Anda di halaman 1dari 63

Yoke

Ayukarningsih
Figure 1 Estimate of annual number of all newborns who require assistance to breathe at birth and varying levels of neonatal
resuscitation.
Legend: Adapted from [1] using data from [2,3,5,6,20].

Antisipasi Kebutuhan Resusitasi
Untuk keberhasilan resusitasi, penting untuk
melakukan
Antisipasi
Persiapan adekuat
Evaluasi akurat
Awal dukungan tepat


Tindakan Resusitasi
Bayi yang perlu resusitasi harus mendapatkan
satu / lebih tindakan di bawah ini secara
berurutan:
Langkah awal (memberikan kehangatan,
membersihkan jalan napas jika diperlukan,
mengeringkan, stimulasi)
Ventilasi
Kompresi Dada
Pemberian Epinefrin dan/atau Cairan Penambah
Volume

The Golden Minute


Diberikan waktu 60 detik untuk melengkapi
Langkah awal,
Evaluasi kembali, dan
Memulai ventilasi jika diperlukan.
Keputusan untuk tindakan selanjutnya setelah
langkah awal ditentukan oleh penilaian simultan
2 tanda vital yaitu:
Pernapasan (apnea, megap-megap,
berat/tidaknya napas)
FJ (lebih atau kurang dari 100 dpm)


Pada setiap persalinan


Harus ada 1 orang petugas, yang
Tanggung jawab utamanya adalah bayi yang baru lahir
Mampu memulai resusitasi, termasuk melakukan VTP dan
kompresi dada
Orang tersebut /seorang lain yang bisa cepat hadir, harus
mempunyai keterampilan resusitasi lengkap termasuk
intubasi endotrakeal
pemberian obat-obatan
Jika kebutuhan resusitasi diantisipasi, personel terampil
tambahan harus dipanggil dan peralatan yang diperlukan
disiapkan.
AAP & ACOG 2007. Am Academy Ped;207:205


2000
Pediatrics 2006;117:e1029-e1038
2005
Pediatrics 2000;106;e29
Neonatal resuscitation program major update
2010
Pediatrics 2010;126:e1400-e1411
Pulse oxymeter
& Oxygen
blender
PRINSIP RESUSITASI
ABC resusitasi :

A airway jalan napas
(memposisikan & menjaga jalan napas bersih dan
terbuka)
B breathing pernapasan
(merangsang pernapasan)
C circulation sirkulasi
(menilai frekuensi denyut jantung & warna
kulit, lalu melakukan tindakan yang perlu)
D drugs
8

ILCOR Guidelines Newborn Resuscitation Changes from
2005 -2010


Timing the first 60 seconds only
Progression to the next step following initial evaluation is
defined by heart rate and respiration
For babies born at term it is best to begin resuscitation with
air rather than 100% oxygen
Evidence does not support or refute routine endotracheal
suctioning of infants born through meconium-stained
amniotic fluid, even when the newborn is depressed
Chest compression- ventilation ratio 3:1 unless the arrest is
known to be of cardiac etiology. Then higher ratio should
be considered (15:2)
Hypothermia in moderate to severe HIE

Penilaian respon bayi saat lahir
Langkah awal resusitasi
Ventilasi tekanan positif
Pijat jantung luar dan
ventilasi tekanan
positif
Obat-obatan
Selalu
diperlukan
oleh bayi baru
lahir
Frekuensi
Lebih sedikit
Lebih jarang
diperlukan

33 questions:
Term, Breathing, Tone
Timing: First 60 seconds only
Start with air, consider SpO2
GOLDEN PERIODS
Delivery
Neonatal Resuscitation
Pre-transport/post-resuscitation stabilization
Neonatal transport

Goal neonatal transport team transport a well
stabilized infant by providing a timely, organized,
comprehensive manner by all members of the
healthcare team positive neonatal outcome
Neonatal resuscitation program major update
Variable
NRP 2000 NRP 2005

NRP 2010

Rapid
Assessment


1.Term gestation?
2.Crying or
breathing?
3.Good muscle
tone?
4.Clear of
meconium?
5.Colour pink?




1.Term gestation?
2.Crying or
breathing?
3.Good muscle
tone?
4.Clear of
meconium?



1.Term gestation?
2.Crying or
breathing?
3.Good muscle
tone?
1. Bernapas atau menangis ?

Perhatikan dada bayi

Tidak ada usaha napas perlu intervensi

Megap-megap perlu intervensi
2. Tonus otot ?
Tonus otot baik : fleksi & bergerak aktif
3. Cairan amnion jernih ?
1. Cukup bulan ?
LANUGO
a downy hair on the body is absent in
immature then appears with maturity and the
disappears again with post maturity
28 weeks gestation:
little cartilago, pliable
36 weeks to term gestation:
firm ear, well-formed margin
1. Cukup bulan ?
TELINGA
28 weeks gestation:
No breast tissue,
areola barely visible
32 weeks gestation:
Little breast tissue,
visible areola
36 weeks gestation:
Breast nodule,
well-defined areola
1. Cukup bulan ?
PAYUDARA
28 weeks gestation:
testis high in scrotum
36 weeks to term gestation:
testis well descended,
increased scrotal pigmentation
1. Cukup bulan ?
KELAMIN
32 weeks gestation:
36 weeks to term gestation:
KELAMIN
1. Cukup bulan ?
32 weeks gestation:
creases in anterior
one third
36 weeks to term gestation:
creases over the majority of
the sole
TELAPAK
1. Cukup bulan ?
KEPUTUSAN
Memutuskan bayi perlu resusitasi jika:
Bayi tidak cukup bulan dan/atau
Air ketuban bercampur mekonium dan/atau
Bayi megap-megap/tidak bernapas dan/atau
Tonus otot bayi tidak baik atau bayi lemas.

Resusitasi dimulai dengan melakukan Langkah
Awal Resusitasi
24
Langkah awal (30 Detik)
1. MEMBERIKAN KEHANGATAN
Ruang hangat, tidak berangin,terang
Letakkan dan selimuti bayi
di tempat resusitasi yang hangat,kering,
datar, rata dan bersih

2. POSISIKAN, BERSIHKAN
JALAN NAPAS (BILA PERLU)
Letakkan bayi dgn kepala sedikit tengadah
Terlentang atau miring
Leher sedikit tengadah/ekstensi
Gulungan kain di bawah bahu

3. Keringkan, rangsang, reposisi
(Beri oksigen (bila perlu)

TINDAKAN:
Langkah Awal Resusitasi
LANGKAH AWAL:
Berikan kehangatan, jaga bayi tetap hangat
Posisikan, buka/bersihkan jalan napas
Keringkan sekaligus rangsang taktil, ganti kain basah
Posisikan kembali
26
Langkah awal dilakukan dalam waktu < 30 detik
Kemudian lakukan penilaian pernapasan
Langkah Awal Resusitasi
1. Jaga bayi tetap hangat

Letakkan bayi di atas kain yang ada di atas perut ibu, atau
didekat perineum ibu.
Selimuti bayi dengan kain tersebut, wajah, dada dan perut
tetap terbuka, potong tali pusat.
Pindahkan bayi ke atas kain di tempat resusitasi yang
datar, rata, cukup keras, bersih, kering dan hangat
Jaga bayi tetap diselimuti, di bawah pemancar panas
27
Variable
NRP
2000

NRP 2005

NRP 2010


Temperature
control

-
Babies<28 weeks
VLBW < 1500 g
plastic wrap
(polyethylene bag)
VLBW(1500 g)
Prewarming delivery
room to 26C
Wrap the baby in plastic
wrapping (food or heat-
resistant plastic)
Place the baby on
exothermic mattress
or under radiant heat

Neonatal resuscitation program major update
Supportive therapy
Langkah Awal Resusitasi (lanjutan)
2. Atur posisi bayi

Baringkan bayi terlentang dengan kepala di dekat
penolong
Posisikan kepala bayi pada posisi menghidu dengan
memberi ganjal di bawah bahu
29
Langkah Awal Resusitasi (lanjutan)
4. Keringkan dan rangsang
taktil
Keringkan bayi mulai dari
muka, kepala dan bagian tubuh
lainnya dengan sedikit tekanan.
Rangsangan ini dapat
membantu bayi baru lahir mulai
bernapas.

Jika diperlukan, lakukan
rangsangan taktil dengan cara di
bawah ini:
Menepuk/menyentil telapak
kaki ATAU
Menggosok
punggung/perut/dada/tungkai
bayi dengan telapak tangan

31
Langkah Awal Resusitasi (lanjutan)
5. Atur kembali posisi kepala bayi dan selimuti bayi

Ganti kain yang telah basah dengan kain kering di
bawahnya

Selimuti bayi dengan kain kering tersebut, jangan
menutupi muka dan dada agar bisa memantau
pernapasan bayi. Kepala diberi penutup/topi

Atur kembali posisi kepala bayi sehingga kepala pada
posisi menghidu/sedikit ekstensi
32
Langkah Awal Resusitasi (lanjutan)
Lakukan penilaian bayi
Setelah langkah awal (dalam < 30 detik), lakukan
penilaian apakah bayi bernapas normal atau bayi
tidak bernapas/megap-megap.
Jika bayi bernapas normal
lakukan asuhan pasca resusitasi
Jika bayi megap-megap atau tidak bernapas
lakukan VENTILASI bayi
33


Pembersihan Jalan Napas
Jika cairan amnion jernih, penghisapan lendir dari
jalan napas
Tidak rutin
Dapat dilakukan jika
- Mengalami obstruksi yang jelas, dilakukan sampai
napas
spontan
Membutuhkan VTP

PerlmanJM, Volpe JJ. Pediatrics 1983;72:329-334.
Simbruner et al. Arch Dis Child 1981;56:326-330
Prendiville et al. Arch Dis Child 1986; 61:1176-1183

Variable
NRP 2000

NRP 2005

NRP 2010


MECONIAL

Routine
intrapartum
oropharyngeal
and
nasopharyngeal
suctioning for
infants born with
clear or
meconium-
stained amniotic
fluid

Peripartum
suctioning is not
recommended
Endotracheal
suctioning of
vigorous infants
is not
recommended
Endotracheal
suctioning of
nonvigorous
infants born
through
meconium-
stained amniotic
fluid may be
useful.
Neonatal resuscitation program major update

Panduan untuk menghisap mekonium dari jalan
napas tidak berubah yaitu:
Jika bayi lahir tercemar mekonium dan tidak
bugar, dilakukan penghisapan mekonium dari
trakea dengan bantuan laringoskop + pipa ET
Tetapi jika usaha intubasi lama dan tidak
berhasil, hentikan penghisapan ET dan lanjutkan
dengan tahap berikutnya (VTP), terutama jika
bayi bradikardi

Indikasi VTP :
bayi apnea /
megap-megap,
FJ < 100 kali/menit
sianosis sentral
menetap setelah
diberi O2 aliran
bebas.

Variable

NRP 2000


NRP 2005



NRP 2010


Positive
Pressure
Ventilation

PPV done
by 1 person

PPV done
by 2
persons,
PPV (heart
rate &
breath
sounds)
HR<heart rate
is less than
100 Bpm,
apnea or
gasping
respiration,
PPV via face
mask with 21
% O2(room air
) or blended
oxygen with a
self-inflating
bag, flow-
inflating bag,
or T-piece
device
Neonatal resuscitation program major update
Neonatal resuscitation program major update
Variable NRP 2000

NRP 2005


NRP 2010


Use of
supplementa
ry Oxygen

Always use
100% O2

O
2
100%
O2 for
cyanotic
baby or VTP
needs
If there is
no 100%
O2 room
air O2
Babies< 32
weeks
oxygen
blender dan
oxymeter

Babies(< 32 wk)
PPV begin with
O2 concentrs
between room
air and 100% to
maintain SpO2
90% by pulse
oximetry.
Oxygen Blender
Variable
NRP 2000 NRP 2005
NRP 2010

Assisted-
Ventilation
Devices
Self inflating
bag and
Flow
inflating bag
with
endotracheal
tube (ETT)
Tpiece resuscitator
esp for premature
babies.
ConsiderLMA
(laryngeal mask
airway)for
unsuccessful VTP
or endotracheal
intubation
Use LMA if endotracheal
intubation is
unsuccessfull or
alternative for
providing PPV in
babies>2 kg or >34
weeks gestation
Neonatal resuscitation program major update
Self inflating bag Flow inflating bag
i
T-piece resuscitator

Penilaian kebutuhan oksigen dan pemberian oksigen
Tatalaksana oksigen penting, karena bukti
menunjukkan bahwa baik kekurangan maupun
kelebihan oksigen dapat berakibat buruk pada bayi
baru lahir.
Sebaliknya, timbul bukti ekperimental bahwa hasil
sampingan akibat resusitasi dapat disebabkan
bahkan oleh paparan sedikit saja oksigen yang
berlebihan, pada dan setelah resusitasi.

Ukuran
Tepi
Bentuk


S U N G K U P
45
pompalepas.lepas pompa lepas.....lepas
(satu.. dua..tiga) (satu.dua....tiga)


AHA and AAP. Textbook of Neonatal Resuscitation, 2006.
Tanda ventilasi efektif
Tanda ventilasi benar:
Perbaikan FJ, Pernapassn? FP

Tanda perbaikan bayi:
Perbaikan FJ, pernapasan, tonus otot
46

Variable
NRP 2000 NRP 2005
NRP 2010

Assisted-
Ventilation
Devices
Self inflating
bag and
Flow
inflating bag
with
endotracheal
tube (ETT)
Tpiece resuscitator
esp for premature
babies.
ConsiderLMA
(laryngeal mask
airway)for
unsuccessful VTP
or endotracheal
intubation
Use LMA if endotracheal
intubation is
unsuccessfull or
alternative for
providing PPV in
babies>2 kg or >34
weeks gestation
Neonatal resuscitation program major update
Self inflating bag Flow inflating bag
i
T-piece resuscitator
Variable NRP 2000 NRP 2005

NRP 20010

Endotracheal
intubation
ETTinsertion
assessment
with
stetoscope for
chest and
abdomen
Detection of HR
and exhaled CO2
monitor
Detection of CO2 in
addition to clinical
assessment is
recommended to confirm
tracheal placement in
neonates with
spontaneus circulation
Neonatal resuscitation program major update
CO2 detector , purple
no CO2
CO2 detector, yellow
CO2
Jika terdapat 2 orang atau lebih yang melakukan
resusitasi, maka:

Jika FJ < 60 X / menit, setelah dilakukan ventilasi efektif selama
30 detik:
Lakukan kompresi dada (KD) sambil tetap ventilasi
Dilakukan secara terpadu/sinkron dengan perbandingan
kompresi:ventilasi 3:1. Dalam 30 detik dlakukan 15 siklus
kompresi dada - ventilasi.

Jika hanya ada seorang, teruskan ventilasi.

Setelah 30 detik ventilasi, lakukan penilaian.
50
Catatan ke 3
Indikasi Kompresi Dada
setelah 30 VTP, FJ tetap < 60 kali/menit
dilakukan bersama VTP


Posisi bayi:
Topangan yang keras
pada bagian belakang
bayi
Leher sedikit tengadah
Kompresi:
Lokasi, kedalaman
penekanan & frekuensi
sama
Kompresi dada
dilakukan secara terpadu/sinkron
bersama ventilasi, dengan perbandingan
KD:ventilasi = 3:1
Lokasi u/ kompresi dada



Kedalaman : 1/3 diameter AP
dada

Frekuensi
90 kompresi + 30 ventilasi
dalam 1 menit Rasio 3 : 1
1
1
/
2
detik 3 kompresi dada,
1
/
2
detik 1 ventilasi 2 detik (1 siklus)

Satu Dua Tiga
Pompa
Variable

NRP 2000


NRP 2005


NRP 2010

MEDICATI
ONS
Epinephrine
route IV, IM
and ETT
Epinephrine route IV
(vena umbilical vein.
consider via ETT
while setting IV

Epinephrine route IV
IV is preferable
dose : 0.01 to 0.03 mg
per kg (1:10,000
solution) IV (via
umbilical venous, any
delay via endotracheal
tube dose of 0.05 to
0.10 mg per kg
(1:10,000 solution),
followed by IV dosing,
if necessary, as soon
as access is
established.
Neonatal resuscitation program major update
Variable

NRP 2000


NRP 2005


NRP 2010

MEDICATI
ONS
VOLUME
EXPANSION
blood loss or
suspected
(pale skin, poor
perfusion,
weak pulse)
and heart rate
not responded
adequately
crystalloid
or
Blood dose is
10mL/kg, may
need to be
repeated.
Naloxone and sodium
bicarbonate are rarely needed


Naloxone and sodium
bicarbonate are rarely needed
and are not recommended
during neonatal resuscitation.


Neonatal resuscitation program major update
Variable NRP 2000 NRP 2005
NRP 2010

Withholdi
ng and
discontinu
ing
resuscitati
on
Withholding
resuscitation
if pregnancy,
BW or
congenital
anomalies
early death
discontinuin
g
resuscitation
after 15
consider
stopping
resuscitation
if the
HR remains
undetectable
for 10
minutes

- same except
it is appropriate to
consider stopping
resuscitation if the
heart rate remains
undetectable for 10
minutes

- Supporting
parents to continue
neonatal
resuscitation for
babies with
morbidities and
risk of
When gestation, BW,
or Cong. Anomalies
associated with early
death or high
morbidity among the
rare survivors,
resuscitation is not
indicated. (Gestation
23 weeks or BW 400 g,
anencephaly,and some
major chromosomal
abnormalities, such as
trisomy 13
In conditions with a
high rate survival and
morbidity,resuscitation
is nearly always
indicated like babies
25 weeks and with
most congenital
malformations
In conditions with
uncertain prognosis
and survival is
borderline, the
morbidity rate is
relatively high, and the
anticipated burden to
the child is high,
parental desires
concerning initiation of
resuscitation should be
supported

it is appropriate to
consider stopping
resuscitation if the
heart rate remains
undetectable for 10
minutes


Neonatal resuscitation program major update
ASUHAN PASCA RESUSITASI
Asuhan pasca resusitasi diberikan sesuai dengan keadaan
bayi setelah tindakan resusitasi

Resusitasi berhasil: bayi menangis dan bernapas normal
sesudah langkah awal atau sesudah ventilasi.

Resusitasi belum/kurang berhasil: bayi perlu rujukan
yaitu sesudah resusitasi 2 menit belum bernapas atau megap-
megap

Resusitasi tidak berhasil: sesudah resusitasi 10 menit
dihitung dari bayi tidak bernapas dan detak jantung 0
57
APN 2008
ASUHAN PASCA RESUSITASI (lanjutan)
Asuhan pasca resusitasi pada bayi dengan
resusitasi berhasil:

1. Pemantauan tanda bahaya
2. Perawatan tali pusat
3. Inisiasi Menyusu Dini
4. Pencegahan hipotermi
5. Pemberian vitamin K
1
setelah IMD selesai
6. Pencegahan infeksi
7. Pemeriksaan bayi
8. Pencatatan & pelaporan
58
STABILISASI NEONATUS : S.T.A.B.L.E
Mnemonic : S.T.A.B.L.E (6 fokus dasar penanganan)
Tujuan: tindakan stabilisasi yang terfokus pada 6
dasar, serta meningkatkan keamanan pasien baik
dalam manajemen, pencegahan kemungkinan adanya
kesalahan serta mengurangi efek samping
Telah direkomendasi oleh AAP
Stabilisasi neonatus yang tepat : terbukti menurunkan
tingkat morbiditas dan mortalitas
S.T.A.B.L.E
ASPEK PENTING STABILISASI NEONATUS
S : Sugar and Safe Care
T : Temperature
A : Airway
B : Blood pressure
L : Laboratory
E : Emotional support
1. Memastikan jalan napas terbuka dan stabil
2. Menilai pernapasan
3. Menilai sirkulasi
4. Menilai suhu
5. Menilai status hidrasi
6. Evaluasi faktor risiko infeksi

61
Tindakan Stabililisasi
KESIMPULAN
1. Resusitasi pada bayi baru lahir ialah tindakan
yang yang dilakukan pada bayi yang tidak
bernapas secara spontan dan teratur segera
setelah lahir.
2. Tindakan resusitasi dilakukan menurut
tahapan/alur resusitasi.
3. Stabilisasi pada bayi baru lahir dilakukan untuk
menghindarkan bayi dari penyakit atau kematian
62
THANK YOU