Anda di halaman 1dari 11

Manajemen Risiko Klinik

Tujuan
Upaya terorganisir untuk identifikasi
dan menyelesaikan risiko/kecelakaan
medik
Tujuan
Identifikasi risiko
Mengurangi
kejadian/kecelakaan
di masa depan
Mengurangi tuntutan
Meningkatkan
MUTU praktek Ob-
Gin

Masalah
Penyakit dan proses perawatan mempunyai
risiko kesakitan/kematian
Dokter dan bidan/perawat dapat melakukan
kesalahan atau penyimpangan standar
Etika dan Standar pelayanan sering kali tidak
dipatuhi
Tidak ada proses koreksi kesalahan
Tuntutan hukum pada profesi meningkat
Di Australia 44% SpOG akan berhenti menjadi obstetrician dalam 5 tahun ,
akibat tuntutan yang meningkat !
Risiko
Kesalahan
Kecelakaan
Mal-praktek
Pelanggaran
Efek samping
Ketidak puasan
pasien
Struktur
Kelompok kerja dibawah Direktur medik
Anggauta : dokter SpOG, dokter umum,
bidan/perawat ; ditetapkan seorang
koordinator.
Ruang lingkup kerja: a. identifikasi risiko
b. analisa risiko c. Pengendalian risiko
d. pendanaan

Tugas
Koordinator pokja Ob-Gin menelaah
laporan atau kasus/risiko setiap hari.
Seorang bidan dapat diberi tugas keliling :
poli, kamar bersalin, ruangan untuk
mencari kasus (lihat daftar).
Pokja bersidang dan membuat laporan ke
direktur medik sesuai dengan
urgensi/prioritas
Penyimpangan pada
Ibu Bayi Organisasi
Perdarahan > 1500 ml Apgar < 7 pada 5 Anestesi
Lilitan tali pusat Trauma lahir Seksio terlambat 30
Thrombosis vena pH darah t. pusat < 7.2 Keterlambatan pada darurat
Lama kala 2 > 3 jam Kematian bayi Kerusakan instrumen
Lama persalinan > 18 jam Kejang neonatus konflik personalia
Eklampsia Lahir mati > 500 g Keluhan pada pelayanan
Hb < 8 g Bayi aterm di ICU Kesalahan resep
Histerektomi obsteri Kelainan bawaan Kasa tertinggal
Kematian ibu Tak dikenal Penyimpangan prosedur
Emboli paru
Ruptura uteri
Ruptura perinea tk 4
Kegagalan vakum/forsep

Penyimpangan
Klinik Organisasi
Trauma pada organ dalam komplikasi anestesi
Kesalahan diagnosis Keterlambatan pada darurat
Thrombosis vena dalam Kerusakan instrumen
Kesalahan prosedur Konflik personalia
Perawatan ICU Kesalahan resep
Tidak melakukan rencana terapi
Persadarahan > 500 ml Kasa tertinggal
Hiperstimulasi ovaria Penyimpangan thd standar
Emboli paru
Re-laparotomia
Analisa risiko
Kasus yang dilaporkan harus dibuat
dokumen(tertulis). Proses ini tidak
ditujukan untuk memarahi sejawat
Pada umumnya kesalahan berkaitan
dengan faktor manusia.

PENGENDALIAN RISIKO : Lakukan
langkah untuk memperbaiki
risiko/kesalahan
POGI
Direktur medik harus membuat laporan
tembusan kepada POGI cabang (cq.
Dewan pertimbangan) mengenai risiko
dan upaya yang telah dilakukan di rumah
sakit ybs.
Sangsi dan teguran dapat dilakukan
secara mufakat dengan POGI cabang
sesuai dengan prosedur mediko-legal IDI
(MDTK/MKEK).