Anda di halaman 1dari 26

YULIARNI SYAFRITA

BAGIAN NEUROLOGI
FK Unand/RSUP DR M Djamil
Padang
Pendahuluan
Kognitif berasal dari kata Co dan Gnosis
Gnosis = tahu -------- > Cognitive = tahu
dan mengetahui
Fungsi Kognitif adalah proses dasar yang
membangun kemampuan intelektual
tingkat tinggi, yang meliputi:
- Atensi
- Bahasa
- Memori
- Kalkulasi
- Fungsi Eksekutif


Dalam pemeriksaan formal
dikategorikan dalam fungsi:
- manipulasi materi pembelajaran
- berfikir abstrak (pribahasa)
- memecahkan masaalah
- berhitung secara aritmatik
- merencanakan, mengorganisasikan
dan melaksanakan


TAHAPAN PROSES MENGINGAT
I. Belajar : Untuk memperoleh
informasi, encoding, penyandian
atau mencatat informasi
II. Retensi : Untuk menyimpan
informasi yang telah di peroleh
III. Retrival : Untuk mencari
kembali informasi yang telah
disimpan
Proses Mengingat Tahap I
Ada 2 cara memperoleh informasi:
1. Dengan sengaja (intentional
learning)
menggunakan strategi memori ttt
2. Secara kebetulan (incidental
learning). tidak menggunakan
strategi memori ttt

Proses Mengingat Tahap II
Menyimpan informasi yang telah
dipelajari ke dalam model penyimpanan
memori
Ada 2 jenis model penyimpanan memori
(Elbert W. Russel)
1. Secara neurologi klinis, terbagi atas :
a. Immediate memory (memori segera)
b. Recent memory (memori baru)
c. Remote memory (memori jarak jauh)

Secara Psikologis (berkaitan dengan
rentang waktu memori), terbagi atas :
a. Sensory memory (memori
sensorik)
b. Short term memory (memori
jangka pendek)
c. Long term memory (memori
jangka panjang)
.
Bentuk Simpanan Memori
1. Memori deklaratif, terdiri dari :
a. Memori episodik
mampu menyimpan dan menceritakan
ulang pengalaman pribadi, yang
berkaitan dg waktu dan tempat.
b. Memori semantik
mampu menyimpan dan menceritakan
ulang masalah berkaitan dg pengetahuan,
bahasa dan konsep.
2. Memori prosedural
Mampu menyimpan keterampilan
motorik yang pernah dipelajari dan
dilakukan berulang ulang.
Proses Mengingat Tahap III
Pada tahap ini memori dapat diingat dan
diambil kembali.
Memori yang disimpan dalam simpanan
memori jangka panjang diambil dan
dimasukkan kedalam memori jangka
pendek.
Kadang kadang memori tsb bisa utuh dan
kadang hanya inti/garis besarnya saja
yang dapat diingat kembali(mengalami
transformasi)
Lahan cognitive (substrat anatomi)
Korteks serebri tempat proses cognitive
Korteks serebri terletak di 2
hemisferium (kiri dan kanan)
Hemisferium dibentuk oleh 4 lobus
- lobus frontalis.
- lobus parietalis.
- lobus temporalis.
- lobus oksipitalis.

Lobus frontalis berhubungan dengan
perencanaan (planning) dan gerakan
(movement)
Lobus parietalis dgn sensasi somatik
Lobus oksipitalis dgn penglihatan
(vision)
Lobus temporalis dgn pendengaran
(audition) pembelajaran (learning),
daya ingat(memory) dan emosi
(emotion)

Fungsi Cognitive di Korteks Serebri
Organisasinya ditandai oleh dua
gambaran penting

Pertama: tiap hemisferium terutama
berhubungan proses sensorik dan
motorik dari sisi kontra lateral tubuh.

Kedua: hemisferium walaupun tampak
sama, namun tidak persis sama dalam
struktur ataupun fungsinya.

Lashley, (Harvard) Menyimpulkan
bahwa pembelajaran (learning) tidak
mempunyai tempat khusus (special
locus) dan dgn demikian tidak
berhubungan dengan neuron khusus.



Prior Knowledge
Segala pengetahuan yang didapat
semenjak kecil
Pengetahuan itu disimpan didalam
storage memory
Ada 3 bentuk memori
1. Memori jangka panjang (long term
memory)
2.Memori jangka pendek (Short term
memory)
3.Memori sensorik (sensory memory)

Dalam prior knowledge bergabung Old
and New Knowledge
Prior knowledge telah dijadikan landasan
untuk menilai kapasitas berfikir
seseorang
Juga digunakan untuk menilai tingkat
inteligensia seseorang (IQ), hanya saja
penilaian dengan test IQ dilaksanakan
secara sistematis dengan pengelompokan
pertanyaan dan lebih luas cakupannya

Metacognitive
Metakognisi (metacognition) merupakan suatu
istilah yang diperkenalkan oleh Flavell pada tahun
1976.
Tdd :
- Pengetahuan Metakognisi
- Pengalaman/Regulasi Metakognisi
Metakognisi, menurut Matlin, (1998: 256) dalam
bukunya yang diberi judul Cognition, adalah
pengeta-huan, kesadaran, dan kontrol terhadap
proses kognitif yang terjadi pada diri sendiri.

Hamzah B. Uno (2007: 134) metakognisi
merupakan keterampilan seseorang dalam
mengatur dan mengontrol proses berpikirnya.
Taccasu Project : Kemampuan seseorang dalam
belajar, mencakup :
bagaimana sebaiknya belajar dilakukan,
apa yang sudah dan belum diketahui, yang tdd
tiga tahapan :
- perencaan mengenai apa yang harus dipelajari,
- bagaimana, kapan mempelajari,
- pemantauan terhadap proses belajar
Evaluasi terhadap apa yang telah direncanakan,
dilakukan, serta hasil dari proses tersebut.



Pokok-Pokok pengertian
tentang metakognisi
kemampuan untuk menyadari,
mengetahui, proses kognisi yang terjadi
pada diri sendiri.
kemampuan untuk mengarahkan proses
kognisi yang terjadi pada diri sendiri.
kemampuan belajar bagaimana mestinya
belajar dilakukan yang meliputi proses
perencanaan, pemantauan, dan evaluasi
merupakan aktivitas berpikir tingkat
tinggi.
Intinya, metakognitif adalah kesadaran
berpikir tentang apa yang diketahui dan apa
yang tidak diketahui.
Dalam konteks pembelajaran,
- mahasiswa mengetahui bagaimana cara untuk
belajar
- mengetahui kemampuan dan modalitas belajar
yang dimiliki,
- dan mengetahui strategi belajar terbaik
untuk belajar efektif.

Peranan Metakognisi terhadap
KeberhasilanBelajar:
1) Mengembangkan suatu rencana kegiatan belajar.
2) Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya
berkenaan dengan kegiatan belajar.
3) Menyusun suatu program belajar untuk konsep,
keterampilan, dan ide-ide yang baru.
4) Mengidentifkasi dan menggunakan
pengalamannya sehari-hari sebagai sumber belajar.


Ketrampilan metacognitive
merupakan peran dari higher order
cognitive skills yg penting utk
management knowledge dan atribut
cognitive lainnya.