Anda di halaman 1dari 12

DEPARTEMEN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

PUSAT PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN





PANDUAN PENGUJIAN INDIVIDUAL
KEBARUAN, KEUNIKAN, KESERAGAMAN DAN KESTABILAN

GUIDELINES FOR THE CONDUCT OF TEST
FOR DISTINCTNESS, HOMOGENEITY AND STABILITY












nama lain
alternative names

Botanical name English Indonesia
Zingiber officinale Roscoe. Ginger Jahe


PVT/PPI/38/1
Tanggal: 12 Desember 2007
Dengan Adendum Baru: Tidak








Panduan Pengujian ini harus dibaca bersamaan dengan dokumen Panduan Umum Pengujian BUSS, yang
berisi penjelasan mengenai prinsip umum mengenai panduan yang telah diterbitkan

These test guidelines should be read in conjunction with Panduan Umum Pengujian BUSS document,
which contains explanatory notes on the general principles on which the guidelines have been
established.
JAHE
GINGER
(Zingiber officinale Rosc.)
i
Kata Pengantar
Dok. PVT/PPI/38/1

Buku Panduan Pengujian Individual (PPI) untuk spesies Jahe disusun dalam rangka
memberikan pedoman pelaksanaan pengujian Kebaruan, Keunikan, Keseragaman dan
Kestabilan (BUSS) bagi para penguji dan para pemeriksa PVT serta para pihak yang
memerlukan informasi ini.

Penggunaan dan penerapan buku panduan ini mengacu kepada Buku Panduan Umum
Pengujian BUSS yang dikeluarkan oleh Pusat PVT dengan nomor dokumen:
Dok.PVT/PP/1/2. Kepada para penguji dan para pemeriksa diwajibkan untuk mengacu
pada Buku Pandum tersebut dan PPI spesies Jahe dalam melakukan tugasnya untuk
menguji BUSS spesies Jahe.

PPI spesies jahe disusun mengacu kepada Guidelines for The Conduct of Test of DUS
(GCT) spesies Zingiber officinale Rosc. yang dikeluarkan oleh UPOV dengan nomor
dokumen: TG/153/3 (18-10-1996).

Penyesuaian PPI spesies Jahe dengan Panduan dari UPOV tersebut dilakukan oleh
Komisi PVT dan Tim Teknis ahli di bidang tanaman Jahe. Pada kesempatan ini kami
sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para penyusun.

Kritik dan saran perbaikan sebagai umpan balik dari penerbitan buku panduan ini
sangat kami harapkan terutama dari para pengguna buku panduan ini, sehingga akan
memberikan kemudahan bagi para pengguna maupun pembaca lainnya dalam
melakukan pengujian dan pemeriksaan BUSS spesies Jahe.

Pusat Perlindungan Varietas Tanaman
Kepala,



Ir. Hindarwati. MSc.
NIP. 080 037 383
ii
DAFTAR ISI

TABLE OF CONTENTS


[Indonesia]
Halaman

I. Subjek Panduan

1
II. Bahan yang Dibutuhkan

1
III. Pelaksanaan Pengujian

2
IV. Metoda dan Pengamatan

2
V. Pengelompokan Varietas

3
VI. Karakteristik dan Simbol

4
VII. Tabel Karakteristik

5
VIII. Penjelasan Tabel Karakter

7
IX. Informasi Tambahan 9


[English]

Page

I. Subject of these Test Guidelines

1
II. Material Required

1
III. Conduct of Tests

2
IV. Methods and Observations

2
V. Grouping of Varieties

3
VI. Characteristics and Symbols

4
VII. Table of Characteristics

5
VIII. Explanations of the Table of Characteristics

7
IX. Additional Information 9
1
PANDUAN PENGUJIAN INDIVIDUAL (PPI)
TANAMAN JAHE

GUIDELINES FOR THE CONDUCT OF TEST (GCT/ PPI)
GINGER



I. Subjek panduan
Subject of these Guidelines
Panduan ini dapat digunakan untuk menguji semua varietas Jahe dari kelompok
Zingiber officinale Rosc.

These test Guidelines apply to all varieties of Zingiber officinale Rosc.


II. Bahan yang dibutuhkan
Material Required
1. PPVT memutuskan kapan, di mana dan berapa banyak dengan kualitas serta
kuantitas materi yang memadai dan diperlukan untuk pengujian varietas untuk
dikirimkan sebagai sampel. Pengajuan permohonan materi yang berasal dari
suatu negara agar dilengkapi dengan semua dokumen fitosanitari yang berlaku.
Batas minimal materi yang dibutuhkan untuk pengujian adalah:

30 rimpang untuk satu kali pengujian atau
60 rimpang untuk kebutuhan dua kali pengujian

Ukuran umbi yang dibutuhkan untuk bahan pengujian adalah yang memiliki
bobot 80-100 g. Materi tanaman yang digunakan secara visual sehat, memiliki
vigor yang baik serta bebas dari gangguan hama dan penyakit penting.

The competent authorities decide when, where and in what quantity and quality
the plant material required for testing the variety is to be delivered. Applicants
submitting material from a State other than that in which the testing takes place
must make sure that all customs formalities are complied with. The minimum
quantity of plant material to be supplied by the applicant in one or several
samples should be: 30 rhizomes.
The weight of the rhizome to be delivered should be 80 to 100g. The plant
material supplied should be visibly healthy, not lacking in vigor or affected by
any important pest or disease
2. Materi tanaman yang digunakan tidak mendapatkan perlakuan apapun terkecuali
atas izin pihak PPVT. Apabila dilakukan suatu perlakuan maka informasi secara
rinci tentang perlakuan tersebut harus dijelaskan.

The plant material must not have undergone any treatment unless the competent
authorities allow or request such treatment. If it has been treated, full details of
the treatment must be given.
2
III. Pelaksanaan Pengujian
Conduct of Tests
1. Pengujian minimal dilakukan pada dua musim tanam yang sama.
The minimum duration of tests should be two similar growing periods.

2. Pengujian dilakukan pada satu lokasi yang sama.
The tests should normally be conducted at one place.

3. Pengujian lapang dilaksanakan pada kondisi lapangan yang memungkinkan
tanaman dapat tumbuh normal. Ukuran plot hendaknya memungkinkan suatu
tanaman atau bagian lain dari tanaman untuk dipindahkan untuk kepentingan
pengukuran atau penghitungan yang benar, observasi dilakukan sampai dengan
akhir masa pertumbuhan. Ukuran minimum untuk setiap pengujian adalah total
30 tanaman yang dibagi ke dalam dua atau tiga ulangan.Pengamatan pada plot
terpisah hanya dapat dilakukan apabila kondisi lingkungan sama/homogen.

The field tests should be carried out under conditions ensuring normal growth.
The size of the plots should be such that plants or parts of plants may be
removed for measuring and counting without prejudice to the observations
which must be made up to the end of the growing period. As a minimum, each
test should include a total of 30 plants which should be divided between two or
more replicates. Separate plots for observation and for measuring can only be
used if they have been subject to similar environmental conditions.

4. Pengujian tambahan dapat dilaksanakan untuk tujuan tertentu, misalnya
pengujian karakteristik rasa, ketahanan hama penyakit dan lain-lain.

Additional tests for special purposes may be established, for example the test
for characteristics: taste, resistance etc.


IV. Metoda dan Pengamatan
Methods and Observations
1. Kecuali dinyatakan lain, semua pengamatan yang dilakukan melalui
pengukuran atau penghitungan harus dilakukan pada 30 tanaman atau bagian
tanaman

Unless otherwise indicated, all observations determined by measurement or
counting should be made on 30 plants or parts of 30 plants.
2. Untuk penilaian suatu populasi ditetapkan standar 1 % dengan peluang
diterima paling sedikit 95 %. Pada kasus ukuran contoh 30 tanaman, jumlah
maksimum tipe simpang yang dperbolehkan hanya 1.

For the assessment of uniformity a population standard of 1% with an
acceptance probability of at least 95% should be applied. In the case of a
sample size of 30 plants, the maximum number of off-types allowed would be
1.
3
3. Kecuali dinyatakan lain, semua pengamatan pada tanaman, daun, dan batang
harus dilakukan sebelum akhir periode pertumbuhan berakhir. Kecuali
dinyatakan lain, semua pengamatan pada batang harus dilakukan pada batang
utama (paling tinggi) pada saat sebelum waktu panen/daun luruh

Unless otherwise indicated, all observations on the plant, the leaf and the stem
should be made before the end of the growing phase. Unless otherwise
indicated, all observations on the stem should be made on the main stem
(tallest) before the time of harvest/before leaf fall.
4. Semua pengamatan pada rimpang dilakukan pada waktu panen.
All observations on the rhizome should be made at the time of harvesting.


V. Pengelompokan Varietas
Grouping of Varieties
1. Koleksi yang akan ditanam sebaiknya dipisahkan ke dalam kelompok-
kelompok tertentu untuk memfasilitasi pengukuran keunikan antar varietas.
Karakteristik yang cocok untuk tujuan pengelompokan didapat dari hasil
pengalaman bukan berasal dari hasil yang menyimpang, atau sedikit
menyimpang dalam suatu varietas yang karena berbagai keadaan sehingga
terdistribusikan dalam suatu koleksi.

The collection to be grown should be divided into which are suitable for
grouping purposes are those which are known from experience not to vary, or
to vary only slightly, within a variety and which in their groups to facilitate the
assessment of distinctness. Characteristics various states are fairly evenly
distributed within the collection.

2. PPVT merekomendasikan untuk menggunakan karakteristik berikut dalam
pengelompokan varietas di bawah ini:

It is recommended that the competent authorities use the following
characteristics for grouping varieties:

(i) Tanaman: tinggi (karakteristik 2)
Plant: height (characteristic 2)

(ii) Tanaman: jumlah batang (karakteristik 3)
Plant: number of stems (characteristic 3)

(iii) Rimpang : warna kulit (karakteristik 15)
Rhizomes : skin color (characteristic 15)

(iv) Rimpang: ukuran anak rimpang (karakteristik 19)
Rhizome: size of sections (characteristic 19).


4
VI . Karakteristik dan Simbol
Characteristics and Symbols
Penilaian keunikan, keseragaman dan kestabilan, karakteristik dan keterangan yang
diberikan dalam tiga bahasa pada dokumen UPOV pada tabel karakteristik harus
digunakan.

To assess distinctness, homogeneity and stability, the characteristics and their
states as given in the three UPOV working languages in the Table of
Characteristics should be used.

Angka (1-9) untuk tujuan prosesing data, diberikan berdampingan dengan
keterangan dari perbedaan karakteristik.

Notes (1 to 9), for the purposes of electronic data processing, are given opposite
the states of the different characteristics.

Legenda:
Legend:

(*) Karakteristik yang harus digunakan pada setiap periode tanam untuk menguji
semua varietas dan harus selalu dimasukan ke dalam deskripsi suatu varietas,
terkecuali ketika ekspresi karakteristik tersebut tidak memungkinkan untuk
muncul karena pengaruh lingkungan yang berbeda.

(*) Characteristics which should be used every growing period for the examination
of all varieties and should always be included in the description of the variety,
except when the state of expression of a preceding characteristic or regional
environmental conditions render this impossible.
(+) Lihat penjelasan pada tabel karakteristik pada Bab VII.

(+) See Explanations on the Table of Characteristics in chapter VII.
Waktu yang optimal untuk melakukan pengamatan diindikasikan dengan
penomoran pada kolom tertentu. Keterangan mengenai tingkatan perkembangan
tanaman diberikan pada akhir bab VIII.

Optimal stage of assessment of characteristics indicated by a number in the
corresponding column. The reference to the stages of development is given at
the end of chapter VIII.










5
VII. Tabel karakteristik/ Table Characteristics

No
Karakteristik/
Characteristics
indonesia english
Contoh Varietas/
Example Varieties
Notasi/
Note
1 Tanaman: Habitus
Plant:Habit
tegak
agak tegak
menyebar
erect
semi erect
spreading
Halina3
Halina2
Cimanggu1
1
3
5

2
(*)
Tanaman: Tinggi tanaman
Plant: Height
pendek
sedang
tinggi
short
medium tall
3
5
7

3
(*)
Tanaman: Jumlah batang
Plant: Number of Stems
sedikit
sedang
banyak
few
medium
many
3
5
7

4
(+)
Tanaman: arah tumbuh daun ujung
Plant: : attitude of
top leaf

tegak
agak tegak
mendatar
erect
semi erect
horizontal

1
3
5
5 Tanaman: jumlah daun pada batang utama
Plant: number of leaves on main
stem

sedikit
sedang
banyak
few
medium
many
3
5
7
6
(*)
Daun: panjang daun yang terletak pada 1/3
bagian batang)
Leaf: length (upper third of stem)

pendek
sedang
panjang
short
medium
long
3
5
7
7
(*)
Daun:lebar (sama dengan 6)
Leaf: width (as for 6)
sempit
sedang
lebar
narrow
medium
wide
3
5
7
8
(*)
Daun: intensitas warna hijau (sama dengan
6)
Leaf: intensity of green color
(as for 6)
terang
sedang
gelap
light
medium
dark
3
5
7
9
(*)
(+)
Batang: Panjang
Stem:Length
pendek
sedang
panjang

short
medium
long
3
5
7
10
(*)
(+)
Batang: Diameter (5 cm di atas tanah)
Stem: diameter (5cm from soil
level)

kecil
sedang
besar
small
medium
larga
3
5
7
11 Batang: intensitas warna hijau
Stem: intensity of green color
terang
sedang
gelap

light
medium
dark
3
5
7
12
(*)
Batang: Warna antosianin
Stem: anthocyanin coloration
tidak ada atau sangat
lemah
lemah
sedang
kuat
sangat kuat
absent or very weak

weak
medium
strong
very strong
1

3
5
7
9

13
(*)
Rimpang: bobot total
Rhizome:total weight
rendah
sedang
tinggi
light
medium
hight
3
5
7

14
(+)
Rimpang: bentuk
Rhizome:shape
tipe 1 (lurus)
tipe ii (melengkung)
tipe iii (selang seling)
type 1 (sraight)
type ii (curved)
type iii (zigzagged)
Jahira1
Halina3
Halina2, Cimanggu1

1
2
3

15
(*)
Rimpang: warna kulit
Rhizome: skin colour
putih kekuningan
kuning keabuan
kuning kecoklatan
kuning kehijauan
cokalt merah
yellowish white
greyish yellow
brownish yellow
greenish yellow
brown red
1
3
5
7
9

16

Rimpang: tingkat kekasaran permukaan
Rhizome: roughness of
surface

licin
sedang
kasar
smooth
medium
rough
3
5
7
6
17
(+)
Rimpang:
Warna antosianin pada tunas
Rhizome:anthocyanin coloration of bud
tidak ada atau sangat
lemah
lemah
sedang
kuat
sangat kuat
absent or very weak

weak
medium
strong
very strong
1

3
5
7
9

18
(*)
(+)
Rimpang: jumlah anak rimpang
Rhizome: number of sections
sedikit
sedang
banyak

few
medium
many
3
5
7
19
(*)
Rimpang: ukuran anak rimpang
Rhizome: size of sections
kecil
sedang
besar
small
medium
large

3
5
7
20 Rimpang: warna daging
Rhizome: color of flesh
abu abu muda kuning
keabuan
kuning muda
light grey
grayish yellow
light yellow
1
2
3

21 Waktu bertunas (setelah tanam)
Time of sprouting
(after planting)

awal
sedang
lambat
early
medium
late
3
5
7
22 Umur panen
Time of harvest maturity
awal
sedang
lambat
early
medium
late
3
5
7

23 Keberadaan bunga
Presence of flower
tidak berbunga
berbunga

not flowering
flowering
1
9
7
VIII. Penjelasan Tabel Karakteristik
Explanation on the Table of Characteristics



Ad 4,9,10,17: Karakteristik pada daun (4), batang (9&10) dan tunas (17)
Ad. 4, 9, 10, 17: Characteristics on leaf (4), stem (9 & 10) and bud (17)


















Arah tumbuh daun paling ujung (4)
attitude of top leaf (4)
Diameter batang (10)
diameter of stem (10)

Tunas (17)
bud (17)

batas tanah
soil level 5 cm
Panjang batang (9)
length of stem (9)
8
Ad.14,18,19: Rimpang:bentuk (14), jumlah dan ukuran anak rimpang (18.19)
Ad. 14, 18, 19: Rhizome: shape (14), number and size of sections (18, 19)




1 . Tipe I Lurus dengan jumlah anak rimpang banyak
Type I Straight rhizome with high density of sections

2. Tipe II Melengkung dengan jumlah anak rimpang sedang
Type II Curved rhizome with medium density of sections

3. Tipe III Selang seling dengan jumlah anak rimpang sedikit
Type III Zigzagged rhizome with low density of sections


























9
IX. Informasi Tambahan
Additional Information

9.1 Karakteristik Varietas Contoh
Characteristics Example Varieties Note

7.1 (2) Plant: height
short Sansh 3[ ]
medium Kintoki 5[ ]
tall Indo 7[ ]

7.2 (3) Plant: number of stems
few Indo 3[ ]
medium Sansh 5[ ]
many Kintoki 7[ ]


7.3 (12) Stem: anthocyanin coloration
absent or very weak 1[ ]
weak Sansh 3[ ]
medium Yanaka 5[ ]
strong Kintoki 7[ ]
very strong 9[ ]

7.4 (19) Rhizome: size of sections
small Kintoki 3[ ]
medium Rakunda 5[ ]
large Indo 7[ ]

9. 2 Informasi tambahan untuk membedakan varietas
Additional information which may help to distinguish the variety

9.2.1 Ketahanan terhadap penyakit
Resistance to pests and diseases

9.2.2. Kondisi spesifik untuk pengujian varietas
Special conditions for the examination of the variety

9.3 Informasi lain (Kualitas rimpang)
Other information (Rhizomes quality)

1. Kadar minyak atsiri, kadar oleoresin dalam % (v/w)
2. Kadar gingerol, zingeron, shogaol dalam % (v/w) (ditentukan dengan
metode HPLC)

1. Essential oil, oleoresin content % (v/w)
2. Gingerol, zingeron, shogaol contents % (v/w) (determined by HPLC)