Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI 1

KELOMPOK IV



FAKULTAS TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

BAB II
PEMERIKSAAN KONSISTENSI NORMAL
DARI SEMEN HIDROLIS

2.1 Tujuan Percobaan
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan konsistensi normal dari
semen hidrolis untuk keperluan penentuan waktu.

2.2 Peralatan
a. Mesin aduk (mixer) dengan daun-daun pengaduk dari baja tahan
karat serta mangkok yang dapat dilepas.
b. Alat Vicat (dengan menggunakan ujung C seperti pada gambar 2).
c. Timbangan dengan ketelitian sampai 0,01 gram.
d. Spatula.
e. Gelas ukur dengan kapasitas 200 ml.
f. Stopwatch.
g. Cincin Konus dan plat kaca.

2.3 Bahan
a. Portland Composite Cement / Semen PCC (Gresik) 500 gram.
b. Air bersih (dengan temperatur kamar sekitar 26,9
o
C).

2.4 Prosedur Percobaan
Pelaksanaan dibagi dalam tiga tahap:
1. Persiapan Pasta
- Pasang daun pengaduk dan mangkok yang kering pada mesin
pengaduk (mixer).
- Masukkan bahan ke dalam mangkok dengan urutan sebagai
berikut :
PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI 1
KELOMPOK IV



FAKULTAS TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

Tuangkan air sebanyak 130-155 ml.
Masukkan 500 gram semen ke dalam air dan biarkan selama
30 detik agar campuran meresap.
- Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan rendah (140 5)
putaran permenit selama 30 detik.
- Hentikan mesin pengaduk selama 15 detik sementara itu
kumpulkan pasta yang menempel pada dinding mangkok.
- Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan sedang (285 10)
putaran permenit dan aduk selama 1 menit.
2. Pencetakan Benda Uji
- Segera bentuk pasta menjadi bola dengan kedua tangan,
lemparkan 6 kali, dari tangan satu ke tangan yang lain dengan
jarak kira-kira 15 cm.
- Masukkan bola pasta ke dalam cincin konus (G) pada alat Vicat
dengan satu tangan.
- Kelebihan pasta pada lubang besar diratakan dengan cara
meletakkan cincin lubang yang besar pada plat kaca, lalu
potong kelebihan pada lubang cincin yang kecil dengan spatula.
Kemudian licinkan kelebihan pasta pada lubang. Selama
mengerjakan pemotongan dan penghalusan hindarkan tekanan
pada pasta.
3. Penentuan Konsistensi
- Letakkan cincin berisi pasta tepat di bawah batang B (gambar
2), tempelkan ujung jarum C pada permukaan pasta dan kunci
dengan sekrup E.
- Atur indikator F sehingga tepat pada skala nol.
- Lepaskan batang B hingga jarum C menusuk pasta.
PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI 1
KELOMPOK IV



FAKULTAS TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

- Konsistensi normal tercapai, bila batang B dan jarum C
menembus batas (10 1 mm) di bawah permukaan dalam waktu
30 detik setelah dilepaskan.
Kerjakan percobaan di atas dengan kadar air pada pasta yang berbeda-
beda, sehingga konsistensi normal tercapai.

2.5 Perhitungan
Tabel data hasil percobaan :
No. Semen (gram) Air (ml) Penurunan Tiap 30 detik
Pemeriksaan
Konsistensi
Normal
1 500 155 31 mm 31 %
2 500 145 25 mm 29 %
3 500 135 16 mm 27 %
4 500 130 11 mm 26 %

Contoh perhitungan :
Konsistensi normal =



=


= 26 %

2.6 Kesimpulan
a. Konsistensi normal tercapai jika jarum menembus pasta (10 1 mm)
dari permukaan dalam waktu 30 detik sejak pengunci dibuka.
b. Pada percobaan 1, 2, dan 3 penurunan terjadi sebesar 31 mm, 25
mm, dan 16 mm, besarnya penurunan ini menunjukkan bahwa
kandungan air dalam semen terlalu banyak yang menyebabkan
semen menjadi encer.
PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI 1
KELOMPOK IV



FAKULTAS TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

c. Konsistensi normal sebesar 26 % tercapai pada perbandingan :
Semen : 500 gram
Air : 130 ml

- Grafik






31
25
16
11
0
5
10
15
20
25
30
35
125 130 135 140 145 150 155 160
P
e
n
u
r
u
n
a
n

(
m
m
)

Kadar Air (ml)
Grafik Hubungan Penurunan
terhadap Kadar Air
31
29
27
26
25
26
27
28
29
30
31
32
0 5 10 15 20 25 30 35
K
a
d
a
r

a
i
r

(
%
)

Penurunan (mm)
Grafik Hubungan Antara Kadar air (%) dengan Penurunan
(mm)
PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI 1
KELOMPOK IV



FAKULTAS TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2.7 Gambar Alat


Gambar 2.1 Mixer



Gambar 2.2 Alat Vicat, Cincin Konus dan Plat Kaca

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI 1
KELOMPOK IV



FAKULTAS TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU


Gambar 2.3 Gelas Ukur 200 dan 500 ml (dipakai 200 ml) dan Timbangan dengan
ketelitian 0,01 gr)