Anda di halaman 1dari 7

Instrumentasi Analitik

XVI. Kulometer
1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kulometri adalah suatu metode analisis untuk mengukur konsentrasi yang tidak
diketahui dari analit dalam larutan dengan menentukan jumlah materi yang berubah
selama elektrolisis reaksi dengan mengukur jumlah listrik (dalam coulomb) yang
dikonsumsi atau diproduksi. Coulumb adalah unit untuk kuantitas listrik. Kulometri
adalah nama yang diberikan kepada sekelompok teknik dalam bidang kimia analitik yang
menentukan jumlah materi berubah selama reaksi elektrolisis dengan mengukur jumlah
listrik (dalam coulomb) dikonsumsi atau diproduksi.
Dalam tugas makalah ini, akan dijabarkan mengenai alat yang menggunakan
prinsip/metode kulometri sebagai dasarnya, bagaimanakah alat tersebut diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari, dan hal-hal lainnya mengenai kulometer yang
bermanfaat bagi mahasiswa teknik kimia.

1.2 Perumusan Masalah
Masalah yang menjadi objek pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai
berikut :
1. Kulometer dan Kulometri.
2. Prinsip Kerja Kulometer.
3. Aplikasi Penggunaan Kulometer.

1.3 Tujuan Makalah
Tujuan makalah ini untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai
kulometer dan kulometri, prinsip kerja kulometer, serta aplikasi penggunaan
kulometer.


Instrumentasi Analitik
XVI. Kulometer
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kulometer dan Kulometri
Jumlah listrik yang mengalir melalui sirkuit dapat dianalisis dari jumlah zat
yang terlibat dalam reaksi. Alat yang di gunakan untuk tujuan ini adalah Coulometer
(Kulometer), dengan menerapkan hukum faraday tentang elektrolisis. Faraday
menemukan bahwa massa zat yang terlibat dalam reaksi pada elektroda berbanding
lurus dengan jumlah listrik yang mengalir pada larutan (lelehan) elektrolit (Nugroho,
2010).
Kulometri adalah suatu metode analisis untuk mengukur konsentrasi yang tidak
diketahui dari analit dalam larutan dengan menentukan jumlah materi yang berubah
selama elektrolisis reaksi dengan mengukur jumlah listrik (dalam coulomb) yang
dikonsumsi atau diproduksi. Coulumb adalah unit untuk kuantitas listrik. Kulometri
adalah nama yang diberikan kepada sekelompok teknik dalam bidang kimia analitik yang
menentukan jumlah materi berubah selama reaksi elektrolisis dengan mengukur jumlah
listrik (dalam coulomb) dikonsumsi atau diproduksi.
Dalam kimia analitik, istilah ini berarti suatu pengukuran coulomb dengan
keadaan sedemikian rupa, hingga banyaknya yang diukur berhubungan dengan suatu
reaksi elektrokimia tertentu. Ini memungkinkan suatu perhitungan yang sederhana,
dan yang menjurus, berdasarkan Hukum Faraday.
Apabila suatu arus 1 ampere lewat selama 1 detik, maka banyaknya listrik yang
tersangkut adalah 1 coulomb; yaitu,
Coulomb = ampere x detik
Satuan-satuan lain, seperti milicoulomb kadang-kadang serasi, tepat seperti kita
mempunyai milimol, mikrogram, dan sebagainya. Sekarng menurut Hukum Faraday,
satu ekivalen sebarang dengan zat elektroaktif memerlukan 96.493 coulomb untuk
reaksi lengkap. Harga 96.493 coulomb disebut Faraday, F (96.500 adalah cukup
dekat untuk banyak perhitungan).
Teknik kulometri adalah sederhana pada dasarnya dan relatif tidak rumit
dalam penggunaan di laboratorium. Permasalahan utama adalah untuk meyakinkan
Instrumentasi Analitik
XVI. Kulometer
3
bahwa semua listrik yang lewat melalui sel, sebenarnya adalah berhubungan dengan
reaksi elektroda yang dikehendaki.
Metoda kulometri merupakan metode yang sangat efektif dengan jumlah analit
sangat kecil (Sumyati, 2012).

2.2 Klasifikasi Kulometer
2.2.1 Jenis jenis Kulometer
Adapun jenis jenis kulometer adalah sebagai berikut :
1. Kulometer Perak
Alat ini umumnya dipakai
untuk pekerjaan pekerjaan
yang teliti. Kulometer ini
terdiri dari cawan platina
yang juga difungsikan
sebagai katoda dan perak
murni sebagai anoda.
Elektrolitnya merupakan larutan perak nitrat. Sebelum elektrolisis,
cawan platina ditimbang , baru kemudian selnya dipasangkan.
Sesudah elektrolisis , elektrolitnya didekantasi (dipisahkan) dengan
hati-hati dan endapan perak pada cawan dicuci dengan air suling
kemudian dikeringkan dan ditimbang. Dari kenaikan berat ini
kemudian dihitung jumlah listrik yang mengalir melalui coulometer.
Kulometer ini dapat memberikan hasil dengan tingkat ketelitian diatas
0,05 %.

2. Kulometer Iodium
Alat ini menggunakan larutan
kalium iodida dengan elektroda inert.
Arus listrik yang mengalir akan
terbentuk iodium, yang jumlahnya
dapat ditentukan dengan larutan
natrium tiosulfat standar. Dari
Instrumentasi Analitik
XVI. Kulometer
4
volume dan konsentrasi larutan Na
2
S
2
O
3
dapat diketahui jumlah mol
Na
2
S
2
O
3
. Dengan menggunakan persamaan reaksi setara saat titrasi
dapat ditentukan jumlah mol I
2
total hasil elektrolisis. I2 ini terbentuk
saat arus listrik dialirkan kedalam larutan KI. Dengan mengetahui
jumlah mol I
2
, maka dapat ditentukan jumlah mo elektron yang
mengalir, dengan demikian jumlah listrik yang mengalir dapat
ditentukan. Alat ini memiliki keakuratan yang tinggi.


3. Kulometer Tembaga
Alat ini menggunakan
metode elektrolisa pada
lempeng tembaga. Alat ini
cenderung mudah dipakai
dan mudah diperoleh, namun
tidak akurat.




(Darmawan, 2012)

2.2.2 Kulometer di Era Modern
Karl Fischer adalah suatu alat
dengan metoda analisis yang
digunakan untuk mengukur isi air di
dalam berbagai produk. Prinsip pokok
itu didasarkan pada Reaksi Bunsen
antara iodium dan sulfurdioksida
dalam suatu medium yang mengandung air. Karl Fischer menemukan bahwa
reaksi ini bisa dimodifikasi untuk digunakan dalam penentuan kadar air di
suatu sistem yang berisi suatu kelebihan sulfurdioksida. Ia menggunakan
Instrumentasi Analitik
XVI. Kulometer
5
bahan utama alkohol (metanol) sebagai bahan pelarut, dan suatu dasar
(pyridine) sebagai buffer agen.
Reaksi Karl Fischer
Alkohol bereaksi dengan sulfurdioksida (SO
2
) dan mengendap kemudian
membentuk garam alkylsulfite, yang kemudian dioksidasi oleh iodium
menjadi garam alkylsulfate. Reaksi Oksidasi ini membutuhkan air.
Alkohol yang reaktif secara khas metanol atau 2-(2-Ethoxyethoxy)ethanol,
juga dikenal sebagai diethylene glycol monoethyl eter ( DEGEE), atau
alkohol lain.
Bahan Karl Fischer reaksi lama berisi pyridine, suatu bahan bersifat
karsinogen penyebab kanker. Bahan reaksi yang paling sering digunakan
sekarang ini adalah pyridine-free dan berisi imidazole atau amina utama
sebagai gantinya.
Perbandingan Air dan iodium yang digunakan adalah 1:1 di dalam
reaksi. semua air digunakan, kelebihan iodium dideteksi dengan alat
voltametrically oleh titrator elektroda indikator. Isyarat itu menandakan titik
akhir titrasi. Jumlah air yang ada itu dihitung berdasarkan pada konsentrasi
iodium di dalam titrasi Karl Fischer dengan jumlah pereaksi yang dipakai
dalam titrasi.
Tingkat reaksi tergantung pada nilai pH bahan pelarut. Kapan pH
antara 5 dan 8 titrasi berproses secara normal. Bagaimanapun, ketika pH lebih
rendah dari 5, maka kecepatan titrasi sangat lambat. di sisi lain jika pH lebih
tinggi dari 8 maka tingkat kecepatan titrasi sangat cepat.
Dalam Karl Fischer Coulometric, iodium dihasilkan secara
elektrokimia selama titrasi berlangsung. Air diukur berdasarkan atas total
beban perubahan fasa (Q), ketika diukur oleh ampere dan waktu (perdetik),
menurut hubungan yang berikut:
Q = 1 C (Coulomb) = 1 A x 1 s where 1 mg H2O = 10.72 C

Instrumentasi Analitik
XVI. Kulometer
6
Coulometry sangat cocok untuk penentuan kadar air di sekitar 1 ppm
untuk 5%.
Ada dua jenis utama bahan reaksi Titrasi Karl Fischer Coulometric:
a) konvensional, atau fritted-cell KF
coulometric, suatu sekat rongga (frit)
memisahkan kutub positip dari katode yang
membentuk sel elektrolitik sebagai electroda
generator. Tujuan frit adalah untuk mencegah
iodium yang dihasilkan di kutub positip
kemudian kembali ke iodid di katode sebagai
pereaksi dengan air.

b) fritless-cell KF
coulometric, suatu disain sel
inovatif melalui suatu
kombinasi faktor, tetapi tanpa
suatu frit, membuatnya
hampir mustahil untuk iodium
menjangkau katode itu dan
mengurangi iodid sebagai
pereaksi dengan air.
(Aditia, 2010)


Instrumentasi Analitik
XVI. Kulometer
7
BAB III
APLIKASI PENGGUNAAN KULOMETER

Dalam suatu percobaan, digunakan :
penghubung (4 buah)
Neraca Analitik
Stopwatch (1 buah)
Gelas kimia 100 ml (1 buah)
Gelas kimia 50 ml (2 buah)
Buret 50 ml (1 buah)
Klem
Statif dan ring (1 unit)
Botol semprot (1 buah)
Gelas ukur 100 ml (1 buah)
Labu Erlenmeyer 250 ml (1 buah)
Tissu
Amplas (secukupnya)
Termometer (2 buah)
Cawan petri (1 buah)
Kertas HVS (1 lembar)
Pipet tetes (1 buah)
Spatula
Batang pengaduk
Dan bahan yang akan digunakan adalah :
Larutan CuSO4 0,1 M
Larutan NaI 0,1 M
Larutan baku Na2S2O3 0,05 M
Indikator amilum
Etanol teknis
Aquades