Anda di halaman 1dari 46

A.

Yoga
bagai salah satu olahraga yang dikenal di seluruh dunia dan telah dikenal sejak ribuan
tahun yang lalu, jenis senam ini sudah memiliki banyak penggemar, dan di Indonesia
sudah semakin dikenal dan digemari. Bisa kita saksikan dari mulai banyaknya tumbuh
studio dan tempat belajar yoga yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia. Artikel ini
adalah artikel perdana blog Yoga House Dumai -tempat latihan yoga di Dumai - yang
akan membahas mengenai pengertian dan asal-usul Yoga.

Pengertian Yoga
Adapun Yoga memiliki makna bersatu. Kata ini bisa diartikan bersatunya tubuh, pikiran dan
jiwa di satu sisi, dan kesatuan selanjutnya adalah bersatunya sang hamba dengan Maha
Pencipta. Bisa dipahami bahwasanya senam atau olahraga yoga, melalui asana atau gerakan
yoga dan teknik meditasi sebagai medianya, membantu kita untuk mengenali diri sendiri, dan
kemudian lebih dekat dan mengenal Sang Maha Pencipta.
Asal-Usul Yoga
ipercayai yoga berasal dari !ndia sekitar ".### SM, walaupun banyak praktisi dan sejarawan
mempercayai keberadaannya jauh sebelum masa itu. Patanjali diyakini banyak pihak
merupakan orang yang pertama kali mengumpulkan dan membukukan $iloso$i yoga. Sistem
yoga yang dikumpulkan oleh Patanjali dikenal dengan nama Raja Yoga, yaitu sistem untuk
mengendalikan pikiran. %ulisan&tulisan Patanjali melalui buku&bukunya 'Yoga Sutras(
menjadi dasar sistem berikutnya yang dikenal dengan nama )Ashtanga Yoga* atau Delapan
Bagian Tubuh Yoga 'Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana,
danSamadhi(.
Bhagavad Gita + tulisan kuno ,indu berisikan -## ayat berbahasa Sanksekerta, dan salah
satu isinya adalah kisah ahabharata & banyak menceritakan mengenai yoga dan bahkan satu
bab khusus berisikan praktek yoga termasuk di dalamnya meditasi. i tulisan tersebut
diperkenalkan " jenis yoga, yaitu . !arma Yoga, Bha"ti Yoga dan #nana Yoga.
alam tulisan tersebut juga diceritakan terjadi percakapan antara Arjuna dan Krishna
sebelum perang Kurukshetra, di mana Krishna menjelaskan bahwasanya perang saudara ini
merupakan tanggung jawab Arjuna sebagai pejuang dan pangeran, dan menjelaskan kepada
Arjuna berbagai hal termasuk di dalamnya mengenai Yoga.
i dalam prosesnya hingga saat ini, yoga berkembang pesat menjadi berbagai aliran dan
bahkan dipercaya menjadi cikal bakal berbagai macam metoda dan teknik olah tubuh dan
meditasi di beberapa belahan negara.
/iloso$i yoga yang perlu dicatat dan diketahui adalah bahwasanya . pen$apaian tertinggi
bu"anlah di alam "hayal% Pen$apaian tertinggi adalah bagaimana setiap pra"tisi bisa
mengenal dirinya sendiri, dan mengerti bah&a tida" ada satupun ji&a yang sama persis di
seluruh alam ini.
B. Mitos ,indu 0 !ndia
Agama Hindu 'disebut pula Hinduisme( merupakan agama dominan di Asia Selatan1
terutama di !ndia dan 2epal1yang mengandung aneka ragam tradisi. Agama ini meliputi
berbagai aliran1di antaranya Saiwa, 3aisnawa, dan Sakta1serta suatu pandangan luas
akan hukum dan aturan tentang 4moralitas sehari&hari4 yang berdasar pada karma, darma,
dan norma kemasyarakatan. Agama ,indu cenderung seperti himpunan berbagai pandangan
$iloso$is atau intelektual, daripada seperangkat keyakinan yang baku dan seragam.
Agama ,indu disebut sebagai 4agama tertua4 di dunia yang masih bertahan hingga
kini, dan umat ,indu menyebut agamanya sendiri sebagaiSan'tana(
dharma 'ewanagari. (, artinya 4darma abadi4 atau 4jalan abadi4 yang melampaui
asal mula manusia. Agama ini menyediakan kewajiban 4kekal4 untuk diikuti oleh seluruh
umatnya1tanpa memandang strata, kasta, atau sekte1seperti kejujuran, kesucian, dan
pengendalian diri.
Para ahli dari Barat memandang ,induisme sebagai peleburan atau sintesis dari berbagai
tradisi dan kebudayaan di !ndia, dengan pangkal yang beragam dan tanpa tokoh pendiri.
Pangkal&pangkalnya meliputi Brahmanisme 'agama 3eda Kuno(, agama&agama
masa peradaban lembah Sungai !ndus, dan tradisi lokal yang populer. Sintesis tersebut
muncul sekitar 5##+6## SM, dan tumbuh berdampingan dengan agama Buddha hingga abad
ke&7. ari !ndia 8tara, 4sintesis ,indu4 tersebar ke selatan, hingga sebagian Asia %enggara.
,al itu didukung olehSanskritisasi. Sejak abad ke&9:, di bawah
dominansi kolonialisme Barat serta !ndologi 'saat istilah 4,induisme4 mulai dipakai secara
luas(, agama ,indu ditegaskan kembali sebagai tempat berhimpunnya aneka tradisi
yang koheren dan independen. Pemahaman populer tentang agama ,indu digiatkan oleh
gerakan 4modernisme ,indu4, yang menekankan mistisisme dan persatuan tradisi ,indu.
!deologi ,indut;a danpolitik ,indu muncul pada abad ke&6# sebagai kekuatan politis dan jati
diri bangsa !ndia.
Praktik keagamaan ,indu meliputi ritus sehari&hari 'contohnya puja <sembahyang= dan
pembacaan doa(, perayaan suci pada hari&hari tertentu, dan pen>iarahan. Kaum petapa yang
disebut sadu 'orang suci( memilih untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem daripada
umat ,indu pada umumnya, yaitu melepaskan diri dari kesibukan duniawi dan
melaksanakan tapa brata selama sisa hidupnya demi mencapai moksa.
Susastra ,indu diklasi$ikasikan ke dalam dua kelompok. Sruti 'apa yang 4terdengar4(
dan Smerti 'apa yang 4diingat4(. Susastra tersebut
memuatteologi, $ilsa$at, mitologi, yadnya 'kurban(, prosesi ritual, dan bahkan
kaidah arsitektur ,indu. Kitab&kitab utama di antaranya adalah )eda,*panishad 'keduanya
tergolong Sruti(, ahabharata, Ramayana, Bhaga&adgita, Purana, anusmerti,
dan Agama 'semuanya tergolong Smerti(.
engan penganut sekitar 9 miliar jiwa, agama ,indu merupakan agama terbesar ketiga di
dunia, setelah Kristen dan !slam.
9. ?timologi
Kata +indu 'melalui bahasa Persia( berasal dari kata Sindhu dalam bahasa Sanskerta, yaitu
nama sebuah sungai di sebelah barat daya subbenua !ndia, yang dalam bahasa
!nggris disebut ,ndus. Menurut @a;in /lood, pada mulanya istilah AhinduA muncul sebagai
istilah geogra$is bangsa Persia untuk menyebut suku bangsa yang tinggal di seberang sungai
Sindu.
<9B=
Maka dari itu, awalnya istilah A,induA merupakan istilah geogra$is dan tidak
mengacu pada suatu agama.
Kata +indu diserap oleh bahasa&bahasa ?uropa dari istilah Arab al(+ind, dan mengacu
kepada negeri bagi bangsa yang mendiami daerah sekitar sungai Sindu. !stilah Arab tersebut
berasal istilah Persia +ind-, yang mengacu kepada seluruh suku di !ndia. Pada abad ke&
9", +industan muncul sebagai nama alternati$ !ndiayang acap disebutkan, yang memiliki arti
42egeri para +indu4.
!stilah agama +indu kemudian sering digunakan dalam beberapa teks berbahasa
Sanskerta seperti Rajatarangini dari Kashmir ',induka, kr. 9C5#( dan beberapa teks
ma>hab@audiya 3aisnawa dari abad ke&9B hingga ke&97 yang berbahasa Bengali,
seperti .aitanya$aritamerta dan .aitanyabhaga&ata. !stilah itu digunakan untuk
membedakan ,indu dengan Yawana atau Mleccha. Sejak abad ke&97 dan seterusnya, istilah
,indu digunakan oleh para kolonis dan pedagang dari ?ropa untuk menyebut para penganut
agama tradisional !ndia secara umum. !stilah +induism diserap ke dalam bahasa
!nggris pada abad ke&9: untuk menyebut tradisi keagamaan, $ilasat, dan kebudayaan asli
!ndia.
6. e$inisi
Studi tentang !ndia beserta kebudayaan dan agamanya1demikian pula de$inisi
4,induisme41telah dibentuk oleh minat kolonialisme, serta gagasan orang
Barat tentang agama tersebut. Sejak 9::#&an, pengaruh&pengaruh beserta
dampaknya telah menjadi topik perdebatan di kalangan ahli ,indu, dan turut
dicampuri oleh kritik&kritik terhadap !ndia menurut pandangan Barat. Karena
istilah tersebut melingkupi berbagai tradisi dan gagasan yang luas, maka sulit
untuk memperoleh de$inisi yang komprehensi$.
<9B=
%anpa keseragaman, ,induisme
dide$inisikan sebagai agama, tradisi keagamaan, dan seperangkat kepercayaan
religius.

". Pengaruh Kolonial
@agasan untuk sebuah sebutan umum bagi beberapa aliran kepercayaan dan tradisi di !ndia
sudah mendapat perhatian sejak abad ke&96. @agasan 4,induisme4 sebagai 4tradisi
keagamaan dunia yang tunggal4 dipopulerkan pada abad ke&9: oleh !ndolog ?ropa yang
mengacu kepada 4kasta&kasta brahmana4 sebagai in$ormasi mereka tentang agama&agama di
!ndia.
<67=
,al ini mengacu pada suatu kecenderungan untuk menegaskan sastra dan keyakinan
terhadap 3eda sebagai 4esensi4 bagi praktik keagamaan ,indu pada umumnya, serta bagi
hubungan Adoktrin ,induA masa kini dengan berbagai
perguruan 3edanta 'khususnya Adwaita 3edanta(.
Kolonialisme telah menjadi $aktor signi$ikan dalam pengaruh kasta brahmana dan
4brahmanisasi4 dalam masyarakat ,indu. Adat kaum brahmana juga memengaruhi
pengertian ,induisme di mata orang ?ropa. Kaum brahmana melestarikan kitab&kitab ,indu
yang kemudian diteliti oleh orang&orang ?ropa. Kewenangan kitab&kitab tersebut telah
menjadi sasaran penelitian orang ?ropa. Penetapan basis&basis tekstual agama ,indu oleh
kaum orientalis ?ropa didasari oleh kecenderungan untuk mengacu kepada otoritas tertulis
daripada otoritas lisan. Kaum brahmana dan ilmuwan ?ropa memiliki persepsi yang sama
tentang 4suatu deklinasi umum dari sebuah agama yang mulanya murni4
C. Pendapat orang ,indu
Bagi orang ,indu, ,induisme adalah jalan hidup tradisional. Banyak penganutnya yang
menyebut ,induisme sebagai San'tana(dharma, artinya 4darma yang abadi4 atau 4jalan yang
abadi4. !stilah ini mengacu kepada kewajiban 4abadi4 yang harus dijalankan oleh seluruh
umat ,indu1tanpa memandang derajat, kasta, atau sekte0aliran1seperti kejujuran, tidak
menyakiti makhluk hidup, menjaga kesucian, berniat baik, pemaa$, bersabar, mengendalikan
na$su, mengendalikan diri sendiri, murah hati, dan berta$akur. !ni berbeda dengan s&adarma,
artinya 4darma seseorang4, yaitu kewajiban yang harus dijalankan sesuai aliran yang diikuti
dan tingkatan kehidupan. Menurut Kim Knott, perihal darma ini mengacu pada gagasan
bahwa sumbernya melampaui sejarah umat manusia, dan kebenarannya disampaikan oleh
%uhan 'Sruti( serta diwariskan dari >aman ke >aman, hingga masa kini, dalam suatu
kumpulan kitab tertua di dunia, yaitu)eda.
Menurut /n$y$lop0dia Britanni$a.
Pada masa kini, istilah <Sanatana(dharma= itu pun digunakan oleh para pemuka, re$ormis,
dan nasionalis ,indu untuk menyebut ,induisme sebagai suatu agama dunia yang bersatu.
Maka dari itu, Sanatana(dharma menjadi sinonim bagi kebenaran dan ajaran ,indu yang
4abadi4, yang kemudian dipahami bahwa tidak hanya transenden bagi sejarah dan tak
berubah&ubah, namun juga tak terbagi&bagi dan pada pokoknya bukanlah sektarian.
Sebagai tanggapan atas kolonialisme dan orientalisme Barat, para pemuka dan ahli ,indu
menginterpretasikan agamanya dalam suatu upaya yang disebut 4modernisme ,indu4 oleh
orang Barat. %okoh terkemuka dalam upaya tersebut adalah Swami Di;ekananda, Sar;epalli
Eadhakrishnan, dan Mahatma @andhi. Menurut @a;in /lood, Di;ekanda '97B"+9:#6( adalah
tokoh penting dalam pengembangan pemahaman diri umat ,indu masa kini dan telah
merumuskan pandangan terhadap ,induisme bagi orang Barat. !ntisari dalam $ilsa$atnya
adalah gagasan bahwa 4percikan dari %uhan4 berada dalam setiap makhluk hidup, sehingga
seluruh umat manusia dapat mencapai persatuan dengan 4si$at ilahi bawaan4 tersebut, dan
dengan memandang bahwa si$at ilahi ini juga terkandung pada setiap orang maka
berkembanglah kasih sayang dan harmoni sosial. Menurut /lood, pandangan Di;ekananda
terhadap ,induisme adalah yang paling umum diterima oleh kebanyakan umat ,indu
golongan menengah berbahasa !nggris '/nglish(spea"ing middle($lass +indus( pada masa
kini.
Sar;epalli Eadhakrishnan adalah salah satu cendekiawan terpelajar dari !ndia yang bergelut
dengan $ilsa$at Barat dan !ndia. !a mencari keselarasan antara rasionalisme barat dengan
,induisme, dan memperkenalkan ,induisme sebagai pengalaman religius yang pada
hakikatnya rasional dan humanistis. 3awasan Eadhakrishnan disebut sangat rele;an dan
penting dalam membentuk jati diri ,indu kontemporer
5. Pendapat orang barat
%oleransi agama ,indu terhadap aneka ragam aliran kepercayaan dan tradisi yang berbeda&
beda membuatnya sulit untuk dide$inisikan sebagai suatu agama menurut pemahaman
tradisional orang Barat. alam sejumlah kajian didapati bahwa agama ,indu dapat
dipandang sebagai suatu kategori dengan 4batas&batas yang kabur4, daripada suatu lembaga
yang tegar dan terde$inisikan dengan baik. Beberapa akti;itas keagamaan ,indu dapat
dipandang sebagai hal yang la>im dalam agama tersebut, sementara yang tak la>im pun masih
dapat dimasukkan ke dalam kategori agama ,indu. Berdasarkan pemikiran&pemikiran
tersebut, /erro&Fu>>i menulis suatu Apendekatan %eori PrototipeA untuk mende$inisikan
,induisme.
Menurut /lood, globalisasi kebudayaan ,indu diprakarsai oleh Swami Di;ekananda dengan
mendirikan Misi Eamakrishna, dan diikuti oleh para pemuka ,indu lainnya, yang membawa
ajaran yang menjadi kekuatan kultural penting dalam masyarakat Barat, dan sebagai
akibatnya menjadi kekuatan kultural penting di !ndia, tempat ajaran itu bermula. ,induisme
@lobal tersebut menarik minat di seluruh dunia, melampaui batas&batas nasional, dan telah
menjadikannya suatu agama dunia yang berdampingan denganKekristenan, !slam,
dan Buddhisme, bagi komunitas ,indu seluruh dunia maupun orang&orang Barat yang
tertarik dengan kebudayaan dan kepercayaan non&Barat.
<C"=
Agama ini menekankan nilai&nilai
spiritual uni;ersal seperti keadilan sosial, kedamaian, serta 4trans$ormasi spiritual umat
manusia.4 Sebagian perkembangannya disebabkan oleh 4re&enkulturasi4 atau e$ek Pi>>a,
yaitu suatu kondisi ketika unsur&unsur kebudayaan ,indu diperkenalkan ke unia Barat, lalu
mendapatkan popularitas di sana, dan sebagai akibatnya juga mendapatkan popularitas yang
lebih besar di !ndia.
B. Karakteristik
Keberadaan agama ,indu sebagai agama tersendiri yang berbeda dengan agama
Buddha dan Gainisme diperkuat oleh penegasan para penganutnya bahwa agama mereka
memang demikian berbeda. Berbeda dengan dua agama tersebut, ,induisme bersi$at teistik.
Sebagian besar sekte dan aliran ,induisme meyakini suatu pengatur alam semesta1dasar
bagi segala $enomena di dunia yang memani$estasikan diri dalam berbagai wujud1yang
disebut dengan berbagai nama, seperti !swara, ewa, Batara, ,yang, dan lain&lain. Sebagian
aliran meyakini bahwa berbagai kemajemukan di dunia merupakan bagian dari Brahman.
alam agama ,indu, seorang umat boleh berkontemplasi tentang misteri Brahman 'dalam
konteks tertentu, Brahman dapat dide$inisikan sebagai %uhan personal atau pun impersonal(
dan mengungkapkannya melalui mitos yang jumlahnya tidak habis&habisnya, serta melalui
penyelidikan $iloso$is. Mereka mencari kemerdekaan atas penderitaan melalui praktik&
praktik brata atau meditasi yang mendalam, atau dengan mendekatkan diri kepada %uhan
melalui cinta kasih 'bha"ti( dan percaya 'sradha(.
-. Akar ,induisme
Sejak minat akan !ndologi dan studi ,indu bertumbuh, sejarah dan pangkal agama ,indu
telah menjadi perdebatan para cendekiawan di unia Barat. Sebelumnya, tidak ada istilah
A,induismeA atau Aagama ,induA, tetapi keberadaan tradisi ,indu seperti sekarang telah
berpangkal sejak purbakala. Selain itu, para ahli sulit mende$inisikan ,induisme karena
ketiadaan seorang tokoh pendiri agama tersebut. Para cendekiawan memandang ,induisme
sebagai gabungan dari berbagai kebudayaan atau tradisi yang ada di !ndia. Salah satu akarnya
adalah Brahmanisme atau agama 3eda Kuno dari !ndia pada Haman Besi, yang merupakan
hasil peleburan antara bangsa !ndo&Arya dengankebudayaan dan peradaban ,arrapa. Selain
itu, tradisi yang mendukung perkembangan agama ,indu meliputi Sramana atau 4tradisi
penolakan4 dari !ndia 8tara, serta kebudayaan mesolitik dan neolitik di !ndia, seperti agama&
agama peradaban lembah sungai !ndus, tradisi bangsa ra;ida, serta tradisi dan agama lokal
dari suku bangsa di !ndia.
Setelah periode 3eda 'antara 5##+6## SM dan kr. "## M, pada permulaan periode
43iracarita dan Purana4 atau 4periode Praklasik4(, 4sintesis ,indu4 mulai timbul 'masa
ketika dimasukkannya pengaruh Sramana dan Buddhisme(, diiringi dengan kemunculan
tradisi bha"ti ke dalam balutan Brahmanisme melalui kitab&kitab Smerti. Sintesis ini muncul
di bawah tekanan perkembangan Buddhisme dan Gainisme. Selama pemerintahan inasti
@upta, kitab&kitab Purana disusun, digunakan untuk menyebarkan ideologi keagamaan
umum di tengah&tengah akulturasi yang dijalani masyarakat tribal dan buta huru$. ,asilnya
adalah kemunculan ,induisme&Puranis 'Purani$(+induism( yang memiliki perbedaan
mencolok jika dibandingkan dengan Brahmanisme sebelumnya 'yang berpegang
pada Dharmasastra dan Smerti(. Selama beberapa abad, ,induisme dan Buddhisme tumbuh
berdampingan, sampai akhirnya memperoleh keunggulan pada abad ke&7 M.
ari !ndia 8tara, 4sintesis ,indu4 beserta konsep pembagian masyarakat menyebar ke !ndia
Selatan dan sebagian Asia %enggara. ,al tersebut didukung oleh sejumlah kegiatan.
pengadaan pemukiman bagi kaum brahmana di kawasan yang dii>inkan oleh penguasa
lokalI dimasukkannya atau diasimilasikannya dewa&dewi non&3eda 'tidak disebut
dalam )eda( yang populerI dan proses Sanskritisasi, yaitu kondisi ketika 4orang&orang dari
berbagai strata masyarakat !ndia cenderung menyesuaikan kehidupan religius dan sosial
mereka dengan norma&norma Brahmanis4. Proses asimilasi tersebut menjelaskan bahwa
keanekaragaman budaya lokal di !ndia diselimuti oleh selubung persamaan konseptual.
7. Keanekaragaman
Agama ,indu dapat dideskripsikan sebagai sebuah wadah tradisi yang memiliki 4si$at
kompleks, bertumbuh, berhierarki, dan kadangkala inkonsisten secara internal.4 Agama
,indu tidak mengenal 4satu sistem kepercayaan yang disusun demi menyeragamkan
keyakinan atau iman4, namun menjadi istilah awam yang meliputi kemajemukan tradisi
keagamaan di !ndia. Menurut Mahkamah Agung !ndia.
%idak seperti agama lainnya di dunia, agama ,indu tidak mengklaim satu nabi saja, tidak
memuja satu dewa saja, tidak menganut satu konsep $iloso$is saja, tidak mengikuti atau
mengadakan satu ritus keagamaan sajaI $aktanya, ciri&ciri <agama ,indu= itu tidak seperti
agama atau kepercayaan lain pada umumnya. %ak lain dan tak bukan, agama <,indu= itu
merupakan suatu jalan hidup.
Salah satu masalah dalam merumuskan satu de$inisi tentang istilah 4agama ,indu4 adalah
adanya $akta bahwa agama ,indu tidak didirikan oleh seorang tokoh. Agama ini
merupakan sintesis dari berbagai tradisi, atau himpunan tradisi keagamaan yang berbeda
tetapi memiliki persamaan.
Konsep ketuhanan dalam tubuh agama ,indu pun tidak seragam. Beberapa aliran
bersi$at monoteisme1mengagungkan 3isnu, Kresna, atau Siwa1sementara aliran lainnya
bersi$at monisme, yang memandang bahwa para dewa atau sembahan apa pun merupakan
mani$estasi beragam dari Yang Maha ?sa. Beberapa aliran ,indu bersi$at panenteisme1
sebagaimana disebutkan dalam kitab Bhaga&adgita1yang meyakini bahwa %uhan meresap
ke seluruh alam semesta, namun alam semesta bukanlah %uhan. Beberapa $ilsa$at
,indu membuat postulat ontologi teistis 'dalil ketuhanan( tentang penciptaan dan peleburan
alam semesta, meskipun beberapa umat ,indu merupakan ateis yang memandang ,induisme
tak lebih dari sebuah $ilsa$at, bukan agama.
i samping itu, agama ,indu tidak mengenal satu sistem saja untuk mencari 4keselamatan4
'salvation(, namun mengandung sejumlah aliran dan berbagai bentuk tradisi
keagamaan. Beberapa tradisi ,indu mengandalkan ritus tertentu sebagai hal penting demi
keselamatan, namun berbagai pandangan mengenai hal tersebut juga hadir secara
berdampingan. Agama ,indu juga dicirikan dengan adanya kepercayaan
akanreinkarnasi 'samsara, atau siklus lahir&mati( yang ditentukan oleh hukum karma, dan
gagasan tentang 4keselamatan4 adalah kondisi saat indi;idu terbebas dari siklus lahir&mati
yang terus berputar. Berdasarkan hal&hal tersebut di atas, agama ,indu dipandang sebagai
agama yang paling kompleks dari seluruh agama yang masih bertahan hingga saat ini.
:. Persamaan
i samping berbagai perbedaan yang teramati, ada pula rasa persamaan dalam
,induisme. Menurut tokoh spiritual ,indu Swami Di;ekananda, ada kesatuan $undamental
dalam tubuh ,induisme, yang mendasari berbagai perbedaan dalam bentuk&bentuk
pelaksanaannya. Pada umumnya, umat ,indu mengenal berbagai nama dan gelar
seperti 3isnu, Siwa, Sakti, ,yang, ewata, dan Batara. Beberapa aliran memandang nama
dan gelar tersebut sebagai aneka mani$estasi dari Yang Maha ?sa atau Yang Mahakuasa,
sehingga agama ,indu dapat dikatakan bersi$at monisme. Agama ,indu juga dicirikan
dengan adanya kepercayaan akan makhluk ilahi0makhluk surgawi, yang dipandang tidak
setara dengan Yang Mahakuasa, sedangkan beberapa aliran juga memandangnya sebagai
mani$estasi dari Yang Mahakuasa. Karakteristik lainnya1yang kerap dijumpai dalam tubuh
,induisme1adalah iman tentang reinkarnasi dankarma, serta keyakinan akan kewajiban
yang harus dipenuhi secara mutlak 'darma(.
Selain itu, banyak aliran ,induisme mentak>imkan suatu kumpulan kitab suci yang
disebut )eda, meskipun ada beberapa aliran yang mengabaikannya. Sekte ,indu
seperti Finggayata bahkan tidak mengikuti)eda, namun masih memiliki kepercayaan
akan Siwa. Sebaliknya, sekte Ayya;a>hi memiliki kitab suci tersendiri yang
disebut A"ilattirattu Ammanai, namun masih mengimani %uhan yang sama dengan
,induisme1contohnya 2arayana dan Faksmi1serta memiliki sejumlah mitos yang mirip
dengan mitologi ,indu pada umumnya.
alam perkembangannya, tradisi ,indu yang cenderung mengagungkan 3isnu1atau
2arayana dan Kresna1disebut 3aisnawa, sementara yang memuja Siwa
disebut Saiwa'Saiwisme(. ilihat dari luar, aliran Saiwa dan 3aisnawa memiliki konsep
tersendiri tentang %uhan yang diagungkan. Menurut ,alb$ass, meskipun aliran Saiwa dan
3aisnawa dapat dipandang sebagai aliran keagamaan yang mandiri, ada kadar interaksi dan
saling acu antara para teoretikus dan pujangga dari masing&masing tradisi yang
mengindikasikan adanya rasa jati diri yang lebih luas, rasa koherensi dalam konteks yang
sama, serta inklusi dalam kerangka dan garis besar <kepercayaan= secara umum.
Menurut 2icholson, pada masa antara abad ke&96 dan ke&9B, para cendekiawan tertentu mulai
memandang 4benang merah4 terhadap kekayaan ajaran $ilsa$at yang berasal
dari*panishad, wiracarita, Purana, dan beberapa ma>hab yang dikenal sebagai 4enam
sistem4 'saddarsana( dari $ilsa$at ,indu yang umum.4 %endensi dari kekaburan distingsi
$iloso$is juga digarisbawahi oleh Burley. ,acker menyebut perihal tersebut sebagai
4inklusi;isme4, dan Michaels berpendapat tentang 4si$at identi$ikasi diri4. Menurut Foren>en,
rasa identitas ke&,indu&an bermula dari masa interaksi antara kaum Muslim dan ,indu, dan
dari sebuah proses penentuan jati diri untuk membedakan kaum ,indu dengan kaum Muslim,
yang sudah dimulai sebelum 97##&an. Menurut Michaels.
Sebagai pencegahan terhadap supremasi !slam, dan sebagai bagian dari proses regionalisasi
yang berkelanjutan, dua ino;asi keagamaan berkembang dalam tubuh agama ,indu.
pembentukan sekte&sekte serta historisasi yang mendahului nasionalisme pada masa
berikutnya J Para orang suci, dan kadangkala pemuka sekte yang militan, seperti
pujangga Maratha <bernama= %ukaram '9B#:+9BC:( dan Eamdas '9B#7+9B79(, menyuarakan
gagasan&gagasan yang mengagungkan kejayaan agama ,indu pada masa lampau.
Para brahmana juga menyusun tulisan&tulisan bersejarah yang kian bertambah,
terutama eulogi dan riwayat tempat&tempat suci 'mahatmya(, atau mengobarkan semangat
re$lekti$ untuk menghimpun dan menggubah suatu koleksi kutipan yang ekstensi$ tentang
berbagai subjek.
!nklusi;isme ini dikembangkan lebih jauh lagi pada abad ke&9: dan ke&6# oleh gerakan
re$ormasi ,indu dan 2eo&Dedanta, serta telah menjadi karakteristik agama ,indu modern.
9#. Penggolongan
Agama ,indu sebagaimana biasanya dapat digolongkan ke dalam beberapa ma>hab atau
aliran besar. alam suatu kelompok ma>hab di masa lalu1yang digolongkan sebagai
4enam darsana41hanya dua ma>hab yang popularitasnya masih
bertahan. 3edanta dan Yoga. @olongan&golongan utama ,induisme pada masa kini
disesuaikan dengan aliran&aliran besar yang
ada. 3aisnawa '3aisnawisme(, Saiwa 'Saiwisme(, Sakta 'Saktisme(,
dan Smarta 'Smartisme(.
99. ?nam %ipe 8mum
Menurut G. Mcaniel, ada enam tipe umum dalam tubuh agama ,indu, yang disusun dengan
maksud menampung berbagai pandangan terhadap suatu subjek yang kompleks. Adapun
enam tipe tersebut sebagai berikut.
Agama ,indu rakyat , yaitu agama ,indu yang berdasarkan pada tradisi masyarakat
setempat serta pemujaan dewa&dewi lokal, seperti,indu %amil, ,indu 2ewa, ,indu
Bali, ,indu Manipuri, ,indu Kaharingan, dan lain&lain. Berpangkal dari masa prasejarah
atau setidaknya mendahului penulisan )eda.
Srauta atau Agama ,indu 3eda, dilaksanakan oleh kaum brahmana&tradisional yang
disebut srautin.
Agama ,indu 3edanta , yaitu agama ,indu yang mengacu pada $ilsa$at 3edanta,
meliputi Adwaita 3edanta 'Smarta(, dan menekankan pendekatan $iloso$is pada kitab&
kitab *panishad.
Agama ,indu Yoga , yaitu sekte yang menitikberatkan
pelaksanaan yoga menurut Yogasutra Patanjali.
Agama ,indu harma atau agama 4moralitas sehari&hari4, yaitu ,induisme yang
berdasarkan pada realisasi karma dan pelaksanaan norma kemasyarakatan
seperti &i&aha 'adat pernikahan ,indu(.
Bhakti , yaitu agama ,indu yang menekankan pelaksanaan kebaktian bagi entitas
tertentu, seperti Kresna, Siwa, @anesa.
96. Eeligi dan religiotas ,indu
Menurut AKel Michaels, ada tiga bentuk religi 'agama( ,indu dan empat
macam religiositas 'pengabdian( umat ,indu.
Pembagian agama ,indu menjadi tiga bentuk bersuaian dengan metode pembagian dari !ndia
yang mengelompokkannya sebagai berikut. praktik ritual menurut )eda 'vaidi"a(, agama
rakyat dan lokal 'gramya(, dan sekte keagamaan 'agama atau tantra(. Menurut Michaels, tiga
bentuk agama ,indu yakni.
1. ,induisme Brahmanis&Sanskritis 'Brahmani$(Sans"riti$ +induism(. suatu
agama politeistis, ritualistis, dan kependetaan yang berpusat pada suatu keluarga
besar serta upacara pengorbanan, dan merujuk kepada kitab&kitab )eda sebagai
keabsahannya. Agama ini mendapat sorotan utama dalam banyak risalah tentang
agama ,indu karena memenuhi banyak kriteria untuk disebut sebagai agama, serta
karena agama ini merupakan yang dominan di berbagai wilayah !ndia, sebab
masyarakat non&brahmana pun mencoba untuk mengasimilasinya.
2. Agama rakyat dan agama suku. suatu agama lokal yang politeistis,
kadangkala animistis, dengan tradisi lisan yang luas. Kadangkala bertentangan
dengan ,induisme Brahmanis&Sanskritis.
". Agama bentukan. tradisi dengan komunitas monastis yang dibentuk untuk mencari
keselamatan 'salvation(, biasanya menjauhkan diri dari belenggu duniawi, dan
seringkali anti&Brahmanis. Agama ini dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga bagian.
Agama sektarian. aliran keagamaan yang menggarisbawahi suatu konsep
$iloso$is dari ,induisme dan menekankan praktik religius menurut konsep
tersebut, contohnya 3aisnawa dan Saiwa.
Agama&bentukan sinkretis. agama tersendiri yang terbentuk
dari sinkretisme antara ,induisme dengan agama lain, contohnya ,indu&
!slam 'Sikhisme(, ,indu&Buddha'Buddhisme 2ewara(, atau ,indu&
Kristen '2eohinduisme(.
Agama proselitisis 'proselyti1ing religions(, atau 4@uru&isme4. kelompok
keagamaan yang berawal dari seorang guru dan biasanya menekankan
isu uni;ersalisme, contohnya Maharishi Mahesh Yogi dengan gerakan Meditasi
%ransendental, Sathya Sai Baba dengan /ederasi Satya Sai, Bhakti;edanta Swami
Prabhupada dengan gerakan !SKLM2, Maharaj Gi dengan i;ine Fight Mission,
dan Msho.
Menurut Michaels, empat macam religiositas ,indu yakni.
1. Eitualisme. terutama mengacu pada ritualisme 3eda&Brahmanistis '2edi$(
Brahmanisti$ ritualism( yang domestik dan butuh kurban, namun dapat juga meliputi
beberapa bentuk %antrisme. !ni merupakan "arma(marga klasik.
2. Spiritualisme. kesalehan intelektual, bertujuan untuk mencari kebebasan 'moksa( bagi
indi;idu, biasanya dengan bimbingan seorang guru. !ni merupakan
karakteristikAdwaita 3edanta, Saiwa Kashmir, Saiwa Siddhanta, 2eo&3edanta,
@uruisme esoterik masa kini, dan beberapa macam %antrisme. !ni merupakan jnana(
marga klasik.
3. e;osionalisme. pemujaan kepada %uhan, seperti yang ditekankan dalam
tradisi bha"ti dan Kresnaisme. !ni merupakan bha"ti(marga klasik.
C. ,eroisme. bentuk religiositas politeistis yang berpangkal dari tradisi militeristis,
seperti Eamaisme dan sebagian dari ,induisme politis. !ni juga disebut &irya(marga.
9". %oleransi
Agama ,indu memiliki ciri khas sebagai salah satu agama yang paling toleran karena
tiadanya skisma meskipun ada kemajemukan tradisi yang bernaung di bawah simbol&simbol
agama ,indu. alam tubuh agama ,indu, perbedaan pada setiap tradisi1bahkan pada
agama lain1tidak untuk diperkarakan, karena ada keyakinan bahwa setiap orang memuja
%uhan yang sama dengan nama yang berbeda, entah disadari atau tidak oleh umat
bersangkutan. alam kitab Reg&eda terdapat suatu bait yang sering dikutip oleh umat ,indu
untuk menegaskan hal tersebut, sebagai berikut.
. '/"am Sat 2ipr'h Bahudh' 2adanti(
Arti. 4,anya ada satu kebenaran, tetapi para cendekiawan menyebut&2ya dengan banyak
nama.4 '!.LFN!D.CB(
Agama ,indu memandang seluruh dunia sebagai suatu keluarga besar yang mengagungkan
satu kebenaran yang sama, sehingga agama tersebut menghargai segala bentuk keyakinan dan
tidak mempersoalkan perbedaan agama. Maka dari itu, agama ,indu tidak mengakui
konsep murtad, bidah, dan penghujatan. Agama ,indu bersi$at mendukung pluralisme
agama dan lebih menekankan harmoni dalam kehidupan antar&umat beragama, dengan tetap
mengindahkan bahwa tiap agama memiliki perbedaan mutlak yang tak patut
diperselisihkan. Menurut tokoh spiritual ,indu Swami Di;ekananda, setiap orang tidak hanya
patut menghargai agama lain, namun juga merangkulnya dengan pikiran yang baik, dan
kebenaran itulah yang merupakan dasar bagi setiap agama.
alam agama ,indu, toleransi beragama tidak hanya ditujukan pada umat agama lain, namun
juga pada umat ,indu sendiri. ,al ini terkait dengan keberadaan beragam tradisi dalam tubuh
,induisme. Agama ,indu memberikan jaminan kebebasan bagi para penganutnya untuk
memilih suatu pemahaman dan melakukan tata cara persembahyangan tertentu. Sebuah sloka
dalam Bhaga&adgita sering dikutip untuk mendukung pernyataan tersebut.
Ye yath' m'm prapadyante t'ms tathaiva bhaj'my aham mama vartm'nuvartante manusy'h
p'rtha sarva3ah.
Arti. Galan mana pun yang ditempuh seseorang kepada&Ku, Aku memberinya anugerah
setimpal. Semua orang mencari&Ku dengan berbagai jalan,
wahai Arjuna 'Bhaga&adgita, !D.99(
alam Parlemen Agama&Agama unia '97:"( di Lhicago, Di;ekananda juga mengutip suatu
ayat yang menyatakan bahwa setiap orang menempuh jalan yang berbeda&beda dalam
memuja %uhan, sebagaimana berbagai aliran sungai pada akhirnya menyatu di lautan.
9C. Mad>hab, aliran dan gerakan
,induisme tidak mengandalkan otoritas berdasarkan doktrin sentral seperti kredo, rukun
iman, atau syahadat. Meskipun tradisi ,indu tidak seragam, banyak umat ,indu yang tidak
mau mengakui dirinya sebagai penganut aliran atau sekte ,indu tertentu. Pada umumnya,
aliran dibedakan berdasarkan pada dewa yang dipuja sebagai mani$estasi Yang Mahakuasa,
serta pada tradisi mengenai cara pemujaan dewa tersebut.
Ada empat aliran utama yang sering teramati. 3aisnawa, Saiwa, Sakta, dan Smarta.
<9#B=
8mat 3aisnawa memuja )isnu sebagai mani$estasi Yang MahakuasaI
umat Saiwamemuja Si&a sebagai mani$estasi Yang MahakuasaI
umat Sakta memuja Sa"ti 'kekuatan( atau De&i yang dipersoni$ikasikan sebagai wanita ilahiI
sedangkan Smarta meyakini kesatuan mendasar dari lima 'Pancadewa( atau enam 'Shanmata(
dewa sebagai personi$ikasi dari Yang Mahakuasa. Aliran lainnya
seperti @anapatya 'pemujaan terhadapGanesa( dan Saura 'pemujaan terhadap Surya( kurang
menyebar secara luas.
Sejumlah gerakan keagamaan terkategorikan ke dalam salah satu aliran besar ,induisme,
contohnya @erakan ,are Krishna terkategorikan ke dalam golongan 3aisnawa. Ada pula
gerakan keagamaan ,indu yang sukar ditentukan untuk dimasukkan ke dalam golongan yang
disebutkan di atas, contohnya Arya Samaj yang diprakarsai Swami ayananda Saraswati.
@erakan keagamaan ini berbeda dengan tradisi ,indu pada umumnya, yaitu tidak memuja
%uhan dengan sarana arca atau lukisan. @erakan ini ber$okus
kepada)eda dan yadnya 'yaj4aI ritus keagamaan berdasarkan )eda(.
i samping empat aliran besar dalam agama ,indu, sekte&sekte keagamaan yang ada
meliputi Ayya;a>hi, Swaminarayana, Ea;idassia, Finggayata, dan lain&lain. Beberapa sekte
memiliki konsep, mitologi, serta pustaka suci tersendiri yang berbeda dengan tradisi ,indu
pada umumnya. Sekte&sekte tertentu pun memiliki aliran di dalamnya, misalnya tradisi
%antra.
95. ?nam ma>hab $ilsa$at
Menurut sistem astika dan nastika, ada sembilan $ilsa$at !ndia klasik. ?nam di antaranya
merupakan $ilsa$at ,indu klasik 'asti"a( yang mengakui otoritas )eda sebagai kitab suci.
%iga $ilsa$at lainnya merupakan aliran heterodoks 'nasti"a( yang tidak mengakui
otoritas)eda, namun menekankan tradisi perguruan yang berbeda. Adapun enam $ilsa$at
,indu tersebut sebagai berikut.
Samkhya . ma>hab $ilsa$at yang1dipercaya secara tradisional1digagas oleh
Eesi Kapila. Ma>hab ini dianggap sebagai salah satu ma>hab $ilsa$at tertua di
!ndia. Ma>hab ini bersi$at dualisme. Menurut Samkhya, alam semesta terdiri dari dua
realitas.purusa 'kesadaran( dan pra"erti 'materi(. #i&a adalah kondisi saat purusa terikat
pada pra"riti karena suatu 4perekat4 yang disebutkehendak, dan akhir dari ikatan itu
disebut mo"sa. Samkhya menolak bahwa sumber segalanya
adalah !swara '%uhan(. Samkhya tidak mendeskripsikan apa yang terjadi setelah moksa,
dan tidak menyinggung apa pun yang berkaitan dengan !swara atau %uhan, karena $ilsa$at
ini menyatakan bahwa tidak ada perbedaan esensial antara purusa indi;idu dengan alam
semesta setelah mencapai moksa.
Yoga . ma>hab yang menekankan pada pengendalian diri dan pikiran. Ma>hab Yoga
menerima psikologi dan meta$isika yang diajarkan Samkhya, namun bersi$at
lebih teistis daripada Samkhya, karena ditambahkannya entitas ketuhanan pada 65
elemen realitas menurut Samkhya. Ma>hab ini digagas oleh Eesi Patanjali. Yoga menurut
Patanjali dikenal sebagai Rajayoga, yaitu suatu sistem untuk mengontrol
pikiran. Berbagai tradisi Yoga didapati dalam agama ,indu, Buddha,
dan Gaina. Para guru dari !ndiamemperkenalkan Yoga ke unia Barat, mengikuti
keberhasilan Di;ekananda pada akhir abad ke&9: dan awal abad ke&6#. Pada tahun 9:7#&
an, salah satu jenis Yoga menjadi populer sebagai suatu sistem latihan jasmani di unia
Barat. Bentuk Yoga semacam itu disebut +athayoga.
Nyaya . ma>hab logika dalam ,induisme. Ma>hab spekulasi $iloso$is ini berdasarkan
kitab&kitab yang disebut Nyayasutra, ditulis oleh Aksapada @autama pada abad ke&
6 Masehi. Kontribusi signi$ikan dari ma>hab 2yaya adalah metodologi untuk
membuktikan keberadaan %uhan, menurut kitab )eda. Menurut ma>hab 2yaya, ada
empat sumber untuk memperoleh pengetahuan 'pramana(. persepsi, in$erensi,
perbandingan, dan testimoni. Pengetahuan yang diperoleh melalui masing&masing sumber
tersebut bisa saja sahih atau tidak. Sebagai dampaknya, para $ilsu$ 2yaya berusaha keras
untuk mencari cara membuktikan kesahihan pengetahuan melalui sejumlah bagan
penjelasan.
Waisesika . ma>hab atomisme dalam ,induisme yang menyatakan
suatu postulat bahwa segala benda di alam semesta dapat dibagi&bagi menjadi
sejumlah atom. Ma>hab ini mulanya digagas oleh Eesi Kanada sekitar abad ke&
6 Masehi. Secara historis, ma>hab ini dikaitkan erat dengan 2yaya. Meskipun sistem
3aisesika dan 2yaya berkembang secara mandiri, keduanya bergabung karena teori&teori
meta$isis yang memiliki keterkaitan. Akan tetapi, dalam bentuknya yang klasik, ajaran
3aisesika berbeda dengan 2yaya, karena 2yaya mengakui empat sumber pengetahuan,
sementara 3aisesika hanya mengakui persepsi dan in$erensi.
Mimamsa . ma>hab yang kajian utamanya adalah si$at&
si$at darma berdasarkan hermeneutika pada kitab&kitab )eda. Si$at&si$at darma tidak
dapat diakses untuk penalaran atau pengamatan, sehingga harus dikaji melalui otoritas
wahyu&wahyu yang dikandung dalam )eda, yang diyakini kekal, tanpa pengarang
'apauru eyatva (, dan sempurna. Ma>hab Mimamsa mengandung doktrin
yang ateistis maupun teistis dan tidak terlalu tertarik pada keberadaan %uhan, namun
pada karakteristik darma.
<96#=<969=
Mimamsa sangat memerhatikan pena$siran tekstual,
sehingga memberi rintisan pada kajian $ilologi dan $ilsa$at bahasa. @agasannya tentang
4tuturan4 '3abda( sebagai kesatuan suara dan makna 'penanda dan petanda( yang tak
dapat dibagi lagi dipengaruhi oleh Bhart hari 'kr. abad ke&5(.
Patung Adi Shankara, $ilsu$ ma>habAdwaita yang tertemuka, terletak diMysore, !ndia.
Wedanta . ma>hab yang ber$okus pada kajian tentang tiga sastra dasar dalam $ilsa$at
,indu, yaitu *panishad, Brahmasutra, dan Bhaga&adgita. Sekurang&kurangnya, ada
sepuluh aliran dalam ma>hab 3edanta, namun tiga di antaranya1
Adwaita,3isistadwaita, dan waita1lebih termasyhur.
Adwaita . perguruan 3edanta yang dirintis oleh Adi Shankara 'awal abad ke&7(
dan guru besarnya, @audapada, yang menjabarkan Ajati&ada. Menurut perguruan
ini, Brahman adalah satu&satunya kenyataan, sedangkan dunia yang
teramatihanyalah ilusi belaka. Karena Brahman adalah kenyataan sejati, !a tidak
dapat dikatakan memiliki atribut. Kekuatan ilusi$ dari Brahman yang
disebut maya ' m'y' ( membuat dunia ini tampak ada. Ketidaktahuan akan
kenyataan tersebut merupakan penyebab adanya penderitaan di dunia, sehingga
kebebasan 'dari penderitaan( hanya bisa diperoleh melalui kesadaran akan
Brahman. Ketika seseorang mencoba memahami Brahman melalui pikirannya,
maka1karena pengaruh maya1Brahman hadir sebagai %uhan berkepribadian
'!swara(, yang berbeda dengan dunia dan juga indi;idu. Pada kenyataannya, tiada
perbedaan antara esensi indi;idu yang sejati 'ji&atman( dengan Brahman.
Kebebasan dapat diperoleh dengan merasakan bahwa tiada perbedaan antara
keduanya. Maka dari itu, jalan kebebasan ditempuh dengan pengetahuan 'j4'na(.
Wisistadwaita . perguruan 3edanta yang dirintis oleh Eamanuja '9#9-+99"-(.
Menurut perguruan ini, ji&atman adalah bagian dariBrahman, sehingga mereka
mirip, tetapi tidak sama. Menurut 3isistadwaita, Brahman dinyatakan memiliki
atribut 'Saguna(brahman(, termasuk materi dan jiwa kesadaran
indi;idu. Brahman, materi, dan jiwa indi;idu tidaklah sama tetapi merupakan
entitas yang tidak terpisahkan. Perguruan ini menegaskan Bha"ti atau pengabdian
kepada %uhan1yang dibayangkan sebagai 3isnu1sebagai jalan untuk mencapai
kebebasan 'moksa(. alam perguruan ini, maya dipandang sebagai daya cipta dari
%uhan.
Dwaita . perguruan 3edanta yang dirintis oleh Madhwacarya '99::+96-7(.
Perguruan ini juga disebut sebagai tatvav'd' + 4/ilsa$at Kenyataan4. Perguruan
ini menyamakan %uhan dengan Brahman, sehingga tiada berbeda
dengan 3isnu atau pun berbagai perwujudan&2ya
seperti Kresna, 2arasinga,3enkateswara, dan lain&lain. Perguruan ini
memandang Brahman, jiwa indi;idu, dan materi sebagai entitas yang berbeda.
Perguruan ini menekankan Bha"ti sebagai jalan yang benar untuk mencapai
kebebasan, dan pengabaian akan %uhan akan berujung pada neraka serta ikatan
duniawi. Menurut waita, segala tindakan diberdayakan oleh jiwa yang diberi
kekuatan oleh %uhan, dan hasil tindakan tersebut dilimpahkan kepada jiwa,
namun %uhan tidak ikut terpengaruh oleh hasil tindakan tersebut.
alam sejarah agama ,indu, keberadaan enam ma>hab tersebut di atas mencapai
masa gemilang pada masa inasti @upta. engan bubarnya 3aisesika dan
Mimamsa, perguruan $ilsa$at tersebut kehilangan pamornya pada masa&masa
berikutnya, sedangkan berbagai aliran&aliran 3edanta mulai naik pamor sebagai
cabang&cabang utama dalam $ilsa$at keagamaan. 2yaya bertahan sampai abad ke&
9- dan berganti nama menjadi Na&ya(nyaya '42yaya Baru4(, sedangkan
Samkhya lenyap perlahan&lahan, namun ajarannya diserap oleh Yoga dan
3edanta.
9B. ?mpat Aliran 8tama
?mpat aliran utama yang sering didapati adalah 3aisnawa, Saiwa, Sakta, dan Smarta. alam
masing&masing aliran, ada beberapa perguruan atau aliran lain yang menempuh caranya
sendiri.
Waisnawa . aliran dalam tubuh ,induisme yang memuja 3isnu1dewa pemelihara
menurut konsep Trimurti '%ritunggal(1beserta sepuluh perwujudannya 'awatara(. Aliran
ini menekankan pada kebaktian, dan para pengikutnya turut memuja berbagai dewa,
termasuk Eama dan Kresna yang diyakini sebagai perwujudan 3isnu. Pengikut aliran ini
biasanya non&asketis, monastis 'mengikuti cara hidup biarawan(, dan menekuni praktik
meditasi serta melantunkan lagu&lagu pemujaan. Biasanya umat 3aisnawa
bersi$at dualisme. Aliran ini memiliki banyak tokoh suci, kuil, dan kitab. Aliran ini
terbagi dalam beberapa golongan, yaitu. Sri Sampradaya '3aisnawa yang
memuja Faksmi sebagai pasangan 3isnu(, Brahma Sampradaya '3aisnawa yang
memuja 3isnu secara eksklusi$(, Rudra Sampradaya '3aisnawa yang memuja 3isnu
atau para awatara, seperti Kresna, Eama, Balarama, dan lain&lain(,!umara
Sampradaya '3aisnawa yang memuja Laturkumara(.
Saiwa . aliran dalam tubuh ,induisme yang memuja Siwa. Kadangkala Siwa
digambarkan sebagai Bhairawa yang menyeramkan. 8mat Saiwa lebih tertarik pada tapa
brata daripada umat ,indu aliran lainnya, dan biasa ditemui berkeliaran di !ndia dengan
wajah yang dilumuri abu dan melakukan ritual penyucian diri. Mereka bersembahyang di
kuil dan melakukan yoga, berjuang untuk dapat menyatukan diri dengan Siwa. Aliran ini
terbagi dalam beberapa golongan, yaitu. Pasupata 'Saiwa yang menekankan tapa brata,
terutama tersebar di @ujarat, Kashmir, dan 2epal(, Sai&a Siddhanta 'Saiwa yang
mendapat pengaruh %antra(, !ashmira Sai&adarshana 'Saiwa
yang monistis dan idealistis(, Natha Siddha Siddhanta 'Saiwa yang
monistis(, 5inggayata 'Saiwa yang monoteistis(, Sai&a Ad&aita 'Saiwa yang monistis
dan teistis(.
Sakta . aliran ,induisme yang memuja Sakti atau ewi. Pengikut Saktisme
meyakini Sa"ti sebagai kekuatan yang mendasari prinsip&prinsip maskulinitas, yang
dipersoni$ikasikan sebagai pasangan dewa. Sakti diyakini memiliki berbagai wujud.
Beberapa di antaranya tampak ramah, seperti Parwati 'pasangan Siwa(
atau Faksmi 'pasangan 3isnu(. Yang lainnya tampak menakutkan,
seperti Kali atau urga. Sakta memiliki kaitan dekat dengan ,induisme %antra, yang
mengajarkan ritual dan praktik untuk penyucian pikiran dan tubuh. 8mat Sakta
menggunakan mantra&mantra, sihir, gambar sakral, yoga, dan upacara untuk memanggil
kekuatan kosmis. Aliran ini mengandung dua golongan utama, yaitu. Sri"ula 'pemujaan
kepada dewi&dewi yang bergelar Sri( dan !ali"ula 'pemujaan kepada dewi&dewi
perwujudan Kali(.
Smarta . aliran ,indu&monistis yang memuja lebih dari satu dewa1
meliputi Siwa, 3isnu, Sakti, @anesa, dan Surya di antara dewa dan dewi lainnya1tetapi
menganggap bahwa dewa&dewi tersebut merupakan mani$estasi dari >at yang Maha ?sa.
ibandingkan tiga aliran ,induisme yang disebutkan di atas, Smarta berusia relati$
muda. Berbeda dengan 3aisnawa atau Saiwa, aliran ini tidak bersi$at sektarian secara
gamblang, dan berdasarkan pada iman bahwa Brahman adalah asas tertinggi di alam
semesta dan meresap ke dalam segala sesuatu yang ada. Pada umumnya, umat Smarta
memuja Yang Mahakuasa dalam enam personi$ikasi. @anesa, Siwa, Sakti, 3isnu, Surya,
dan Skanda. Karena umat Smarta menerima keberadaan dewa&dewi ,indu yang utama,
mereka dikenal sebagai umat liberal atau non&sektarian. Mereka mengikuti praktik&
praktik $iloso$is dan meditasi, serta menekankan persatuan antara indi;idu dengan %uhan
melalui kesadaran.
9-. Sekte dan aliran lainnya
Agama Hindu Newa. agama ,indu yang dianut oleh sebagian besar suku
2ewa di 2epal. Agama ,indu ini mengenal beberapa tradisi unik seperti tarian sakral
dengan topeng yang disebut .ha$haa Pya"han. Agama ,indu ini juga mengenal
sejumlah hari raya, dan ada kalanya bertepatan dengan perayaan Buddhis di sana.
Agama Hindu Nusantara. tradisi serta kepercayaan masyarakat !ndonesia yang telah
mengalami akulturasi0berasimilasi dengan konsep&konsep ,indu dari !ndia, sehingga
membentuk suatu tradisi ,indu yang unik, contohnya ,indu Gawa dan ,indu Bali.
Karena sikap lembaga ,indu yang terbuka, beberapa kepercayaan asli 2usantara pun
diakui sebagai bagian dari agama ,indu 2usantara sehingga mendapatkan label ,indu,
contohnya ,indu Kaharingan dan ,indu %ollotang.
Agama Hindu Swaminarayana. agama yang dianut oleh sebagian besar
orang ,indu @ujarat.
<9"9=
Pengikut ,indu Swaminarayana
memuja 3isnu atau Kresna sebagai %uhan sehingga sering dianggap sebagai salah satu
aliran dalam 3aisnawa. %etapi1tidak seperti aliran 3aisnawa pada umumnya1,indu
Swaminarayana tidak membedakan 3isnu dan Siwa. Aliran ini menggunakan
pemahaman sebagaimana aliran Smarta bahwa para dewa adalah mani$estasi
dari Brahman.
Ayyavazhi. sistem kepercayaan monistis berdasarkan darma yang berasal dari !ndia
Selatan. Aliran ini dikatakan sebagai agama tersendiri oleh media massa dan beberapa
penganutnya, tetapi banyak penganutnya yang mengaku sebagai umat ,indu, sehingga
Ayya;a>hi juga dianggap sebagai sekte ,indu. Ayya;a>hi berpusat pada ajaran dan
khotbah Ayya DaikundarI gagasan dan $iloso$i mereka berdasarkan kitab A"ilattirattu
Ammanai dan Arul Nool. Ayya;a>hi memiliki banyak kesamaan dengan ,induisme
dalam hal mitologi dan praktik, namun memiliki perbedaan dalam konsep baik dan
buruk, serta perbedaan pandangan tentang darma.
kasarana Dharma. aliran ,indu&panenteistis yang dirintis oleh Srimanta
Sankarde;a pada abad ke&95. Kini, banyak penganutnya yang tinggal di negara
bagian Assam. Aliran ini menolak upacara dan ritus berbasis 3eda, menentang
pelaksanaan kurban hewan, dan hanya melakukan pemujaan dengan menyebut nama
%uhan berulang&ulang. Kitab pegangan bagi aliran ini adalah San"arde&a Bhaga&ata.
Aliran ini terbagi menjadi empat golongan. Brahma(sanghati, Purusha(sanghati, Ni"a(
sanghati, dan !ala(sanghati.
!ana"atya. sekte ,induisme yang ber$okus pada pemujaan @anesa sebagai %uhan
Yang Mahakuasa. @anesa dipuja sebagai bagian dari Saiwa sejak sekitar abad ke&5. Sekte
@anapatya mulai muncul sekitar abad ke&B dan ke&:. Kemudian, sekte ini dipopulerkan
oleh Sri Morya @osa;i. Sekte @anapatya mulai masyhur antara abad ke&9- dan ke&9:
di Maharashtra.
#a"adi Sam"radaya. aliran dan tradisi ,induisme yang dianut sebagian
masyarakat kesatria di @ujarat, terutama di Kutch. Pengikut tradisi ini
memuja Eama sebagai %uhan Yang Mahakuasa. Kepercayaan ini terbagi menjadi empat
golongan. Eamsnehi, Ashapuri, Sra;ani, dan Makadbantha.
#aumaram. sekte ,induisme yang ber$okus pada pemujaan Murugan atau Skanda di
kawasan !ndia Selatan, terutama yang didominasi oleh suku %amil. %radisi tersebut juga
dapat ditemui di luar !ndia, khususnya di kawasan pemukiman imigran %amil.
Mahima Dharma. sekte ,induisme yang penganutnya banyak terdapat
di Mrissa, !ndia. Sekte ini diprakarsai oleh seorang guru spiritual yang dikenal dengan
nama Mahima Swami atau Mahima @osain. Sekte ini memusatkan kebaktian pada %uhan
Yang Maha ?sa yang disebut Ale"ha, serta menolak pemujaan %uhan dengan sarana arca,
gambar, atau pun pratima.
$avidassia. sistem kepercayaan monoteistis berdasarkan ajaran @uru Ea;idass, tokoh
yang dikenal oleh umat ,indu atau pun Sikh. 8mat Ea;idassia meyakini bahwa Ea;idass
adalah guru spiritual, sedangkan umat Sikh menganggapnya sebagai bhagat 'orang
suci(. Ajaran Ea;idassia merupakan cabang dari gerakan Bhakti yang muncul di !ndia
sejak abad ke&95. Ea;idassia mengajarkan umatnya untuk memuja %uhan yang
disebut ,ari, dan tujuan kehidupan adalah mencapai moksa, yaitu bertemu dengan ,ari.
Saura. sekte ,induisme yang memuja Surya sebagai Saguna(brahman. Aliran ini
berpangkal dari tradisi 3eda kuno. Kini, hanya ada sedikit penganut aliran ini di !ndia.
Srauta. golongan brahmana ortodoks yang mengikuti Pur&amimamsa, berbeda
dengan 3edanta yang diikuti oleh kaum brahmana lainnya. Mereka merupakan penganut
tradisi ritual konser;ati$ dan membentuk golongan minoritas di antara umat ,indu di
!ndia. Penganut aliran ini biasanya terdapat di negara bagian Kerala 'kaum 2ambudiri(
dan Karnataka 'Mattur, ,olenarsipur, Sringeri(.
97. @erakan keagamaan
Beberapa gerakan ,indu modern muncul di !ndia pada periode antara abad ke&97 dan ke&6#,
antara lain sebagai berikut.
%rahmoisme . gerakan keagamaan yang berasal dari Benggala pada awal abad ke&9:.
@erakan ini didirikan oleh Eam Mohan Eoy. Beliau menggagas pentingnya peman$aatan
nalar untuk mere$ormasi praktik sosial dan religius agama ,indu, dengan pengaruh
dari agama monoteistis dan ilmu pengetahuan modern. Brahmoisme menolak dogma,
takhayul, otoritas kitab suci, dan penggambaran %uhan.
Prarthana Sama& . gerakan re$ormasi sosial dan keagamaan yang dimulai di Bombay,
didirikan oleh r. Atmaram Pandurang pada tahun 97B- dengan tujuan agar masyarakat
meyakini satu %uhan dan hanya menyembah satu %uhan. @erakan ini dimulai sebagai
re$ormasi sosial dan keagamaan sebagaimana Brahmo Samaj. Perintis Prarthana Samaj di
Mumbai adalah Paramahamsa Sabha, perkumpulan rahasia untuk memajukan gagasan&
gagasan liberal yang didirikan oleh Eam Balkrishna Gaykar.
Arya Sama& . gerakan re$ormasi ,indu yang diprakarsai oleh Swami ayananda, dan
didirikan pada tanggal - April 97-5. @erakan ini bermaksud
mengamalkan )eda sebagaimana mestinya, dan mengesampingkan kitab&kitab yang
ditulis setelah)eda. @erakan ini bersi$at monoteistis karena tidak mengakui dewa&dewi
tertentu, serta menolak pemujaan %uhan dengan sarana patung atau lukisan.
Misi $amakrishna . gerakan $ilantropis dan sukarela yang diprakarsai oleh
murid Eamakrishna, Swami Di;ekananda, pada tanggal 9 Mei 97:-. @erakan ini
ber$okus pada masalah kemanusiaan seperti pemeliharaan kesehatan, bencana alam,
kesejahteraan masyarakat desa, pendidikan, dan lain&lain. Misi gerakan ini berdasarkan
konsep!armayoga. alil&dalil yang digunakan adalah $ilsa$at 3edanta.
Masyarakat 'nternasional #esadaran #rishna 'The ,nternational So$iety 6or
!rishna .ons$iousness + !SKLM2(. gerakan keagamaan berdasarkan tradisi @audiya
3aisnawa. @erakan ini juga dikenal dengan nama 4@erakan ,are Krishna4, didirikan
pada tahun 9:BB di 2ew York Lity oleh A. L. Bhakti;edanta Swami Prabhupada.
Ajarannya berpegang pada Bhaga&adgita dan Srimad Bhaga&atam. @erakan ini
didirikan untuk menyebarkan Bha"tiyoga dan memuja %uhan dengan wujud Kresna.
i luar Asia Selatan dan Asia %enggara, aliran ,indu yang cukup populer adalah
tradisi 3aisnawa yang dibawa oleh misionaris @erakan ,are Krishna. %radisi ,indu juga
dilaksanakan di beberapa negara dengan jumlah imigran !ndia yang signi$ikan,
seperti Mauritius 'A$rika bagian selatan( dan %rinidad dan %obago 'Amerika %engah(.
9:. Keyakinan
Agama ,indu tidak memiliki seorang pendiri dan tidak berpedoman pada satu kitab
suci.
<CB=
Meskipun demikian, ada keyakinan yang kerap dijumpai dalam berbagai
tradisi ,indu. Perihal yang umum dijumpai dalam berbagai keyakinan masyarakat
,indu1namun tidak untuk terbatas pada beberapa hal tersebut1meliputi
kepercayaan akan >at Yang Mahakuasa 'dapat disebut
sebagai ,s&ara, A&atara, De&ata, Batara, dan lain&
lain(, darma 'etika0kewajiban(, samsara 'siklus kelahiran, kehidupan, kematian, dan
kelahiran kembali yang berulang&ulang(, "arma 'sebab dan akibat(, mo"sa 'kebebasan
dari samsara(, dan berbagai yoga 'jalan atau praktik spiritual(.
6#. Konsep ketuhanan
Agama ,indu merupakan sistem kepercayaan yang kaya, mencakup keyakinan yang
bersi$at monoteisme, politeisme, panenteisme,panteisme, monisme, dan ateisme. Konsep
ketuhanannya bersi$at kompleks dan bergantung pada nurani setiap umatnya atau pada tradisi
dan $ilsa$at yang diikuti. Kadangkala agama ,indu dikatakan bersi$at henoteisme 'melakukan
pemujaan terhadap satu%uhan, sekaligus mengakui keberadaan para dewa(, namun istilah&
istilah demikian hanyalah suatu generalisasi berlebihan.
Ma>hab 3edanta dan 2yaya menyatakan bahwa karma itu sendiri telah membuktikan
keberadaan %uhan. 2yaya merupakan suatu perguruan logika, sehingga menarik kesimpulan
4logis4 bahwa <keberadaan= alam semesta hanyalah suatu 4akibat4, maka pasti ada suatu
4penyebab4 di balik semuanya.
Agama ,indu mengandung suatu konsep $iloso$is yang disebut Brahman, yang sering
dide$inisikan sebagai kenyataan sejati, esensi bagi segala hal, atau sukma alam semesta yang
menjadi asal usul serta sandaran bagi segala sesuatu dan $enomena. Pada
>amanBrahmanisme, Brahman adalah istilah yang disematkan bagi suatu kekuatan yang
membuat yadnya 'upacara( menjadi e$ekti$, yaitu kekuatan spiritual dari ucapan&ucapan suci
yang dirapalkan para ahli )eda, sehingga mereka disebut brahmana. Kadangkala, Brahman
dipandang sebagai Yang Mahamutlak atau Mahakuasa, atau asas ilahi bagi
segala materi, energi, waktu, ruang, benda, dan sesuatu di dalam atau di luar alam semesta.
Sebagai hasil dari berbagai kontemplasi tentang Brahman, maka !a dapat dipandang sebagai
%uhan dengan atribut 'Saguna(brahman(, %uhan tanpa atribut 'Nirguna(brahman(, dan0atau
%uhan Mahakuasa 'Parabrahman(, tergantung ma>hab dan aliran.
Ma>hab dan aliran ,indu&dualistis1seperti waita dan tradisi Bhakti1meyakini Brahman
sebagai %uhan yang berkepribadian 'memilikiguna atau 4atribut ketuhanan4, yaitu supremasi
dari si$at&si$at baik manusia seperti Maha&penyayang, Maha&pemurah, Maha&pelindung, dan
sebagainya(, sehingga mereka memujanya dengan nama 3isnu, Siwa, ewi, ewata, Batara,
dan lain&lain, tergantung aliran masing&masing. alam tradisi ,indu pada umumnya, %uhan
yang dipandang sebagai >at mahakuasa dengan supremasi dari si$at baik manusia1daripada
dianggap sebagai asas semesta yang tak terbatas1disebut ,s&ara, Bhaga&an,
atau Parames&ara.
<95-=
Meski demikian, ada beragam pena$siran tentang !swara, mulai dari
keyakinan bahwa !swara sesungguhnya tiada1sebagaimana ajaran Mimamsa1sampai
pengertian bahwa Brahman dan !swara sesungguhnya tunggal, sebagaimana yang diajarkan
ma>hab Adwaita.
<957=
alam banyak tradisi3aisnawa, !a disebut 3isnu, sedangkan kitab
3aisnawa menyebutnya sebagai Kresna, dan kadangkala menyebutnya S&ayam Bhaga&an.
Sementara itu, dalam aliran Sakta, !a disebut ewi atau Adiparasakti, sedangkan dalam
aliran Saiwa, !a disebut Siwa. Ajaran Smarta yang monistis memandang bahwa seluruh
nama&nama ilahi seperti 3isnu, Siwa, @anesa, Sakti, Surya,
dan Skanda sesungguhnya mani$estasi dari Brahman yang Maha ?sa.
Ma>hab Adwaita 3edanta menolak teisme dan dualisme dengan menegaskan bahwa pada
hakikatnya Brahman tidak memiliki bagian atau atribut. Menurut ma>hab ini, %uhan yang
berkepribadian atau menyandang atribut tertentu adalah salah satu $enomena maya, atau
kekuatan ilusi$ Brahman. Pada hakikatnya, Brahman tidak dapat dikatakan memiliki si$at&
si$at kemanusiaan seperti pelindung, penyayang, perawat, pengasih, dan sebagainya. Menurut
ma>hab ini, pikiran manusia yang terperangkap mayamenyebabkan Brahman terbayangkan
sebagai %uhan dengan si$at atau atribut tertentu, yang dapat disebut
sebagai ,s&ara, Bhaga&an, )isnu, dan nama&nama lainnya. Ma>hab ini menegaskan bahwa
tiada larangan untuk membayangkan %uhan dengan si$at&si$at tertentu, namun tujuan hidup
sejati adalah untuk merasakan bahwa 4sesuatu yang nyata4 dalam tiap makhluk sesungguhnya
tiada berbeda dengan Brahman. Ma>hab Adwaita dapat dikatakan
sebagai monisme atau panteisme karena meyakini bahwa alam semesta tidak sekadar berasal
dari Brahman, namun pada 4hakikatnya4 sama dengan Brahman.
oktrin ateistis mendominasi aliran ,indu seperti Samkhya dan Mimamsa. alam
kitab Sam"hyaprava$hana Sutra dari aliran Samkhya dinyatakan bahwa keberadaan %uhan
',s&ara( tidak dapat dibuktikan sehingga 'keberadaan %uhan( tidak dapat diakui. Samkhya
berpendapat bahwa %uhan yang abadi tidak mungkin menjadi sumber bagi dunia yang
senantiasa berubah. ikatakan bahwa %uhan merupakan gagasan meta$isik yang dibuat untuk
suatu keadaan. Pendukung dari aliran Mimamsa1yang berdasarkan pada ritual
dan ortopraksi1menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk membuktikan keberadaan
%uhan. Aliran ini berpendapat bahwa kita tidak perlu membuat postulat tentang suatu
4pencipta dunia4, sebagaimana kita tidak perlu memikirkan siapa penulis )eda atau %uhan
apa yang dibuatkan upacara. Mimamsa menganggap bahwa nama&nama %uhan yang tertulis
dalam )eda sebenarnya tidak mengacu pada wujud apa pun di dunia nyata, dan hanya untuk
keperluan mantra belaka. Atas pemahaman tersebut, mantra itulah yang sebenarnya
merupakan 4kekuatan %uhan4, sehingga %uhan tiada lain hanyalah kekuatan mantra belaka.
69. Atman dan Giwa
alam agama ,indu terdapat keyakinan bahwa ada 4sesuatu yang sejati4 dalam tiap indi;idu
yang disebut atman, si$atnya abadi atau tidak terhancurkan. Taittiriya(
upanishadmendeskripsikan bahwa atman indi;idu diselimuti oleh lima
lapisan. annamaya"osa 'lapisan badan kasar yang mengandung daging dan
kulit(, pranamaya"osa 'lapisan tenaga kehidupan(, manomaya"osa 'lapisan pikiran atau
indera yang menerima rangsangan(, &ijanamaya"osa 'lapisan nalar, akal budi, atau
kecerdasan(, anandamaya"osa 'lapisan kebahagiaan atau tubuh kausal(.
<9B7=
!stilah atman dan
jiwa kadangkala dipakai untuk konteks yang sama. alam suatu pengertian, atman adalah
percikan dari Brahman, sedangkan jiwa adalah penggerak segala makhluk hidup.
Menurut teologi ,indu yang monistis0panteistis 'seperti ma>hab Adwaita 3edanta(, sukma
indi;idu sama sekali tiada berbeda dari Brahman. Sukma indi;idu disebut ji&atman,
sedangkan Brahman disebut paramatman. Maka dari itu, ajaran ini disebut aliran non&
dualis. Ketika tubuh indi;idu hancur, jiwa tidak turut hancur. Sebaliknya, ia berpindah ke
tubuh baru melalui reinkarnasi 'samsara(. Giwa mengalaminya karena diselubungi
oleh a&idya atau 4ketidaksadaran4 bahwa dirinya sesungguhnya sama dengan Paramatman.
%ujuan kehidupan menurut ma>hab Adwaita adalah untuk mencapai kesadaran bahwa atman
sesungguhnya sama dengan Brahman. Kitab *panishad menyatakan bahwa siapa pun yang
merasakan bahwa atman merupakan esensi dari tiap indi;idu, maka ia akan menyadari
kesetaraan dengan Brahman, sehingga mencapai moksa 'kebebasan atau kemerdekaan dari
proses reinkarnasi0samsara(.
Yoga dari Eesi Patanjali1sebagaimana yang diuraikan dalam Yogasutra1berbeda
dengan monisme yang diuraikan dalam $ilsa$at Adwaita. Menurut yoga, pencapaian spiritual
tertinggi bukanlah untuk menyadari bahwa segala kemajemukan di alam semesta merupakan
maya. Gati diri yang diperoleh saat mencapai pengalaman religius tertinggi bukanlah atman
belaka. !tu hanyalah salah satu jati diri yang ditemukan oleh indi;idu. Meruntuhkan 4tembok
alam sadar manusia4 untuk membangun 4persatuan4 jati diri indi;idu 'jiwatman( dengan
sukma alam semesta 'paramatman(, merupakan tujuan praktik yoga.
Menurut pemahaman dualistis seperti ma>hab waita, jiwa merupakan entitas yang berbeda
dengan %uhan, namun memiliki kesamaan. Giwa bergantung kepada %uhan, sedangkan
pencapaian moksa 'lepas dari samsara( bergantung kepada cinta pada %uhan serta kasih
sayang %uhan.
66. Para dewa dan awatara
Susastra ,indu menyebutkan suatu kelompok entitas ilahi yang
disebut de&a 'atau dewi dalam bentuk $eminin, sedangkan de&ata bersinonim dengan dewa(,
bermakna 4yang bersinar4, atau dapat diterjemahkan sebagai 4makhluk surgawi4. Para dewa
merupakan bagian integral dalam kebudayaan ,indu dan ditampilkan
dalam kesenian 'lukisan, patung, relie$(, arsitektur, dan ikon. Lerita mitologis mengenai
keberadaan mereka terkandung dalam sejumlah sastra ,indu, terutamawiracarita
,indu dan Purana.
Keberadaan banyak de&a diyakini
sebagai awatara dari Brahman. Pustaka )eda dan *panishadtidak
mengajarkan panteisme atau pun politeisme, melainkan monoteisme dan monisme. Ada
banyak dewa, namun mereka merupakan mani$estasi berbagai aspek dari suatu 4kenyataan
sejati4. Keberadaan konsep monisme dan monoteisme berjalin&jalin. alam banyak sloka,
kenyataan sejati dikatakan imanen, sedangkan dalam sloka lainnya
dikatakan transenden. Secara monisme, kenyataan sejati tersebut adalah Brahman, sedangkan
pandangan monoteisme lebih ber$okus pada wujud&wujud beratribut 'Saguna( dari Brahman.
alam kajian tentang %rimurti, Sir 3illiam Gones menyatakan bahwa umat ,indu
4menyembah %uhan dalam tiga wujud. 3isnu, Siwa, Brahma J @agasan $undamental
agama ,indu, bahwa metamor$osis, atau trans$ormasi, dicontohkan melalui <konsep=
awatara.4
alam kitab suci Reg&eda disebutkan adanya "" dewa, dan Purana menjelaskan bahwa
sebagian di antaranya merupakan para putra ewi Aditi dan Bagawan Kasyapa.
Menurutmitologi ,indu dalam Purana, sebelum memperoleh keabadian melalui
tirta amerta 'minuman keabadian(, mereka adalah golongan makhluk yang berseteru dengan
para asuraatau raksasa dan dapat gugur dalam pertempuran. Kekuatan mereka berbeda
dengan tiga dewa utama yang abadi1Brahma, 3isnu, Siwa1yang
disebut %rimurti 'beberapa ma>hab ,induisme menganggapnya sebagai tiga wujud dalam
satu entitas(.
Biasanya pengertian dewa dibedakan dengan !swara '%uhan Yang Maha ?sa(, meskipun
banyak umat ,indu menyembah !swara dalam suatu perwujudan tertentu 'seolah&olah ada
%uhan yang berbeda( sebagai istade&ata 'i a devat' (, yaitu sosok ideal 'dewa&dewi
tertentu( yang cenderung dipilih. Pilihan tersebut bergantung pada pre$erensi seseorang atau
menurut tradisi regional dan keluarga.
3iracarita ,indu dan Purana menceritakan beberapa kisah tentang turunnya %uhan ke dunia
'inkarnasi( dalam wujud $ana demi menegakkan di masyarakat dan menuntun manusia
mencapai moksa. !nkarnasi itu disebut a&atara. Beberapa awatara terkenal merupakan
perwujudan 3isnu, meliputi Eama 'tokoh utama Ramayana( dan Kresna 'tokoh penting
dalam ahabharata(.
6". Karma dan reinkarnasi
!arma diterjemahkan secara har$iah sebagai tindakan, kerja, perbuatan, dan dapat
dideskripsikan sebagai 4hukum moral sebab+akibat4. Menurut kitab *panishad,
suatu jiwa membentuk sans"ara 'kesan( dari tindakan, baik secara $isik atau mental. 5inga(
sarira 'tubuh yang lebih halus daripada tubuh $isik namun lebih kasar daripada jiwa( dilekati
kesan&kesan tersebut, dan membawanya ke kehidupan selanjutnya, sehingga menciptakan
jalan kehidupan tersendiri bagi setiap orang. Maka dari itu, konsep karma1yang uni;ersal,
netral, dan tak pernah meleset1berkaitan dengan reinkarnasi, demikian pula kepribadian,
watak, dan keluarga seseorang. Karma menyatukan konsep kehendak bebas dan nasib.
Karena agama ,indu meyakini bahwa jiwa tidak dapat dihancurkan, maka kematian tidak
dipandang sebagai momok bagi kehidupan karena merupakan $enomena alami. Maka dari itu,
seseorang yang sudah meninggalkan ambisi dan keinginannya, tidak memiliki tanggung
jawab lagi di dunia, atau terjangkiti penyakit mematikan dapat mengusahakan kematian
dengan cara Prayopavesa.
Siklus a"si, rea"si, "elahiran, "ematian, dan "elahiran adalah proses berkesinambungan yang
disebut samsara 'reinkarnasi(. Pemahaman akan reinkarnasi dan karma merupakan premis
kuat dalam $ilsa$at ,indu. alam kitab Bhaga&adgita '!!.66( tertulis.
Seperti halnya seseorang memakai baju baru dan menanggalkan baju yang
lama,
demikian pula jiwa memasuki tubuh yang baru, meninggalkan tubuh yang
lama.
alam kepercayaan ,indu, samsara memberikan kesempatan bagi manusia untuk
menikmati kesenangan sesaat pada setiap kelahiran. Selama manusia terlena untuk
terus menikmati kesenangan tersebut, maka mereka akan dilahirkan kembali. Akan
tetapi, pelepasan diri dari belenggu samsara 'melalui moksa( diyakini dapat
memberikan kebahagiaan dan kedamaian abadi. Menurut kepercayaan ini, setelah
mengalami reinkarnasi berkali&kali, pada akhirnya suatu atman akan mencari
persatuan dengan sukma alam semesta 'Brahman0Paramatman(.
alam agama ,indu, tujuan hidup sejati1yang disebut sebagai moksa, nirwana,
atau semadi1dipahami dalam berbagai arti. realisasi penyatuan jiwa dengan %uhanI
realisasi hubungan kekal dengan %uhanI realisasi dari penyatuan seluruh hal yang
adaI wawas diri sempurna serta pengetahuan akan diri yang sejatiI pencapaian atas
kedamaian batin yang sempurnaI dan pelepasan dari segala keinginan duniawi.
Eealisasi semacam itu membebaskan seseorang dari samsara dan mengakhiri siklus
lahir kembali.

Konseptualisasi moksa berbeda&beda tergantung ma>hab atau aliran ,induisme.
Sebagai contoh, ma>hab Adwaita 3edanta berpedoman bahwa setelah mencapai
moksa, atman tidak lagi mengenali dirinya sebagai indi;idu, melainkan menyadari
bahwa Brahman identik dalam segala hal, termasuk kesamaannya dengan atman.
Pengikut ma>hab waita'dualistis( memandang indi;idu sebagai bagian dari
Brahman, dan setelah mencapai moksa, mereka yakin akan memperoleh kekekalan
di lo"a bersama dengan mani$estasi,s&ara yang dipilihnya. Maka dari itu,
dianalogikan bahwa pengikut d&aita berharap untuk 4menikmati gula4, sementara
pengikut Adwaita berharap untuk 4menjadi gula4.
6C. %ujuan hidup manusia
/ilsa$at ,indu klasik mengakui empat hal yang harus dipenuhi sebagai tujuan hidup manusia
1sebagaimana dijabarkan di bawah ini1yang disebut purusarta.
Darma . arma adalah prinsip yang tak boleh diabaikan oleh umat ,indu. arma
dapat dipandang sebagai kewajiban 'dalam hal kegiatan duniawi atau pun
rohani(, hukum, keadilan, tindakan benar, dan berbagai kualitas yang mendukung
harmoni segala sesuatu. Brihadaranya"a(upanishad memandang darma sebagai prinsip
uni;ersal1tentang aturan, kewajiban, dan harmoni1yang berasal dari Brahman. arma
berlaku sebagai prinsip moral bagi alam semesta. arma merupakan sat 'kebenaran(,
ajaran pokok dalam agama ,indu. ,al ini berpangkal pada pernyataan
dalam Reg&eda bahwa 4?kam Sat,4 'Kebenaran ,anya Satu(, dari keyakinan bahwa
Brahman itu sendiri merupakan 4Sat$itananda4 'Kebenaran&Kesadaran&Keberkatan(.
arma tidak hanya sekadar aturan atau harmoni, namun kebenaran murni.
alam ahabharata, Kresna mende$inisikan darma sebagai penegak perkara di dunia
manusia dan dunia lain 'Mbh 96.99#.99(. Kata San'tana berarti AkekalA, Atak matiA, atau
AselamanyaAI maka, agama ,indu sebagaiSan'tana(dharma bermakna suatu darma yang
tidak berawal atau berakhir.
Arta . Arta adalah upaya mencari harta demi penghidupan dan kemakmuran. ,al ini
juga mencakup usaha mencari pekerjaan, berpolitik, memelihara kesehatan, dan mencari
kesejahteraan material. Arta dibutuhkan demi mencapai kehidupan yang makmur sentosa,
terutama bagi umat yang sudah berumah tangga. Ajaran tentang arta disebutArthashastra,
dan yang termasyhur di antaranya adalah Arthashastra karya Kautilya.
#ama . Kama berarti hasrat, keinginan, gairah, kemauan, dan kenikmatan panca indra.
Kama dapat pula berarti kesenangan estetis dalam menikmati kehidupan 'seni,hiburan,
kegembiraan(, kasih sayang, atau pun asmara. Akan tetapi, kama dalam hubungan asmara
atau percintaan hanya dapat dipenuhi melalui hubunganpernikahan. Kama dibutuhkan
dalam membangun kehidupan rumah tangga, atau grehasta.
Moksa . Moksa atau mu"ti adalah tujuan hidup yang utama bagi umat ,indu. Moksa
adalah keadaan yang sama sekali berbeda dengan pencapaian surga. Moksa adalah suatu
kondisi saat indi;idu menyadari esensi dan realitas sejati dari alam semesta, sehingga
indi;idu mengalami kemerdekaan dari kesan&kesan duniawi, tanpa suka atau pun duka,
lepas belenggu samsara, serta lepas dari hasil perbuatan 'karma( yang melekati indi;idu
selama mengalami proses reinkarnasi.
65. Galan Menuju %uhan
8mat ,indu memenuhi tujuan hidupnya dengan menempuh jalan yang berbeda&beda. Galan
tersebut merupakan yoga. Yoga di sini dapat diartikan sebagai disiplin $isik, mental, dan
spiritual demi memperoleh kedamaian dan ketenangan pikiran. alam konteks dan tradisi
lain, yoga dapat pula dide$inisikan sebagai 4upaya mengendalikan pikiran agar <pikiran= tidak
liar4, atau 4<usaha= mempersatukan diri dengan %uhan4. Ajaran tentang pelaksanaan yoga
dihimpun dan diuraikan oleh para resi atau orang bijak. Kitab yang memuat ajaran yoga
meliputi Bhaga&adgita, Yogasutra, +athayoga(pradipi"a, dan *panishad sebagai basis
$iloso$is dan historisnya. Yoga mengarahkan umat ,indu untuk mencapai tujuan hidup yang
spiritual 'moksa, samadhi, atau nirwana(, baik secara langsung maupun tidak langsung.
?mpat macam jalan 'yoga( utama yang sering disinggung yakni.
9. !armayoga 'melaksanakan kewajiban sebaik&baiknya dengan ikhlas(
6. Bha"tiyoga 'mencintai %uhan dan menyayangi segala makhluk(
". #nanayoga 'mencari pengetahuan dan berkontemplasi tentang %uhan(
4. Rajayoga 'mengendalikan pikiran dengan meditasi, sikap tubuh, atau semacamnya(
Seseorang dapat memilih salah satu atau beberapa yoga sekaligus, sesuai dengan
kecenderungan dan pemahamannya. Beberapa aliran ,induisme yang menekankan
pengabdian mengajarkan bahwa bha"ti adalah satu&satunya jalan praktis untuk mencapai
kesempurnaan spiritual bagi masyarakat awam, berdasarkan kepercayaan bahwa dunia
sedang berada pada masa !aliyuga 'salah satu jangka waktu dalam siklus Yuga yang kini
sedang berlangsung(. Melaksanakan salah satu yoga tidak berarti mengabaikan yang lainnya.
Banyak ma>hab ,induisme mengajarkan bahwa berbagai yoga secara alami berbaur dan
mendukung pelaksanaan yoga lainnya. Lontohnya praktik jnanayoga, yang dianggap pasti
mengarahkan seseorang untuk memberikan kasih sayang murni 'tujuan utama bha"tiyoga(,
dan demikian sebaliknya. Seseorang yang mendalami meditasi tingkat tinggi 'seperti yang
ditekankan raja yoga( harus mewujudkan prinsip pokok dari "armayoga, jnanayoga,
dan bha"tiyoga, baik secara langsung maupun tak langsung.
6B. Pustaka Suci
Menurut tokoh spiritual ,indu Swami Di;ekananda, agama ,indu berdasarkan kepada
himpunan pedoman spiritual yang ditemukan oleh orang yang berbeda&beda pada >aman
yang berbeda&beda. Selama berabad&abad, pedoman itu diwariskan secara lisan dalam bentuk
syair agar dapat diha$alkan, sampai akhirnya dituliskan. Selama berabad&abad,
para resi menyaring ajaran tersebut dan memperluas dalil&dalilnya. Pada masa setelah Periode
3eda dan menurut keyakinan ,indu masa kini, banyak pustaka ,indu tidak untuk dita$sirkan
secara har$iah. Yang diutamakan adalah etika dan makna meta$oris yang terkandung di
dalamnya. i antara pustaka suci tersebut, )edamerupakan yang paling tua, yang diikuti
dengan *panishad sebagai susastra dasar yang sangat penting dalam mempelajari $ilsa$at
,indu. Sastra lainnya yang menjadi landasan penting dalam ajaran ,indu
adalah Tantra, Agama, Purana, serta dua wiracarita,
yaitu Ramayana dan ahabharata. Bhaga&adgita adalah ajaran yang dimuat
dalamahabharata, merupakan susastra yang dipelajari secara luas, yang sering disebut
sebagai intisari )eda. Banyak pustaka ,indu yang ditulis dalam bahasa Sanskerta. Pustaka&
pustaka tersebut digolongkan menjadi dua kelas. Sruti dan Smerti.
6-. Sruti
Sruti 'artinya 4apa yang didengar4( terutama mengacu kepada kumpulan )eda, yang
merupakan bentuk pustaka ,indu tertua. Banyak umat ,indu mengagungkan )eda sebagai
kebenaran abadi yang diwahyukan kepada para resi purbakala, sementara umat yang lain
tidak menyangkutpautkan penyusunan )eda dengan %uhan atau seseorang. 8mat ,indu
meyakini kumpulan )edasebagai pedoman bagi dunia spiritual, yang akan ada selama&
lamanya, bahkan tetap ada jika seandainya tidak pernah diwahyukan kepada para resi. 8mat
,indu memiliki kepercayaan demikian karena mengimani bahwa kebenaran spiritual
dalam )eda bersi$at kekal, yang dapat terus diungkapkan dengan cara&cara yang baru.
Ada empat kitab )eda,
yaitu Reg&eda ' g veda(, Sama&eda 'S'maveda(, Yajur&eda 'Yajurveda(,
dan Athar&a&eda 'Atharvaveda(. KitabReg&eda adalah kitab )eda yang pertama dan
terpenting. Setiap )eda dibagi menjadi empat bagian. yang utama1)eda yang baku1
adalah Samhita 'Sa hit' (, yang menghimpun mantra&mantra. %iga bagian lainnya
membentuk seperangkat golongan suplemen bagiSamhita, biasanya dalam bentuk prosa dan
dipercaya berusia lebih muda daripada Sa hit' . Adapun tiga bagian tersebut
adalahBrahmana 'Br'hma a (, Aranya"a '7ra ya"a (, dan *panishad. ua bagian pertama
disebut !arma"anda '!arma"' a I porsi ritual(, sedangkan yang terakhir
disebut #nana"anda '#4'na"' a I porsi pengetahuan(. Kumpulan )eda ber$okus kepada
pelaksanaan upacara, sementara kumpulan *panishad ber$okus kepada pandangan spiritual
dan ajaran $iloso$is, serta memperbincangkan Brahmandan reinkarnasi.
67. Smerti
Kitab&kitab ,indu yang tak termasuk Sruti digolongkan ke dalam Smerti 'ingatan(. Kitab
Smerti yang terkenal yaitu wiracarita !ndia ',tihasa(, terdiri dari ahabharata'ah'bh'rata(
dan Ramayana 'R'm'ya a (. ,tihasa adalah suatu bagian dari kesusastraan ,indu yang
menceritakan kisah kepahlawanan para raja dan kesatria ,indu pada masa lampau dan
dikombinasikan dengan $ilsa$at keagamaan, mitologi, dan cerita tentang makhluk
supernatural.
Kitab Bhaga&adgita 'Bhagavadg8t'( merupakan suatu bagian integral dalam ahabharata,
dan merupakan salah satu kitab suci ,indu yang masyhur. Kitab tersebut mengandung ajaran
$iloso$is yang dinarasikan oleh Kresna&&sebagai awatara 3isnu&&kepada Arjuna,
menjelang perang di Kurukshetra. Bhaga&adgita terdiri dari delapan belas bab dan berisi O
B5# sloka. Setiap bab menguraikan jawaban&jawaban yang diajukan oleh Arjuna kepada
Kresna. Gawaban&jawaban tersebut merupakan wejangan suci sekaligus pokok&pokok
ajaran )eda% Akan tetapi, kitab yang termasuk Gita1kadangkala disebut Gitopanishad1
seringkali digolongkan ke dalam Sruti, karena konteksnya bersi$at *panishad.
Kitab&kitab Purana 'Pur' a (1yang menguraikan ajaran&ajaran ,indu melalui kisah&kisah
yang gamblang1tergolong ke dalam Smerti. Purana memuat mitologi, legenda, dan kisah&
kisah >aman purba yang diyakini kebenarannya oleh umat ,indu. Kata Purana berarti
4sejarah kuno4 atau 4cerita kuno4. Penulisan kitab&kitab Purana diperkirakan dimulai sekitar
tahun 5## SM. %erdapat delapan belas kitab Purana yang disebut ahapurana.
Kitab lain yang tergolong ke
dalam Smerti meliputi De&imahatmya 'Dev8mah'tmya(, Tantra, Yogasutra, Tirumantiram, S
i&asutra, dan Agama '7gama(. Selain itu, ada kitabanusmerti, yang merupakan kitab
hukum preskripti$ yang mendasari aturan kemasyarakatan dan strati$ikasi sosial yang
kemudian menuntun masyarakat membentuk sistem kasta di !ndia. Kitab Tantra memuat
tentang cara pemujaan masing&masing aliran dalam agama ,indu. Kitab Tantra juga
mengatur tentang pembangunan tempat suci ,indu dan peletakkan arca.
Kitab Nitisastra memuat ajaran kepemimpinan dan pedoman untuk menjadi seorang
pemimpin yang baik. Kitab #yotisha merupakan kitab yang memuat ajaran
sistem astronomi tradisional ,indu. Kitab Gyotisha berisi pedoman tentang benda langit dan
peredarannya. Kitab Gyotisha digunakan untuk meramal dan memperkirakan datangnya
suatu musim.
L. Kebudayaan, music dan
tarian india
Kebudayaan !ndia penuh dengan sinkretisme dan pluralisme budaya. Kebudayaan ini terus
menyerap adat istiadat, tradisi, dan pemikiran dari penjajah dan imigran sambil terus
mempertahankan tradisi yang sudah mapan dan menyebarluaskan budaya !ndia ke tempat&
tempat lain di Asia.
Kebudayaan tradisional !ndia memiliki hirarki sosial yang relati$ ketat. Sejak usia dini, anak&
anak diajari tentang peran dan kedudukan mereka dalam masyarakat. %radisi ini diperkuat
dengan kepercayaan kepada dewa&dewa dan roh yang dianggap berperan penting dan tak
terpisahkan dari kehidupan mereka. alam sistem kasta di !ndia ditetapkan strati$ikasi
sosial dan pembatasan dalam kehidupan sosial di anak benua !ndia. Kelas&kelas sosial
dibentuk oleh ribuan kelompok herediter yang mempraktikkan endogami, yang umum
disebut j'ti atau "asta.
Mrang !ndia sangat menghargai nilai&nilai kekeluargaan tradisional. 3alaupun demikian,
rumah&rumah di perkotaan sekarang lebih sering hanya didiami oleh keluarga inti. ,al ini
disebabkan keterbatasan ekonomi dan sosial untuk hidup bersama dalam sebuah keluarga
besar. i kawasan pedesaan masih umum dijumpai anggota keluarga dari tiga hingga empat
generasi yang tinggal di bawah satu atap. Masalah&masalah yang timbul dalam keluarga
sering diselesaikan secara patriarkisme. Mayoritas terbesar orang !ndia menikah setelah
dijodohkan oleh orang tua mereka atau anggota keluarga yang dituakan, namun dengan
persetujuan pengantin pria dan pengantin wanita. Pernikahan dipandang sebagai ikatan
seumur hidup, dan angka perceraian sangat rendah. 3alaupun demikian, pernikahan
dini masih merupakan tradisi yang umum. Separuh dari populasi wanita !ndia menikah
sebelum mencapai usia 97 tahun yang merupakanusia dewasa menurut hukum.
Masakan !ndia mencakup berbagai masakan khas dari berbagai kawasan di !ndia. Liri khas
masakan !ndia adalah pemakaian bumbu serta rempah&rempah yang beraneka ragam.
Makanan pokok orang !ndia adalah beras 'terutama di !ndia selatan dan timur( dan gandum di
!ndia bagian timur. Eempah&rempah seperti merica aslinya berasal dari anak benua !ndia.
Labai menjadi populer di !ndia berkat diperkenalkan oleh orang Portugis.
Pakaian tradisional berbeda&beda menurut daerahnya di !ndia. 3arna&warni dan gaya pakaian
tradisional bergantung pada berbagai $aktor, terutama iklim. Pakaian berupa kain yang
disampirkan merupakan gaya busana yang populer di !ndia. 3anita mengenakan pakaian
yang disebut sari, dan pria mengenakan pakaian yang disebut dhoti atau lungi. Pakaian dari
kain yang dijahit juga populer, seperti salwar kamee> yang dikenakan wanita. Pria
mengenakan kurta berikutpiyama, selain celana panjang dan kemeja gaya ?ropa yang juga
populer.
Sebagian besar hari libur di !ndia merupakan hari raya keagamaan. 3alaupun demikian, di
!ndia juga terdapat hari raya sekuler yang dirayakan tanpa memandang kasta dan
kepercayaan. ,ari raya yang dikenal di seluruh !ndia, misalnya iwali, @anesh
Lhaturthi, 8gadi, %hai Pongal, ,oli, Mnam, Dijayadasami, urga Puja, !dul /itri, Bakr&
!d, 2atal,Buddha Gayanti, dan Daisakhi.
<99=
!ndia memiliki tiga hari nasional. Selain itu, !ndia
memiliki hari raya lainnya. Gumlah hari libur resmi antara : hingga 96 hari bergantung
kepada masing&masing negara bagian. Kehidupan beragama merupakan bagian tidak
terpisahkan dari kehidupan sehari&hari dan bukan urusan pribadi.
Arsitektur !ndia sangat melambangkan kebinekaan kebudayaan !ndia. Sebagian di antaranya,
termasuk monumen megah seperti %aj Mahal dan bangunan berarsitektur arsitektur
MughalMughal dan !ndia Selatan merupakan campuran dari tradisi kuno dan beraneka ragam
tradisi lokal dari berbagai wilayah di !ndia dan luar negeri. Arsitektur ;ernakular juga
menunjukkan ;ariasi regional yang mencolok.
Musik !ndia mencakup berbagai jenis musik daerah dan musik tradisional. Musik tradisional
!ndia secara garis besar dibagi menjadi dua jenis. musik tradisional ,industani dari !ndia
8tara, Karnataka dari !ndia Selatan, dan berbagai ;ariasi darinya yang muncul di sebagai
musik daerah di !ndia. Musik $ilmi dan musik rakyat !ndia merupakan bentuk&bentukmusik
pop yang telah menjadi bentuk musik daerah. Musik yang dibawakan kelompok baul berakar
pada tradisi sinkretisme, dan merupakan contoh musik rakyat yang dikenal luas.
%ari !ndia juga terdiri dari bentuk&bentuk tari klasik dan tari rakyat. i antara tari rakyat
!ndia yang dikenal luas, misalnya. bhangra dari Punjab, bihu dari Assam, $hhau dari
Benggala Barat, Gharkhand dan sambalpuri dari Mrissa, serta ghoomar dari
Eajasthan. Akademi Musik, %ari, dan rama 2asional !ndia telah mengakui delapan bentuk
tari sebagai tari klasik !ndia. i antara kedelapan tarian tersebut sebagian di antaranya
dilengkapi narasi dan dipengaruhi unsur&unsur mitologi ,indu. Kedelapan tari klasik !ndia
yang dimaksud adalah. bharatanatyam dari %amil 2adu, "atha" dari 8ttar
Pradesh, "atha"ali dan mohiniyattam dari Kerala, "u$hipudi dari Andhra
Pradesh, manipuri dari Manipur,odissi dari Mrissa, dan sattriya dari Assam.
%eater di !ndia memadukan musik, tari, dan dialog yang memakai skenario atau
impro;isasi. Kisahnya sering didasarkan pada mitologi ,indu, namun sebagian di antaranya
mengambil ide dari kisah percintaan abad pertengahan, sambil menyinggung peristiwa&
peristiwa sosial dan politik. %eater rakyat yang populer di !ndia, misalnya. bhavai dari negara
bagian @ujarat, jatra dari Benggala Barat, nautan"i dan ramlila dari !ndia
%imur, tamasha dari Maharashtra, burra"atha dari Andhra Pradesh, teru""uttu dari %amil
2adu, serta ya"shagana dari Karnataka.
!ndia memiliki industri $ilm terbesar di dunia. Bollywood memproduksi $ilm&$ilm ,indi yang
laris. !ndustri $ilm Bollywood berpusat di Mumbai, dan telah menjadi industri $ilm paling
produkti$ di dunia. Selain Bollywood, $ilm&$ilm
berbahasa Bengali, Kannada, Malayalam, Marathi, %amil, dan %elugu juga didukung oleh
industri $ilm yang mapan.
Bentuk&bentuk awal sastra !ndia berbentuk sastra lisan yang kemudian dijadikan sastra
tertulis. Kesusastraan !ndia mencakup karya&karya sastra Sanskerta, seperti bentuk
awal 3eda, epos Mahabharata dan Eamayana, drama Sakuntala, puisi&puisi
seperti ah'"'vya, dan sastra Sangam dalam bahasa %amil. i antara penulis !ndia era
modern terdapat sastrawan Eabindranath %agore yang memenangi ,adiah 2obel tahun 9:9".
. 2ama dewa dewi !ndia
() Agni
alam ajaran agama ,indu, Agni adalah dewa yang bergelar sebagai
pemimpin upacara, dewa api, dan duta para ewa. Kata Agniitu sendiri berasal
dari bahasa Sanskerta '( yang berarti AapiA. Konon ewa Agni adalah putra
ewa yaus dan Pertiwi.
a. Penggambaran
Sesuai dengan karakter yang dimilikinya, Agni dilukiskan sebagai
dewa yang badannya berwarna merah, rambutnya adalah api yang
berkobar, berkepala dua dan selalu bersinar, berdagu tajam,
bergigi emas, memiliki enam mata, tujuh tangan, tujuh lidah, empat
tanduk, tiga kaki, dan mengendarai biri&biri. Liri&ciri yang dipaparkan
tersebut memiliki arti dan $ilsa$at tersendiri. Kadangkala ciri&ciri Agni
tersebut berbeda dengan ciri&ciri Agni di suatu wilayah tertentu, karena
penggambarannya juga tergantung pada persepsimasyarakat setempat.
b. Pemimpin 8pacara
ewa Agni sering disebut&sebut sebagai ewa pemimpin upacara
dalam kitab suci ,indu, )eda. ewa Agni bergelar sebagai ewa
pemimpin upacara karena beliau ahli dalam segala hal yang berkaitan
dengan upacara keagamaan. ewa Agni pula yang diminta hadir dalam
suatu upacara 'terutama Agnihotra( sebagai duta para ewa yang
mempersembahkan sesuatu kepada&2ya '%uhan(. alam melaksanakan
suatu upacara, ewa Agni pula yang menjadi pendamping para
pendeta.
c. ewa Api
ewa Agni bergelar pula sebagai ewa api. alam candi&candi dan
lukisan&lukisan, Beliau digambarkan sebagai ewa yang memiliki
rambut api yang berkobar dan kepalanya selalu bersinar. alam
kitab ahabharata, ewa Agni adalah dewa yang membakar hutan
Kandhawa.
d. 2ama Fain
3itihotra 'yang memberi pahala kepada para penyembah(
humaketu 'yang bermahkota asap(
Saptajihwa 'berlidah tujuh(
@rehapati 'tuannya rumah tangga(
ananjaya 'yang menaklukkan musuh(
*) %rahma
Menurut ajaran agama
,indu, Brahma 'ewanagari. I !AS%. Brahm'( adalah ewa pencipta.
alam $ilsa$at Adwaita, ia dipandang sebagai salah satu mani$estasi
dari Brahman 'sebutan %uhan dalam konsep ,induisme( yang bergelar
sebagai ewa pencipta. ewa Brahma sering disebut&sebut dalam
kitab *panishad dan Bhaga&adgita.
a. Brahma dalam Bhagawadgita
alam kitab suci Bhaga&adgita, ewa Brahma muncul dalam bab 7
sloka ke&9- dan ke&97I bab 9C sloka ke&" dan ke&CI bab 95 sloka ke&9B
dan ke&9-. alam ayat&ayat tersebut, ewa Brahma disebut&sebut
sebagai ewa pencipta, yang menciptakan alam semesta atas berkah
dari %uhan Yang Maha ?sa. alam Bhaga&adgita juga disebutkan,
siang hari bagi Brahma sama dengan satu Kalpa, dan Brahma hidup
selama seratus tahun Kalpa, setelah itu beliau wa$at dan dikembalikan
lagi ke asalnya, yakni %uhan Yang Maha ?sa.
b. ewa Pencipta
Menurut agama ,indu, Brahma adalah salah satu di
antara %rimurti 'Brahma, 3isnu, Siwa(. ewa Brahma juga bergelar
sebagai ewa pengetahuan dan kebijaksanaan. Beberapa orang
bijaksana memberinya gelar sebagai ewa api. ewa Brahma
beristrikan ewi Saraswati, yang menurunkan segala ilmu
pengetahuan ke dunia.
Menurut mitologi ,indu, ewa Brahma lahir dengan sendirinya 'tanpa
!bu( dari dalam bunga teratai yang tumbuh di dalam ewa 3isnu pada
saat penciptaan alam semesta. Fegenda lain mengatakan bahwa ewa
Brahma lahir dari air. i sana Brahmanmenaburkan benih yang
menjadi telur emas. ari telur emas tersebut, lahirlah ewa Brahma
Sang pencipta. Material telur emas yang lainnya menjadi Brahmanda,
atau telur alam semesta.
Menurut cerita kuno, pada saat penciptaan alam semesta, Brahma
menciptakan sepuluh Prajapati, yang konon merupakan ayah&ayah
'kakek moyang( manusia pertama. Menurut Manusmrti, sepuluh
Prajapati tersebut adalah. Marichi, Atri, Anggirasa, Pulastya, Pulaha,
Kratu, 3asistha, Praceta atau aksa, Briegu, dan 2arada. !a juga
konon menciptakan tujuh pujangga besar yang disebut Sapta Esi untuk
menolongnya menciptakan alam semesta.
Menurut kisah di balik penulisan Ramayana, ewa Brahma
memberkati Eesi 3almiki untuk menulis kisah Ramayana,
menceritakan riwayat Eama yang pada masa itu sedang memerintah
di Ayodhya.
c. Penggambaran
ewa Brahma memiliki ciri&ciri sesuai dengan karakter yang
dimilikinya. Ada ciri&ciri umum yang dimiliki ewa Brahma, yakni.
bermuka empat yang memandang ke empat penjuru mata angin 'catur
muka(, yang mana pada masing&masing wajah mengumandangkan salah satu dari
empat Deda.
bertangan empat, masing&masing membawa.
9. %ongkat %eratai, kadangkala sendok 'Brahma terkenal sebagai ewa
yadnya atau upacara(
2. )eda 0kitab suci
". Busur
C. @enitri Ak amPlP
menunggangi hamsa 'angsa( atau duduk di atas teratai
d. Siklus ewa Brahma
Brahma hidup selama seratus tahun Kalpa. Satu tahun Kalpa sama
dengan ".99#.C##.###.### tahun. Setelah seratus tahun Kalpa, maka
ewa Siwa sebagai ewa pelebur mengambil perannya untuk melebur
alam semesta beserta isinya untuk dikembalikan ke asalnya. Setelah
itu, Brahma sebagai pencipta tutup usia, dan alam semesta bisa
diciptakan kembali oleh kehendak %uhan.
+) Siwa
Siwa 'ewanagari. I !AS%. 9iva( adalah salah satu dari tiga dewa utama
'%rimurti( dalam agama ,indu. Kedua dewa lainnya
adalah Brahma dan 3isnu. alam ajaran agama ,indu, ewa Siwa adalah
dewa pelebur, bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak
layak berada di dunia $ana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya.
A. Karakteristik
8mat ,indu, khususnya umat ,indu di !ndia, meyakini bahwa ewa Siwa memiliki ciri&ciri
yang sesuai dengan karakternya, yakni.
Bertangan empat, masing&masing membawa.
trisula, cemara, tasbih0genitri, kendi
Bermata tiga 'tri netra(
Pada hiasan kepalanya terdapat ardha $handra 'bulan sabit(
!kat pinggang dari kulit harimau
,iasan di leher dari ular kobra
Kendaraannya lembu 2andini
Mleh umat ,indu Bali, ewa Siwa dipuja di Pura alem, sebagai dewa yang mengembalikan
manusia dan makhluk hidup lainnya ke unsurnya, menjadi Pan$a aha Bhuta.
alam pengider ewata 2awa Sanga '2awa ewata(, ewa Siwa menempati arah tengah
dengan warna panca warna. !a bersenjata padma dan mengendarai lembu 2andini. Aksara
sucinya ! dan Ya. !a dipuja di Pura Besakih.
alam tradisi !ndonesia lainnya, kadangkala ewa Siwa disebut dengan nama Batara @uru.
B. Putra
Menurut cerita&cerita keagamaan yang terdapat dalam kitab&kitab suci umat ,indu, ewa
Siwa memiliki putra&putra yang lahir dengan sengaja ataupun tidak disengaja. Beberapa putra
ewa Siwa tersebut yakni.
- ewa Kumara 'Kartikeya(
- ewa Kala
- ewa @anesa
,) Wisnu
alam ajaran agama ,indu, 3isnu 'ewanagari. I 2i u ( 'disebut
juga Sri 3isnu atau 2PrPyana( adalah ewa yang bergelar
sebagai shtiti 'pemelihara( yang bertugas memelihara dan melindungi segala
ciptaan Brahman '%uhan Yang Maha ?sa(. alam$ilsa$at ,indu 3aisnawa, !a
dipandang sebagai roh suci sekaligus dewa yang tertinggi. alam
$ilsa$at Adwaita 3edanta dan tradisi ,indu umumnya, ewa 3isnu
dipandang sebagai salah satu mani$estasi Brahman dan enggan untuk dipuja
sebagai %uhantersendiri yang menyaingi atau sederajat dengan Brahman.
A. ?timologi
Penjelasan tradisional menyatakan bahwa kata 2i u berasal
dari Bahasa Sanskerta, akar katanya vi3, 'yang berarti 4menempati4,
4memasuki4, juga berarti 4mengisi4 1 menurut Eegweda(, dan
mendapat akhiran nu. Kata 3isnu kira&kira diartikan. 4Sesuatu yang
menempati segalanya4. Pengamat 3eda, Yaska, dalam kitab 2irukta,
mende$inisikan 3isnu sebagai vishnu vishateh '4sesuatu yang
memasuki segalanya4(, dan yad vishito bhavati tad
vishnurbhavati 'yang mana sesuatu yang tidak terikat dari belenggu itu
adalah 3isnu(.
Adi Shankara dalam pendapatnya tentang 3isnu Sahasranama,
mengambil kesimpulan dari akar kata tersebut, dan mengartikannya.
4yang hadir dimana pun4 '4sebagaimana !a menempati
segalanya, vevesti, maka !a disebut Disnu4(. Adi Shankara
menyatakan. 4kekuatan dari Yang Mahakuasa telah memasuki seluruh
alam semesta.4 Akar kata 2i3 berarti Amasuk ke dalam.A
Mengenai akhiran +nu, Man$red Mayrho$er berpendapat bahwa
bunyinya mirip dengan kata ji u: ;<"ejayaan<=% ayrho6er juga
berpendapat "ata tersebut meruju" pada sebuah "ata ,ndo(
,ranian Q;iRnu, dan "ini telah diganti"an dengan "ata raRnu dalam
"eper$ayaan >oroaster di ,ran%
Akar kata vi3 juga dihubungkan dengan vi3va '4segala4(.
Pendapat berbeda&beda mengenai penggalan suku kata 43isnu4
misalnya. vi( u '4mematahkan punggung4(, vi( ( u '4memandang ke
segala penjuru4( dan vi ( u '4akti$4(. Penggalan suku kata dan arti
yang berbeda&beda terjadi karena kata 3isnu dianggap tidak memiliki
suku kata yang konsisten.
B. 3isnu dalam susastra ,indu
Susastra ,indu banyak menyebut&nyebut nama 3isnu di antara dewa&
dewi lainnya. alam kitab )eda, ewa 3isnu muncul sebanyak :"
kali. !a sering muncul bersama dengan !ndra, yang membantunya
membunuh 3retra, dan bersamanya ia meminumSoma. ,ubungannya
yang dekat dengan !ndra membuatnya disebut sebagai saudara.
alam )eda, 3isnu muncul tidak sebagai salah satu dari
delapan Aditya, namun sebagai pemimpin mereka. Karena mampu
melangkah di tiga alam, maka 3isnu dikenal sebagai Tri(
&i"rama atau *ru("rama untuk langkahnya yang lebar. Fangkah
pertamanya di bumi, langkah keduanya di langit, dan langkah
ketiganya di dunia yang tidak bisa dilihat oleh manusia, yaitu di surga.
alam kitab Purana, 3isnu sering muncul dan menjelma sebagai
seorang Awatara, seperti misalnya Eama dan Kresna, yang muncul
dalam ,tihasa 'wiracarita ,indu(. alam penitisannya tersebut, 3isnu
berperan sebagai manusia unggul.
alam kitab Bhaga&adgita, 3isnu menjabarkan ajaran agama dengan
mengambil sosok sebagai Sri Kresna, kusir kereta Arjuna,
menjelang perang di Kurukshetra berlangsung. Pada saat itu pula Sri
Kresna menampakkan wujud rohaninya sebagai 3isnu, kemudian ia
menampakkan wujud semestanya kepada Arjuna.
L. 3ujud dewa wisnu
alam Purana, dan selayaknya penggambaran umum, ewa 3isnu dilukiskan sebagai dewa
yang berkulit hitam&kebiruan atau biru gelapI berlengan empat, masing&masing
memegang. gada, lotus, sangkala, dan chakra. Yang paling identik dengan 3isnu adalah
senjata cakra dan kulitnya yang berwarna biru gelap. alam $ilsa$at 3aisnawa, 3isnu
disebutkan memiliki wujud yang berbeda&beda atau memiliki aspek&aspek tertentu.
alam $ilsa$at 3aisnawa, 3isnu memiliki enam si$at ketuhanan.
#4'na. mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta
Aishvarya. maha kuasa, tak ada yang dapat mengaturnya
Sha"ti. memiliki kekuatan untuk membuat yang tak mungkin menjadi mungkin
Bala. maha kuat, mampu menopang segalanya tanpa merasa lelah
2irya. kekuatan rohani sebagai roh suci dalam semua makhluk
T?jas. memberi cahaya spiritualnya kepada semua makhluk
Beberapa sarjana 3aisnawa meyakini bahwa masih banyak kekuatan 3isnu yang lain dan
jumlahnya tak terhitung, namun yang paling penting untuk diketahui hanyalah enam.
. Penggambaran
alam Purana, 3isnu disebutkan bersi$at gaib dan berada dimana&
mana. 8ntuk memudahkan penghayatan terhadapnya, maka simbol&simbol dan atribut
tertentu dipilih sesuai dengan karakternya, dan diwujudkan dalam bentuk lukisan, pahatan,
dan arca. ewa 3isnu digambarkan sebagai berikut.
Seorang pria yang berlengan empat. Berlengan empat melambangkan segala
kekuasaanya dan segala kekuatannya untuk mengisi seluruh alam semesta.
Kulitnya berwarna biru gelap, atau seperti warna langit. 3arna biru melambangkan
kekuatan yang tiada batas, seperti warna biru pada langit abadi atau lautan abadi tanpa
batas.
i dadanya terdapat simbol kaki Eesi Brigu.
Guga terdapat simbol srivatsa di dadanya, simbol ewi Faksmi, pasangannya.
Pada lehernya, terdapat permata Kaustubha dan kalung dari rangkaian bunga
Memakai mahkota, melambangkan kuasa seorang pemimpin
Memakai sepasang giwang, melambangkan dua hal yang selalu bertentangan dalam
penciptaan, seperti. kebijakan dan kebodohan, kesedihan dan kebahagiaan, kenikmatan
dan kesakitan.
Beristirahat dengan ranjang Ananta Sesa, ular suci.
3isnu sering dilukiskan memegang empat benda yang selalu melekat dengannya, yakni.
%erompet kulit kerang atau Shan"hya, bernama 4Panchajanya4, dipegang oleh tangan
kiri atas, simbol kreati;itas. Panchajanya melambangkan lima elemen penyusun alam
semesta dalam agama ,indu, yakni. air, tanah, api, udara, dan ether.
Lakram , senjata berputar dengan gerigi tajam, bernama 4Sudarshana4, dipegang oleh
tangan kanan atas, melambangkan pikiran. Sudarshana berarti pandangan yang baik.
@ada yang bernama Komodaki, dipegang oleh tangan kiri bawah, melambangkan
keberadaan indi;idual.
Bunga lotus atau Padma, simbol kebebasan. Padma melambangkan kekuatan yang
memunculkan alam semesta.
?. %iga 3ujud
alam ajaran $ilsa$at 3aisnawa 'terutama di !ndia(, 3isnu disebutkan
memiliki tiga aspek atau perwujudan lain. Ketiga wujud tersebut yaitu. !'ra oda"a3'yi
2ishnu atau ah' 2ishnuI Garbhoda"a3'y8 2ishnuI dan ! iroda"as'y8 2ishnu .
Menurut Bhaga&adgita, ketiga aspek tersebut disebut 4Puru a A;atPra4, yaitu penjelmaan
3isnu yang memengaruhi penciptaan dan peleburan alam material. KPra odakaSPyi Dishnu
'MahP Dishnu( dinyatakan sebagai 3isnu yang berbaring dalam 4lautan penyebab4 dan
Beliau menghembuskan banyak alam semesta 'galaksiT( yang jumlahnya tak dapat dihitungI
@arbhodakaSPyU Dishnu dinyatakan sebagai 3isnu yang masuk ke dalam setiap alam semesta
dan menciptakan aneka rupaI K irodakasPyU Dishnu 'Eoh utama( dinyatakan sebagai 3isnu
masuk ke dalam setiap makhluk dan ke dalam setiap atom.
/. Fima 3ujud
alam ajaran di asrama 3aisnawa di !ndia, 3isnu diasumsikan memiliki lima wujud, yaitu.
Para. Para merupakan wujud tertinggi dari ewa 3isnu yang hanya bisa ditemui di
Sri 3aikunta, juga disebut Moksha, bersama dengan pasangannya 1
ewi Fakshmi,Bhuma ewi dan 2ila i sana !a dikelilingi oleh roh&roh suci dan jiwa
yang bebas.
Dyuha. alam wujud Dyuha, ewa 3isnu terbagi menjadi empat wujud yang
mengatur empat $ungsi semesta yang berbeda, serta mengontrol segala akti;itas makhluk
hidup.
Dibha;a. alam wujud Dibha;a, 3isnu diasumsikan memiliki penjelmaan yang
berbeda&beda, atau lebih dikenal dengan sebutan Awatara, yang mana bertugas untuk
membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan di muka bumi.
Antaryami. Antaryami atau )Sukma Dasude;a* adalah wujud ewa 3isnu yang
berada pada setiap hati makhluk hidup.
Arca;atara. Arca;atara merupakan mani$estasi 3isnu dalam imajinasi, yang
digunakan oleh seseorang agar lebih mudah memujanya sebab pikirannya tidak mampu
mencapai wujud Para, Dyuha, Dibha;a, dan Antaryami dari 3isnu.
@. Awatara
alam Purana, ewa 3isnu menjelma sebagai Awatara yang turun ke dunia untuk
menyelamatkan dunia dari kejahatan dan kehancuran. 3ujud dari penjelmaan 3isnu tersebut
beragam, hewan atau manusia. Awatara yang umum dikenal oleh umat ,indu berjumlah
sepuluh yang disebut Dasa A&atara atau aha Avat'r.
<9=
Sepuluh Awatara 3isnu.
Matsya 'Sang ikan(
Kurma 'Sang kura&kura(
Daraha 'Sang Babi hutan(
2arasingha 'Sang manusia&singa(
Damana 'Eama bersenjatakan beliung 0 Sang orang cebol(
Parasurama 'Sang BrPhmana&Kshatriya(
Eama 'Sang pangeran(
Kresna 'Sang pengembala(
Buddha 'Sang pemuka agama(
Kalki 'Sang penghancur(
i antara sepuluh awatara tersebut, sembilan di antaranya diyakini sudah menjelma dan
pernah turun ke dunia oleh umat ,indu, sedangkan awatara terakhir 'Kalki( masih menunggu
hari lahirnya dan diyakini menjelma pada penghujung >aman Kali Yuga.
,. ,ubungan dengan dewa lain
ewa 3isnu memiliki hubungan dengan ewi Fakshmi, ewi
kemakmuran yang merupakan istrinya. Selain dengan !ndra, 3isnu juga
memiliki hubungan dekat dengan BrahmPdan Siwa sebagai konsep %rimurti.
Kendaraan ewa 3isnu adalah @aruda, ewa burung. alam penggambaran
umum, ewa 3isnu sering dilukiskan duduk di atas bahu burung @aruda
tersebut.
!. %radisi dan pemujaan
alam tradisi ;aita 3aisnawa, 3isnu merupakan Makhluk yang
Maha Kuasa. alam $ilsa$at Ad;aita Dedanta, 3isnu dipandang sebagai salah satu dari
mani$estasi Brahman. alam segala tradisi Sanatana harma, 3isnu dipuja secara langsung
maupun tidak langsung, yaitu memuja awatara&nya.
Aliran 3aisnawa memuja 3isnu secara khusus. alam sekte 3aisnawa di !ndia, 3isnu
dipuja sebagai roh yang utama dan dibedakan dengan ewa&ewi lainnya, yang disejajarkan
seperti malaikat. 3aisnawa menganut monotheisme terhadap 3isnu, atau 3isnu merupakan
sesuatu yang tertinggi, tidak setara dengan ewa.
alam tradisi ,indu umumnya, ewa 3isnu memani$estasikan dirinya menjadi Awatara,
dan di !ndia, masing&masing awatara tersebut dipuja secara khusus.
%idak diketahui kapan sebenarnya pemujaan terhadap 3isnu dimulai. alam Deda dan
in$ormasi tentang agama ,indu lainnya, 3isnu diasosiasikan dengan !ndra. Shuka;ak 2.
asa, seorang sarjana 3aisnawa, berkomentar bahwa pemujaan dan lagu pujia&pujian
dalam Deda ditujukan bukan untuk ewa&ewi tertentu, melainkan untuk Sri 3isnu 1 Yang
Maha Kuasa 1 yang merupakan jiwa tertinggi dari para ewa.
<6=
i Bali, ewa 3isnu dipuja di sebuah pura khusus untuk beliau, bernama Pura Puseh, yakni
pura yang harus ada di setiap desa dan kecamatan. i sana ia dipuja sebagai salah satu
mani$estasi Sang ,yang 3idhi yang memberi kesuburan dan memelihara alam semesta.
Menurut konsep 2awa ewata dalam Agama ,indu harma di Bali, ewa 3isnu
menempati arah utara dalam mata angin. 3arnanya hitam, aksara sucinya )8* 'ung(.
-) 'ndra
alam ajaran agama ,indu, !ndra 'Sanskerta. atau , ,ndra( adalah dewa cuaca dan
raja kahyangan. Mleh orang&orang bijaksana, ia diberi gelar dewa petir, dewa hujan, dewa
perang, raja surga, pemimpin para dewa, dan banyak lagi sebutan untuknya sesuai dengan
karakter yang dimilikinya. Menurut mitologi ,indu, Beliau adalah dewa yang memimpin
delapan 3asu, yaitu delapan dewa yang menguasai aspek&aspek alam.
ewa !ndra terkenal di kalangan umat ,indu dan sering disebut dalam susastra ,indu, seperti
kitab&kitab Purana 'mitologi( dan,tihasa 'wiracarita(. alam kitab&kitab tersebut posisinya
lebih menonjol sebagai raja kahyangan dan memimpin para dewamenghadapi kaum raksasa.
!ndra juga disebut dewa perang, karena Beliau dikenal sebagai dewa yang menaklukkan tiga
benteng musuhnya 'Tripuramta"a(. !a memiliki senjata yang disebut Bajra, yang diciptakan
oleh 3iswakarma, dengan bahan tulang Eesiadici. Kendaraan Beliau adalah
seekor gajah putih yang bernama Airawata. !stri Beliau ewi Saci.
ewa !ndra muncul dalam kitab ahabarata. !a menjemput Yudistira bersama seekor anjing,
yang mencapai puncak gunung Mahameru untuk mencari Swargaloka.
Kadangkala peran dewa !ndra disamakan dengan Heus dalam mitologi Yunani, dewa petir
sekaligus raja para dewa. alam agama Buddha, beliau disamakan dengan Sakra.
A. 2ama Fain
ewa !ndra memiliki nama lain sesuai dengan karakter dan mitologi yang terkait dengannya.
2ama lain tersebut juga mengandung suatu pujian. 2ama lain ewa !ndra yakni.
Sakra 'yang berkuasa(
Swargapati 'raja surga(
iwapati 'raja para ewa(
Meghawahana 'yang mengendarai awan(
3asawa 'pemimpin para 3asu(
B. alam 3eda
!ndra adalah dewa pemimpin dalam Reg&eda 'disamping Agni(. !a senang meminum Soma,
dan mitos yang penting dalam )eda adalah kisah kepahlawanannya dalam
menaklukkan 3retra, membebaskan sungai&sungai, dan menghancurkan Bala, sebuah pagar
batu dimanaPanis memenjarakan sapi&sapi dan 8sas 'dewa $ajar(. !a adalah dewa perang,
yang telah menghancurkan benteng milik asyu, dan dipuja oleh kedua belah pihak
dalam Pertempuran Sepuluh Eaja.
Reg&eda sering menyebutnya Vakra. yang perkasa. Saat >aman 3eda, para dewa dianggap
berjumlah "" dan !ndra adalah pemimpinnya 'secara ringkas Brihadaranya"a
*panishad menjabarkan bahwa para dewa terdiri dari delapan 3asu, sebelas Eudra, dua
belas Aditya, !ndra, dan Prajapati(. Sebagai pemimpin para 3asu, !ndra juga dijuluki
3asawa.
Pada >aman 3edanta, !ndra menjadi patokan untuk segala hal yang bersi$at penguasa
sehingga seorang raja bisa disebut 4ManawWndra4 'ana&a ,ndra, pemimpin manusia(
dan Eama, tokoh utama wiracarita Ramayana, disebut 4EaghawWndra4 'Ragha&a ,ndra,
!ndra dari klan Eaghu(. engan demikian !ndra yang asli juga disebut XwWndra 'De&a
,ndra, pemimpin para dewa(.
L. alam purana
alam kitab Purana, !ndra adalah pemimpin para dewa, putra Aditi dan Kasyapa.
Kekuasaannya digulingkan oleh Bali, cucu,iranyakasipu, raksasa yang dibunuh
ewa 3isnu. Atas permohonan Aditi, 3isnu menjelma sebagai anak Aditi yang disebut
3amana, yang disebut pula 8pendra 'secara har$iah berarti adik !ndra(. 8pendra
menghukum Bali untuk mengembalikan kekuasaan !ndra. Karena kemurahan hati ewa
3isnu, Bali diberi anugerah bahwa ia berhak menjabat sebagai !ndra
pada Manwantara berikutnya.
alam kitab Bhaga&atapurana 'dan Purana lainnya(, !ndra beserta para putra Aditi 'para
dewa( berseteru dengan para putra iti 'detyaatau raksasa(. Sukra, guru para raksasa
memiliki ilmu yang mampu menghidupkan orang mati sehingga setiap prajurit raksasa yang
gugur dapat dihidupkan kembali, sementara laskar para dewa tidak dapat hidup lagi. Para
dewa kecewa dengan keadaan tersebut, sehingga mereka memohon petunjuk ewa 3isnu.
Atas petunjuk beliau, para dewa bernegosiasi dengan para raksasa untuk mencari minuman
keabadian yang disebut amerta di samudra susu. Pada akhirnya, minuman tersebut jatuh ke
tangan para raksasa. Atas bantuan awatara 'penjelmaan( 3isnu yang bernama Mohini, para
dewa berhasil merebut tirta tersebut dan mendapatkan keabadian.
alam kitab ar"andeyapurana disebutkan bahwa setiap manwantara 'satuan waktu( akan
dipimpin oleh seorang !ndra. Gadi jabatan !ndra berganti seiring bergantinya manwantara.
Manwantara sekarang adalah manwantara ketujuh, yang terdiri dari -9 mahayuga. !ndra yang
menjabat sekarang disebut Purandara, dan pada manwantara berikutnya akan digantikan
oleh Bali alias Mahabali.
alam kitab Brahma&ai&artapurana, setelah mengalahkan 3retra, !ndra menjadi angkuh
dan meminta 3iswakarma, arsitek para dewa untuk membangun suatu kediaman megah
untuknya. !ndra kurang puas dengan pekerjaan 3iswakarma sehingga !ndra tidak
mengi>inkannya pergi sebelum ia mampu menyelesaikan pekerjaannya. 3iswakarma
memohon bantuan ewa Brahma agar ia terbebas dari jerat !ndra. Brahma pun meminta
bantuan 3isnu, sehingga 3isnu menemui !ndra dalam wujud seorang brahmana kecil. !ndra
menyambutnya tanpa mengetahui bahwa brahmana itu adalah penjelmaan 3isnu. 3isnu
memuji kemegahan istana !ndra yang dibangun oleh 3iswakarma, dan berkata bahwa !ndra
sebelumnya tidak memiliki kediaman semegah itu. Karena tidak memahami maksudnya,
!ndra pun bertanya tentang !ndra sebelumnya. 3isnu menjelaskan bahwa dalam setiap alam
semesta, ada satu !ndra yang berkuasa dengan umur -# yuga sehingga jumlah !ndra tak
terhitung, bagai partikel dalam debu. Kemudian tampak serombongan semut lewat dan 3isnu
berkata bahwa mereka adalah reinkarnasi !ndra pada masa lampau. !ndra yang sekarang pun
sadar bahwa kemewahan yang dimilikinya tidak berarti sehingga ia membiarkan
3iswakarma pergi.
. 9C !ndra
Menurut agama ,indu, terdapat suatu kurun >aman yang disebut manwantara. Manwantara
terdiri dari -9 mahayuga, dan setiap mahayuga berlangsung selama C."6#.### tahun.
<9=
alam
setiap kalpa terdapat 9C manwantara sehingga terdapat 9C !ndra. !ndra yang menjabat
sekarang adalah !ndra yang ketujuh. Berikut ini adalah da$tar !ndra dari )isnupurana.
2o. Manwantara0Manu !ndra
9 Swayambu Yadnya
6 Swarocisa 3ipascita
" 8tama Susanti
C %amasa Sibi
5 Eaiwata 3ibu
B Laksusa Manojawa
- 3aiwaswata 'Sradadewa( Purandara '!ndra sekarang(
7 Sawarni Bali
: aksasawarni Adbuta
9# Brahmasawarni Santi
99 armasawarni 3isa
96 Eudrasawarni Eitudama
9" Euci 'ewasawarni( ewaspati
9C Buti '!ndrasawarni( Suci
?. i luar agama ,indu
alam sastra Buddhisme dan Gainisme, !ndra biasanya disebut Vakra, pemimpin
surga %rPyastri Sa .
alam Gainisme, !ndra juga dikenal sebagai 4Saudharmendra4, dan senantiasa
melayani %irthankar. !ndra biasanya sering muncul dalam cerita yang berhubungan
denganMaha;ira, dimana !ndra sendiri memuliakan lima peristiwa penting dalam kehidupan
%irthankar, seperti Lha;an kalyanak, Ganma kalyanak, iskha kalyanak, Ke;algyan kalyanak,
dan 2ir;an kalyanak.
i Lina, Korea, dan Gepang, namanya ditulis , 'bahasa Gepang. 4%ai&shaku&ten4(. i
Gepang, !ndra selalu tampak berhadapan dengan Brahma ' , bahasa Gepang. 4Bonten4(
dalam kesenian Buddha. Mereka dihormati sebagai para pelindung Buddha ' , bahasa
Gepang. 4Shaka4(. Meskipun !ndra sering ditampilkan seperti seorangbodhisatt;a di
wilayah Asia %imur, khususnya dalam kostum dinasti %ang, penggambarannya juga
memasukkan aspek keperkasaan, seperti misalnya memegang petir di atas gajah
tunggangannya.