Anda di halaman 1dari 22

KOMUNIKASI MASSA

A. Pengertian
Komunikasi massa adalah kegiatan komunikasi yang mengharuskan unsur-unsur
yang terlibat di dalamnya saling mendukung dan bekerjasama, untuk terlaksananya
kegiatan komunikasi massa mauun komunikasi melalui media massa. Komunikasi
massa meruakan suatu roses men!itakan kesamaan arti antara media massa
dengan khalayak mereka.
Menurut "erbner, komunikasi massa itu menghasilkan suatu roduk berua esan-
esan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan keada khalayak luas
se!ara terus menerus dalam jarak #aktu yang teta misalnya harian, mingguan,
d#imingguan dan bulanan. Proses memroduksi esan tidak daat dilakukan oleh
erorangan, melainkan harus oleh lembaga dan membutuhkan suatu teknologi
tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat
industry.
Komunikasi massa menurut Melt$ke berikut ini memerlihatkan si%at dan !iri
komunikasi massa yang satu arah dan tidak langsung sebagai akibat dari
enggunaan media massa,juga si%at esannya yang terbuka untuk semua orang.
&alam de%inisinya Melt$ke mengungkakan komunikasi massa diartikan sebagai
setia bentuk komunikasi yang menyamaikan ernyataan se!ara terbuka melalui
media enyebaran teknis se!ara tidak langsung dan satu arah ada ubli! yang
tersebar. Istilah tersebar menunjukkan bah#a komunikan sebagai ihak enerima
tidak berada di satu temat melainkan tersebar di beberaa temat.
'. (ungsi komunikasi massa
Menurut &omini!k %ungsi komunikasi massa sebagai berikut)
*. Sur+eillan!e ,enga#asan-
(ungsi enga#asan terbagi dalam bentuk enga#asan eringatan dan
enga#asan instrumental. (ungsi enga#asan eringatan terjadi ketika
media massa mengin%ormasikan tentang an!aman dari ben!anan alam,
kondisi yang memrihatinkan, tayangan in%lasi dan serangan militer.
Peringatan ini daat serta merta menjadi an!aman. Sebuah stasiunn tele+isi
menayangkan sebuah eringatan dalam jangka anjang dan surat kabar
memuat hal itu se!ara berseri, namun teta saja ada beberaa orang yang
tidak mengetahuinya.
(ungsi enga#asan instrumental adalah enyamaian atau enyebaran
in%ormasi yang memiliki kegunaan atau daat membantu khalayak dalam
kehiduan sehari-hari. .ontoh roduk terbaru, ide tentang mode terbaru,
harga-harga saham di bursa e%ek.
/. Interretation ,interretasi-
(ungsi ena%siran hamir miri dengan %ungsi enga#asan. Media massa
tidak hanya memasok %akta dan data, tetai juga memberikan ena%siran
terhada kejadian enting. Industry media memilih dan memutuskan
eristi#a-eristi#a yang akan dimuat atauu ditayangkan. 0ujuan ena%isran
media ingin mengajak ara emba!a atau emirsa untuk memerluas
#a#asan dan membahasnya lebih lanjut dalam komunikasi antar ersona
atau komunikasi kelomok.
1. 2inkage ,keterkaitan-
&aat menyatukan anggota masyarakat yang beragam sehingga membentuk
linkage berdasarkan minat yang sama tentang sesuatu.
3. 0ransmission o% +alues
(ungsi enyebran nilai-nilai ini tidak terlalu kentara. (ungsi ini juga disebut
sosialisasi. Sosialisasi menga!u ada !ara di mana indi+idu mengadosi
erilaku dan nilai kelomok. Media massa yang me#akili gambaran
masyarakat itu ditonton, didengar dan diba!a.
4. 5ntertainment ,hiburan-
Semua media menjalankan %ungsi hiburan. 0ele+isi adalah media massa
yang mengutamakan sajian hiburan.
.. Unsur komunikasi massa
Menurut 6arold &. 2ass#ell ,dalam 7iryanto, /884- mem%ormulasikan unsur-unsur
komunikasi dalam bentuk ertanyaan sebagai berikut 9Who Says What in Which
Channelto Whom With What Effect?
*. Unsur who ,sumber atau komunikator-. Sumber utama dalam komunikasi massa
adalah lembaga atau organisasi atau orang yang bekerja dengan %asilitas
lembaga atau organisasi ,institutionalized person-. :ang dimaksud dimaksud
dengan lembaga dalam hal ini adalah erusahaan surat kabar, stasiun radio,
tele+isi, majalah, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud institutionalized
person adalah redaktur surat kabar ,sebagai !ontoh-. Melalui tajuk ren!ana
menyatakan endaatnya dengan %asilitas lembaga. Oleh karena itu, ia memiliki
kelebihan dalam suara atau #iba#a dibandingkan berbi!ara tana %asilitas
lembaga.
Pers atau media massa sering disebut lembaga sosial. &alam UU ;I no 38 tahun
*<<< tentang ers, asal * ayat ,*- menyatakan) 9Pers adalah lembaga sosial
dan #ahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliuti
men!ari, memeroleh, memiliki, menyiman, megolah, dan menyamaikan
in%ormasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta
data dan gra%ik mauun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media
!etak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.9 bentuk institusi
media massa diertegas lagi ada asal * ayat ,/- yang menyatakan) 9
Perusahaan ers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha
ers meliuti erusahaan media !etak, media elektronik, dan kantor berita, serta
erusahaan media lainnya yang se!ara khusus menyelenggarakan, menyiarkan
atau menyalurkan in%ormasi.9
M!=uail ,*<>?- mentebutkan !iri-!iri khusus institusi ,lembaga- media sebagai
berikut)
a. Memroduksi dan mendistribusikan engetahuan dalam #ujud in%ormasi,
andangan, dan budaya. Uaya tersebut meruakan reson terhada
kebutuhan sosial kolekti% dan ermintaan indi+idu.
b. Menyediakan saluran untuk menghubungkan orang tertentu dengan
orang lain) dari engirim ke enerima, dari anggota audien!e ke anggota
audien!e lainnya, dari seseorang ke masyarakat dan institusi masyarakat
terkait. Semua itu bukan sekedar saluran %isik jaringan komunikasi,
melainkan juga meruakan saluran tata!ara dan engetahuan yang
menentukan siaakah sebenarnya yang atut atau berkemungkinan
untuk mendengar sesuatu dan keada siaa ia harus mendengarnya.
!. Media menyelenggarakan sebagian besar kegiatannya dalam lingkungan
ublik, dan meruakan institusi yang terbuka bagi semua orang untuk
eran serta sebagai enerima ,atau dalam kondisi tertentu sebagai
engirim-. Institusi media juga me#akili kondisi ublik, seerti yang
tamak bilamana media massa menghadai maslah yang berkaitan
dengan endaat ublik ,oini ublik- dan ikut bereran membentuknya
,bukan masalah ribadi, andangan ahli, atau enilaian ilmiah-.
d. Partisiasi anggota audien!e dalam institusi ada hakikatnya bersi%at
sukarela, tana adanya keharusan atau ke#ajiban sosial. 'ahkan lebih
bersi%at suka rela dariada beberaa institusi lainnya, misalnya
endidikan, agama atau olitik. Pemakaian diasosiasikan orang dengan
#aktu senggang dan santai, bukannya dengan ekerjaan dantugas. 6al
tersebut dikaitkan juga dengan ketidakberdayaan %ormal institusi media)
media tidak daat mengandalkan otoritasnya sendiri dalam masyarakat,
serta tidak memunyai organisasi yang menghubungkan ameran-serta
9laisan atas9 ,rodusen esan- dan emeran-serta 9laisan ba#ah9
,audien!e-.
e. Industri media dikaitkan dengan industri dan asar karena
ketergantungannya ada imbalan kerja, teknologi, dan kebutuhan
embiayaan.
%. Meskiun institusi media itu sendiri tidak memiliki kekuasaan, namun
institusi ini selalu berkaitan dengan kekuasaan negara karena adanya
sinambungan emakaian media, mekanisme hukum, dan andangan-
andangan menentukan yang berbeda antara negara yang satu dengan
lainnya.
g. Komunikator dalam roses komunikasi massa selain meruakan sumber
esan, mereka juga bereran sebagai gate keeper ,lihat M!=uail, *<>?@
Nurudin, /881-. :aitu bereran untuk menambah, mengurangi,
menyederhanakan, mengemas agar semua in%ormasi yang disebarkan
lebih mudah diahami oleh audience-nya. 'itner ,dalam 0ubbs, *<<A-
menyatakan bah#a elaksanaan eran gate keeper diengaruhi oleh)
ekonomi@ embatasan legal@ batas #aktu@ etika ribadi dan
ro%esionalitas@ kometisi diantara media@ dan nilai berita.
/. Unsur says what ,esan-. Pesan-esan komunikasi massa daat diroduksi
dalam jumlah yang sangat besar dan daat menjangkau audience yang sangat
banyak. Pesan-esan itu berua berita, endaat, lagu, iklan, dan sebagainya.
.harles 7right ,*<??- memberikan karakteristik esan-esan komunikasi massa
sebagai berikut)
a. publicly. Pesan-esan komunikasi massa ada umumnya tidak ditujukan
keada orang erorang se!ara eksklusi%, melainkan bersi%at terbuka,
untuk umum atau ublik.
b. rapid. Pesan-esan komunikasi massa diran!ang untuk men!aai
audien!e yang luas dalam #aktu yang singkat serta simultan.
!. transient. Pesan-esan komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan
segera, dikonsumsi sekali akai dan bukan untuk tujuan yang bersi%at
ermanen. Pada umumnya, esan-esan komunikasi massa !enderung
diran!ang se!ara timely, superisial, dan kadang-kadang bersi%at
sensasional.
1. Unsur in which channel ,saluran atau media-. Unsur ini menyangkut semua
eralatan yang digunakan untuk menyebarluaskan esan-esan komunikasi
massa. Media yang memunyai kemamuan tersebut adalah surat kabar,
majalah, radio, tele+isi, internet, dan sebagainya.
3. Unsur to whom ,enerima atau mass audience-. Penerima esan-esan
komunikasi massa biasa disebut audien!e atau khalayak. Orang yang memba!a
surat kabar, mendengarkan radio, menonton tele+isi, bro#sing internet
meruakan beberaa !ontoh dari audience.
a. Menurut .harles 7right ,dalam 7iryanto, /884-, mass audience memiliki
karakteristik-karakteristik sebagai berikut)
b. !arge yaitu enerima-enerima esan komunikasi massa berjumlah
banyak, meruakan indi+idu-indi+idu yang tersebar dalam berbagai
lokasi@
!. "eterogen yaitu enerima-enerima esan komunikasi massa terdiri dari
berbagai laisan masyarakat, beragam dalam hal ekerjaan, umur, jenis
kelamin, agama, etnis, dan sebagainya@
d. #nonim yaitu anggota-anggota dari mass audien!e umumnya tidak saling
mengenal se!ara ribadi dengan komunikatornya.
4. Unsur with what effect ,damak-. &amak dalam hal ini adalah erubahan-
erubahan yang terjadi di dalam diri audience sebagai akibat dari keteraan
esan-esan media. &a+id 'erlo ,dalam 7iryanto, /884- mengklasi%ikasikan
damak atau erubahan ini ke dalam tiga kategori, yaitu) erubahan dalam ranah
engetahuan@ sika@ dan erilaku nyata. Perubahan ini biasanya berlangsung
se!ara berurutan
&. .iri komunikasi massa
*. .iri komunikasi massa yang ertama adalah komunikatornya. Menurut 7right
komunikatornya bergerak dalam organisasi yang komleks. Se!ara
kronologis roses enyusunan esan oleh komunikator samai esan itu
diterima oleh komunikan. Aabila esan itu disamaikan melalui surat kabar,
maka rosesnya adalah sebagai berikut ) komunikator menyusun esan
dalam bentuk artikel, aakah atas keinginannya atau atas ermintaan media
massa yang bersangkutan. Selanjutnya esan tersebut dieriksa oleh
enanggungja#ab rubri!.&ari enanggung ja#ab rubrik diserahkan keada
redaksi untuk dieriksa layak tidaknya esan itu untuk dimuat dengan
ertimbangan utama tidak menyalahi kebijakan dari lembaga media massa
itu. Ketika sudah layak esan dibuat settingnya, lalu dieriksa oleh korektor,
disusun oleh layout man agar komosisinya bagus, dibuat late, kemudian
masuk ke mesin !etak. 0aha terakhir setelah di!etak meruakan tugas
bagian distribusi untuk mendistribusikan surat kabar yang berisi esan itu
keada emba!anya. Aabila media komunikasi yang digunakan adalah
media tele+isi, tentu akan banyak lagi melibatkan orang, seerti juru kamera,
juru lamu, engarah a!ara, bagian make u, %loor manager dan lain-lain.
Selain itu, eralatan yang digunakan lebih banyak serta dana yang dierlukan
lebih besar.
/. Pesan 'ersi%at Umum. Komunikasi massa itu bersi%at terbuka, artinya
komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk
sekelomok tertentu. Oleh karenanya, esan komunikasi massa bersi%at
umum. Pesan komunikasi massa daat berua %akta, eristi#a atau oini.
Namun tidak semua %akta dan eristi#a yang terjadi di sekeliling kita daat
dimuat dalam media massa. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam
bentuk aa un harus memenuhi kriteria enting atau menarik, atau enting
sekaligus menarik, bagi sebagian besar komunikan. &engan demikian,
kriteria esan yang enting dan menarik itu memunyai ukuran tersendiri,
yakni bagi sebagian besar komunikan. Misalnya, berita emilihan 2urah di
Kelurahan Sukaada Kotamadya bandung, daat diangga memenuhi
!riteria enting bagi masyarakat setemat, tetai tidak enting bagi
masyarakat Kotamadya 'andung, aalagi Ba#a 'arat.
1. Komunikan Anonim dan 6eterogen. Komunikan ada komunikasi massa
bersi%at anonim dan heterogen. Pada komunikasi antarersonal. Komunikator
akan mengenal komunikannya, mengetahui identitasnya seerti nama,
endidikan, ekerjaan, temat tinggal, bahkan mungkin mengenal sika dan
erilakunya. Sedangkan dalam komunikasi massa, komunikatornya tidak
mengenal komunikan ,anonim-, karena komunikasinya menggunakan media
dan tidak tata muka. &isaming anonim, komunikan komunikasi massa
adalah heterogen, karena terdiri dari berbagai laisan masyarakat yang
berbeda, yang daat dikelomokkan berdasarkan %aktor) usia, jenis kelamin,
endidikan, ekerjaan, latarbelakang budaya, agama dan tingkat ekonomi.
3. Pesan Seremak. Kelebihan komunikasi massa dibandingkan komunikasi
lainya adalah, jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang di!aainya
relati+ banyak dan tidak terbatas. 'ahkan lebih dari itu, komunikan yang
banyak tersebut se!ara seremak ada #aktu yang bersamaan memeroleh
esan yang sama ula. Keseramakan media massa itu ialah keseramakan
kontak dengan sejumlah besar enduduk dalam jarak yang jauh dari
komunikator, dan enduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam
keadaan terisah, !ontohnya a!ara tele+isi yang ditayangkan oleh station t+
setia harinya, ditonton oleh jutaan emirsa. Mereka se!ara seremak ada
#aktu yang sama menonton a!ara-a!ara di tele+isi.
4. Mengutamakan Isi dariada 6ubungan. Setia komunikasi melibatkan unsur
isi dan unsur hubungan sekaligus. Pada komunikasi antarersonal, unsur
hubungan sangat enting. Sebaliknya ada komunikasi massa, yang enting
adalah isi. Pada komunikasi antarersonal, esan yang disamaikan atau
toik yang dibi!arakan tidak erlu menggunakan sistematika tertentu. &alam
komunukasi massa, esan harus disusun sedemikian rua berdasarkan
sistem tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik media massa yang akan
digunakan.
A. 'ersi%at Satu Arah. Se!ara singkat komunikasi massa itu adalah komunikasi
dengan menggunakan atau melalui media massa. Karena melalui media
massa maka komunikator dan komunikan tidak daat melakukan kontak
langsung. Komunikator akti% menyamaikan esan, komunikan un akti%
menerima esan, namun diantara keduanya tidak daat melakukan dialog
sebagaimana halnya terjadi dalam komunikasi antaresonal. &engan
demikian, komunikasi massa itu bersi%at satu arah.
Aabila kita sedang menonton berita di tele+isi kemudian ada beberaa
bagian yang tidak daat kita ahami, kita tidak daat meminta enyiar untuk
mengulang memba!akan bagian yang tidak kita ahami itu, esan harus
diterima dengan aa adanya.
?. Stimulasi Alat Indera yang 0erbatas. &alam komunikasi massa, stimulasi alat
indera bergantung ada jenis media massa. Pada surat kabar dan majalah,
emba!a hanya melihat. Pada siaran radio dan rekaman auditi%, khalayak
hanya mendengar, sedangkan ada media tele+isi dan %ilm, kita
menggunakan indra englihatan dan endengaran. Sedangkan komunikasi
antarersonal yang bersi%at tata muka, maka seluruh alat indera elaku
komunikasi, komunikator dan komunikan, daat digunakan se!ara maksimal.
Kedua belah ihak daat melihat, mendengar C merasa langsung.
>. Uman 'alik 0ertunda ,&elayed-. Uman balik atau %eedba!k meruakan
%a!tor enting dalam bentuk komunikasi aaun. 5%ekti+itas komunikasi .
seringkali daat dilihat dari %eedba!k yang disamaikan oleh komunikan.
Uman balik sebagai reson memunyai +olume yang tidak terbatas ada
komunikasi antarersonal, !ontohnya kernyitan mata, gerak bibir, osisi
tubuh, intonasi suara dan gerakan lainnya yang daat diartikan. Uman balik
ini bersi%at langsung ,dire!t %eedba!k- atau uman balik yang bersi%at segera
,immediate %eedba!k-.,&rs. 5l+inaro C 2ukiati, /883, hal ?-*/-
5. 5Komonen komunikasi massa
6iebert, Unguraid, dan 'ohn yang sering kita singkat menjadi 6U' mengemukakan
komonen-komonen komunikasi massa meliuti) commuicators, codes and
contents, gate keepers, the media, regulators, filters, audiences, and feedback$
*. .ommuni!ators.
Proses komunikasi massa dia#ali oleh komunikator. Komukator komunikasi
massa ada media media !etak adalah ara engisi rubrik, reorte, redaktur,
emasang iklan, dan lain lain. Sedangakan ada media elekronik
komunikatornya adalah engisi rogram, emasok rogram ,rumah
roduksi,enulis naskah, roduser, aktor, resenter, dan lain-lain-. Si%at
komunikator) *. .ostliness /. .omleDity 1. .ometiti+eness.
Syarat komunikator yang baik
Aristoteles menyebutkan karakter komunikator sebagai ethos. 5thos
komunikator terdiri dari good #ill ,maksud yang baik-, good sense ,ikiran yang
baik-, dan good moral !hara!ter ,karakter yang baik-. Sementara itu 6o+land dan
7eiss menyebut ethos sebagai !redibility, yang terdiri dari dua unsur yakni
eDertise ,keahlian- dan trus#orthiness ,daat dier!aya-.
Ada dua unsur lain dalam ersyaratan dalam menjadi komunikator yang lain,
yaitu a!!etability.
/. .odes and .ontent
.odes adalah sistem simbol yang digunakan untuk menyamaikan esan
komunikasi, misalnya ) kata E kata lisan, tulisan, %oto, musik, dan %ilm ,mo+ing
i!tures-. .ontent atau isi media merujuk ada makna dari sebuah esan, bisa
berua in%ormasi mengenai erang irak atau sebuah lelu!on yang dilontarkan
seorang komedian.
&alam komunikasi massa, !odes dan !ontent berinteraksi sehingga !odes
yang berbeda dari jenis media yang berbeda, daat memodi%ikasi ersesi
khalayak atas esan, #alauun !ontentnya sama.
1. "atekeeer
Istilah "atekeeer ertama kali digunakan oleh %urt !ewin ada bukunya
"uman &elation. Istilah ini menga!u ada roses) ,*- suatu esan berjalan
melalui berbagai intu, selain juga ada ,/- orang atau kelomok yang
memungkinkan esan le#at. "atekeeers daat berua seseorang atau satu
kelomok yang dilalui suatu esan dalam erjalanannya dari sumber keada
enerima.
(ungsi utama gatekeeer adalah menyaring esan yang diterima seseorang.
"atekeeer membatasi esan yang diterima komunikan. 5ditor surat kabar,
majalah, enerbitan juga daat disebut gatekeeers. Seorang gatekeeers daat
memilih, mengubah, bahkan menolak esan yang disamaikan keada
enerima.
3. ;egulator
Peran regulator hamir sama dengan gatekeeer, namun regulator bekerja di
luar institusi media yang menghasilkan berita. ;egulator bisa menghentikan
aliran berita dan menghaus suatu in%ormasi, tai ia tidak daat menambah atau
memulai in%ormasi, dan bentuknya lebih seerti sensor. &i Amerika Serikat ada
lima ma!am regulator ada roses komunikasi massa )
a. Pemerintah adalah regulator utama.
b. Sumber in%ormasi juga bisa memengaruhi arus berita.
!. Pengiklan.
d. Organisasi ro%esi.
e. Konsumen komunikasi
Sementara di Indonesia yang termasuk kategori regulator adalah emerintah
dengan erangkat undang E undangnya, khalayak enonton, emba!a,
endengar, asosiasi ro%esi, lembaga sensor %ilm, de#an ers, dan KPI.
4. Media
Media massa yang memiliki !iri khas, memunyai kemamuan untuk memikat
erhatian khalayak se!ara seremak ,simultaneous- dan serentak
,instantaneous-. Benis-jenis media yang digolongkan dalam media massa adalah
ers, radio siaran, tele+isi dan %ilm.
A. Audien!e ,Audiens-
Marshall M!luhan menjabarkan audience sebagai sentral komunikasi massa
yang se!ara konstan di bombardir oleh media. Mel+in de%leur dalam bukunya,
theory of mass communication mengemukakan emat teori e%ek media terhada
audien!snya.
a. the indi+idual di%%eren!es theory
b. the so!ial !ategories theory
!. the so!ial relationshi theory
d. the !ultural normas theory
Karakteristik Audiens Komunikasi Massa
&alam roses komunikasi antarersona, enerima esan adalah indi+idu. &alam
komunikasi massa, enerimaannya adalah khalayak endengar ,listeners-,
khalayak emba!a ,readers-, dan khalayak emirsa ,+ie#ers-.audiens
komunikasi massa memiliki karakteristik sebagai berikut)
a. audiens terdiri dari indi+idu-indi+i+idu yang memiliki engalaman yang
sama dan terengaruh oleh hubungan so!ial dan intraersonal yang
sama
b. audiens berjumlah besar
!. audiens bersi%at heterogen
d. audiens bersi%at anonym
e. audiens biasanya tersebar
?. (ilter
Khalayak yang heterogen ini akan menerima esan melalui media sesuai dengan
latar belakang sosial, ekonomi, endidikan, agama, usia, budaya dan
sebagainya. Oleh karena itu, esan itu akan di%ilter oleh khalayak yang
menerimanya
(ilter utama yang dimiliki oleh khalayak adalah indra yang diengaruhi oleh
tiga kondisi, yaitu )
*. 'udaya
Pesan yang disamaikan oleh komunikator melalui media massa akan
diberi arti yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang budaya khalayak
/. Psikologikal
Pesan yang disamaikan media akan diberi arti sesuai dengan frame of
reference dan field of e'perience khalayak.
1. (isikal
Kondisi %isik seseorang baik internal mauun eksternal akan
memengaruhi khalayak dalam memersesi esan media massa.
- Kondisi %isik Internal, keadaan kesehatan seseorang
- Kondisi %isik 5ksternal, keadaan lingkungan di sekitar komunikan ketika
menerima esan dari media massa.
>. (eedba!k
Komunikasi adalah roses dua arah antara engirim dan enerima esan.
Proses komunikasi belum lengka aabila audiens tidak mengirimkan resons
atau tanggaan keada komunikator terhada esan yang disamaikan. ;eson
atau tanggaan ini di sebut %eed ba!k.
'entuk reson dalam komunikasi massa juga hamir sama. Audiens bias
saja memberi reson dengan !ara terta#a saat menonton a!ara la#ak di tele+isi
atau mengomentari suatu berita adas surat kabar.namun resons serti ini tidak
terlihat oleh kominakator komunikasi massa . agar resonnya daat samai
keada komunikator, audiens harus memberikan %eedba!k seerti menulis surat
emba!a, dan lain-lain. Uman balik juga daat berua reaksi yang timbul dari
esan keada komunikator. &engan demikian uman balik yang terjadi dalam
roses komunikasi massa daat diuraikan sebagai berikut)
a. internal feedback
b. eksternal feedback
*-. &epresentatie feedback
/-. (ndirect feedback
1-. )elayed feedback
3-. Cumulatie feedback
4-. (nstitutionalized feedback
(. 5%ek Komunikasi Massa
Pada bab ini hanya akan dibahas dua endekatan saja, yaitu e%ek dari media massa
yang berkaitan dengan esan atau media serta jenis erubahan yang terjadi ada
khalayak yang terdiri atas e%ek kogniti%, a%ekti%, dan beha+ioral.
*. 5%ek Kehadiran Media Massa
a. 5%ek 5konomi
Kehadiran media massa di tengah kehiduan manusia daat
menumbuhkan berbagai usaha roduksi, distribusi, dan konsumsi jasa
media massa.
b. 5%ek Sosial
5%ek Sosial +erkaitan dengan erubahan ada struktur atau interaksi
sosial sebagai akibat dari kehadiran media massa.
!. Penjad#alan Kegiatan Sehari E hari
d. 5%ek 6ilangnya Perasaan tidak Nyaman
Orang menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan
sikologisnya dengan tujuan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman.
e. 5%ek Menumbuhkan Perasaan 0ertentu
Orang tidak hanya menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan
sikologisnya dengan tujuan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman,
tetai daat juga menumbuhkan erasaan tertentu.
/. 5%ek Pesan
a. 5%ek Kogniti%
5%ek kogniti% adalah akibat yang timbul ada diri komunikan yang
si%atnya in%ormati+e bagi dirinya. &alam e%ek kogniti% ini akan dibahas
tentang bagaimana media massa daat membantu khalayak dalam
memelajari in%ormasi yang berman%aat dan mengembangkan
keteramilan kogniti%. Melalui media massa, kita memeroleh
in%ormasi tentang benda, orang atau temat yang belum ernah kita
kunjungi se!ara langsung.
Seseorang mendaatkan in%ormasi dari tele+isi, bah#a F;obot "edek9
mamu melakukan sodomi dengan anak laki-laki di ba#ah umur.
Penonton tele+isi, yang asalnya tidak tahu menjadi tahu tentang
eristi#a tersebut. &i sini esan yang disamaikan oleh komunikator
ditujukan keada ikiran komunikan. &engan kata lain, tujuan
komunikator hanya berkisar ada uaya untuk memberitahu saja.
Menurut M!. 2uhan, media massa adalah eranjangan alat indera
kita ,sense eDtention theory@ teori eranjangan alat indera-. &engan
media massa kita memeroleh in%ormasi tentang benda, orang atau
temat yang belum ernah kita lihat atau belum ernah kita kunjungi
se!ara langsung. ;ealitas yang ditamilkan oleh media massa adalah
relaitas yang sudah diseleksi. Kita !enderung memeroleh in%ormasi
tersebut semata-mata berdasarkan ada aa yang dilaorkan media
massa. 0ele+isi sering menyajikan adegan kekerasan, enonton
tele+isi !enderung memandang dunia ini lebih keras, lebih tidak aman
dan lebih mengerikan.
Karena media massa melaorkan dunia nyata se!ara selekti%, maka
sudah tentu media massa akan memengaruhi embentukan !itra
tentang lingkungan sosial yang bias dan timang. Oleh karena itu,
mun!ullah aa yang disebut stereoti, yaitu gambaran umum tentang
indi+idu, kelomok, ro%esi atau masyarakat yang tidak berubah-ubah,
bersi%at klise dan seringkali timang dan tidak benar. Sebagai !ontoh,
dalam %ilm India, #anita sering ditamilkan sebagai makhluk yang
!engeng, senang keme#ahan dan seringkali !ere#et. Penamilan
seerti itu, bila dilakukan terus menerus, akan men!itakan stereotie
ada diri khalayak Komunikasi Massa tentang orang, objek atau
lembaga. &i sini sudah mulai terasa bahayanya media massa.
Pengaruh media massa lebih kuat lagi, karena ada masyarakat
modern orang memeroleh banyak in%ormasi tentang dunia dari media
massa.
Sementara itu, !itra terhada seseorang, misalnya, akan terbentuk
,ula- oleh eran agenda setting ,enentuanGengaturan agenda-.
0eori ini dimulai dengan suatu asumsi bah#a media massa menyaring
berita, artikel, atau tulisan yang akan disiarkannya. 'iasanya, surat
kabar mengatur berita mana yang lebih dirioritaskan. Ini adalah
ren!ana mereka yang diengaruhi suasana yang sedang hangat
berlangsung. Sebagai !ontoh, bila satu setengah halaman di Media
Indonesia memberitakan elaksanaan ;aat Piminan Nasional
Partai "olkar, berarti #arta#an dan ihak redaksi harian itu sedang
mengatur kita untuk men!itrakan sebuah in%ormasi enting.
Sebaliknya bila di halaman selanjutnya di harian yang sama, terdaat
berita kunjungan Mega#ati Soekarno Putri ke beberaa daerah,
diletakkan di ojok kiri aling ba#ah, dan itu un beritanya hanya
terdiri dari tiga aragra%. 'erarti, ini adalah agenda setting dari media
tersebut bah#a berita ini seakan tidak enting. Mau tidak mau,
en!itraan dan sumber in%ormasi kita diengaruhi agenda setting.
Media massa tidak memberikan e%ek kogniti% semata, namun ia
memberikan man%aat yang dikehendaki masyarakat. Inilah e%ek
rososial. 'ila tele+isi menyebabkan kita lebih mengerti bahasa
Indonesia yang baik dan benar, tele+isi telah menimbulkan e%ek
rososial kogniti%. 'ila majalah menyajikan enderitaan rakyat miskin
di edesaan, dan hati kita tergerak untuk menolong mereka, media
massa telah menghasilkan e%ek rososial a%ekti%. 'ila surat kabar
membuka domet ben!ana alam, menghimbau kita untuk
menyumbang, lalu kita mengirimkan #esel os ,atau, sekarang
dengan !ara trans%er +ia rekening bank- ke surat kabar, maka
terjadilah e%ek rososial beha+ioral.
b. 5%ek A%ekti%
5%ek ini kadarnya lebih tinggi dariada 5%ek Kogniti%. 0ujuan dari
komunikasi massa bukan hanya sekedar memberitahu keada
khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetai lebih dari itu,
setelah mengetahui in%ormasi yang diterimanya, khalayak diharakan
daat merasakannya. Sebagai !ontoh, setelah kita mendengar atau
memba!a in%ormasi artis ka#akan ;oy Marten dienjara karena kasus
enyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan mun!ul
erasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan
sebel, jengkel atau marah daat diartikan sebagai erasaan kesal
terhada erbuatan ;oy Marten. Sedangkan erasaan senang adalah
erasaan lega dari ara emben!i artis dan kehiduan hura-hura
yang senang atas tertangkanya ara ubli! %igure yang !enderung
hidu hura-hura. Adaun rasa iba atau kasihan daat juga diartikan
sebagai keheranan khalayak mengaa dia melakukan erbuatan
tersebut.
'erikut ini %aktor-%aktor yang memengaruhi terjadinya e%ek a%ekti% dari
komunikasi massa)
*. Suasana emosional
&ari !ontoh-!ontoh di atas daat disimulkan bah#a resons kita
terhada sebuah %ilm, iklan, atauun sebuah in%ormasi, akan
diengaruhi oleh suasana emosional kita. (ilm sedih akan sangat
mengharukan aabila kita menontonnya dalam keadaan sedang
mengalami keke!e#aan. Adegan-adegan lu!u akan menyebabkan
kita terta#a terbahak-bahak bila kita menontonnya setelah
mendaat keuntungan yang tidak disangka-sangka.
/. Skema kogniti%
Skema kogniti% meruakan naskah yang ada dalam ikiran kita
yang menjelaskan tentang alur eristi#a. Kita tahu bah#a dalam
sebuah %ilm a!tion, yang memunyai lakon atau aktorGaktris yang
sering mun!ul, ada akahirnya akan menang. Oleh karena itu kita
tidak terlalu !emas ketika sang ahla#an jatuh dari jurang. Kita
menduga, asti akan tertolong juga.
1. Situasi teraan ,setting o% eDosure-
Kita akan sangat ketakutan menonton %ilm Suster Ngesot,
misalnya, atau %ilm horror lainnya, bila kita menontontonnya
sendirian di rumah tua, ketika hujan labt, dan tiang-tiang rumah
berderik. 'ebera enelitian menunjukkan bah#a anak-anak lebih
ketakutan menonton tele+isi dalam keadaan sendirian atau di
temat gela. 'egitu ula reaksi orang lain ada saat menonton
akan memengaruhi emosi kita ada #aktu memberikan resons.
3. (aktor redisosisi indi+idual
(aktor ini menunjukkan sejauh mana orang merasa terlibat
dengan tokoh yang ditamilkan dalam media massa. &engan
identi%ikasi enontotn, emba!a, atau endengar, menematkan
dirinya dalam osisi tokoh. Ia merasakan aa yang dirasakan
toko. Karena itu, ketika tokoh identi%ikasi ,disebut identi%ikan- itu
kalah, ia juga ke!e#a@ ketika ienti%ikan berhasil, ia gembira.
!. 5%ek 'eha+ioral
5%ek beha+ioral meruakan akibat yang timbul ada diri khalayak
dalam bentuk erilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan
dalam tele+isi atau %ilm akan menyebabkan orang menjadi beringas.
Program a!ara memasak bersama ;udi Khaeruddin, misalnya, akan
menyebabkan ara ibu rumah tangga mengikuti rese-rese baru.
'ahkan, kita ernah mendengar kabar seorang anak sekolah dasar
yang men!ontoh adegan gulat dari a!ara Sma!k&o#n yang
mengakibatkan satu orang te#as akibat adegan gulat tersebut.
Namun, dari semua in%ormasi dari berbagai media tersebut tidak
memunyai e%ek yang sama.
;adio, tele+isi atau %ilm di berbagai negara telah digunakan sebagai
media endidikan. Sebagian laoran telah menunjukkan man%aat
nyata dari siaran radio, tele+isi dan emutaran %ilm. Sebagian lagi
melaorkan kegagalan. Misalnya, ketika terdaat tayangan kriminal
ada rogram F'user9 di S.0H menayangkan in%ormasi) anak S&
yang melakukan bunuh diri karena tidak diberi jajan oleh orang
tuanya. Sika yang diharakan dari berita kriminal itu ialah, agar
orang tua tidak semena-mena terhada anaknyaI*8J, namun aa
yang didaat, keesokan atau lusanya, dilaorkan terdaat berbagai
tindakan sama yang dilakukan anak-anak S&. Inilah yang dimaksud
erbedaan e%ek beha+ior. 0idak semua berita, misalnya, akan
mengalami keberhasilan yang merubah khalayak menjadi lebih baik,
namun ula bisa mengakibatkan kegagalan yang berakhir ada
tindakan lebih buruk.
Mengaa terjadi e%ek yang berbedaK 'elajar dari media massa
memang tidak bergantung hanya ada unsur stimuli dalam media
massa saja. Kita memerlukan teori sikologi yang menjelaskan
eristi#a belajar sema!am ini. 0eori sikolog yang daat mnejelaskan
e%ek rososial adalah teori belajar sosial dari 'andura. Menurutnya,
kita belajar bukan saja dari engelaman langsung, tetai dari eniruan
atau eneladanan ,modeling-. Perilaku meruakan hasil %aktor-%aktor
kogniti% dan lingkungan. Artinya, kita mamu memiliki keteramila
tertentu, bila terdaat jalinan ositi% antara stimuli yang kita amati dan
karakteristik diri kita.
'andura menjelaskan roses belajar sosial dalam emat tahaan
roses) roses erhatian, roses engingatan ,retention-, roses
reroduksi motoris, dan roses moti+asional. Permulaan roses
belajar ialah mun!ulnya eristi#a yang daat diamati se!ara langsung
atau tidak langsung oleh seseorang. Peristi#a ini daat berua
tindakan tertentu ,misalnya menolong orang tenggelam- atau
gambaran ola emikiran, yang disebut 'andura sebagai Fabstra!t
modeling9 ,misalnya sika, nilai, atau ersesi realitas sosial-. Kita
mengamati eristi#a tersebut dari orang-orang sekita kita.bila
eristi#a itu sudah dianati, terjadilah taha ertama belajar sosial)
erhatian. Kita baru ata memelajari sesuatu bila kita
memerhatikannya. Setia saat kita menyaksikan berbagai eristi#a
yang daat kita teladani, namun tidak semua eristi#a itu kita
erhatikan.
Perhatian saja tidak !uku menghasilkan e%ek rososial. Khalayak
harus sanggu menyiman hasil engamatannya dalam benak
benaknya dan memanggilnya kembali ketika mereka akan bertindak
sesuai dengan teladan yang diberikan. Untuk mengingat, eristi#a
yang diamati harus direkam dalam bentuk imaginal dan +erbal. :ang
ertama disebut +isual imagination, yaitu gambaran mental tentang
eristi#a yang kita amati dan menyiman gambaran itu ada memori
kita. :ang kedua menunjukkan reresentasi dalam bentuk bahasa.
Menurut 'andura, agar eristi#a itu daat diteladani, kita bukan saja
harus merekamnya dalam memori, tetai juga harus membayangkan
se!ara mental bagaimana kita daat menjalankan tindakan yang kita
teladani. Mem+isualisasikan diri kita sedang melakukan sesuatu
disebut seabagi Frehearsal9.
Selanjutnya, roses reroduksi artinya menghasilkan kembali erilaku
atau tindakan yang kita amati. 0etai aakah kita betul-betul
melaksanakan erilaku teladan itu bergantung ada moti+asiK
Moti+asi bergantung ada eneguhan. Ada tiga ma!am eneguhan
yang mendorong kita bertindak) eneguhan eksternal, eneguhan
gantian ,+i!arious rein%or!ement-, dan eneguhan diri ,sel%
rein%or!ement-. Pelajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar telah
kita siman dalam memori kita. Kita bermaksud memraktekkannya
dalam er!akaan dengan ka#an kita. Kita akan melakukan hanya
aabila kita mengetahui orang lain tidak akan men!emoohkan kitam
atau bila kita yakin orang lain akan menghargai tindakan kita. Ini yang
disebut eneguhan eksternal. Badi, kamanye bahasa Indoensia
dalam 0H;I dan surat kabar berhasil, bila ada iklim yang mendorong
enggunaan bahasa Indoensia yang baik dan benar.
Kita juga akan terdorong melakukan erilaku teladan baik kita melihat
orang lain yang berbuat sama mendaat ganjaran karena
erbuatannya. Se!ara teoritis, agak sukar orang meniru bahasa
Indonesia yang benar bila ejabat-ejabat yang memiliki reutasi tinggi
justru berbahasa Indonesia yang salah. Kita memerlukan eneguhan
gantian. 7alauun kita tidak mendaat ganjaran ,ujian, enghargaan,
status, dn sebagainya-, tetai melihat orang lain mendaat ganjaran
karena erbuatan yang ingin kita teladani membantu terjadinya
reroduksi motor.
Akhirnya tindakan teladan akan kita lakukan bila diri kita sendiri
mendorong tindakan itu. &orongan dari diri sendiri itu mungkin timbul
dari erasaan uas, senang, atau dienuhinya !itra diri yang ideal.
Kita akan mengikuti anjuran berbahasa Indonesia yang benar bila kita
yakin bah#a dengan !ara itu kita memberikan kontribusi bagi
kelestarian bahasa Indonesia.
". &amak sosial media massa
Media massa se!ara asti memengaruhi emikiran dan tindakan khalayak.
.ontohnya seorang aktor yang mengenakan toi dalam %ilmnya, anak E anak lainnya
un dengan segera menirunya. 'udaya, sosial, dan olitik diengaruhi oleh media.
Media membentuk oini ublik untuk memba#anya ada erubahan yang signi%ikan.
Media massa, terutama tele+isi yang menjadi agen sosialisasi ,enyebaraan nilai E
nilai- memainkan eranan enting dalam transmisi sika, ersesi, dan
keer!ayaan.
6. Model komunikasi massa
I. 0eori komunikasi massa
B. 6ambatan dalam komunikasi massa
6ambatan komunikasi tebagi menjadi 1 yaitu)
Hambatan Psikologis
K. Hambatan komunikasi massa yang termasuk dalam hambatan psikologis adalah
kepentingan (interest), prasangka (prejudice), stereotip (stereotype), dan motivasi
(motivation). Disebut sebagai hambatan psikologis karena hambatan-hambatan
tersebut merupakan unsur-unsur dari kegiatan psikis manusia.
.
!. a. Kepentingan ("nterest)
#. Kepentingan atau interest akan membuat seseorang selekti$ dalam menanggapi atau
menghayati pesan. %rang hanya memperhatikan perangsang (stimulus) yang ada
hubungannya dengan kepentingannya. &$$endy (komala dalam karlinah, dkk. '((()
mengemukakan secara gamblang bah)a apabila kita tersesat dalam hutan dan
beberapa hari tak menemui makanan sedikitpun, maka kita akan lebih memperhatikan
perangsang-perangsang yang mugkin dapat dimakan dari pada yang lain-lainnya.
%. *ndaikata dalam situasi demikian kita dihadapkan pada pilihan antara makanan dan
sekantong berlian, maka pastilah kita akan memillih makanan. +erlian baru akan
diperhatikan kemudian. ebih jauh &$$endy mengemukakan, kepentingan bukan
hanya memengaruhi perhatian kita saja tetapi juga menentukan daya tanggap,
perasaan, pikiran dan tingkah laku kita.
P. b. Pransangka (prejudice)
,. !enurut -ears, prasangka berkaitan dengan persepsi orang tentang seseorang atau
kelompok lain, dan sikap serta perilakunya terhadap mereka (komala, dala Karlinah,
dkk. '(((). .ntuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai prasangka, maka
sebaiknya kita bahas terlebih dahulu secara singkat pengertian persepsi.
/. Presepsi adalah pengalaman tentang objek, peristi)a, atau hubungan-hubungan yang
diperoleh dengan menyimpulkan in$ormasi dan mena$sirkan pesan (/akhmat, pada
komala, dalam karlinah. '((() persepsi itu ditentukan oleh $aktor personal dan $aktor
situasional. David Krech dan /ichard -. 0rutch$ield (komala, dalam Karlinah. '((()
menyebutkan sebagai $aktor $ungsional dan $aktor struktural.
-. 1aktor personal atau $ungsional itu antara lain adalah kebutuhan (need), pengalaman
masa lalu, peran dan status. 2adi yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk
stimulus, tetapi karakteristik orang yang memberikan respon pada stimulus itu.
3. 1aktor situasional atau struktur yang menentukan persepsi berasal semata-semata dari
si$at stimulus secara $isik. !enurut Kohler, jika kita ingin memahami suatu peristi)a,
kita tidak dapat meneliti $akta-$akta yang terpisah4 kita harus memandanganya dalam
hubungan keseluruhan. .ntuk memahami seseorang, kita harus melihat dalam
konteks, dalam linkungan dan dalam masalah yang dihadapinya.
.. Pembahasan tentang persepsi sekalipun singkat telah memberikan gambaran yang
jelas, bah)a persepsi memang dapat menentukan sikap orang terhadap stimulus
(benda, manusia, peristi)a) yang dihadapinya.
5. Pada umumnya prasangka dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat tertentu
terhadap kelompok masyarakat lainnya karena perbedaan suku ras dan agama. -eperti
prasangka orang kulit putih terhadap orang #egro di *merika -erikat, #a6i terhadap
orang 7ahudi di &ropa. Prasangka merupakan jenis sikap yang secara sosial sangat
merusak.
8. +erkenaan dengan kegiatan komunikasi, prasangka merupakan salah satu rintangan
atau hambatan bagi tercapainya suatu tujuan.komunikasi yang mempunyai prasangka,
sebelum pesan disampaikan sudah bersikap curiga dan menentang komunikator.
Prasangka seringkali tidak didasarkan pada alasan-alasan yang objekti$,sehingga
prasangka komunikan pada komunikator tidak ditujukan pada logis dan tidaknya
suatu pesan atau man$aat pesan itu bagi dirinya, melainkan menentang pribadi
komunikator. !enurut &$$endy (Komala, dalam Karlinah. '(((), dalam
prasangka,emosi memaksa kita untuk menarik kesimpulan atas dasar prasangka tanpa
menggunakan pikiran yang rasional.
9. .ntuk mengatasi hambatan komunikasi yang berupa prasangka yang ada pada
komunikasi, maka komunikator yang akan menyampaikan pesan melalui media massa
sebaiknya komunikator yang netral, dalam arti ia bukan orang yang kontroversial.
7.
:. c. -tereotip (-tereotype)
**. Prasangka sosial bergandengan dengan stereotip yang merupakan gambaran
atau tanggapan tertentu mengenai si$at-si$at dan )atak pribadi orang atau golongan
lain yang bercorak negati$ (;erungan,pada komala, dalam Karlinah, dkk. '((().
-tereotip mengenai orang lain atau itu sudah terbentuk pada orang yang berprasangka,
meski sesungguhnya orang yang berprasangka itu belum bergaul dengan orang yang
diprasangkainya.
++.
00.d. !otivasi (!otivation)
DD. -emua tingkah laku manusia pada hakikatnya mempunyai moti$ tertentu.
!oti$ merupakan suatu pengertian yang melingkupisemua penggerak, alasan-alasan
atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan manusia berbuat
sesuatu.
&&. ;erungan menjelaskan,dalam mempelajari tingkah laku manusia pada umumnya, kita
harus mengetahui apa yang dilakukannya, bagaimana ia melakukannya dan mengapa
ia melakukan itu, dengan kata lain kita sebaik-baiknya mengetahui kno) )hat, kno)
ho), dan kno) )hy.dalam masalah ini, persoalan kno) )hy adalah berkenaan
dengan pemahaman moti$-moti$ manusia dalam perbuatanya, karena moti$ memberi
tujuan dan arah pada tingkah laku manusia.
11. -eperti kita ketahui, keinginan dan kebutuhan masing-masing individu
berbeda dari )aktu ke )aktu dan dari tempat ketempat, sehingga moti$ juga berbeda-
beda. !oti$ seseorang bisa bersi$at tunggal, bisa juga bergabung. !isalnya, moti$
seseorang menonoton acara <seputar indonesia= yang disiarkan /03" adalah untuk
memperoleh in$ormasi
(moti$ tunggal), tapi bagi seseorang lainya adalah untuk memperoleh in$ormasi,
sekaligus juga pengisi )aktu luang (moti$ bergabung).
;;. 0ontoh lain, seseorang menonton acara <Dialog 3erbuka= yang
disiarkan oleh *#35 mengenai topik hukum memiliki moti$ tunggal karena sesuai
dengan pro$esinya, penonton lainya memiliki moti$ bergabung, yakni menambah
)a)asan dan pengisi )aktu luang. *tau mungkin ada juga penonton lainnya yang
menonton acara tersebut hanya karena tidak bisa tidur. Hal ini berlaku pula pada
orang-orang yang membaca media cetak, surat kabar atau majalah. +agi seseorang
yang khusus menyediakan )aktu untuk membaca surat kabar akan memiliki moti$
yang berbeda dengan seorang lainnya yang membaca surat kabar atau majalah di
ruang tunngu dokter.
HH.
"". 0. H*!+*3*# -%-"%K.3./*
22. a. *neka &tnik
KK. +elasan ribu pulau yang membenteng dari sabang sampai merauke merupakan
kekayaan alam "ndonesia yang tidak ternilai harganya. 3iap-tiap pulau di huni oleh
etnik yang berbeda. Pulau-pulau besar, seperti pulau ja)a, -umatra, -ula)esi,
Kalimantan, Papua terbagi menjadi beberapa bagian, dimana tiap bagian memiliki
budaya yang berbeda.
. b. Perbedaan #orma -osial
!!. Perbedaan budaya sekaligus juga menimbulkan perbadaan norma sosial yang
berlaku pada masing-masing etnik. #orma sosial dapat dide$inisikan sebagai suatu
cara, kebiasaan, tat krama dan alat istiadat yang disampaikan secara turun temurun,
yang dapat memberikan petunjuk bagi seseorang untuk bersikap dan bertingkah laku
dalam masyarakat (disarikan dari -oekanto, '(>?@ '(A).
##. #orma sosial mencerminkan si$at-si$at yang hidup pada suatu masyarakat dan
dilaksanakan sebagai alat penga)as secara sadar dan tidak sadar oleh masyarakat
terhadap anggota-anggotanya.
%%. !engingat beragam norma sosial yang berlaku di indonesia, maka tidak
tertutup kemungkinan terhadap pertentangan nilai, dalam arti kebiasaan dan adat
istiadat yang dianggap baik bagi suatu masyarakat, dianggap tidak baik bagi
masyarakat lainnya dan sebaliknya.
PP. c. Kurang !ampu +erbahasa "ndonesia
,,. Keragaman etnik telah menyebabkan keragaman bahasa yang digunakan
dalam pergaulan sehari-hari. Dapat dikatakan, jumlah bahasa yang ada di indonesia
adalah sebanyak etnik yang ada. -eperti kita ketahui bersama bah)a masyarakat
+atak memiliki berbagai macam bahasa batak. !asyarakat di Papua, Kalimantan juga
demikian keadaannya. 2adi sekalipun bahasa "ndonesia merupakan bahasa nasional
yang selalu kita ucapkan pada saat memperingati sumpah pemuda, kita tidak dapat
menutup mata akan kenyataan yang ada, yakni masih masih adanya masyarakat
"ndonesia, terutama di daerah terpencil yang belum bisa berbahasa "ndonesia. Hal ini
dapat menyulitkan penyebarluaskan kebijakan dan program-program pemerintah.
//. Kita ambil contoh, suatu saat pemerintah akan mengeluarkan kebijakan baru
yang harus segera diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat "ndonesia.cara
yang paling tepat dan cepat untuk mengkomunikasikan pesan itu adalah melalui
media massa ( radio siaran ,surat kabar, dan televisi). -esuai dengan karaktristik
media massa, dalam )aktu bersamaan pesan akan diterima oleh sejumlah besar
komunikan. !asalah akan timbul manakala komunikan tidak bisa berbahasa
indonesia, atau kemampuan berbahasa indonesianya minim. "ni berarti pesan tidak
sampai pada mereka. Dalam menanggulangi masalah ini, pemerintah akan
menggunakan aparat setempat atau para petugas penyuluh, atau para opinion leader
untuk mengkomunikasikan kebijakan dan program pemerintah dengan menggunakan
bahasa daerah setempat.
--.
33.
...
55. d. 1aktor -emantik
88. -emantik adalah pengetahuan tentang pengertin atau makna kata yang
sebenarnya. 2adi hambatan semantik adalah hambatan mengenai bahasa, baik bahasa
yang digunakan oleh komunikator, maupun bahasa yang digunakan oleh komunikan.
Hambatan semantis dalam suatu proses komunikasi dapat terjadi dalam beberapa
bentuk.
99. Pertama, komunikator salah mengucapkan kata-kata atau istilah sebagai
akibat bebrbicara terlalu cepat. Pada saat ia berbicara, pikiran dan perasaan belum
ter$ormulasika, namun kata-kata terlanjur terucapkan. !aksudnya akan mengatakan <
demokrasi= jadi <demonstrasi=4 partisipasi menjadi < partisisapi=4 ketuhanan=jadi
<kehutanan=, dan masih banyak lagi kata-kata yang sering salah diucapkan karena
tergesa-gesa.
77. Kedua, adanya perbedaan makna makna dan penegrtian untuk kata atau istilah
yang sama sebagai akibat aspek psikologi. !isalnya kata <Gedangakan
berarti=pepaya= bagi orang sund, namun berarti < pisang= menurut orang ja)a.
-edangkan kata <pepaya= untuk orang ja)a adalah < kates=.
::.Ketiga, adalah adanya pengertian yang konotat$. -ebagaiman kita ketahui semantik
pengetahuan mengenai pengertian kata-kata yang sebenarnya. Kata-kata yang
sebenarnya itu disebut pengertain denotati$, yaitu kata-kata yang la6im diterima oleh
orang-orang dengan bahasa dan kebudayaan yang sama (&$endy, pada komala, dalam
karlina, dkk, '((().
***.
+++. e. Pendidikan +elum !erata
000. Penduduk indonesia pada saat ini sudah mencapai ?BB juta ji)a dan tersebar
diseluruh pulau dan #usantar. Ditinaju dari sudut pendidikan, maka tingkat
pendidikan rakyat indonesia belum merata. Di perkotaan, relati$ banayak penduduk
yang dapat menyelesaikan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi, tetapi di desa-
desaterpencil, jangankan menyelesaikan perguruan tinggi kesempatan untuk
menyelesaikan pendidikan dasar pun relati$ kecil. "ni adalah kenyataan yang tidak
bisa dihindari, namun amat disadari oleh pemerintah, sehingga untuk
menanggulanginya pemerintah telah mencanangkan program pendidikan sembilan
tahun.
DDD.
&&&. $. Hambatan !ekanis
111. Hambatan komunikasi massa lainnya adalah hambatan teknis sebagai
konsekuensi penggunaan media massa yang dapat disebut sebagai hamabatn mekanis.
Hambatan mekanis pada media televisi terjadi pada saat stasiun atau pemancar
penerima mendapat gangguan baik secara teknis maupun akibat cuaca buruk,
sehingga gambar yang diteima pada pesa)at televisi tidak jelas, buram, banayak garis
atau tidak ada gambar sama sekali.
;;;.
HHH. D. H*!+*3# "#3&/*K-" 5&/+*
""". Devito, pada komala, dalam karlinah, dkk. '(((, mengemukakan tujuh jenis
hamabatan yang sering terjadi pada komunikasi antara persona yang ia sebut sebagai
baries to verbal interaction. Dari ketujuh jenis hamabtan interaksi verbal tersebut
beberapa pula diantaranya dapat pula terjadi pada komunikasi mass, namun dengan
sedikit perbedaan. *pabila pda komunikasi antarapesona ahmbatan-hambatan itu
dapat terjadi pada pihak komunikator dan komunikan sekaligus secara bersama-sama
atau masing-masing, maka pada komunikasi massa hambatan tersebut pada umumnya
terjadi pada pihak komunika. 2enis-jenis hamabatan itu di antaranya adalah @
222. a. Polarisasi
KKK. Polarisasi ( polari6ation ) kencenderungan untuk melihat dunia dalam bentuk
la)an kata dan menguraikannya dalam bentuk ekstrem, seperti baik atau buruk,
positi$ atau negati$, sehat atau sakit, pandai atau bodoh, dan lainlain. Kita mempunyai
kecenderungan kuat untuk melihat titik-titik ekstrem dan mengelompokkan manusia,
objek, dan kejadian dalam bentuk la)an kata yang ekstrem.
. Diantara dua kutub atau dua sisi yang berla)anan itu, sebagaian besar manusia
atau keadaan berada di tengah-tengah. Di antara yang sanagt miskin dan yang sangat
kaya, kenyataannya lebih banyak yang sedang-sedang saja. Di antara yang sangat baik
dan sangat buruk, lebih banyak yang cukup baik.
!!!. b. %reintasi "ntensional
###. %reintasi intensional ( intensional orientation ) mengcau pada kecenderungan
kita untuk melihat manusia, objek dan kejadian sesuai dengan ciri yang melekat pada
mereka. %rientasi intensio-nal terjadi bila kita bertindak seakan-akan label adalah
lebih penting daripada orangnya sendiri.
%%%. Dalam proses komunikasi massa, orentasi internasioal biasanya dilakukan oleh
komunikan terhadap komunikator, bukan sebaliknya. !isalnya, seorang presenter
yang berbicara dilayar televisi, dan kebetulan )ajah presenter tersebut tidak manarik
( kuarang cantikCganteng ), maka komunikan akan intensional menilainya sebagai
tidak menarik sebelum kita mendengar apa yang dikatakannya. 0ara mengatasi
oreintasi intensional adalah dengan ekstensionalisas, yaitu dengan memberikan
perhatian utama kita pada manusia, benada atau kajadian-kejadian di dunia ini sesuai
dengan apa yang kita lihat.
PPP. c. &valuasi -tatis
,,,. Pada suatu hari kita melihat seorang komunikator 9 berbicara melalui pesa)at
televisi. !enurut presepsi kita, cara berkomunikasi dan materi komunikasi yang
dikemukakan komunikator tersebut tidak baik, sehingga kita membuat abstraksi
tentang komunikator itupun tidak baik. &valuasi kita tentang komunikator 9 bersi$at
statis tetap seperti itu dan tidak beruba. *kibatnya, mungkin selamanya kita tidak mau
menonton atau mendengar komunikator 9 berbicara. 3etapi seharusnya kita
menyadari bah)a komunikastor 9 dari )aktu ke )aktu dapat berubah, sehingga
beberapa tahun kemudian ia dapat menyampaikan pesan secara baik dan menarik.
///. d. "ndiskriminasi
---. "ndiskriminasi ( indiscrimination ) terjadi bila ( komunikan ) memusatkan
perhatian pada kelompok orang, benda atau kejadian dan tidak mampu melihat bah)a
masing-masing bersi$at unik atau khas dan perlu diamati secara individual.
"ndiskriminasi juga merupakan inti dari stereotip. -tereotip adalah gambaran mental
yang menetap tentang kelompok tertentu yang kita anggap berlaku untuk setiap orang
( anggota) dalam kelompok tersebut tanpa memperhatikan adanya kekhasan orang
bersangkutan. 3erlepas dari apakah stereotip itu positi$ atau negati$, masalah yang
ditimbulkan tetap sama. -ikap ini membut kita mengambil jalan pintas yang
seringkali tidak tepat.