Anda di halaman 1dari 2

Anestesi pada Lansia?

Gimana ya?
Di Indonesia, persentase orang yang berumur >50
tahun adalah 9,64% dari jumlah penduduk (data iro !usat
"tatistik th# $9%5&# !ara manula ini mempunyai kekhususan
yang perlu diperhatikan dalam anestesi dan pembedahan,
karena terdapat kemunduran sistem 'isiologis dan
'armakologi sejalan dengan penambahan usia#
(emunduran ini mulai jelas terlihat setelah usia 40 tahun#
Dalam suatu penelitian di )merika pada tahun $9%%,
diduga, setelah usia %0 tahun, mortalitas akibat tindakan
bedah menjadi * kali lipat (dibandingkan dengan usia $+,40
tahun& dan -% dari mortalitas ini disebabkan oleh anestesi#
Perubahan Fisiologis
"etelah usia 40 tahun terjadi penurunan kekuatan otot,otot pernafasan dan
komplaien dinding dada# !erubahan histologis menjadi lebih berat bila manula seorang
perokok berat, atau selalu berna'as dalam udara yang ter.emar#
"ejalan dengan pertambahan usia di atas 40 tahun, penurunan kemampuan
kardiovaskuler sering baru diketahui pada saat terjadi stres anestesia dan
pembedahan# !ada pasien manula hipertensi harus diturunkan se.ara perlahan,lahan
sampai tekanan darah $40/90 mm0g# !enurunan kemampuan respon sistem
kardio1askuler dalam menghadapi stress memerlukan pemulihan yang panjang dari
anesthesia#
2umlah glomerulus menjadi -/* sampai $/- dari orang muda# !erubahan,
perubahan menurunkan kemampuan .adangan ginjal, sehingga manula tidak dapat
mentoleransi kekurangan .airan dan kelebihan beban 3at terlarut# (emampuan untuk
mengekskresi obat menurun, dan kemungkinan terjadi gagal ginjal juga meningkat#
!asien manula lebih mudah mengalami .edera hati akibat obat,obat, hipoksia dan
trans'usi darah#
4erjadi perubahan,perubahan 'ungsi kogniti', sensoris, motoris, dan otonom#
(e.epatan konduksi saraf sensoris berangsur menurun# !er'usi otak dan konsumsi
oksigen otak menurun# !erubahan,perubahan tersebut mengakibatkan manula lebih
mudah dipengaruhi oleh e'ek samping obat terhadap sistem sara'# Dengan demikian
konsentrasi al1eolar minimum dari anestetika menurun dengan bertambahnya usia#
Pra-anestesia
!enilaian pasien manula prabedah harus dilakukan dengan seksama, mengingat
bah5a manula kemungkinan sudah menderita hipertensi, gagal jantung, gangguan ritme
jantung, penyakit paru kronik, diabetes, gagal ginjal kronik atau penyakit degenerasi lain#
)pabila mungkin, keadaan pasien harus dioptimumkan, bila perlu dengan menunda
pembedahan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas# "ering kali manula mendapat
obat diuretika, sehingga kita harus 5aspada tentang kemungkinan hipo1olemia atau
hipokalemia# 6bat lain yang banyak dipakai oleh manula adalah hipnotika,sedati1a
untuk mengatasi insomia atau gangguan psikiatrik# 6bat,obat tersebut mungkin sudah
mempengaruhi hati, konduksi jantung dan dapat berinteraksi dengan obat anestetika#
!remedikasi sebaiknya diberikan dengan hati,hati dan dosis seke.il mungkin#
iasanya hanya diperlukan dia3epam 5 mg melalui mulut (peroral&# )tropin atau alkaloid
beladona yang lain biasanya tidak diperlukan#

Selama Anestesia
)pabila dimungkinkan sebaiknya diberikan analgesik regional (non,sistemik&# 0al
ini dikarena pasien yang sadar pada analgesik regional memungkinkan petugas lebih
mudah dan lebih .epat mengenal serangan angina atau perubahan serebral akut#
4eknik anestesi yang dipilih hendaknya tidak menyebabkan gejolak peningkatan
penurunan tekanan darah dan laju nadi#
Dosis obat anestetika umum maupun lokal pada lansia harus dikurangi, dan
diberikan menurut kebutuhan, se.ara titrasi dengan mengingat bah5a 5aktu sirkulasi
memanjang dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat,obat yang sudah
diminum oleh pasien pra anesthesia#
!emantauan yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan pasien# 7(8
sebaiknya dipantau se.ara rutin# !emasangan kateter intraarterial untuk memantau
tekanan darah diperlukan bila9 .adangan kordio1askuler sangat rendah seperti pada
penyakit koroner atau katup jantung yang berat, hipertensi, penyakit pembuluh darah
otak, hipertensi pulmonal, dan bila diperlukan pemeriksaan analisis gas darah yang
berulang,ulang# (ateter 1ena sentral perlu dipasang bila diperlukan pemantauan yang
ketat terhadap isi .airan intra,1askuler# !ada pasien dengan keadaan pertukaran gas
yang buruk, sebaiknya digunakan kopnogra' dan pemantauan saturasi oksigen
perkutaneus# )pabila keadaan pasien .ukup baik dan tindakan bedah tidak memerlukan
pemantauan seperti di atas, pemantauan .ukup dengan 7(8 dan s'igmomanometer
disamping pemantauan anestesia yang baku#
Pasca Anestesia
)da kemungkinan bah5a kesulitan untuk berna'as pas.a bedah dini lebih sering
terjadi pada manula# :aktor yang meningkatkan kejadian penyakit perna'asan pas.a
bedah adalah kegemukan, manula perokok, nyeri, pembedahan darah abdomen atas
atau toraks, dan distensi abdomen#
)danya pemantauan di ruang pemulihan dinilai penting untuk dapat segera
mengatasi bila terjadi kesulitan berna'as# 0al ini lebih ditekankan bila menggunakan
anestesi jenis narkotik pelemas otot# !asien sering kali mengalami ulangan depresi
perna'asan di ruang pemulihan# ;aka keadan sirkulasi juga harus dipantau dengan
ketat# "ering kali adanya perubahan posisi atau pemindahan pasien ke ruang
pemulihan, memungkinkan terjadinya hipotensi atau renjatan# Demikian pula suhu ruang
pemulihan yang dingin dapat mempengaruhi kondisi pasien#
Daftar Pustaka
<aharjo, (#, -006, Pertimbangan Anastasia untuk Usia Lanjut, http9//
06=!ertimbangan)nastasia>ntuk>sia?anjut#html, diakses tanggal -$ ;aret -0$0
www.lptui.com/artikel.php%3Ffl3n...leDetail
<osanna 6li1ia 0artono (0%+$$4,$09&
Dita ;aria @irginia (0%+$$4,$$6&
I Aayan )rditayasa (0%+$$4,$*5&