Anda di halaman 1dari 17

A.

JUDUL :Ekstraksi minyak kemiri secara soxletasi


B. TUJUAN: Agar mahasiswa dapat memahami cara penggunaan dan prinsip metode sokletasi
C. DASAR TEORI
1. Minyak Kemiri
a. Kemiri
Kemiri (Aleurites moluccana), adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan
rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat dengansingkong dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae.
Dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai candleberry, Indian walnut, serta candlenut. Pohonnya
disebut sebagaivarnish tree atau kukui nut tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam industri
untuk digunakan sebagai bahan campuran cat dan dikenal sebagai tung oil. Minyak lemak ialah sejenis
minyak lemak yang terbuat dari tumbuhan. Digunakan dalam makanan dan untuk memasak. Beberapa
minyak lemak yang biasa digunakan ialah minyak kelapa sawit Afrika, jagung, zaitun, minyak lobak, kedelai,
kemiri, dan bunga matahari[1].
Daging biji, daun dan akar Aleurites moluccana mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, disamping
itu daging bijinya mengandung minyak lemak. Pada korteksnya mengandung tannin. Kandungan kimia yang
terdapat dalam kemiri adalah gliserida, asam linoleat, palmitat, stearat, miristat, asam minyak, protein,
vitamin B1, dan zat lemak. Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah biji, kulit, dan daun. Daging
bijinya bersifat laksatif. Di Ambon korteksnya digunakan sebagai anti tumor, di Jawa digunakan sebagai
obat diare, sariawan dan desentri, di Sumatera daunnya digunakan untuk obat sakit kepala dan gonnorhea.
Minyak kemiri dibuktikan berkhasiat sebagai obat penumbuh rambut.
Untuk memperoleh atau mengisolasi lipida ( minyak lemak, lemak, dan malam/lilin ) ada beberapa cara
yang dapat dilakukan, yaitu : Pengepresan, penggunaan pelarut, dan penggunaan panas. Untuk isolasi
minyak lemak dapat dilakukan dengan cara penggunaan pelarut dan penggunaan panas.
Soxhletasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengisolasi minyak lemak . Soxhletasi
merupakan ekstraksi padat-cair berkesinambungan, disebut ekstraksi padat-cair karena substansi yang
diekstrak terdapat di dalam campuran yang berbentuk padat, sedangkan disebut berkesinambungan
karena pelarut yang sama dipakai berulang-ulang sampai proses ekstraksi selesai. Keuntungan dari metode
ini antara lain menggunakan pelarut yag lebih sedikit karena pelarut tersebut akan dipakai untuk
mengulang ekstraksi dan uap panas tidak melalui serbuk simplisia, tetapi melalui pipa samping. Tetapi
metode ini juga memiliki beberapa kelemahan antara lain, tidak dapat digunakan pada bahan yang
mempunyai tekstur yang jeras, selain itu pengerjaannya rumit dan agak lama, karena harus diuapkan di
rotavapor untuk memperoleh ekstrak kental.
Minyak kemiri merupakan minyak lemak yang memiliki banyak manfaat, baik dalam bidang kesehatan
maupun kosmetik dan industri. Selain itu, kemiri merupakan tanaman asli Indonesia dan banyak dijumpai di
daerah daerah di Indonesia. Dalam satu kali penanaman kemiri, masing masing pohon akan
menghasilkan sekitar 30 80 kg kacang kemiri, dan sekitar 15 20 % dari berat tersebut merupakan jumlah
minyak kemiri yang dapat dihasilkan. Minyak kemiri dapat dijadikan alternatif bahan bakar, dan digunakan
dalam pengobatan berbagai penyakit.
Nama kemiri untuk tiap daerah di Indonesia adalah : Kereh (Aceh), Hambiri (Batak), Buah koreh
(Minangkabau), Kemiri (Melayu, Jawa), Muncang (Sunda), Kameri (Bali), Kawilu (Sumba), Sapiri (Makasar),
Sakete (Ternate), Engas (Ambon), Hagi (Buru)[2].
b. Klasifikasi Tanaman
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotyledoneae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Euphorbiaceae
Genus : Aleurites
Spesies : Aleurites moluccana (L.) Willd.
(Anonim, 2005)
c. Kandungan Kimia
Daging biji, daun dan akar Aleurites moluccana mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, di samping
itu daging bijinya mengandung minyak lemak. Pada korteksnya mengandung tannin[3]
d. Kegunaan dan Khasiat
Daging bijinya bersifat laksatif. Di Ambon korteksnya digunakan sebagai anti tumor (Harini, 2000), di Jawa
digunakan sebagai obat diare, sariawan dan desentri, di Sumatera daunnya digunakan untuk obat sakit
kepala dan gonnorhea[4]. Minyak kemiri dibuktikan berkhasiat sebagai obat penumbuh rambut[5]
e. Sifat kimia fisika
Sifat-sifat Fisika-Kimia Minyak Kemiri adalah:
Karakteristik Nilai
Bilangan penyabunan
Bilangan asam
Bilangan Iod
Bilangan Thiocyanogen
Bilangan hidroksil
Bilangan Reichert-Meissl
Bilangan Polenske
Indeks bias pada 25 oC
Komponen tidak tersabunkan
Bobot jenis pada 15 oC
188-202
6,3-8
136-167
97-107
Tidak ada
0,1-0,8
Tidak ada
1,473-1,479
0,3-1 persen
0,924-0,929
f. Komposisi
Komposisi Kimia Minyak Kemiri
Asam lemak Jumlah (%)
Asam lemak jenuh 55
Asam palmitat
Asam stearat
Asam lemak tak jenuh
Asam oleat
Asam linoleat
Asam linolenat
6.7
10.5
48.5
28.5
2. Ekstraksi Soxhletasi
a. Pengertian
Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan
tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik[6].
Soxhletasi merupakan ekstraksi padat-cair yang berkesinambungan. Ekstraksi ini biasanya dilakukan
dengan suatu alat yang dinamakan Soxhlet[7].
b. Prinsip dasar ekstraksi dan soxhletasi
Prinsip dasar ekstraksi adalah distribusi zat terlarut dalam dua pelarut yg tidak bercampur. Prinsip metoda
ini didasarkan pasa distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang salingtidak
bercampur. Batasnya adalah zat terlarut dapat ditransfer dalam jumlah yang berbeda dalam kedua fasa
pelarut[8]
Prinsip Soxhletasi : Penyairan secara berkesinambungan, dimana cairan penyari dipanaskan sehingga
menguap, uap cairan akan terkondensasi molekul-molekul cairan penyari oleh pendingin balik dengan
turun kedalam klonsong menyari simplisia dan selanjutnya masuk kembali kedalam labu alas bulat setelah
melewati pipa siphon, proses ini berlangsung hingga penyarian zat aktif menjadi sempurna[9].
c. Proses ekstraksi soxhletasi pada minyak kemiri
Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam
pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian
dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat
dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan
diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Namun sering juga digunakan pada padatan
yang larut karena efektivitasnya[10].
Dalam pelaksanaan proses ekstraksi, faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:
Tipe persiapan sampel
Waktu ekstraksi
Kuantitas pelarut
Suhu pelarut
Tipe pelarut
Adapun syarat pelarut untuk ekstraksi:
Beda polaritas antara solvent dan solute kecil
Titik didih rendah (minyak akan rusak pada suhu tinggi)
Mudah menguap
Tidak berbahaya, tidak beracun, tidak mudah meledak/terbakar
Inert: Tidak bereaksi dengan solute
Murah (terutama untuk industry
Soxhlet ditemukan oleh Franz Ritter von Soxhlet, seorang ahli kimia dari Jerman. Pada ekstraktor Soxhlet,
pelarut dipanaskan dalam labu didih sehingga menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian masuk ke
kondensor melalui pipa kecil dan keluar dalam fasa cair. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong
berisi padatan. Pelarut akan membasahi padatan dan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut
dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut di selongsong. Kemudian pelarut seluruhnya akan
menggejorok masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu seterusnya. Peristiwa ini disebut dengan efek
sifon.
Dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :
Tinggi timbel hendaknya di bawah pipa samping tetapi di atas sifon. Hal ini dimaksudkan agar tidak
menghalangi uap pelarut yang masuk ke dalam pendingin, dan mencegah keluarnya serbuk dari timbel.
Bahan yang telah diserbuk halus dimasukkan ke dalam timbel sedemikian rupa sehingga tidak
memungkinkan terjadinya saluran saluran pada penmabahan pelarut.
Tinggi bahan hendaknya di bawah sifon agar bahan tersebut dapat selalu terendam dengan pelarut.
Untuk mencegah terjadinya percikan - percikan bahan hendaknya ditutup dengan kertas saring.
Jumlah pelarut yang ditambahkan adalah sedemikian rupa sehingga labu penampung terisi cairan
minimal sepertiganya.
Untuk membantu proses pendidihan pada labu penmapung ditambahkan beberapa butir batu didih.
Setelah hal hal ditas dilaksanakan, ekstraksi dapat dilaksanakan. Ekstraksi dihentikan apabila :
Cairan yang tersirkulasi sudah tidak berwarna lagi ( bagi suatu bahan yang disekstraksi mula mula
memberikan cairan yang berwarna ).
Cairan yang tidak memberikan rasa yang sesuai denga rasa substransi yang diekstraksi.
Memberikan reaksi yang negatif bila dilakukan reaksi identifikasi.
Keuntungan dari metode ini antara lain :
Menggunakan penyari yang sedikit sebab penyari itu jugs yang akan digunakan kembali untuk
mengulang percobaan.
Uap panas tidak melalui simplisia, tetapi melalui pipa samping.
Kerugian dari metode ini, :
Tidak dapat menggunakan bahan yang mempunyai tekstur yang keras.
Pengerjaannya rumit dan agak lama, karena harus diuapkan di rotavapor untuk mmeperoleh ekstrak
kental.
Dalam pelaksanaan proses ekstraksi, faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:
Tipe persiapan sampel
Waktu ekstraksi
Tipe dan kuantitas pelarut
Suhu pelarut









D. ALAT DAN BAHAN
1. Alat






Soxhletasi neraca analitik evaporator














Penangas air kertas saring gelas kimia






Gelas ukur




2. Bahan

No Bahan Sifat kimia
1 Aquadest Besifat polar
2 Kemiri Mengandung beberapa asam
lemak
3 n-heksan Bersifat nonpolar

E. PROSEDUR KERJA





- Memotong kecil-kecil
- Menggerus hingga halus
- Menimbang sebanyak 10 gram

























F. HASIL PENGAMATAN
1. Data hasil pengamatan
No Perlakuan Hasil pengamatan
1 Mengiris daging buah kemiri Irisan daging kemiri
2 Menggerus kemiri yang telah diiris Kemiri halus
3 Menimbang 10 gram 10 gram kemiri
4 Membungkus dengan kertas
saring
Bungkusan kemiri
5 Memasukkan dalam tempat
ekstraksi soxhlet
Bungkusan kemiri dalam klonsong






6 Mengisi 65 mL n-heksan dan batu
didih dalam labu alas bulat
Larutan n-heksan dan batu didih
dalam labu alas baulat
7 Mengalirkan pendingin air Air mengalir ke kondensor
8 Memanaskan labu alas bulat
dengan penangas air
Larutan mendidih
9 Mengekstraksi sampel selama 3
jam
Terjadi 22 kali sirkulasi
10 Mendinginkan labu alas bulat Larutan dingin
11 Menguapkan pelarut dengan cara
evaporasi pada evaporator
Pelarut menguap
12 Menimbang minyak kemiri dari
residu
7,59 gr





2. Data sirkulasi

Sirkulasi ke Rentang waktu Sirkulasi ke Rentang waktu
0-1 09.32- 09.49 11-12 10.50-10.59
1-2 09.49- 09.57 12-13 10.59-11.02
2-3 09.57-10.02 13-14 11.02-11.07
3-4 10.02-10.10 14-15 11.07-11.21
4-5 10.10-10.19 15-16 11.21-11.35
5-6 10.19-10.25 16-17 11.35-11.46
6-7 10.25-10.32 17-18 11.46-11.54
7-8 10.32-10.36 18-19 11.54-12.00
8-9 10.36-10.42 19-20 12.00-12.05
9-10 10.42-10.47 20-21 12.05-12.10
10-11 10.47-10.50 21-22 12.10-12.23

Berat kemiri 10 gram
Berat botol vial kosong: 12,03gram
Berat minya kemiri= (19,62-12,03)gram = 7,59 gram
3. Perhitungan
Dik: massa awal = 10 gram Berat kemiri 10 gram
Berat botol vial kosong: 12,03 gram
Berat minya kemiri= (19,62-12,03)gram = 7,59 gram
Massa minyak = 7,59 gram
Peny: Kadar minyak = (massa minyak)/(massa awal kemiri) x 100%
= (7,59 gram)/(10 gram) x 100%
= 75.9%




G. PEMBAHASAN
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. Pelarut
yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya.
Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam
pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian
dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat
dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan
diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut.
Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam sampel. Ekstraksi ini
didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana perpindahan mulai
terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke dalam pelarut.Percobaan kali ini, kita
mengekstraksi kemiri untuk memisahkan minyak dari kemiri. Untuk mengekstraksi minyak dalam kemiri
kita menggunakan metode ekstraksi soxhlet.
Soxhletasi merupakan penyarian sampel secara berkesinambungan, pelarut dipanaskan hingga menguap,
uap cairan pelarut terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin (kondensor) lalu turun
mengekstrak sampel dalam ruang soxhlet dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah
melewati pipa sifon. Dalam proses ekstraksi, pemilihan pelarut yang akan digunakan sangatlah penting. Hal
ini juga dapat mempengaruhi hasil yang akan didapatkan dari proses ekstraksi yang dilakukan.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa minyak merupakan senyawa yang bersifat non polar sehingga dalam
memilih pelarut sebaiknya menggunakan pelarut yang bersifat non polar pula.
Pada percobaan ini dilakukan ekstraksi minyak kemiri secara soxhletasi. Soxhletasi merupakan penyarian
simplisia secara berkesinambungan, cairan penyari dipanaskan sehingga menguap, uap cairan penyari
terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam
klongsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon.
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam
klonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa, cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat
sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang
jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan penyari telah mencapai
permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi
sirkulasi. Ekstraksi sempurna ditandai bila cairan di sifon tidak berwarna, tidak tampak noda jika di KLT,
atau sirkulasi telah mencapai 20-25 kali. Ekstrak yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.
Sehingga untuk mendapatkan kurkuminoid dari rimpang temulawak, dilakukan ekstraksi dengan metode
Soxhlet. Dalam suatu pemisahan yang ideal oleh ekstraksi pelarut, seluruh zat yang diinginkan akan
berakhir dalam suatu pelarut sedangkan zat-zat yang tidak diinginkan berada pada pelarut yang lain.
Ekstraksi ganda merupakan salah satu teknik pemisahan yang lebih akurat dibandingkan ekstraksi tunggal.
Pada prinsipnya metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan dapat melarutkan
senyawa organik yang terdapat dalam bahan alam tersebut. Metode sokletasi mempunyai keunggulan dari
metode lain, karena melalui metode ini penyaringan dilakukan beberapa kali dan pelarut yang digunakan
tidak habis (didinginkan melalui pendinginan) dan dapat digunakan lagi setelah hasil isolasi dipisahkan.
Pada proses ekstraksi kemiri menggunakan metode sokletasi. Pada metode sokletasi ini bahan yang akan
diekstraksi berada pada sebuah kantung ekstraksi (kertas, karton, dan sebagainya). Di dalam sebuah alat
ekstraksi dari gelas yang bekerja kontinu (perkolator). Wadah gelas yang mengandung kantung diletakkan
di antara labu suling dan suatu aliran balik dan dihubungkan dengan melalui pipa pipet. Labu tersebut berisi
pelarut, yang menguap dan mencapai ke dalam pendingin aliran balik melalui pipa pipet, dia berkondensasi
di dalamnya, menetes ke atas bahan yang diekstraksi dan membawa keluar bahan yang diekstraksi. Larutan
berkumpul di dalam wadah gelas dan setelah mencapai tinggi maksimal secara otomatis ditarik ke dalam
labu, dengan demikian zat yang terekstraksi tetimbun melalui penguapan kontinu dari bahan pelarut murni.
Langkah pertama yang dilakukan adalah menimbang serbuk temulawak sebanyak 10 gram.
Kemudian serbuk sampel dibungkus dengan kertas saring atau tempat tertentu. Kemudian dimasukkan ke
dalam alat soklet. Pelarut n-heksan ditambahkan dari bagian atas sampai tumpah ke dalam labu.
Ditambahkan pelarut lagi kira-kira sampai setengahnya. Labu yang sudah berisi pelarut tersebut dipanaskan
pada suhu tertentu sampai mendidih. Pada proses ini uap pelarut akan naik dan bersentuhan dengan
kondensor. Dimana uap akan terkondensasi dan menetes di atas sampel dan selanjutnya merendam
sampel tersebut seperti terlihat pada gambar berikut.















Pada proses ini terjadi proses ekstraksi oleh pelarut dimana pelarut ak an mengekstrak minyak yang ada
pada sampel. Pelarut yang mengikat minyak lama kelamaan akan memenuhi sifon dan jika sifon telah terisi
oleh pelarut sampai penuh maka pelarut akan jatuh kembali pada labu alas bulat bersama ekstrak sampel.
Proses ini dinamakan satu kali ekstraksi, dan demikian proses ekstraksi oleh pelarut ini terjadi secara
berulang-ulang. Selama proses tersebut, serbuk sampel akan terekstraksi. Apabila ekstrak sudah sampai
pada batas pipa u atau pipa siphon, maka ekstrak akan turun ke labu dan akan mendidih kembali. Proses
ini akan berjalan kontinu sampai semua ekstrak terekstraksi. Semakin banyak frekuensi ekstraksi yang
dilakukan maka semakin banyak pula minyak yang akan terekstrak dari sampel kemiri
Karena pelarut didaur ulang, ekstrak yang terkumpul pada wadah di sebelah bawah terus-menerus
dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian oleh panas. Jumlah total senyawa-senyawa yang
diekstraksi akan melampaui kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah
dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya.
Bila dilakukan dalam skala besar, mungkin tidak cocok untuk menggunakan pelarut dengan titik didih
yang terlalu tinggi, seperti n-heksan atau air, karena seluruh alat yang berada di bawah kodensor perlu
berada pada temperatur ini untuk pergerakan uap pelarut yang efektif.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, proses sirkulasi ekstraksi metode soxletasi terjadi sebanyak 22
sirkulasi. Ini menandakan bahwa ekstraksi berlangsung lama. Sirkulasi pertama dengan kedua sampai
srkulasi yang terakhir memiliki rentang waktu yang hampir konstan. Hal tersebut dapat dilihat dari data
sebagai berikut.
Sirkulasi ke Rentang waktu Sirkulasi ke Rentang waktu
0-1 09.32- 09.49 11-12 10.50-10.59



1-2 09.49- 09.57 12-13 10.59-11.02
2-3 09.57-10.02 13-14 11.02-11.07
3-4 10.02-10.10 14-15 11.07-11.21
4-5 10.10-10.19 15-16 11.21-11.35
5-6 10.19-10.25 16-17 11.35-11.46
6-7 10.25-10.32 17-18 11.46-11.54
7-8 10.32-10.36 18-19 11.54-12.00
8-9 10.36-10.42 19-20 12.00-12.05
9-10 10.42-10.47 20-21 12.05-12.10
10-11 10.47-10.50 21-22 12.10-12.23

Berdasarkan data diatas, maka dapat diketahui bahwa proses ekstraksi soxhletasi berlangsung 3
jam dengan rentang waktu antara sirkulasi pertama-kedua, ketiga-keempat dan seterusnya hampir konstan.
Rentang waktu mulai berubah (tidak konstan) terjadi pada sirkulasi yang ke 19 sampai seterusnya, namun
perubahannya tidak begitu menunjukkan perbedaan yang nyata. Ketidak konstanan tersebut dapat
dipengaruhi oleh pemanasan yang tidak stabil sehingga uap yang dihasilkan juga berbeda. Jika pemanasan
dilakukan pada suhu tinggi maka suhu yang di hasilkan akan lebih banyak. Dengan kata lain, uap yang akan
mencair juga akan lebih banyak sehingga proses ekstraksi berlangsung cepat dan rentang waktu
sirkulasinya semakin kecil. Begitupun sebaliknya. Ekstraksi dihentikan ketika warna pelarut pada tabung
yang berisi simplisia tidak lagi berwarna kuning akan tetapi berwarna jernih. Hal ini menandakan bahwa
simplisia sudah terekstraksi secara keseluruhan.
Setelah diekstraksi, kemudian langkah selanjutnya adalah menghilangkan pelarut yang ada pada
minyak temulawak melalui metode evaporasi. Proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan
pemanasan yang dipercepat oleh putaran dari labu erlenmeyer, cairan penyari dapat menguap 5-10 C di
bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan tekanan. Dengan bantuan pompa
vakum, uap larutan penyari akan menguap naik ke kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-
molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam labu alas bulat penampung seperti terlihat pada
gambar berikut ini.









Tujuan dari metode evaporasi adalah untuk memekatkan ekstrak (menguapkan pelarut) sehingga diperoleh
minyak kemiri yang diinginkan.
Langkah yang dilakukan adalah ekstrak yang diperoleh dari hasil ekstraksi soxletasi dimasukkan
dalam botol vial. kemudian ujung botol vial di hubungkan dengan alat evaporator seperti pada gambar
diatas. Botol vial yang berisi sampel berada diatas air yang akan dipanaskan sehingga pelarut yang ada pada
labu tersebut menguap karena proses pemanasan. Pada proses pemanasan ekstrak pada botol vial, botol
vial akan berputar dan pelarut yang yang masih bercampur dengan ekstrak akan menguap ke kondensor.
Pelarut yang menguap akan didinginkan (berkondensasi) oleh kondensor tersebut yang kemudian keluar
sebagai cairan murni pelarut. Proses ini juga berlangsung lama dan hasil yang diperoleh adalah minyak
kemiri dan pelarut.
Setelah diperoleh hasilnya, kemudian menetukan kadar dari minyak pada kemiri dan diperoleh
bahwa minyak yang dihasilkan sebanyak 5 mL, sedangkan pelarut yang dihasilkan tidak sama dengan
yang sebelumnya. Hal ini disebabkan karena pelarut tersebut menguap pada proses evaporasi karena labu
alas bulat tidak tersumbat dengan baik (tidak rapat) sehingga pada saat pelarut didinginkan olek kondensor
dan mencair kemudian tertampung dalam alas labu bulat, ia akan menguap dan keluar dari labu tersebut
sehingga komposisinya berkurang dari yang sebelumnya.
Setelah dilakukan proses penguapan, dapat langsung menghitung berapa banyak minyak yang didapatkan
dari proses ekstraksi ini. Dari hasil penimbangan ekstrak minyak kemiri yang diperoleh sebanyak 7,59 gram
dan efisiensi kadar minyak kemiri yang diperoleh dari 10 gram sampel (kemiri) sebanyak 75,9 %







H. KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa ekstraksi sokhlet minyak kemiri
diperoleh sebanyak 7,59 gram dan efisiensi kadar minyak yang diperoleh dari 10 gram kemiri yaitu sebesar
17, 94%.

I. KEMUNGKINAN KESALAHAN
Praktikan kurng teliti dalam menimbang bahan
Praktikan kurang hati-hati dalam membungkus bahan
































Daftar Pustaka


Ali, 2012. Ekstraksi soxhletasi.online.
http://alipart.blogspot.com/2010/10/ekstraksi-sokhlet.html
Anonym ,2012. Devinisi kemiri.online.
http://id.wikipedia.org/wiki/1997/07/30/kemiri

Anonym,julaiha 2003. Kegunaan dan khasiat kemiri. Online.
http://id.wikipedia.org/wiki/1997/07/30/kemiri

Anonym,2012.pengertian ekstraksi.online
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekstraksi

Gugule ,2005. Pengertian soxhletasi.online
http://chemical-richo17.blogspot.com/
Lucas, Howard J, David Pressman. Principles and Practice In Organic Chemistry
lukum,astin. P. 2012. Modul praktikum dasar - dasar pemisahan analitik.prinsip dasar ekstraksi. Gorontalo:
UNG

lukum,astin. P. 2012. Modul praktikum dasar dasar pemisahan analitik. Prinsip dasar soxhletasi.
Gorontalo : UNG




[1] Anonym ,2012. Devinisi kemiri.online.
http://id.wikipedia.org/wiki/1997/07/30/kemiri

[2] Anonim2,1997. nama lain Kemiri.(Aleurites moluccana).
http://bambangnaghchemistry.blogspot.com/2012_04_01_archive.html