Anda di halaman 1dari 1

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASA TUBUH DAN PENINGKATAN TEKANAN

DARAH DI KABUPATEN TANGERANG



ABSTRAK

Rivami, D. Savitri, Deisy Budiono, dan Thyrza Laudamy Darmadi

(J umlah halaman:13; 3 gambar; 2 tabel; 0 foto; 0 lampiran)

Masalah yang ditimbulkan oleh penyakit tidak menular di negara berkembang semakin
bertambah. Tingkat kesakitan dan kematian akibat penyakit ini menjadi masalah besar pada
negara-negara tersebut, seperti halnya di Indonesia. Sebagian besar penyakit tidak menular
memiliki beberapa faktor risiko yang sama, yang di antaranya adalah peningkatan tekanan
darah dan indeks masa tubuh (IMT). Hubungan antara indeks masa tubuh dan tekanan darah
sudah lama dijadikan subyek dalam riset epidemiologi. Di Indonesia, studi berbasis populasi
yang memonitor kecenderungan faktor risiko untuk timbulnya penyakit tidak menular masih
jarang dijumpai. Masyarakat Indonesia tersebar di daerah perkotaan dan pedesaan yang
memiliki karakteristik sangat berbeda. Kabupaten Tangerang yang terletak di propinsi
Banten memiliki karakteristik perkotaan Indonesia yang dapat mewakili populasi masyarakat
perkotaan dalam hal gambaran gaya hidup dan penyakit yang timbul akibat gaya hidup
tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah memeriksa hubungan antara IMT dan peningkatan
tekanan darah pada orang Indonesia yang berusia di atas 40 tahun dan tinggal di daerah
perkotaan. J uga untuk memeriksa faktor risiko lain yang berhubungan. Penelitian ini
dilaksanakan di 3 kecamatan di Tangerang yang dipilih secara acak terhadap total populasi di
Tangerang dengan menggunakan desain potong lintang. Dari hasil penelitian didapat
prevalensi hipertensi di Kabupaten Tangerang sangat tinggi, yaitu di atas 65% baik menurut
pengukuran tekanan darah sistolik maupun diastolik. Karakteristik penderita hipertensi tidak
berbeda dengan non-hipertensi. Terdapat hubungan positif antara indeks masa tubuh dan
peningkatan tekanan darah, walaupun koefisien korelasinya lemah. Faktor lain yang dapat
mempengaruhi peningkatan tekanan darah yaitu: asupan protein yang tinggi, kebiasaan
minum kopi dan riwayat penyakit keluarga.Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa
penyuluhan mengenai faktor risiko hipertensi masih diperlukan oleh masyarakat agar
kejadian hipertensi dapat dicegah. Selain itu puskesmas dan tenaga kesehatan lain harus
berperan aktif untuk menjaring para penderita hipertensi agar dapat ditangani secara cepat
dan tepat.

Kata kunci: indeks masa tubuh, tekanan darah, Tangerang, Indonesia

Referensi: 6 (2003-2007)