang tersebut mengalami
gangguan dalam menjalankan fungsi dalam bekerja, sosial dan perawatan diri (sehari
hari!.
Adapun " komponen dalam gangguan jiwa:
Adanya gejala klinik yang bermakna;
#enimbulkan penderitaan;
#enimbulkan gangguan fungsi.
B. Pemeriksaan Status Mental (imingan !r. Ten!r" Se#ta$ S#.K% (K&&
$. %esadaran
&entukan tingkat kesadaran pasien.
a. 'ompos mentis(Jernih
%esadaran optimal pada orang yang sehat.
b. )omnolen
%esadaran mulai menurun namun pasien masih dapat dibangunkan dengan mudah
dan memberi jawaban.
*. )opor(stupor
%esadaran menurun namun pasien masih dapat dibangunkan dengan rangsangan
kuat (rangsang nyeri!, setelah itu pasien tertidur lagi. Adapun respons sangat
minimal semisal masih dapat mengikuti perintah yang singkat dan masih terlihat
gerakan spontan.
d. %oma
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
+erajat penurunan kesadaran paling berat. ,espon terhadap rangsangan yang kuat
negatif.
e. Apatis
-angguan kualitas kesadaran yang ditandai dengan sikap tak a*uh terhadap
lingkungan.
f. 'onfusional state (%esadaran berkabut!
-angguan kualitas kesadaran yang *iri utamanya adalah disorientasi disertai oleh
kebingungan dan gangguan arus fikir. Pasien tersebut tampak binggung jika
diberikan pertanyaan.
g. +elirium
-angguan kualitas kesadaran yang gejala utamanya adalah gaduh gelisah disertai
oleh disorentasi gangguan arus fikir, ilusi dan halusinasi (umumnya halusinasi
penglihatan!. &erkadang untuk menenangkan sementara dengan diikat.
h. +ream like state (%esadaran bermimpi!
-angguan kualitas kesadaran yang terjadi pada serangan epilepsi psikomotor. Pasien
tidak menyadari apa yang dilakukannya walaupun tanpak seperti melakukan
akti.itas normal.
Perlu dibedakan dengan tidur berjalan (sleep walking! yang akan sadar bila diberi
perangsangan (dibangunkan!, sedangkan pada kesadaran ini, pasien tidak berespon
terhadap rangsangan.
i. &wilight state
-angguan kualitas kesadaran yang disertai halusinasi. /mumnya terjadi pada
gangguan otak organik. Pasien seperti berada dalam keadaan separuh sadar, respon
terhadap lingkungan terbatas, perilaku impulsif (kabur, gebrak meja, tinju!, emosi
labil dan tidak terduga.
2. )ikap
&erbagi atas:
%ooperatif 0ersahabat 0erminat #erendahkan
&idak kooperatif Penuh perhatian +efensif 0ingung
0erbelitbelit Apatis 1atihati 0er*anda
2b : /mumnya yang digunakan (kooperatif(nonkooperatif!.
". Penampilan
#endeskripsikan pasien mulai dari postur, *ara berpakaian, kerapihan, *ara berdandan
dll. 'ontoh : )eorang lakilaki, rambut tersisir rapih, berpakaian kuning dll!.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
3. Pembi*araan
+eskripsikan *ara bi*ara pasien apakah spontan(tidak, jelas((tidak, lan*ar((tidak,
kualitas kurang(*ukup(baik, kuantitas sedikit(*ukup(banyak (logore!, amplitudo
ke*il(sedang(keras dll.
4. )uasana perasaan
a. #ood
)uasana perasaan yang berlangsung lama.
5uforia +epresi 6ritable 5kspansif
+isforia 0erputusasa 'emas #arah
%osong 0ersalah %etakutan 0ingung
#eningkat #enurun 0iasa 1ipomanik
Penilaian lainnya:
5utimia : suasana perasaan normal, luas dan serasi
1ipotimia : suasana perasaan diwarnai dengan sedih, murung, hilang semangat.
1ipertimia : suasana perasaan diwarnai dengan semangat dan bergairah dalam
akti.itas.
+isforia : suasana perasaan yang tidak menyenangkan (jenuh, jengkel, bosan!.
5uforia : suasana perasaan gembira dan sejahtera berlebihan.
5kstasia : suasana perasaan bergairah yang meluapluap (umumnya terjadi
pada pasien pengguna 7at psikostimulansia!.
Anhedonia : suasana perasaan yang kehilangan minat, kesenangan terhadap
berbagai akti.itas.
%osong : suasana perasaan yang emosinya sangat dangkal(tidak ada terhadap
kehidupan sekitar (umumnya pada ski7ofrenia kronis!.
8abil : suasana perasaan yang berubahubah yang mun*ul bergantian dan
tidak terduga (umumnya pada gangguan psikosis akut!.
6ritable : suasana perasaan yang sensitif, mudah tersinggung, mudah marah.
b. Afek
)uasana perasaan yang berlangsung saat ini.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
8uas : ekspresi yang luas, beragam.
)empit : ekspresi yang terbatas dan kurang ber.ariasi.
&umpul : ekspresi yang tampak dari tatapan kosong, irama suara monoton,
dan bahasa tubuh kurang.
+atar : afek terberat. 5kpresi wajah datar, tatapan kosong, sikap tubuh kaku,
gerakan minimal, irama suara seperti robot.
*. %eserasian afek
Appropiate (serasi antara ekpresi dengan suasana yang dihayati!
6nappropiate (tidak serasi antara ekpresi dengan suasana yang dihayati!
9. Persepsi (melibatkan sistem sensorik(pan*a indera!
a. +epersonalisasi
Perasaan subjektif patologis dengan gambaran seseorang mengalami(merasakan diri
sendiri (tubuhnya! sebagai tidak nyata(khayal (asing, tidak dikenali!
b. +erealisasi
Perasaan subjektif dimana lingkungan menjadi asing, tidak nyata.
*. 6lusi
Persepsi yang keliru(menyimpang dari stimulus yang nyata(ada.
d. 1alusinasi
Persepsi(tanggapan yang palsu tanpa ada stimulus, menghayati gejalagejala yang
dikhayalkan menjadi nyata.
1alusinasi auditorik(pendengaran
#endengar bunyibunyi tapi tidak ada apa apa (tidak ada sumber suara!.
1alusinasi .isual(penglihatan
#elihat objek tertentu namun sebenarnya tidak ada. 'ontoh: ada bayangan orang,
*ahaya kilat, hewan.
1alusinasi olfaktori(pen*iuman
#en*ium bau tertentu tapi sebenarnya tidak ada.
1alusinasi penge*apan
1alusunasi taktil(perabaan
#erasa ada yang menjalar(merayap dibawah kulit (formikasi!. #erasa anggota
tubuh teramputasi (phantom libs!.
1alusinasi somatik
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
#erasa ada sesuatu gangguan yang terjadi dalam tubuh padahal tidak ada apa
apa, *ontohnya : tumor, dll.
1alusinasi liliput
:. Pikiran
a. Proses pikir
Pikiran melompat (flight of idea!
-angguan arus pikiran dimana pikirannnya dapat *epat beralih dari topik satu ke
topik lainnya (pendengar masih bisa mengerti!. 'iri*irinya biasanya berbi*ara
*epat, banyak bi*ara, bnyak gagasan(ren*ana yang kelihatanya sangat *emerlang
tapi tidak realistis. 0iasanya penderita ini disebut manik.
Pikiran melambat (though reterdatium!
-angguan arus pikiran dimana pikirannya menjadi lambat. 0iasanya terjadi pada
pasien depresi berat. 'iri*irinya biasanya, bi*ara pelan dan lambat.
Pikiran terhalang (thought bloking!
-angguan arus pikiran tibatiba terhenti, kemudian saat pembi*araan disambung
kembali namun dengan tema yang berbeda.
Perse.erasi
-angguan arus pikiran dimana jika ditanya, dia akan menjawab berulang ulang
terhadap pertanyaan walau sudah berganti pertanyaan namun jawabanya tetap
sama seperti pertanyaan yang pertama. 0iasanya terjadi pada pasien ski7ofrenia.
;erbigerisi
-angguan berbi*ara dimana pasien mengulang katakata yang sama tapi tidak ada
yang hubungan dengan apa yang ditanyakan.
6nkoherensi
-angguan arus pikiran dimana tidak ada asosiasi (tidak dapat dimengerti! atau
tidak sambung antar katakata yang dibi*arakan.
Asosiasi longgar
-angguan arus pikir dengan ideide yang berpindah dari satu subjek ke subjek
lain yang tidak berhubungan sama sekali.
)irkumstansial
Pembi*araan yang mutarmutar tidak langsung ke point yang diharapkan.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
&angensial
%etidakmampuan untuk men*apai tujuan se*ara langsung dan pada akhirnya
tidak men*apai point yang diharapkan.
/mumnya *ara berbi*ara berhubungan dengan proses pikir. Adapun gangguan
berbi*ara yang ada berupa:
-agap
-anggguan bi*ara dimana bi*ara terputusputus karena pengulangan katakata,
biasanya karena orang itu ingin menyampaikan banyak ide dalam waktu sangat
terbatas sehingga pembi*araannnya terputus, bisa dimulai anak usia 3 tahun. Pada
sebagian kasus menghilang pada masa dewasa, ada sampai dewasa.
#utisma
-angguan bi*ara berupa tidak mau bi*ara sama sekali. )alah satu yang termasuk
mutisma adalah mutisma selektif (hanya mau bi*ara dengan orang tertentu tetapi
tidak mau bi*ara dengan yang lainnya!.
2eologisma
)alah satu gangguan dimana pasien men*iptakan katakata baru. %ata kata itu
tidak ada dalam kamus atau bahasa seharihari.
<ord salad
&erjadi pen*ampuradukan bahasa seharihari sehingga tidak ada pengartian.
b. 6si Pikir
#iskin ide
#enghasilkan sedikit informasi dikarenakan ketidakjelasan.
<aham(delusi
-angguan pada suatu keyakinan yang salah tapi diper*aya sebagai suatu
kebenaran, tidak bisa digoyahkan dan tidak sesuai latar belakang yang
bersangkutan. -ejala ini sering terjadi pada gangguan jiwa.
%omponen waham ada " yaitu :
%eyakinan yang salah;
&idak bisa digoyahkan;
&idak sesuai dengan kenyataan.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Jenisjenis waham:
a! <aham bi7arre (patognomonis untuk diagnosis )ki7ofrenia 1ebefrenik!
%eyakinan yang keliru, mustahil dan aneh. 'ontoh: makhluk luar angkasa
menanamkan elektroda di otak.
b! <aham sistematik
%eyakinan yang keliru(keyakinan yang tergabung dalam satu tema(kejadian.
'ontoh: dikejarkejar polisi atau mafia.
*! <aham nihilistik
%eyakinan yang keliru bahwa diri dan lingkungannya atau dunia tidak ada atau
menuju kiamat.
d! <aham somatik
%eyakinan yang keliru melibatkan fungsi tubuh. 'ontoh: yakin otaknya
meleleh.
e! <aham paranoid
<aham kebesaran (mega lomania!
#erasa dirinya mempunyai keistimewaan, orang yang sangat kuat, sangat
berkuasa atau sangat besar padahal tidak mempunyai posisi apaapa.
<aham kejaran (persekutorik!
#erasa yakin ada orangorang (sering dirupakan dalam bentuk komplotan!
yang bermaksud jahat terhadap dirinya. 'ontohnya: keluarga bersamasama
berkomplot untuk merugikan, merusak, men*ederai atau menghan*urkan
dirinya, merasa ada orang lain menyukai dirinya.
<aham rujukan (referen*e!
#erasa tingkah laku orang lain memfitnah, membahayakan atau menjahati
dirinya.
<aham dikendalikan
%eyakinan yang keliru bahwa keinginan, pikiran atau perasaannya
dikendalikan oleh kekuatan dari luar. &ermasuk:
o &hought insertion
#erasa pikirannya dimasukan oleh orang lain(kekuatan lain.
o &hought withdrawal
#erasa pikirannya disedot(ditarik oleh orang lain(kekuatan lain.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
o &hought broad*asting
#erasa pikirannya dapat diketahui oleh orang lain.
o &hought *ontrol
#erasa pikirannya dikendalikan oleh orang lain(kekuatan lain.
f! <aham *emburu
&anpa alasan yang jelas menuduh pasangannya tidak setia (selingkuh! tanpa
suatu alasan yang jelas sehingga ia berusaha mengintimidasi pasangannya
untuk mengaku bahwa pasangannya selingkuh atau sudah tidak setia lagi dan
terkadang menggunakan kekerasan.
g! <aham erotomania
#erasa dirinya telah melakukan hubungan seksual dengan seseorang (bila di
buku /6, definisi erotomania adalah merasa orang lain menyukai dirinya!.
h! <aham dosa
#erasa melakukan dosa besar dan tidak dapat diampuni.
=bsesi
-angguan suatu isi pikir yang mendesak, berulangulang dan berada di luar
kemauan pasien. =bsesi diri biasanya mendorong untuk melakukan tindakan
tertentu. 'iri*iri obsesi: sulit membuat keputusan, berhatihati dan menginginkan
kesempurnaan.
%ompulsi
&indakan yang berulangulang karena adanya suatu dorongan. 'ontoh: seseorang
yang tidur ia akan sering terbangun karena didalam pikiran >pintu belum dikun*i?
akibatnya gelisah dan timbul dorongan untuk menge*ek pintu, jika tidak
dilakukan penge*ekan akan mengakibatkan ketegangan.
@obia
%etakutan yang persisten, irasional, berlebihan yang selalu berhubungan dengan
stimulus yang mengakibatkan keinginan yang memaksa untuk menghindari
stimulus tersebut.
A. @ungsi kognitif
Bang termasuk dalam fungsi kognitif adalah:
a. #emori
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
#emori segera (immidiate memory!
6ngatan atas peristiwa yang baru saja terjadi (beberapa detik sampai menit!.
#emori jangka pendek(baru
6ngatan atas peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
#emori jangka menengah
6ngatan atas peristiwa yang terjadi dalam beberapa bulan yang lalu.
#emori jangka panjang
6ngatan atas peristiwa yang terjadi dalam beberapa tahun yang lalu(sudah lama
terjadi.
b. %onsentrasi(perhatian
+istraktibilitas
-angguan perhatian dimana pasien tidak mampu mempertahankan perhatian,
sangat mudah teralihkan dengan stimulus yang terjadi disekitarnya.
6nattention
-angguan perhatian dimana pasien sama sekali tidak bisa memberikan perhatian.
%ewaspadaan berlebih (hyper.igilan*e!
Pemusatan perhatian yang berlebihan terhadap stimulus eksternal dan internal
sehingga pasien tampak sangat tegang.
*. =rientasi
Personal(orang
%emampuan untuk mengenali orangorang yang sudah dikenalnya.
&empat(ruang(spatial
%emampuan untuk mengenali tempat dimana ia berada.
<aktu
%emampuan untuk mengenali waktu dimana ia berada.
C. &ilikan diri(insight
Pemahaman pasien terhadap penyakitnya (diagnosis, etiologi, faktorfaktor terkait
penyakitnya, konsekuensi dari penyakitnya dll!.
%lasifikasinya:
a. +erajat $
Penyangkalan total terhadap penyakitnya.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
b. +erajat 2
Ambi.alensi (kadang menerimakadang menyangkal! terhadap penyakitnya.
*. +erajat "
#enyalahkan faktor lain sebagai penyebab penyakitnya.
d. +erajat 3
#enyadari bahwa dirinya sakit dan butuh bantuan namun tidak memahami penyebab
penyakitnya.
e. +erajat 4
#enyadari penyakitnya dan faktorfaktor yang berhubungan dengan penyakitnya
namun tidak menerapkan dalam perilaku praktisnya.
f. +erajat 9
#enyadari sepenuhnya tentang situasi dirinya disertai moti.asi untuk men*apai
perbaikan.
Pemeriksaan Status Mental (imingan !r. Ten!r" Se#ta$ S#.K% (K&&
A S E P S P I K I
$. kesAdaran
2. Sikap
". pEnampilan
3. Pembi*araan
4. Suasana perasaan
a. #ood
b. Afek
*. %eserasian afek
9. Persepsi (melibatkan sistem sensorik(pan*a indera!
:. pIkiran
a. Proses pikir
b. 6si Pikir
A. fungsi Kognitif
a. #emori
b. %onsentrasi(perhatian
*. =rientasi
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
C. tilikan diri(Insight
-angguan motorik, dibagi menjadi :
a. Stu#'r katat'nik
&erjadi penurunan gerak motorik yang sangat berat bahkan bisa sampai pasien tidak bisa
bergerak sama sekali, kaku seperti patung. )ering dijumpai pada ski7ofrenia katatonik.
. (ur'r katat'nik)agitasi #sik'm't'rik
%eadaan gaduh motorik tak bertujuan, tanpa motif yang jelas dan tanpa dipengaruhi oleh
stimulus dari luar. +apat dijumpai pada ski7ofrenia katatonik dan sering silih berganti
dengan gejala stupor katatonik.
*. Katale#si
-angguan motorik dimana orang yang bersangkutan mempertahankan posisi tubuh
tertentu se*ara kaku dan tidak bisa diubah dalam waktu yang lama (bisa berjamjam!.
)alah satu gejala yang bisa ditemukan pada ski7ofrenia katatonik.
!. (leksiilitas serea
-angguan motorik dimana seseorang yang bersangkutan mempertahankan posisi tubuh
tertentu tapi dibuatkan(diberikan(diatur oleh orang lain, seperti lilin mainan.
e. Bra!ikinensia)Retar!asi #sik'm't'rik
)uatu gangguan dimana terjadi penurunan gerak motorik se*ara kuantitas, gerakan
menjadi lambat. 'ontohnya : Pada pasien depresi berat, parkinsonisme(penyakit
parkinson.
f. Akinesia
)uatu gangguan motorik yang sangat terbatas, pada keadaan berat menyerupai stupor pada
ski7ofren katatonik.
g. Stere'ti#i
-angguan motorik dimana yang bersangkutan terjadi gerakan berulangulang yang tidak
bertujuan atau berhubungan.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8

SKI+,(RENIA
A. Definisi
)uatu gangguan jiwa yang berat yang ditandai oleh gangguan proses berfikir, gangguan
persepsi, gangguan emosi dan gangguan perilaku.
/ntuk menentukan apakah seseorang itu menderita gangguan ski7ofrenia ada kriteria
diagnostik yang harus dipenuhi:
$. 1arus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas. 0iasanya ada 2 gejala atau
lebih jika gejala tersebut kurang jelas, diantaranya adalah :
a. &hought insertion, &hought withdrawl, &hought broad*asting, &hought e*ho
(Pikiran menggema dalam otaknya!.
b. <aham dikendalikan, <aham dipengaruhi, <aham pasif.
*. 1alusinasi pendengaran.
d. <aham menetap lainnya yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan
mustahil. 'ontohnya : #ampu mengendalikan *ua*a.
2. Atau paling sedikit 2 gejala di bawah ini yang harus selalu ada se*ara jelas, diantaranya
adalah :
a. 1alusinasi yang menetap dari pan*a indra apa saja, apabila disertai baik oleh waham
yang mengambang maupun yang setengah berbentuk kandung efektif yang jelas.
b. Arus pikiran yang terputus atau yang mengalami sisipan yang berakibat inkoherensi
atau pembi*araan yang tidak rele.an atau logisma.
*. Prilaku katatonik, seperti keadaan gaduh gelisah, posisi tubuh tertentu atau
fleksibelitas serea.
d. -ejalagejala negatif, seperti sikap sangat apatis, bi*ara jarang, dan respon
emosional yang menumpul atau tidak wajar, biasanya mengakibatkan penarikan
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial tetapi harus jelas bahwa
semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau obat psikotropik.
e. Adanya gejalagejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu $
bulan atau lebih.
f. 1arus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan
dari beberapa aspek prilaku pribadi, bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup
tidak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri dan penarikan
diri se*ara sosial.
B. %enis-jenis Sk'.'frenia
/. Ski.'frenia #aran'i! (isi #ikiran "ang #aling terganggu&
%riteria diagnostiknya, diantaranya adalah :
a. #emenuhi kriteria umum diagnostik ski7ofrenia dan sebagai tambahan adanya
halusinasi dan atau waham yang menonjol, halusinasi tersebut berupa suarasuara
yang mengan*am pasien atau memberi perintah atau suara tanpa bentuk misalnya,
bunyi pluit atau bunyi tawa, bisa juga halusinasi pembauan atau penge*apan atau
bersifat seksual.
b. <aham dapat berupa waham apa saja tetapi yang paling khas ialah waham
dikendalikan, waham dipengaruhi, waham pasif atau waham kejaran.
*. -angguan afektif dorongan kehendak serta gejala katatonik tidak menonjol.
0. Ski.'frenia 1erefrenik (#r'ses #ikir)arus #ikir)i*aran"a "ang #aling terganggu&
%riteria diagnostiknya, diantaranya adalah :
a. #emenuhi kriteria umum diagnosis ski7ofrenia
b. +iagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau
dewasa muda (konsep awal mula biasanya $424 tahun!
*. %epribadian premordit atau sebelum sakit biasanya menunjukan *iri pemalu dan
senang menyendiri.
d. /ntuk diagnosis hebrefenia yang menyakitkan umumnya diperlukan pengamatan
kontinyu selama 2(" bulan untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini
benarbenar bertahan diantaranya adalah :
Prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. Ada
ke*endrungan untuk selalu menyendiri dengan prilaku menunjukan tidak adanya
tujuan dan perasaannya hampa.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Afek pasien dangkal dan tidak wajar atau tidak serasi, sering disertai oleh
*ekikikan atau perasaan puas diri, senyum sendiri, tertawa menyeringai dan kata
kata yang diulang.
Proses fikir mengalami disorganisasi, pembi*araan tak menentu dan inkoheren.
e. -angguan afektif dan dorongan kehendak serta gangguan proses pikir umumnya
menonjol, halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol
(waham bi7arre merupakan patonomonisnya!. +orongan kehendak yang bertujuan
ditinggalkan sehingga perilaku penderita memperlihatkan *iri khas yaitu prilaku
tanpa tujuan, adanya suatu preokulasi yang dangkal dan dibuatbuat terhadap agama,
filsafat dan tema abstrak lainnya makin mempersukar orang memahami jalan pikiran
pasien.
2. Ski.'frenia katat'nik (gerak m't'rikn"a "ang #aling terganggu&
%riteria diagnostiknya diantaranya adalah :
a. #emenuhi kriteria umum diagnosa ski7oftenia
b. )atu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya:
)tupor (amat berkurangnya respon atau reaksi terhadap lingkungan dan amat
berkurangnya gerakan akti.itas spontan atau mutisme!
-aduh gelisah (tampak peningkatan akti.itas motorik yang tidak bertujuan yang
tidak dipengaruhi stimulus eksternal!
#enampilkan posisi tubuh tertentu (se*ara sukarela! mengambil dan
mempertahankan posisi tubuh tertentu yang aneh
2egatifisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua
perintah atau upaya untuk menggerakan kearah yang berlawanan!
,igiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya
menggerakan dirinya!
@leksibilitas sarea (mempertahankan anggota gerak dalam posisi yang dapat
dibentuk dari luar!
-ejalagejala lain seperti, kepatuhan se*ara otomatis terhadap perintah dan
pengulangan katakata atau kalimat
3. Ski.'frenia tak terin*i (ti!ak isa !ig'l'ngkan kemana-mana&
%riteria diagnostiknya, diantaranya adalah :
a. #emenuhi kriteria umum untuk diagnostik ski7ofrenia
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
b. &idak memenuhi kriteria untuk diagnostik ski7ofrenia paranoid, hebrefrenik, atau
katatonik
*. &idak memenuhi kriteria untuk sko7ofernia residual.
4. De#resi #as*a ski.'frenia
%riteria diagnostiknya, diantaranya adalah :
+iagnostik harus ditegakkan hanya jika :
a. Pasien telah menderita ski7ofrenia selama $2 bulan terakhir
b. 0eberapa gejala ski7ofrenia masih tetap ada tetapi tidak lagi mendominasi gambaran
klinisnya
*. -ejalagejala depresi menonjol dan memenuhi kriteria episode depresif dan telah
ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu.
5. Ski.'frenia resi!ual (kurang i*ara$ kurang ergerak$ wa1am "ang men'nj'l&
%riteria diagnostik harus memenuhi diantaranya adalah :
a. -ejala negatif dari ski7ofrenia menonjol misalnya, perlambatan psikomotorik,
akti.itas menurun, afek yang menumpul, sikap pasif dan ketiadaan inisiatif,
kemiskinan dalam kuantitas isi pembi*araan, komunikasi non .erbal yang buruk
misalnya, ekspresi muka, kontak mata, modulasi suara, perawatan diri dan kinerja
sosial yang buruk.
b. )edikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lampau yang
memenuhi kriteria diagnostik ske7ofrenia
*. )edikitnya sudah melampaui kurun waktu $ tahun dimana intensitas dan frekuensi
gejala yang nyata seperti, waham dan halusinasi yang sangat berkurang dan telah
timbul sindrom negatif dari ski7ofrenia
d. &idak terdapat demensia atau gangguan otak organik atau depresi kronis yang dapat
menjelaskan disabilitas negatif tersebut.
6. Ski.'frenia sim#leks
+iagnosis sko7ofrenia simpleks sulit dibuat se*ara meyakinkan karena tergantung pada
pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dari gejala negatif yang khas dari
gejala sko7ofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi, waham, atau
manifestasi lain dari episode psikotik. -angguan ini kurang jelas gejala psikotiknya di
banding ski7ofrenia lainnya.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
SKI+,A(EKTI(
'iri D *iri diagnostik untuk ski7oafektif, terdapatnya atau adanya ski7ofrenia dan gejala
gangguan afektif samasama menonjol pada saat yang bersamaan atau dalam beberapa hari
yang satu sessudah yang lain. &etapi masih dalam satu episode penyakit yang sama.
+iagnostik ini tidak ditegakan untuk pasien yang menampilkan gejala ski7ofrenia dan
gangguan afektif tetapi dalam episode penyakit yang berdeda.
GANGG7AN 8A9AM
%riteria diagnostik untuk gangguan waham, diantaranya adalah :
$. <aham merupakan satusatunya *iri yang khas atau gejala yang paling men*olok, waham
tersebut harus sudah ada sedikitnya " bulan lamanya.
2. -ejalagejala depresi mungkin saja terjadi se*ara intermiten, dengan syarat bahwa waham
tersebut menetap pada saat tidak terdapat gangguan afektif ini.
". &idak boleh ada bukti tentang adanya penyakit otak
3. &idak ada halusinasi pendengaran atau hanya kadangkadang saja ada dan bersifat
sementara.
GANGG7AN PSIK,TIK AK7T DAN SEMENTARA
%riteria diagnostik unuk gangguan psikotik akut dan sementara, diantaranya adalah :
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
$. %onsep yang akut dimana dalam waktu 2 minggu atau kurang, gejalagejala psikotik
menjadi nyata dan menganggu sedikitnya beberapa aspek kehidupan dan pekerjaan sehari
hari.
2. Adanya gejalagejala yang khas yaitu beraneka ragam dan berubah dengan *epat
". 0isa didahului oleh penyebab tertentu tetapi bisa juga tanpa penyebab tertentu.
GANGG7AN M,,D)S7ASANA 9ATI
%elainana fundamental dari kelompok ini ialah perubahan suasana hati biasanya kearah
depresi atau kearah relasi.
$. #ania tanpa gejala psikotik
%riteria diagnostik diantranya adalah :
a. 5pisode harus berlangsung sekurangkurangnya satu minggu dan *ukup berat sehingga
mengganggu seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan akti.itas sosial yang biasa
dilakukan.
b. Perubahan mood harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga akti.itas
berlebihan, per*epatan dan kebanyakan bi*ara, kebutuhan tidur yang berkurang, ideide
kebesaran dan terlalu optimis.
2. #ania dengan gejala psikotik
%riteria diagnostiknya diantaranya adalah :
6deide kebesaran dapat berkembang menjadi waham kebesaran dan ke*urigaan
berkembang menjadi waham kejaran.
". 5pisode depresi
%riteria diagnostiknya diantaranya adalah :
a. -ejala utama pada episode depresi ialah: mood yang depresif, kehilangan minat dan
kegembiraan, kekurangan energi yang menyebabkan rasa mudah lelah dan menurunnya
akti.itas.
b. -ejala lainnya: konsentrasi berkurang, keper*ayaan diri berkurang, rasa bersalah dan
rasa tidak berguna, pandangan masa depan yang suram dan pesimis, pikiranpikiran
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
untuk membahayakan diri atau bunuh diri, tidur kebanyakan atau sedikit, nafsu makan
bisa berkurang atau sebaliknya bisa meningkat.
GANGG7AN PADA EPIS,DE DEPRESI RINGAN
%riteria diagnostik untuk gangguan pada episode depresi ringan, diantaranya adalah:
a. )ekurangkurangnya harus ada 2 dari gejala utama seperti diatas
b. +itambah sekurangkurangnya 2 gejala lainnya
*. 0erlangsung sekurangkurangnya 2 minggu
d. 1anya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa dilakukan.
GANGG7AN PADA EPIS,DE DEPRESI SEDANG
%riteria diagnostik untuk gangguan pada episode depresi sedang, diantaranya adalah:
a. )ekurangkurangnya harus ada 2 gejala utama
b. +itambah sekurangkurangnya " atau 3 dari gejala lainnya
*. 0erlangsung paling sedikit 2 minggu
d. #enghadapi kesulitan nyata untuk melakukan pekerjaan, kegiatan sosial dan rumah
tangga.
GANGG7AN PADA EPIS,DE DEPRESI BERAT
/. Tan#a gejala #sik'tik
%riteria diagnostiknya diantaranya adalah :
a. 1arus ada " gejala utama depresi
b. +itambah sekurangkurangnya 3 gejala lainnya
*. Paling sedikit berlangsung 2 minggu, akan tetapi jika gejala sangat berat diagnosa dapat
ditegakkan walaupun gejala kurang dari 2 minggu.
d. Pasien sama sekali tidak mampu menjalankan pekerjaan, kegiatan sosial dan urusan
rumah tangga, ke*uali pada taraf yang sangat terbatas.
0. Ter!a#at gejala #sik'tik
%rikteria diagnostiknya diantaranya adalah :
%rikterianya sama dengan depresi berat tanpa gejala psikotik namun, ditambah dengan
waham, halusinasi atau stupor depresi. <aham biasanya melibatkan ide tentang dosa,
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
kemiskinan dan pasien merasa bertanggung jawab atas hal itu, halusinasi pendengaran
biasanya terdenagr seperti suara menghina.
GANGGG7AN A(EKTI( BIP,:AR
-angguan ini pada waktu tertentu bisa terjadi peningkatan afek disertai penambahan energi
dan akti.itas sementara. Pada waktu lain terjadi penurunan afek disertai pengurangan energi
dan aki.itas, biasanya didahului oleh episode manik yang berlangsung antara 2 minggu
sampai 4 bulan kemudian berganti dengan episode depresi yang berlangsung sekitar 9 bulan,
diantara 2 episode itu manik dan depresi biasanya ada penyembuhan sempurna.
Ma*am-ma*am gangguan afektif i#'lar$ !iantaran"a a!ala1 ;
a. Gangguan afektif i#'lar 1i#'manik
%riteria diagnosanya adalah :
#emenuhi kriteria hipomanik
Pada masa lalu ada sekurangkurangnya satu episode manik atau depresi
. Gangguan afektif i#'lar !engan gejala erat tan#a gejala #sik'tik
%riteria diagnosanya ialah:
5pisode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi berat
1arus ada sekurangkurangnya satu episode hipomanik atau manik di masa lalu.
PSIK,TR,PIK
Psik'tr'#ik adalah obat yang mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku. Ada 3
kelompok besar yaitu:
Anti psikosis
Anti depresan
Anti mania
Anti *emas
$. Anti #sik'sis, dibagi menjadi :
a. G'l'ngan ti#ikal, dibagi menjadi :
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
(en'tia.in$ *ontohnya adalah 'hlorproma7in. 5fek farmakologi dari *hlorproma7in
meliputi efek pada susunan saraf pusat, sistem otonom, dan sistem endokrin. =bat
ini umumnya digunakan dirumah sakit jiwa. Pada susunan saraf pusat
*hlorpromia7in menimbulkan efek sedatif yang disertai oleh sikap a*uh tak a*uh
terhadap rangsangan dan lingkungan. Pada pemakaian lama, dapat timbul toleransi
terhadap efek sedatif, berbeda dengan barbiturat, *hlorproma7in tidak dapat
men*egah timbulnya kon.ersi akibat rangsangan listrik maupun rangsangan oleh
obat. )emua derifat fenoti7in, mempengaruhi ganglia basal sehingga menimbulkan
gejala parkinson. 'hlorproma7in dapat mengurangi atau men*egah muntah yang
disebabkan rangsangan pada 'hemoreseptor &rigger Eone ('&E! pada dosis
berlebihan semua diri.at fenotia7in dapat menyebabkan gejala ekstra piramidal,
yang terutama terlihat adalah:
Gejala akut;
Akatisia
#erupakan bentuk yang paling sering dari sindrom ekstrapiramidal yang
diinduksi oleh obat antipsikotik. #anifestasi klinis berupa perasaan subjektif
kegelisahan (restlessness! yang panjang, dengan gerakan yang gelisah, umumnya
kaki yang tidak bisa tenang. Penderita dengan akatisia berat tidak mampu untuk
duduk tenang, perasaannya menjadi *emas atau iritable. Akatisia terkadang sulit
dinilai dan sering salah diagnosis dengan ansietas atau agitasi dari pasien
psikotik, yang disebabkan dosis antipsikotik yang kurang.
Parkinsonism
&,AP (&remor, ,agiditas, brAdikinesia, Postural instability!
+istonia
+istonia adalah kontraksi otot yang singkat atau lama, biasanya menyebabkan
gerakan atau postur yang abnormal, termasuk krisis okulorigik, prostrusi
lidah, trismus, tortikolis, distonia laringfaring, dan postur distonik pada anggota
gerak dan batang tubuh.
-ejala distonia berupa gerakan distonik yang disebabkan oleh kontraksi atau
spasme otot, onset yang tibatiba dan terus menerus, hingga terjadi kontraksi otot
yang tidak terkontrol. =tot yang paling sering mengalami spasme adalah otot
leher (torti*olis dan retro*olis!, otot rahang (trismus, gaping, grimacing!, lidah
(protrusion, memuntir! atau spasme pada seluruh otot tubuh (opistotonus!. Pada
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
mata terjadi krisis okulogirik. +istonia glosofaringeal yang menyebabkan
disartria, disfagia, kesulitan bernapas, hingga sianosis. +istonia laring dapat
menyebabkan asfiksia dan kematian.
%riteria diagnostik dan riset untuk distonia akut akibat neuroleptik menurut
+)# 6; adalah sebagai berikut :
Posisi abnormal atau spasme otot kepala, leher, anggota gerak, atau batang tubuh
yang berkembang dalam beberapa hari setelah memulai atau menaikkan dosis
medikasi neuroleptik (atau setelah menurunkan medikasi yang digunakan untuk
mengobati gejala ekstrapiramidal!.
A. )atu (atau lebih! tanda atau gejala berikut yang berkembang berhubungan
dengan medikasi neuroleptik :
$! Posisi abnormal kepala dan leher dalam hubungannya dengan tubuh
(misalnya tortikolis!
2! )pasme otot rahang (trismus, menganga, seringai!
"! -angguan menelan (disfagia!, bi*ara, atau bernafas (spasme laringfaring,
disfonia!
3! Penebalan atau bi*ara *adel karena lidah hipertonik atau membesar
(disartria, makroglosia!
4! Penonjolan lidah atau disfungsi lidah
9! #ata de.iasi ke atas, ke bawah, ke arah samping (krisis okulorigik!
:! Posisi abnormal anggota gerak distal atau batang tubuh.
0. &anda atau gejala dalam kriteria A berkembang dalam tujuh hari setelah
memulai atau dengan *epat menaikkan dosis medikasi neuroleptik, atau
menurunkan medikasi yang digunakan untuk mengobati (atau men*egah!
gejala ekstrapiramidal akut (misalnya obat antikolinergik!.
'. -ejala dalam kriteria A tidak diterangkan lebih baik oleh gangguan mental
(misalnya gejala katatonik pada ski7ofrenia!. &andatanda bahwa gejala lebih
baik diterangkan oleh gangguan mental dapat berupa berikut : gejala
mendahului pemaparan dengan medikasi neuroleptik atau tidak sesuai dengan
pola inter.ensi farmakologis (misalnya tidak ada perbaikan setelah
menurunkan neuroleptik atau pemberian antikolinergik!.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
+. -ejala dalam kriteria A bukan karena 7at nonneuroleptik atau kondisi
neurologis atau medis umum. &andatanda bahwa gejala adalah karena kondisi
medis umum dapat berupa berikut : gejala mendahului pemaparan dengan
medikasi neuroleptik, terdapat tanda neurologis fokal yang tidak dapat
diterangkan, atau gejala berkembang tanpa adanya perubahan medikasi.
)edangkan sindromsindrom neuroletik maligna jarang terjadi, gejala yang bisa
timbul setelah pengobatan berbulanbulan atau bertahuntahun ialah tremor.
'hlorproma7in mempunyai efek samping terhadap sistem reproduksi pada wanita
dapat terjadi amenore (tidak haid!, galaktore, sedangkan pada lakilaki terjadi
penurunan libido, dan ginekomasti (buah dada membesar!, pada sistem
kardio.askuler *hlorproma7in dapat terjadi hipotensi ortostatik dan peningkatan
denyut nadi, efek ini diperkirakan karena efek otonom dari *hlorproma7in.
%ebanyakan antipsikosis diabsorbsi sempurna disaluran pen*ernaan, sebagian
diantaranya mengalami metabolisme. 'hlorproma7in tersedia dalam bentuk tablet
dengan dosis 24 mg dan $FF mg, selain itu juga terdapat dalam bentuk larutan
injeksi dengan dosis 24mg(ml.
A!a#un g'l'ngan lain "aitu ; 9al'#eri!'l, pada susunan saraf pusat haloperidol
bersifat menenangkan dan menyebabkan tidur pada orang yang mengalami eksitasi,
efek sedatif 1aloperidol kurang kuat dibanding 'hlorproma7in, pada saraf otonom
efek 1aloperidol lebih lemah dibanding antinikotik lain namun demikian
1aloperidol dapat menyebabkan padangan kabur. Pada sistem kardio.askuler
1aloperidol dapat menyebabkan hipotensi tetapi tidak sehebat 'hlorproma7in.
1aloperidol lebih sering menimbulkan gejala ekstrapiramidal terutama pada pasien
yang berusia muda, pengobatan dengan 1aloperidol harus dimulai dengan hatihati,
sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. 6ndikasi utama 'hlorproma7in dan
1aloperidol adalah untuk pengobatan psikosis.
b. G'l'gangan ati#ikal, dibagi menjadi :
Kl'.a#in, merupakan anti psikotik pertama dengan potensi yang kuat, disebut apikal
karena obat ini hampir tidak mempunyai efek ekstrapiramidal, %lo7apin efektif
untuk mengatasi gejalagejala ski7osif dan ski7ofrenia, baik gejala positif maupum
negatif efek %lo7apin sudah terlihat dalam waktu 2 minggu, diikuti perbaikan se*ara
bertahap, pada mingguminggu berikutnya, obat ini hanya digunakan untuk
pengobatan pasien yang resisten terhadap obat lain, obat ini hanya *o*ok pada
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
pasien yang mengalami gejala ekstrapiramidal yang berat oleh pemberian anti
psikosis berlebihan namun karena %lo7apin dapat menimbulkan agranulositosis
(kadar leukosit menurun! maka pemakaiannya hanya pada pasien yang resisten
terhadap obat lainya, pasien yang diberi %lo7apin harus dipantau jumlah leukositnya
setiap minggu, %lo7apin tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 24 mg dan $FF
mg.
Ris#eri!'n, indikasi pemakaian untuk ski7ofrenia baik untuk gejala positif maupun
negatif disamping itu juga digunakan untuk gangguan bipolar dan depresi barat yang
disertai dengan psikosis. 5fek samping yang diuraikan adalah somnolen, mual,
muntah, peningkatan berat badan, hiperprolaktinemik dan gejala ekstrapiramidal.
5fek samping ekstrakpiramidal umumnya lebih ringan dibanding anti psikosis
tipikal. ,isperidon dengan dosis $" mg, juga terdapat dalam larutan injeksi dengan
dosis 4F mg(ml.
,la.a#in, indikasi utama =la7apin ialah untuk pengobatan ski7ofrenia dan juga
digunakan untuk anti mania meskipun strukturnya mirip dengan %lo7apin, =la7apin
tidak mengakibatkan agranulasitosis. 5fek samping yang sering dilaporkan adalah
peningkatan berat badan, hiperglikemi dan hiperlipidemi. =la7apin tersedia dalam
bentuk larutan dengan dosis 4 mg dan $F mg, juga tersedian larutan untuk injeksi $F
mg. 5kstra piramidal ada pada otak dibagian ganglia basal.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
PSIK,(ARMAKA
Diawakan 'le1 Eka <ania$ S.Ke!
!r. Ten!r" Se#ta$ S#.K% (K&
A. Definisi
Psikofarmaka atau obat psikotropik adalah obat yang bekerja se*ara selektif pada )istem
)araf Pusat ())P! dan mempunyai efek utama terhadap akti.itas mental dan perilaku,
digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik yang berpengaruh terhadap taraf kualitas hidup
pasien.
=bat psikotropik dibagi menjadi beberapa golongan, diantaranya: antipsikosis, anti
depresi, antimania, antiansietas, antiinsomnia, antipanik, dan anti obsesifkompulsif.
Pembagian lainnya dari obat psikotropik antara lain: transquilizer, neuroleptic,
antidepressants dan psikomimetika.
Perubahan dan kemajuan besar dalam farmakoterapi psikosis telah dimulai dengan
introduksi dari klorpromazin pada tahun $C42, disusul dengan dengan alkaloida
Rauwolfia Reserpin ($C43! yang pada saat itu sudah beberapa tahun digunakan sebagai
obat hipertensi. )ekitar $C4: obatobat antidepresi pertama mulai digunakan, yaitu obat
tuberkolosa yaitu iproniazida dan imipramin. Pada waktu itu juga telah diperkembangkan
tranGuilli7ertranGuilli7er modern, yakni meprobamat dan senyawasenyawa
ben7odia7epine (dia7epam,dan sebagainya!. )emua obat ini lalu disusul dengan banyak
turunannya dan psikofarmaka yang lainnya.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
=batobat baru ini tidak hanya lebih efektif dari obatobat sebelunya, melainkan sangat
merubah dan mempermudah perawatan penderitapenderita di rumah sakit gangguan jiwa.
#ereka menjadi lebih terbuka dengan para perawat dan terapinya, selain itu waktu
perawatan dirumah sakit juga dapat diperpendek, karena para penderita gangguan jiwa
dapat diobati se*ara ambulan (poliklinis, dirumahnya sendiri!. 2amun demikian
psikofarmaka ternyata tidak dapat mengantikan terapi sho*k se*ara keseluruhan, antara
lain ele*trosho*k pada keadaankeadaan depresi tertentu.
B. ,at=,at Psik'tr'#ika
Psikofarmaka dapat digolongkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
$. =batobat yang menekan fungsifungsi psikis tertentu pada ))P ()istem )araf Pusat!
yang terdiri atas:
a. Neur'le#tika
=bat ini bekerja se*ara antipsikotis dan sedatif. +igunakan pada berma*amma*am
psikosis (s*hi7ophrenia, mania, dll!. =bat ini disebut juga >major tranGuilli7er?.
. Tran>uili.ers (ataraktika(anksiolitika!
&ranGuillus berasal dari bahasa latin yang berarti tenang. =bat ini bekerja se*ra
sedatif, merelaksasi otot dan antikon.ulsif. +igunakan pada keadaankeadaan
neurotis (gelisah, takut, stess!. =bat ini disebut juga >minor transGuilli7ers?
2. =batobat yang menstimulir fungsifungsi psikis tertentu pada ))P ()istem )araf Pusat!
a. Anti!e#resi?a
+ahulu obat ini dipe*ah lagi menjadi:
&himoleptika, yang berkhasiat melawan melan*holia, dan memperbaiki suasana
jiwa;
&himeretika, yang berkhasiat menghilangkan inakti.itas fisik dan mental yang
menyertai depresi tanpa memperbaiki suasana jiwa.
. Psik'stimulansia
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
=bat ini berkhasiat mempertinggi inisiatif, kewaspadaan serta prestasi fisik dan
mental, rasa lelah dan ngantuk ditanguhkan. )uasana jiwa dipengaruhi silih berganti,
seringkali terjadi euphoria (rasa nyaman!, tak jarang juga dapat menimbulkan
dysforia (rasa tidak nyaman! bahkan depresi. =leh karena itu obat ini tidak layak
digunakan sebagai antidepresan. Bang termasuk dalam kelompok ini adalah
amfetamin, metilfenidat, fenkamfamin, dan juga kofein.
". =batobat yang menga*aukan fungsifungsi mental tertentu.
a. Psik'!isle#tika
=bat ini mengandung 7at7at halusinogen, yang menimbulkan keadaan desintegrasi
dengan gejalagejala yang mirip psikosis halusinasi, pikiranpikiran dan impian
impian khayal, dan sebagainya. Bang termasuk obat ini adalah 8)+, fensiklidin
(1=-, P'P!.
Mekanisme Kerja
)emua obat psikofarmaka bersifat lipofil dan mudah masuk dalam '') ('airan
)erebro )pinal! dimana mereka melakukan kegiatannya se*ara langsung terhadap
sarafsaraf otak. #ekanisme kerjanya pada taraf biokimia belum diketahui se*ara
pasti, tetapi terdapat petunjukpetunjuk kuat bahwa mekanisme ini berhubungan erat
dengan kadar neurotransmitter diotak atau antar keseimbanganya. )eperti diketahui
neurotransmitter atau neurohormon adalah 7at yang menyebabakan penerusan
implus (rangasangan listrik! dari sutu neuron (aHon! melalui sinaps ke neuron yang
lain (dendrite atau saraf postsinaptik!.
2eurohormon terpenting dari sistem adrenergi* di otak adalah 7at7at monoamin
noradrenalin (2A!, serotonin (41& I 5 Hidroksitriptamin! dan dopamine (+A!,
yang menentukan kegiatan otak dengan antar keseimbanganya. Eat7at ini
khususnya terdapat dalam gelembunggelembung ke*il diujungujung aHon,
berdekatan dengan sinaps. )etelah implus listrik masuk kedalam aHon gelembung
persendian melepaskan neurohormonnya. )ebagaian besar daripadanya segera
diserap kembali se*ara aktif oleh gelembunggelembug tersebut (reuptake!, sisanya
melangkai sinaps dan men*apai reseptorreseptor di ujung dendrite seberang.
&ibanya neurohormon menstimulasi reseptor untuk melepaskan suatu impuls kedua,
yang mengakibatkan >lon*atnya? impuls asli melalui sinaps. 5n7im #A= (Mono
Amin Oksidase! yang juga terdapat diujungujung neuron, berfungsi menguraikan
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
monoamin sesudah pekerjaannya selesai. 2eurotransmitter asetilkolin dari sistem
kolinergik tidak direspon kemabali,melainkan langsung diuraikan oleh kolinesterase.
&eori monoamin menyebutkan bahwa terganggunya keseimbangan antara masing
masing neurohormon tersebut dari sistem adrenergi* memperihatkan hubungan erat
dengan penyakitpenyakit jiwa. &etapi juga neurotransmitterneurotransmitter dari
sistimsistim yang lain memegang peran yang lain dalam hal ini, misalnya
asetilkolin dan endorfinendorfin (morfin endrogen!. +engan demikian pada depresi
endogen (keadaan murung dan sendu yang hebat! seringkali ditemukan kekurangan
2A dan 41& disinapssinaps penting dari ))P, sedangkan pada keadaan mania
(suatu keadaan hiperaktif dan gembira! justru terdapat berlebihan akan hormon
hormon tersebut.
K'minasi
2euroleptika dan antidepresi.a tidak dapat dikombinasi dengan andrenergika
(andrenalin, efedrin, wekamin! karena mengakibatkan penimbunan 2A dengan efek
hipertensi dan aritmia. 0egitupula kombinasi dengan semua obat penekan ))P,
misalnya hipnotika, antihistaminika atau al*ohol. /ntuk obatobat hipertensi dengan
kerja sentral, misalnya klonidin, sebaiknya juga dikurangi. %ombinasi dari
neuroleptika dengan antidepresi.a hanya diperbolehkan pada pasienpasien depresif
dengan gejalagejala agitasi, kegelisahan dan rasa takut. %ombinasi dari
ben7odia7epine dengan neuroleptika atau antidepresi.a biass bermanfaat.
Pentakaran
5fek dari psikofarmaka memperlihatkan .ariasi indi.idual yang besar sekali,
sedangkan antara kadar darah dan efek terapi umumnya tidak ada hubunganya
langsung. #aka terapi biasanya dimulai dengan dosis rendah yang setiap 3: hari
dinaikkan dengan berangsurangsur sampai efek yang diinginkan ter*apai atau
terjadi gejalagejala ekstrapiramida. 5fek optimal kebanyakan baru ter*apai setelah
2" minggu (waktu latensi!. =rangorang yang sudah berusia tua sangat peka
terhadap obatobat ini dan umumnya dosis separuhnya sudah men*ukupinya.
0erhubung plasmat
$(2
pada umumnya agak panjang, antara $44F jam, maka
pentakaran satu kali sehari sebelum tidur la7imnya men*ukupi. Jika perlu dapat
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
ditambah dengan dosis yang rendah pada esok harinya. %euntungan dari penakaran
sebagai singledose adalah kurang dirasakanya efekefek samping tidak enak dan
dipermudahnya tidur berkat efek sedati.ehipnotiknya. Penggunaan tablettablet
longa*ting (retard, dupleH dan sebagainya! dalam hal ini tidak bermanfaat.

,at Anti-Psik'sis
Antipsikosis disebut juga neuroleptic, dahulu dinamakan major transquilizer. )alah satunya
adalah 'hlorproma7ine ('PE!, yang diperkenalkan pertama kali tahun $C4$ sebagai
premedikasi dalam anastesi akibat efeknya yang membuat relaksasi tingkat kewaspadaan
seseorang. 'PE segera di*obakan pada penderita ski7ofrenia dan ternyata berefek
mengurangi delusi dan halusinasi tanpa efek sedatif yang berlebihan.
Pada umumnya obat antipsikosia dipakai terhadap:
)indrom otak organik yang akut dan menahun, misalnya pada delirium;
)ki7ofrenia, psikosis manikdepresf jenis mania, parafrennia in.olusi dan psikosis reaktif
(ke*uali terhadap psikosis depresi reaktif!. -angguan nonpsikiatrik, misalnya
hiperemesis, alergi dan untuk potensiasi suatu analgetikum.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
a. Pengg'l'ngan 'at anti-#sik'sis
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
'atatan saat bimbingan dengan !r. Ten!r" Se#ta$ S#.K% (K&:
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
0ila gejala positif ada antipsikotik tipikal
0ila gejala positif dan negatif ada serta ingin mempertahankan fungsi kognitif
antipsikotik atipikal
0ila ditemukan hi**up(*egukan, ti*, dan tourret dapat diberikan haloperidol dosis ke*il.
&riheHylpenidil (&1P! salah satu obat kolinergik yang diindikasikan bila ditemukan 5Htra
Piramidal )indrom. )elain itu dapat diberikan +ipenhidramin.
&rifluopera7in ()tela7in! paling aman pada ibu hamil.
@luphena7ine de*onoate (#ode*ate! preparat lepas lambat dan efek umumnya terjadi
dalam " minggu.
Juetiapine ()eroGuel! bisa digunakan untuk pasien bipolar
'lo7apine digunakan pada pasien psikosis refrakter.
,isperidon paling aman untuk pasien geriatri dan anak.
. Mekanisme kerja
#ekanisme kerja obat anti-#sik'sis ti#ikal adalah meml'ka!e Dopamine #a!a
rese#t'r #as*a-sina#tik neur'n di otak, khususnya di sistem limbik dan sistem
ekstrapiramidal (dopamine D2 receptor antagonist.
)edangkan obat anti-#sik'sis "ang aru (ati#ikal& disamping berafinitas terhadap
>D'#amine D0 Re*e#t'rs?, juga terhadap >Ser't'nine 4 9T Re*e#t'rs? (Serotonine
dopamine antagonist!.
*. In!ikasi
Pada semua jenis psikosa dimana gejala sasaran adalah sindrom psikosis. )indrom
psikosis dapat terjadi pada sindrom psikosis fungsional (ski7ofrenia, psikosis paranoid,
psikosis afektif, psikosis reaktif singkat, dll! dan sindrom psikosis organik (sindrom
delirium, demensia, intoksikasi alkohol, dll!.
0utirbutir diagnosis sindrom psikosis antara lain:
1endaya berat dalam kemampuan daya menilai realitas (reality testing ability!,
bermanifestasi dalam gejala: kesadaran diri (awareness! yang terganggu, daya nilai
norma sosial (judgement! terganggu, dan daya tilikan (insig!t! terganggu.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
1endaya berat dalam fungsifungsi mental, bermanifestasi dalam gejala positif:
gangguan asosiasi pikiran (inkoherensi!, isi pikiran yang tidak wajar (waham!,
gangguan persepsi (halusinasi!, gangguan perasaan (tidak sesuai dengan situasi!,
perilaku yang aneh atau tidak terkendali (disorganized!,
dan gejala negatif: gangguan perasaan (afek tumpul, respons emosi minimal!, gangguan
hubungan sosial (menarik diri, pasif, apatis!, gangguan proses pikir (lambat,
terhambat!, isi pikiran yang stereotip dan tidak ada inisiatif, perilaku yang sangat
terbatas dan *enderung menyendiri (abulia!.
1endaya berat dalam fungsi kehidupan seharihari, bermanifestasi dalam gejala: tidak
mampu bekerja, menjalin hubungan sosial dan melakukan kegiatan rutin
!. Interaksi ,at
Antipsikosis diberikan bersama antipsikosis lain memiliki potensiasi efek samping obat
dan tidak ada bukti lebih efektif (tidak ada efek sinergis antara 2 obat antipsikosis!.
Antipsikosis diberikan bersama antidepresan trisiklik akan memberikan peningkatan
efek samping antikolinergik.
Antipsikosis diberikan bersama antianHietas akan meningkatkan efek sedasi,
bermanfaat untuk kasus dengan gejala dan gaduh gelisah yang sangat hebat (acute
adjuncti"e t!erap#!
Antipsikosis diberikan bersama $lectro %on"ulsi"e &!erap# (5'&!, dianjurkan tidak
memberikan obat antipsikosis pada pagi hari sebelum dilakukan 5'& karena memiliki
angka mortalitas yang tinggi.
Antipsikosis diberikan bersama antikon.ulsan memiliki ambang kon.ulsi yang
menurun, kemungkinan serangan kejang meningkat, oleh karena itu dosis
antikon.ulsan harus lebih besar (dose'related!. Bang paling minimal menurunkan
ambang kejang adalah obat antipsikosis haloperidol.
Antipsikosis diberikan bersama antasida memberikan efektifitas obat antipsikosis yang
menurun disebabkan gangguan absorpsi.
e. K'ntra In!ikasi
Penyakit hati (hepatotoksik!
Penyakit darah (hematotoksik!
5pilepsi (menurunkan ambang kejang!
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
%elainan jantung (menghambat irama jantung!
@ebris yang tinggal (thermoregulator di ))P!
%etergantungan alkohol (penekanan ))P meningkat!
Penyakit ))P (Parkinson, tumor otak, dll!
-angguan kesadaran disebabkan >'2)depressant? (kesadaran makin memburuk!
f. Efek sam#ing
&ergantung pada sensiti.itas dan keadaan tubuh pasien, terdapat banyak ma*am efek
samping yang mungkin timbul karena obat psikotropik, terutama karena obat anti psikosis.
5fek samping obat antipsikosis dapat berupa:
)edasi dan inhibisi psikomotor (rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja
psikomotor menurun, kemampuan kognitif menurun!.
-angguan otonomik (hipotensi, antikolinergik(parasimpatolitik: mulut kering, kesulitan
miksi dan defekasi, hidung tersumbat, mata kabur, &6= meningkat, gangguan irama
jantung!.
-angguan ekstrapiramidal (distonia akut, akatisia, sindrom parkinson: tremor,
bradikinesia, rigiditas!.
-angguan endokrin (amenorrhoe, gyne*omastia!, metabolik (jaundi*e!, hematologik
(agranulositosis!, biasanya untuk pemakian jangka panjang.
Jenis atipikal (terutama ,isperidon! dapat mengakibatkan peningkatan nafsu makan.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
RISPERID,N
/ mg$ 0 mg$ 2 mg
<ara kerja 'at;
Risperidone termasuk antipsikotik turunan (enziso)azole. Risperidone merupakan antagonis
monoaminergik selektif dengan afinitas tinggi terhadap reseptor serotonergik 41&2 dan
dopaminergik +2. Risperidone berikatan dengan reseptor K$adrenergik. ,isperione tidak
memiliki afinitas terhadap reseptor kolinergik.
#eskipun risperidone merupakan antagonis +2 kuat, dimana dapat memperbaiki gejala
positif ski7ofrenia, hal tersebut menyebabkan berkurangnya depresi akti.itas motorik dan
induksi katalepsi dibanding neuroleptik klasik. Antagonisme serotonin dan dopamin sentral
yang seimbang dapat mengurangi ke*enderungan timbulnya efek samping ekstrapiramidal,
dia memperluas akti.itas terapeutik terhadap gejala negatif dan afektif dari ski7ofrenia.

(armak'kinetik;
Risperidone diabsorpsi sempurna setelah pemberian oral, konsentrasi plasma pun*ak di*apai
setelah $2 jam. Absorpsi risperidone tidak dipengaruhi oleh makanan. 1idroksilasi
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
merupakan jalur metabolisme terpenting yang mengubah risperidone menjadi *'!idro)#l'
risperidone yang aktif.
<aktu paruh eliminasi dari fraksi antipsikotik yang aktif adalah 23 jam. )tudi risperidone
dosis tunggal menunjukkan konsentrasi 7at aktif dalam plasma yang lebih tinggi dan
eliminasi yang lebih lambat pada lanjut usia dan pada pasien dengan gangguan ginjal.
%onsentrasi plasma tetap normal pada pasien dengan gangguan fungsi hati.

In!ikasi;
&erapi pada ski7ofrenia akut dan kronik serta pada kondisi psikosis yang lain, dengan gejala
gejala tambahan gejala #'sitif (halusinasi, waham(delusi, gangguan pola pikir, ke*urigaan
dan rasa permusuhan! dan atau dengan gejala negatif yang terlihat nyata ((lunted affect,
menarik diri dari lingkungan sosial dan emosional, sulit berbi*ara!. Juga mengurangi gejala
afektif (depresi, perasaan bersalah dan *emas! yang berhubungan dengan ski7ofrenia.
K'ntrain!ikasi : 1ipersensitif terhadap risperidone.

D'sis
D'sis umum
1ari ke$ : 2 mg(hari, $2 H sehari
1ari ke2 : 3 mg(hari, $2 H sehari (titrasi lebih rendah dilakukan pada beberapa pasien!
1ari ke" : 9 mg(hari, $2 H sehari
+osis umum 29 mg(hari
+osis di atas $F mg(hari tidak lebih efektif dari dosis yang lebih rendah dan bahkan mungkin
dapat meningkatkan gejala ekstrapiramidal. +osis di atas $F mg(hari dapat digunakan hanya
pada pasien tertentu dimana manfaat yang diperoleh lebih besar dibanding dengan risikonya.
+osis di atas $9 mg(hari belum die.aluasi keamanannya sehingga tidak boleh digunakan.
Penggunaan #a!a #en!erita geriatrik$ juga #en!erita gangguan fungsi ginjal !an 1ati;
+osis awal: F,4 mg, 2 H sehari
+osis dapat disesuaikan se*ara indi.idual dengan penambahan F,4 mg, 2 H sehari (hingga
men*apai $2 mg, 2 H sehari!

Peringatan !an Per1atian
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Anakanak usia L$4 tahun tidak dianjurkan.
+apat menyebabkan hipotensi ortostatik, terutama pada pemberian awal. Risperidone
diberikan se*ara hatihati pada penderita kardio.askular. Pengurangan dosis harus
dipertimbangkan bila terjadi hipotensi.
Penggunaan dosis di atas 4 mg, 2H sehari tidak lebih efektif dari dosis yang lebih rendah
dan bahkan mungkin dapat meningkatkan gejala ekstrapiramidal. Jangan melebihi dosis
yang dianjurkan. 0ila diperlukan efek sedasi yang lebih, pemberian obat seperti
ben7odia7epin lebih baik dibanding menaikkan dosis risperidone.
=bat antagonis reseptor dopamin berhubungan dengan induksi tardi"e d#skinesia, ditandai
dengan pergerakan berulang yang tidak terkendali, terutama pada lidah dan(atau wajah.
+ilaporkan bahwa mun*ulnya gejala ekstrapiramidal merupakan faktor risiko terjadinya
tardi"e d#skinesia. Jika tanda dan gejala tardi"e d#skinesia mun*ul, pertimbangkan untuk
menghentikan penggunaan semua obat antipsikotik.
Pemberian risperidone pada pasien Parkinson se*ara teori dapat menyebabkan penyakit
memburuk.
1atihati penggunaan pada pasien epilepsi.
Pasien diberitahu bahwa berat badannya dapat meningkat.
Risperidone dapat mengganggu akti.itas yang memerlukan konsentrasi mental, pasien
disarankan tidak menyetir atau menjalankan mesin hingga diketahui kerentanan
indi.idualnya.
Pemberian pada wanita hamil dan menyusui jika keuntungannya lebih besar dari risiko.
Penggunaan risperidone dapat menimbulkan +euroleptic Malignant ,#ndrome (2#)!
yang manifestasi klinisnya adalah: 1iperpireksia, rigiditas otot, perubahan status mental
dan gangguan denyut nadi, tekanan darah, aritmia, takikardia dan diaforesis. #anifestasi
lainnya dapat berupa: peningkatan kreatinin fosfatase, mioglobinemia, serta gagal ginjal
akut. 0ila timbul gejala 2#), hentikan segera penggunaan.
Penggunaan risperidone juga dapat menimbulkan hiperprolaktinemia (karena risperidone
dapat meningkatkan kadar prolaktin sehingga kemungkinan efek karsinogenitasnya
meningkat!.
Penggunaan risperidone pada penderita geriatrik serta penderita gangguan fungsi hati dan
ginjal: +osis awal dan dosis tambahan perlu dikurangi sampai separuh dosis normal.

Efek Sam#ing
Bang umum terjadi: insomnia, agitasi, rasa *emas, sakit kepala.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
5fek samping lain: somnolen, kelelahan, pusing, konsentrasi terganggu, konstipasi,
dispepsia, mual(muntah, nyeri abdominal, gangguan penglihatan, priapismus, disfungsi
ereksi, disfungsi ejakulasi, disfungsi orgasme, inkontinensia urin, rinitis, ruam dan reaksi
alergi lain.
0eberapa kasus gejala ekstrapiramidal mungkin terjadi (namun insiden dan keparahannya
jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan haloperidol!, seperti: tremor, rigiditas,
hipersali.asi, bradikinesia, akat!isia, distonia akut. Jika bersifat akut, gejala ini biasanya
ringan dan akan hilang dengan pengurangan dosis dan(atau dengan pemberian obat
antiparkinson bila diperlukan.
)eperti neuroleptik lainnya, dapat terjadi neuroleptic malignant s#ndrome (namun jarang!,
ditandai dengan hipertermia, rigiditas otot, ketidakstabilan otonom, kesadaran berubah dan
kenaikan kadar 'P%, dilaporkan pernah terjadi. 0ila hal ini terjadi, penggunaan obat
antipsikotik termasuk risperidone harus dihentikan.
%adangkadang terjadi ort!ostatic dizziness, hipotensi termasuk ortostatik, takikardia
termasuk takikardia reflek dan hipertensi.
Risperidone dapat menyebabkan kenaikan konsentrasi prolaktin plasma yang bersifat
dose'dependent, dapat berupa galactorr!oea, g#naecomastia, gangguan siklus menstruasi
dan amenorr!oea.
%enaikan berat badan, edema dan peningkatan kadar en7im hati kadangkadang terjadi.
)edikit penurunan jumlah neutrofil dan trombosit pernah terjadi.
Pernah dilaporkan namun jarang terjadi, pada pasien ski7ofrenik: intoksikasi air dengan
hiponatraemia, disebabkan oleh polidipsia atau sindrom gangguan sekresi hormon
antidiuretik (A+1!; tardi"e d#skinesia, tidak teraturnya suhu tubuh dan terjadinya
serangan.

Interaksi ,at
1atihati pada penggunaan kombinasi dengan obatobat yang bekerja pada ))P dan
alkohol.
Risperidone mempunyai efek antagonis dengan le.odopa atau agonis dopamin lainnya.
%arbama7epin dapat menurunkan kadar plasma risperidone.
%lozapine dapat menurunkan bersihan risperidone.
@luoksetin dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari fraksi antipsikotik (risperidone
dan *'!#dro)#'risperidone! dengan meningkatkan konsentrasi risperidone.

arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
9A:,PERID,:
@$4 mg$ /$4 mg !an 4 mg
Merk Dagang
1aloperidol , +ores, -o.otil, 1aldol, 1alona*e, 8odomer, )erena*e, )eradol, Juile7, /psikis
Aksi Dan (armak'l'gi klinis;
1aloperidol adalah butyrophenone antipsikotik turunan dengan sifatsifat yang telah
dianggap sangat efektif dalam pengelolaan hiperakti.itas, gelisah, dan mania.
1aloperidol adalah neurolepti* yang efektif dan juga memiliki sifat Antimuntah, tetapi
memiliki ke*enderungan untuk mempro.okasi ditandai efek ekstrapiramidal dan relatif lemah
adrenolyti* alfaproperti. 6ni juga menunjukkan anoreHiant hipotermia dan efek dan mungkin
terjadi tindakan barbiturates, anestesi umum, dan obatobatan depresan ))P lain.
In!ikasi Dan Penggunaan Klinis;
#anajemen dari manifestasi psikosis akut dan kronis, termasuk ski7ofrenia dan manik. 6ni
mungkin juga nilai dalam pengelolaan perilaku agresif dan gelisah pada pasien dengan
sindrom otak kronis dan keterbelakangan mental dan dalam mengendalikan gejala -illes de
la &ouretteMs syndrome.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
K'ntra In!ikasi;
Pada keadaan koma dan dalam kehadiran depresi ))P karena alkohol atau obat depresan
lainnya. 1al ini juga kontraindikasi pada pasien dengan depresi berat, penyakit kejang
sebelumnya, lesi ganglia basal, dan dalam sindrom Parkinson, ke*uali dalam kasus
dyskinesias akibat pengobatan le.odopa. &idak boleh digunakan pada pasien yang diketahui
sensitif terhadap obat, atau pikun dengan Parkinson yang sudah ada.
Anakanak: %eamanan dan efekti.itas pada anakanak belum ditetapkan, karena itu,
haloperidol adalah kontraindikasi pada kelompok usia ini.
Ke1amilan !an :aktasi;
1aloperidol tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam anomali janin dalam studi
populasi yang besar. &ua atau lemah pasien yang menerima obat harus diamati dengan hati
hati untuk kelesuan dan penurunan sensasi rasa haus karena hambatan utama yang dapat
menyebabkan dehidrasi dan berkurangnya .entilasi paruparu dan bisa mengakibatkan
komplikasi, seperti terminal bronkopneumonia.
1aloperidol dapat memperpanjang aksi hipnotis barbiturates dan mungkin menambah
pengaruh dari alkohol dan obatobatan depresan ))P lainnya seperti obat bius dan narkotika
disarankan untuk dilakukan penyesuaian dalam dosis.
Interaksi ,at;
1aloperidol dilaporkan dapat mengganggu sifat antikoagulan phenindione dalam kasus yang
terisolasi, dan kemungkinan harus diingat efek yang serupa terjadi ketika haloperidol
digunakan dengan antikoagulan lain.
Efek SSP lain;
6nsomnia, reaksi depresif adalah efek yang umum ditemui. #engantuk, kelesuan, pingsan dan
katalepsia, kebingungan, kegelisahan, agitasi, gelisah, euforia, .ertigo, kejang grand mal, dan
eksaserbasi gejala psikotik, termasuk halusinasi, juga telah dilaporkan.
,?er!'sis;
Bang paling umum terjadi adalah $! reaksi ekstrapiramidal berat, 2! hipotensi postural, atau
"! sedasi.
D'sis !an A!ministrasi;
,ral;
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
$. )ki7ofrenia dan psikosis lain, mania, terapi tambahan jangka pendek untuk agitasi
psikomotor, eksitasi, perilaku kekerasan atau impulsif yang berbahaya:
+osis awal $,4" mg, 2" kali sehari
atau "4 mg, 2" kali sehari pada kasus berat atau resisten.
2. Pada ski7ofrenia resisten
sampai $FF mg (jarang sampai $2F mg! per hari mungkin diperlukan.
)esuaikan dengan respons, dosis pemeliharaan efektif serendah mungkin (sampai
serendah 4$4 mg(hari!.
8A2)6A (atau debil! dosis awal setengah dosis dewasa.
Anak; dosis awal 244F m*g(kg bb(hari dalam 2 dosis terbagi, maksimal $F mg.
Pa!a kasus *egukan "ang sulit !i'ati;
$,4 mg, " kali sehari. )esuaikan dengan respons.
Pada anak tidak dianjurkan.
Pasien lanjut usia atau lema1;
+osis rendah yang direkomendasikan pada pasien tersebut karena mereka mungkin lebih
sensitif terhadap obat tersebut.
Awalnya, dosis harian berkisar F,4$,4 mg (F,24F,4 mg, 2 atau " kali sehari! harus
digunakan.
Atas penyesuaian dosis ini harus dilakukan se*ara bertahap; maksimum dan pemeliharaan
harus dosis indi.idual dan biasanya lebih rendah dalam jenis pasien.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
K:,RPR,MA+IN
04 mg !an /@@ mg
Mekanisme Kerja ,at;
'hlorproma7ine merupakan obat antipsikotik turunan phenotia7ine. #ekanisme kerjanya
se*ara pasti tidak diketahui. Prinsip efek farmakologinya adalah sebagai psikotropik dan ia
juga mempunyai efek sedatif dan antiemetik. 'hlorproma7ine bekerja pada taraf susunan
saraf pusat, terutama pada tingkat subkortikal maupun pada berbagai sistem organ.
'hlorproma7ine mempunyai efek anti-a!renergik kuat dan antik'linergik #erifer lema1,
serta efek penghambatan ganglion yang relatif lemah. 6a juga mempunyai efek antihistamin
dan antiserotonin lemah.
In!ikasi;
Psikosis, neurosis, gangguan susunan saraf pusat yang membutuhkan sedasi, anestesi,
premedikasi, mengontrol hipotensi, induksi hipotermia, antiemetik, ski7ofrenia, gangguan
ski7oafektif, psikosis akut, sindroma paranoid N stadium mania akut.
K'ntrain!ikasi ;
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Jaundi*e, kelainan fungsi hati, koma, pasien dengan pemakaian obat penekan susunan syaraf
pusat, juga depresi sumsum tulang.
+osis: $4F9FF mg(hari
Anakanak : sehari 23 mg(kg berat badan, dalam dosis terbagi tiap 9A jam.
Peringatan !an Per1atian;
=bat ini dapat menimbulkan gejala ekstrapiramidal.
1atihati pada pasien yang hipersensitif.
+apat melemahkan mental(fisik, abilitas.
Penggunaan pada wanita hamil belum diketahui dengan pasti, digunakan hanya bila perlu.
Pemakaian bersama alkohol, menyebabkan efek aditif.
1atihati pada penderita dengan kelainan fungsi hati.
1atihati diberikan pada pasien lanjut usia.
Efek Sam#ing ;
-ejala idiosinkrasi yang dapat timbul berupa ikterus, dermatitis dan leukopenia. ,eaksi ini
disertai oleh adanya eosinophilia dalam darah perifer.
%lorproma7in 1'l dapat menyebabkan gejala ekstrapiramidal serupa dengan yang terlihat
pada Parkinsonisme, orthostati* hypotension sering terlihat pada penderita yang
mempunyai sistem .asomotor labil.
+apat juga berupa hipotermia, kadangkadang takikardia atau mulut dan tenggorokan
kering,mengantuk, konstipasi dan retensi urin.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
TRI(:7,PERA+IN (STE:A+IN&
/ mg !an 4 mg
In!ikasi;
-angguan mental N emosi ringan, kondisi, neurotik(psikosomatis, ansietas, mual N muntah,
ski7ofrenia, psikosis.
K'ntra In!ikasi;
%eadaan koma atau obat yg menginduksi depresi ))P, diskrasia darah, depresi sumsum
tulang, penyakit hati.
Efek Sam#ing;
#engantuk, pusing, reaksi kulit, mulut kering, penglihatan kabur, amenore, laktasi, otot
lemas, gejala ekstrapiramidal pada pemakaian dosis tinggi, diskinesia tardi.e (penggunaan
lama, dosis tinggi!. Jarang, kolestatik jaundi*e, diskrasia darah.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
TRI9EKSIPENIDI:
0 mg
<ara Kerja ,at;
&riheksifenidil adalah antikolinergik yang mempunyai efek sentral lebih kuat daripada
perifer, sehingga banyak digunakan untuk terapi penyakit parkinson. )enyawa ini bekerja
dengan menghambat pelepasan asetil kolin endogen dan eksogen. 5fek sentral terhadap
susunan saraf pusat akan merangsang pada dosis rendah dan mendepresi pada dosis toksik.
In!ikasi; Parkinson, gangguan ekstrapiramidal yg disebabkan obat ))P.
K'ntrain!ikasi;
1ipersensitifas terhadap triheksifenidil atau komponen lain dalam sediaan, glaukoma sudut
tertutup, obstrusksi duodenal atau pylori*, peptik ul*er, obstruksi saluran urin, a*halasia;
myastenia gra.is.
Peringatan !an Per1atian ;
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Penyakit jantung, hati N ginjal, hipertensi, glaukoma, pria dewasa dengan kemungkinan
hipetrofi prostat.
Efek Sam#ing;
#ulut kering, penglihatan kabur, pusing, *emas, konstipasi, retensi urin, takikardi, dilatasi
pupil, &6= meningkat, sakit kepala.
D'sis;
Parkinson idiopatik:
+osis awal $ mg (hari pertama!, kemudian ditingkatkan menjadi 2 mg, 2" H sehari selama
"4 hari atau sampai ter*apai dosis terapi;
Pas*a ensefalitis: $2$4 mg(hari;
Parkinson karena obat (gangguan ekstrapiramidal!: +osis harian total 4$4mg(hr, pada
awal terapi dianjurkan $ mg(dosis.
Pasien O 94 thn perlu dosis lebih ke*il.
,at Anti-De#resi
)inonim antidepresan adalah thimoleptika atau psikik energi7er. /mumnya yang digunakan
sekarang adalah dalam golongan trisiklik (misalnya imipramin, amitriptilin, dothiepin dan
lofepramin!.
a. Pengg'l'ngan ,at Anti De#resan
2o. -olongan =bat generik =bat Paten )ediaan +osis Anjuran
$. &risiklik Amitriptilin 1'l 8imbritol &ablet 24 mg :4$4F mg(hari
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
(&'A! &rilin
6mipramin 1'l &ofranil &ablet 24 mg :4$4F mg(hari
2. )),6 )entralin 1'l Eoloft &ablet 4F mg 4F$4F mg(hari
@lu.oHamin 8u.oH &ablet 4F mg 4F$FF mg(hari
@luoHetin Pro7a* %apsul 2F mg,
%aplet 2F mg
2F3F mg(hari
ParoHetin )eroHat &ablet 2F mg 2F3F mg(hari
". #A=6 #o*lobemide #aneriH &ab $4F mg "FF9FF mg(hari
3. Atypi*al #ianserin &ol.on &ablet $F, "F mg "F9F mg(hari
&ra7odon 1'l &ra7one &ab 4F mg, $FF
mg
:4$4F mg(hari
dosis terbagi
#aprotilin 1'l 8udiomil
8udios
&ilsan
&ab $F, 24, 4F,
:4 mg
:4$4F mg(hari
dosis terbagi
. Mekanisme Kerja
#ekanisme kerja obat Antidepresi adalah:
#enghambat ?reuptake aminergi* neurotransmitter?
#enghambat penghan*uran oleh en7im ?#onoamine =Hidase? )ehingga terjadi
peningkatan jumlah ?aminergi* neurotransmitter? pada sinap neuron di ))P
*. In!ikasi
+igunakan untuk sindrom depresi. 0utirbutir diagnosti* )indrom +epresi:
)elama paling sedikit 2 minggu dan hampir setiap hari mengalami:
o Afek depresi
o 1ilang minat dan rasa senang
o %urang tenaga hingga mudah lelah dan kendur kegiatan
%eadaan diatas disertai gejalagejala:
o Penurunan konsentrasi pikiran dan perhatian
o Pengurangan rasa harga diri dan per*aya diri
o Pikiran perihal dosa dan diri tidak berguna lagi
o Pandangan suram dan pesimis terhadap masa depan
o -agasan atau tindakan men*ederai diri(bunuh diri
o -angguan tidur
o Pengurangan nafsu makan
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
o %adang berguna juga juga pada penderita ansietas fobia, obsesifkompulsif, dan
men*egah kekambuhan depresi.
!. Interaksi ,at
&risiklik P 1aloperidol(fenotia7in akan #engurangi ke*epatan ekspresi dari trisiklik
(kadar plasma meningkat!. &erjadi potensiasi efek antikolinergik.
)),6(&'A P #A=6 dapat menyebabkan )erotonin #alignant )yndrome dengan gejala
berupa gastrointestinal distress (mual, muntah, diare!, agitasi (mudah marah, ganas!,
restlessness (gelisah!, gerakan kedutan otot, dan lainlain.
#A=6 P obatobatan simpatomimetik (misalnya fenilpropalamin, pseudoefedrin pada
obat flu(asma, noradrenalin pada anestesi lokal, deri.ate amfetamin, idopa! dapat
menyebabkan efek potensiasi yang dapat menjurus ke krisis hipertensi (a*ute
paroHysmal hypertension!, dimana ada resiko terjadinya serangan stroke.
#A=6 P senyawa yang mengandung tyramine (keju, anggu, dll! dapat menyebabkan
krisis hipertensi dengan resiko serangan stroke pada pasien usia lanjut.
=bat antidepresi P depresan '2) (misalnya morfin, be7odia7apin, al*ohol, dan lain
lain! akan menyebabkan potensiasi efek sedasi dan penekanan terhadap pusat napas
risiko timbulnya >respiratory failure?.
e. K'ntra In!ikasi
Penyakit jantung koroner, #'6, khususnya pada usia lanjut
-laukoma, retensi urin, hipertrofi prostat, gangguan fungsi hati, epilepsi
Pada penggunaan obat 8ithium, kelainan fungsi jantung, ginjal dan kelenjar thyroid
<anita hamil dan menyusui tidak dianjurkan menggunaan &'A, resiko teratogenik
besar (khususnya trismester $! dan &'A dieksresikan melalui A)6
f. Efek Sam#ing
5fek samping obat antidepresan terbagi atas: ($! efek antikolinergik: mulut kering, mata
kabur, konstipasi, &6= meningkat, retensi urin, hipotensi postural, dll; (2! efek susunan
saraf pusat: pusing, kelelahan, bingung, tremor, kejang,dll; ("! kardio.askuler: hipotensi,
takikardia sinus, aritmia, konduksi atrio.entrikuler terganggu; (3! hematologis: depresi
summsum tulang, leukopenia, agranulositosis, anemia hemolitik, trombositopenia; dan (4!
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
lainlain: hipoatau hipertermia, gangguan pernapasan, gangguan linido, keluhan
gastrointestinal, gangguan fungsi hepar.
Jika pemberian telah men*apai dosis toksik timbul atropine toHi* syndrome dengan gejala
eksitasi ))P, hiperpireksia, hipertensi, kon.ulsi, delirium, *onfusion dan disorientasi.
&indakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:
-astri* la.age.
+ia7epam $F mg 6# untuk mengatasi kon.ulsi.
Postigmin F,4$ mg 6# untuk mengatasi efek antikolinergik, dapat diulangi setiap "F
3F menit hingga gejala mereda.
#onitoring 5%-
SETRA:INE
4@ mg
Mekanisme kerja;
)ertraline adalah penghambat ambilan (uptake! serotonin (41&! yang poten dan spesifik,
yang se*ara in .itro mempunyai efek potensiasi 41& pada binatang. &erdapat efek yang
sangat lemah pada norepinephrine N dopamine neural reuptake. Pada dosis yang dianjurkan,
sertraline menghalangi ambilan serotonin sampai ke dalam trombosit.
+alam uji yang dilakukan pada sukarelawan sehat, sertraline tidak menunjukkan efek sedasi
(kantuk! ataupun mempengaruhi fungsi psikomotor. )ebagai inhibitor dari ambilan 41&,
sertraline tidak mempengaruhi akti.itas katekolaminergik, dan tidak mempunyai afinitas
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
terhadap reseptor muskarinik (kolinergik!, serotonergik, dopaminergik, adrenergik,
histaminergik, -A0A, ataupun reseptor ben7odia7epin.
Pada binatang, pemberian sertraline dalam jangka waktu lama berhubungan dengan
penurunan regulasi reseptor norepinephrine pada otak se*ara klinis dibandingkan
antidepresan lainnya. +ibandingkan dengan antidepresan trisiklik, tidak terlihat efek
kenaikan berat badan, beberapa pasien mengalami penurunan berat badan pada
pemakaian sertraline. )ertraline tidak memperlihatkan efek ketergantungan fisik atau psikis.
(armak'kinetik:
Pada pemberian dosis tunggal antara 4F2FF mg, maka didapatkan kadar pun*ak plasma 3,4
A,3 jam setelah pemberian peroral. <aktu paruh plasma berkisar antara
29 jam. 6katan protein plasma adalah CAQ.
)ertraline mengalami metabolisme pertama di hati. 1asil dari metabolismenya adalah 2
desmethylsertraline yang mempunyai efek klinis minimal. Pada pemeriksaan se*ara
radioaktif dari 3F34 Q pemberian didapatkan sisa dari metabolisme dapat ditemukan dalam
urine dan feses (termasuk $2$3 Q )ertraline dalam bentuk utuh! setelah C hari pemberian.
In!ikasi;
+iindikasikan untuk mengobati gejala depresi dengan atau tanpa riwayat mania.
K'ntrain!ikasi
Pasien yang hipersensitif terhadap sertraline;
Penggunaan bersama dengan #A=inhibitor;
Pada wanita hamil: belum ada studi kelayakan penggunaan sertraline pada wanita hamil.
0ila harus digunakan, harus mempertimbangkan risiko dan manfaatnya;
Pada ibu menyusui: hanya terdapat sedikit data mengenai kadar sertraline dalam air susu
ibu.
Efek sam#ing
Pada umumnya adalah anoreksia, mual, diare, dispepsia, tremor, sakit kepala, insomnia,
kantuk, berkeringat, mulut kering, disfungsi seksual (ejakulasi lambat pada pria!;
Jarang terjadi: hipertensi, hipotensi, takikardia, ataksia, koordinasi abnormal,
hiperaesthesi, migren, disfagia, artralgia, emosi labil, dismenorea, bronkospasme,
dispnea, disuria, udem perifer;
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Pernah dilaporkan (sekitar F,A Q! terjadi peningkatan asimptomatik kadar transaminase
()-=&, )-P&! serum;
%eadaan abnormal(kejadian efek samping biasanya timbul dalam waktu $ C minggu
pengobatan dan dapat hilang bila pengobatan dengan sertraline dihentikan;
0eberapa kasus hiponatremia pernah dilaporkan dan menjadi re.ersibel setelah
pengobatan dengan sertraline dihentikan;
0eberapa kasus yang diduga berhubungan dengan sindrom sekresi hormon antidiuretik
pernah dilaporkan pada penderita usia lanjut, penderita yang menggunakan diuretik atau
sejenisnya.
Peringatan !an #er1atian
Akti.asi mania(hipomania: selama uji prapemasaran, hipomania atau mania dapat terjadi
pada F,3Q pasien yang diberikan sertraline;
Penurunan berat badan dapat terjadi pada sebagian ke*il pasien yang diberikan sertraline;
%ejang : pemberian sertraline pada penderita yang mempunyai riwayat kejang harus
diawasi dengan baik;
%e*enderungan bunuh diri: pemberian )ertraline pada pasien yang mempunyai
ke*enderungan untuk bunuh diri harus diawasi dengan ketat;
Penggunaan pada pasien dengan riwayat penyakit tertentu:
o -angguan hati: pemberian harus dilakukan dengan hatihati dan dalam dosis rendah
karena )ertraline dimetabolisme di hati;
o -angguan ginjal: pada pasien dengan gangguan ginjal ringan sampai berat harus
diawasi pemberiannya;
o &erapi elektrokon.ulsif: belum ada data yang mendukung mengenai hubungan antara
terapi elektrokon.ulsif dengan pemberian sertraline;
o 1atihati pemberian sertraline pada pasien yang mengemudikan kendaraan atau
menjalankan mesin;
o Pemberian sertraline bersama alkohol pada pasien depresi sangat tidak dianjurkan.
0ila pengobatan dihentikan dengan tibatiba maka akan timbul gejala withdrawal, seperti
sakit kepala, berkeringat, mual, insomnia, tremor.
Interaksi 'at
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
-olongan #A=6nhibitor: sindrom neuroleptik maligna, hipertermia, rigiditas, miokloni,
perubahan status mental, irritabilitas bahkan pada keadaan yang ekstrem dapat
mengakibatkan delirium dan koma. Pemberian antara sertraline dengan penghambat #A=
harus dengan inter.al $3 hari;
=bat yang terikat pada protein plasma (seperti warfarin, digoHin! dapat menimbulkan efek
samping sertraline;
)imetidin : terdapat peningkatan A/', 'maH, &$(2 sertraline;
=batobat yang bekerja di susunan saraf pusat (seperti dia7epam! akan mempengaruhi
farmakokinetik sertraline;
)ertraline tidak mempunyai interaksi pada pemberian bersama glibenklamid, digoHin,
lithium, dan obatobat yang dimetabolisme di sitokrom P34F (seperti *arbama7epine,
terfenadin!.
,?er!'sis
)ertraline mempunyai rentang keamanan yang lebar. 0elum pernah dilaporkan keadaan yang
serius pada pemberian )ertraline sampai dosis 9 gram. &idak ada penanganan khusus pada
keadaan o.erdosis dari )ertraline. Bang perlu diperhatikan pada kejadian o.erdosis adalah
keadaan umum, tanda .ital dan diusahakan dengan pemberian karbon aktif, kumbah
lambung.
D'sis !an *ara #emerian
+osis terapi adalah 4F mg(hari;
0ila respons terhadap dosis 4F mg kurang adekuat, dosis dapat ditingkatkan sampai 2FF
mg(hari;
=nset dari efek terapi mulai terlihat dalam waktu : hari dan efekti.itas menyeluruh dapat
terlihat selama 23 minggu pengobatan;
+osis pemeliharaan sebaiknya pada dosis efektif terendah, dengan penyesuaian dosis
berikutnya tergantung dari respons terapi;
Pemberian pada usia lanjut: dapat diberikan sesuai dosis dewasa, tidak dibutuhkan
perhatian tambahan;
Pemberian pada anakanak : tidak direkomendasikan karena keamanan dan efekti.itas
sertraline pada anakanak belum terbukti;
Pemberian pada gangguan hati dan ginjal: lihat peringatan dan perhatian.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
(:7,KSETIN
Ka#sul /@ mg !an 0@ mg
Talet 0@ mg
(armak'l'gi
+iabsorbsi baik, ikatan protein F4Q, metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang
akti.itasnya sebanding dengan fluoksetin, &
$
(
2
eliminasi $" hari, penyakit kronik: 39 hari,
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
sirosis: :,9 hari; metabolit: C," hari. 8amanya &
$
(
2
memperlama reaksi yang tidak diinginkan
walau obat sudah dihentikan. &maks 9A jam, ekskresi melalui urin.
Stailitas Pen"im#anan
)impan di suhu ruang, $4"FR'.
K'ntra In!ikasi
1ipersensitif terhadap fluoksetin atau komponenkomponen lain formulasi, Pasien pengguna
inhibitor #A=, tioridasin, mesoridasin.
Efek Ssam#ing
O$FQ:
))P: insomnia, sakit kepala, *emas, ner.ous, somnolens;
5ndokrin N metabolik: penurunan libido;
)aluran *erna: mual, diare, anoreksia, Herostomia;
)arafotot: lemah, tremor;
Pernafasan: faringitis, menguap.
$$FQ:
%;: .asodilatasi, demam, sakit dada, hemorhage, hipertensi, palpitasi;
))P: pusing, mimpi aneh, berfikir abnormal, agitasi, amnesia, menggigil, emosi labil,
gangguan tidur;
%ulit: rash, pruritis;
5ndokrin N metabolik: abnormal ejakulasi, impoten;
)aluran *erna: dispepsia, konstipasi, flatulens, muntah, berat badan turun, selera makan
meningkat;
-enitourinari: sering berkemih;
#ata: penglihatan abnormal;
&elinga: berdenging, sinusitis, gejala seperti flu.
Interaksi ,at
6nhibitor #A= non selektif ( fenel7in, isokarboksid! atau inhibitor #A= lainnya (line7olid!
sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. &unggu 4
minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor #A= atau 2 minggu
setelah penghentian inhibitor #A= sebelum mulai dengan fluoksetin. %ombinasi dengan
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
selegilin menimbulkan mania, hipertensi atau sindroma seretonin. @luoksetin dapat
menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko
perpanjangan inter.al J& yang bisa menimbulkan aritmia fatal. &unggu sampai 4 minggu
setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. @luoksetin dapat
meningkatkan efek aminofilin, beta bloker tertentu, dekstrometorfan, dia7epam, flu.oksamin,
lidokain, meksiletin, paroksetin, fenitoin, propranolol, risperidon, ritonafir, teofilin,
tioridasin, antidepresan trisiklik, trifluoperasin.
%ombinasi fluoksetin dengan )),6 dan amfetamin, buspiron, meperidin, nefa7odon,
antagonis serotonin, (sumatripan!, simpatomimetik, ritona.ir, tramadol mungkin akan
meningkatkan resiko sindroma serotonin. %ombinasi dengan sumatripan dan antagonis
serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas, lemah, hiperrefleksia, dan inkoordinasi.
%ombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum
litium. %ombinasi dengan diuretik kuat (bemetanid, furosemid dan torsemid! akan
meningkatkan resiko hiponatremia. %ombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons.
Pemberian bersama 2)A6+ dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat
meningkatkan resiko perdarahan, monitor. 5fek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh
klorproma7in, dela.irdin, fluoksetin, mikona7ol, paroksetin, pergolid, kuinidin, kuinin,
ritona.ir, ropinirol, sulfonamid, 2)A6+, dan inhibitor 'BP2'A(C atau 2+9 lainnya. ;5fek
fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin, fenobarbital, fenotoin,
rifampin, dan induktor 'BP2+9 lainnnya. @luoksetin dapat menurunkan efek kodein,
hidrokodon, oksikodon, tramadol. )iproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake
inhibitor. 8itium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin.
Pengaru1 Ke1amilan
@aktor risiko: +i*urigai bersifat teratogenik. 5fek non teragenik yang dilaporkan mun*ul
pada pemberian di trimester 666 adalah : distres pernafasan, sianosis, apnu, kejang, temperatur
tubuh tidak stabil, sulit minum(menyusu, muntah, hipoglikemi, hipo(hipertoni, hiperrefleksia,
gelisah, menangis, tremor. 1indari pemberian bila terpaksa diberikan, turunkan perlahan
sampai kemudian dihentikan pada trimester 666.
Pengaru1 Men"usui
#asuk ke dalam A)6, tidak dianjurkan.
Peringatan
,eaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor #A=: sindroma serotonin (hipertermia,
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
otot kaku, agitasi, tidak stabil! aritmia .entrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes
dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. @luoksetin dikaitkan se*ara nyata dengan
timbulnya rash dan alergi termasuk .askulitis, sindroma seperti lupus, laringospasme, reaksi
anafilaktik, penyakit inflamasi pulmonal. +apat menimbulkan mania(hipomania pada pasien
bipolar, hindari penggunaan monoterapi. %egagalan kognitif dan gangguan motorik yang
timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. %emungkinan mun*ulnya
keinginan bunuh diri harus diwaspadai. <aspadai kejang dan kerusakan otak. Penggunaan
pada pasien yang gagal ginjal atau hati tidak berfungsi serta pada orang tua. <aspadai
penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. %arena panjangnya waktu paruh, waspadai
tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. <aspadai
gejala putus obat yang tibatiba: gelisah, agitasi, bingung, insomnia, hipomania. 1entikan
penggunaan bertahap. <aspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan.
Mekanisme Aksi
#enghambat reuptake serotonin di ))P, tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap
reuptake norepinefrin dan dopamin. &idak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik,
histamin dan kholinergik.
,at Anti-Mania
=bat anti mania mempunyai beberapa sinonim antara lain mood modulators, mood stabili7ers
dan antimanik. +alam membi*arakan obat antimania yang menjadi a*uan adalah litium
karbonat.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
a. Pengg'l'ngan ,at Anti Mania
Pada mania akut diberikan haloperidol 6# atau tablet litium karbonat. Pada gangguan
afektif bipolar dengan serangan episodik mania depresi diberi litiumkarbonat sebagai obat
profilaks. +apat mengurangi frekwensi, berat dan lamanya suatu kekambuahan. 0ila
penggunaan obat litium karbonat tidak memungkinkaan dapat
digunakan karbame7in. =bat ini terbukti ampuh meredakan sindroma mania akut dan
profilaks srerangan sindroma mania pada gangguan afektif bipolar.
Pada ganguan afektif unipolar, pen*egahan kekambuhan dapat juga dengan obat
antidepresi )),6 yang lebih ampuh daripada litium karonat. +osis awal harus lebih rendah
pada pasien usia lanjut atau pasien gangguan fisik yang mempengaruhifungsi ginjal.
Pengukuran serum dilakukan dengan mengambil sampeel darah pagihari, yaitu sebelum
makan obat dan sekitar $2 jam setelah dosis petang.
. Mekanisme Kerja
8ithium 'arbonate merupakan obat pilihan utama untuk meredakan )indrom mania akut
atau profilaksis terhadap serangan )indrom mania yang kambuhan pada gangguan afektif
bipolar. 5fek antimania dari 8ithium disebabkan kemampuannya mengurangi ?dopamine
receptor supersensiti"it#?, meningkatnya ?c!olinergic'muscarinic acti"it#?, dan
menghambat ?c#clic AM- (adenosine monop!osp!ate! dan p!osp!oinositides?.
*. In!ikasi
-ejala sasaran: )indrom mania. 0utirbutir diagnostik terdiri dari:
+alam jangka waktu paling sedikit satu minggu hampir setiap hari terdapat keadaan
afek (mood, suasana perasaan! yang meningkat, ekspresif dan iritabel.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
%eadaan tersebut paling sedikit 3 gejala berikut:
o Peningkatan akti.itas (ditempat kerja, dalam hubungan sosial atau seksual!, atau
ketidaktenangan fisik;
o 8ebih banyak bi*ara dari la7imnya ataun adanya dorongan untuk bi*ara terus
menerus;
o 8ompat gagasan (flight of ideas! atau penghayatan subjektif bahwa pikirannya
sedang berlomba;
o ,asa harga diri yang melambung (grandiositas, yang dapat bertaraf sampai
waham(delusi!;
o 0erkurangnya kebutuhan tidur;
o #udah teralih perhatian, yaitu perhatiannya terlalu *epat tertarik kepada stimulus
luar yang tidak penting;
o %eterlibatan berlebihan dalam akti.itasakti.itas yang mengandung kemungkinan
resiko tinggi dengan akibat yang merugikan apabila tidak diperhitungkan se*ara
bijaksana.
!. Interaksi ,at
8ithium P diuretik &hia7ide dapat meningkatkan konsentrasi serum lithium sebanyak
4FQ sehingga resiko intoksikasi menjadi besar. Jadi dosis 8ithium harus dikurangi 4FQ
agar tidak terjadi intoksikasi. )edangkan loop diuretik seperti furosemide kurang
mempengaruhi konsentrasi lithium.
A'5 inhibitor P 8ithium dapat meningkatkan konsentrasi serum lithium sehingga
menimbulkan gejala intoksikasi.
1aloperidol P 8ithium menyebabkan efek neurotoksis bertambah (diskinesia, ataksia!,
tetapi efek neurotoksis tidak tampak pada penggunaan kombinasi litium dengan
haloperidol dosis rendah (kurang dari 2F mh(h!. %eadaan yang sam untuk 8ithium P
'arbama7epine.
2)A6+ P 8ithium dapat meningkatkan konsentrasi serum lithium sehingga resiko
intoksikasi menjadi besar.
e. K'ntra In!ikasi
<anita hamil karena bersifat teratogenik. 8ithium dapat melalui plasenta dan masuk
peredaran darah janin, khususnya mempengaruhi kelenjar tiroid.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
f. Efek Sam#ing
5fek samping 8ithium berhubungan erat dengan dosis dan kondisi fisik pasien.
-ejala efek samping pada pengobatan jangka lama: mulut kering, haus, gastrointestinal
distress (mual, muntah, diare, feses lunak!, kelemahan otot, poliuria, tremor halus (fine
tremor, lebih nyata pada pasien usia lanjut dan penggunaan bersamaan dengan
neuroleptika dan antidepresan! &idak ada efek sedasi dan gangguan akstrapiramidal.
5fek samping lain : hipotiroidisme, peningkatan berat badan, perubahan fungsi tiroid,
edema pada tungkai metali* taste, leukositosis, gangguan daya ingat dan kosentrasi
pikiran.
-ejala intoksikasi:
o -ejala dini : muntah, diare, tremor kasar, mengantuk, kosentrasi pikiran menurun,
bi*ara sulit, pengu*apan kata tidak jelas, berjalan tidak stabil;
o +engan semakin beratnya intoksikasi terdapat gejala: kesadaran menurun, oliguria,
kejangkejang;
o Penting sekali pengawasan kadar lithium dalam darah.
@aktor predisposisi terjadinya intoksikasi lithium :
o +emam (berkeringat berlebihan!;
o +iet rendah garam;
o +iare dan muntahmuntah;
o +iet untuk menurunkan berat badan;
o Pemakaian bersama diuretik, antireumatik, obat anti inflamasi nonsteroid.
&indakan mengatasi intoksikasi lithium :
o #engurangi faktor predisposisi;
o +iuresis paksa dengan garam fisiologis 2a'l diberikan se*ara 6; sebanyak $F ml.
&indakan pen*egahan intoksikasi lithium dengan edukasi tentang faktor predisposisi,
minum se*ukupnya, bila berkeringat dan diuresis banyak harus diimbangi dengan
minum lebih banyak, mengenali gejala dan intoksikasi dan kontrol rutin.
,AKARBAMA+EPIN (PR,:EPSI&
Talet 2@@ mg
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Ka#let 5@@ mg
In!ikasi;
Pengobatan kejang primer umum N parsial tonik klonik dengan atau tanpa generalisasi
sekunder.
Per1atian;
Pasien dengan disfungsi ginjal, hati, atau jantung. 8ansia.
Efek Sam#ing;
8elah. Pusing, mengantuk, sakit kepala dan ataksia.
D'sis;
Dewasa:
Awal "FF mg(hari. 5fek terapeutik: antara 9FF$2FF mg(hari. Pemeliharaan: CFF"FFF
mg(hari.
Anak ;
O 4 tahun Awal $F mg(kg berat badan(hari, lalu ditingkatkan se*ara bertahap. Pemeliharaan:
"F mg(kg berat badan(hari.
,at Anti-AnBietas
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
=bat antiansietas mempunyai beberapa sinonim, antara lain psikoleptik, transGuili7er minor
dan anksioliktik. =bat anti*emas, juga dikenal sebagai obat penenang, ada obat yang
meredakan ke*emasan dengan memperlambat sistem saraf pusat. obat antike*emasan yang
paling banyak jenis obat resep untuk ke*emasan. #ereka juga ditetapkan sebagai pil tidur dan
relaksan otot. 0en7odia7epines adalah kelas yang paling umum dari obat antike*emasan.
#ereka termasuk: SanaH (alpra7olam!, %lonopin (*lona7epam!, ;alium (dia7epam! , Ati.an
(lora7epam!.
a. Pengg'l'ngan ,at Anti AnBietas
. Mekanisme Kerja
)indrom ansietas disebabkan hiperakti.itasndari sistem limbik yang terdiri dari
dopaminergi*, nonadrenergi*, seretonnergi* neuron yang dikendalikan oleh -A0Aergi*
yang merupakan suatu inhibitory neurotransmitter. =bat antiansietas ben7odia7epine yang
bereaksi dengan reseptornya yang akan menginfor*e the inhibitory a*tion of -A0A
neuron, sehingga hiperakti.itas tersebut mereda.
*. In!ikasi
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
-ejala sasaran: )indom AnHietas. 0utir diagnostik terdiri dari: adanya perasaan *emas
atau khawatir yang tidak realistik terhadap 2 atau lebih hal yang dipersepsi sebagai
an*aman, perasaan ini menyebabkan indi.idu tidak mampu istirahat dengan tenang.
)indrom anHietas dapat terjadi pada:
Psikis: -angguan anHietas umum, gangguan panik, gangguan fobik, gangguan obsesif
kompulsif =rganik: 1ipertiroid, pheo*hromo*ytosis
)ituasional: -angguan penyesuaian P anHietas, gangguan *emas perpisahan
Penyerta: -angguan jiwa Pansietas (ski7ofrenia, gg.paranoid, dll!, Penyakit fisik P
ansietas (stroke,#'6, kanker, dll!
!. Interaksi ,at
0en7odia7epine P '2) depressants (fenobarbital, alkohol, obat anti psikosis, anti
depresi, opiate! memiliki potensiasi efek sedasi dan penekanan pusat nafas, resiko
timbulnya >respiratory failure?.
0en7odia7epine P '2) stimultan (amfetamin, kafein, appetite suppressants! akan
memiliki antagonism efek anti ansietas, sehingga efek ben7odia7epine menurun
0en7odia7epine P neuroleptika memiliki manfaat efek klinis dari ben7odia7epine
mengurangi kebutuhan dosis neuroleptika, sehingga risiko efek samping neuroleptik
berkurang.
e. K'ntra In!ikasi
Pasien dengan hipersensitif terhadap ben7odia7epin, glaukoma, miastenia gra.is,
insufisiensi paru kronik, penyakit ginjal dan penyakit hati kronik. Pada pasien usia lanjut
dan anak dapat terjadi reaksi yang berlawanan (paradoHal rea*tion! berupa kegelisahan,
iritabilitas, disinhibisi, spasitas otot meningkat dan gangguan tidur. 5fek teratogenik
(khususnya pada trismester 6! berkaitan dengan obat golongan ben7odia7epine yang dapat
melewati plasenta dan mempengaruhi janin.
f. Efek Sam#ing
5fek samping untuk golongan anHietas, khususnya ben7odia7epine, adalah: ($! reaksi yang
la7im: kelelahan, mengantuk, ataksia;(2! reaksi yang jarang terjadi: konstipasi,
inkontinensia, retensia urin, mata kabur, disartria, nausea, mulut kering, tremor, ruam
kulit; ("! efek paradoksikal: kebingungan, depresi, nyeri kepala, perubahan libido, .ertitgo
gangguan memori, dll.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Potensi menimbulkan ketergantungan obat disebabkan oleh efek obat yang masih dapat
dipertahankan setelah dosis terakhir, berlangsung sangat singkat. Penghentian obat se*ara
mendadak akan menimbulkan gejala putus obat (rebound phenomena! dimana pasien
menjadi iritabel, bingung, gelisah, insomnia, tremor, palpitasi, keringat dingin, kon.ulsi
dan lainlain. /ntuk mengurangi resiko ketergantungan obat, maksimum lama pemberian
selama " bulan ($FF hari! dalam rentang dosis terapeutik.
2b (dr. &endry )epta, )p.%J (%!!:
Alpra7olam memiliki efek sedatif yang kuat dan merupakan obat lepas lambat;
A:PRA+,:AM
@$04 mg$ @$4 mg !an / mg
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Nama Merek
SanaH S,, AlganaH, Alpra7olam =-0 +eHa, Al.i7, AtaraH, 'almlet, @epraH, @riHitas,
)oHietas, Eypra7
Mekanisme Kerja
0erikatan dengan reseptor ben7odiasepin pada saraf post sinap -A0A di beberapa tempat di
))P, termasuk sistem limbik dan formattio retikuler. Peningkatan efek inhibisi -A0A
menimbulkan peningkatan permiabilitas terhadap ion klorida yang menyebabkan terjadinya
hiperpolarisasi dan stabilisasi.

Kegunaan
%egunaan obat ini terutama untuk AntianHietas dan anti panik. Pada saat keadaan *emas dan
panik terjadi penurunan sensiti.itas terhadap reseptor 41&
$A
, 41&
2A(2'
, meningkatnya
sensiti.itas disc!arge dari reseptor adrenergi* pada saraf pusat, terutama reseptor alfa2
katekolamin, meningkatnya akti.itas lo*us *oereleus yang mengakibatkan terakti.asinya
aksis hipotalamuspituitariadrenal (biasanya berespons abnormal terhadap klonidin pada
pasien dengan panic disorder!, meningkatnya akti.itas metaboli* sehingga terjadi
peningkatan laktat (biasanya sodium laktat yang kemudian diubah menjadi '=
2
(hiperseansiti.itas batang otak terhadap '=
2
!, menurunnya sensiti.itas reseptor -A0AA
sehingga menyebabkan efek eksitatorik melalui amigdala dari thalamus melalui nu*leus
intraamygdaloid *ir*uitries, model neuroanatomik memprediksikan panic attack dimediasi
oleh fear network pada otak yang melibatkan amygdale, hypothalamus, dan pusat batang
otak.
)ehingga, terapi yang diberikan pada ke*emasan yaitu anHiolitik atau antianHietas yang
bekerja pada reseptor -A0A dengan memperkuat aksi inhibitor -A0Aergi* neuron
sehingga hiperakti.itas mereda.
Interaksi
Dengan ,at :ain;
Antifungi golongan a7ol, siprofloksasin, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin,
isoniasid, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kuinidin, .erapamil meningkatkan efek
alpra7olam. %ontraindikasi dengan itrakena7ol dan ketokena7ol. #enguatkan efek depresi
))P analgetik narkotik, etanol, barbiturat, antidepresan siklik, antihistamin, hipnotiksedatif.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Alpra7olam dapat meningkatkan efek amfetamin, beta bloker tertentu, dekstrometorfan,
fluoksetin, lidokain, paroksetin, risperidon, ritona.ir, antidepresan trisiklik dan substrat
'BP2+9 lainnya. Alpra7olam meningkatkan konsentrasi plasma imipramin dan desipiramin.
Aminoglutetimid, karbamasepin, nafsilin, ne.irapin, fenobarbital, fenitoin menurunkan efek
alpra7olam.
Dengan Makanan;
#erokok menurunkan konsentrasi alpra7olam sampai 4F Q. Jus grapefruit meningkatkan
konsentrasi alpra7olam. #akanan tinggi lemak, 2 jam sebelum pemberian bentuk lepas
terkendali dapat memperpanjang 'maks sampai 24 Q. )edangkan pemberian segera sesudah
makan akan menurunkan &maks, bila makanan diberikan OI$ jam sesudah pemberian obat &
maks akan meningkat "F Q.
Inf'rmasi Penting
Jangan gunakan obat ini jika anda memiliki alergi terhadap alpra7olam atau
ben7odia7epines lain seperti *hlordia7epoHide (8ibrium!, *lora7epate (&ranHene!,
dia7epam (;alium!, lora7epam (Ati.an!, atau oHa7epam ()eraH!. =bat ini dapat
menyebabkan *a*at bawaan terhadap janin. Jangan gunakan alpra7olam jika anda hamil.
)ebelum menggunakan alpra7olam beritahukan kepada dokter anda jika anda memiliki
masalah pernafasan, glaukoma, penyakit ginjal dan hati, atau depresi dan pernah menjadi
pe*andu obat dan alkohol.
Jangan meminum alkohol bersamaan dengan alpra7olam. =bat ini dapat meningkatkan
efek alkohol. =bat ini hanya digunakan berdasarkan resep dokter. Jangan berbagi
alpra7olam dengan orang lain, khususnya pada orang yang pernah o.erdosis atau
ke*anduan obat. )impan obat ini di tempat aman yang tidak dapat ditemukan orang lain.
Efek Sam#ing
Jika kita menggunakan alpra7olam kita menjadi sulit lepas dari obat ini karena memang
memiliki potensi ketergantungan yang besar jika dipakai lebih dari dua minggu saja. )ulit
lepas ini juga disebabkan karena efek putus 7at obat ini sangat tidak nyaman, ada yang
langsung tibatiba stop dan merasakan ke*emasan yang lebih parah daripada sebelumnya.
#aka dari itu penggunaan obat ini harus hatihati dan kalau bisa sesuai dengan indikasi saja.
0elakangan karena potensi ketergantungan, toleransi (makin besar pake makin lama! dan
reaksi putus 7at, obat ini sudah tidak menjadi pilihan pertama lagi sebagai obat anti*emas di
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
Amerika )erikat, di sana lebih *enderung menggunakan Antidepresan gol )),6 seperti
)ertraline, @luoHetine, ParoHetine (PaHil!.
)elain itu 5)= yang ditimbulkan ))P : depresi, mengantuk, disartria (gangguan berbi*ara!,
lelah, sakit kepala, hiperresponsif, kepala terasa ringan, gangguan ingatan, sedasi;
#etabolismeendokrin : penurunan libido, gangguan menstruasi; )aluran *erna : peningkatan
atau penurunan selera makan, penurunan sali.asi, penurunan(peningkatan berat badan, mulut
kering (Herostomia!.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
,at Anti-Ins'mnia
)inonimnya adalah hipnotik, somnifa*ient, atau hipnotika. =bat a*uannya adalah
fenobarbital.
a. Pengg'l'ngan ,at Anti Ins'mnia
Mekanisme Kerja
=bat antiinsomnia bekerja pada reseptor 0E$ di susunan saraf pusat yang berperan dalam
memperantarai proses tidur.
. In!ikasi
-ejala sasaran: )indrom insomnia. 0utirbutir diagnostik terdiri dari:
#embutuhkan waktu O T jam untuk tertidur atau tidur kembali setelah bangun
sehingga siklus tidur tidak utuh dan menimbulkan keluhan gangguan kesehatan
1endaya dalm kehidupan fungsi seharihari
*. Interaksi ,at
=bat anti insomnia P '2) +epressants (alkohol dll! dapat menyebabkan potensial efek
supresi ))P yang dapat menyebabkan o.ersedation dan respiratory failure.
=bat gol. 0en7odia7epine tidak mengindu*e hepati* mi*rosomal en7ymnes atau
produ*e protein binding displa*ement sehingga jarang menimbulkan interkasi obat atau
dengan kondisi medik tertentu.
=.erdosis jarang menimbulkan kematian tetapi bila disertai alkohol atau '2)
depressants lain, resiko kematian menjadi meningkat.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
!. K'ntra In!ikasi
)leep apnoe syndrome
'ongesti.e heart failure
'hroni* respiratory disease
<anita hamil dan menyusui: 0en7odia7epine menimbulkan efek teratogenik.
e. Efek Sam#ing
)upresi ))P pada saat tidur
Re(ound -!enomen
Penggunaan lama obat anti insomnia gol. 0en7odia7epine dapat meyebabkan
disinhibiting efe*t yang menyebabkan perilaku penyerangan dan ganas
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
,at Anti-,sesif-K'm#ulsif
+alam membi*arakan obat anti obsesi kompulsi yang menjadi a*uan adalah klomipramin.
=bat anti obsesi kompulsi dapat digolongkan menjadi:
=bat anti obsesi kompulsi trisiklik, *ontoh klomipramin.
=bat anti obsesi kompulsi )),6, *ontoh sertralin, paroksin, flu.oHamine, fluoHetine,
*italopram
a. Pengg'l'ngan ,at Anti ,sesif-K'm#ulsif
. Mekanisme Kerja
)indrom =bsesif kom pulsif berkaitan dengan hipersensiti.itas dari serotonergi*
ree*eptors di ))P. #ekanisme kerja obat anti obsesif kompulsif adalah sebagai serotonin
reuptake blo*kers (menghambat reuptake neurotransmitter serotonin! sehingga
hipersensiti.itas tersebut berkurang.
*. In!ikasi
-ejala sasaran: )indrom =bsesif kompulsif. 0utirbutir diagnostik terdiri dari:
)elama paling sedikit 2 minggu dan hampir setiap hari mengalami gejalagejala obsesif
kompilsif yang memiliki *iri*iri:
+iketahui(disadari sebagai pikiran, bayangan atau impuls dari diri indi.idu sendiri
Pikiran, bayangan atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak
menyenangkan.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
#elaksanakan tindakan sesuai pikiran, bayangan atau impuls tersebutdi atas bukan
merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan (sekedar perasaan lega dari
ketegangan atau anHietas!
)edikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang masih tidak berhasil dilawan (dielakan,
meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita.
!. Interaksi ,at
'lomipramine P 1aloperidol(Phenotia7ine dapat mengurangi ke*epatan ekskresi dari
'lomipramine, sehingga kadar dalam plasma meningkat, sebagai akibatnya terjadi
potensiasi efek samping antikolinergik.
=bat anti obsesif kompulsif &risiklik( )),6 P '2) +epressants (alkohol, opioida,dll!
menyebabkan potensiasi efek sedasi dan penekanan terhadap pusat pernapasan.
=bat anti obsesif kompulsif &risiklik( )),6 P =bat simpatomimetik (derifat amfetamin!
dapat membahayakan kondisi jantung.
=bat anti obsesif kompulsif &risiklik( )),6 P #A=6, tidak boleh diberikan bersamaan,
dapat terjadi ?)erotonin #alignant )yndrome?
Pemberian bersama obat anti obsesif kompulsif )),6 dan &risklik, umumnya
meningkatkan kadar &risiklik dalam plasma sehingga mudah terjadi gejala o.erdosis
(intoksikasi trisiklik!.
e. K'ntra In!ikasi
)angat tidak dianjurkan penggunaan obat anti obsesif kompulsif pada wanita hamil dan
menyusui
)angat hatihati pada penderita usia lanjut atau penderita dengan penyakit organik yang
sulit menerima efek samping obat (penyakit jantung, pembesaran prostat,
glaukoma,dll!.
f. Efek Sam#ing
5fek samping obat anti obsesif kompulsif, sama seperti obat antidepresi &risiklik, dapat
berupa:
5fek antihistaminergik (sedasi, mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja
psikomotor menurun, dll!;
5fek antikolinergik (mulut kering, keluhan lambung, retensi urin, penglihatan kabut,
konstipasi, dll!;
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
5fek antiadrenergik alfa (perubahan 5%-, hipotensi ortostatik!;
5fek neurotoksis (tremor halus, kejangepileptik,agitasi, insomnia!.
5fek samping yang tidak berat (tergantung daya toleransi dari penderita!, umumnya dapat
ditoleransi oleh penderita dan akan menghilang dalam waktu sekitar " minggu bila tetap
diberikan dalam dosis yang sama.
Pada keadaan o.erdosis dapat terjadi intoksikasi trisiklik dengan gejala: eksitasi ))P,
hipertensi, hiperpireksia, kon.ulsi, toHi* *onfusion state (*onfusion, delirium,
disorientasi!.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
,at Anti-Panik
+alam membi*arakan antipanik yang menjadi obat a*uan adalah imipramin.
a. Pengg'l'ngan ,at Anti Panik
. Mekanisme Kerja
)indrom panik berkaitan dengan hipersensiti.itas dari serotoni* reseptor di ))P.
#ekanisme kerja obat antipanik adalah menghambat reuptake serotonin pada *elah
sinaptik antar neuron.
*. In!ikasi
-ejala sasaran: )indrom panik. 0utirbutir diagnostik terdiri dari:
)elama paling sedikit satu bulan, mengalami beberapa kali serangan anHietas berat
yang memiliki *iri*iri sebagai berikut:
o )erangan anHietas tersebut terjadi pada keadaankeadaan sebenarnya se*ara objektif
tidak ada bahaya
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
o )erangan anHietas tersebut tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang
dapat diduga sebelumnya.
o &erdapat keadaan yang relatif bebas dari gejalagejala anHietas pada periode diantara
seranganserangan panik (meskipun demikian, umumnya dapat terjadi juga
komplikasi >anHietas antisipatorik?, yaitu anHietas yang terjadi setelah
membayangkan sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi!.
-ejalagejala tersebut dapat terjadi dengan atau tanpa Agorafobia (anHietas yang terjadi
dalam hubungannya dengan tempat atau situasi: banyak orang(keramaian, tempat
umum, bepergian keluar rumah dan bepergian sendiri!.
!. Interaksi ,at
=bat anti panik &risiklik (6mipramine(*lomipramine! P 1aloperidol(Phenotia7ine dapat
mengurangi ke*epatan ekskresi dari &risiklik, sehingga kadar dalam plasma meningkat,
sebagai akibatnya dapat terjadi potensiasi efek samping antikolinergik.
=bat anti panik &risiklik P '2) +epressant dapat menyebabkan potensiasi efek sedasi
dan penekanan terhadap pusat pernapasan.
=bat anti panik &risiklik()),6 P =bat simpatomimetik (deri.at amfetamin! dapat
membahayakan kondisi jantung.
=bat anti panik &risiklik()),6 P #A=6, tidak boleh diberikan bersamaan, dapat terjadi
?)erotonin #alignant )yndrome?
Pemberian bersama obat anti panik )),6 dan &risklik, umumnya meningkatkan kadar
&risiklik dalam plasma sehingga mudah terjadi gejala o.erdosis (intoksikasi trisiklik!.
e. K'ntra In!ikasi; <anita hamil dan menyusui tidak dianjurkan menggunakan obat anti
panik.
f. Efek Sam#ing
5fek samping obat anti panik golongan &risiklik, dapat berupa:
5fek antihistaminergik (sedasi, mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja
psikomotor menurun, dll!;
5fek antikolinergik (mulut kering, keluhan lambung, retensi urin, penglihatan kabut,
konstipasi, dll!;
5fek antiadrenergik alfa (perubahan 5%-, hipotensi ortostatik!;
5fek neurotoksis (tremor halus, kejangepileptik, agitasi, insomnia!.
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
2b (dr. &endry )epta, )p.%J (%!:
Alpra7olam memiliki onset yang *epat, @luoksetin memiliki onset yang lambat;
)etralin *ukup aman untuk pasien lanjut.
IMIPRAMIN
04 mg
(ungsi;
Antidepresi dan anti mania
D'sis;
Anak : oral : 5nuresis : U9 thn: +osis awal : 24 mg menjelang tidur malam, bila tidak tampak
respon memuaskan setelah satu minggu, tingkatkan dosis 24 mg(hari, tidak lebih dari 2.4
mg(kg(hari atau 4F mg menjelang tidur malam (umur 9$2 thn! atau :4 mg menjelang tidur
malam (umur U$2 tahun!.
,emaja : +epresi : dosis awal 244F mg(hari, ditingkatkan bertahap sampai dosis maksimum
$FF mg(hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
+ewasa : +epresi : ,awat jalan : dosis awal :4 mg(hari, dapat ditingkatkan se*ara bertahap
hingga $4F mg(hari. +apat diberikan dalam dosis terbagi atau dosis tunggal menjelang tidur,
dengan dosis maksimum 2FF mg(hari. Pasien rawat inap : dosis awal $FF$4F mg(hari, dapat
ditingkatkan se*ara bertahap sampai 2FF mg(hari. 0ila tidak ada respon setelah 2 minggu,
dosis dapat ditingkatkan 24F"FF mg(hari. +apat diberikan dalam dosis terbagi atau dosis
tunggal menjelang tidur, dengan dosis maksimum "FF mg(hari. 8ansia : +epresi : dosis awal
244F mg menjelang tidur malam, dapat ditingkatkan tiap " hari untuk pasien rawat inap dan
tiap minggu untuk pasien rawat jalan sesuai dengan batas toleransi pasien. +osis maksimum
$FF mg(hari.
(armak'l'gi
Antidepresan &ri*y*li*diben7a7epine dengan mekanisme kerja mirip dengan amitriptilin
(menghambat pengambilan kembali noeadrenalin di ))P! memiliki antimuskarinik yang
sedang.
K'ntra In!ikasi
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
1ipersensitifitas imipramine (dapat terjadi reaksi silang(*ross rea*ti.ity dengan golongan
diben7odia7epine! atau komponen lain dlm formulasi, digunakan bersama #A=6 (dalam $3
hari!, pasien pada fase akut tahap pemulihan A#6, hamil.
Efek Sam#ing
Aritmia, gagal jantung kongesti, perubahan 5%-, blok jantung, hipertensi, #6, hipotensi
ortostatik, palpitasi, stroke, takikardi, ke*emasan, bingung, disorientasi, pusing, mengantuk,
lelah, halusinasi, sakit kepala, hypomania, insomnia, mimpi buruk, psikosis, lemes,
bangkitan. alope*ia, gatal, pete*hiae, sensitif dengan *ahaya, purpura, kemerahan pada kulit,
urti*aria, pembesaran payudara, eksresi A)6 berlebih, perkembangan kelenjar susu pada pria
(gyne*omastia!, ;peningkatan atau penurunan gula darah, peningkatan atau penurunan libido,
)6A+1, kram perut, anoreksia, lidah berwarna hitam, konstipasi, diare, gangguan epigastrik,
ileus, mual, radang mukosa mulut, muntah, peningkatan(penurunan berat badan, mulut
kering, impotensi, pembesaran testis, retensi urin, agranulositosis, eusinofilia,
trombositopenia, neuropati perifer, tingling, tremor, lemah, pandangan kabur, gangguan
akomodasi mata, dilatasi pupil, tinitus, keringat berlebih, jatuh, hipersensiti.itas (demam
karena obat, udem!.
Interaksi ,at
#enghambat sitrokrom P34F subtipe 'BP$A2, 2'$C, 25$ (lemah!, 2+9 (sedang!.
#eningkatkan efek : bila digunakan dengan #A=6, hipertermia, hipertensi, takikardi,
bingung, sei7ure, kematian (serotonin syndrome! pernah dilaporkan terjadi. )erotonin
syndrome pernah dilaporkan pada penggunaan bersama ritona.ir (jarang!. Penggunaan
lithium bersama &'A dapat meningkatkan resiko neurotoksisitas. 6nhibitor 'BP2'$C
(dela.irdine, flu*ona7ole, flu.oHamine, gemfibro7il, isonia7ide, omepra7ole, ti*lopidine!
meningkatkan efek imipramine. 6mipramine meningkatkan efek amfetamine, antikolinergik,
depresan ))P (golongan sedatif, hipnotik atau ethanol!, *hlorpromamide, tola7amide, dan
warfarin. 6nhibitor 'BP2+9 (*hlorproma7ine, dela.irdine, fluoHetine, mi*ona7ole,
paroHetine, pergolide, Guinidine, Guinine, ritona.ir, ropinirole! meningkatkan efek
imipramine. Phenotia7ine dapat meningkatkan kadar &'A dan &'A dapat meningkatkan
kadar Phenotia7ine.$ Pressor response pada pemberian ephinephrine, norephinephrine, dan
phenilephrine dengan rute intra.ena meningkat pada pasien yg menggunakan &'A .
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201
8
%ombinasi &'A dengan agonis 0eta atau obat yang memperpanjang J&* (meliputi
Guinidine, pro*ainamide, disopyramide, *isapride, moHifloHa*in! memiliki ke*enderungan
menimbulkan aritmia jantung. #enurunkan efek : 6ndu*er 'BP2'$C (aminogluthetimide,
*arbama7epine, fenitoin, dan rifampi*in! dapat menurunkan efek imipramine. 6mipramine
menghambat respon antihipertensif terhadap bethanidine, *lonidine, debrisoGuin, guanadrel,
guanethidine, guanaben7, dan guanfa*ine. 'holestyramine dan *holestipol mengikat &'A dan
mengurangi absorpsinya, monitoring perubahan respon.
Pengaru1 Men"usui
&idak direkomendasikan untuk digunakan saat menyusui
Bentuk Se!iaan
%apsul : bentuk pamoat, tablet: bentuk 1'8.
Peringatan
+apat meningkatkan keinginan bunuh diri orang dewasa dan perilaku pada anak.
Mekanisme Aksi
)e*ara tradisional diper*aya meningkatkan konsentrasi serotonin dan norpeinephrine pada
synaps dengan menghambat pengambilan kembali oleh presynap. Penambahan reseptor baru
dengan desensitisasi adenyl *y*lase, menurunkan reseptor beta adrenergik dan reseptor
serotonin
arif_yudho@yahoo.com | Diktat Ilmu Kesehatan Jiwa 201