Anda di halaman 1dari 5

35

BAB III
METODOLOGI

Metode perancangan dan pembuatan alat pengolah limbah cair tahu dilakukan
dengan metode berikut ini :
Start
Konsep Desain
Seleksi
material
Proses Produksi
Seleksi konsep
Perakitan
Analisa
End
Studi Literatur
Identifikasi
Masalah
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tahap 1
Identifikasi
Tahap 2
Konsep Desain
Tahap 3
Perancangan
Tahap 4
Perhitungan
Tahap 5
Analisa
Konsep
Gambaran
Rancangan
2D dan3D

Gambar III-1. Diagram alir proses pengembangan produk.

Proses pengembangan produk terdiri dari beberapa tahapan antara lain :
Tahapan 1 - Identifikasi Masalah
Awal dari suatu pembuatan produk yaitu dilakukan dengan cara
mengidentifikasi masalah. Identifikasi masalah dilakukan untuk pengembangan
terhadap konsep. Identifikasi masalah terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut :
36

1. Studi literature
Studi literature bertujuan untuk penentuan posisi produk baru yang berhasil
dan dapat menjadi sumber ide yang kaya untuk rancangan produk dan proses
produksi dengan mempertimbangkan pesaing yang ada.
2. Identifikasi kebutuhan pelanggan
Identifikasi kebutuhan pelanggan bertujuan untuk pembuatan tabel hierarki.
tabel hierarki menunjukan kebutuhan primer dan sekunder dari pelanggan.
3. Spesifik produk
Spesifikasi produk bisa disebut kebutuhan produk/karakteristik engineering.
Maksud spesifik produk adalah menjelaskan tentang hal-hal yang harus
dilakukan produk. Spesifik produk bertujuan untuk membuat matrik
kebutuhan pelanggan.

Tahapan 2 Konsep Desain
Konsep adalah uraian dari bentuk, fungsi dan tampilan suatu produk yang
biasanya dibarengi dengan sekumpulan spesifikasi, analisis produk-produk pesaing
dan pertimbangan ekonomis proyek.
1. Penyusunan konsep
Penyusunan konsep dilakukan dengan tahapan-tahapan proses seperti
memperjelas masalah, pencarian eksternal, pencarian internal, menggali
secara sistematis dan pengrefleksian hasil kepada proses. Penyusunan
konsep ini bertujuan untuk mendekomposisikan masalah dari masalah
kompleks menjadi submasalah bisa ditunjukan dengan aliran
fungsi/struktur fungsi.



37

2. Seleksi konsep
Seleksi konsep dilakukan dengan beberapa tahapan pengerjaan yaitu
menyiapkan matriks seleksi, menilai konsep, mengkombinasi konsep,
memilih salah satu konsep dan merefleksikan hasil kepada proses. Seleksi
konsep ini bertujuan menetahui matrik penilaian konsep, varian konsep
dan pembuatan house of quality (HOQ).
3. Konsep
Konsep yang telah diseleksi merupakan konsep dari hasil dan proses
dengan umpan balik dari pelanggan potensial yang dipengaruhi dari 3
faktor yaitu ukuran pasar keseluruhan, ketersediaan tentang produk, dan
proporsi pelanggan.

Tahapan 3 - Perancangan Alat Pengolah Limbah Cair Tahu
Perancangan alat dilakukan, disesuaikan dengan perhitungan besarnya
kapasitas rata-rata debit air limbah yang dihasilkan selama proses produksi
berlangsung. Perancangan juga sekaligus menentukan bahan-bahan yang diperlukan
dalam perakitan alat. Perancangan dapat diklasifikasikan menjadi 2 tahapan, yaitu:
1. Perancangan tingkat sistem
Perancangan tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk dan uraian
produk menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen. Pada
perancangan tingkat sistem terdapat tahapan pengerjaan sebagai berikut :
a. Arsitektur produk bertujuan untuk mengelopokan elemen-elemen
suatu produk menjadi skema.
b. Desain Industri bertujuan bertujuan untuk mengetahui penilaian dari
peranan desain industri pada tipe produk.
38

Keluaran dari fase ini adalah tata letak bentuk produk, spesifikasi secara
fungsional dari setiap subsistem produk dan diagram aliran proses proses
pendahuluan untuk proses perakitan akhir.
2. Perancangan detail
Perancangan detail meliputi spesifikasi lengkap dari bentuk, material dan
toleransi-toleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan identifikasi
seluruh komponen standar yang dibeli dari pemasok. Proses perancangan
detail ditentukan dengan pengerjaan perancangan untuk pengerjaan proses
manufaktur. Pengerjaan proses manufaktur bertujuan untuk mengetahui
sistem manufaktur dari suatu produk dan bill of material.
Keluaran dari fase ini adalah pencatatan pengendalian untuk produk
yang meliputi gambar pada file komputer tentang bentuk tiap komponen dan
peralatan produksinya, spesifikasi komponen-komponen yang dibeli dan
rencana proses untuk pabrikasi dan perakitan produk.

Tahapan 4 - Perhitungan
Perhitungan dilakukan untuk mengetahui desain yang baik dan perakitan
dengan metode DFA. DFA membutuhkan analisa baik dari bagian desain dan seluruh
produk dari beberapa masalah awal perakitan dalam proses desain. DFA dapat
digambarkan sebagai sebuah proses untuk mengembangkan desain produk untuk
mempermudah dan memperkecil biaya perakitan, memfokuskan pada kegunaan dan
pada perakitannya.


39

Tahapan 5 - Analisa
Alat yang telah dirakit kemudian dilakukan analisa. Analisa keefektifan alat
dilakukan sekaligus dengan pengujian lamanya waktu pengolahan limbah, berapa
kali proses sampai tingkat kejernihan air sehingga sesuai dengan baku mutu limbah
cair yang ada. Analisa dilakukan beberapa kali hingga diperoleh hasil yang maksimal
sesuai dengan perencanaan dan target yang ingin dicapai.