Anda di halaman 1dari 17

SALINAN

PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 39 TAHUN 2007

TENTANG

UJIAN AKHIR SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (UASBN)


UNTUK SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH/
SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SD/MI/SDLB)
TAHUN PELAJARAN 2007/2008

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 67 ayat (3), Pasal 71, Pasal
72 ayat (2), dan Pasal 94 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Akhir Sekolah
Berstandar Nasional (UASBN) untuk Sekolah Dasar/Madrasah
Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran
2007/2008;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496);
3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,
Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementerian
Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun
2006;
4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004
mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 31/P Tahun 2007;

1
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006
tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006
tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 6 Tahun 2007;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007
tentang Standar Penilaian Pendidikan;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG


UJIAN AKHIR SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (UASBN)
UNTUK SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH/SEKOLAH
DASAR LUAR BIASA (SD/MI/SDLB) TAHUN PELAJARAN
2007/2008.

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:


1. Ujian akhir sekolah berstandar nasional yang selanjutnya disebut UASBN
adalah ujian nasional yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan
pelaksanaan ujian sekolah/madrasah untuk sekolah dasar/madrasah
ibtidaiyah/sekolah dasar luar biasa (SD/MI/SDLB).
2. Sekolah/madrasah adalah sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar
luar biasa (SD/MI/SDLB) yang terakreditasi atau ditunjuk pemerintah
kabupaten/kota sebagai penyelenggara UASBN.
3. SDLB adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan luar biasa
bagi peserta didik tunanetra, tunarungu, tunadaksa ringan, dan tunalaras.
4. BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
5. Kurikulum 1994 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah
berlaku secara nasional sejak Tahun Pelajaran 1994/1995 berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993, Nomor
061/U/1993 Tahun 1993, Nomor 080/U/1993, Nomor 126/U/1993, dan Nomor
129/U/1993.

2
6. Kurikulum 2004 adalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang sudah
diterapkan secara terbatas mulai Tahun Pelajaran 2001/2002 berdasarkan
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor
399a/C.C2/Kep/DS/2004, Keputusan Direktur Pendidikan Menengah Umum
Nomor 766a/C4/MN/2003, dan Nomor 1247a/C4/MN/2003.
7. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya
disebut Standar Isi, mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi minimal
untuk mencapai standar kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan
tertentu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun
2006.
8. Prosedur Operasi Standar, yang selanjutnya disebut POS, adalah prosedur
operasi standar yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan UASBN yang
ditetapkan oleh BSNP.
9. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
10. Departemen adalah Departemen Pendidikan Nasional.
11. Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional.

Pasal 2

UASBN bertujuan untuk:


a. menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); dan
b. mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu.

Pasal 3

Hasil UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:


a. pemetaan mutu satuan pendidikan;
b. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
c. penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan; dan
d. dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam
upaya peningkatan mutu pendidikan.

Pasal 4

(1) Setiap peserta didik SD, MI, dan SDLB yang belajar pada tahun terakhir berhak
mengikuti UASBN.
(2) Untuk mengikuti UASBN, peserta didik harus memiliki laporan lengkap penilaian
hasil belajar pada satuan pendidikan formal mulai semester I tahun pertama
hingga semester I tahun terakhir, atau laporan ekuivalensinya bagi peserta didik
yang sebagian proses belajarnya ditempuh melalui pendidikan nonformal
dan/atau informal.

3
(3) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat
mengikuti UASBN di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti
UASBN di satuan pendidikan lain.
(4) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat
mengikuti UASBN utama dapat mengikuti UASBN susulan.
(5) Peserta didik yang belum lulus UASBN berhak mengikuti UASBN pada tahun
berikutnya.

Pasal 5

(1) UASBN utama dilaksanakan satu kali pada minggu ketiga bulan Mei 2008.
(2) UASBN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UASBN utama.

Pasal 6

Mata pelajaran yang diujikan pada UASBN Tahun Pelajaran 2007/2008, meliputi
Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pasal 7

(1) Standar Kompetensi Lulusan UASBN (SKLUASBN) merupakan irisan (interseksi)


dari pokok bahasan/subpokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, serta Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22
Tahun 2006 tentang Standar Isi.
(2) SKL UASBN merupakan rujukan untuk menyusun spesifikasi soal serta
menyusun dan merakit soal UASBN Tahun Pelajaran 2007/2008.
(3) SKL UASBN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum pada Lampiran
Peraturan Menteri ini.

Pasal 8

UASBN diselenggarakan oleh BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di


lingkungan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta
satuan pendidikan.

Pasal 9

(1) Setiap paket soal UASBN terdiri atas 25% soal yang ditetapkan oleh BSNP dan
berlaku secara nasional, serta 75% soal yang ditetapkan oleh Penyelenggara
UASBN Tingkat Provinsi berdasarkan spesifikasi soal UASBN Tahun Pelajaran
2007/2008 yang ditetapkan oleh BSNP.
(2) Soal UASBN yang ditetapkan oleh BSNP sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dipilih dan dirakit dari bank soal sesuai dengan spesifikasi soal UASBN Tahun
Pelajaran 2007/2008.

4
(3) Bank soal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikembangkan dan dikelola oleh
Pusat Penilaian Pendidikan pada Badan Penelitian dan Pengembangan,
Departemen Pendidikan Nasional.
(4) Soal UASBN yang ditetapkan oleh penyelenggara UASBN tingkat provinsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh guru perwakilan dari setiap
kabupaten/kota yang sudah dilatih.

Pasal 10

(1) Penggandaan soal UASBN dilakukan di tingkat provinsi oleh perusahaan


percetakan yang ditetapkan oleh penyelenggara UASBN tingkat provinsi sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan.
(2) Untuk menjamin kelancaran distribusi soal UASBN, perusahaan percetakan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diutamakan yang berdomisili di provinsi
yang bersangkutan.
(3) Perusahaan percetakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah
perusahaan percetakan yang memenuhi persyaratan kelayakan berdasarkan
kriteria yang ditetapkan BSNP.
(4) Kriteria kelayakan perusahaan percetakan meliputi:
a. keamanan dan kerahasiaan;
b. kualitas hasil cetakan; dan
c. ketepatan waktu penyelesaian.

Pasal 11

(1) Kriteria kelulusan UASBN Tahun Pelajaran 2007/2008 ditetapkan oleh setiap
sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN.
(2) Peserta UASBN diberi Surat Keterangan Hasil UASBN (SKHUASBN) yang
diterbitkan oleh sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 12

(1) Dalam penyelenggaraan UASBN, Menteri bertanggung jawab untuk:


a. menetapkan sekolah pelaksana untuk peserta didik pada sekolah Indonesia di
luar negeri;
b. menetapkan jumlah dan sumber dana yang diperlukan untuk pelaksanaan
UASBN;
c. menyediakan blanko SKHUASBN;
d. memantau, mengevaluasi, dan menetapkan program tindak lanjut UASBN.

(2) Dalam penyelenggaraan UASBN, BSNP bertanggung jawab untuk :


a. membentuk penyelenggara UASBN tingkat pusat;
b. menetapkan spesifikasi soal UASBN;
c. menetapkan 25% soal UASBN;
d. menggandakan dan mendistribusikan seluruh soal UASBN untuk sekolah
Indonesia di luar negeri;
e. menyusun dan menetapkan POS UASBN;

5
f. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan UASBN;
g. melakukan supervisi pengolahan hasil pemindaian (scanning) lembar jawaban
ujian;
h. melakukan pemantauan dan supervisi pelaksanaan UASBN;
i. mengevaluasi pelaksanaan UASBN; dan
j. melaporkan pelaksanaan UASBN kepada Menteri.

(3) Dalam pelaksanaan UASBN, gubernur bertanggung jawab untuk:


a. mengkoordinasikan pelaksanaan UASBN yang jujur di wilayahnya;
b. membentuk penyelenggara UASBN tingkat provinsi;
c. menetapkan jumlah dan sumber dana yang diperlukan untuk mendukung
pelaksanaan UASBN di wilayahnya;
d. menetapkan tim penyusun dan perakit soal UASBN;
e. menetapkan 75% soal UASBN;
f. menggandakan dan mendistribusikan soal UASBN beserta lembar
jawabannya;
g. mengamankan dan menjaga kerahasiaan soal UASBN dan dokumen
pendukungnya;
h. mengkoordinasikan pengolahan hasil UASBN di wilayahnya;
i. menjamin keamanan dan kerahasiaan pengolahan hasil UASBN;
j. menjamin objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan UASBN di provinsi;
k. melakukan penskoran hasil UASBN di wilayahnya;
l. mengirimkan hasil pengolahan UASBN kepada penyelenggara UASBN tingkat
kabupaten/kota;
m. mengirimkan hasil pemindaian dan hasil pengolahan UASBN kepada BSNP
dan Menteri;
n. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan UASBN di wilayahnya; dan
o. melaporkan pelaksanaan UASBN di wilayahnya kepada Menteri.

(4) Dalam pelaksanaan UASBN, bupati/walikota bertanggung jawab untuk:


a. mengkoordinasikan pelaksanaan UASBN yang jujur di wilayahnya;
b. membentuk penyelenggara UASBN tingkat kabupaten/kota;
c. menetapkan jumlah dan sumber dana yang diperlukan untuk mendukung
pelaksanaan UASBN di wilayahnya;
d. mendata dan menetapkan calon peserta UASBN;
e. menetapkan SD, MI, dan SDLB pelaksana UASBN;
f. mengamankan dan menjaga kerahasiaan soal UASBN dan dokumen
pendukungnya;
g. menjamin kejujuran pelaksanaan UASBN;
h. menjamin keamanan dan kerahasiaan proses pengumpulan dan penyimpanan
lembar jawaban UASBN yang sudah diisi beserta dokumen pendukungnya;
i. menerima hasil pengolahan UASBN dari penyelenggara UASBN tingkat
provinsi dan mengirimkannya ke sekolah/madrasah pelaksana UASBN;
j. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan UASBN; dan
k. melaporkan pelaksanaan UASBN di wilayahnya kepada Menteri melalui
gubernur.

6
(5) Dalam pelaksanaan UASBN di luar negeri, Duta Besar Republik Indonesia
bertanggung jawab untuk:
a. mengkoordinasikan pelaksanaan UASBN yang jujur;
b. menetapkan calon peserta UASBN;
c. mengamankan dan menjaga kerahasiaan soal UASBN dan dokumen
pendukungnya;
d. mengamankan dan menjaga kerahasiaan lembar jawaban UASBN yang
sudah diisi oleh peserta UASBN beserta dokumen pendukungnya;
e. mengirimkan lembar jawaban UASBN kepada BSNP;
f. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan UASBN; dan
g. melaporkan pelaksanaan UASBN di wilayahnya kepada Menteri melalui
BSNP.

(6) Dalam pelaksanaan UASBN, sekolah/madrasah pelaksana UASBN bertanggung


jawab untuk:
a. melakukan pendataan calon peserta UASBN;
b. mengamankan dan menjaga kerahasiaan soal UASBN dan dokumen
pendukungnya;
c. menetapkan pengawas UASBN;
d. melaksanakan UASBN sesuai POS UASBN;
e. menjamin kejujuran pelaksanaan UASBN;
f. mengirimkan lembar jawaban UASBN yang telah diisi oleh peserta UASBN
kepada Penyelenggara UASBN Tingkat Kabupaten/Kota;
g. menerima hasil pengolahan UASBN dari penyelenggara UASBN tingkat
kabupaten/kota; dan
h. melaporkan pelaksanaan UASBN kepada pejabat yang menugaskannya.

(7) Dalam pelaksanaan UASBN, setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya


mengikuti UASBN bertanggung jawab untuk:
a. menetapkan kriteria kelulusan UASBN;
b. menetapkan dan mengumumkan kelulusan peserta didik dari satuan
pendidikan; dan
c. menerbitkan SKHUASBN yang telah diisi oleh penyelenggara UASBN tingkat
provinsi.

Pasal 13

Pengawasan di ruang UASBN dilakukan oleh tim pengawas UASBN.

Pasal 14

(1) Pemindaian lembar jawaban UASBN dilakukan oleh penyelenggara UASBN


tingkat kabupaten/kota.
(2) Pengolahan hasil pemindaian jawaban UASBN dilakukan oleh penyelenggara
UASBN tingkat provinsi dengan menggunakan sistem dan standar penilaian
yang ditetapkan BSNP.
(3) Daftar nilai hasil UASBN setiap SD/MI/SDLB dibuat oleh penyelenggara
UASBN tingkat provinsi.
(4) Pusat Penilaian Pendidikan pada Badan Penelitian dan Pengembangan
Departemen Pendidikan Nasional mengelola arsip permanen hasil UASBN.

7
Pasal 15

(1) Biaya penyelenggaraan UASBN untuk pelaksanaan tanggung jawab


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (5)
menjadi tanggung jawab Pemerintah.
(2) Pemerintah provinsi menutup kekurangan pembiayaan UASBN sebagaimana
dimaksud pada ayat (1).
(3) Biaya penyelenggaraan UASBN untuk pelaksanaan tanggung jawab
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4), ayat (6), dan ayat (7) menjadi
tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

Pasal 16

(1) Perorangan, kelompok, dan/atau lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan


UASBN wajib menjaga kerahasiaan, keamanan, kejujuran, dan kelancaran
pelaksanaan UASBN.
(2) Perorangan, kelompok, dan/atau lembaga yang melakukan pelanggaran atau
penyimpangan dalam pelaksanaan UASBN dikenakan sanksi sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
(3) Peserta didik yang terbukti melakukan kecurangan dalam mengerjakan soal
UASBN dinyatakan gagal dalam UASBN.

Pasal 17

Hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan UASBN diatur lebih lanjut dalam
POS UASBN yang ditetapkan oleh BSNP.

Pasal 18

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 16 November 2007

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,


TTD.
BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya.


Biro Hukum dan Organisasi
Departemen Pendidikan Nasional,
Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan
Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,

Muslikh, S.H.
NIP 131479478

8
SALINAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 39 TAHUN 2007 TANGGAL 16 NOVEMBER 2007

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UJIAN AKHIR SEKOLAH


BERSTANDAR NASIONAL 2008 (SKL UASBN 2008)

1. BAHASA INDONESIA SD/MI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN


(SKL)
1. Membaca • Memahami teks nonsastra berupa teks
Memahami berbagai teks nonsastra sederhana, laporan, dan rubrik khusus, serta
berupa teks sederhana, laporan, dan berbagai karya sastra mencakup
rubrik khusus, serta berbagai karya sastra - isi teks
berupa puisi anak, dongeng, cerita anak, - kalimat utama
dan drama anak. - isi laporan
- tanggapan rubrik khusus (kolom)
- isi puisi
- isi dongeng
- simpulan isi cerita anak
- unsur intrinsik drama anak (tokoh, latar,
amanat)

2. Menulis • Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan


Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana
informasi dalam bentuk karangan mencakup
sederhana, kosakata yang bervariasi dan - menulis surat (pribadi atau resmi)
kalimat efektif dalam kehidupan sehari- - membuat pengumuman
hari, petunjuk, surat, pengumuman, - menyusun teks dialog
dialog, formulir, teks pidato, laporan, - menyusun naskah pidato
ringkasan, parafrase, serta berbagai karya - mengisi formulir
sastra untuk anak berbentuk cerita anak, - membuat ringkasan
puisi, dan pantun secara terpadu, struktur - memarafrasekan puisi menjadi prosa
kalimat yang tepat, ejaan, dan pilihan - menulis puisi, cerita anak, dan pantun
katanya. • Menyunting berbagai teks tulis mencakup
- kepaduan paragraf
- ketepatan struktur kalimat
- ketepatan pilihan kata
- kebenaran ejaan dan tanda baca
2. MATEMATIKA SD/MI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN


(SKL)
1. Memahami konsep dan operasi hitung • Bilangan bulat, pecahan, dan persen
bilangan serta dapat menggunakannya • FPB dan KPK
dalam kehidupan sehari-hari. • Perbandingan
• Pangkat dan akar

2. Memahami konsep ukuran dan • Satuan waktu


pengukuran berat, panjang , luas, volume, • Satuan panjang
waktu, serta penggunaannya dalam • Satuan berat
pemecahan masalah kehidupan sehari- • Satuan luas
hari. • Satuan volume

3. Memahami konsep, sifat, dan unsur- • Sifat dan unsur-unsur bangun geometri 2D/3D
unsur bangun geometri, dapat • Pencerminan
menghitung besaran-besaran yang terkait • Simetri putar dan lipat
dengan bangun geometri (2D/3D), • Keliling dan luas bangun datar
memahami konsep transformasi bangun • Luas permukaan dan volume bangun ruang
datar, serta dapat menggunakannya dalam
kehidupan sehari-hari.

4. Memahami konsep koordinat untuk • Letak titik pada koordinat


menentukan letak benda dan dapat
menggunakannya dalam pemecahan
masalah kehidupan sehari-hari.

5. Memahami konsep pengumpulan data, • Diagram garis, batang, dan lingkaran


penyajian data dengan tabel, (gambar) • Rata-rata
dan grafik, mengurutkan data, rata-rata, • Modus
serta menerapkannya dalam pemecahan
masalah kehidupan sehari-hari.

2
3. ILMU PENGETAHUAN ALAM SD/MI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN


(SKL)
1. Mendeskripsikan ciri-ciri dan • Ciri-ciri makhluk hidup
penggolongan hewan dan tumbuhan, cara • Penggolongan hewan dan tumbuhan
perkembangbiakan hewan dan tumbuhan, • Cara perkembangbiakan hewan dan
manfaat tumbuhan dan hewan bagi tumbuhan
manusia, upaya pelestariannya. • Manfaat hewan dan tumbuhan
• Upaya pelestarian hewan dan tumbuhan
langka

2. Mendeskripsikan saling ketergantungan • Interaksi antara makhluk hidup dan


antar makhluk hidup, serta cara-cara lingkungannya (rantai makanan, komunitas,
makhluk hidup menyesuaikan diri simbiosis, dan ekosistem)
terhadap lingkungannya. • Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap
lingkungannya

3. Mengidentifikasi bagian tubuh manusia, • Rangka manusia, fungsi dan


hewan, dan tumbuhan, menjelaskan pemeliharaannya
fungsinya, serta mampu mengidentifikasi • Alat indera manusia, fungsi dan
kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat. pemeliharaannya
• Alat pernapasan manusia dan hewan
• Alat pencernaan makanan pada manusia
• Alat peredaran darah pada manusia
• Bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya
• Kebutuhan tubuh untuk tumbuh sehat
• Penyakit dan pencegahannya

4. Memahami perubahan wujud benda dan • Perubahan wujud benda (mencair, membeku,
kegunaannya, pengaruh suhu terhadap menguap, mengembun, menyublim), dan
benda dalam kehidupan sehari-hari. contohnya
• Manfaat perubahan wujud benda dalam
kehidupan sehari-hari
• Pengaruh suhu terhadap benda (pemuaian,
penyusutan), contoh dan manfaatnya.

5. Memahami berbagai bentuk energi, gaya • Berbagai macam bentuk dan sumber energi
serta perubahan, manfaat, dan • Cara penghematan energi
pengaruhnya. • Perubahan bentuk energi dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari
• Energi alternatif
• Macam-macam gaya, pengaruh, dan
manfaatnya
• Macam-macam pesawat sederhana, contoh
dan manfaatnya

3
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN
(SKL)
• Sifat-sifat cahaya

6. Mendeskripsikan berbagai jenis sumber • Jenis-jenis sumber daya alam


daya alam, kegunaannya, dampaknya • Manfaat sumber daya alam
bagi kehidupan, dan gejala alam. • Pelestarian sumber daya alam
• Gejala alam dan dampaknya bagi kehidupan

7. Memahami sistem tata surya. • Sistem tata surya


• Gerakan bumi dan bulan (rotasi dan revolusi)
• Gerhana matahari dan bulan
• Sistem penanggalan (Masehi dan Hijriyah)

4
4. BAHASA INDONESIA SDLB - B

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN


(SKL)
1. Memahami jenis wacana nonsastra yang • Menjawab pertanyaan isi tersurat yang
berupa teks bacaan, pengalaman sehari- berupa teks bacaan, berbagai jenis paragraf
hari, dan dongeng. (narasi, deskripsi, argumentasi, eksposisi)
• Menjawab isi tersirat yang berupa teks
bacaan berbagai jenis paragraf (narasi,
deskripsi, argumentasi)
• Menentukan gagasan pokok dari teks bacaan

2. Memperbaiki kesalahan berbahasa dalam • Mengidentifikasi kesalahan bahasa


hal pemilihan kata, gabungan kata, ejaan, (penggunaan berbagai kata, gabungan kata,
tanda baca. berbagai kelengkapan paragraf serta
penggunaan ejaan dan tanda baca)
• Memperbaiki kesalahan penggunaan bahasa

3. Menggunakan kata, kalimat, serta ejaan • Menggunakan kata dan kalimat sesuai
dan tanda baca dalam berbagai ragam dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar
tulisan. • Menggunakan ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan atau karangan

4. Menikmati karya sastra yang berupa • Menemukan gaya bahasa (majas) dalam
puisi, prosa, fiksi, dan merefleksi isinya berbagai karya sastra
dalam kehidupan sehari-hari. • Menemukan ungkapan yang menyentuh
perasaan atau mengharukan

5
5. BAHASA INDONESIA SDLB – A, D, DAN E

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN


(SKL)
1. Memahami berbagai jenis wacana • Menjawab pertanyaan yang berhubungan
nonsastra yang berupa teks bacaan dengan isi tersurat wacana yang berupa teks
berbagai jenis paragraf (narasi, deskripsi, bacaan berbagai jenis paragraf (narasi,
argumentasi, eksposisi). deskripsi, argumentasi, eksposisi)
• Menentukan gagasan pokok dan gagasan
penjelasan dari teks
• Menemukan makna tersirat dan wacana
berupa teks bacaan berbagai jenis paragraf
(narasi, deskripsi, argumentasi, eksposisi)
• Menafsirkan makna kata yang terdapat dalam
bacaan

2. Menulis karangan dengan menggunakan • Menyusun kerangka isi paragraf narasi,


kosakata yang bervariasi dan efektif deskripsi, eksposisi, dan berbagai surat
dalam bentuk paragraf narasi, deskripsi, dalam kehidupan sehari-hari
argumentasi, eksposisi, dan berbagai • Mengembangkan secara utuh paragraf narasi,
surat dalam kehidupan. deskripsi, eksposisi, dan berbagai surat
dalam kehidupan sehari-hari
• Melengkapi kalimat sesuai konteks

3. Menyunting isi (ketepatan isi, urutan isi) • Mengidentifikasi kesalahan isi (ketepatan isi,
menyunting bahasa dan berbagai kata, urutan isi)
istilah, gabungan kata, berbagai struktur • Mengidentifikasi kesalahan bahasa, dan
kalimat, kepaduan/kelengkapan paragraf mekanik penggunaan berbagai kata, istilah,
serta penggunaan ejaan dan tanda baca. gabungan kata, berbagai struktur kalimat
kepaduan/kelengkapan paragraf, serta
penggunaan ejaan dan tanda baca
• Memperbaiki kesalahan isi dan penggunaan
bahasa

4. Menggunakan kata, kalimat, serta ejaan • Menggunakan kata dan kalimat sesuai
dan tanda baca dalam berbagai ragam dengan kaidah
tulisan. • Menggunakan ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan

5. Mengapresiasikan berbagai karya sastra • Menemukan unsur intrinsik berbagai karya


yang berupa pantun, puisi bebas, cerita, sastra berupa puisi, prosa fiksi, dan drama
drama untuk memahami isi dan • Menentukan makna ungkapan pada cerita,
merefleksikan isinya dalam kehidupan pantun, puisi bebas
sehari-hari.

6
6. MATEMATIKA SDLB – A, B, D, DAN E

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN


(SKL)
1. Mampu melakukan operasi hitung pada • Bilangan bulat, pecahan, dan persen
bilangan serta dapat menerapkannya • FPB dan KPK
dalam kehidupan sehari-hari. • Bilangan pangkat dua
• Akar pangkat dua
• Perbandingan

2. Mengerti konsep pengukuran serta dapat • Satuan panjang, satuan waktu, satuan luas,
menerapkannya dalam kehidupan sehari- satuan volume, satuan berat
hari.

3. Konsep bangun datar dan bangun ruang, • Unsur bangun datar seperti panjang, keliling,
transformasi bangun datar, dan mampu luas, dan besar sudut
menghitung besaran-besaran yang terkait • Unsur bangun ruang seperti volume, luas
dengan bangun geometri, serta permukaan
menggunakannya dalam kehidupan • Simetri lipat, simetri putar dan pencerminan
sehari-hari.

4. Mampu mengolah, menyajikan dan • Diagram batang


menafsirkan data serta menggunakannya • Rata-rata
dalam kehidupan sehari-hari. • Modus

7
7. ILMU PENGETAHUAN ALAM SDLB – A, B, D, DAN E

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN


(SKL)
1. Mendeskripsikan ciri-ciri dan • Ciri-ciri makhluk hidup
penggolongan hewan dan tumbuhan, cara • Penggolongan hewan dan tumbuhan
perkembangbiakan hewan dan tumbuhan, • Tumbuhan hijau
manfaat tumbuhan dan hewan bagi • Cara perkembangbiakan hewan dan
manusia, dan upaya pelestariannya. tumbuhan
• Manfaat hewan dan tumbuhan
• Upaya pelestarian hewan dan tumbuhan
langka

2. Mendeskripsikan saling ketergantungan • Interaksi antara makhluk hidup dan


antar makhluk hidup serta cara-cara lingkungannya (rantai makanan, komunitas,
makhluk hidup menyesuaikan diri simbiosis, ekosistem)
terhadap lingkungan. • Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap
lingkungannya

3. Mengidentifikasi bagian tubuh manusia, • Rangka manusia, fungsi dan pemeliharannya


hewan, dan tumbuhan, menjelaskan • Alat indera manusia, fungsi, dan
fungsinya, serta mampu mengidentifikasi pemeliharaannya
kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat. • Alat pernapasan manusia dan hewan
• Alat pencernaan makanan pada manusia
• Alat peredaran darah pada manusia
• Bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya
• Kebutuhan tubuh untuk tumbuh sehat
• Penyakit dan pencegahannya

4. Memahami perubahan wujud benda, • Perubahan wujud benda (mencair, membeku,


kegunaannya, dan pengaruh suhu menguap, mengembun, menyublim)
terhadap benda dalam kehidupan sehari- • Manfaat perubahan wujud benda dalam
hari. kehidupan sehari-hari
• Pengaruh suhu terhadap benda (pemuaian,
penyusutan)
• Perpindahan panas dan manfaatnya

5. Memahami berbagai bentuk energi, gaya • Berbagai macam bentuk dan sumber energi
dan gerak, perubahan, manfaat, serta • Energi alternatif
pengaruhnya. • Macam-macam gaya, pengaruh dan
manfaatnya
• Macam pesawat sederhana dan manfaatnya
• Cara penghematan energi
• Perubahan bentuk energi dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari

8
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN
(SKL)
6. Mendeskripsikan berbagai jenis sumber • Jenis-jenis sumber daya alam
daya alam, kegunaannya, dampaknya • Manfaat sumber daya alam
bagi kehidupan, dan gejala alam. • Pelestarian sumber daya alam
• Gejala alam dan dampaknya bagi kehidupan
7. Memahami sistem tata surya. • Sistem tata surya
• Gerakan bumi dan bulan ( rotasi dan
revolusi)
• Gerhana matahari dan bulan
• Sistem penanggalan (Masehi dan Hijriyah)

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,


TTD.
BAMBANG SUDIBYO
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Departemen Pendidikan Nasional,
Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan
Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,

Muslikh, S.H.
NIP 131479478

Anda mungkin juga menyukai